Tag: bantal

  • 4 Manfaat Jemur Bantal-Guling


    Jakarta

    Menjemur bantal, guling, bahkan kasur ternyata diperlukan. Hal ini dilakukan untuk merawat perlengkapan tidur tersebut.

    Meski terkesan sederhana, ternyata menjemur perlengkapan tidur memiliki banyak manfaat. Salah satunya mencegah tumbuhnya jamur dan tungau yang bisa menyebabkan efek kesehatan pada manusia.

    Dikutip dari BTN Properti, Kamis (21/12/2023), berikut ini manfaat dari menjemur bantal, guling, dan kasur.


    1. Mengurangi Kelembaban

    Kasur, bantal, dan guling merupakan tempat yang rentan menyerap keringat tubuh saat tidur sehingga bisa menjadi lembap. Maka dari itu, perlu menjemur perlengkapan tidur untuk mengurangi kelembaban tersebut.

    Dengan menjemur kasur juga bisa mencegah tumbuhnya jamur dan tungau yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan, misalnya alergi, asma, dan iritasi kulit.

    2. Menghilangkan Bau Tak Sedap

    Seiring berjalannya waktu, bantal, guling, dan kasur bisa muncul bau tak sedap karena menyerap keringat, minyak, dan lainnya ketika manusia tidur. Dengan menjemur perlengkapan tidur secara teratur di bawah sinar matahari bisa membantu menghilangkan bau tidak sedap sehingga tidur bisa menjadi lebih nyaman.

    3. Memperpanjang Umur Perlengkapan Tidur

    Menjemur perlengkapan tidur secara teratur bisa membantu mengurangi kelembaban yang bisa merusak bahan perlengkapan tidur. Dengan merawat perlengkapan tidur, misalnya dengan menjemurnya, bisa memperpanjang umur barang sehingga tidak perlu menggantinya.

    4. Menjaga Kesehatan Kulit

    Keringat dan minyak tubuh yang tertinggal di kasur, bantal, dan guling dapat menyebabkan masalah kulit, misalnya jerawat dan iritasi. Dengan menjemur perlengkapan tidur, membantu mengeringkan keringat dan minyak yang ada sehingga dapat meminimalisir masalah kulit akibat penumpukan keringat dan kotoran.

    Itulah beberapa manfaat menjemur perlengkapan tidur. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda-tanda Kamu Harus ‘Putus’ Sama Bantal Kesayangan


    Jakarta

    Selama ini Kamu menghabiskan waktu beristirahat di atas bantal yang sama untuk menunjang postur tidur kamu dengan baik. Bantal yang tepat tidak membuat badan kamu menjadi sakit dan bangun dengan kondisi baik-baik saja.

    Namun, seiring waktu bisa saja ada perubahan dari kenyamanan kamu. Apalagi jika bantal kamu menunjukkan perbedaan dibanding saat pertama kali kamu memilikinya.

    Dikutip dari tielle love luxury, Selasa (9/1/2024), tentunya bantal memiliki masa pakai sehingga bisa saja seiring waktu bantal kamu akan mengalami kadaluarsa. Apalagi jika terus dibiarkan ini bisa membuat kualitas tidur kamu tidak bagus, bahkan juga bisa memicu penyakit seperti alergi, asma, hingga masalah pada leher dan punggung. Oleh karena itu, berikut ini adalah hal yang harus kamu ketahui beserta tanda-tanda kamu harus segera mengganti bantal kesayangan.


    Berapa Lama Masa Pakai Bantal?

    Bantal memiliki berbagai macam pilihan jenis yang bisa kamu pilih. Dari beberapa jenis ini, perawatan hingga masa pakainya berbeda-beda, mulai dari bantal bulu bebek, bantal bulu angsa, serta bantal microfiber.

    Umur bantal tersebut tergantung dari kualitas dari jenis bantal, jangka waktu masa pakai selama tidur, serta perawatan dan pencuciannya. Biasanya bantal dapat bertahan sekitar 1-2 tahun dan paling lama hingga 3-5 tahun.

    Kamu perlu mengganti bantal ketika sudah mulai merasa tidak nyaman, seperti sakit, pegal, dan bantal terada kendur atau merata. Terkadang hal ini tidak disadari bahwa bantal sudah seharusnya diganti. Seharusnya kemampuan bantal mampu memberi tampungan pada kepala kamu dan memberikan rasa nyaman selama digunakan untuk tidur. Namun, Jika kamu merasakan adanya tekanan pada leher, ini bisa menjadi pertanda bahwa kamu perlu segera menggantinya sekalipun bantal itu adalah kesayangan kamu. Apalagi hal ini dapat memicu masalah pada punggung serta mengganggu tidur nyenyak.

    Oleh karena itu, berikut ini adalah tanda bahwa kamu harus segera ‘putus’ sama bantal kesayangan.

    Tanda Bantal Perlu Segera Ditinggal

    Untuk mengetahui tanda bantal perlu diganti, kamu bisa melakukan tes yang perlu dilakukan untuk mengganti bantal dengan yang baru, yakni dengan cara berikut ini.

    1. Tes Kantong Pelana

    Cara mudah untuk mengetahui apakah bantal kamu perlu diganti atau tidak ialah meletakkannya di lengan kamu, seolah seperti kantong pelana. Jika bantal terjatuh seolah-olah lemas, maka artinya bantal tersebut sudah waktunya dibuang. Hal ini bisa dilihat jika bantal sudah buruk kualitasnya.

    2. Tes Pers

    Cara sederhana lainnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan memeriksa kualitas bantal dan letakkan di permukaan yang kokoh, kemudian coba tekan antal tersebut. Jika setelah ditekan bantal kembali ke bentuk semula setelah kamu angkat dengan tangan, maka kamu tidak perlu menggantinya.

    Itulah cara mengetahui tanda-tanda bahwa bantal kamu perlu segera dibuang. Jika saat bangun kamu merasa sakit karena tidak dapat menampung posisi kepala, leher dan tulang belakang, sudah seharusnya kamu membeli bantal yang baru. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertanda Bantal Kamu Kedaluarsa



    Jakarta

    Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa bantal memiliki masa pemakaian. Seiring waktu, kamu akan merasakan tanda-tanda ini ketika bantal sudah melewati tanggal kadaluarsa.

    Jika tidak segera ditangani, ini dapat mengganggu kualitas istirahat yang kamu butuhkan, apalagi parahnya bisa membuat kamu sakit, Lho.

    Dikutip dari Serta, Minggu (21/1/2023), elemen di kasur kamu seperti bantal bisa kadaluarsa, sehingga perlu adanya pengecekan dan pembersihan rutin.


    Jika tidak segera dilakukan penanganan, kemungkinan akan timbulnya tungau, debu, bahkan kutu busuk. Oleh karena itu, kemungkinan kamu perlu memperhatikan bantal kamu agar kotoran, debu dan serangga tidak bersarang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Nih, 5 Barang Rumah Tangga Ini Harus Segera Dibuang


    Jakarta

    Barang-barang yang ada di rumah tidak bisa dipakai selamanya. Sebab, ada beberapa barang rumah tangga yang harus segera dibuang karena masa pemakaiannya sudah selesai.

    Dengan membuang barang-barang yang sudah tidak dipakai tentunya dapat memperluas ruang penyimpanan di rumah. Lantas, barang-barang apa saja yang harus segera dibuang?

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, Kamis (15/2/2024), berikut ini barang yang harus segera dibuang.


    Spons Cuci Piring

    Spons cuci piring merupakan salah satu barang rumah tangga yang harus segera dibuang. Spons bersentuhan langsung dengan banyak bakteri, contohnya saat digunakan untuk mencuci piring, membersihkan wastafel, dan mengelap meja dapur. Untuk menghindari penyebaran bakteri di dapur, sebaiknya ganti spons sebulan sekali.

    Kamu bisa membuang spons di tempat daur ulang atau tempat sampah kompos apabila bahan spons bisa didaur ulang. Apabila tidak bisa didaur ulang, kamu bisa membuangnya di tempat sampah.

    Wadah Plastik

    Jika kamu punya wadah plastik sebaiknya segera dibuang setelah beberapa tahun pemakaian. Sebab, plastik bisa terurai seiring berjalannya waktu yang dapat menyebabkan bahan kimia larut ke dalam makanan kamu.

    Periksa tanda-tanda wadah plastik sudah tidak bisa dipakai, misalnya sudah berubah warna, retak atau menimbulkan bau tak sedap. Kamu juga juga harus membuang wadah sekali pakai, misalnya pada yoghurt atau margarin jika produknya sudah habis.

    Sebelum membuangnya ke tempat sampah, kamu bisa melihat tanda wadah plastik tersebut apakah bisa didaur ulang atau tidak. Jika bisa didaur ulang, pisahkan dari sampah biasa.

    Bantal

    Kamu harus segera membuang bantal setelah beberapa tahun pemakaian. Sebab, bagian dalam bantal akan rusak karena digunakan setiap hari. Belum lagi adanya debu, minyak, kotoran dari wajah bisa berpindah permukaan bantal. Debu dan tungau bisa saja menumpuk dan mengganggu penderita asma atau alergi.

    Kamu bisa menyumbangkan bantal yang sudah tidak terpakai (setelah dicuci bersih) ke tempat penampungan tunawisma atau tempat penampungan hewan untuk alas tidur.

    Sikat Gigi

    Sebaiknya kamu segera membuang atau mengganti sikat gigi setelah pemakaian 3 bulan. Sikat gigi digunakan setidaknya 2 kali sehari sehingga bulu sikat bisa saja rusak dan mengurangi efektivitasnya. Selain itu, bakteri dan sisa makanan bisa saja menempel di sikat gigi.

    Produk Pembersih Rumah

    Produk pembersih rumah tangga sebaiknya dibuang atau diganti setiap 2 tahun. Alasannya, seiring berjalannya waktu, produk tersebut akan berkurang efektivitasnya.

    Setelah diganti, pertimbangkan untuk menandai botol pembersih yang baru dengan label tanggal membelinya. Dengan demikian, kamu bisa dengan mudah mengetahui sudah berapa lama menggunakannya.

    Untuk membuang pembersih rumah tangga dengan benar, periksa terlebih dahulu petunjuk produsen pada labelnya. Produk pembersih yang larut dalam air, seperti pembersih serbaguna, detergen, dan penghilang noda, dalam bentuk cair atau bubuk biasanya dapat dibuang ke saluran pembuangan dengan air mengalir. Setelah wadahnya kosong, kamu dapat mendaur ulangnya.

    Itulah 5 barang rumah tangga yang harus segera dibuang. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencuci Bantal dengan Mesin Cuci


    Jakarta

    Bisakah bantal dicuci? Pertanyaan tersebut biasanya sering keluar ketika kita sedang membersihkan kasur di kamar. Hal yang umum dilakukan ketika membersihkan kasur adalah cukup dengan mengganti/mencuci sprei dan menjemur bantalnya saja.

    Masih banyak orang yang khawatir ketika ingin mencuci bantal, dengan alasan bantalnya akan rusak atau bahkan mesin cucinya yang akan rusak.
    Alasan tersebut menjadi dilema hampir semua orang ketika sedang membersihkan kasur, sehingga banyak orang yang lebih memilih untuk mengganti bantal dengan yang baru ketika terasa sudah kotor.

    Melansir dari consumerreports.org, bantal juga sebaiknya dicuci sebanyak 2 kali setiap tahunnya. Seiring berjalannya waktu, rambut, sel kulit mati, keringat, dan air liur akan menumpuk pada bantal, Hal ini akan memancing pertumbuhan bakteri dan kutu kecil yang akan mengganggu kesehatanmu.


    Cara Merawat Bantal

    Tentunya, tidak hanya dengan mencucinya saja, bantal juga perlu perawatan rutin. Bila kamu ingin mempunyai bantal yang awet dan sehat, kamu bisa menepuk-nepuk bantal tersebut setiap harinya dengan tujuan untuk menjaga agar bantal tetap empuk dan bersih dari debu.

    Selanjutnya, kamu juga bisa menjemur bantal tersebut minimalnya sebulan sekali di tempat yang berangin dan dibawah sinar matahari langsung.

    Bila kamu menggunakan bantal tipe latex atau memory foam, kamu bisa menggunakan mesin pengering tanpa pemanas, tujuannya agar angin sejuk menembus pori-pori bantal tersebut dan menjadikannya kembali mengembang.

    Cara Mencuci Setiap Tipe Bantal Tertentu

    – Bantal Bulu Unggas

    Hampir semua bantal tipe bulu unggas bisa dicuci dengan mesin cuci, air yang digunakan adalah air dingin yang dicampur sedikit detergen. Pastikan kamu mengeringkan bantal di tempat yang berangin dan bersuhu rendah, karena suhu tinggi bisa merusak bantal bulu unggas.

    – Bantal Memory Foam atau Latex

    Beberapa bantal latex bisa dicuci dengan mesin cuci, tetapi sebaiknya kamu tidak menggunakan cara tersebut. Untuk mencuci bantal latex, kamu cukup membersihkannya dengan penyedot debu, dan mengelapnya dengan kain yang dibasahi dengan air yang dicampur sedikit detergen saja.

    Untuk mengeringkannya kamu hanya perlu meletakkannya di tempat yang berangin, dan jauhkan dari panas dan sinar matahari langsung.

    – Polyester

    Bantal polyester adalah tipe yang umum digunakan masyarakat Indonesia. Cara mencucinya bisa dengan mesin cuci, gunakan air hangat dan satu sendok detergen cair. Cara mengeringkannya cukup dengan menjemurnya di tempat berangin.

    – Bantal Biji Buckwheat

    Yang terakhir adalah bantal biji buckwheat. Untuk membersihkan bantal ini kamu perlu memisahkan isi biji buckwheat ke tempat lain, biji ini nantinya cukup kamu jemur dibawah sinar matahari langsung saja. Sedangkan sarung bantalnya bisa kamu cuci bersama dengan pakaian lain.

    Cara Mencuci dan Mengeringkan Bantal dengan Mesin Cuci

    Ketika mencuci dengan mesin cuci, hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah keseimbangan mesin cuci.

    Bila kamu ingin mencuci bantal dengan mesin cuci, kamu bisa menambahkan isi mesin cuci tersebut dengan selimut atau sprei untuk menyeimbangkan mesin cuci. Sedangkan untuk jumlah air, suhu dan banyaknya detergen bisa kamu sesuaikan dengan poin diatas.

    Begitu juga bila kamu ingin menggunakan pengering mesin cuci agar bantal bisa kering lebih cepat.

    Saat menggunakan pengering mesin cuci, kamu juga perlu menyeimbangkan isinya. Selain itu, kamu juga perlu menyesuaikan suhunya sesuai dengan poin diatas. Untuk bantal bulu unggas, kamu tidak boleh menggunakan pemanas.

    Seberapa Sering Kamu Bantal Harus Dicuci?

    Menurut para ahli, kamu harus mencuci bantal seminimalnya 2 kali dalam setahun, lebih baik lagi bila kamu mampu untuk mencucinya sebanyak 4 kali dalam setahun.

    Itu dia jawaban mengenai dilema kamu untuk mencuci bantal. Sekarang kamu seharusnya sudah tahu ya kalau bantal itu sebenarnya bisa dan bahkan harus dicuci. Semoga bermanfaat ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanda Bantal Kamu Harus Diganti


    Jakarta

    Bantal merupakan perlengkapan tidur yang sering digunakan. Namun, ternyata juga perlu diganti lho seiring berjalannya waktu.

    Sebab, apabila bantal yang digunakan sudah tidak nyaman justru bisa saja mengganggu tidur kamu. Lantas, seperti apa ciri-ciri bantal sudah harus diganti?

    Dilansir dari The Spruce, Rabu (20/3/2024), berikut ini tanda-tandanya.


    Timbul Bau

    Bantal yang bau bisa menjadi tanda sudah saatnya diganti. Bau tak sedap tersebut bisa timbul dari keringat maupun minyak tubuh yang terserap saat tidur. Untuk menghilangkan bau, bantal bisa dicuci. Akan tetapi, jika bau tidak hilang maka sudah waktunya untuk mengganti bantal kamu.

    Warnanya Pudar

    Bantal yang warnanya sudah pudar menjadi tanda bahwa sudah saatnya diganti. Warna yang memudar atau menguning menjadi tanda bahwa bantal sudah digunakan terlalu lama.

    Tampak Tidak Terlalu Tebal

    Jika bantalmu sudah tidak terlalu tebal dan membuatmu tidak nyaman, maka sudah saatnya bantal itu diganti.

    “Bantal ada untuk melindungi kepala dan leher kamu, tetapi jika isinya rata atau menggumpal, maka bantal tersebut tidak lagi memiliki sifat pendukung,” kata pendiri perusahaan Of Space + Mind, Ashley La Fond, dikutip dari The Spruce.

    Bisa Dilipat Menjadi Dua

    Salah satu cara mudah untuk mengetahui bahwa bantal sudah harus diganti adalah bisa dilipan dua. Jika bantal ditekuk atau dilipat dan tidak kembali ke posisi semua, maka sudah saatnya diganti.

    Itulah tanda-tanda bantal kamu perlu diganti. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Bantal Menguning dan Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Perubahan warna pada bantal seperti menguning adalah tanda penuaan dan memang ada penyebabnya. Tentunya, setiap orang pasti pernah mengalami hal ini.

    Ada banyak faktor yang mempengaruhi, tapi kebanyakan disebabkan oleh peningkatan kelembaban. Penyebabnya antara lain, air liur, keringat, hingga produk perawatan kulit.

    Selain tidak enak dipandang, noda ini menjadi sarang alergen dan bakteri yang mempengaruhi kesehatan dan kualitas tidur. Berikut ulasannya.


    Kenapa Bantal Menguning?

    Dilansir dari Sleep Foundation, Minggu (12/5/2024) menumpuknya kelembaban pada sarung bantal saat tidur, akan merembes ke bantal dan membuat bantal jadi menguning. Penyebab umumnya adalah bantal, tetapi ada beberapa faktor lainnya.

    1. Keringat

    Keringat dalam jumlah tertentu saat kamu tertidur adalah cara normal tubuh mengatur suhu. Tapi, keringat yang merembes ke sarung bantal bisa menimbulkan noda kuning.

    Untuk meminimalisir hal ini, kamu bisa memakai piyama yang lebih ringan dan tidur di ruangan yang lebih sejuk guna mencegah bantal menguning dan mengurangi keringat malam.

    2. Rambut Basah

    Rambut basah sama halnya dengan keringat yang membuat bantal jadi kuning. Air yang tersisa setelah mandi malam hari akan meresap ke dalam sarung bantal dan menyebabka perubahan warna.

    Kamu bisa menghindari hal ini dengan cara mandi di pagi hari atau beri jeda waktu mandi dan waktu tidur, serta pastikan rambutmu sudah kering agar mengurangi kelembapan pada bantal.

    3. Air Liur

    Kemungkinan seseorang mengeluarkan air liur saat tidur adalah alergi, menggertakan gigi, atau naiknya asam lambung. Disarankan untuk tidur telentang agar tidak mudah ngiler saat tidur, hal ini guna membantu mengurangi kelembaban berlebih pada bantal.

    4. Minyak Rambut dan Kulit

    Kelenjar sebasea adalah bagian tubuh yang bertanggung jawab memproduksi minyak rambut dan kulit. Kelenjar ini menghasilkan zat yang disebut sebum yang berperan penting untuk kesehatan kulit.

    Tapi, kelenjar sebasea yang terlalu aktif membuat rambut dan kulit berminyak. Minyak berlebih ini kemungkinan akan menyerap ke dalam bantal dan mengubah warna bantal.

    5. Krim Wajah, Lotion, dan Produk Kecantikan

    Tiap orang punya rutinitas perawatan kulit di malam hari, seperti mencuci muka atau mengoleskan bermacam krim atau lotion. Saat mengoleskan produk kecantikan sebelum tidur, pastikan produk tersebut punya waktu untuk menyerap ke dalam kulit. Hal ini bertujuan agar produk perawatannya tidak meresap ke dalam bantal dan menimbulkan noda dan perubahan warna.

    Cara Mencegah Bantal Menguning

    Untuk meminimalkan kelembaban pada bantal, kamu bisa lakukan langkah berikut.

    1. Gunakan Pelindung Bantal

    Pelindung bantal adalah lapisan kain yang berada di antara sarung bantal dan bantal. Pelindung bantal berfungsi sebagai satu lapisan yang mencegah kelembaban mengubah warna bantal.

    2. Gunakan Sarung Bantal Berkualitas

    Sarung bantal dengan kualitas tinggi cenderung mencegah kelembaban dari bantal dan memperlambat proses penguningan.

    Cara Menghilangkan Noda Kuning Pada Bantal

    Kalau kamu mendapati bantal mulai menguning, kamu bisa coba langkah berikut untuk menghilangkan noda tersebut.

    1. Baca petunjuk perawatan

    Berbagai bantal punya panduan perawatan yang berbeda tergantung bahannya. Misalnya ada bantal yang bisa dicuci dengan mesin, ada yang harus dibawa ke laundry, dan lainnya.

    Sebelum kamu mencoba menghilangkan noda kuning, pastikan kamu paham terlebih dahulu petunjuk perawatan dari pabriknya agar bantalmu tidak rusak.

    2. Bersihkan Langsung Nodanya

    Kalau bantalmu tidak bisa dicuci dengan mesin cuci, kamu bisa langsung bersihkan noda kuningnya. Dengan cara oleskan langsung noda kuningnya dengan sabun atau bahan pembersih lain secara hati-hati, lalu dilap dan dicuci dengan sedikit air. Ulangi proses ini sampai noda kuningnya berkurang.

    3. Pakai Pemutih

    Rendam bantal yang menguning dalam pemutih sebelum dicuci, hal ini bantu mengembalikan warna bantal ke warna semula. Tapi, kamu harus berhati-hati karena produk kimia bersifat keras dan tidak semua bantal bisa diputihkan dengan pemutih. Pastikan untuk pelajari terlebih dahulu instruksi perawatan bantal dengan cermat sebelum memakai pemutih.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Bikin Kamar Tidur Lebih Nyaman biar Momen Istirahat Lebih Berkualitas


    Jakarta

    Kamar tidur sudah seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi penghuni rumah untuk beristirahat dan tidur. Kamar yang nyaman bisa membantu kita untuk mendapat istirahat yang berkualitas, sehingga dapat menjalankan kegiatan sehari-hari dengan lebih produktif.

    Nah, supaya terasa nyaman, kamu perlu mengatur interior kamar agar tampak rapi dan menarik. Sebaiknya merancang kamar yang sesuai dengan selera kamu serta mendukung buat suasana tidur.

    Lantas, bagaimana cara agar kamar tidur dapat lebih nyaman? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari The Spruce, Jumat (28/6/2024).


    Cara Bikin Kamar Tidur Nyaman

    1. Jaga Kamar Tidur agar Selalu Bersih dan Rapi

    Kamar TidurKamar Tidur Nyaman Foto: Yensen Aliamin

    Hal yang paling mendasar untuk membuat suasana kamar tidur nyaman adalah menjaga kebersihan dan kerapian kamar. Tentukan area tertentu di kamarmu untuk aktivitas tertentu pula, seperti tempat khusus untuk mengisi daya ponsel yang mudah diakses saat tidur atau bangun.

    Selain itu, pastikan juga kamu memiliki tempat untuk meletakkan lampu, air minum, jam, dan barang-barang lain yang mungkin kamu butuhkan di tengah malam. Dengan menjaga segala sesuatu tetap rapi, kamu akan merasa lebih tenang dan siap untuk tidur nyenyak.

    “Terlalu banyak barang di kamar tidur dapat menyebabkan kurang tidur. Jaga agar kamar tidur tetap teratur dengan menetapkan area tertentu untuk barang-barang di kamarmau,” kata Sara Abate Rezvanifar, seorang desainer di Ambience Interiors, dikutip dari The Spruce, Jumar (28/6/2024).

    2. Gunakan Penutup Jendela yang Menyerap Suara

    gorden panel tunggal.Kamar Tidur Nyaman. Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker

    Lalu, bikin suasana kamar menjadi tenteram dengan menggunakan penutup jendela yang dapat menyerap suara. Tidak ada yang ingin terganggu oleh suara dari luar saat mencoba untuk tidur. Gunakan tirai yang menyerap suara untuk menghalangi gangguan dari luar sehingga tidurmu dapat lebih nyenyak.

    “Tirai atau kerai tebal yang terbuat dari bahan penyerap suara dapat membantu mengurangi tingkat kebisingan di kamar tidurmu. Gunakan panel penyerap suara atau busa akustik di dinding jika perlu,” kata Lisa Jane, seorang desainer interior di Ruling Homes.

    3. Pilihlah Tempat Tidur yang Sesuai dengan Preferensi

    Kamar tidur.Kamar tidur nyaman Foto: Ty Carlson/Unsplash

    Pastinya tempat tidur menjadi aspek penting yang perlu dipertimbangkan agar kenyamanan dalam kamar tidur dapat dicapai. Maka dari itu, ketahui preferensi pribadimu dalam hal tempat tidur, seperti tingkat kekencangan dan komposisi kasur.

    “Ada jenis kasur busa yang memiliki lapisan busa memori di atasnya, kasur udara yang dapat diatur yang memungkinkan kamu untuk mengatur tingkat kekencangannya, dan bahkan sistem tempat tidur yang memiliki rangka tempat tidur yang dapat diatur,” kata Fred David, seorang desainer interior.

    Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, luangkan waktu untuk menemukan tempat tidur yang paling nyaman bagimu. Tidurmu tidak akan nyenyak jika berbaring di tempat tidur yang tidak nyaman.

    4. Investasikan pada Aksesori Kamar Tidur

    Kamar Tidur Warna Mint GreenKamar Tidur Nyaman Foto: Instagram

    Selain tempat tidur, perhatikan juga aksesori kamar, seperti seprai, selimut, bantal, dan lampu tidur. Pastikan seprai yang kamu gunakan nyaman dan mudah dirawat. Pilihlah seprai berkualitas tinggi yang akan memberikan kenyamanan saat kamu berbaring.

    Pertimbangkan pula pencahayaan di kamar tidurmu. Cahaya lembut sangat penting untuk menciptakan suasana yang tenang. Selain itu, pilihlah selimut yang hangat, tetapi cukup ringan. Hal serupa juga perlu kamu terapkan saat memilih bantal. Pastikan bantal tersebut cukup lembut dan nyaman bagimu.

    5. Jadikan Kamar Tidur Lebih Personal

    Inspirasi kamar tidur dengan wall panel.Inspirasi kamar tidur dengan wall panel. Foto: Anita Yokota, Alex Lepe Photography via Martha Stewart

    Kamar tidur adalah ruang yang sangat pribadi, jadi jangan ragu untuk menambahkan sentuhan personal di dalamnya. Hiaslah kamar tidurmu dengan warna atau pola yang kamu sukai. Tak hanya itu, dekorasilah kamarmu dengan barang-barang yang kamu sukai, seperti lukisan, poster figur publik kesukaanmu, atau foto kenangan. Dengan demikian, kamar tidur akan terasa lebih pribadi dan nyaman sehingga tidur dapat lebih nyenyak.

    “Pajanglah karya seni, foto, atau cinderamata favoritmu di nakas atau meja rias. Kamu juga bisa menambahkan sentuhan pribadi dengan memasukkan perabot atau barang dekorasi unik yang mencerminkan gaya dan kepribadianmu sehingga kamar tidurmu menjadi benar-benar unik,” jelas Leigh Spicher, Direktur Nasional Studio Desain untuk Ashton Woods Home.

    Dengan menerapkan lima trik ini, kamu dapat menciptakan kamar tidur yang nyaman dan menenangkan sehingga tidur dapat menjadi lebih nyenyak dan berkualitas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Simpan Ini di Kamar Tidur, Bikin Nggak Mood


    Jakarta

    Kamar tidur merupakan tempat untuk beristirahat dan bersantai. Maka dari itu, sebaiknya jangan simpan barang yang kurang mendukung suasana dan interior kamar kamu.

    Terkadang kita bisa menyimpan barang-barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan di dalam kamar. Daripada kamar kamu dipenuhi barang yang kurang nyaman atau jarang digunakan, akan lebih baik kalau disingkirkan.

    Kira-kira barang apa saja yang sebaiknya disingkirkan dari kamar tidur ya? Berikut daftar susunan barang yang sangat mengganggu kedamaian dan ketenangan kamu.


    1. Selimut dan Bantal Berusia Lebih dari Lima Tahun

    Melansir Homify, pada Selasa (22/10/2024), ada sedikit perdebatan tentang jangka waktu seseorang harus mengganti selimut serta bantal. Sebagian orang ada yang menyarankan untuk membeli sprei baru setiap tahun, sedangkan sebagian lainnya sudah menggunakan sprei selama bertahun-tahun.

    Sebagian besar ahli menyarankan titik tengahnya adalah selimut dan bantal yang usianya lebih dari lima tahun wajib diganti.

    2. Buku Baca yang Tidak Pernah Dibaca

    Sebagian dari kita membaca beberapa halaman sesaat sebelum tidur sebagai bentuk relaksasi. Namun, hal itu berubah ketika kamar tidur sudah dipenuhi dengan buku-buku lama yang sudah tidak dibaca lagi.

    Hindari buku-buku yang sudah tidak terpakai dengan menyumbangkannya kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Hal ini agar bisa menciptakan suasana yang nyaman dan damai.

    3. Kasur yang Tidak Nyaman

    Tak semua dari kita memiliki perlengkapan tidur yang sama, beberapa sprei dan selimut membuat kita merasa seperti dirumah, dan yang lainnya tak tahu bagaimana terlalu kasar, terlalu halus, terlalu tipis, terlalu tebal.

    Kamu perlu segera mengganti barang-barang yang nggak nyaman digunakan dengan yang lebih baik. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri di kamar tidur.

    4. Pakaian Lama yang Tak Terpakai

    Sebagian besar dari kita memiliki lemari pakaian di kamar tidur dan terkadang lemari itu penuh dengan tumpukan pakaian yang sudah tidak terpakai. Hal ini bisa bikin kamar berantakan dan pikiran pun resah. Maka itulah sebabnya semua harus membersihkan dan menyingkirkan barang yang tidak diperlukan lagi.

    5. Hewan Peliharaan

    Walaupun kamu menyayangi anjing dan kucing, sebaiknya hewan peliharaan tidak tidur di satu kamar yang sama dengan kamu karena bulunya rontok dan sering kali membawa kotoran dari luar rumah ke tempat tidur. Ini bisa menimbulkan risiko penularan parasit dan bakteri patogen.

    Semua demi kesehatan dan kebersihan hewan itu sendiri, hewan peliharaan harus ditaruh pada keranjangnya sendiri di waktu malam hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencuci Bantal Biar Nggak Jadi Sarang Tungau


    Jakarta

    Mencuci bantal ternyata diperlukan. Hal itu dilakukan agar bantal bersih dan bebas dari tungau debu.

    Tungau merupakan hewan yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan memicu alergi. Biasanya, hewan ini ditemukan di peralatan tidur, seperti kasur hingga bantal.

    Bantal merupakan alas kepala yang sering digunakan untuk tidur. Bantal bisa menjadi kotor dan bernoda karena keringat tubuh, debu, jamur, hingga adanya tungau debu.


    Maka dari itu bantal perlu dicuci agar bersih dan tidur jadi lebih berkualitas. Dilansir dari Healthline, mencuci sarung bantal memang bisa menjadi salah satu kunci untuk membuat tempat tidur bersih, namun akan lebih baik lagi jika bantal juga dicuci.

    Seberapa Sering Bantal Harus Dicuci?

    Mencuci bantal sebaiknya dilakukan beberapa kali dalam setahun, tergantung dari bahannya. Ada tiga jenis bantal yang umumnya digunakan, yaitu bantal bulu atau kapas, bantal polyester, dan bantal busa lateks.

    Bantal bulu atau kapas sebaiknya dicuci setiap tiga hingga enam bulan sekali. Bantal polyester sebaiknya dicuci setahun sekali. Sementara itu, bantal busa lateks sebaiknya dicuci dua hingga tiga tahun sekali.

    Cara Mencuci Bantal Berdasarkan Bahan Pengisinya

    Melansir The Spruce, berikut cara mencuci bantal berdasarkan bahan pengisinya.

    1. Mencuci Bantal Berisi Bulu atau Kapas dan Polyester

    Pembersihan Noda

    – Gunakan pemutih atau sedikit detergen untuk menghilangkan noda.

    – Gosok noda dengan sikat berbulu lembut dan biarkan selama minimal 10 menit sebelum mencuci.

    Pengaturan Mesin Cuci

    – Pilih siklus cuci lembut dan air dingin untuk bantal berisi bulu.

    – Bantal berisi polyester dapat dicuci dengan air dingin atau hangat.

    Penggunaan Detergen yang Tepat

    – Gunakan detergen rendah busa dan tinggi efisiensi untuk menghindari penggumpalan bulu.

    Siklus Bilas Tambahan

    – Tambahkan siklus bilas kedua jika diperlukan untuk memastikan semua detergen terbilas.

    Mengeringkan Bantal

    – Ratakan bantal, keringkan dengan suhu sedang, dan tambahkan bola pengering wol untuk memisahkan gumpalan bulu.

    2. Mencuci Bantal Berisi Busa Lateks atau Memory Foam

    Pembersihan Noda

    – Gunakan campuran detergen dan air hangat untuk membersihkan noda.

    – Teteskan campuran pada area kotor dan biarkan selama minimal 10 menit.

    Merendam Bantal

    – Gunakan bak atau wadah besar dengan air hangat dan sedikit detergen.

    – Rendam bantal selama tidak lebih dari 10 menit, hindari meremas busa.

    – Bilas bantal dengan air bersih beberapa kali hingga tidak ada busa yang muncul.

    Menyerap Kelebihan Kelembapan dan Mengeringkan

    – Letakkan bantal di antara handuk katun untuk menyerap kelebihan kelembapan.

    – Keringkan bantal di rak dengan sirkulasi udara, hindari mesin pengering otomatis.

    Hal yang Perlu Diingat

    – Jangan mencuci bantal berisi busa dalam mesin cuci.

    – Pastikan bantal benar-benar kering sebelum digunakan kembali untuk mencegah pertumbuhan jamur dan kelembaban.

    – Ikuti petunjuk perawatan pada label bantal untuk hasil optimal.

    Itulah cara mencuci bantal berdasarkan bahannya. Dengan mengikuti cara-cara ini, kamu bisa menjaga kebersihan dan kenyamanan bantal hingga memastikan tidur yang berkualitas setiap malam. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com