Tag: banjir surut

  • Lakukan 4 Hal Ini Setelah Rumah Terendam Banjir, biar Nggak Menyesal!


    Jakarta

    Masuk musim hujan, beberapa wilayah yang rawan banjir harus bersiaga. Beberapa rumah pasti terendam banjir saat curah hujan meningkat.

    Rumah yang sering terkena banjir pasti berisiko mengalami kerusakan. Mulai dari munculnya noda air di dinding, perabotan yang berjamur, hingga lumpur berserakan di lantai.

    Agar rumah tetap terawat meski sering terendam banjir, dilansir Flood Info, berikut beberapa hal yang kamu lakukan pada rumah setelah banjir surut.


    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.

    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir Surut


    Jakarta

    Hujan deras dapat menimbulkan banjir yang menggenang seisi rumah. Bangunan dan barang-barang di dalam rumah menjadi basah dan kotor.

    Kotoran dari luar rumah pun terbawa air masuk ke dalam rumah. Jika mengalami banjir, kamu perlu segera membersihkan dan mengeringkan rumah setelah surut.

    Namun, perlu diingat untuk menjaga higienitas selama membersihkan rumah. Gunakan sepatu bot, sarung tangan, dan kaca mata agar kamu tidak terkena air kotor.


    Lalu, hati-hati juga dengan hewan yang biasa muncul setelah banjir, seperti ular, tikus, dan kecoak. Lantas, bagaimana cara membersihkan rumah setelah banjir? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Rumah Setelah Banjir

    Inilah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membersihkan rumah usai banjir seperti yang dikutip dari NSW Health.

    1. Siram Air di Dalam Rumah

    Bersihkan lumpur dan kotoran dengan menyiramkan air bersih. Kamu bisa menyiram air menggunakan selang dari posisi paling tinggi ke paling rendah di dalam rumah.

    2. Keringkan Rumah

    Selanjutnya, kamu perlu mengeringkan bagian rumah yang bekas tergenang air. Sebab, rumah yang masih basah atau lembap bisa ditumbuhi jamur.

    Bukalah semua jendela dan pintu saat cuaca panas. Kamu juga bisa menyalakan kipas untuk mempercepat proses pengeringan. Periksa apa ada air dan lumpur yang terperangkap di rongga dinding atau lantai.

    3. Bersihkan Permukaan Keras

    Lantai, dinding, bangku, dan wastafel yang permukaannya keras harus dibersihkan secara menyeluruh dengan air sabun panas. Lalu, didisinfeksi permukaannya dengan cara mengelap atau menyemprot menggunakan larutan pemutih klorin atau produk yang diberi label sebagai disinfektan. Setelah didisinfeksi, biarkan permukaan kering.

    4. Bersihkan Furnitur

    Matras yang terendam banjir cukup sulit untuk dibersihkan dan mungkin perlu diganti. Namun, kasur yang terbuat dari karet busa dapat dicuci secara menyeluruh dengan menyiram air memakai selang dan larutan detergen. Lalu, peras kasur dan biarkan kering.

    Jenis kasur atau furnitur lain, seperti kursi dapat dikeringkan di bawah sinar matahari lalu disemprot secara menyeluruh dengan larutan disinfektan. Sebaiknya konsultasikan dengan jasa perbaikan furnitur setempat jika tidak yakin dengan kondisinya.

    5. Cuci Bahan Kain

    Untuk seprai, selimut, dan pakaian yang terendam banjir harus dicuci dengan air panas kalau bahannya tahan panas. Selain itu, bahan kain juga bisa di-dry clean.

    6. Disinfektan Benda

    Jangan lupa juga mencuci dan disinfektan benda-benda keras lainnya yang terkena air banjir, misalkan mainan anak-anak.

    7. Atasi Jamur dan Lumut

    Jamur atau lumut dapat tumbuh jika seisi rumah tidak benar-benar kering. Jika menemukan jamur atau lumut, kamu bisa menghilangkannya dengan pemutih.

    Namun, bahan tersebut dapat merusak beberapa barang rumah tangga. Jangan lupa gunakan masker saat bekerja dengan jamur yang membandel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bisa Jadi Sarang Tikus Usai Banjir, Cegah dengan 4 Cara Ini!


    Jakarta

    Rumah setelah terendam banjir tak hanya kotor dan lembap, tetapi juga rawan dimasuki tikus. Luapan air membuat tikus keluar dari tempat persembunyian dan mencari tempat yang lebih aman.

    Penghuni rumah harus waspada tikus bersembunyi di garasi, dapur, ataupun lantai atas. Lalu, hewan pengerat ini bisa memanjat rumah dan bersarang di lantai atas atau loteng.

    Dilansir dari Viking Pest Control, tanda-tanda ada tikus di antaranya terdapat kotoran tikus berwarna hitam di sekitar rumah, terutama dekat tempat penyimpanan makanan. Lalu, ada air kencing tikus berwarna kuning berceceran. Kemudian, bekas gigitan pada furniture atau pakaian bisa jadi tanda ada tikus di rumah.


    Lantas, bagaimana mengatasi tikus yang suka masuk rumah saat hujan? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Atasi Tikus Masuk Rumah Usai Banjir

    Inilah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk membasmi tikus setelah banjir seperti yang dikutip dari Better Pest Control.

    1. Perbaiki Kerusakan Bangunan

    Setelah banjir surut, penghuni rumah perlu memeriksa kerusakan atau bukaan di sekitar rumah. Segera perbaikan kerusakan seperti retak atau lubang agar tidak ada celah buat tikus masuk rumah.

    2. Bersihkan Rumah

    Tikus tertarik pada sampah, sisa makanan, dan piring kotor. Oleh karena itu, kamu harus memastikan rumah bersih secara menyeluruh setelah banjir.

    3. Usir Tikus Pakai Bahan Alami

    Kamu bisa mencegah tikus masuk rumah menggunakan bahan alami. Bahan ini mengeluarkan aroma yang dibenci tikus, sehingga tidak betah di dalam rumah. Berikut bahan-bahan yang bisa kamu gunakan.

    • Minyak Pepermin: Taruh kapas yang sudah dibasahi minyak di sekitar titik masuk, lemari, ventilasi udara, dan jendela.
    • Cabai rawit, cengkeh, dan daun mint: Simpan cabai rawit, cengkeh, dan daun mint dalam kantong kain kasa. Letakkan kantong ini di tempat yang rawan dilewati atau ditempati tikus.
    • Kamper: Taruh kamper di lemari, laci, dan dekat furniture lainnya untuk mengusir tikus.

    4. Rapikan Pekarangan

    Tikus bisa bersembunyi di rerumputan, gulma, dan pohon di pekarangan rumah. Hewan pengerat ini juga bisa bersembunyi di furnitur yang tidak terpakai, gudang, ruang penyimpanan, dan bagian luar rumah lainnya.

    Oleh karena itu, rapikan pekarangan dengan memotong rumput. Pangkas cabang-cabang pohon yang bisa jadi akses tikus melompat ke halaman rumahmu. Lalu, tutup bukaan yang bisa jadi celah tikus masuk.

    Singkirkan barang-barang yang tidak terpakai dan tidak terpakai lagi tempat hama dapat bersembunyi.

    Itulah beberapa cara mengatasi tikus masuk rumah sehabis banjir.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 4 Hal yang Perlu Kamu Cek Setelah Rumah Kebanjiran


    Jakarta

    Banjir yang menggenangi rumah tentu membuat resah penghuninya. Tak cuma membasahi seisi rumah, banjir juga berpotensi merusak struktur bangunan.

    Rumah yang terendam terlalu lama atau terkena arus air yang kencang bisa berdampak pada tampilan maupun konstruksi bangunan. Oleh karna itu, kamu perlu memeriksa kondisi rumah setelah banjir surut.

    Lantas, apa saya yang perlu dicek setelah banjir? Simak penjelasannya berikut ini.


    4 Hal Ini Perlu Diperiksa Setelah Rumah Kebanjiran

    Inilah beberapa hal yang perlu kamu periksa di rumah setelah banjir surut.

    1. Cat Dinding

    CEO SobatBangun Taufiq pemilik rumah bisa mengecek kondisi cat dinding dengan melihat dan menilai langsung fisik dinding secara langsung. Jika dinding kotor terkena air kotor maupun lumpur, cukup dibersihkan dengan cara disiram dan disikat.

    “Kalau ngeliat banjir cuma 3 jam udah surut cuma menyebabkan dinding itu kotor, ada lumpur disiram air, disikat, (hasilnya) masih bagus, yaudah dampak dari banjir tidak terlalu berpengaruh ke dinding dan kondisi catnya,” ujar Taufiq kepada detikProperti, Rabu (5/3/2025).

    Apabila cat dinding terlihat memudar atau mengelupas, kamu bisa melakukan pengecatan ulang. Namun, pastikan dinding sudah benar-benar kering dari bekas air banjir sebelum diamplas dan dicat ulang.

    2. Struktur Rumah

    Menurut Taufiq, rumah yang hanya terpapar air tidak akan merusak struktur bangunan. Namun, banjir dengan arus air yang kencang bisa menggeser struktur bangunan. Jika benar ada pergeseran, maka perlu berkonsultasi dan melakukan perbaikan dengan bantuan insinyur atau arsitek.

    “Apakah banjir atau aliran bikin gaya dinamis terhadap struktur, misalnya banjir ada aliran sungai, air bah bikin dinding bergerak itu perlu dicek,” ucapnya.

    3. Rangka Atap

    Selain itu, ia mengingatkan agar mengecek struktur atap kalau banjir sampai merendam atap. Sebab, rangka atap dari baja atau baja ringan berpotensi berkarat akibat paparan air yang terlalu lama.

    “Atapnya baja ringan waktu terendam bikin baja ringan lapisan permukaannya rangka baja itu menimbulkan karat. Kalau iya mesti ada treatment dicat,” ungkapnya.

    Taufiq menambahkan banjir yang menimbulkan gaya dinamis dapat menggerakkan struktur atap. Oleh karena itu, kamu perlu memperhatikan kalau ada pergeseran. Kamu bisa meminta bantuan dari ahli seperti tukang, insinyur, atau arsitek

    4. Instalasi Listrik

    Bukan cuma struktur bangunan, Taufiq mengatakan struktur mekanik, listrik, dan instalasi miniature circuit breaker (MCB) juga perlu dilihat lagi. Komponen seperti terminal, saklar, dan kabel tidak boleh dalam keadaan basah ketika listrik dinyalakan.

    Kamu bisa membiarkannya kering sendiri atau keringkan secara manual saat listrik masih dimatikan. Jika ingin lebih aman kamu bisa meminta bantuan kepada teknisi listrik.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu periksa setelah rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • kWh Meter yang Terendam Banjir Harus Diganti, Begini Cara Lapor dan Biayanya


    Jakarta

    Saat banjir terjadi, hal pertama yang harus dilakukan bukan hanya mengevakuasi diri dan barang, melainkan segera memadamkan listrik di rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat mengakibatkan ledakan pada kWh meter dan kebakaran.

    Cara mematikan aliran listrik tersebut, bisa dengan menghubungi pihak PLN. Biasanya pemadaman akan dilakukan serentak di satu daerah yang terendam banjir, terutama yang ketinggian airnya melebihi pinggang orang dewasa.

    Setelah banjir surut, kita tidak bisa asal menggunakan listrik atau menyalakan kembali kWh meter. Sebab, kWh meter yang terendam banjir harus diganti dengan yang baru.


    Cara menggantinya dengan meminta bantuan pihak PLN. Menurut petugas Pelaksana Penyambungan PT PLN, Bungsu, setiap pengguna dapat mengajukan penggantian kWh meter melalui aplikasi PLN Mobile.

    “Di PLN Mobile aja. Nanti lapor aja, misalkan berapa rumah seperti itu. Kalau kena banjir itu semuanya harus diganti seharusnya,” kata Bungsu kepada detikProperti saat ditemui di Bekasi, Rabu (13/3/2025).

    Ia mengatakan seluruh penggantian kWh meter tidak dikenakan biaya sepersen pun. Apabila di dalam kWh meter masih terdapat pulsa milik warga, sisa saldo tersebut akan kembali dan tidak hangus.

    “Nggak ada biaya. Itu (kWh meter) kan masih aset PLN. Kalau ada sisa pulsanya pasti diganti di PLN. Itu kan dicatat dulu sisanya (pulsa) berapa,” jelasnya.

    Terkait lama penggantian kWh meter, Bungsu menyebut setelah laporan dari pelanggan masuk, pihak PLN akan mengirim orang ke rumah yang tertera pada nomor pelanggan. Pemilik rumah tidak perlu harus ada di tempat pada saat penggantian kWh meter, petugas bisa melakukan sendiri.

    Cara Mengajukan Laporan Ganti kWh Meter di PLN Mobile

    Saat ini segala pengaduan terkait masalah kelistrikan di rumah, bisa diajukan melalui aplikasi PLN Mobile. Caranya sebagai berikut.

    1. Unduh aplikasi PLN Mobile
    2. Buka fitur Pengaduan
    3. Isi form pengaduan yang sudah tersedia
    4. Siapkan nomor pelanggan yang tertera pada kWh meter dan lampirkan foto kondisi kWh meter
    5. Kirim laporan dan tunggu hingga petugas datang
    6. Cek secara berkala kelanjutan laporan kamu di fitur Riwayat Pengaduan

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • TV hingga Kulkas Terendam Banjir? Ini 5 Hal yang Perlu Dilakukan


    Jakarta

    Saat banjir datang sebaiknya segera memindahkan seluruh barang elektronik seperti TV dan lemari es. Meski begitu, terkadang kamu tak sempat menyelamatkan seluruh barang elektronik dan akhirnya terendam banjir.

    Mungkin kamu pasrah ketika ada benda elektronik yang terendam banjir karena sudah dipastikan rusak. Meski begitu, barang tersebut sebenarnya masih bisa diselamatkan tergantung pada tingkat kerusakan akibat air.

    Jika barang elektronik di rumah terendam banjir, ada beberapa hal yang wajib dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Hal yang Perlu Dilakukan saat Barang Elektronik Terendam Banjir

    Jika ada barang elektronik yang terendam banjir, tetap tenang dan jangan panik. Ada sejumlah tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan barang tersebut.

    Dilansir situs Sears Home Services, Rabu (9/7/2025), berikut hal-hal yang wajib dilakukan:

    1. Matikan Listrik Rumah

    Langkah yang pertama adalah matikan listrik seluruh rumah. Kamu dapat mematikannya lewat Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Cara ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada stopkontak dan barang elektronik.

    2. Pindahkan Barang ke Tempat Aman

    Setelah banjir surut, kamu bisa memindahkan barang elektronik ke tempat yang aman. Jika hunian kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, silahkan pindahkan barang elektronik ke atas atau tempat yang kering.

    3. Bersihkan dari Sisa Air

    Keringkan barang elektronik yang basah menggunakan handuk atau kain kering. Lap bagian dalam dan luar secara perlahan untuk menyeka sisa-sisa air. Cara ini dilakukan untuk mencegah barang elektronik semakin rusak terkena air serta meminimalisir adanya kelembapan.

    4. Singkirkan Aksesoris pada Barang Elektronik

    Apabila ada bagian atau aksesoris yang dapat dilepas, seperti baki, rak, atau laci, maka lepas terlebih dahulu dan keringkan secara terpisah. Cara ini dilakukan untuk mencegah air menggenang yang memicu pertumbuhan jamur serta menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

    5. Keringkan Barang Elektronik

    Langkah yang terakhir adalah mengeringkan barang elektronik di tempat yang punya ventilasi baik selama kurang lebih dua hari. Kamu juga bisa mengeringkan pakai kipas angin agar lebih maksimal. Cara ini guna memastikan semua komponen internal benar-benar kering sekaligus mengurangi risiko korsleting listrik.

    Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menyalakan kembali barang elektronik. Pastikan kamu mencoloknya di stopkontak yang kering demi mencegah kerusakan hingga terjadi arus pendek listrik.

    Namun dalam beberapa kasus, kerusakan akibat air dapat menyebabkan kerusakan parah dan tak bisa ditangani dengan langkah-langkah di atas. Solusinya adalah membawa barang tersebut ke pusat layanan terdekat guna dicek dan diperbaiki oleh teknisi.

    Demikian lima hal yang perlu dilakukan jika barang elektronik di rumah terendam banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • kWh Meter yang Terendam Banjir Perlu Diganti, Ini Cara Lapor ke PLN


    Jakarta

    Ketika rumah terendam banjir, kamu harus segera mengevakuasi diri dan sejumlah barang berharga ke tempat yang aman. Selain itu, jangan lupa untuk segera memadamkan listrik di rumah.

    Mematikan arus listrik merupakan cara aman untuk mencegah terjadinya korsleting listrik akibat terendam banjir. Jika listrik tidak dimatikan maka dapat memicu ledakan pada kWh meter dan menyebabkan kebakaran.

    Pada umumnya, rumah yang terendam banjir cukup tinggi maka aliran listriknya langsung dimatikan oleh PLN. Pemadaman listrik ini dilakukan serentak pada daerah yang terendam banjir parah.


    Saat banjir surut, kamu tidak bisa asal menggunakan listrik atau menyalakan kembali kWh meter. Soalnya, alat tersebut sudah terendam air sehingga harus diganti dengan unit baru.

    Bagaimana cara mengganti kWh meter dengan yang baru? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Ganti kWh Meter yang Terendam Banjir

    Dalam catatan detikProperti, kamu bisa meminta bantuan PLN untuk mengganti kWh meter di rumah. Petugas Pelaksana Penyambungan PT PLN Bungsu mengatakan setiap pengguna dapat mengajukan penggantian kWh meter melalui aplikasi PLN Mobile.

    “Di PLN Mobile aja. Nanti lapor aja, misalkan berapa rumah seperti itu. Kalau kena banjir itu semuanya harus diganti seharusnya,” kata Bungsu kepada detikcom saat ditemui di Bekasi, Rabu (13/3/2025).

    Bungsu mengungkapkan, seluruh penggantian kWh meter tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Apabila di dalam kWh meter masih terdapat sisa token listrik maka tidak akan hangus.

    “Nggak ada biaya. Itu (kWh meter) kan masih aset PLN. Kalau ada sisa pulsanya pasti diganti di PLN. Itu kan dicatat dulu sisanya (pulsa) berapa,” ujarnya.

    Terkait waktu penggantian kWh meter, Bungsu menyebut setelah laporan dari pelanggan masuk, pihak PLN akan mengirim orang ke rumah yang tertera pada nomor pelanggan. Pemilik rumah pun tak harus ada di tempat saat penggantian kWh meter karena petugas dapat melakukannya sendiri.

    Cara Ajukan Laporan Ganti kWh Meter di PLN Mobile

    Bagi masyarakat yang ingin mengajukan soal masalah kelistrikan di rumah, seperti mengganti kWh meter, kini bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Unduh aplikasi PLN Mobile di smartphone
    2. Buka fitur Pengaduan
    3. Isi form pengaduan yang sudah tersedia
    4. Siapkan nomor pelanggan yang tertera pada kWh meter dan lampirkan foto kondisi kWh meter
    5. Kirim laporan dan tunggu hingga petugas datang
    6. Cek secara berkala kelanjutan laporan kamu di fitur Riwayat Pengaduan.

    Itulah cara ganti kWh meter dengan unit baru melalui aplikasi PLN Mobile. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Hujan Deras Bisa Bikin Tikus Masuk Rumah, Ini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Ketika hujan turun deras, rumah bisa kebanjiran. Luapan air itu dapat membuat tikus mencari tempat persembunyian yang aman, salah satu opsinya adalah rumah.

    Nah, penghuni perlu waspada dengan tikus masuk rumah. Mereka bisa bersembunyi di garasi, dapur, hingga loteng.

    Kehadiran tikus akan sangat mengganggu. Selain menggelikan, hewan kotor ini suka mencuri makanan dan membawa penyakit.


    Dikutip dari Viking Pest Control, ciri-ciri rumah diserang tikus adalah ada kotoran berwarna hitam dan air kencing tikus berwarna kuning berceceran di sekitar rumah. Kemudian, terdapat bekas gigitan tikus pada furnitur atau pakaian.

    Lalu, bagaimana mengatasi tikus masuk rumah usai hujan dan banjir ya? Berikut ini tipsnya.

    Cara Atasi Tikus Masuk Rumah

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membasmi tikus setelah hujan disertai banjir, dilansir dari Better Pest Control.

    1. Bersihkan Rumah

    Penghuni perlu rajin membersihkan rumah agar tidak jadi sarang tikus. Apalagi usai banjir, pastikan rumah bersih secara menyeluruh ya. Sebab, tikus tertarik pada sampah, sisa makanan, dan piring kotor.

    2. Perbaiki Kerusakan Bangunan

    Setelah banjir surut, pemilik sebaiknya memeriksa kondisi rumah. Kalau ada kerusakan atau bukaan di sekitar bangunan, segera perbaiki. Jangan biarkan ada lubang atau retakan yang bisa jadi celah tikus masuk rumah.

    3. Usir Tikus Pakai Bahan di Rumah

    Penghuni rumah bisa mengusir sekaligus mencegah tikus masuk rumah pakai bahan-bahan yang ada di rumah. Ada beberapa bahan yang mengeluarkan bau yang tak disukai tikus. Gunakan bahan-bahan berikut ini biar tikus enggak betah di rumah.

    • Minyak Pepermin: Basahi kapas dengan minyak pepermin, lalu letakkan di titik masuk rumah, lemari, ventilasi udara, dan jendela.
    • Kamper: Letakkan kamper di lemari, laci, dan dekat furnitur untuk mengusir tikus.
    • Cabai Rawit, cengkeh, dan daun mint: Masukkan cabai rawit, cengkeh, dan daun minta ke dalam kantong kain kasa. Lalu, taruh kantong tersebut di tempat yang sering dilalui tikus.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, pemilik dapat merapikan pekarangan rumah dengan memotong rumput. Pangkas juga cabang pohon yang bisa jadi jalan tikus masuk ke halaman rumah. Jangan lupa untuk menutup bukaan yang dapat dilalui tikus.

    Tikus biasanya bersembunyi di rerumputan, gulma, dan pohon. Selain itu, hewan pengerat tersebut dapat bersembunyi di tempat yang jarang dipakai seperti gudang, ruang penyimpanan, dan area luar rumah lainnya.

    Itulah cara mengatasi tikus masuk rumah sehabis banjir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Sudah Surut, Jangan Langsung Pel! Ini Cara Aman Bersihkan Rumah Usai Banjir



    Jakarta

    Saat banjir sudah mulai surut, seringkali semangat untuk segera membersihkan rumah menjadi muncul. Namun, penting untuk diingat bahwa proses pascabencana tidak bisa langsung dilakukan secara terburu-buru. Jika dilakukan sembarangan, justru bisa menimbulkan risiko kesehatan maupun kerusakan struktur rumah yang lebih parah.

    Sebelum menyentuh lantai, dinding, atau perabotan, penting untuk menilai kondisi rumah secara fisik dan menyiapkan perlengkapan perlindungan. Dengan persiapan yang tepat, proses pemulihan rumah dari dampak banjir akan lebih aman dan efektif.

    Berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan setelah rumah dilanda banjir.


    1. Memastikan Listrik dan Keamanan Dasar

    Setelah air mulai surut, langkah pertama adalah jangan langsung masuk dan membersihkan tanpa memeriksa instalasi listrik dan kondisi rumah. Berdasarkan panduan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rumah terdampak banjir wajib dievaluasi kondisi struktural dan instalasi listrik sebelum digunakan kembali.

    2. Urutan Aman Pembersihan Rumah

    Setelah kondisi listrik dan struktur aman, lanjutkan dengan pembersihan secara benar.

    Buang Air dan Lumpur Sisa

    Gunakan pompa air, ember, atau kain lap untuk mengeluarkan genangan air dan lumpur yang tersisa di dalam rumah. Pastikan proses ini dilakukan hingga lantai benar-benar bersih agar tidak meninggalkan endapan yang bisa menimbulkan bau atau licin.

    Bersihkan Dinding, Lantai, dan Langit-langit

    Lumpur yang menempel di dinding atau plafon dapat meninggalkan lapisan residu yang sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama. Selain membuat permukaan tampak kotor, sisa lumpur tersebut juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur dan bakteri.

    Cuci atau Keluarkan Perabotan

    Perabotan yang terendam banjir seperti sofa, karpet, kasur, bantal harus dikeluarkan dan dijemur atau dibersihkan secara menyeluruh. Bila terlalu rusak, pertimbangkan untuk dibuang agar risiko jamur dan bakteri tidak membahayakan.

    Disinfeksi Seluruh Permukaan

    Setelah pembersihan dasar, gunakan cairan disinfektan atau antiseptik untuk membersihkan lantai, dinding, interior dan perabotan agar kuman, bakteri dan jamur tidak berkembang. Misalnya, pembersihan alat makan, peralatan dapur dengan sabun dan air bersih.

    3. Pengeringan dan Pencegahan Jamur

    Dilansir dari situs Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, menyatakan bahwa setelah air banjir benar-benar surut, pastikan seluruh bagian rumah dalam keadaan kering. Buka pintu dan jendela selebar mungkin agar sirkulasi udara berjalan lancar dan membantu mempercepat proses pengeringan.

    Perlu diingat, jamur dapat tumbuh sangat cepat setelah kebanjiran. Koloni jamur bisa mulai muncul dalam waktu 2×24 jam jika kelembapan tidak segera dikendalikan. Oleh karena itu, menjaga ventilasi dan suhu ruangan tetap kering menjadi langkah penting.

    Barang-barang berbahan kain seperti karpet, kasur, atau bantal yang terendam lama sebaiknya tidak digunakan kembali. Benda-benda tersebut mudah menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri, sehingga lebih aman untuk diganti atau dibuang.

    Setelah proses pembersihan selesai, pantau kondisi rumah selama beberapa hari ke depan. Jika muncul kembali bau lembap, bercak jamur, atau noda air lama di dinding, itu menandakan masih ada kelembapan tersisa. Segera lakukan pembersihan ulang atau perbaikan tambahan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

    4. Waktu yang Aman untuk Menyalakan Listrik

    Menurut panduan resmi dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), setelah banjir surut, pastikan seluruh instalasi listrik di rumah dalam kondisi kering sempurna. Jangan terburu-buru menyalakan aliran listrik sebelum dilakukan pemeriksaan oleh teknisi yang berkompeten.

    BPBD Jawa Tengah, juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati saat akan menyalakan listrik kembali. Jika lingkungan sekitar sudah dinyatakan aman oleh pengurus daerah setempat, hindari menyalakan stop kontak atau perangkat elektronik dengan tangan telanjang, terutama jika masih ada kemungkinan lembap di area tersebut.

    Secara sederhana, listrik baru boleh dinyalakan setelah semua perabot, kasur, dinding, lantai, dan kabel benar-benar kering. Pastikan juga instalasi telah diperiksa oleh petugas, dan telah memperoleh konfirmasi keamanan dari pihak berwenang. Jika kondisi belum benar-benar aman, biarkan listrik tetap dalam keadaan mati untuk mencegah risiko korsleting atau sengatan listrik.
    Itulah beberapa tahapan aman yang dapat dilakukan untuk pembersihan rumah pascabanjir. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com