Tag: basah

  • 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Rumah Bau, Jangan Dilakukan!


    Jakarta

    Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik dapat meningkatkan rasa nyaman bagi penghuninya. Apalagi jika udara tersebut terasa harum dan segar pasti membuat penghuni rumah betah. Maka tak jarang pemilik rumah membeli pengharum ruangan untuk kesegaran tambahan.

    Namun, kadang kala terhirup udara tidak sedap di rumah. Penghuni rumah pasti berpikir hal tersebut muncul dari tempat sampah atau kamar mandi. Padahal, kebiasaan si pemilik rumah juga sangat berpengaruh terhadap kualitas udara yang dihirup sehari-hari.

    Dikutip dari situs The Spruce, pada Senin (19/5/2025), terdapat beberapa hal dan kebiasaan buruk penghuni rumah yang membuat ruangan memiliki bau tidak sedap.


    Membiarkan Piring Kotor

    Sebagian orang memang merasa malas jika harus mencuci piring sehabis makan. Padahal, piring kotor yang dibiarkan terlalu lama di wastafel dapat menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan, lho.

    “Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga,” ucap Robin Murphy, Presiden Maid Brigade.

    Memasak Tanpa Ventilasi

    Kekuatan makanan adalah aromanya bisa menyebar ke seluruh ruangan, baik itu aroma yang sedap atau tidak sedap sekalipun. Oleh karena itu, memiliki dapur yang ada ventilasinya sangat penting untuk mencegah aroma makanan bertahan lama.

    “Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis,” jelas Murphy.

    Membiarkan Handuk Basah

    Bau handuk basah sangatlah mengganggu. Kebiasaan membiarkan handuk basah digantung begitu saja selesai mandi tanpa ada upaya mengeringkannya pada sinar matahari merupakan kebiasaan buruk.

    Menurut Murphy, handuk basah tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap tetapi juga bisa mengundang jamur dan bakteri. Pastikan handuk kering kembali sebelum digantung di kamar mandi.

    Tidak Membuka Jendela

    Ketika rumah tidak memiliki aliran udara yang baik, rumah akan memantulkan aroma ke lingkungan sekitarnya. Pemilik Memphis Maids Steve Evans memberikan saran bahwa setiap hari jendela harus dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar masuk udara.

    Merokok di Dalam Rumah

    Kebiasaan merokok di dalam rumah dapat membuat ruangan memiliki bau yang menempel dan susah hilang. Hal ini akibat adanya partikel rokok yang menempel di ruangan.

    “Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah,” ujar Evans.

    Perhatikan juga saat membeli perabotan bekas, jika tercium aroma rokok maka sebaiknya hindari karena bau rokok pada umumnya menempel pada perabotan.

    Itu dia kebiasaan yang harus dihindari agar tidak membuat rumah menjadi bau. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 3 Langkah Mudah Keringkan Karpet Basah dan Lembap Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Mengeringkan karpet bisa sedikit merepotkan, apalagi kalau sedang musim hujan atau kurang pancaran sinar matahari. Namun, tahukah kamu kalau soda kue bisa dipakai untuk mengeringkan karpet?

    Ya, kamu dapat menggunakan soda kue sebagai salah satu langkah mengeringkan karpet. Daripada membiarkan karpet basah atau lembap terlalu lama, percepat prosesnya dengan soda kue saja!

    Sebab, karpet yang basah atau lembap merupakan tempat yang ideal untuk tumbuh kuman dan kotoran menempel. Bahkan, karpet yang tidak kering dengan sempurna bisa mengeluarkan bau yang tidak sedap.


    Lalu, bagaimana cara mengeringkan karpet menggunakan soda kue? Yuk, simak trik berikut seperti yang dikutip dari Hunker, Senin (8/7/2024).

    Cara Mengeringkan Karpet

    1. Jalankan Alat Penyedot Debu

    Langkah pertama untuk mengeringkan karpet, kamu dapat menyalakan penyedot debu atau vacuum cleaner. Lalu, jalankan di atas area karpet yang basah atau lembap.

    Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan air sebanyak mungkin. Lakukan sampai air terbuang sebanyak mungkin hingga kelebihan air tidak muncul saat kamu menekan karpet.

    2. Taburkan Soda Kue

    Ini kuncinya, kamu perlu menaburkan soda kue pada permukaan karpet yang basah dan lembap sebanyak mungkin. Jumlah soda kue tergantung pada ukuran karpet, kamu bisa memerlukan lebih dari satu kaleng soda kue.

    Setelah itu, diamkan soda kue selama beberapa jam hingga 24 jam agar cukup waktu untuk menyerap sisa kelembapan serta bau dari karpet. Jika dirasa sudah kering dan baunya berkurang, langkah selanjutnya adalah menyedot soda kue yang tersisa dari karpet menggunakan penyedot debu.

    3. Pakai Kipas Angin

    Terakhir, gunakan kipas angin besar atau pemanas ruangan untuk membantu mengeringkan karpet lebih cepat. Pastikan karpet mengering dengan sempurna agar tidak meninggalkan bau yang tak sedap setelah kering.

    Demikian langkah-langkah mengeringkan karpet basah dan lembap pakai soda kue. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Meja di Dapur Sering Basah, Lebih Baik Dikeringkan Pakai Lap atau Tisu?


    Jakarta

    Dapur adalah ruangan yang mudah basah dan kotor. Kamu memerlukan alat kebersihan yang tepat agar perabotan di dapur tidak mudah rusak. Misalnya perabotan yang tahan panas, air, dan kelembapan.

    Namun, setiap bahan punya kekurangan dan kelebihan, ada yang tahan air tetapi tidak bisa dengan panas, begitu pun sebaliknya. Salah satu perabotan yang rentan rusak terhadap panas dan air adalah meja. Apa pun bahannya meja rentan berjamur dan rusak.

    Untuk mencegahnya, kamu bisa melapisi meja dengan plastik atau memilih bahan yang paling cocok, kayu, plastik, atau besi. Selain mencegah, kamu juga harus sering membersihkannya. Cara ini membantu permukaannya tetap bersih dan kering. Biasanya bahan yang digunakan untuk membersihkannya bisa dengan lap atau tisu.


    Dua bahan ini dinilai bagus untuk menyerap cairan seperti air atau cairan lainnya. Namun, dari segi efisiensi, lap dan tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir Better Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut beberapa kelebihan dan kekurangan lap dan tisu untuk membersihkan meja.

    Kelebihan dan Kekurangan Tisu

    Kertas tisu adalah salah satu bahan kebersihan yang mudah didapat dan sekali pakai. Semakin banyak menggunakan tisu, maka semakin banyak sampah menumpuk. Tisu juga bukan bahan yang mudah di daur ulang sehingga dapat berakhir sebagai limbah. Kamu bisa menggunakannya mungkin dalam keadaan darurat seperti saat alat kebersihan lain tidak ada di tempat.

    Kelebihan dan Kekurangan Lap

    Lap biasanya dibuat dari kain atau plastik sintetis. Lap adalah bahan kebersihan yang bisa digunakan berulang kali. Namun, perawatannya tidak praktis. Kamu harus sering mencucinya setelah dipakai. Lalu jika telah digunakan untuk cairan berwarna akan lebih sulit dibersihkan.

    Kebersihan Lap vs Tisu

    Ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, menyampaikan tisu lebih higienis dibandingkan kain lap. Sementara itu, lap harus dicuci setelah digunakan sehingga membutuhkan air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan bersih dari kuman.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang tidak rutin diganti tidak hanya menjadi sarang kuman berbahaya, melainkan juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Lebih Baik Lap atau Tisu?

    Untuk menilai lebih efektif yang mana, tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Saat kamu memilih menggunakan lap, kamu harus berkomitmen untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Ganti lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih bisa membantu mensterilkan kain lap secara berkala.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Begini Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat


    Jakarta

    Pekarangan dengan tanaman yang sehat dan indah bisa bikin rumah terlihat lebih asri. Namun, mempunyai kebun seperti ini tentu mengharuskan kamu rajin menyiram tanaman.

    Meski terdengar sederhana, menyiram tanaman nggak boleh sembarangan, lho. Apalagi kalau kamu mau tanaman tumbuh dengan sehat.

    Nah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan biar menyiram tanaman lebih efektif. Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Longfield Gardens, Selasa (24/9/2024).


    Tips Menyiram Tanaman yang Benar Biar Tumbuh Sehat

    1. Cek Kondisi Tanah

    Sebelum menyiram tanaman, coba pegang tanahnya untuk mengecek tingkat kelembapan. Kalau permukaan tanah terlihat kering, periksa beberapa centi meter ke dalam untuk melihat apakah tanah kering. Jika kering, saatnya menyiram. Tapi kalau tidak, tunggu sehari.

    2. Siram Area Akar

    Siramkan air pada permukaan tanah sampai seluruh akar tanaman basah. Akarnya mungkin selebar tanaman dan mungkin agak dalam.

    3. Siram di Pagi Hari

    Waktu terbaik untuk menyiram tanaman adalah di pagi hari. Ketika tanaman basah basah di pagi hari, daunnya punya waktu seharian untuk mengering.

    Penyakit tanaman akan lebih sulit berkembang biak jika dedaunannya kering. Jika Anda tidak bisa menyiram di pagi hari, waktu terbaik kedua adalah di sore hari.

    4. Siram Pelan-pelan

    Jika permukaan tanah kering, air bisa menggenang atau mengalir dan tidak terserap. Supaya nggak terjadi, mulai menyiram secara perlahan dan bertahap hingga tanah benar-benar basah. Setelah beberapa centi bagian atas tanah lembap, air akan lebih mudah terserap.

    5. Jangan Siram Berlebihan

    Bagi kebanyakan tanaman, sebaiknya permukaan tanah dibiarkan sedikit mengering di antara waktu penyiraman. Hal ini terutama penting untuk tanaman pot. Lebih baik kamu menyiram dalam jumlah banyak tetapi intensitasnya jarang.

    6. Jangan Tunggu Tanaman Kering

    Tanaman terkadang layu untuk menghemat air di siang hari yang panas. Akan tetapi, tanaman akan segar kembali saat malam tiba.

    Kalau kamu membiarkan tanah menjadi terlalu kering, tonjolan halus seperti rambut di ujung akar dapat rusak. Saat tanaman harus menumbuhkan kembali rambut akar ini, energi yang seharusnya digunakan untuk produksi bunga dan buah akan terkuras.

    Itulah beberapa tips menyiram tanaman dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Ideal Membersihkan Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi yang bersih nggak cuman bikin penghuni rumah merasa nyaman tapi juga baik buat kesehatan. Sebab, kamar mandi adalah tempat yang cepat kotor dan jadi tempat ideal buat ditumbuhi kuman dan jamur.

    Nah, penting sekali membersihkan kamar mandi secara rutin. Ada beberapa hal di kamar mandi yang perlu lebih sering dibersihkan ataupun bisa jarang-jarang.

    Berikut jadwal ideal membersihkan kamar mandi yang bisa kamu ikuti, dikutip dari The Spruce, Jumat (1/11/2024).


    Bersih-bersih Harian

    1. Mengelap Permukaan Basah

    Gunakan kain yang mengandung disinfektan ataupun spons untuk mengelap counter, wastafel, dan keran untuk membersihkan tumpahan dan cipratan air. Pastikan untuk menggunakan kain bersih atau baru untuk membersihkan tempat duduk kloset atau lantai.

    2. Keringkan Pintu dan Dinding

    Setiap selesai mandi, gunakan handuk atau alat pembersih karet untuk mengeringkan tembok dan dinding basah supaya mencegah pembentukan kerak air. Selain itu, jangan lupa menutup tirai kamar mandi agar cepat kering.

    3. Gantung Handuk dan Keset

    Pastikan untuk menggantung handuk dan keset basah agar cepat kering. Langkah ini akan mencegah pertumbuhan jamur.

    Bersih-bersih Mingguan

    1. Cuci Handuk dan Keset

    Cuci handuk-handuk dan keset setiap minggu supaya tidak menjadi tempat bersarangnya kuman. Sebaiknya keset dikeringkan dengan cara dijemur agar tidak merusak karet pada bagian bawah keset.

    2. Bersihkan Kloset

    Bersihkan bagian dalam kloset menggunakan sikat dan cairan pembersih. Sementara bagian luar kloset bisa dilap dengan tisu basah yang mengandung disinfektan atau spons dan cairan pembersih kamar mandi.

    3. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai dan tembok kamar mandi secara menyeluruh setiap minggu untuk menghilangkan noda dan jamur pada permukaan. Lalu, buang juga rambut-rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air. Jangan lupa bersihkan juga tirai di kamar mandi.

    4. Bersihkan Wastafel

    Singkirkan barang-barang yang memenuhi area wastafel. Lalu, bersihkan wastafel menggunakan cairan pembersih. Pastikan untuk membilas area wastafel dengan bersih dan keringkan.

    5. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar Lampu

    Jangan membersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Area ini sebenarnya sering disentuh ketika menggunakan kamar mandi, sehingga rawan tumbuh kuman dan bakteri.

    6. Bersihkan Cermin

    Bersihkan cermin dengan cairan pembersih dan kain mikrofiber. Cermin yang kinclong dapat menunjukkan kamar mandi terawat dengan baik.

    7. Buang Sampah

    Buang isi tempat sampah setiap minggu supaya tidak menumpuk dan menimbulkan aroma tidak sedap. Lalu, kamu bisa menaruh beberapa kantong plastik baru di dalam tempat sampah untuk memudahkan penggantian kantong plastik nantinya.

    Bersih-bersih Bulanan

    1. Sortir dan Bersihkan Tempat Penyimpanan

    Kamu bisa rutin menyortir dan membersihkan tempat penyimpanan di kamar mandi. Buanglah produk-produk yang sudah habis dan kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang yang tidak dipakai menumpuk dan memenuhi ruang.

    2. Bersihkan Shower

    Kalau aliran air pada shower tidak lancar karena tersumbat, sudah saatnya membersihkan shower. Kamu bisa membersihkan shower menggunakan cuka putih sulingan dan sikat untuk membersihkan kotoran dan kerak.

    3. Cuci Tempat Sampah

    Selain membuang sampah dan mengganti kantong plastik tempat sampah, sebaiknya rutin mencuci tempat sampah setiap bulan. Bersihkan tempat sampah dengan menyiram air panas dan menggosoknya dengan sabun.

    4. Bersihkan Tirai

    Jika menggunakan tirai kamar mandi, jangan lupa membersihkannya setiap bulan. Sebab, ada tumpukan debu dan noda yang perlu dibersihkan secara berkala.

    5. Inspeksi Kamar Mandi

    Pastikan untuk melakukan inspeksi kamar mandi setiap bulan untuk mencegah kerusakan. Perhatikan area sekitar wastafel, shower, dan keran untuk melihat ada kebocoran. Selain itu, periksa juga kalau ada pertumbuhan jamur di kamar mandi agar bisa segera diatasi.

    Itulah cara menjaga kebersihan kamar mandi secara rutin. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Efektif Bikin Rumah Nggak Mudah Lembap Saat Musim Hujan


    Jakarta

    Memasuki musim hujan, kelembapan di rumah meningkat. Hal ini bisa kamu ketahui dari munculnya noda hitam di sudut-sudut rumah. Kelembapan rumah yang meningkat ini jangan dianggap sepele karena dapat merusak tampilan rumah dan membahayakan kesehatan.

    Mengutip Telegrafi, cara mengatasi masalah kelembapan di rumah cukup beragam. Ada yang harus memperbaiki struktur rumah, ada yang cukup meletakkan alat pembersih udara instan. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan pemilik rumah.

    Dehumidifier merupakan alat yang dapat menghilangkan kelembapan berlebih di udara. Ini adalah cara instan dan paling cepat. Cara menggunakannya dengan menyalakan alat ini dan biarkan selama beberapa jam. Nanti kamu bisa melihat tempat penampungan di bagian bawah untuk mengecek air yang terserap oleh alat tersebut dari proses kondensasi (perubahan gas menjadi air).


    “Semakin sedikit kelembaban yang Anda hasilkan di dalam rumah, semakin sedikit pula kondensasi yang terbentuk. Oleh karena itu, pikirkan bagaimana Anda akan menghilangkan kelembapan selama bekerja sehari-hari,” kata manajer layanan teknis Inggris di Rentokil, Nicholas Donnithorne mengutip dari The Sun pada Selasa (5/12/2024).

    Lalu, apabila perbaikannya sampai membongkar dan mengganti struktur bangunan, biasanya karena dampak dari kelembapan tersebut cukup parah. Sebagai contoh bisa timbul jamur di dinding, plafon, dan material kayu di rumah atau membuat dinding dan plafon bergelembung.

    Namun tenang, ada beberapa cara agar rumah tidak mudah lembap di tengah musim hujan seperti saat ini.

    1. Membuka Jendela

    Keberadaan ventilasi dapat membantu menurunkan tingkat kelembapan di rumah. Sebagai contoh membuka jendela saat memasak dan mandi secara rutin dapat memberikan akses sinar matahari dan angin di rumah.

    2. Jangan Biarkan Ada Pakaian Basah di Kamar Mandi

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Jika kamar mandi sering dibiarkan dalam keadaan basah dan jarang dibersihkan, lantainya akan mudah licin, muncul jamur di sela-sela keramik, hingga muncul binatang seperti cacing.

    Selain itu, hindari menyimpan handuk atau pakaian basah di dalam kamar mandi. Kebiasaan ini juga mempengaruhi kelembapan di kamar mandi.

    3. Jaga Suhu Ruangan

    WHO, Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan suhu di dalam rumah sekitar 18-20°C dengan kelembapan relatif 50-60 persen. Maka dari itu, penting untuk memiliki ventilasi yang cukup di dalam rumah atau setidaknya menyalakan kipas angin yang dapat meningkatkan aliran udara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Pilih Material Atap, Sesuaikan dengan Iklim



    Jakarta

    Atap menjadi komponen penting bagi sebuah bangunan, termasuk rumah. Produk atap juga sudah sangat beragam jenisnya, baik dari segi ukuran, warna hingga bahannya.

    Dengan banyaknya jenis atap yang bisa dipilih, terkadang membuat kamu bingung untuk memilihnya. Nah memilih atap seharusnya tidak hanya dipertimbangkan dari segi estetika tapi juga dari sisi materialnya. Sebab material atap yang dipilih sangat menentukan untuk menghadapi iklim di lokasi rumah.

    Iklim Kering & Dingin

    Melansir Roof Crafters, Selasa (5/11/2024), pada daerah yang beriklim kering dan dingin seperti halnya daerah pegunungan, kamu harus menyiapkan material atap yang bisa menahan fluktuasi dari suhu ekstrem. Sirap aspal adalah pilihan yang tepat dan populer karena menawarkan pelindung yang baik serta relatif terjangkau.


    Atap logam juga cocok, khususnya logam yang menggunakan sambungan tegak, karena tahan lama dalam suhu dingin.

    Iklim Basah & Dingin

    Daerah yang beriklim basah dan dingin seperti wilayah yang curah hujannya tinggi, biasanya memerlukan material yang sangat kedap air serta bisa menyerap air dengan baik. Atap batu tulis adalah pilihan yang tepat karena sangat tahan lama, kedap air, serta dapat menyerap dan menahan debit air yang besar.

    Iklim Basah & Panas

    Pada daerah yang beriklim basah dan panas seperti di daerah tropis, di mana curah hujan sangat tinggi serta kelembapan seringkali terjadi, kamu membutuhkan bahan atap yang sangat tahan terhadap air dan kelembapan.

    Atap logam yang dilapisi dengan baja atau aluminium merupakan pilihan terbaik karena tidak gampang terkena korosi. Selain itu pula, genteng beton juga bisa menjadi opsi lainnya karena tahan lama dan mampus menahan panas dan kelembapan dengan baik.

    Iklim Kering & Panas

    Pada daerah yang memiliki iklim kering dan dingin sangat diperlukan material yang dapat menahan sinar matahari serta panas yang terik tanpa harus menyerap banyak. Atap logam kembali menjadi pilihan terbaik karena mampu memantulkan sinar matahari dengan baik, sehingga rumah tetap terasa sejuk.

    Genteng dari tanah juga ideal karena memiliki ketahanan termal yang alami serta bisa menahan suhu yang tinggi tanpa harus merusaknya.

    Iklim Sedang

    Di daerah yang beriklim sedang dan dengan curah hujan sedang serta suhu yang sedang, kamu memiliki fleksibilitas dalam pemilihan bahan untuk atap. Sirap aspal adalah pilihan yang populer serta menghemat biaya, dan menawarkan berbagai macam pilihan warna.

    Atap logam dan genteng tanah liat serta genteng beton juga pilihan yang tepat, menawarkan daya tahan serta estetika dan memberikan perlindungan yang baik.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Kamar Mandi Tanpa Ventilasi? Ini Tipsnya Biar Nggak Pengap



    Jakarta

    Saat mendesain kamar mandi, faktor terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah pencahayaan dan ventilasi. Namun, tidak semua kamar mandi memiliki jendela sehingga tidak ada udara yang masuk ke kamar mandi.

    Kamar mandi tanpa jendela memiliki banyak tantangan yang harus diperhatikan oleh pemilik rumah. Dengan aliran udara yang sedikit, bau kamar mandi menjadi tidak sedap sehingga menghasilkan suasana yang tidak menyenangkan.

    Melansir homify, berikut beberapa tips menjaga kamar mandi tanpa jendela tetap segar dan tidak pengap.


    Pisahkan Ruang Basah dan Kering

    Memisahkan area kamar mandi basah dan kering dapat menjaga tempat tersebut tetap bersih dan bebas jamur. Seperti memisahkan bak mandi dan pancuran dengan area untuk toilet dan wastafel.

    Tingkatkan Pencahayaan

    Kamar mandi tanpa jendela pastinya tidak akan mendapatkan cahaya alami yang masuk. Manfaatkan kurangnya jendela dengan memperhatikan pencahayaan menggunakan cahaya buatan yang lembut namun cerah.

    Jika memungkinkan, gunakan beberapa sumber cahaya. Selain itu, dinding kaca antara kamar mandi dan ruang lain dapat digunakan untuk menambah pantulan cahaya agar lebih terang.

    Perbesar Ruangan dengan Cermin

    Cermin memang tidak terlalu membantu dalam mengatasi bau kamar mandi, namun sangat berguna untuk membuat ruangan terasa lebih luas dari ukuran sebenarnya.

    Jika kamar mandi tidak memiliki jendela terbuka, tambahkan cermin untuk memantulkan cahaya ke seluruh ruangan sekaligus meningkatkan kesan ruangan agar lebih terlihat estetik.

    Tambahkan Tanaman

    Tanaman tidak hanya tampak cantik di suatu ruangan, tetapi juga dapat menyerap kelembapan, sehingga mengurangi kelembapan secara menyeluruh di dalam ruangan. Tanaman seperti pakis, anggrek dan aloe.

    Hal ini membuat ruangan akan terasa lebih nyaman dan tampak indah. Pastikan untuk meletakkan tanaman pot tidak terlalu jauh dari kipas ventilasi toilet agar aroma alami yang segar dapat menyebar dan bersirkulasi sebaik mungkin.

    Pilih Skema Warna yang Terang

    Skema warna cerah memantulkan cahaya dan membantu memberikan kesan terbuka. Jika kamu tidak memiliki jendela pada kamar mandi, skema warna yang cerah akan membuat ruangan tampak luas dan mencegah timbulnya jamur, kotoran, dan lumut.

    Pasang Kipas Ventilasi

    Salah satu masalah terbesar pada kamar mandi tanpa jendela adalah ruangan tersebut mudah terisi kelembapan saat digunakan. Untuk mengatasi hal ini, kipas ventilasi toilet adalah solusi terbaik dan dapat mengubah tingkat kelembapan di dalam ruangan menurun.

    Pastikan kipas ventilasi menyala setiap kali ruangan digunakan. Hal ini akan mencegah terbentuknya jamur dan lumut, sekaligus mengurangi kemungkinan timbulnya bau.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Ampuh Mengusir Kecoak di Kamar Mandi, Gunakan Bahan Ini


    Jakarta

    Kecoak termasuk serangga yang mudah ditemukan di rumah, terutama kamar mandi. Keberadaannya tidak disukai karena mampu mengeluarkan bau apek dan mengganggu.

    Hama kecil berwarna hitam itu juga kerap membuat risi lantaran justru menghampiri, terbang, dan hinggap di tubuh saat coba diusir. Lantas, adakah cara memberantas kecoak di kamar mandi?

    Cara Membasmi Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir The Pest Informer dan Livspace, berikut sederet cara ampuh menumpas kecoak di kamar mandi:


    1. Siram Air Mendidih

    Air mendidih yang disiram ke tempat kecoak bersarang mampu memusnahkan mereka. Gunakan air yang sepanas mungkin agar metode ini berhasil. Sebab air yang disiramkan ke saluran pembuangan akan cepat dingin semakin jauh mengalir.

    Ini bisa dibilang cara termudah memberantas kecoak yang tak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Cara ini pun tidak merusak pipa pembuangan, justru bisa bantu meluruhkan kotoran yang menyumbat.

    2. Semprotkan Air Lemon

    Kalau punya buah lemon di rumah, airnya dapat dimanfaatkan untuk membasmi kecoak. Caranya dengan mencampur perasan lemon dengan air ke dalam botol semprot lalu semprotkan ke sekitar rumah yang kerap muncul kecoak. Serangga itu akan menjauh jika mencium aroma lemon.

    3. Letakkan Bawang Putih

    Bau bawang putih yang menyengat tidak disukai kecoak. Agar aromanya semakin keluar, bawang putih dapat digeprek lalu disebarkan di area kamar mandi yang sering didatangi serangga hitam kecil tersebut.

    4. Campurkan Baking Soda dan Cuka

    Campuran soda kue dan cuka dapat menumpaskan kecoak sekaligus merontokkan kotoran yang menyumbat saluran pembuangan.Cara ini tidak merusak pipa maupun meracuni pasokan air serta aman saat tersentuh manusia.

    5. Semprotkan Rebusan Daun Salam

    Daun salam kerap dijadikan bumbu masakan sehingga mudah ditemukan di rumah maupun tukang sayur terdekat. Bahkan tak jarang yang memiliki pohon salam tumbuh di pekarangan rumahnya.

    Bumbu dapur ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengusir kecoak dengan cara merebusnya. Beberapa daun salam dapat direbus dengan air dan air rebusannya dapat disemprotkan ke sudut-sudut serangga itu muncul.

    6. Semprotkan Cairan Pewangi

    Kalau punya pewangi pakaian di rumah, campurkan dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan tiap kali melihat kecoak, tepat pada tubuhnya. Tak lama serangga itu akan tergeletak tidak berdaya.

    7. Semprotkan Campuran Peppermint Oil

    Minyak atsiri seperti peppermint oil umum digunakan sebagai aromaterapi hingga perawatan kulit. Jika memiliki minyak ini di rumah, manfaatkan untuk mengusir kecoak di kamar mandi.

    Caranya dengan mencampur peppermint oil dan air garam lalu semprotkan ke area yang sering dihinggapi kecoak.

    8. Taburkan Bubuk Asam Borat

    Asam borat kerap digunakan untuk memberantas kecoak di rumah. Jika memilikinya, taburkan sedikit bubuk ini di sudut-sudut yang kerap didatangi serangga tersebut dan biarkan di sana. Kecoak akan mati ketika bersentuhan dengannya.

    Penting diperhatikan, asam borat termasuk bubuk beracun sehingga penggunaannya harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Efektivitasnya juga menurun setelah basah terkena air.

    Penyebab Muncul Kecoak di Kamar Mandi

    Kecoak membutuhkan air serta lingkungan lembap untuk keberlangsungan hidupnya, dan kamar mandi adalah tempat keduanya ditemukan. Oleh karenanya serangga kecil itu mudah muncul di kamar mandi.

    Kamar mandi kerap kali gelap sehingga jadi lokasi favorit kecoak untuk berkembang biak. Di dalamnya juga terdapat buih sabun, sisa pasta gigi, hingga rontokan rambut yang bisa jadi sumber makanan hama tersebut.

    Belum lagi kamar mandi yang memiliki celah atau retakan pada lantainya merupakan tempat yang sempurna bagi kecoak untuk bersarang.

    Cara Mencegah Kecoak Kembali ke Kamar Mandi

    Mengutip Terminix, berikut cara mencegah kecoak kembali ke kamar mandi:

    • Rutin bersihkan kamar mandi dan usahakan agar selalu kering.
    • Rapikan peralatan mandi dan buang barang yang tidak digunakan serta sampah yang menumpuk.
    • Jangan simpan handuk dan baju kotor di kamar mandi.
    • Perbaiki keran dan pipa pembuangan yang bocor agar tidak menimbulkan kelembapan lebih.
    • Tutup rapat celah pada jendela, pintu, dinding, maupun saluran pembuangan yang memungkinkan menjadi jalur masuk kecoak.
    • Perbaiki lantai kamar mandi yang retak agar tidak menjadi sarang kecoak.
    • Semprotkan wewangian yang tidak disukai kecoak seperti perasan lemon atau peppermint oil.

    Kecoak mungkin tidak langsung musnah jika hanya sekali mencoba cara-cara di atas. Disarankan melakukan metode di atas secara berulang dan terjadwal serta merenovasi bagian rumah yang berisiko menjadi sarang kecoak.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Simple Bersihkan Kasur agar Selalu Wangi dan Nyaman Digunakan


    Jakarta

    Semua benda perlu dirawat dengan baik agar tetap nyaman digunakan dan tahan lama. Begitu juga dengan kasur, tempat kamu beristirahat.

    Hal terpenting saat merawat kasur adalah membersihkannya secara teratur sehingga tidak muncul tungau, jamur, dan bau apek. Kasur yang kotor mudah sekali berbau dan muncul noda yang sulit dibersihkan.

    Bagi kamu yang belum mengetahui cara membersihkan kasur yang benar, dilansir Tom’s Guide, berikut caranya.


    1. Hindari Memakai Bahan Kimia Keras

    Saat membersihkan kasur atau seprai hindari menggunakan cairan pembersih kimia keras. Cairan tersebut bukan membersihkan melainkan berisiko menimbulkan masalah baru.

    Pertama, cairan pembersih yang keras dapat merusak serat dan bahan kasur. Permukaannya pun tidak akan rapi seperti pertama kali kamu beli. Kedua, cairan kimia keras dapat membuat iritasi kulit dan masalah pernapasan karena residu yang tertinggal di permukaannya.

    2. Jangan Biarkan Kasur Basah

    Pastikan kasur selalu dalam keadaan kering. Apabila kasur terkena tumpahan minuman atau kuah makanan, kamu harus langsung membersihkannya. Kasur yang lembap akan menjadi masalah serius karena jamur mudah muncul di permukaannya. Selain itu, kasur yang basah dapat merusak bagian dalam kasur karena ada beberapa kasur yang kerangkanya terbuat dari kayu atau menimbulkan karat pada kerangka besi.

    3. Tidak Memakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur berbeda dengan seprai. Pelindung ini letaknya di bawah seprai. Fungsinya untuk menjaga tempat tidur tetap bersih dan mencegah terkena tumpahan, noda, tungau, dan keringat. Pelindung ini juga bisa membuat permukaan tempat tidur kamu bertahan lebih lama.

    4. Bersihkan Debu Secara Teratur

    Debu, rambut, dan bulu hewan peliharaan merupakan beberapa kotoran yang harus dibersihkan dari kasur. Apabila dibiarkan debu dapat terhirup saat kamu berbaring dan kasur akan menjadi tempat kesukaan tungau.

    Cara membersihkannya juga mudah, bisa menggunakan sapu lidi, vacuum cleaner, atau dijemur di luar jika memungkinkan.

    5. Sesekali Ubah Posisi Kasur

    Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa memutar posisi kasur itu penting. Bukan karena agar tidak mudah bosan melainkan agar posisi penahan beban di kasur merata, tidak hanya di pinggir atau di tengah saja. Kamu juga bisa mengubah posisi kepala.

    Apabila posisi kasur tidak berubah maka ada satu bagian yang mudah cekung karena terus menerus mendapat beban. Secara umum, kamu harus memutar kasur setiap tiga hingga enam bulan untuk menjaga permukaannya tetap segar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com