Tag: bayi

  • 5 Hal yang Bisa Bahayakan Keselamatan Balita di Rumah


    Jakarta

    Mempunyai anak balita adalah anugerah yang indah bagi orang tua. Namun, ada beberapa tantangan ketika merawat balita, apalagi kalau balita sudah mulai aktif bergerak di sekitar rumah.

    Para orang tua harus memberi perhatian lebih karena ada beberapa hal di dalam rumah yang berpotensi mencelakakan balita. Kejadian tak terduga pada balita mungkin saja terjadi ketika orang tua lengah, seperti terjatuh dari ketinggian atau tertimpa perabotan.

    Nah, penting sekali melakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut ini beberapa hal yang bisa membahayakan balita di dalam rumah, dilansir dari Pangea Real Estate, Selasa (23/4/2024).


    1. Jendela

    Balita memang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan senang mengeksplorasi hal baru. Maka, jendela terbuka sangat berbahaya karena balita bisa merangkak ke luar atau memanjat jendela hingga terjatuh ke luar rumah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menutup dan mengunci jendela di sekitar rumah. Jika perlu membuka jendela, bukalah yang lebih tinggi agar sulit diraih balita.

    2. Tangga

    Tangga juga tempat yang berbahaya bagi balita yang belum bisa menjaga keseimbangan. Balita bisa terjatuh menuruni tangga ataupun celah pagar tangga. Sebaiknya memasang pagar khusus untuk menghalangi balita untuk naik turun tangga.

    3. Stop kontak

    Stop kontak tentu barang berbahaya yang sudah banyak diketahui oleh orang tua. Lindungi balita dari potensi sengatan listrik dari stop kontak karena balita mungkin saja memasukan jari atau benda ke dalamnya. Sudah banyak penutup stop kontak yang dijual di pasaran untuk melindungi balita.

    4. Pintu

    Percaya atau tidak, pintu juga bisa membahayakan balita karena jari-jari mereka bisa terjepit celah pintu. Maka, sebaiknya membiarkan pintu terbuka lebar dengan pengawasan, supaya balita tidak perlu membuka atau menutup pintu.

    Apabila ingin menutup pintu, sebaiknya menguncinya terutama pada kamar yang semestinya tidak dimasuki balita. Dengan begitu, balita tidak bisa membuka atau memainkan pintu.

    5. Perabotan

    Benda-benda besar seperti perabotan dan peralatan di rumah bisa terjatuh. Apalagi kalau balita mulai menarik atau memanjat perabotan, seperti meja, kursi, lemari, dan TV.

    Jadi pastikan untuk mengamankan perabotan, salah satunya dengan merekatkannya ke tembok dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga memasang pelindung pada sisi-sisi tajam perabotan agar tidak mencelakakan balita ketika belajar jalan.

    Itulah beberapa hal yang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan balita di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


    Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

    Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

    Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis dan Warna Dinding yang Cocok untuk Kamar Anak


    Jakarta

    Kamar anak adalah tempat di mana mereka bisa bermain, belajar, dan beristirahat dengan nyaman.

    Mengutip The spruce, memilih warna dinding kamar anak yang tepat sangat penting karena warna memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kreativitas anak.

    Pilihan Warna Dinding untuk Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan warna yang berbeda, untuk kamar bayi, pilihlah warna yang lembut seperti pastel atau krem yang bisa menciptakan suasana menenangkan. Sedangkan, untuk kamar balita, warna-warna seperti kuning, hijau muda, atau oranye akan merangsang kreativitas dan semangat pada anak. Sementara itu, bagi anak usia sekolah, warna-warna netral seperti biru dan abu-abu cocok untuk mendukung konsentrasi saat belajar.


    Jenis Cat yang Aman untuk Kamar Anak

    Pastikan kamu memilih cat dinding yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan anak, seperti cat berbahan dasar air dan rendah VOC (volatile organic compounds). Selain aman, jenis cat ini juga tidak menimbulkan bau yang menyengat, sehingga lebih nyaman untuk kamar anak.

    Tren Desain Kamar Anak dengan Warna yang Menarik

    Salah satu trend yang sedang populer adalah menggunakan dinding aksen, kamu bisa memilih satu dinding untuk diberi warna cerah atau menggunakan wallpaper dengan motif yang disukai anak. Pilihan lain adalah mengombinasikan dua warna berbeda dalam satu ruangan, misalnya biru muda dan putih untuk kesan dinamis.

    Memilih Warna yang Sesuai dengan Kepribadian anak

    Memahami kepribadian anak dapat membantu kamu dalam menentukan warna dinding yang cocok. Jika anak kamu aktif dan enerjik, warna seperti merah muda atau oranye bisa menjadi pilihan tepat. Sedangkan untuk anak yang lebih terang, seperti warna biru atau hijau akan memberikan efek menenangkan.

    Keselarasan Warna Dinding dengan Dekorasi Kamar

    Setelah memilih warna dinding, pastikan kamu juga mempertimbangkan keselarasan dengan furnitur dan dekorasi kamar anak. Warna dinding yang serasi dengan tempat tidur, meja belajar, dan tirai akan menciptakan suasana kamar yang akan menciptakan suasana kamar yang harmonis dan nyaman.

    Menggunakan Wallpaper dan Stiker Dinding untuk Kamar Anak

    Alternatif lain selain cat adalah wallpaper atau stiker dinding. Ini adalah pilihan yang fleksibel karena mudah diganti sesuai perkembangan usia dan minat anak. Kamu bisa memilih motif lucu seperti binatang, karakter kartun, atau tema yang disukai anak-anak.

    Inspirasi Desain Minimalis dan Skandinavia untuk Kamar Anak

    Jika kamu menyukai gaya minimalis, pilihlah warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau krem yang cocok untuk desain kamar anak minimalis. Desain Skandinavia juga bisa menjadi pilihan menarik. Cerahkan kamar anak anda dengan ide-ide cat yang sesuai dengan palet warna atau gaya apa pun.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur Anak yang Sesuai Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, Rabu (21/8/2024), membeli tempat tidur untuk anak-anak jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri. Berikut ini, panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.


    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga sprei dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 5 Ide Dekorasi Kamar Tidur Anak Agar Terlihat Menarik



    Jakarta

    Mendesain kamar tidur anak bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan serta mengasyikan bagi orang tua dan anak. Menciptakan ruangan yang mencerminkan minat dan kepribadian anak dengan ide-ide dekorasi yang murah tetapi menarik.

    Dengan perencanaan yang matang dan sedikit kreativitas, kamu dapat mengubah kamar mereka menjadi lingkungan yang menarik tanpa anggaran yang besar. Hal ini adalah strategi yang sangat efektif untuk kamar tidur anak.

    Dilansir dari Homedit, berikut beberapa ide mendekorasi kamar tidur yang mudah dan hemat anggaran.


    Seni Dinding Buatan Sendiri

    Anak bisa menjadi seniman yang produktif, manfaatkan kreativitas anak untuk mendekorasi kamar tidur nya. Seperti melukis karya seni untuk dinding atau membuat patung legi yang paling menakjubkan.

    Hal ini tidak hanya akan menambah warna dan daya tarik pada ruangan, tetapi juga akan mencerminkan minat anak. Salah satu idenya adalah membuat dinding galeri yang menampilkan semua karya seni anak.

    ilustrasi kamar bayiilustrasi kamar bayi Foto: iStock

    Perbarui Furniture Bekas

    Sebagian besar furniture bekas dari kamar lain biasanya akan berakhir di kamar anak-anak. Ini adalah cara yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk membeli furniture. Carilah furniture yang kokoh dan dibuat dengan baik sehingga tahan lama.

    Berikan tampilan baru pada furniture dengan membersihkannya secara menyeluruh dan mengecat ulang atau melapisinya dengan kain pelapis agar sesuai dengan warna dan desain kamar tidur anak.

    Violet decorations in cozy room for teenage girlViolet decorations in cozy room for teenage girl Foto: iStock

    Gunakan Cat untuk Membuat Ruangan Menjadi Menarik

    Cat merupakan elemen dekorasi yang relatif murah, namun dapat menghasilkan hasil yang luar biasa. Warna-warna cerah dan cemerlang memang menyenangkan untuk kamar anak, tetapi warna netral juga dapat digunakan untuk menciptakan kamar tidur yang tenang.

    Kamu dapat menggunakan cat untuk mewarnai ruangan atau menambahkan pola molding tiruan. Sangat penting untuk mendapatkan masukan dari anak kamu tentang warna yang ingin anak kamu lihat di kamar nya.

    Tambahkan Mural Dinding

    Tidak semua orang memiliki keterampilan melukis yang layak dipajang di dinding. Mural dinding tersedia dalam berbagai desain, mulai dari pemandangan alam dan tema fantasi. Pastikan kamu menemukan mural sesuai dengan minat anak.

    Mural dinding yang dapat dilepas dan ditempel sangat ideal untuk diterapkan sendiri. Pelepasan mural juga tidak mudah dan tidak menyebabkan kerusakan pada dinding. Hal ini menjadikannya salah satu elemen dekorasi terbaik untuk kamar anak-anak.

    Pilihlah Furniture Multifungsi

    Furniture multifungsi ideal untuk ruang kecil, tetapi juga menghemat anggaran. Pilihlah seperti ranjang bayi yang dapat diubah menjadi tempat tidur, dan tempat tidur susun yang dapat diubah menjadi tempat tidur kembar memberikan nilai jangka panjang.

    Carilah barang yang kokoh dan dibuat dengan baik yang dapat bertahan dalam penggunaan serta perubahan harian.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Ukuran Tempat Tidur Anak Berdasarkan Usia


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang pas perlu dilakukan, apalagi untuk anak. Kamu bisa memilih tempat tidur berdasarkan usia anak agar tidak salah pilih.

    Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka. Maka dari itu, memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka.

    Dalam ulasan mychildsroom.co.uk, berikut ini panduan memilih tempat tidur anak berdasarkan usianya.


    Ukuran Tempat Tidur Berdasarkan Usia Anak

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik.

    Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur. Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur.

    Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia Sekolah (6-12 Tahun)

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat.

    Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed).

    Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan. Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas.

    Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat,, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi.

    Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur.

    Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingg lebih efisien dalam penggunaan ruang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Mengusir Cicak dari Rumah dengan Bahan Sederhana



    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu hewan yang sering muncul di sekitar rumah. Hewan ini memang tidak mengganggu, tapi bagi sebagian orang merasa risih dengan hadirnya cicak. Apalagi kotorannya bisa mengenai perabot rumah.

    Nah jika kamu salah satu yang merasa terganggu dengan hadirnya cicak di rumah, cobain cara berikut ini.

    Dikutip dari situs Livspace, berikut ini cara ampuh mengusir cicak dari rumah:


    1. Bubuk kopi

    Cicak tidak menyukai aroma kopi yang kuat. Oleh karena itu, ia akan menjauhi aroma yang menyengat dari bubuk kopi. Untuk mengusir cicak menggunakan bubuk kopi, kamu dapat mencampurkan bubuk kopi ke dalam air dan menyemprotkan ke daerah yang sering dilalui cicak. Kamu juga dapat menaburkan bubuknya saja.

    2. Aneka bawang

    Selain bubuk kopi, hal lain yang dibenci cicak adalah bawang-bawangan yang menyengat. Simpanlah beberapa siung bawang putih mentah atau irisan bawang merah di berbagai sudut rumah.

    Seiring berjalannya waktu, bau dari bawang akan membuat cicak menjauh. Jika kamu tidak ingin menggunakan potongan bawang, kamu juga dapat menggunakan air bawang dan menyemprotkannya di sekitar rumah.

    3. Kapur barus

    Kapur barus adalah cara yang baik untuk membasmi cicak di dalam rumah. Namun, kapur barus hanya boleh digunakan oleh rumah yang tidak memiliki hewan peliharaan atau bayi karena dapat membahayakan kesehatan mereka.

    Cicak tidak tahan dengan bau yang menyengat dari kapur barus. Oleh karena itu, mereka akan menghindarinya. Usir cicak dengan meletakkan kapur barus di lemari dapur, rak penyimpanan, dan di bawah wastafel.

    4. Atur suhu ruangan

    Cicak merupakan hewan yang tidak mampu mengatur suhu tubuh sesuai dengan lingkungan. Oleh karena itu, mereka sering mencari ruangan yang memiliki suhu yang hangat. Suhu ruangan yang dingin dapat menghindari cicak masuk ke dalam rumah. Kamu dapat mengatur AC dan menurunkan suhu rumah menjadi 22 derajat celcius.

    5. Lada dan cabai

    Salah satu cara untuk mengusir adalah menggunakan lada dan cabai. Kamu dapat mencampurkan sedikit merica atau bubuk cabai ke dalam air. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke area yang sering didatangi oleh cicak. Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, kamu dapat menggantung cabai kering.

    6. Cangkang telur

    Kamu dapat menggunakan cangkang telur untuk mengusir cicak dari rumah. Caranya yaitu bersihkan cangkang telur dan taruh di tempat yang sering didatangi cicak, terutama di dekat pintu atau jendela. Kamu perlu membuang cangkang telur keesokan harinya untuk menjaga kebersihan.

    7. Obat nyamuk

    Semprotan pengusir nyamuk kimiawi dapat membasmi cicak dan nyamuk. Selain itu, jumlah cicak di rumah akan berkurang secara alami ketika kamu membasmi nyamuk atau serangga lain di rumah. Hal ini karena cicak datang untuk mencari makanan. Jika kamu memotong sumber makanan mereka, maka tidak ada alasan bagi mereka untuk tinggal.

    8. Air dingin

    Kamu dapat memilih cara ini jika kamu tidak ingin menggunakan alternatif bau yang telah disebutkan sebelumnya. Seperti yang kita ketahui, cicak menyukai tempat yang lebih hangat. Jika kamu menyiramkan air dingin atau air es pada mereka, maka mereka menjadi tidak bisa bergerak.

    9. Memasang jaring jendela

    Memasang jaring jendela adalah solusi jangka panjang yang praktis. Dengan jaring, kamu tidak perlu menutup jendela sepanjang waktu dan membiarkan semua cahaya alami masuk. Kamu dapat memilih jaring yang berwarna putih agar rumah lebih terang.

    10. Menjaga kebersihan

    Cicak dan jenis hama lainnya bersembunyi di dalam rumah untuk mencari makanan. Jadi, disarankan untuk tidak menyimpan makanan di tempat terbuka. Simpan semua makanan dalam wadah yang tertutup. Apabila kamu memiliki sisa makanan yang tidak dapat dikonsumsi, pastikan untuk membuangnya.

    Membersihkan rumah secara rutin adalah cara ampuh utama yang dapat kamu melakukan untuk mengusir cicak. Dengan menjaga rumah tetap bersih, hewan pengganggu lain juga akan berkurang. Jadi, jangan malas bersih-bersih ya detikers.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat Ya! 6 Barang Baru Ini Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai


    Jakarta

    Barang-barang yang baru dibeli sebaiknya harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Meskipun suka tergoda untuk langsung memakai barang baru, tetapi ternyata penting lho untuk mencucinya sebelum digunakan.

    Mengutip dari situs The Spruce, terdapat 6 barang yang harus dicuci sebelum digunakan.

    Peralatan Dapur dan Makan

    Peralatan dapur dan makan, seperti gelas, botol minum, piring, mangkuk, wadah penyimpanan, panci, wajan, dan lainnya harus dicuci sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Gunanya adalah untuk memastikan bahwa debu dan partikel sisa dari proses produksi atau pengemasan telah hilang dan tidak masuk ke dalam makanan.


    Seprai

    Seprai baru harus dicuci sebelum digunakan. Hal ini untuk memastikan sisa-sisa bahan kimia, kotoran, dan debu yang terbawa dari pabrik hilang sepenuhnya. Tentu saja juga senantiasa menjaga tempat tidur tetap bersih dan higienis.

    Alat Pembersih

    Mungkin benda ini sering terlewat. Alat pembersih seperti kain pel, kain mikrofiber, spons, hingga kemoceng yang baru dibeli juga penting dicuci. Alat pembersih menyimpan debu dan bakteri akibat proses pembuatannya karena memang dirancang untuk menangkap dan menahan debu atau partikel lain sehingga rentan kotor.

    Handuk

    Meski handuk baru kelihatannya bersih, ternyata tetap perlu dicuci. Hal ini untuk memastikan debu, partikel, dan bakteri hilang sepenuhnya.

    Pakaian

    Pakaian baru dibeli atau pakaian bekas dari orang lain wajib dicuci sebelum digunakan kembali oleh pemiliknya. Khususnya pakaian dalam dan pakaian olahraga. Sebab, pakaian menyimpan kuman karena proses pembuatan hingga penyaluran ke toko. Selain itu, kita juga tidak pernah tahu siapa saja yang sudah menjajal pakaian ini sebelum kita membelinya.

    Perlengkapan Bayi

    Bayi sangat sensitif terhadap apa saja. Itu sebabnya perlengkapan bayi seperti selimut, pakaian, dot, mainan, botol, dan sebagainya harus dicuci dengan bersih sebelum dipakai. Pastikan mencuci dengan sabun yang lembut dan aman serta gunakan air hangat untuk memastikan bakteri dan kuman hilang.

    Itulah beberapa benda-benda yang harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pertama kalinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bedak Bayi Ternyata Bisa Usir Tawon, Begini Caranya



    Jakarta

    Tawon sering membuat sarang di tempat-tempat yang tak terduga, salah satunya rumah. Adanya sarang tawon di rumah tentu sangat mengganggu, karena hewan ini bisa menyengat dan berbahaya.

    Oleh karena itu jika mendapati tawon di rumah ada baiknya diusir. Namun mengusir tawon apa lagi yang sudah bersarang tidak bisa sembarangan. Mereka akan menyengat balik sebab Kamu berusaha untuk merusak rumahnya. Lalu, bagaimana mengusir tawon dengan aman?

    Mengutip dari House Digest, tawon sangat menjaga area teritorialnya, sehingga jika terdapat ancaman mereka nggak segan langsung untuk menyengat orang yang mengusik rumahnya. Nah, ternyata bedak bayi bisa jadi solusi ampuh untuk usir tawon lho!


    Kamu juga perlu tahu bahwa tawon tertarik pada bau manis dan sampah. Karena hal tersebut, Kamu dapat menemukan mereka berterbangan di sekitar tanaman dan pepohonan yang memiliki bunga, mereka juga berkerumun di sekitar tong sampah berbau tidak sedap.

    Untuk menebang semua pohon yang ada untuk mengusir tawon sangatlah tidak mungkin. Namun, Kamu pasti bisa memastikan tempat sampah tetap tertutup.

    Cara Usir Tawon Pakai Bedak Bayi

    Tahu nggak kamu, tawon bisa diusir menggunakan bedak bayi. Meskipun tawon menyukai aroma manis, mereka tidak menyukai aroma yang terkandung dalam bedak bayi. Aroma ini malah akan membuat tawon kabur. Kamu dapat menaburkan bedak bayi di area yang pernah Kamu lihat tawonnya agar mereka tidak berkeliaran di sekitarnya.

    Aroma yang dimiliki bedak bayi juga dapat digunakan untuk menghilangkan sarang tawon. Untuk melakukannya harus berhati-hati untuk mendekati dan membongkar sarangnya. Selalu kenakan alat pelindung diri, termasuk sarung tangan dan pelindung kepala.

    Lebih baik melakukannya setelah gelap ketika Kamu dapat menangkap tawon yang tertidur setelah hari yang melelahkan. Untuk mencegah tawon masuk ke pekarangan atau luar rumah, Kamu bisa rutin menaburkan bedak bayi di sekitar rumah. Saat angin bertiup, bedak bayi menjadi tersebar dan membuat tawon kabur dari sarangnya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com