Tag: banjir bandang

  • 4 Hal yang Harus Dilakukan Usai Rumah Terendam Banjir



    Jakarta

    Hingga hari ini curah hujan masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan di daerah Puncak Bogor baru saja terjadi banjir bandang dan Jakarta ikut terkena imbasnya dari banjir kiriman,

    Nah bagi detikers yang rumahnya mengalami kebanjiran dan berpotensi kebanjiran sebaiknya waspada. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan jika rumah habis terkena banjir dilansir dari Flood Info.

    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.


    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Makkah Dilanda Hujan, Jemaah Diimbau Pakai Payung



    Jakarta

    Makkah diguyur hujan lebat pada Senin, (25/11/2024). Masjidil Haram mengeluarkan imbauan keselamatan bagi para jemaah yang tengah melaksanakan ibadah.

    Melansir Gulf News, Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci merilis panduan di media sosial. Mereka mengimbau jemaah untuk waspada dan mengikuti instruksi petugas.

    Beberapa diantaranya seperti berlindung di area yang aman, menggunakan payung genggam dan tetap mendapatkan informasi terbaru tentang peringatan cuaca. Selain itu, jemaah juga diminta untuk mengikuti instruksi dari para pejabat, menghindari penggunaan ponsel saat petir, dan menghubungi layanan darurat untuk melaporkan bahaya atau masalah.


    Seiring dengan turunnya hujan deras, Pemerintah Kota Makkah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi demi keselamatan penduduk dan jemaah umrah. Mereka juga akan melaksanakan rencana darurat untuk mengatasi genangan air.

    Lebih dari 600 pekerja lapangan, 52 kendaraan khusus, dan 32 kapal tanker besar dikerahkan untuk memompa air dan membersihkan jalan. Para pejabat mengatakan tim beroperasi sepanjang waktu dalam koordinasi dengan otoritas lokal untuk meminimalkan gangguan.

    “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga kota suci dan pengunjungnya,” kata pemerintah kota dalam sebuah pernyataan.

    Seperti diketahui, Makkah sedang dilanda curah hujan sedang disertai dengan angin kencang. Pusat Meteorologi Nasional mengeluarkan peringatan dini akan potensi badai petir, hujan es, dan banjir bandang di seluruh wilayah Arab Saudi. Termasuk Jazan, Asir, Al Baha, Riyadh, dan Provinsi Timur.

    Penduduk dan jemaah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah rendah yang berpotensi tergenang, dan senantiasa mengikuti informasi terkini terkait kondisi cuaca. Cuaca buruk diperkirakan masih akan berlangsung hingga malam hari, namun diprediksi membaik pada akhir pekan.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Banjir Bandang Dahsyat yang Dikisahkan dalam Al-Qur’an



    Jakarta

    Banjir bandang dahsyat pernah terjadi pada era nabi terdahulu. Peristiwa ini dikisahkan langsung dalam Al-Qur’an.

    Sejumlah kitab tafsir menerangkan banjir dahsyat terjadi pada era Nabi Nuh AS. Banjir ini merupakan azab bagi kaum yang mengingkari dakwah Nabi Nuh AS.

    Ulama tafsir sekaligus ahli hadits Imam Ibnu Katsir dalam kitab Qashash al-Anbiyaa yang diterjemahkan Umar Mujtahid menukil penuturan Ibnu Jarir dan lainnya bahwa kaum Nabi Nuh AS bernama bani Rasib.


    Bani Rasib kala itu merupakan penyembah berhala dan terjerumus dalam kesesatan dan kekafiran. Selama ratusan tahun dakwah Nabi Nuh AS, mereka tetap berada dalam kesesatan. Hingga akhirnya Allah SWT menurunkan azab berupa banjir bandang dahsyat kepada mereka.

    Kisah banjir bandang era Nabi Nuh AS ini diceritakan dalam surah Al A’raf, Yunus, Hud, Al Anbiya’, Al Mukminun, Al ‘Ankabut, Ash-Shaffat, Al Qamar, dan Allah SWT menurunkan satu surah utuh tentang Nabi Nuh AS yakni surah Nuh.

    Dalam surah Al A’raf ayat 59-64, Allah SWT berfirman,

    لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ ٥٩

    Artinya: “Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai rasul) kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah (karena) tidak ada tuhan bagi kamu selain Dia.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (hari Kiamat).” (QS Al A’raf: 59)

    قَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِهٖٓ اِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ٦٠

    Artinya: “Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu (berada) dalam kesesatan yang nyata.” (QS Al A’raf: 60)

    قَالَ يٰقَوْمِ لَيْسَ بِيْ ضَلٰلَةٌ وَّلٰكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٦١

    Artinya: “Dia (Nuh) menjawab, “Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam.” (QS Al A’raf: 61)

    اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَنْصَحُ لَكُمْ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٦٢

    Artinya: “Aku sampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al A’raf: 62)

    اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَاۤءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوْا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ٦٣

    Artinya: “Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu kepada seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu, agar kamu bertakwa, dan agar kamu mendapat rahmat?” (QS Al A’raf: 63)

    فَكَذَّبُوْهُ فَاَنْجَيْنٰهُ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗ فِى الْفُلْكِ وَاَغْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا عَمِيْنَ ࣖ ٦٤

    Artinya: “(Karena) mereka mendustakannya (Nuh), Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera serta Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).” (QS Al A’raf: 64)

    Banjir bandang yang menimpa kaum Nabi Nuh AS juga diceritakan dalam surah Al ‘Ankabut ayat 14-15. Allah SWT berfirman,

    وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَلَبِثَ فِيْهِمْ اَلْفَ سَنَةٍ اِلَّا خَمْسِيْنَ عَامًا ۗفَاَخَذَهُمُ الطُّوْفَانُ وَهُمْ ظٰلِمُوْنَ ١٤
    فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ وَجَعَلْنٰهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٥

    Artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia tinggal bersama mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun. Kemudian, mereka dilanda banjir besar dalam keadaan sebagai orang-orang zalim. Maka, Kami selamatkan Nuh dan para penumpang bahtera serta Kami jadikannya sebagai pelajaran bagi alam semesta.”

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar E.M dkk, orang yang selamat dari banjir bandang itu hanyalah Nabi Nuh AS dan orang-orang yang beriman kepadanya. Hal ini dijelaskan secara rinci dalam surah Hud ayat 25-48.

    Dalam surah itu dikatakan, Allah SWT menenggelamkan seluruh penduduk bumi kecuali orang-orang yang berada dalam bahtera Nabi Nuh AS. Bahkan, anak Nabi Nuh AS termasuk orang yang tertimpa azab Allah SWT.

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com