Tag: beludru

  • Simak! Ini Cara Agar Rumah Terasa Hangat saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Seringkali saat hujan suhu di dalam rumah terasa lebih dingin. Ada cara untuk membuat rumah terasa hangat ketika musim hujan.

    Hawa dingin yang terasa saat musim hujan terjadi karena ketika hujan suhu udara menurun. Kamu bisa ikuti tips berikut ini untuk menjaga rumah tetap hangat dan nyaman saat musim hujan.

    Kenapa Terasa Dingin saat Musim Hujan?

    Saat musim hujan, suhu udara seringkali turun karena proses presipitasi mendinginkan udara. Saat uap air di udara mengembun menjadi tetesan air hujan, ia melepaskan energi panas ke udara yang menyebabkan suhu udara turun. Selain itu, awan juga bisa menghalangi sinar matahari sehingga juga berkontribusi terhadap penurunan suhu.


    Untungnya, kamu bisa melakukan beberapa cara agar tidak kedinginan saat musim hujan.

    Tips Biar Nggak Kedinginan Saat Musim Hujan

    Melansir The Spruce, berikut ini adalah 7 cara sederhana untuk membuat rumahmu tetap hangat dan nyaman selama musim hujan.

    1. Perbarui Peralatan Tidurmu

    Musim kemarau mungkin cocok dengan kain katun dan linen, tetapi saat musim hujan tiba, flanel adalah pilihan yang lebih bijak.

    Gantilah seprai tipismu dengan yang terbuat dari flanel atau jersey karena kain-kain ini akan membantu mempertahankan kehangatan tubuhmu. Selain itu, lipat selimut tambahan di ujung tempat tidur agar mudah digunakan saat malam tiba.

    2. Tambahkan Bantal yang Lembut

    Bantal hias yang bertekstur bisa menjadi tambahan yang sempurna untuk sofa atau tempat tidurmu. Pilih satu atau dua bantal bertekstur yang cocok dengan warna ruangan atau ganti sarung bantal yang sudah ada dengan yang baru.

    Bahan seperti boucle berbulu, rajutan wol, atau beludru akan membuat ruangan terlihat dan terasa lebih nyaman. Jangan lupa untuk menyediakan selimut bulu sintetis juga!

    3. Tambahkan Karpet dengan Tekstur

    Karpet dengan tekstur memberikan rasa hangat dalam ruangan. Jika ruangan di rumahmu memiliki lantai keras atau karpet datar, pertimbangkan untuk menambahkan karpet berbulu yang lembut. Jika anggaranmu terbatas, pertimbangkan untuk menumpuk karpet-karpet kecil di beberapa titik strategis, seperti di depan tempat tidur atau di bawah meja kopi. Ini akan menambah kehangatan di rumah.

    4. Pertimbangkan Pencahayaan yang Lembut

    Saat malam tiba di musim hujan, pencahayaan yang hangat bisa membantumu tetap terjaga dan membuat ruangan terasa lebih nyaman. Pasang lampu ruangan dan meja dengan lampu LED berwarna hangat untuk menciptakan cahaya yang menyerupai lilin.

    5. Ganti Tirai dan Gorden Jendela

    Jika kamu memiliki tirai atau gorden yang tipis, pertimbangkan untuk menggantinya dengan yang berbahan beludru atau lapisan termal. Selain memberikan tampilan yang lebih hangat, tirai ini juga akan membantu mengisolasi ruangan dari udara dingin yang mungkin masuk melalui jendela-jendela.

    6. Ganti Sarung Sofa

    Jika kamu memiliki sofa yang bisa ditutup dengan sarung, pertimbangkan untuk mencoba sarung baru selama musim hujan. Pilih warna yang gelap dan bahan yang lebih lembut daripada kain katun putih biasa. Hal ini akan memberikan nuansa yang lebih hangat pada ruang tamumu.

    7. Tambahkan Karpet di Dapur

    Di dapur, kamu juga bisa menambahkan karpet untuk menciptakan suasana yang lebih hangat. Taruh karpet kecil di depan area dapur, letakkan taplak di meja makan, dan tambahkan sarung kursi berbahan linen pada kursi kayu atau logam. Ini akan membantu menciptakan nuansa yang lebih hangat dan nyaman di ruang makan.

    Demikian 7 tips biar nggak kedinginan di rumah saat musim hujan. Dengan sedikit sentuhan dan perubahan kecil, kamu bisa menjadikan rumah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan hangat selama musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilihan Warna Tembok Biar Merasa Tenang di Rumah



    Jakarta

    Menciptakan suasana nyaman di dalam ruangan tidak hanya bergantung pada furnitur atau pencahayaan, tetapi juga pada pilihan warna cat dinding. Warna-warna tertentu dapat memberikan efek menenangkan, meningkatkan mood, dan menciptakan atmosfer yang hangat.

    Dalam hal berikut adalah tentang berbagai warna cat yang mampu mengubah suasana ruangan kamu menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

    Hitam Lembut (soft black)

    Melansir The Spruce, pada Selasa (12/11/2024), dinding berwarna hitam lembut dapat menciptakan atmosfer yang alami, mempromosikan rasa relaksasi dan ketenangan. Dalam desain kamar tidur yang menarik ini.


    Kamu dapat menggabungkan dinding hitam dengan langit-langit kayu berwarna madu, untuk menghasilkan suasana yang hangat dan menenangkan.

    Abu-abu Netral

    Hiasi kamar tidur kamu dengan warna abu-abu yang sejuk untuk menciptakan suasana tenang. Berikan sentuhan segar pada kamar tidur modern yang netral ini dengan menambahkan nakas berwarna biru kobalt dan karya seni resin cerah di atas tempat tidur.

    Sehingga menambah sentuhan warna yang harmonis tanpa mengganggu ketenangan keseluruhan ruangan.

    Arang

    Cat dinding ruang tamu kecil dengan warna abu-abu arang untuk menciptakan suasana yang tenang. Manfaatkan warna gelap sebagai dasar untuk menampilkan furnitur dan dekorasi yang berwarna-warni serta berpola dalam ruang eklektik ini.

    Hijau Midtone

    Segarkan dinding kamar tidur bergaya modern pertengahan abad dengan cat hijau bernuansa sedang. Pilihlah warna hijau yang lembut dengan sentuhan biru dan abu-abu, yang melengkapi langit-langit kayu yang hangat serta furnitur dan dekorasi yang netral.

    Abu-abu Muda

    Warna abu-abu muda adalah warna netral yang menenangkan dan cocok untuk berbagai ruangan. Kombinasikan dinding abu-abu netral dengan jendela, pintu, dan lis perapian berwarna putih, serta lantai kayu muda dan furnitur netral di ruang modern yang menenangkan ini.

    Aqua Pucat

    Berikan ruang tamu atau ruang keluarga kamu suasana yang cerah dan luas dengan cat berwarna biru-hijau lembut. Gabungkan warna yang terinspirasi dari alam ini dengan furnitur dan dekorasi berbahan beludru yang kaya serta bentuk-bentuk organik, ditambah dengan deretan foto lanskap di atas sofa untuk menambah estetika ruangan.

    Abu-abu Muda

    Kamar mandi berwarna abu-abu, terlepas dari gaya yang dipilih, memberikan kesan yang menenangkan dan damai. Kamu dapat menggunakan warna abu-abu lembut untuk melapisi dinding kamar mandi yang timeless ini.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Sofa yang Bisa Jadi Pilihan untuk Tampilan Menarik



    Jakarta

    Dengan mengetahui bahan sofa terbaik tidak hanya akan mempengaruhi sofa, tetapi juga seberapa lama sofa tersebut akan bertahan. Bahan sofa mengacu pada pelapis sofa, menentukan bahan sofa adalah langkah untuk menemukan sofa terbaik.

    Hal ini pastinya akan membantu mempersempit pilihan dan memastikan memilih bahan sofa sesuai dengan yang kamu inginkan.

    Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa pilihan bahan sofa yang bisa menjadi panduan kamu untuk memilih bahan sofa yang tepat.


    Serat Alami

    Linen, katun, wol menjadi beberapa bahan sofa yang umum digunakan. Linen sering dianggap mewah, mudah dicuci, dibersihkan, dan disedot debu. Bahan linen mudah kusut dan melar sehingga cocok digunakan dalam suasana yang sangat kasual.

    Katun adalah pilihan lain yang sangat baik karena lembut, mudah menyerap keringat, dan terjangkau sehingga cocok untuk suasana kasual atau tradisional. Namun, katun dapat kusut dan kurang tahan lama kecuali dicampur dengan bahan sintetis.

    Bahan sofa wol ideal untuk iklim dingin. Namun, bahan ini bisa jadi agak kasar, sebaiknya pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memilih bahan ini.

    Beludru

    Bahan yang elegan dan seringkali berwarna-warni, beludru adalah pilihan yang nyaman sehingga akan menambah sentuhan elegan pada setiap ruangan di rumah. Pilih warna netral untuk tampilan yang lebih kalem.

    “Beludru modern memiliki tumpukan yang lebih pendek, sehingga memberikan tampilan yang ramping dan kontemporer sekaligus sangat tahan lama dan anti noda. Bahannya lembut, dan ramah anak menjadikannya pilihan yang praktis namun mewah,” kata Thea Bloch-Neal, pendiri dan desainer Curated by Thea.

    Kain Chenille

    Chenille adalah bahan sofa alternatif yang bagus daripada linen yang juga merupakan pilihan yang sangat nyaman. Bahan ini cocok dengan kebangkitan gaya tahun 1970-an yang anggun di dunia desain interior.

    Namun pertimbangkan tekstur pada bahan sofa ini, bahan ini rentan tersangkut. Meski begitu, detail tekstur adalah cara yang sangat baik untuk menambahkan lebih banyak daya tarik visual ke ruangan kamu.

    Material ini dapat dilihat sebagai perpaduan yang pas antara beludru dan bounclé.

    Kulit

    Tambahkan sentuhan berkelas ke ruangan dengan menambahkan sofa kulit. Kulit menjadi pilihan yang tidak lekang oleh waktu dan serbaguna, menawarkan berbagai pilihan untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Bahan kulit juga mudah dibersihkan.

    Perlu diingat bahwa ada berbagai jenis kulit, seperti kulit asli yang memberikan kesan alami dan mewah sehingga membentuk patina seiring waktu dan kulit sintetis yang menawarkan alternatif yang terjangkau, meskipun kurang tahan lama.

    Bahan sofa yang diwarnai anilin memiliki warna yang kaya, kulit ini menarik bagi penggemar desain tetapi lebih rentan terhadap noda karena kurangnya lapisan pelindung.

    “Namun, tidak ada yang lebih baik daripada sofa kulit berwarna cerah,” kata Cheryl, seorang desainer.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dilakukan! 5 Hal yang Membuat Ruang Tamu Terlihat Buruk



    Jakarta

    Semua orang pastinya ingin memiliki rumah yang terlihat bergaya dan nyaman, dengan ruangan-ruangan yang terlihat mewah dan besar. Salah satunya ruang tamu yang akan selalu diperhatikan orang saat memasuki rumah kamu.

    Memilih desain untuk suatu ruangan menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Seringkali tanpa sadar, banyak orang membuat pilihan desain yang justru membuat ruangan terlihat lebih kecil.

    Melansir The Spruce, berikut beberapa kesalahan yang membuat ruang tamu di rumah terlihat tidak bergaya.


    Sebagian Dinding Beraksen

    Saat kamu memutuskan pilihan untuk dinding kamu, perlu pertimbangan untuk memilih dinding aksen. Memutuskan untuk memberikan aksen pada sebagian dinding merupakan hal yang akan berdampak negatif pada tampilan ruangan.

    Apabila ingin menambahkan hiasan, cat, atau wallpaper dinding, disarankan untuk mengaplikasikan ke semua dinding agar tampilannya lebih lengkap dan akan terlihat lebih mewah.

    Menggunakan Karpet yang Terlalu Kecil

    Memilih karpet yang terlalu kecil akan membuat ruangan terasa sempit, sebaiknya memposisikan furniture setidaknya semua kaki depan berada di atas karpet, sehingga disarankan untuk memilih karpet yang lebih besar.

    Jika sudah memiliki karpet yang ukurannya kecil, pertimbangkan untuk melapisinya di atas alas yang lebih besar. Hal ini juga menjadi cara untuk menambahkan lebih banyak warna dan tekstur ke ruang tamu kamu.

    Pencahayaan Standar

    Banyak orang yang berpikir bahwa pencahayaan ruang tamu cukup pada pencahayaan yang standar, hal ini akan membuat ruang tamu terasa membosankan.

    Disarankan untuk menggunakan pencahayaan berlapis yang akan membuat ruangan terlihat estetik dan akan menambah kesan artistik pada ruangan.

    Dinding Kosong

    Mungkin akan sulit untuk menemukan karya seni yang cocok untuk rumah kamu, tetapi jangan sampai membuat dinding di ruang tamu terlihat kosong terlalu lama.

    “Bila dinding ruang tamu kosong, tampilannya akan terlihat belum selesai dan murahan,” kata Emily Sturgess, pendiri Emily Sturgess Design.

    Disarankan untuk mencari foto yang kamu sukai atau lukisan dan barang-barang antik yang bisa menjadi pilihan untuk ditempel di setiap dinding ruang tamu kamu. Menggantung cermin juga bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dilakukan.

    Tidak Berlapis

    Ruangan yang terlihat murah akan terlihat tidak berlapis. Memadukan berbagai jenis tekstil untuk hasil yang lebih mewah bisa menjadi pilihan yang menarik.

    “Saat memilih bantal, cobalah untuk memadukan kain bertekstur (seperti boucle) dengan kain lain (seperti linen atau beludru) untuk menambah irama pada ruangan,” kata Anais Chaumien, pendiri Design by Anais.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Harus Mencuci Gorden? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Penggunaan gorden atau tirai di rumah diperlukan untuk menyaring sinar matahari yang masuk serta menjaga privasi penghuni di dalamnya. Sama seperti barang-barang lainnya, gorden juga perlu dicuci karena mudah kotor.

    Pada gorden yang panjang hingga menyentuh lantai lebih rawan kotor karena bisa mengumpulkan debu dari waktu ke waktu. Beberapa material gorden juga rentan kotor.

    Lantas, seberapa sering perlu mencuci gorden?


    Dilansir dari The Spruce, mencuci gorden sangat tergantung dari jenis dan bahannya. Tak hanya itu, penempatan gorden juga bisa menentukan seberapa sering pencucian diperlukan. Contohnya, gorden yang ada di kamar tamu bisa dicuci setahun sekali.

    Idealnya, gorden dicuci setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika di rumah ada hewan peliharaan atau dekat pinggir jalan, sebaiknya gorden dicuci setiap tiga bulan sekali.

    “Khususnya gorden dapur, mungkin perlu dicuci lebih sering-sekitar setiap dua hingga tiga bulan-karena gorden menyerap minyak, partikel makanan, dan bau dari masakan. Seiring waktu, penumpukan itu dapat mengubah warna kain dan menyebabkan bau tak sedap di ruangan,” kata pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, dikutip dari The Spruce, Rabu (9/4/2025).

    Gorden Jenis Apa yang Harus Dicuci?

    Gorden dengan bahan katun, linen, dan poliester bisa dicuci di rumah. Sementara untuk gorden tipis sebaiknya dicuci dengan siklus pencucian yang lembut dan dengan air dingin.

    Di sisi lain, untuk gorden bahan sutra, beludru, campuran wol, maupun yang berbahan tebal sebaiknya dicuci dengan menggunakan jasa profesional. Sebab, gorden dengan bahan tersebut bisa menyusut, kehilangan bentuk, atau rusak jika dicuci di rumah.

    Sekarang sudah tahu ‘kan detikers kalau gorden juga perlu dicuci. Jangan lupa untuk dicuci ya untuk gorden yang ada di rumah!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Kesalahan Menata Ruang Tamu yang Bikin Rumah Terlihat Sumpek



    Jakarta

    Banyak orang ingin membuat rumahnya terasa lebih nyaman dan menarik dengan menata ruang tamu sebaik mungkin. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kesalahan dalam penataan interior yang justru membuat ruangan kecil terlihat makin sumpek.

    Elemen seperti wallpaper, sofa, tirai, hingga karpet bisa memberi kesan proporsional bila dipilih dengan tepat. Sebaliknya, jika salah mengaplikasikan, ruang tamu bisa terasa penuh dan sempit.

    Berikut tujuh kesalahan menata ruang tamu yang sebaiknya dihindari agar rumah kecil tetap terlihat lega, dikutip dari Brightside:


    1. Motif Wallpaper Terlalu Besar

    Green table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and posterGreen table with plant between pink chair and blue sofa in floral living room with wallpaper and poster Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Wallpaper dengan motif besar bisa membuat ruangan terasa semakin sempit, apalagi jika rumah berukuran kecil dan banyak sekat. Sebaiknya gunakan wallpaper bermotif kecil dengan warna terang agar ruangan terlihat lebih terbuka.

    2. Rak Buku Terbuka

    Ilustrasi Rak Buku BerkualitasIlustrasi Rak Buku Berkualitas Foto: iStock

    Rak buku terbuka sering membuat ruangan terkesan berantakan dan padat. Pilihlah rak berpintu untuk menyimpan buku atau barang agar ruang tamu terlihat lebih rapi dan lapang.

    3. Sofa Bentuk-L

    Large L-shaped corner sofa in living room furniture show homeLarge L-shaped corner sofa in living room furniture show home Foto: istock

    Sofa berbentuk L memang nyaman, tapi kurang cocok untuk rumah kecil. Bentuknya justru menciptakan batasan yang membuat ruangan semakin sempit. Model sofa ini lebih pas ditempatkan di rumah dengan ruang luas.

    4. Salah Menempatkan Cermin

    Spacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquetSpacious and stylish home interior with old glass door and wooden parquet Foto: Getty Images/iStockphoto/in4mal

    Cermin bisa memberi ilusi ruangan lebih besar, tetapi penempatan yang salah justru berdampak sebaliknya. Hindari meletakkan cermin di sudut gelap, lebih baik pasang di dekat atau seberang jendela agar cahaya bisa terpantul ke seluruh ruangan.

    5. Tirai Berbahan Tebal

    on Black Backgroundon Black Background Foto: istock

    Tirai dari bahan berat seperti satin atau beludru bisa membuat ruangan terasa suram dan menekan. Pilih tirai dengan bahan ringan seperti linen atau sifon untuk memberi kesan terang dan lapang.

    6. Karpet Kecil di Tengah Ruangan

    Eclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white wallsEclectic furniture of a modern studio apartment balance out the blank white walls Foto: istock

    Penggunaan karpet kecil di tengah ruang tamu dapat membuat ruangan terlihat terpecah-pecah. Sebaiknya gunakan karpet berukuran besar atau hindari pemakaian karpet sama sekali jika ruang tamu tergolong sempit.

    7. Kipas Angin di Langit-langit

    Ceiling fan in a roomCeiling fan in a room Foto: istock

    Kipas angin plafon bisa membuat ruangan tampak lebih gelap, terutama di rumah kecil dengan langit-langit rendah. Alternatifnya, gunakan kipas angin berdiri atau meja dengan warna terang agar tidak menambah kesan sumpek.

    Itulah tujuh kesalahan yang sering dilakukan saat menata ruang tamu. Dengan pemilihan dekorasi dan furnitur yang tepat, ruang kecil tetap bisa terasa nyaman, rapi, dan lega.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Bahan Sofa yang Bikin Rumah Terlihat Makin Stylish


    Jakarta

    Sofa merupakan perabotan yang sering ditemui di rumah. Furnitur ini biasanya diletakkan di ruang tamu atau ruang keluarga, berseberangan dengan TV.

    Ada berbagai jenis sofa, salah satunya dibedakan berdasarkan materialnya. Pemilik rumah bisa mempertimbangkan bahan saat hendak membeli sofa.

    Bahan sofa bisa mempengaruhi tampilan interior ruangan. Lalu, faktor ini juga menentukan berapa lama usia pakai sofa.


    Bagi yang sedang mencari sofa, bisa pelajari jenis-jenis bahannya. Temukan pilihan bahan sofa yang bikin rumah terlihat stylish berikut ini.

    Jenis Bahan Sofa

    Inilah beberapa opsi bahan sofa yang bisa dipertimbangkan, dikutip dari Livingetc.

    Serat Alami

    Wide shot of cozy flat interior with home office area including big sofa, wooden table and motivational posters at dark-gray wallSofa Foto: Getty Images/SeventyFour

    Sofa berbahan serat alami seperti linen, katun, dan wol umum digunakan. Bahan linen punya tampilan yang terkesan mewah, mudah dicuci, dibersihkan, dan disedot debu. Bahan ini cocok untuk suasana kasual, tetapi bahannya mudah kusut dan melar.

    Sementara itu, katun bisa jadi opsi yang baik karena bahannya lembut, mudah menyerap keringat, dan terjangkau sehingga cocok untuk suasana kasual atau tradisional. Namun, katun dapat kusut dan kurang tahan lama kecuali dicampur dengan bahan sintetis.

    Kemudian, kain wol ideal untuk iklim dingin. Namun, bahan ini bisa jadi agak kasar sehingga perlu pertimbangan lebih jauh.

    Beludru

    sofa beludru/Future via Ideal HomeSofa Beludru Foto: Future via Ideal Home

    Sofa beludru bisa menambah kesan elegan pada ruangan. Bahan ini hadir dalam berbagai warna, termasuk yang netral untuk tampilan lebih kalem.

    “Beludru modern memiliki tumpukan yang lebih pendek, sehingga memberikan tampilan yang ramping dan kontemporer sekaligus sangat tahan lama dan anti noda. Bahannya lembut, dan ramah anak menjadikannya pilihan yang praktis namun mewah,” kata Thea Bloch-Neal, pendiri dan desainer Curated by Thea.

    Kain Chenille

    Sofa Hijau Berbahan ChenilleSofa Chenille Foto: Pexels/Designecologist

    Selain itu, ada bahan chenille yang bisa jadi alternatif dari linen. Material ini dapat dilihat sebagai perpaduan yang pas antara beludru dan bounclé.

    Bahan ini sangat nyaman sebagai sofa. Detail teksturnya menambah estetika ruangan. Namun, tekstur kain chenille rentan untuk tersangkut.

    Kulit

    Real photo of handmade macrame and mockup poster hanging on the wall in bright sitting room interior with leather sofa and metal rack with decor and booksSofa Kulit Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

    Jika ingin menambah sentuhan berkelas pada ruangan, coba tambahkan sofa kulit. Kulit merupakan pilihan material yang tidak lekang oleh waktu. Bahan kulit juga mudah dibersihkan.

    Berbagai jenis kulit, seperti kulit asli, yang memberikan kesan alami dan mewah sehingga membentuk patina seiring waktu. Sementara itu, kulit sintetis menawarkan alternatif yang terjangkau, meskipun kurang tahan lama.

    “Namun, tidak ada yang lebih baik daripada sofa kulit berwarna cerah,” kata Cheryl, seorang desainer.

    Itulah beberapa pilihan sofa berdasarkan bahannya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman Berdaun Estetik Ini Bisa Bikin Ruang Tamu Naik Kelas



    Jakarta

    Tanaman dengan daun grafis atau tanaman yang keindahannya terletak pada bentuk, warna, dan corak daunnya yang unik, kini banyak dipilih untuk menjadi elemen dekorasi yang bisa mempercantik ruang tamu. Bukan karena bentuknya yang mencuri perhatian, tetapi juga karena karakter daunnya yang mampu menghadirkan kesan tropis dan artistik tanpa harus menambah banyak dekor tambahan.

    Tren tanaman berdaun besar dan bercorak ini terus meningkat karena tampilannya yang elegan dan mampu memperkaya visual ruang. Dilansir dari Elle Decor, berikut 10 inspirasi tanaman hias grafis yang bisa digunakan untuk mempercantik ruang tamu.

    Monstera Deliciosa


    Monstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden roomMonstera Monkey Mask or Obliqua or Adansonii stands on a white pedestal. Home plants care concept. the concept of minimalism and scandi style, garden room Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Tanaman monstera adalah tanaman yang kerap menjadi ikon interior modern. Daunnya yang berlubang dan beralur, mampu menciptakan efek grafis natural yang kuat. Tanaman ini menyukai cahaya terang secara tidak langsung dan dapat tumbuh dengan baik di dalam pot.

    Namun, tanaman ini perlu perawatan yang rutin. Diperlukan penyiraman atau penyemprotan tanaman yang lebih sering dibandingkan tanaman yang lain, karena monstera bisa tumbuh baik di kelembapan yang tinggi.

    Anthurium Crystallinum (Kuping Gajah)

    fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

    Tanaman ini memiliki daun dengan tekstur beludru dengan urat putih kekuningan yang kontras. Tampilannya cukup artistik, seperti sebuah ilustrasi botani yang hidup. Cocok ditempatkan di sudut ruangan sebagai elemen utama alami yang dapat menarik perhatian. Tanaman ini bisa ditanam di pot dan tidak membutuhkan terlalu banyak air, hanya saja pot harus memiliki drainase yang baik.

    Philo Gloriosum

    Philodendron Gloriosum ,Philodendron plant in the flowerpotPhilodendron Gloriosum ,Philodendron plant in the flowerpot Foto: Getty Images/Jobrestful

    Dengan daun yang berbentuk hati dan berurat tebal, tanaman ini sangatlah cantik. Tanaman ini tumbuh merambat secara horizontal, sehingga cocok ditanam di pot yang melebar. Meskipun cocok disimpan di dalam ruangan, tanaman ini ternyata juga rentan terhadap hama. Oleh karena itu, diperlukan perawatan yang khusus seperti menyemprotnya dengan minyak hortikultura.

    Aspidistra

    A group of Aspidistra plants in the nursery area of the Alcazar gardens in Seville.A group of Aspidistra plants in the nursery area of the Alcazar gardens in Seville. Foto: Getty Images/iStockphoto/Alphotographic

    Dikenal sangat kuat dan minim perawatan, tanaman ini memiliki daun hijau yang besar dan kokoh sehingga bisa memberikan kesan rapi jika dipajang di dalam ruangan. Tanaman ini bisa menjadi pilihan yang ideal untuk ruang tamu dengan pencahayaan yang rendah.

    Ketapang Biola (Pohon Ara Daun Biola)

    Ilustrasi fiddle leaf fig treeIlustrasi fiddle leaf fig tree Foto: Getty Images/iStockphoto/Nelly Senko

    Tanaman ini juga cukup populer berkat daun lebarnya yang berbentuk seperti biola. Siluet dari corak daunnya, mampu menghadirkan nuansa modern dan elegan. Sangat cocok ditanam di pot besar sebagai hiasan tanaman di lantai.

    Peace Lily (Bunga Bakung Perdamaian)

    Evergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leavesEvergreen plant spathiphyllum. White flowers and green leaves Foto: Getty Images/iStockphoto/IKvyatkovskaya

    Tak hanya indah karena daunnya yang lebar dan hijau pekat, tanaman ini juga indah karena dilengkapi dengan bunga putih ikonik yang terlihat minimalis. Peace lily juga terkenal mampu hidup dalam cahaya rendah, sehingga cukup fleksibel untuk ditempatkan di ruang tamu.

    Alocasia Odora (Kuping Gajah Raksasa)

    Alocasia OdoraAlocasia Odora Foto: The Spruce / Michelle Becker

    Tanaman dengan daun besar menyerupai telinga gajah ini mampu menjadikan ruangan lebih dramatis secara visual. Karena tampilannya yang raksasa dan hijau segar, tanaman ini cocok untuk ruangan dengan gaya interior modern. Kuping gajah raksasa menyukai kelembapan dan butuh cahaya terang secara tidak langsung. Namun, saat ukurannya semakin membesar, perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar ataupun dipindah untuk di tanam di luar rumah dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang.

    Lidah Mertua

    Snake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior designSnake plant, Dracaena trifasciata, Devil Tongue (Sansevieria trifasciata) in clay pot on white pattern wall background, wooden table. Small evergreen houseplant for modern home decor interior design Foto: Getty Images/M.photostock

    Bentuk daunnya yang tegak dan lurus, memberi kesan grafis yang kuat dan modern. Selain tampil unik, snake plant juga sangat toleran terhadap cahaya rendah dan perawatannya minim.

    Calathea (Tanaman Meranti)

    Calathea Freddie (Calathea concinna) plant in modern interior houseCalathea Freddie (Calathea concinna) plant in modern interior house Foto: Getty Images/CoinUp

    Tanaman ini memiliki banyak jenis, dengan corak daunnya yang juga berbeda-beda setiap motifnya. Namun, kebanyakan motif daun dari tanaman ini adalah garis-garis perak yang membuatnya terlihat seperti karya seni. Tanaman ini sedikit rewel dengan setiap pagi harus terkena cahaya matahari. Oleh karena itu, jika ingin memelihara tanaman ini, perlu untuk menyimpannya di bagian ruang yang terpapar sinar matahari. Tanaman ini mampu memberi kesan mewah dan lembut pada ruangan.

    Caladium Bicolor (Tanaman Keladi)

    Caladium bicolor is the Queen of the Leafy Plants in pot on wooden tableCaladium bicolor is the Queen of the Leafy Plants in pot on wooden table Foto: Getty Images/iStockphoto/sKrisda

    Caladium memiliki warna dan pola paling mencolok, mulai dari merah muda, putih, hingga hijau gradasi. Daunnya tipis berbentuk hati, cocok untuk disimpan di ruangan untuk menambah estetika. Tanaman ini membutuhkan ruangan dengan suhu udara yang lembap.

    Itulah 10 Inspirasi tanaman hias dengan daun grafik yang bisa untuk mempercantik ruang tamu. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com