Tag: bangun rumah

  • Kenali 4 Perbedaan Plesteran dan Acian yang Melapisi Dinding Rumah


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian utama dari sebuah rumah. Saat membangun dinding, umumnya akan dilapisi dengan plesteran dan acian.

    Meski sama-sama melapisi tembok, keduanya memiliki perbedaan dari penggunaan hingga tampilan. Nah, biar kamu nggak bingung dan tertukar antara kedua tahap tersebut, simak perbedaan plesteran dan acian yang dikutip dari SEIV Paint, Minggu (23/6/2024).

    Sebelum membahas perbedaan, ada baiknya kamu mengenal lebih lanjut tentang plesteran dan acian.


    Apa itu Plesteran?

    Plesteran adalah campuran bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada dinding baik itu dari batu bata, batu atau kalau pada zaman sekarang ada yang dikenal dengan istilah bata ringan.

    Apa itu Acian?

    Sedangkan acian merupakan bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada plesteran agar lebih halus. Jadi ada plesteran yang diberi acian dan ada pula plesteran tanpa acian. Campuran bahan untuk plesteran itu adalah semen, pasir dan air sedangkan campuran untuk acian adalah semen dan air.

    Berikut perbedaan antara plesteran dan acian pada bangunan rumah.

    Perbedaan Plesteran dan Acian

    1. Komposisi

    Bahan untuk membuat campuran plesteran biasanya terdiri dari pasir, semen dan air. Bahan lainnya seperti kapur atau serta juga dapat ditambahkan tergantung pada kebutuhan dan jenis plesteran yang digunakan.

    Bahan untuk membuat campuran acian terdiri dari semen dan air. Namun demikian, dalam proporsi yang berbeda dibandingkan dengan plesteran. Acian cenderung memiliki lebih banyak air untuk meningkatkan kekuatan dari acian tersebut.

    2. Ketebalan

    Lapisan plesteran biasanya lebih tebal, berkisar antara 20 hingga 25 milimeter (mm) atau bahkan bisa lebih tebal tergantung kebutuhan pada konstruksi bangunan rumah.

    Sementara, lapisan acian biasanya lebih tipis, berkisar antara 5 hingga 15 milimeter (mm), tergantung pada jenis acian dan permukaan dinding yang ingin dilapisi acian.

    3. Kegunaan

    Plesteran bertujuan untuk menutupi konstruksi bangunan (bata, batako dan lain-lain) dengan menciptakan permukaan yang rata dan rapi dan dapat dilakukan penghalusan untuk tahapan selanjutnya yaitu pengecatan.

    Semetara itu, acian dilakukan untuk melindungi konstruksi bangunan yang membuat dinding menjadi halus dan rata, merupakan tahap akhir pembuatan konstruksi bangunan rumah.

    4. Tampilan Akhir

    Plesteran biasanya memiliki tampilan akhir yang bertekstur, tergantung keinginan pemilik bangunan. Teksturnya bisa punya tampilan kasar, berkerut bahkan halus.

    Sebaliknya, acian biasanya memiliki tampilan akhir yang halus dan rata pada konstruksi bangunan rumah.

    Jadi itu tadi perbedaan mengenai plesteran dan acian. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Renovasi Rumah biar Nggak Stress-Rugi


    Jakarta

    Renovasi rumah merupakan langkah untuk memperbaiki ataupun meremajakan penampilan rumah. Kalau kamu bosan dengan tampilan rumah yang begitu-begitu saja, renovasi rumah menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan.

    Namun, ada banyak aspek dari renovasi rumah yang perlu kamu perhatikan, mulai dari anggaran hingga nilai jual rumah. Nah, jangan sampai kamu malah melakukan kesalahan yang bikin stress, bahkan merugikanmu.

    Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari? Yuk, simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari HowStuffWorks, Senin (24/6/2024).


    7 Kesalahan Renovasi Rumah

    1. Anggaran yang Tidak Jelas

    Salah satu kesalahan saat merenovasi rumah adalah ketidakjelasan dalam anggaran. Jika kamu tidak tahu dengan pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan, jangan sekali-kali berani mencoba untuk merenovasi rumah.

    Kelalaian dalam membuat anggaran bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuanganmu. Membuat rincian anggaran dengan jelas sangat penting dilakukan sebelum memulai proyek renovasi rumah.

    Dengan rincian anggaran yang jelas, kamu bisa tahu untuk apa saja uangmu dikeluarkan. Selain itu, rincian anggaran yang jelas juga bisa menjadi pedoman dalam memilih pinjaman atau sumber pendanaan yang tepat.

    2. Tidak Mengantisipasi Masalah Tak Terduga

    Masalah tak terduga selalu mungkin muncul dalam proyek renovasi rumah. Mempersiapkan cadangan dana untuk masalah tak terduga dapat membantumu dalam menghindari kejutan finansial yang tidak diinginkan.

    3. Melakukan Pekerjaan Sendiri Tanpa Pengetahuan yang Cukup

    Perbanyak riset saat ingin melakukan pekerjaan sendiri dalam rangka menghemat biaya. Pastikan kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

    Melakukan pekerjaan tanpa pengetahuan dan kemampuan yang cukup dapat menyebabkan hasil yang buruk dan tidak sesuai rencana. Alhasil, kamu haru mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya. Maunya untung, malah jadi buntung!

    4. Memilih Kontraktor yang Salah

    Pilihlah jasa kontraktor yang berpengalaman. Kontraktor berpengalaman tak jarang menawarkan beberapa referensi dan opsi sehingga biaya renovasi yang harus kamu keluarkan bisa lebih terjangkau.

    Pastikan kontraktor yang kamu pilih terikat dan memiliki asuransi. Selain itu, perhatikan reputasi, pengalaman, dan jenis jaminan yang mereka tawarkan.

    Memilih kontraktor yang tidak memiliki jaminan dan asuransi akan berisiko besar jika ada masalah selama proyek berlangsung atau jika kontraktor tidak memenuhi kewajibannya.

    5. Tidak Memastikan Tanggal Proyek Renovasi Selesai

    Memastikan tanggal proyek renovasi selesai adalah hal yang krusial. Hal ini perlu dipastikan agar kamu dapat memperkirakan biaya jasa kontraktor dengan tepat.

    Dengan memastikan tanggal proyek renovasi selesai, penundaan yang tidak perlu dapat dihindari. Tidak semua kontraktor bisa menjamin tanggal proyek renovasi selesai, maka kamu bisa mendiskusikannya agar penundaan yang tidak perlu dapat dihindari.

    6. Kurang Komunikasi

    Komunikasi yang buruk antara pemilik rumah, arsitek, dan kontraktor dapat menyebabkan kesalahpahaman dan biaya tambahan. Pastikan untuk selalu bertanya dan menjelaskan hal-hal yang belum jelas.

    7. Tidak Mempertimbangkan Nilai Jual Kembali

    Sebelum memulai proyek, pertimbangkan bagaimana perubahan yang sudah direncanakan akan memengaruhi nilai jual kembali rumahmu. Ini penting untuk memastikan bahwa rumahmu tetap bisa memberikan hasil investasi yang diinginkan.

    Dengan menghindari 7 kesalahan ini dan melakukan perencanaan yang baik, kamu dapat menjalankan proyek renovasi rumah dengan lebih lancar, menghemat waktu, uang, dan stres. Ingatlah selalu untuk melakukan riset dan berkomunikasi dengan baik dengan kontraktor agar proyek renovasi bisa berjalan sesuai rencana.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Pilih Kontraktor untuk Bangun Rumah dan Ciri-ciri yang Harus Dihindari


    Jakarta

    Saat membangun rumah, kamu bisa meminta bantuan kontraktor agar pembangunan rumah lebih terjamin. Terutama bagi kamu yang tidak begitu paham perihal pembangunan rumah atau sibuk dengan pekerjaan.

    Sebagai informasi, melansir dari detikBali kontraktor adalah badan khusus yang bertugas melakukan aktivitas pengadaan, baik untuk barang fisik maupun jasa, dan mendapat upah sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati kedua pihak.

    Saat memilih kontraktor, kamu perlu hati-hati dan cermat. Sama seperti memilih suatu layanan jasa lainnya, memilih kontraktor juga tidak bisa asal. Sebab, sampai saat ini masih ditemui banyak kontraktor abal dan tukang tipu yang bisa membuat pembangunan rumah berhenti di tengah jalan atau mangkrak.


    Menurut Novianti, seorang pegawai pemerintahan sekaligus content creator masak dan home decor, menemukan kontraktor yang cocok juga susah-susah gampang. Novi sudah beberapa kali mencari kontraktor, mulai dari kenalan keluarganya hingga kenalan teman-temannya. Namun, kontraktor tersebut masih dirasa kurang cocok. Sampai akhirnya ia menemukan kontraktor yang sedang membangun rumah tetangganya, yang akhirnya juga membangun rumah Novi.

    Cara yang dilakukan Novi saat mencari kontraktor yang tepat adalah memilih kontraktor dari segi penawaran jasa yang paling bagus dan sesuai dengan budget yang dimiliki. Novi menyarankan, saat memilih kontraktor sebaiknya pemilik rumah sudah memiliki rancangannya atau sudah tahu desain rumah yang diinginkan seperti apa. Kepada detikProperti, Novi memberikan beberapa tips memilih kontraktor yang tepat untuk membangun rumah.

    1. Cari Kontraktor yang Amanah

    Aspek pertama yang harus dilihat saat mencari kontraktor adalah apakah dia amanah atau tidak. Penilaian ini sangat penting karena belakangan banyak kasus rumah mangkrak.

    “Cari kontraktor itu harus yang amanah dan bisa dipercaya. Karena itu kan istilahnya yang utama,” kata Novi pada Jumat (9/2/2024) lalu.

    2. Sering Diskusi dengan Kontraktor

    Lalu, komunikasi adalah kunci. Hal ini juga bisa menghindari dari penipuan. Novi menyarankan untuk terus berdiskusi dengan kontraktor. Selain untuk memastikan pembangunan tetap berlanjut, hal itu juga untuk memastikan bangunan sesuai dengan keinginan dan masih sesuai budget.

    “Diskusi, coba kerja sama yang baik dengan kontraktornya biar tidak mangkrak,” tuturnya.

    3. Pintar-pintar Cari Bahan

    Agar tidak mudah ditipu, kamu juga harus tahu mengenai bahan-bahan bangunan agar ada dua opini dan nyambung saat berdiskusi dengan kontraktor. Selain itu, dengan mengetahui bahan-bahan bangunan yang diperlukan, kamu juga bisa memperhitungkan biaya yang dibutuhkan.

    “Kita juga harus pintar-pintar cari bahan yang lebih murah tapi bisa sesuai dengan budgetnya tapi sesuai dengan keinginan kita,” pungkasnya.

    Ciri-ciri Kontraktor yang Harus Dihindari

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki, menyebutkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih kontraktor untuk membangun rumah. Apabila mereka tidak

    1. Tidak Memiliki Izin Usaha

    Dalam usaha penyedia jasa, izin usaha sangat dibutuhkan dan ditunjukkan kepada klien. Dengan begitu, kontraktor tersebut terbukti kredibilitas di bidangnya. Selain itu, dengan memiliki izin usaha, kontraktor tersebut sudah tercatat secara resmi dan diakui di mata hukum.

    2. Tidak Punya Portofolio Hasil Kerja

    Sebelum menentukan kontraktor untuk pembangunan rumah, lihatlah hasil kerja yang pernah dilakukan. Hal ini juga sejalan dengan perkataan Novi, jika hasil pekerjaan sebelumnya bisa menjadi pertimbangan besar saat sedang memilih kontraktor yang cocok.

    Kalian bisa melihatnya melalui website, sosial media, atau bisa juga di company profile kontraktor tersebut.

    3. Tim yang Bekerja Bersamanya Bermasalah dan Tidak Kompeten

    Kontraktor biasanya tidak bekerja sendirian. Mereka memiliki tim bahkan mempunyai jaringan tukang-tukang yang biasa bekerja pada proyek mereka. Maka dari itu, saat mencari kontraktor sebaiknya datangi kantornya atau kalau ada proyek yang tengah dia kerjakan dekat dari lokasi kamu, bisa didatangi langsung. Pada umumnya, tim tersebut terdiri dari arsitek, design interior, estimator, purchasing, logistik, dan engineering.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Ini Kalau Ada Tetangga Bikin Tembok Halangi Akses Rumah



    Jakarta

    Kehidupan bertetangga memang penuh dinamika, bahkan sampai menimbulkan drama. Misalnya ketika tetangga merenovasi atau membangun rumah, tapi malah mengganggu kenyamanan hunian kita.

    Ada saja kasus tetangga yang asal atau sengaja membuat bangunan yang mengganggu rumah kita. Jika sudah seperti ini, apa yang bisa dilakukan ya?

    Pengacara Properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan masyarakat wajib melaporkan kepada pemerintah setempat kalau ada bangunan rumah yang mengganggu kepentingan umum. Masyarakat dapat menanyakan perihal kelengkapan izin melakukan renovasi atau pembangunan rumah, terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).


    “Pola yang dilakukan adalah membuat laporan kepada Pemda (Pemerintah Daerah) atau Camat atau ke Desa,” ujar Rizal kepada detikProperti, Minggu (8/12/2024).

    Ia menjelaskan renovasi atau pembangunan rumah harus melalui proses PBG. Izin ini diberikan kepada masyarakat saat membangun atau merenovasi untuk memastikan ada pengujian secara hukum oleh pemerintah.

    Dengan begitu, pembangunan akan sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Pasalnya, membangun di atas lahan sendiri pun tak boleh sampai mengusik masyarakat.

    “Kalaupun dia membangun rumah atau menembok rumah atau pun merenovasi rumah dan itu mengganggu kepentingan umum walaupun itu di atas tanah pribadi, nah itu persoalan yang harus diselesaikan melalui pemerintah,” ucapnya.

    Salah satu pengujian dalam proses PBG adalah melihat rencana bangunan memenuhi ketentuan garis sempadan bangunan dan garis sempadan jalan. Hal ini memastikan kelayakan bangunan dan dampaknya kepada lingkungan.

    “Jangan sampai dia menabrak garis sempadan bangunan dan garis sempadan jalan. Itulah bagian dari posisi dia membangun itu mengganggu tetangga atau tidak,” ucapnya.

    Rizal mengatakan kasus seperti ini biasanya pemilik membangun tanpa mengantongi PBG. Jika membangun tembok rumah di atas kepentingan pribadi sampai mengganggu kepentingan umum, tembok tersebut dibangun secara ilegal dan harus dibongkar.

    Sebelumnya, Camat Mlonggo, Sulistyo mengatakan pemilik rumah dan bidang tanah berinisial S (65) membangun tembok pagar di depan rumah milik W (50). Tembok sepanjang 20 meter dan setinggi 2,5 meter itu dibangun pada Senin (2/12) lalu.

    Kedua pihak tersebut masih memiliki hubungan kekeluargaan. Meski tembok itu menghalangi depan rumah W, Sulistyo mengatakan masih ada akses jalan lain. Jalan yang ditutup tembok itu juga bukan jalan umum.

    “Itu masih ada ikatan keluarga. Itu tidak akses umum, tidak. Halaman rumah, samping rumah dibangun pagar. Itu internal keluarga, karena masih hubungan keluarga,” kata Sulistyo kepada detikJateng.

    Disinggung mengenai duduk perkara pembangunan tembok itu, Sulistyo menyebut hanya masalah sepele.

    “Hanya masalah sepele saja. Biasa dalam hubungan keluarga ada pembicaraan yang kurang pas ya itu terus artikan menjadi suatu yang lain oleh saudara ini,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Pilih Tukang yang Terampil Bangun Rumah


    Jakarta

    Jasa tukang sangat diperlukan saat membangun atau renovasi rumah. Namun jangan sampai salah pilih, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum menentukan tukang.

    Kamu perlu memastikan tukang benar-benar terampil atau ahli dalam membangun rumah dengan spesifikasi tertentu. Apalagi setiap rumah memiliki kriteria, penggunaan bahan, hingga luas yang berbeda, sehingga tukang harus bisa menyesuaikan kemampuannya.

    Tentu kamu tidak mau pembangunan rumah sampai macet lantaran salah pilih tukang bukan? Yuk, simak beberapa tips mudah pilih tukang menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat.


    Tips Pilih Tukang yang Berkualitas

    Ini cara mudah memilih tukang yang terampil.

    1. Pertimbangkan Rekomendasi Orang Terdekat

    Saat mencari tukang bangunan yang bagus kamu harus mempertimbangkan rekomendasi orang lain atau setidaknya orang terdekatmu yang juga baru saja menggunakan jasa tukang.

    Cara ini diumpamakan seperti kamu bingung memilih makanan di aplikasi online. Cara paling mudah untuk mengetahui makanan mana yang digemari adalah dilihat dari rating yang telah diberikan oleh orang lain.

    2. Pastikan Identitas Tukang Jelas

    Apabila kamu sudah memiliki kandidat tukang, kamu bisa memeriksa identitas mereka. Minimal mengecek KTP mereka. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

    3. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

    Untuk cara yang satu ini, bisa dijadikan nilai plus karena di Indonesia sendiri tidak ada kewajiban memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi. Jika tukang yang masuk kandidat kamu memiliki sertifikat ini, maka memiliki pemahaman yang cukup mengenai konstruksi bangunan.

    “Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar,” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    4. Cara Pembayaran Tukang

    Bahasan seputar upah antara pemilik rumah dengan tukang harus jelas dan sepakat. Kamu bisa meminta pendapat ahli untuk mengetahui kisaran upah yang harus diberikan. Pertimbangannya apakah tukang ini akan dibayar harian atau berdasarkan progres.

    Dia menekankan apabila memperkerjakan tukang hingga malam atau lembur, pembayarannya berbeda. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

    5. Melihat Proyek Sebelumnya

    Tidak cukup dengan mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika tukang tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Cepat Punya Rumah Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Mempunyai rumah merupakan impian bagi banyak orang. Namun, harga rumah yang begitu mahal dan terus meningkat menjadikan cita-cita itu seakan terasa sulit dijangkau.

    Untuk mewujudkan impian tersebut, ada berbagai usaha yang bisa dilakukan. Mulai dari menabung buat biaya bangun rumah hingga menyicil beli rumah.

    Proses menabung, membangun, dan menyicil rumah bisa memakan waktu yang lama. Selain itu, kamu juga perlu banyak belajar dan memenuhi berbagai aspek hukum dan administrasi buat mempunyai rumah.


    Sembari menjalankan berbagai usaha untuk mempunyai rumah, kamu juga dapat memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, berdoa juga menjadi upaya agar memudahkan dan memberkahi proses membeli atau membangun rumah impian.

    Dalam ajaran Islam, berdoa kepada Allah SWT bisa menggunakan Bahasa Arab ataupun Bahasa Indonesia. Kamu bisa berdoa agar cepat memiliki rumah. Terdapat doa dalam Bahasa Arab yang bisa kamu lafalkan supaya segera punya rumah.

    Dilansir dari Laduni.id, doa ini diriwayatkan dari Habib Tohir Al-Kaff dalam sebuah mauidhoh. Doa ini disampaikan beliau dari Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Habib Sholeh Tanggul). Simak doanya berikuti ini.

    ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺑِﺠَﺎﻩِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺒَﻴْﺖِ ﺃَﻥْ ﺗُﻴَﺴِّﺮَ ﻟِﻲْ ﺧَﻴْﺮَ ﺑَﻴْﺖٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻻَ ﻧَﻘُﻮْﻝَ ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺖَ
    Allahhumma robbal baik Asaluka bijaahi ahlil bait An tuyassiro lii khoiro bait Hattaa laa Naquulu Yaa Laaiit

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Pemilik Baitullah. Aku memohon dengan wasilah Ahlil Bait Rasulullah agar Engkau mudahkan untukku sebaik-baiknya rumah sehingga kami tidak mengucap: Seandainya aku punya rumah.”

    Ucapkan doa ini setiap hari secara rutin dengan penuh pengharapan kepada Allah SWT agar mempercepat perjuangan kamu memiliki rumah. Selain berdoa, kamu juga perlu menunjang usahamu dengan melakukan amal kebaikan lainnya, misalkan bersedekah. Wallahu’alam.

    Itulah doa agar cepat mempunyai rumah menurut ajaran Islam. Dengan rutin berdoa sambil berusaha semaksimal mungkin, kamu insyaallah bisa mewujudkan impian memiliki rumah secepatnya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah Tanpa Drama, Ini Cara Memilih Kuli Bangunan yang Andal


    Jakarta

    Rumah yang bagus tidak terlepas dari keterampilan kuli bangunannya. Ya, jasa kuli bangunan atau tukang sangat penting saat membangun atau merenovasi rumah.

    Oleh karena itu, kamu tidak boleh asal-asalan saat memilih kuli. Sebaiknya memilih kuli yang andal, terampil, dan berpengalaman membangun rumah.

    Apalagi kalau rumah yang mau dibangun memiliki kriteria, penggunaan bahan, hingga luas yang berbeda. Kamu harus pastikan tukang tahu betul bagaimana cara membangunnya.


    Nah, supaya pembangunan nggak macet gegara salah pilih, berikut cara memilih kuli bangunan yang tepat kontraktor yang juga CEO SobatBangun Taufiq Hidayat.

    Tips Pilih Kuli Bangunan yang Berkualitas

    Inilah cara memilih tukang yang terampil membangun rumah.

    1. Minta Rekomendasi Orang Terdekat

    Kamu bisa meminta rekomendasi kuli bangunan dari orang terdekat yang baru saja menggunakan jasanya. Kamu harus mempertimbangkan rekomendasi orang lain karena mereka sudah melihat langsung kinerja kuli tersebut.

    Cara ini diumpamakan seperti kamu bingung memilih makanan di aplikasi online. Cara paling mudah untuk mengetahui makanan mana yang digemari adalah dilihat dari rating yang telah diberikan oleh orang lain.

    2. Pastikan Identitas Kuli Bangunan

    Jika kamu sudah memiliki kandidat kuli, kamu bisa memeriksa identitas mereka. Minimal mengecek KTP mereka. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

    3. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

    Untuk cara yang satu ini, bisa dijadikan nilai plus karena di Indonesia sendiri tidak ada kewajiban memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi. Jika kuli yang masuk kandidat kamu memiliki sertifikat ini, maka memiliki pemahaman yang cukup mengenai konstruksi bangunan.

    “Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar,” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    4. Tentukan Cara Pembayaran Tukang

    Bahasan seputar upah antara pemilik rumah dengan tukang harus jelas dan sepakat. Kamu bisa meminta pendapat ahli untuk mengetahui kisaran upah yang harus diberikan. Pertimbangannya apakah tukang ini akan dibayar harian atau berdasarkan progres.

    Dia menekankan apabila memperkerjakan tukang hingga malam atau lembur, pembayarannya berbeda. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

    5. Lihat Proyek Sebelumnya

    Tidak cukup dengan mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika kuli tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bikin Bangunan Rumah Lebih Tahan Banjir


    Jakarta

    Rumah yang diterjang banjir bisa menimbulkan banyak kerugian bagi pemiliknya. Sebab, rumah yang terendam banjir bisa merusak harta benda maupun struktur bangunan rumah.

    Kamu perlu lebih waspada kalau tinggal di kawasan yang rawan banjir. Bahkan, kawasan yang tidak rawan pun sewaktu-waktu bisa dilanda banjir, lho.

    Oleh karena itu, ada baiknya melakukan antisipasi dengan membuat rumah yang tahan menghadapi banjir. Namun, sebelum itu kamu perlu cari tahu dulu potensi ketinggian banjir di kawasan permukimanmu.


    Simak tips membangun rumah agar lebih terlindungi ketika banjir.

    Tips Bangun Rumah Tahan Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah menghadapi banjir seperti yang dikutip dari Archdaily.

    1. Meninggikan Bangunan

    Untuk mengurangi risiko kerusakan, arsitek perlu merancang struktur yang lebih tinggi di atas permukaan banjir. Salah satu caranya adalah membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Selain itu, fondasi rumah dapat dibuat lebih tinggi. Arsitek dapat menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, untuk menyesuaikan fondasi yang tepat buat lokasi rumah.

    2. Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer Tahan Air

    Selanjutnya, arsitek bisa melapisi bangunan rumah dengan pelapis anti air. Pastikan menggunakan pelapis anti banjir yang jenisnya kering. Pelapis tersebut mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Pelapisan ini terdiri dari pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan. Veneer kedap air terdiri dari lapisan batu bata yang dengan membran kedap air. Dengan begitu, dinding luar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya memakai insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang berpotensi terendam banjir.

    Kamu bisa memasang pelapis dan sealant pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah. Biasanya bukaan tersebut tidak dirancang untuk kedap air.

    3. Amankan Perangkat Elektronik

    Sebaiknya kamu menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir. Peralatan ini mencakup peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Komponen-komponen ini sangat rentan rusak kalau terendam air. Belum lagi ada risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, komponen tersebut perlu ditempatkan tinggi di atas permukaan banjir. Jika hal itu tidak memungkinkan, kamu bisa merancang komponen itu agar lebih tahan air. Misalnya menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lainnya.

    Itulah beberapa tips membangun rumah yang tahan menghadapi banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Arsitek yang Tepat biar Terhindar dari yang Abal-abal


    Jakarta

    Saat membangun rumah, pasti membutuhkan peran arsitek untuk memvisualisasikan konsep dan memastikan pembangunan berjalan dengan lancar. Namun, kendalanya adalah kebanyakan orang kesulitan untuk mencari arsitek yang kompeten dan dapat dipercaya.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan untuk mencari arsitek, saat ini masyarakat bisa mencarinya melalui internet. Mulai dari mencari tahu sosok arsitek tersebut hingga karya-karyanya. Untuk lebih jelasnya, berikut cara memilih arsitek.

    1. Tentukan Konsep Rumah

    Sebelum mencari arsitek, pemilik rumah minimal sudah menentukan konsep atau gaya rumah yang ingin dibangun. Konsep ini menjadi kunci penting menemukan arsitek yang cocok yang dapat merealisasikan keinginan mereka. Sebab, masing-masing arsitek memiliki keahlian pada gaya tertentu seperti klasik, modern, industrial, dan lainnya.


    2. Cari Arsitek yang Telah Bersertifikat dan Cek Portofolionya

    Setelah itu, cari arsitek yang cocok dengan konsep rumah. Pastikan arsitek tersebut telah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA). Denny menyarankan untuk mengecek situs Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), di sana terdapat daftar beberapa arsitek yang telah memegang sertifikat.

    “Cuma seringkali yang muncul bukan portfolio. Jadi menurut saya yang paling menarik atau yang paling penting adalah mencari portfolio atau proyek-proyek terakhir yang pernah dikerjakan si arsitek itu,” kata Denny kepada detikProperti, pada Rabu (28/5/2025).

    Bisa juga mengecek media sosial arsitek tersebut atau website luar negeri seperti Dezeen atau ArchDaily. Beberapa arsitek ada yang memuat cerita dan detail karya mereka di sana. Apabila arsitek tersebut memiliki studio sendiri, biasanya mereka memuat beberapa proyek yang sudah digarap atau sedang digarap ke situs resmi mereka.

    Denny mengatakan apabila menemukan arsitek yang sudah lama tidak terlibat proyek apa pun, perlu dicek dahulu STRA-nya. Apabila masih aktif, tidak ada salahnya mencoba bekerja sama dengan arsitek tersebut. Sebab, STRA tidak berlaku selamanya, melainkan 5 tahun sekali sehingga selama sertifikat tersebut aktif, arsitek tersebut masih legal untuk bekerja.

    3. Minta Testimoni dengan Klien yang Sebelumnya

    Mengingat pembangunan rumah akan memakan waktu yang lama mulai dari 3 bulan hingga bertahun-tahun, calon klien harus mengetahui sifat dan kebiasaan arsitek. Hal ini untuk menghindari konflik, kesalahpahaman, dan hal-hal yang mempersulit ketika pembangunan berlangsung.

    “Minta si arsiteknya, ‘Kenalin dong sama klien yang lagi dikerjakan, saya mau ngobrol’. Harusnya kalau misalnya dia arsitek yang oke, dia akan fine-fine aja untuk rekomendasiin. ‘Oh bicara aja nih sama klien saya yang ini’. Jadi sifat-sifat si klien, si arsitek, kita bisa tahu,” jelas Denny.

    4. Jujur dan Terbuka kepada Arsitek

    Denny mengatakan setiap arsitek pasti ingin mewujudkan konsep klien. Bahkan arsitek dilatih untuk bisa berfikir panjang mengenai hal-hal yang mungkin tidak diketahui klien, seperti material yang aman atau alternatif desain yang lebih cocok untuk konsep rumahnya. Hal-hal tersebut merupakan tugas arsitek untuk mempersiapkan.

    “Arsitek kan bacaannya dari A sampai Z, klien mungkin searching-nya baru A sampai C gitu ya. Jadi ya rasanya kalau kita bayar mahal tentunya harus ada sesuatu yang dihasilkan sama si arsitek. Arsitek itu selayaknya bertindak sebagai pengacaranya klien. Dia harus ada di posisinya klien untuk menjaga, memastikan keselamatan klien itu menjadi prioritas yang utama,” ungkapnya.

    Klien juga perlu komunikatif dengan mengungkapkan secara jelas dan jujur mengenai konsep yang diinginkan dan penilaian terhadap usulan ide dari arsitek. Cara ini untuk menghindari kesalahan ketika proses perencanaan dan pada saat pembangunan.

    Banyak ditemukan beberapa klien yang labil dan meminta ganti desain ketika pembangunan sudah berjalan. Selain menyita biaya, waktu pembangunan juga semakin lama.

    “Jadi kalau misalnya dia udah punya referensi gambar dan lain-lain mungkin itu akan jadi satu hal yang membantu,” tutur Denny.

    Tugas Arsitek

    Denny menegaskan tugas seorang arsitek tidak hanya untuk menggambar dan mendesain, melainkan memastikan seluruh desain itu dapat terlaksana menjadi sebuah bangunan. Karya arsitek itu bukan gambar, karya arsitek itu bangunan. Oleh karena itu, arsitek akan hadir dan mengawasi pembangunan dari awal hingga akhir.

    Arsitek tidak bekerja sendirian, melainkan ada teknik sipil atau ahli struktur, kontraktor, interior desainer, dan tukang bangunan. Sebab, ada beberapa pekerjaan yang harus mengandalkan profesi lain yang lebih ahli.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pentingnya Bangun Rumah Tak Hanya Asal Lihat Desain Bagus di Internet



    Jakarta

    Banyak masyarakat yang mendambakan hunian nyaman dengan mengusung konsep sesuai keinginan. Saat ini, ada beberapa konsep rumah yang sedang jadi tren, mulai dari minimalis, modern, hingga industrial.

    Sebenarnya, sah-sah saja seseorang untuk memiliki sebuah rumah yang sesuai dengan keinginannya. Ide tersebut bisa disampaikan kepada arsitek agar bisa merancang dan membangun hunian sesuai kebutuhan pemilik, sekaligus mengutamakan nilai estetika.

    Wildan selaku Tim Konstruktor Rebwild Construction mengatakan, terkadang ada beberapa orang yang mendapatkan ide menarik dari internet dan ingin diaplikasikan pada huniannya. Meski hal itu tidak salah, tetap penting untuk berkonsultasi dengan arsitek agar menyesuaikan dengan konsep rumah yang tengah dibangun.


    “Kalau dari saran kami ya, karena banyak kejadian orang tahunya dari sosmed, dia mau mengaplikasikan ke rumahnya. Biasanya itu nggak akan ketemu nantinya, kurang ideal lah,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    “Misalnya dari sisi pemasangan jendela aja, oh dia maunya yang setinggi ini padahal itu menurut kami nggak bagus. Karena kami sering bangun, jadi kita bisa tahu pas apa enggaknya,” jelasnya.

    Meski begitu, Wildan mengungkapkan kalau desain yang ada di internet nggak semuanya tidak cocok untuk diaplikasikan ke hunian. Ada beberapa desain yang memang cocok karena sesuai dengan konsep hunian.

    Wildan mengingatkan, jika ingin mengambil ide-ide seperti desain interior rumah sebaiknya cari yang sesuai dengan konsep hunian. Langkah ini agar tidak melenceng dari konsep awal rumah dan akhirnya tempat tinggal jadi tidak terlihat estetis.

    “Jadi rumahnya berantakan karena konsepnya beda. Mau minimalis jadi industrial, dari industrial mau dijadikan rumah sederhana. Konsep rumahnya jadi nggak terstruktur,” jelasnya.

    Selain itu, Wildan kerap menemukan beberapa konten yang keliru di media sosial terkait konstruksi rumah. Menurutnya, sebagian konten itu hanya mengincar viral saja sehingga tidak memberikan informasi penting kepada masyarakat.

    “Karena banyak konten-konten sekarang yang menurut saya mereka itu hanya kasih ‘kulit’ nya saja, tapi informasinya nggak dikasih secara benar. Karena ilmu (konstruksi) itu kan lumayan mahal ya, jadi nggak bisa sembarangan orang,” ungkapnya.

    “Misalnya saya pernah lihat ada konten tentang konstruksi rumah yang sloof-nya bagus, ukurannya besar, tapi saya lihat besinya itu kurang. Wah, ini bahaya sebenarnya,” pungkas Wildan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com