Tag: bau

  • Kamar Sering Tercium Bau Tak Sedap? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya!


    Jakarta

    Pernah nggak kamu merasa kamar kamu bau apek, bau keringat, atau terasa pengap? Biasanya kondisi kamar seperti ini karena sirkulasi udara yang kurang sehingga bau dan panas terperangkap di dalam.

    Kondisi seperti tadi membuat suasana kamar tidak nyaman. Tanpa kamu sadari kondisi kamar yang bau dan pengap ini juga mempengaruhi kualitas tidur dan kondisi kesehatan kamu.

    Untuk mengatasinya, kamu perlu mencari tahu apa penyebab kamar kamu sering tercium bau tak sedap karena kurangnya sirkulasi udara bukan satu-satunya alasan. Dilansir Love to Know, berikut beberapa penyebab kamar tidur berbau tak sedap.


    1. Noda dan Bekas Tumpahan

    Membawa makanan ke dalam kamar terutama hingga ke kasur memang harus hati-hati. Selama kamu tidak membuat kotor area kamar, sebenarnya kamar kamu tidak akan begitu berbau.

    Beda halnya, jika kamu tidak hati-hati, makanan mudah tumpah hingga meninggalkan noda, bau, dan rasa. Cara mengatasinya tidak lain adalah membersihkan noda tersebut. Apabila tidak bisa diusap dengan kain, maka kamu harus menggantinya dengan yang baru. Bersihkan juga area karpet dan furniture kamar tidur secara rutin.

    2. Debu

    Debu adalah pemicu utama bau tak sedap muncul di rumah. Seberapa keras kamu membersihkannya, debu pasti muncul lagi. Maka dari itu, setidaknya sehari sekali kamu perlu membersihkan kamar agar tidak muncul bau tak sedap.

    Kamu bisa gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan debu terlebih dahulu. Jangan lupa untuk buka jendela dan biarkan udara segar masuk.

    3. Ventilasi Udara yang Kotor

    Jika di kamar kamu memiliki ventilasi, kamu perlu mengecek area ini. Letaknya yang berada di atas terkadang luput saat kamu bersih-bersih. Ventilasi udara yang kotor dapat menimbulkan banyak masalah, seperti bau tidak sedap. Bersihkan saluran udara secara rutin untuk mendapatkan kualitas udara yang segar.

    4. Jamur atau Lumut

    Apabila kamar tidur jarang dibersihkan, biasanya jamur mudah sekali muncul dan berkembang di sana. Pertumbuhan jamur biasanya menimbulkan bau. Bahkan kemunculan jamur seperti di plafon juga berbahaya bagi kesehatan. Selain karena kamar yang jarang dibersihkan, udara yang lembap juga mempercepat pertumbuhan lumut dan jamur di rumah.

    5. Tanaman Hias

    Sebenarnya tanaman memiliki banyak manfaat. Tetapi jika kamu salah memiliki jenis tanaman, justru jadi boomerang bagi kamu. Tanaman tersebut bukannya memberikan manfaat, justru membuat kamar jadi bau. Biasanya ini karena kamu salah merawatnya sehingga tanaman jadi busuk dan berbau.

    6. Filter Pendingin Udara Tersumbat

    Jika kamu memakai pendingin udara atau AC, coba cek apakah kondisi filter pendinginnya kotor atau tidak. Filter pendingin yang kotor ternyata bisa menimbulkan bau tak sedap di kamar karena penumpukan debu.

    7. Pakaian dan Perlengkapan Tidur Kotor

    Pemicu lainnya kamar jadi sering berbau adalah banyak pakaian kotor yang tidak disimpan di tempat khusus, justru diletakkan sembarangan di dalam kamar. Bau keringat, polusi, atau pasir yang menempel di baju tercium di seluruh kamar. Biasakan untuk meletakkan baju kotor di tempat yang benar bukan diletakkan di kamar begitu saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Trik Mencegah Kamar Mandi Lembap Meski Tak Pasang Ventilasi Udara


    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan paling lembap di rumah. Saat mendesain kamar mandi, hal paling penting yang harus ada di sana adalah ventilasi udara.

    Kelembapan yang terkepung di dalam membuat kamar mandi licin karena lantai dan dinding yang basah tidak pernah kering. Setelah itu, lumut dan jamur akan mudah tumbuh di sudut-sudut kamar mandi.

    Bukan hanya licin, kamar mandi akan mudah tercium bau tak sedap karena aktivitas jamur tadi. Muncul pula binatang-binatang seperti cacing, kecoak, atau kelabang yang pasti membuat kamu tidak nyaman.


    Jika ternyata kamar mandi di rumah kamu benar-benar tidak dapat dibuat ventilasi karena posisinya yang diapit atau kesalahan desain, kamu bisa mengakalinya dengan cara lain. Dilansir Homify, berikut beberapa tips menjaga kamar mandi tanpa jendela tetap segar dan tidak pengap.

    1. Pasang Kipas Ventilasi

    Saat ini sudah tersedia kipas ventilasi yang dapat membantu mengeringkan kamar mandi. Bahkan penggunaanya bisa otomatis, misalnya setiap kamu menyalakan lampu atau membuka pintu, kipas ventilasi tersebut akan menyala. Biasanya kipas ini dipasang di atap atau dinding kamar mandi.

    2. Pisahkan Area Basah dan Kering

    Saat ini desain kamar mandi dengan area basah dan kering semakin banyak digunakan. Maksud dari area basah dan kering adalah area basah digunakan sebagai tempat shower atau bak mandi dan area kering adalah tempat wastafel dan mengeringkan diri. Dengan pemisahan dua tempat ini, tidak semua area kamar mandi yang basah dan lembap. Proses pengeringannya pun jadi lebih cepat dan mudah dibersihkan.

    3. Tingkatkan Pencahayaan

    Pencahayaan di kamar mandi berperan penting untuk mengurangi kelembapan di kamar mandi. Sebenarnya lebih ampuh jika pencahayaan tersebut dari sinar matahari, tetapi cahaya dari lampu di kamar mandi juga cukup. Selain itu, lampu yang terang juga membantu memperjelas jarak pandang.

    4. Pasang Cermin

    Menggunakan cermin di kamar mandi bisa membuat ruangan jauh lebih terang. Ruangan dengan pencahayaan yang terang lebih baik daripada ruang yang gelap karena jamur lebih mudah tumbuh di ruang yang gelap. Selain itu, adanya cermin juga membantu membuat ruangan terasa lebih luas dari ukuran sebenarnya.

    5. Tambahkan Tanaman

    Banyak tanaman yang bisa menyerap kelembapan. Selain itu, tanaman juga memberikan pasokan oksigen yang baik. Keberadaan tanaman juga bisa menjadi hiasan yang menarik dan murah.

    Kamu tidak perlu khawatir bagaimana cara merawat tanaman di dalam ruangan karena sudah banyak jenis tanaman yang tidak membutuhkan tanah dan tidak perlu sering menerima cahaya matahari. Sebagai contoh tanaman sirih gading, pakis, anggrek, dan aloe.

    6. Pilih Skema Warna yang Terang

    Faktor terakhir dan tidak kalah penting adalah pakai warna-warna yang netral dan terang di kamar mandi. Skema warna yang cerah dapat memantulkan cahaya dan membantu memberikan kesan terbuka. Hal ini juga membantu mencegah timbulnya jamur, kotoran, dan lumut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 4 Tanda Pertumbuhan Jamur di Rumah Sebelum Terlambat!



    Jakarta

    Musim hujan membuat kondisi rumah menjadi lebih lembab. Nah udara yang lembab di dalam ruangan bisa memicu pertumbuhan jamur pada bangunan.

    Jika jamur sudah tumbuh pada bangunan seperti dinding rumah, bisa memicu hal buruk bagi struktur dan tampilan rumah. Tak hanya itu, jamur pada dinding rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

    Nah untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah salah satunya dengan mengetahui tanda pertumbuhannya. Cara mengetahuinya cukup mudah, tidak membutuhkan alat canggih atau bantuan profesional.


    Melansir dari Homes and Gardens, berikut beberapa tanda adanya pertumbuhan jamur pada bangunan

    1. Adanya Perubahan Warna pada Bagian Bangunan

    Kamu bisa mengetahui keberadaan jamur dari kondisi fisik bangunan yakni dari perubahan warna. Sebagai contoh perubahan warna cat pada dinding, plafon, lantai, dan bagian lainnya. Perubahan warna ini juga diikuti dengan munculnya noda hitam, hijau, merah muda, hingga putih.

    Jika kamu melihat hal ini, kamu harus segera membasminya karena jamur dapat menyebar dan berlipat ganda dalam 24 jam. Cara membasminya dengan mencampurkan larutan pemutih dengan air putih secukupnya kemudian disemprotkan ke area yang berjamur.

    2. Tercium Bau Lembap

    Bau lembap itu seperti bau apek. Bau ini sebagai pertanda jamur tengah berkembang di media yang lembap. Bau ini bisa tercium jelas pada saat kamu menghidupkan kipas angina tau AC. Maka dari itu, penting di rumah memiliki ventilasi.

    3. Cat dan Wallpaper Mengelupas

    Kemudian, jika kamu melihat cat dinding atau wallpaper di rumah mengelupas, kemungkinan penyebabnya adalah jamur. Kemudian jika kamu menyentuh cat dinding terasa lembut dan kenyal itu menandakan ada kelembaban yang terperangkap di bawahnya.

    Untuk memperbaikinya, bukan dengan mengecat ulang, tetapi membasmi dulu jamur tersebut. Dengan begitu permasalahan jamur tidak akan terulang lagi.

    4. Mengalami Alergi

    Seperti yang disebut di awal, jamur tidak hanya merusak struktur dan tampilan rumah, melainkan menyebabkan penyakit bagi penghuninya. Jamur dapat menyebabkan batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.

    Cara untuk membersihkannya adalah dengan membersihkan rumah secara teratur atau menggunakan cuka yang disemprotkan ke area pertumbuhan jamur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Usir Katak dari Teras Rumah, Coba 7 Trik Ini!



    Jakarta

    Katak sering kali ditemukan di teras atau halaman rumah. Biasanya hewan ini bisa ditemukan di dekat lampu teras. Alasannya karena lampu di teras menarik berbagai serangga yang menjadi makanan katak pohon.

    Katak-katak ini, seperti katak pohon Pasifik, biasanya hidup di daerah basah, semak-semak, atau tempat yang jauh dari air, namun mereka tertarik ke lokasi yang banyak serangga.

    Menurut Departemen Perikanan dan Satwa Liar Oregon, katak pohon dewasa aktif pada malam hari dan bisa ditemukan jauh dari perairan. Mereka biasanya mencari tempat teduh atau bersembunyi di balik batu atau kayu pada siang hari. Sayangnya, katak-katak ini sering meninggalkan kotoran, yang bisa mengganggu aktivitas penghuni rumah yang ingin menggunakan pintu depan.


    Berikut adalah 7 tips dan trik bahan untuk mengusir katak dari rumah berdasarkan informasi dari jurnal Oregon State University:

    1. Matikan Lampu Teras

    Lampu teras yang menyala dapat menarik serangga yang menjadi sumber makanan bagi katak pohon. Solusi termudah adalah dengan mematikan lampu teras pada malam hari, atau menggantinya dengan lampu yang hanya menyala ketika ada gerakan.

    2. Gunakan Lampu Gerak (Motion-Activated Lights)

    Gantilah lampu teras dengan lampu gerak yang hanya menyala ketika ada orang atau hewan yang mendekat. Ini akan mengurangi daya tarik bagi serangga yang datang ke teras, yang pada gilirannya akan mengurangi kedatangan katak pohon.

    3. Penghalang Fisik (Physical Barriers)

    Pasang penghalang fisik seperti pagar kecil atau jaring di sekitar teras atau area yang sering dilewati katak. Penghalang ini akan membantu mencegah katak mendekat ke pintu depan rumah.

    4. Gunakan Minyak Esensial

    Bau dari minyak esensial seperti minyak citronella, peppermint, atau lavender bisa membantu mengusir katak. Cobalah menyemprotkan campuran minyak tersebut dengan air di sekitar area teras atau halaman untuk menciptakan aroma yang tidak disukai oleh katak.

    5. Menjaga Kebersihan Area Teras

    Katak sering datang karena keberadaan serangga yang mudah ditemukan di area teras yang kotor. Pastikan teras atau halaman rumah tetap bersih dan bebas dari serangga atau sampah yang bisa menarik katak.

    6. Ampas Kopi

    Kamu bisa menggunakan ampas kopi atau mendaur ulang ampas kopi bekas anda. Taburkan ampas kopi ini ke lahan yang sering didatangi katak.

    7. Tanam Tanaman Pengusir Katak

    Beberapa jenis tanaman, seperti lavender atau marigold, memiliki aroma yang tidak disukai oleh katak. Tanam tanaman ini di sekitar teras atau halaman rumah untuk membantu mengusir katak dengan cara alami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Mudah Hilangkan Bau Kucing di Rumah, Gampang!


    Jakarta

    Saat memelihara kucing berarti pemilik rumah sudah siap dengan bau dari hewan tersebut. Bau kucing ini mungkin untuk sebagian orang terutama pemilik rumah tidak mengganggu, tetapi bagaimana dengan tamu yang tidak terbiasa dengan itu?

    Bau kucing yang tercium di rumah biasanya berasal dari kotoran kucing. Sebab, di dalam kotoran tersebut mengandung konsentrasi urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik. Campuran konsentrasi tersebut memicu bau yang kuat dan busuk.

    Bau ini tetap dapat tercium ke seantero rumah meskipun sudah tersedia pasir khusus. Hal ini biasanya dikarenakan pasir tersebut jarang diganti dan dibersihkan sehingga baunya tetap tercium. Selain dari kotoran kucing, bulu dan muntahan kucing juga bisa menjadi sumber bau busuk tercium.


    Oleh karena itu, agar rumah tetap segar dan bebas dari bau kucing, pemilik rumah harus tau cara menghilangkan bau tersebut. Dilansir The Spruce, berikut cara menghilangkan bau kucing dari rumah.

    1. Bersihkan Kotak Pasir

    Biasanya pemilik rumah yang telah menyediakan kotak pasir untuk anabul buang air atau buang kotoran. Dengan begitu, pemilik rumah lebih mudah membersihkan kotoran karena berada di satu tempat.

    Kotak pasir tersebut harus diganti secara rutin karena tidak mungkin pasir tersebut bersih dengan sendirinya. Biasanya jangka waktu membersihkannya tergantung pada jumlah anabul yang dimiliki dan berapa banyak pasir yang digunakan.

    Jika pemilik rumah tak sempat dan suka lupa, saat ini sudah ada kotak pasir modern yang bisa mengganti pasir kotor secara otomatis. Setiap pagi, pemilik rumah hanya perlu membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

    2. Rawat Kucing dan Pastikan Selalu Bersih

    Hal yang paling penting untuk mencegah bau muncul adalah kamu harus rajin dan telaten mengurus kucing. Pastikan makanan yang mereka konsumsi aman untuk pencernaan, rawat bulu kucing agar tetap wangi dan tidak mudah rontok, dan bawa periksa kesehatan sesering mungkin, terutama ketika mereka susah makan dan mengalami gangguan pencernaan.

    3. Rajin Bersihkan Rumah

    Debu merupakan salah satu kotoran yang bisa jadi sumber bau di rumah. Apalagi jika ditambah dengan bulu-bulu kucing yang berjatuhan. Oleh karena itu, pastikan setiap hari membersihkan rumah terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

    4. Bersihkan Pakai Cuka

    Jika sudah sering membersihkan tetapi baunya tidak kunjung hilang. Coba tambahkan cuka ke dalam air, kemudian semprotkan pada noda di kotak pasir, atau noda kotoran kucing di bagian rumah lain.

    Setelah disemprotkan diamkan selama 15-30 menit, dan basuh dengan kain bersih. Semprotkan berulang sampai noda benar-benar hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tiba-tiba Ada Bau Terbakar di Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Bau terbakar tiba-tiba tercium di rumah, pasti yang terlintas di pikiran kita adalah apa yang terbakar? Lalu, kita mencari sumber baunya. Biasanya sumbernya tidak ketahuan jelas, jauh dari barang elektronik atau area listrik di rumah.

    Hal seperti ini yang membuat penghuni rumah khawatir karena takut tiba-tiba ada api yang muncul dan membakar barang di rumah. Penghuni rumah pasti ingin segera mengatasi sumber bau tersebut.

    Lantas, di mana sumber bau tersebut?


    Penyebab Ada Bau Plastik Terbakar di Rumah

    Dilansir The Spruce bau terbakar bisa jadi memang berasal dari barang di rumah yang benar-benar terbakar. Biasanya yang berbahan plastik. Misalnya dari area dapur saat kompor dinyalakan atau dari barang elektronik di kamar seperti catokan, setrika, atau kipas angin.

    Apabila tidak diketahui asalnya, bisa juga bau terbakar tersebut berasal dari kabel listrik yang rusak. Namun, memang lebih sulit mengetahui kabel bagian mana yang terbakar. Biasanya kabel tersebut terbakar karena menerima panas berlebih sehingga ada komponen yang terbakar.

    Penyebab lainnya bisa dikarenakan penggunaan stopkontak yang terlalu banyak, seperti penggunaan untuk 4 perangkat elektronik atau lebih.

    Cara Menghilangkan Bau Plastik Terbakar

    Jika kamu mengalami hal tersebut, hal yang harus kamu lakukan adalah menemukan sumber bau tersebut agar kamu bisa melihat kondisi barang yang terbakar tersebut. Kemudian singkirkan benda tersebut dan buka semua jendela agar sirkulasi udara lancar atau menyalakan kipas angin. Kamu juga bisa menghilangkan bau tersebut dengan menaruh mangkuk berisi cuka putih pada ruangan yang bau plastik terbakar.

    Apabila sumber bau plastik terbakar berasal dari sistem kelistrikan, segera matikan atau cabut semua peralatan yang ada di rumah. Hubungi PLN atau teknisi kelistrikan untuk dilakukan pengecekan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Bau Apak di Rumah Pakai Baking Soda, Mudah!


    Jakarta

    Ruangan yang bau apak tentu bisa mengganggu kenyamanan penghuninya. Namun jangan khawatir, karena hal itu bisa diatasi dengan menggunakan bahan yang ada di rumah yaitu baking soda.

    Baking soda merupakan natrium bikarbonat berbentuk bubuk putih yang biasanya digunakan sebagai pengembang kue ketika dimasak. Selain bahan masakan, ternyata baking soda efektif untuk menyerap bau di ruangan rumah. Sebab, baking soda dapat menetralkan asam dan bau tak sedap.

    Dilansir dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, berikut ini cara memanfaatkan baking soda untuk menghilangkan bau apak di rumah.


    Di Toilet

    Taburkan 1-2 sendok makan baking soda ke dalam wadah atau vas bunga imitasi dan letakkan di samping atau belakang toilet untuk menyerap bau dari toilet.

    Di Dapur-Kamar Tidur

    Letakkan baking soda ke kotak atau wadah terbuka dan simpan di dapur, kamar yang kurang sirkulasi, kulkas, dan area yang biasanya suka berbau.

    Kandang Hewan Peliharaan

    Caranya taburkan 1 sendok makan baking soda di dasar kandang, lalu tutupi dengan serutan kayu, pasir, atau tanah. Jika punya hewan yang agak besar, bisa simpan baking soda di wadah dan letakkan dekat kandang tetapi di bagian luarnya.

    Pada Sepatu

    Menghilangkan bau sepatu bisa dengan menaruh 3-5 sendok makan baking soda ke dalam tisu atau kertas, ikat, lalu masukkan ke dalam sepatu dan biarkan selama beberapa jam.

    Pada Buku Tua

    Buku tua yang baunya tidak enak juga bisa dimasukkan ke dalam plastik yang sudah diisi baking soda kemudian biarkan selama beberapa jam. Cara ini sudah dilakukan para pemilik toko buku bekas untuk mengurangi bau buku tua.

    Itulah beberapa cara memanfaatkan baking soda untuk menghilangkan bau tak sedap di rumah. Coba sekarang!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah


    Jakarta

    Banyak orang yang memilih untuk menjemur pakaian di luar ruangan, dibandingkan menggunakan mesin cuci yang bisa mengeringkan pakaian. Beberapa di antaranya menjemur pakaian di depan rumah.

    Namun, cara ini sebenarnya memiliki beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan. Apa saja alasan sebaiknya tidak menjemur pakaian di depan rumah?

    4 Alasan Sebaiknya Tidak Menjemur Baju di Depan Rumah

    Beberapa alasan sebaiknya tidak menjemur baju di depan rumah. Mengutip laman The Spruce, berikut penjelasannya.


    1. Rentan Terkena Polusi dan Bau Tak Sedap

    Saat dijemur depan rumah, pakaian bisa menyerap bau dari polusi kendaraan yang lewat. Sama halnya jika rumah berdekatan dengan peternakan hewan atau pabrik. Aroma khas dari kedua tempat tersebut bisa menempel di pakaian yang bersih.

    2. Adanya Serangga dan Hewan Lainnya

    Menjemur baju di depan rumah juga memungkinkan dihinggapi serangga hingga kotoran hewan seperti burung yang sulit dihilangkan. Jika hal ini terjadi, kamu perlu mencuci ulang baju yang sudah kering.

    Jadi, penting untuk berhati-hati saat menggantungkan pakaian di luar ruangan.
    Pakaian dengan benang yang menggantung seperti sweater rajut juga bisa menarik perhatian burung yang melihatnya.

    3. Kondisi Cuaca Buruk

    Pakaian akan mengandalkan cuaca yang cerah agar bisa kering secara efektif. Angin yang kencang juga bisa menerbangkan kotoran dan debu yang menempel di pakaian.

    Sementara, jika ada hujan deras, pakaian tidak akan kering. Apalagi jika hal tersebut terjadi saat tidak ada orang di rumah. Pakaian bisa benar-benar basah karena tak sempat diangkat.

    4. Merusak Estetika

    Tali jemuran bisa dianggap menurunkan nilai estetika rumah. Bahkan, di luar negeri beberapa asosiasi pemilik rumah melarang menjemur pakaian di depan rumah. Sebab, adanya jemuran tersebut dianggap menurunkan nilai properti.

    Meski demikian, dibandingkan dengan hanya mengandalkan pengering mesin cuci, menjemur pakaian di bawah sinar matahari, seperti di depan rumah memiliki beberapa kelebihan. Mulai dari mencerahkan pakaian putih, menjaga ukuran pakaian tanpa membuatnya menyusut, hingga menghemat listrik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



    Jakarta

    Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

    Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

    1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

    Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Pakai Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Taruh Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Hilangkan Bau Apek di Rumah Usai Ditinggal Mudik


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan berhari-hari karena perjalanan jauh seperti mudik Lebaran biasanya berisiko muncul bau tak sedap saat pintu rumah kembali dibuka. Baunya seperti bau apek karena rumah lama tidak dibuka atau karena minimnya sirkulasi udara.

    Bau apek tidak bisa dianggap sepele. Bau ini dapat berpengaruh pada kesehatan penghuni rumah karena bau tersebut berasal dari pertumbuhan jamur di tempat yang lembap. Jamur yang tengah aktif tersebut dapat melepaskan spora dan senyawa organik volatil (VOC) ke udara.

    Menghirup zat-zat ini dapat berpengaruh pada sistem pernapasan seperti muncul gejala seperti batuk, bersin, mengi, dan bahkan memperburuk asma atau alergi.


    Oleh karena itu, setelah pulang mudik, dilansir Cleanpedia, sehabis membuka pintu langsung lakukan hal-hal ini untuk menghilangkan bau apek dari rumah.

    1. Cari Sumber Bau

    Saat kamu mencium bau apek setelah membuka pintu. Coba telusuri seluruh bagian rumah untuk mengetahui sumber bau berasal. Biasanya jamu menyukai tempat lembap seperti kamar mandi, wastafel, area perpipaan, atau keran.

    Untuk lebih akurat, kamu juga bisa mendatangkan ahli yang lebih memahami teknik membersihkan jamur di rumah.

    2. Buka Semua Ventilasi

    Agar spora dari jamur tidak banyak terhirup, lekas buka jendela, pintu, dan ventilasi lainnya di rumah. Biarkan udara segar masuk.

    Buka juga semua gorden dan tirai, untuk membiarkan cahaya matahari masuk! Jangan lupa untuk membuka ruang tertutup seperti lemari, kabinet, dan lemari pakaian untuk menghindari pertumbuhan jamur.

    3. Nyalakan Kipas Angin dan Dehumidifier

    Untuk mempercepat udara segar masuk ke dalam rumah dan mendorong udara panas, coba menyalakan kipas. Sementara untuk mengurangi udara lembap di rumah bisa menggunakan alat dehumidifier.

    4. Bersihkan Rumah

    Rumah yang ditinggal selama beberapa hari pasti berdebu meskipun ruangan dalam keadaan tertutup. Tumpukan debu juga bisa menjadi sarang berkembangbiak jamur. Bersihkan rumah dengan menggunakan sapu, penyedot debu, atau dilap.

    5. Letakkan Lemon

    Aroma lemon dapat membuat rumah terasa lebih segar. Daripada membeli produk instan, coba buat aroma lemon alami dengan cara merebus kulit lemon di panci berisi air. Kemudian, tunggu hingga aroma tercium. Baru setelah itu letakkan jeruk tersebut di beberapa area di rumah.

    6. Soda Kue

    Ada cara instan lain untuk menghilangkan bau apek di rumah yakni dengan sepiring soda kue yang dapat menyerap bau. Untuk area tertutup yang lebih kecil seperti lemari, lemari memakai sepiring kecil soda kue juga sudah cukup. Tunggu salaam 24 jam sampai kelembapan terserap maksimal.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com