Tag: bau

  • Seberapa Sering Harus Mencuci Gorden? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Penggunaan gorden atau tirai di rumah diperlukan untuk menyaring sinar matahari yang masuk serta menjaga privasi penghuni di dalamnya. Sama seperti barang-barang lainnya, gorden juga perlu dicuci karena mudah kotor.

    Pada gorden yang panjang hingga menyentuh lantai lebih rawan kotor karena bisa mengumpulkan debu dari waktu ke waktu. Beberapa material gorden juga rentan kotor.

    Lantas, seberapa sering perlu mencuci gorden?


    Dilansir dari The Spruce, mencuci gorden sangat tergantung dari jenis dan bahannya. Tak hanya itu, penempatan gorden juga bisa menentukan seberapa sering pencucian diperlukan. Contohnya, gorden yang ada di kamar tamu bisa dicuci setahun sekali.

    Idealnya, gorden dicuci setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika di rumah ada hewan peliharaan atau dekat pinggir jalan, sebaiknya gorden dicuci setiap tiga bulan sekali.

    “Khususnya gorden dapur, mungkin perlu dicuci lebih sering-sekitar setiap dua hingga tiga bulan-karena gorden menyerap minyak, partikel makanan, dan bau dari masakan. Seiring waktu, penumpukan itu dapat mengubah warna kain dan menyebabkan bau tak sedap di ruangan,” kata pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, dikutip dari The Spruce, Rabu (9/4/2025).

    Gorden Jenis Apa yang Harus Dicuci?

    Gorden dengan bahan katun, linen, dan poliester bisa dicuci di rumah. Sementara untuk gorden tipis sebaiknya dicuci dengan siklus pencucian yang lembut dan dengan air dingin.

    Di sisi lain, untuk gorden bahan sutra, beludru, campuran wol, maupun yang berbahan tebal sebaiknya dicuci dengan menggunakan jasa profesional. Sebab, gorden dengan bahan tersebut bisa menyusut, kehilangan bentuk, atau rusak jika dicuci di rumah.

    Sekarang sudah tahu ‘kan detikers kalau gorden juga perlu dicuci. Jangan lupa untuk dicuci ya untuk gorden yang ada di rumah!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Tips Membersihkan Dispenser agar Tak Mudah Bau


    Jakarta

    Dispenser merupakan alat yang dirancang untuk mempermudah saat mengambil air minum dari galon. Jadi pengguna tidak perlu mengangkat beban berat dari galon, cukup menekan tombol yang tersedia di dispenser layaknya membuka keran, air akan keluar atas perintah kita.

    Di balik kemudahannya, ada yang perlu pengguna tahu bahwa dispenser ini mudah berdebu, kotor, dan bau. Debu yang menempel di badan dispenser bisa masuk ke dalam dan terminum oleh penggunanya karena jarang dibersihkan. Oleh karena itu, perlu sering dibersihkan luar dan dalam.

    Dikutip dari situs Awesome Water Filters, berikut cara membersihkan dispenser.


    Cara Merawat Dispenser

    1. Cabut Kabel

    Sebelum menurunkan galon dari dispenser, pastikan kabel tidak ada yang tersambung ke listrik. Hal ini untuk menghindari penggunanya tersetrum ketika membersihkan dispenser.

    2. Campurkan Sabun Cuci Piring dan Cuka

    Setelah galon diturunkan, bawa dispenser ke bak cuci piring atau ke halaman rumah. Lalu siapkan larutan pembersihnya. Biasanya sabun cuci piring dan air sudah cukup untuk membersihkan, tetapi apabila ada noda membandel, kamu bisa menambahkan cuka sedikit ke dalam larutan pembersih.

    Pakai spons untuk mengusap seluruh bagian dispenser, lalu bilas. Apabila sudah kering bisa digunakan kembali.

    3. Ganti Filter Air

    Beberapa jenis dispenser memakai filter air yang dapat membunuh bakteri berbahaya pada air. Jika dispenser di rumah memiliki filter, ingat untuk rajin menggantinya. Jangan sampai filter air sudah kotor hingga mempengaruhi rasa dan warna air.

    4. Bersihkan Sistem Pendingin dan Pemanas

    Beberapa dispenser memiliki teknologi yang dapat mengubah air menjadi dingin atau panas. Bagian ini juga perlu dicek secara berkala. Selain untuk menjaga kebersihannya, cara ini juga untuk memastikan tidak ada masalah pada sistem.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Penyebab Ada Walang Sangit di Rumah dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Walang sangit bisa saja ditemukan di rumah. Keberadaannya cukup mengganggu penghuni rumah karena bisa mengeluarkan bau menyengat.

    Melansir dari Reader Digest, bau walang sangit ini merupakan salah satu bentuk pertahanan diri. Bau ini hanya akan dikeluarkan bila walang sangit merasa terancam atau bila mereka tersakiti, seperti tidak sengaja tergencet atau ketindihan.

    Bau tersebut datang dari cairan kimia di dalam tubuh mereka yang terdapat di kelenjar di perut. Beberapa spesies walang sangit bahkan dapat menyemprotkan bahan kimia tersebut hingga beberapa inci.


    Penyebab Walang Sangit Masuk ke Rumah dan Cara Mengatasinya

    1. Banyak Celah di Rumah

    Penyebab yang pertama adalah karena banyaknya akses masuk serangga kecil ke dalam rumah, seperti contohnya celah pada pintu, jendela, dan ventilasi.

    Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambal seluruh celah pada rumah dengan dempul silikon atau lateks silikon yang berkualitas.

    2. Terlalu Banyak Sumber Cahaya

    Sumber cahaya seperti lampu bisa mengundang perhatian walang sangit. Oleh karena itu, sebaiknya kurangi pencahayaan di area luar rumah saat sore dan malam hari.

    3. Banyak Tumpukan Sampah Daun

    Walaupun walang sangit sangat menyukai sisi bangunan yang cerah atau terkena sinar matahari, bukan berarti mereka tidak menyukai tempat yang lembap. Nyatanya, mereka juga suka berkumpul di sampah daun dan sisa makanan di halaman rumah. Maka dari itu, biasakanlah untuk menyapu sampah dedaunan kering yang menumpuk di halaman rumah.

    Kapan Musim Walang Sangit?

    Biasanya walang wangit akan lebih sering beraktivitas saat cuaca sedang hangat. Sebaliknya, saat cuaca sedang dingin, mereka akan bersembunyi di bangunan rumah, dari mulai dari sela tembok, loteng, rak buku, hingga di bawah kasur.

    Menurut vice president Technical and Regulatory Affairs National Pest Management, Jim Fredericks, walang sangit biasanya akan aktif ketika cuaca sedang hangat, mereka akan cenderung muncul pada bagian rumah yang hangat dan terkena sinar matahari.

    “Walang sangit akan muncul di sisi rumah yang terkena sinar matahari, tempat mereka menghangatkan diri,” ujar Fredericks.

    Itu dia beberapa penyebab mengapa walang sangit masuk ke dalam rumah, dan cara untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Handuk Masih Bau Setelah Dicuci? Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Handuk merupakan salah satu jenis kain pengering badan yang biasa digunakan sehabis mandi. Handuk juga harus dicuci walau tidak setiap hari, sebab handuk juga menyimpan kuman dan bakteri. Namun, pernahkah kamu merasa handuk masih bau bahkan setelah dicuci?

    Dilansir dari situs Homes To Love, pada Senin (21/04/2025), bau tersebut diakibatkan oleh adanya endapan detergen pada handuk. Sederhananya, residu sabun menumpuk pada serat handuk dan mencegah penyerapan air sehingga handuk tidak dapat kering dengan maksimal.

    Salah satu solusi agar handuk tidak bau setelah dicuci adalah membersihkannya menggunakan cuka putih dan soda bikarbonat. Selain menghilangkan bau, cuka putih dan soda bikarbonat membuat handuk terasa lembut dan seperti baru.


    Kamu bisa melakukan pembersihan pakai cuka putih dan soda bikarbonat apabila handuk sudah berjumbai atau usang, tidak lagi menyerap, dan masih bau setelah dicuci. Adapun, cara mencucinya adalah sebagai berikut.

    1. Masukkan handuk ke dalam mesin cuci dan secangkir cuka putih sebagai pengganti detergen, lalu cuci dengan air panas.
    2. Saat menekan tombol bilas, tambahkan setengah cangkir soda bikarbonat dan lanjutkan mencuci.
    3. Keluarkan handuk dan keringkan sampai maksimal di jemuran atau mesin pengering.

    Intinya, tuang cuka saat siklus pencucian dan tuang soda bikarbonat saat siklus pembilasan. Biasakan membersihkan handuk pakai cuka putih dan soda bikarbonat setiap pencucian ketiga atau keempat

    Sementara itu, untuk tips lainnya pastikan handuk kering maksimal di ruang terbuka. Kemudian, ikuti aturan pemakaian detergen yang disarankan. Lalu, jangan gunakan pelembut kain komersial karena bahan kimia dari pelembut dapat melapisi handuk sehingga daya serapnya berkurang.

    Itu dia tips mengatasi handuk yang masih bau setelah dicuci. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Diamkan Cucian Basah di Mesin Cuci, Ini Risikonya!



    Jakarta

    Adanya mesin cuci tentu membuat kegiatan mencuci pakaian jadi jauh lebih mudah. Namun karena kemudahan itu, terkadang membuat pemakainya terlalu bersantai hingga lupa menjemur pakaian yang sudah dicuci di mesin.

    Kalaupun tidak lupa, mungkin sering kali pengguna mesin cuci membiarkan pakaian hasil cuci di mesin semalaman dalam keadaan basah. Padahal hal itu harusnya dihindari.

    Melansir dari situs Apartment Therapi, Pemilik perlengkapan linen dari Pioneer Linens, Marisa Murphy mengatakan hindari membiarkan cucian basah lebih dari 8 hingga 12 jam. Sebab hal itu akan membuat cucian menjadi bau.


    “Jika meninggalkan pakaian basah, bau tak sedap dapat muncul, bahkan sebelum dicuci,” kata Murphy.

    Menurutnya jika pakaian sudah basah atau lembap, lebih baik digantung. Pakaian basah yang digantung gunanya agar terkena udara dan membantu mencegah pakaian berjamur. Selain itu, jika memang akan dibiarkan semalaman, buka tutup mesin cuci agar mengurangi risiko kelembapan.

    Namun, ada hal yang juga harus diperhatikan. Jika sudah mencium bau tak sedap pada cucian basah di mesin cuci, maka itu sudah terlalu lama atau lembap. Bau tersebut diakibatkan dari penumpukan kelembapan dan kurangnya aliran udara yang menyebabkan pertumbuhan bau. Maka, kamu perlu mencuci ulang untuk menghindari pakaian semakin bau.

    Ketika mencuci, hindari juga memasukkan pakaian berlebih. Cucian yang menumpuk terlalu banyak dapat membuat mesin cuci penuh sehingga kesulitan berputar, bergerak, dan meresap detergen. Hal ini dapat menimbulkan beberapa cucian akan terasa berbau. Sebaiknya, cuci seprai atau pakaian olahraga secata terpisah untuk mengurangi penumpukkan cucian.

    Selain itu, jika kamu sering membiarkan cucian basah di mesin cuci dalam beberapa jam juga akan merusak mesin cuci itu sendiri. Mesin tidak akan bisa bernapas karena kelembapan yang berlebih dalam jangka waktu yang lama.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Masalah yang Bisa Bikin Mesin Cuci Bau Menyengat


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang tercium dari mesin cuci. Bau tersebut bisa saja menempel pada pakaian yang dicuci di mesin cuci tersebut.

    Biasanya, mesin cuci yang bau terjadi karena ada jamur atau sisa-sisa kotoran yang mungkin menempel pada pakaian. Bisa juga terjadi karena adanya penumpukan detergen di dalam mesin cuci.

    Selain itu, masih ada beberapa penyebab lainnya yang membuat mesin cuci bau tak sedap. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Filter yang Kotor

    Banyak orang yang tidak membersihkan filter mesin cuci. Padahal filter mesin cuci mengakumulasi semua kotoran maupun benda asing seperti koin atau jepitan.

    Kotoran-kotoran itu apabila tidak dibersihkan akan menimbulkan bau tak sedap yang berujung pada penurunan efisiensi mesin cuci.

    2. Detergen yang Terlalu Banyak

    Detergen cucian yang beraroma harum bisa menjadi penyebab di balik mesin cuci berbau busuk. Semakin banyak detergen yang digunakan, semakin banyak busa yang dihasilkan sehingga semakin sulit dibersihkan.

    Sisa sabun kemudian mengendap di bagian-bagian mesin cuci, memberikan jamur dan bakteri lain sumber makanan yang baik saat ia membusuk.

    3. Air yang Terperangkap

    Mendengar suara air berdesir setiap kali memutar tabung mesin cuci, hal ini wajar jika mesin cuci memiliki sedikit air di bawah tabungnya. Secara teknis, larutan air sengaja disegel untuk menjaga keseimbangan saat tabung berputar.

    Masalahnya adalah ketika mendapatkan air terperangkap di dalam drum. Air yang tergenang menyebabkan kadar air meningkat, dan biasanya jamur muncul yang menimbulkan bau apek.

    4. Saluran Tersumbat

    Kotoran dan debu dapat terkumpul di bagian saluran pembuangan mesin cuci. Bakteri akan berkembang biak dan mengeluarkan bau seperti limbah yang dikenal sebagai gas hidrogen sulfida.

    Selain baunya yang menyengat, tanda-tanda saluran air tersumbat cukup terlihat seperti genangan air di dalam tabung, drainase lambat, dan suara gemericik keras. Bisa jadi selang pembuangan tertekuk sehingga perlu diganti atau pipanya perlu dibersihkan.

    Itulah beberapa penyebab mesin cuci bau tak sedap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Nyamuk di Rumah


    Jakarta

    Pada umumnya, nyamuk dapat dibasmi dengan menggunakan semprotan pembasmi serangga. Namun, ada cara alami untuk mengusir nyamuk dari rumah, yakni dengan tanaman hias.

    Memang, penggunaan semprotan pembasmi serangga dapat efektif membunuh nyamuk. Namun sayang, zat-zat yang terkandung di dalam semprotan itu dapat membahayakan manusia jika dihirup dalam jumlah banyak.

    Apabila khawatir dengan risikonya, kamu masih bisa mengusir nyamuk dengan meletakkan tanaman hias di dalam rumah. Jadi, fungsi tanaman hias tak hanya sekadar mempercantik atau menambah kesejukan ruangan saja.


    Salah satu tanaman hias yang ampuh mengusir nyamuk di rumah adalah lavender. Selain itu, masih ada lagi sejumlah tanaman hias lainnya yang dapat mengusir nyamuk. Apa saja? Berikut pembahasannya.

    Tanaman Hias yang Ampuh Mengusir Nyamuk

    Dikutip dari The Spruce dan Garden Design, berikut sejumlah tanaman hias yang ampuh mengusir nyamuk:

    1. Serai

    Tanaman hias yang pertama ada serai. Tumbuhan ini mengandung sitral dan geranial, yakni bahan aktif yang disebut ampuh mengusir nyamuk. Selain itu, aroma serai yang harum ternyata membuat nyamuk ogah untuk mendekat.

    Serai termasuk tanaman yang mudah tumbuh, terutama di tanah yang subur dan terkena sinar matahari.

    2. Rosemary

    Rosemary jadi salah satu tanaman hias yang direkomendasikan untuk mengusir nyamuk. Selain itu, tanaman ini juga dapat mengusir berbagai jenis hama lainnya seperti ngengat.

    Rosemary dapat tumbuh di iklim yang hangat dan kering. Jika ditata di luar rumah, rosemary dapat dipangkas menjadi berbagai bentuk dan ukuran serta bisa menjadi pembatas taman yang bagus.

    3. Basil

    Basil mengeluarkan aroma menyengat yang ternyata ampuh mengusir hama dan nyamuk. Tanaman herbal ini menyukai hidup di wilayah yang lembap, membutuhkan drainase yang baik, dan senang jika terkena sinar matahari.

    4. Lavender

    Tanaman yang satu ini sudah terkenal akan manfaatnya untuk mengusir nyamuk. Meski aromanya semerbak dan bikin menenangkan, tetapi tidak bagi para hama dan nyamuk yang sama sekali tidak menyukai lavender.

    Kandungan minyak esensial pada lavender jadi salah satu sebab nyamuk tidak menyukainya. Bahkan aroma dari lavender dapat menghalangi kemampuan nyamuk dalam mencium bau.

    5. Marigold

    Rekomendasi tanaman hias berikutnya adalah marigold. Bunga dari tanaman ini diyakini dapat mengusir nyamuk dan sejumlah jenis serangga lainnya, seperti kutu daun, thrips, lalat putih, hingga kumbang.

    6. Geranium

    Geranium bisa menjadi pilihan alternatif untuk mengusir nyamuk di rumah. Sebab, tanaman hias ini mengandung zat kimia geraniol dan citronellol yang membuat nyamuk enggan untuk mendekat.

    Ekstrak geranium yang dioleskan ke kulit disebut ampuh melindungi tubuh dari gigitan nyamuk hingga delapan jam.

    7. Mint

    Tanaman min dari berbagai varietas bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk. Meski mudah dirawat, tapi tanaman ini dapat tumbuh menjalar dengan cepat. Jadi, perlu perawatan secara rutin agar tanaman mint tidak menjalar ke area lain.

    8. Catnip

    Catnip merupakan tanaman yang masuk dalam famili mint, tetapi tampilan dan aroma yang dikeluarkan cukup berbeda dari varietas mint pada umumnya. Meski begitu, tanaman ini dinilai ampuh untuk mengusir nyamuk karena mengandung nepetalactone.

    9. Eucalyptus

    Tanaman hias selanjutnya ada eucalyptus yang punya aroma menyengat dan tajam. Wanginya seperti aroma hutan yang khas dengan sedikit ada rasa mint, jeruk, dan madu. Aroma tersebut mungkin dapat menenangkan tubuh, tetapi sangat tidak disukai nyamuk.

    10. Sage

    Sage merupakan tanaman herbal aromatik yang memiliki aroma kuat. Selain digunakan sebagai salah satu obat tradisional, sage juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir nyamuk di rumah.

    Sage bisa diolah sebagai semprotan pembasmi serangga alami. Caranya adalah dengan mengeringkan beberapa lembar daun sage, lalu tambahkan air secukupnya. Setelah itu, masukkan ke dalam botol dan kocok terlebih dahulu sebelum disemprot.

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Semprot, Begini Cara Alami Usir Lalat dengan Timun



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hama di rumah yang kerap mengganggu dan dianggap sebagai hewan yang menjijikan. Lalat bisa terbang di mana saja, termasuk ke dapur lalu hinggap pada makanan si pemilik rumah.

    Mengusir lalat bisa menggunakan produk pembasmi serangga. Namun, produk yang dijual di pasaran tentu saja mengandung bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengganti produk tersebut bisa menggunakan bahan alami.

    Dikutip dari situs Express, salah satu bahan alami yang ampuh usir lalat adalah timun. Hal ini karena lalat tidak suka bau timun. Bahkan, negara-negara panas seperti di Spanyol menggunakan timun untuk membasmi lalat.


    Dikutip dari Ideal Home, menurut Pakar DIY di Saxton Blades, Glen Peskett, aroma timun menghasilkan bau tidak sedap dan pahit yang tidak disukai lalat.

    “Lalat rumah menjauh karena aroma mentimun, terutama yang lebih pahit. Alasan pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa senyawa alami dalam kulit mentimun, seperti cucurbitacin menghasilkan bau yang tidak sedap dan secara naluriah dihindari lalat,” ujar Peskett.

    Lalat secara naluriah lebih menyukai buah atau makanan yang manis sehingga mereka tidak suka aroma yang pahit seperti timun. Selain itu, biasanya lalat akan tertarik ke tempat sampah sebagai tempat bertelur.

    Untuk mengusirnya, dapat dilakukan dengan meletakkan irisan timun di atas tempat sampah. Selain itu, bisa juga menaruh irisan timun di dekat titik masuk rumah seperti pintu dan jendela.

    Namun, risiko dari menyimpan irisan timun di tempat-tempat tersebut adalah timun bisa membusuk. Oleh karena itu, disarankan mengganti irisan timun setiap satu atau dua hari sekali.

    Walau demikian, metode ini tidak bisa membasmi semua lalat, tetapi cukup untuk mengurangi jumlahnya secara signifikan. Oleh karena itu, langkah yang lebih ampuh adalah tetap menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak mudah masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


    Jakarta

    Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

    Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

    Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

    1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

    Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

    Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    2. Spons Sudah Kotor

    Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

    3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

    Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

    4. Noda Membandel

    Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

    Cara Menghilangkan Bau di Piring

    Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

    1. Pakai Air Panas

    Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

    Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

    2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

    Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

    Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

    3. Simpan Piring dengan Benar

    Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

    4. Buang Piring yang Retak

    Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Hilangkan Bau Bangkai Tikus di Rumah



    Jakarta

    Hewan pengerat seperti tikus memang kerap membuat jengkel penghuni rumah. Mereka akan merusak barang-barang dan makanan apa saja yang ada di rumah. Tak hanya itu, tikus dapat menularkan penyakit berbahaya karena tikus merupakan salah satu hewan yang hidup dalam lingkungan kotor.

    Pemilik rumah dapat mendeteksi keberadaan tikus, misalnya ada kotoran, bekas minyak, barang atau sesuatu hasil gigitan, dan adanya lubang-lubang kecil sebagai akses keluar masuk tikus. Biasanya tempat itu berada di bawah lemari, di loteng, atau di bagian pojok yang tersembunyi.

    Namun, ada kalanya tikus dapat mati tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Tandanya adalah bau yang sangat menyengat akibat bangkai tikus yang masih ada. Bau bangkai ini benar-benar dapat mengganggu kenyamanan di dalam rumah, untuk itu dilansir dari Apartment Therapy, pada Sennin (02/06/2025), terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan membasmi bau bangkai tikus di rumah


    Cari dan Buang Bangkai

    Hal pertama adalah cari asal bau yang pasti berasal dari bangkai tikus itu sendiri. Jangan lupa kenakan sarung tangan dan masker saat mengambil bangkai tikus. Ambil dengan kantong plastik lalu lapisi lagi dengan kantong plastik sebanyak dua atau tiga kali. Lalu, buang bangkai tikus di luar ruangan.

    Desinfeksi Area Bekas Bangkai

    Setelah tidak ada bangkai, maka bersihkan area tersebut dengan larutan pemutih. Campurkan pemutih dengan air. Semprotkan lalu diamkan selama minimal 10 menit. Kemudian, lap menggunakan tisu pada area tersebut untuk menghilangkan residu yang masih menempel.

    Netralkan Bau

    Selanjutnya hilangkan bau menggunakan soda kue atau bubuk kopi. Cukup taburkan salah satu di antara bahan tersebut di area bekas bangkai yang sudah dibersihkan. Selain soda kue dan bubuk kopi, bisa juga gunakan semprotan yang terbuat dari larutan air dan cuka.

    Berikan Udara

    Buka jendela di rumah dan nyalakan kipas angin untuk mengalirkan udara segar. Hal ini dapat membantu menghilangkan bau yang tersisa lebih cepat.

    Itulah tips untuk membantu menghilangkan bau bangkai tikus di rumah lebih cepat. Jadi, tidak hanya sekedar membuang bangkainya, tetapi perlu pembersihan total. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com