Tag: bangun rumah

  • 5 Tips Bangun Rumah Murah Hemat Biaya Supaya Nggak Boncos


    Jakarta

    Harga rumah memang sangat mahal, bukan? Sebagian orang mungkin mulai mempertimbangkan membangun rumah sendiri dibanding beli jadi. Nah, kamu bisa saja membangun rumah murah daripada bersaing di pasar perumahan yang mahal.

    Meski bukan proyek yang mudah, kamu bebas membangun rumah sesuai selera dan anggaran yang dimiliki. Berikut ini beberapa tips membangun rumah murah dengan budget terbatas, dilansir dari Rocket Mortgage, Jumat (3/5/2024).

    Tips Bangun Rumah Murah

    1. Desain Rumah Sederhana

    Cara termurah membangun rumah adalah menggunakan desain sederhana. Kamu dapat merancang rumah dengan tradisional seperti bentuk denah yang kotak atau persegi. Kemudian, buat desain atap yang sederhana yang tidak memerlukan terlalu banyak material.


    2. Cari Jasa Kontraktor

    Jika kamu punya pengalaman membangun rumah atau kenal tukang bangunan yang andal, kamu bisa menjadi kontraktor sendiri. Hal ini akan sangat membantu menghemat biaya pembangunan.

    Namun, kalau kamu tidak berpengalaman, sebaiknya menggunakan jasa subkontraktor untuk beberapa bagian pembangunan. Sebab, apabila sampai terjadi kesalahan, maka bisa memakan banyak biaya dan waktu.

    3. Rencanakan Anggaran

    Buat perencanaan anggaran dengan matang untuk merinci pengeluaran selama pembangunan rumah. Walau rencana yang dibuat tidak selalu akurat, anggaran ini akan membantu mengarahkan pembangunan supaya pengeluaran tidak berlebihan.

    Apabila menemukan perubahan harga atau pengeluaran lebih, pastikan untuk mencatatnya sebagai dokumentasi. Setidaknya kamu harus tahu ke mana uang itu digunakan dan untuk apa.

    4. Pilih Material yang Terjangkau

    Nah, kamu mesti pintar-pintar berbelanja material. Pilihlah material dengan harga terjangkau tapi tidak menurunkan kualitas. Kamu bisa membandingkan jenis material atau toko untuk mendapatkan harga yang pas di kantong. Tak lupa juga mencari diskon dan promo ketika belanja.

    5. DIY alias Lakukan Sendiri

    Mungkin ada beberapa hal tambahan yang kamu inginkan di rumah baru. Misalkan mengecat atau menambah lapisan lantai. Kalau kamu yakin bisa melakukan sendiri untuk menghemat biaya jasa. Perlu diingat juga kalau tidak semua hal dilakukan sendiri bisa menghemat uang, apalagi kalau kamu tidak yakin bisa mengerjakannya.

    Itulah cara membangun rumah murah agar lebih ramah di kantong. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kelebihan Membangun Rumah Ramah Lingkungan, Banyak Untungnya Lho!


    Jakarta

    Rumah ramah lingkungan dan berkelanjutan sangat memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap alam. Mulai dari pemilihan material hingga proses pembangunan dilakukan dengan seksama buat mencegah merusak lingkungan.

    Selain baik untuk alam, konsep rumah ini juga menguntungkan bagi pemiliknya lho! Dalam jangka panjang, kamu justru menghemat banyak biaya, bahkan menambah nilai rumah.

    Nah, buat kamu yang mau membangun rumah, bisa mempertimbangkan konsep hunian hijau. Berikut ini kelebihan rumah ramah lingkungan yang dilansir dari Grammatico Homes, Jumat (17/5/2024).


    Keuntungan Rumah Ramah Lingkungan

    1. Hemat Listrik dan Air

    Bangunan rumah yang hijau mengurangi ketergantungan terhadap energi tak terbarukan. Efisiensi energi menjadi perhatian utama saat membangun rumah, seperti memasang panel surya dan teknik penggunaan jendela yang strategis untuk mengurangi penggunaan listrik.

    Sementara penyediaan air menggunakan pipa ledeng yang efisien untuk mengurangi limbah, peralatan berefisiensi tinggi, dan sistem irigasi yang canggih. Alhasil, biaya operasional rumah ramah lingkungan bisa lebih hemat.

    2. Rumah Tahan Lama

    Rumah ini dirancang agar bisa tahan lama untuk mencegah produksi sampah. Sebab, kerusakan atau barang usang di rumah berarti ada sampah yang akan memenuhi tempat pembuangan akhir. Nah, dengan fitur rumah yang tahan lama berarti kamu biasa menghemat biaya perawatan.

    3. Meningkatkan Nilai Properti

    Bangunan hijau sendiri adalah sebuah kelebihan yang memiliki nilai tambah di pasaran. Selain investasi properti, kamu bisa meningkatkan nilai properti dengan membangun rumah ramah lingkungan. Apalagi, saat ini isu menjaga lingkungan semakin menjadi perhatian masyarakat.

    4. Lingkungan Hidup Sehat

    Rumah yang berkelanjutan juga mempertimbangkan dampak terhadap kehidupan di dalam rumah. Material bangunan yang digunakan dipilih dengan seksama supaya aman buat kesehatan penghuni dengan memerhatikan bahan kimia yang terkandung di dalamnya.

    5. Mengurangi Tingkat Stress

    Kemudian, rumah ramah lingkungan membantu mengurangi tingkat stress dan meningkatkan kualitas hidup. Konsep ini menekankan desain yang harmonis, pengurangan biaya, dan penyederhanaan proses, sehingga mendukung kebahagiaan jangka panjang.

    Itulah kelebihan membangun rumah ramah lingkungan yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Plafon Tinggi Bikin Rumah Adem? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Desain rumah yang adem merupakan nilai plus, terutama dengan cuaca panas di Indonesia sekarang ini. Sebagian orang percaya rumah dengan plafon yang tinggi bisa membuat udara terasa lebih sejuk.

    Benarkah plafon tinggi bisa membuat rumah adem? Simak penjelasan berikut ini.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan, rumah dengan plafon tinggi tidak menjamin rumah menjadi lebih sejuk. Ia menilai rumah tinggi justru membutuhkan energi lebih untuk mendinginkan ruangan menggunakan AC.


    Arsitek Denny SetiawanArsitek Denny Setiawan Foto: Danica Adhitiawarman

    Apalagi membangun rumah dengan plafon tinggi tidak bisa sembarangan karena harus sesuai dengan keseluruhan atau proporsi rumah. Jangan sampai rumah terasa kecil padahal plafon sudah menjulang tinggi.

    “Saya selalu menyarankan ketinggian (rumah) itu secukupnya supaya tidak boros material. Prinsipnya adalah bagaimana kita meminimalisasi penggunaan material,” ujar Denny saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/5/2024).

    Untuk itu, Denny membagikan cara membangun rumah yang terasa adem tanpa perlu boros material dan energi. Di antaranya dengan memastikan rumah mempunyai banyak ventilasi, tritisan, dan jendela.

    Cara Alternatif Bikin Desain Rumah Adem

    1. Perbanyak Ventilasi Udara

    Jenis-Jenis jendela/via iStockJenis-Jenis jendela/via iStock Foto: via iStock

    Denny menyebut setiap ruangan seharusnya mempunyai ventilasi udara agar ada aliran udara yang sejuk. Ia bahkan menyarankan ada dua ventilasi di setiap ruangan untuk menciptakan ventilasi silang.

    “Memang udara semakin panas saat ini, tapi dengan desain yang benar, dengan arsitektur yang benar, yang denahnya baik itu otomatis membuat masalah panas itu harusnya tidak jadi masalah lagi,” ucapnya.

    Ventilasi yang baik memungkinkan udara panas dan kelembapan tidak terperangkap di dalam rumah. Dengan begitu, suhu udara bisa dikendalikan dengan angin dari ventilasi, apalagi kalau ditambah penggunaan kipas angin.

    2. Batasi Pancaran Sinar Matahari

    Jenis-Jenis jendela/Joe Potato via iStockJenis-Jenis jendela/Joe Potato via iStock Foto: Joe Potato via iStock

    Selanjutnya, batasi pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam rumah menggunakan tritisan. Denny mengimbau agar menghindari memasang jendela yang mengarah ke mata angin barat agar rumah tetap adem.

    “Di arah mata angin barat itu biasanya ketika sore hari itu panas yang membuat kita nggak nyaman. Jadi di arah barat pilihannya adalah kita nggak buka jendela di sana, atau kalau kita mau buka jendela, kita pasang kisi-kisi,” kata Denny.

    3. Gunakan Bahan Penghalau Panas

    Inspirasi VentilasiInspirasi Ventilasi Foto: Mustika Land

    Lalu, Denny mengungkap cara mencegah masuknya hawa panas menggunakan styrofoam yang didaur ulang. Bahan expanded polystyrene (EPS) styrofoam bisa menjadi bahan untuk membuat dinding rumah penghalau panas.

    “Styrofoam itu penghalau panas sebenarnya. Dia nggak menghantar panas ke dalam (rumah). Jadi styrofoam disemen kiri dan kanan (menjadi tembok). Itu secara perhitungan saya sendiri, penelitian saya itu mengurangi suhu secara pasif itu minus 3 derajat selsius,” jelasnya.

    Selain itu, ia menyebut material berlubang seperti roster atau kerawangan bata juga bisa digunakan untuk menghalau panas. Dengan membangun penghalang dari bahan itu, memungkinkan penghuni rumah membuka pintu dan jendela untuk mendapat aliran udara sejuk tanpa khawatir privasi terganggu.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bangun Rumah Hemat Listrik Menurut Ahli


    Jakarta

    Tagihan listrik menjadi pengeluaran rutin setiap bulan karena listrik menjadi kebutuhan dalam kehidupan seseorang. Pastinya tagihan listrik yang murah tentu didambakan banyak orang, maka membangun rumah hemat listrik sebaiknya menjadi suatu pertimbangan.

    Lantas, bagaimana cara membangun rumah hemat listrik? Simak penjelasan dari ahli berikut ini.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan tarif listrik bisa naik kapanpun. Salah satu solusinya adalah dengan membuat rumah yang konsumsi energinya tidak terlalu besar.


    Tips Bangun Rumah Hemat Listrik

    1. Maksimalkan Ventilasi

    Inspirasi VentilasiRumah Hemat Listrik Foto: Mustika Land

    “Maksimalkan ventilasi alami sebagai pengganti pengudaraan buatan. Kalau bisa rencanakan bangunan yang di dalamnya bisa mendapatkan cross ventilation (atau) ventilasi silang supaya (udara) panasnya tertiup ke luar, kita mendapat angin yang sejuk,” ujar Denny kepada detikcom, Kamis (31/5/2024).

    Pemilik rumah dapat memaksimalkan ventilasi dengan menggunakan jalusi bagian atas, pintu geser, dan jendela swing agar angin masih bisa masuk rumah. Lalu, pastikan setiap ruangan memiliki ventilasi.

    Menurutnya, banyak ventilasi di rumah bisa membuat penghuni rumah merasa nyaman di dalam rumah, meski udara tidak sampai terasa dingin. Hal ini membantu meminimalisir penggunaan mesin AC, sehingga dapat menghemat listrik.

    Ia menambahkan bagi yang khawatir akan masalah polusi ataupun nyamuk masuk ke dalam rumah, bisa melakukan langkah antisipasi. Misalkan menumbuhkan tanaman anti nyamuk seperti lavender atau memasang air purifier.

    2. Hindari Bukaan Besar ke Arah Barat

    “Sebisa mungkin menghindari membuka bukaan terlalu besar di arah barat karena pada siang atau sore hari, daerah di wilayah barat itu cenderung panas karena matahari terbenam di barat,” imbuhnya.

    Jika rumah menghadap barat, Denny menyarankan membuat kisi-kisi atau sun shading yang menghalau panas matahari dari arah barat. Hal ini merupakan ranah arsitek untuk merancang rumah dengan estetika yang tepat menggunakan kisi-kisi.

    Ia mengatakan rumah dengan banyak bukaan seperti jendela dan pintu baik untuk ventilasi udara. Namun, tetap batasi bukaan pada sisi rumah yang menghadap ke arah barat.

    3. Manfaatkan Tumbuhan

    Jenis-Jenis jendela/via iStockRumah Hemat Listrik /via iStock Foto: via iStock

    “Maksimalkan potensi penghawaan alami lewat pohon supaya nggak terlalu panas, karena untuk isu tentang penghematan listrik nggak bisa nggak kita bicara tentang bagaimana menghemat penggunaan AC karena 70% dari energi listrik yang digunakan sebuah rumah asalnya dari AC,” katanya.

    4. Maksimalkan Pencahayaan Alami

    Ilustrasi jendelaRumah Hemat Listrik Foto: Getty Images/iStockphoto/deepblue4you

    Kemudian, maksimalkan pencahayaan matahari dengan jendela. Pastikan setiap ruangan mempunyai jendela supaya kamar tidak membutuhkan penerangan tambahan dari lampu di siang hari.

    Sedangkan, pada malam hari bisa menggunakan lampu secukupnya dengan penerangan yang tepat. Misalkan untuk ruang belajar atau steril dapat menggunakan lampu berwarna 4000 Kelvin agar tidak mengantuk. Lalu, kamar tidur bisa dengan lampu 3000 Kelvin yang tidak terlalu terang tetapi tetap nyaman.

    5. Memasang Panel Surya

    Panel-panel surya terpasang pada atap rumah Yohanes Bambang Sumaryo di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.Rumah Hemat Listrik Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

    “Pemilik rumah juga boleh mempertimbangkan teknologi solar panel, karena pada prinsipnya siang hari sinar matahari bisa dipanen sebagai sumber energi listrik menggantikan listrik konvensional di siang hari. Dan juga kalau kita pakai baterai, malam hari bisa punya cadangan listrik. Rasanya ini teknologi yang semakin lazim,” pungkas Denny.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Perbedaan Tukang Harian dan Tukang Borongan


    Jakarta

    Saat ingin membangun maupun renovasi rumah, tentunya dibutuhkan tukang untuk melakukannya. Namun, terkadang penghuni rumah masih kebingungan lebih baik pakai jasa tukang harian atau tukang borongan.

    Memang, keduanya memiliki perbedaan dan kelebihan maupun kekurangannya masing-masing. Penggunaan tukang harian maupun tukang borongan ditentukan atas kebutuhan masing-masing.

    Apa saja sih perbedaan antara tukang harian dengan tukang borongan?


    Tukang harian merupakan pekerja konstruksi yang dibayar per hari. Biasanya, pembayaran dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang per tugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap seperti yang disepakati di awal.

    Perbedaan antara tukang harian dengan tukang borongan bukan hanya itu saja. Dilansir dari Instagram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (@kemenpupr), berikut ini perbedaan tukang harian dengan tukang borongan.

    1. Upah

    – Tukang harian: Berdasarkan hari kerja.
    – Tukang borongan: Berdasarkan proyek dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang disepakati di awal.

    2. Tanggung Jawab

    – Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    3. Jenis Proyek

    – Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    – Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    4. Efisiensi

    – Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    – Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    6. Waktu Penyelesaian

    – Tukang harian: lebih fleksibel.
    – Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    7. Kualitas Pekerjaan

    – Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    – Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    Sebagai informasi, apabila dalam suatu proyek membutuhkan keterampilan khusus, seperti pemasangan sistem listrik atau perbaikan saluran air, pastikan tukang yang dipilih memiliki keahlian dan berpengalaman. Bahkan kalau perlu yang bersertifikat untuk mengerjakan proyek tersebut.

    Tentunya, hal-hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menggunakan jasa tukang harian atau tukang borongan. Kamu hanya perlu menyesuaikan dengan proyek yang akan dilakukan.

    Demikian informasi terkait perbedaan tukang harian dengan tukang borongan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Pilih Tukang Supaya Bangun Rumah Nggak Pakai Drama!


    Jakarta

    Demi mendapatkan hunian impian, banyak yang rela membangun atau merenovasi rumah sesuai selera. Tentunya peran tukang sangat penting untuk mewujudkan rumah impian dengan jasa konstruksi yang mereka tawarkan.

    Akan tetapi, terkadang ada saja masalah atau ‘drama’ yang muncul ketika berurusan dengan tukang. Misalkan hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau pengerjaan yang terlalu lama.

    Pastinya kamu nggak mau pusing gegara salah mempekerjakan tukang, kan? Yuk, hindari drama tukang dengan memilih tukang yang tepat seperti yang dilansir dari My Home Extension, Jumat (14/6/2024).


    Tips Pekerjakan Tukang Bangunan

    1. Tanya Pelanggan Lain yang Pernah Pakai Tukang yang Sama

    Kamu bisa menanyakan rekomendasi pribadi dari seseorang yang kamu percayai yang baru-baru ini menyewa tukang. Kalau kamu nggak bisa mendapatkan rekomendasi pribadi, kunjungi dua atau tiga contoh pekerjaan serupa yang telah dikerjakan tukang atau kelompok tukang yang sama.

    Dapatkan detail kontak orang-orang tempat mereka bekerja. Ajukan pertanyaan yang relevan. Apakah klien lama senang dengan kualitas pengerjaannya? Apakah ada masalah? Apakah pekerjaan dilakukan sesuai anggaran dan tepat waktu?

    Tukang yang memiliki reputasi baik akan dengan senang hati menunjukkan pekerjaan sebelumnya biar kamu punya bahan pertimbangan dalam memakai jasa mereka.

    2. Tukang Punya Kemampuan Komunikasi yang Baik

    Penting untuk memiliki komunikasi yang baik dengan tukang yang bekerja dengan kamu. Mereka mungkin bekerja di rumah Anda selama berbulan-bulan.

    Mampu berkomunikasi dengan mudah akan sangat membantu menyelesaikan masalah apa pun yang mungkin timbul di kemudian hari.

    Tanyakan siapa yang akan berada di lokasi setiap hari karena mungkin berbeda dengan orang yang menawar pekerjaan jika itu adalah perusahaan besar.

    Kalau kamu merasa nggak nyaman dengan seorang kontraktor, jangan mempekerjakan mereka, kata Citizens Advice.

    “Kamu selalu dapat menemukan orang lain untuk melakukan pekerjaan itu,” ujarnya.

    3. Siapkan Arahan Tertulis untuk Tukang

    Jangan terlalu cepat menghubungi tukang. Yang lebih penting adalah menyiapkan ringkasan tertulis, termasuk gambar detail jika memungkinkan, agar jelas dan spesifik tentang apa yang ingin Anda lakukan.

    Mintalah seorang arsitek melakukan perhitungan, sebelum kamu menanyakan harga. Perjelas tentang rentang waktu apa pun. Berikan salinannya kepada setiap tukang yang terlibat dalam proyek rumah yang mau kamu bangun.

    4. Bandingkan Harga Tukang

    Kalau kamu sudah punya sederet pilihan tukang, mintalah setidaknya tiga orang untuk menghitung harga pekerjaan yang sama. Penawaran adalah janji kontraktor untuk melakukan pekerjaan dengan harga tetap, sehingga kamu tahu berapa biayanya.

    Membandingkan penawaran akan membantu kamu mendapatkan harga yang wajar. Pastikan kamu mendapatkan penawaran dan bukan perkiraan.

    5. Jangan Pilih Tukang Hanya Karena Murah

    Apabila ada tukang yang memberikan perkiraan yang jauh lebih murah dibandingkan yang lain, berhati-hatilah. Periksa dengan tepat apa yang disertakan. Jangan berasumsi bahwa kontraktor telah mengizinkan segala sesuatunya kecuali dinyatakan secara eksplisit.

    Bicaralah dengan klien sebelumnya untuk memeriksa kualitas dan kecepatan pekerjaan. Jika kamu mempekerjakan seorang arsitek, dia harus dilibatkan dalam proses tender.

    Arsitek atau surveyor kuantitas untuk sebuah proyek besar akan memeriksa penawaran pembangun dan merekomendasikan mana yang harus dipilih.

    6. Jangan Lakukan Pembayaran Penuh di Muka

    Sebaiknya hindari membayar di muka atau setoran tunai. Ini tidak diperlukan kecuali kamu memerlukan barang besar, seperti dapur atau ketel uap baru.

    Berhati-hatilah jika mereka menawarkan pekerjaan bebas PPN jika kamu membayar tunai. Jika seorang pembangun menghindari PPN, mereka mungkin juga tidak jujur kepada kamu.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Hebel Vs Bata Merah



    Jakarta

    Memilih bahan bangunan saat membangun rumah adalah hal yang krusial. Salah-salah pilih bahan bangunan, bisa jadi hasilnya buruk atau tak sesuai ekspektasi.

    Termasuk dalam memilih bahan bangunan untuk membangun tembok. Biasanya tembok dibangun dengan menggunakan dua pilihan bahan, yaitu bata hebel dan bata merah. Keduany sama-sama baik namun punya perbedaan dari kekuatan dan kualitas bangunan. dapat mempengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan yang kita miliki.

    Bata merah dan bata hebel menjadi dua jenis bata yang cukup sering digunakan untuk pembangunan rumah. Meski demikian, keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.


    Kelebihan dan Kekurangan Hebel dan Bata Merah

    Bata Merah

    Bata merah merupakan jenis bata yang banyak digunakan untuk membangun rumah maupun gedung. Bata merah adalah jenis bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, kemudian dibakar pada suhu tinggi.

    Bata merah cenderung bersifat poros dan dapat menyerap air dengan mudah. Namun, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembaban dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kelebihan Bata Merah
    – Banyak tersedia di toko bangunan
    – Mudah diangkut karena ukuran lebih kecil
    – Harganya cenderung murah

    Kekurangan Bata Merah
    – Mudah menyerap air sehingga dinding cepat lembab yang dapat memengaruhi kekuatan bangunan
    – cukup berat

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah. Foto: Rico Bagus

    Bata Hebel

    Bata hebel adalah jenis bahan bangunan ringan yang terbuat dari campuran beton, pasir dan gypsum. Berat bata hebel jauh lebih ringan dibandingkan dengan bata merah dan beton, jadi instalasinya lebih mudah.

    Selain itu, hebel juga memiliki kemampuan isolasi termal yang baik dan dapat membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan ruangan. Hebel juga sangat tahan terhadap api dan dapat membantu memperlambat penyebaran api jika kebakaran.

    Bata hebel menggunakan pengikat seperti semen dalam proses produksinya agar lebih kuat, sehingga kekuatannya jauh lebih baik daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat. Selain itu, pembuatan bata hebel juga sama dengan beton jadi bahan ini memenuhi standar untuk membuat bangunan tahan gempa.

    Kelebihan Bata Hebel
    – Lebih ringan
    – Tahan api
    – Memiliki isolasi termal yang baik
    – Ketahanannya cukup baik

    Kekurangan Bata Hebel
    – Harganya cenderung lebih mahal
    – Ukurannya lebih besar

    Bata ringanBata ringan Foto: dok. Blesscon

    Demikian informasi terkait kelebihan dan kekurangan bata merah dan bata hebel.

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis Batu Alam dalam Konstruksi Bangunan Beserta Cirinya


    Jakarta

    Membangun rumah tidaklah mudah karena harus menyatukan berbagai material. Salah satunya, batu alam yang sering digunakan sebagai bahan baku bangunan dan interior rumah.

    Batu alam mempunyai bentuk yang indah dan karakter yang unik, apalagi sifatnya yang kuat. Tak heran, bangunan memang harus bisa berdiri kokoh supaya tahan lama dan aman dihuni.

    Lantas, apa saja jenis batu alam yang biasa dipakai untuk bahan bangunan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Pengertian Batu Alam

    Dikutip dari e-journal Universitas Atma Jaya, batu alam adalah salah satu material yang menyusun bumi. Keberadaan batu alam sangat melimpah ruah, sehingga dapat dimanfaatkan di banyak daerah di Indonesia. Batu alam terbentuk karena proses alam yang telah terjadi berjuta-juta tahun yang lalu dan masih dapat ditemui hingga saat ini.

    Jenis Batu Alam

    Dikutip dari artikel berjudul Impresif Batu Alam dalam Jurnal Seni Kriya, batu alam dibedakan menjadi tiga jenis menurut proses terjadinya. Berikut tiga jenis batu alam:

    1. Batuan Beku

    Batuan beku adalah batuan yang terbentuk akibat proses pengkristalan magma. Ketika magma mengalami penurunan suhu yang terjadi, maka terjadilah pengkristalan magma.

    Contoh dari batuan beku: obsidian, tonatile, andesite, kimberlite, breksi, basalt, dan pegmatite.

    2. Batuan Sedimen

    Batuan sedimen terjadi karena proses pengendapan yang terdiri dari partikel kerikil, pasir, lempung, dan endapan lumpur. Proses tersebut berlangsung lama sehingga terjadi ikatan yang erat dan tertutup dengan rapat.

    Batu-batuan yang keluar dari bumi terjadi karena adanya proses pengendapan di udara yang terbuka, maupun ketika terjadi di dalam air. Proses tersebut diikuti dengan terendapnya partikel mineral yang ada di dalam air.

    Contoh batuan sedimen: kapur, kalsit, arkose, serpih, skale, greywacke, sandstone, dan conglomerate.

    3. Batuan Metamorphic

    Batuan Metamorphic adalah batuan yang terbentuk karena pengaruh cuaca/suhu dan tekanan terhadap batu yang ada di permukaan bumi.

    Contoh batuan metamorphic: marmer, pualam, skarn, marble, kuarsa, slate, dan sabak.

    10 Batu Alam yang Digunakan untuk Bangunan

    Dikutip dari buku Material Bangunan karya Amalia, Nunung Martina, Muhtarom Riyadi, berikut beberapa contoh jenis batu alam yang sering digunakan untuk bahan suatu bangunan:

    1. Batu Granit

    Jenis batuan beku (batuan granit)Jenis batuan beku (batuan granit) Foto: Dok. Situs Sumber Belajar Kemdikbud

    Dikutip dari Repository UBB, batu granit adalah jenis batu yang digunakan sebagai bahan dasar konstruksi dan arsitektur, batu hias, selain itu lembaran granit yang telah dipoles dapat digunakan sebagai lantai atau ornamen dinding. Batu ini lebih resisten dibandingkan batu marmer jika terkena sinar matahari dan air hujan.

    2. Batu Marmer

    marmer pentelic untur altar.Batu marmer yang sudah diolah untuk altar. Foto: Gary Todd/wikimedia commons

    Batu Marmer adalah hasil dari metamorfosis dari batu gamping. Jenis batu ini memiliki sifat tahan terhadap cuaca, mudah untuk dikerjakan, dan tidak tahan asam. Umumnya batu ini digunakan sebagai pelapis dinding. Selain itu, batu ini dapat digunakan sebagai meja, batu nisan, dan juga papan nama.

    3. Batu Kapur

    Proyek jalan di Bone, Sulsel dikeluhkan warga karena gunakan batu kapur.Batu kapur. Foto: Proyek jalan di Bone, Sulsel dikeluhkan warga karena gunakan batu kapur. (Dok. Istimewa)

    Dikutip dari OJS UNM, batu kapur adalah batuan alam yang padat dan mengandung banyak kalsium karbonat. Batu kapur dapat digunakan sebagai bahan bangunan, semen, ataupun cat. Proses terbentuknya batu kapur adalah dari hasil pelapukan tulang dan cangkang hewan-hewan laut.

    4. Batu Gamping

    Penambangan batu gamping di Bukit Batu Putih (Foto: Istimewa)Batu gamping. Foto: Penambangan batu gamping di Bukit Batu Putih (Foto: Istimewa)

    Dikutip dari Digital Repository Universitas Negeri Medan, batu gamping merupakan batuan sedimen yang sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat yang berasal dari sisa-sisa organisme laut.

    Batu gamping memiliki sifat yang keras, padat, massif, dan tersusun atas kalsium karbonat (CaCO3). Selain kalsium karbonat, terdapat batu gamping yang mengandung magnesium.

    5. Batu Konglomerat

    Batu konglomerat.Batu konglomerat. Foto: BPMPK-Kemdikbud.

    Dikutip dari Repository UKSW, batu konglomerat merupakan jenis batu yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. Batu ini terdiri dari kerikil-kerikil dengan permukaan yang tumpul. Batuan berasal dari endapan hasil pelapukan batuan beku.

    6. Batu Breksi

    batu breksi.batu breksi. Foto: Alberto C. Vázquez-wikimedia commons

    Batu breksi banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Berbeda dengan batu konglomerat, batu breksi terdiri dari kerikil-kerikil dengan permukaan yang tajam. Proses terbentuknya batu ini karena adanya pelapukan batuan beku.

    7. Batu Andesit

    batu andesit.batu andesit. Foto: James St. John/wikimedia commons

    Batu andesit memiliki warna putih yang keabu-abuan dengan butiran yang kecil. Biasanya batu andesit dimanfaatkan untuk pembuatan bangunan candi dan arca. Jenis batu ini berasal dari magma yang telah membeku di bawah kerak bumi.

    8. Batu Pasir

    batu pasirbatu pasir. Foto: Jon Zander/wikimedia commons

    Batu pasir adalah salah satu batu alam yang digunakan sebagai bahan bangunan. Batu pasir terdiri dari butiran-butiran pasir. Biasanya, batu ini memiliki warna abu-abu, merah, putih, atau kuning. Proses terbentuknya batuan pasir adalah dari hasil proses pelapukan batuan beku yang butirannya kecil.

    9. Batu Serpih

    batu serpih.batu serpih. Foto: byza/pixabay.

    Batu serpih adalah jenis batu yang terdiri dari butiran-butiran lempung atau tanah liat. Batu ini memiliki warna abu-abu kehijauan, merah, atau kuning. Jenis batu tersebut berasal dari endapan hasil proses pelapukan dari batuan tanah liat.

    10. Batu Basal

    batu basalt.batu basalt. Foto: James St. John/wikimedia commons

    Batu basal dapat disebut juga dengan batu lava. Hal ini dikarenakan batu basal terbentuk dari magma yang membeku di bawah lapisan kerak bumi dan bercampur dengan gas sehingga memiliki rongga-rongga kecil. Biasanya batu ini berwarna hijau keabu-abuan dan terdiri dari butiran yang sangat kecil.

    Demikian penjelasan tentang batu alam. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Triplek Vs Multiplek buat Bikin Rumah-Perabotan


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan untuk membangun rumah maupun membuat perabotan. Material yang sering digunakan antara lain triplek dan multiplek.

    Kedua material ini sama-sama lapisan kayu yang direkatkan bersama. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang kontras dari struktur, kekuatan, dan pengaplikasiannya.

    Sebelum memilih menggunakan triplek atau tmultiplek, sebaiknya kamu pahami dulu perbedaan keduanya. Daripada bingung, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Gudang Parquet, Kamis (20/6/2024).


    Papan Triplek

    Papan triplek, juga dikenal sebagai plywood, merupakan lembaran kayu tipis yang terbuat dari beberapa lapisan kayu yang direkatkan bersama. Umumnya papan triplek terdiri dari tiga lapisan kayu yang saling direkatkan dengan serat-serat kayu yang berlawanan arah.

    Kelebihan

    • Lebih awet dan fleksibel
    • Tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban
    • Cocok dijadikan bahan pembuatan peralatan, konstruksi, lantai, dinding, dan bahkan bahan baku dalam industri kreatif
    • Dapat dilapisi dengan bahan seperti laminasi atau cat
    • Relatif terjangkau

    Kekurangan

    • Tidak tahan air secara alami
    • Membutuhkan cat pelapis

    Papan Multiplek

    Multiplek juga merupakan lembaran kayu yang terbuat dari beberapa lapisan kayu yang direkatkan bersama. Namun, perbedaan utamanya terletak pada jumlah lapisan kayu yang digunakan. Multiplek terdiri dari lebih dari tiga lapisan kayu yang saling direkatkan.

    Jumlah lapisan kayunya dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan. Misalnya, ada multiplek dengan 5, 7, 9, atau bahkan lebih banyak lapisan kayu. Semakin banyak lapisan kayu yang digunakan, semakin kuat dan stabil papan multiplek tersebut.

    Kelebihan

    • Lebih kokoh dan tidak mudah hancur
    • Lebih tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban
    • Fleksibel dan tidak mudah menyusut
    • Cocok untuk digunakan dalam proyek-proyek yang membutuhkan daya tahan ekstra, seperti pembuatan kapal, tangki penyimpanan, atau alat transportasi

    Kekurangan

    • Mudah rusak bila terkena air dalam jangka waktu yang lama
    • Membutuhkan cat pelapis tambahan
    • Harga lebih tinggi

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com