Tag: benda

  • 5 Benda Ini Jangan Pernah Dicoba untuk Dicat, Ada yang Bisa Terbakar!


    Jakarta

    Mengecat barang-barang yang terlihat usang merupakan salah satu alternatif untuk mengubah tampilannya agar seperti baru kembali. Namun, cara ini tidak cocok untuk semua benda.

    Hal ini dikarenakan hasilnya akan jauh dari yang dibayangkan dan pada beberapa benda justru bisa memicu bahaya.

    Dilansir dari Real Simple, berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    1. Benda dari Logam

    Bahan logam memiliki sifat mudah mengalami korosi. Contoh benda logam yang biasa ada di rumah adalah keran air, engsel jendela dan pintu, dan rak.

    Hampir semula produk logam saat ini sudah memiliki tampilan yang menarik karena dicat. Namun, jika penghuni rumah ingin mengecat ulang karena cat lama terlihat usang atau rusak, sebaiknya jangan dilakukan.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    Apabila benar-benar ingin mengubah warna atau tampilan logam di rumah, gunakan cat khusus untuk logam yang memang memiliki kandungan perlindungan terhadap korosi. Sebelum dicat ulang, sebaiknya hapus cat lama agar lapisan baru bisa menempel dengan erat.

    2. Perangkat Elektronik Rumah Tangga

    Selanjutnya barang di rumah yang sebaiknya tidak dicat sembarangan adalah perangkat elektronik. Benda satu ini juga memiliki kandungan logam pada beberapa bagian komponennya. Lalu, konsumen biasanya tidak mengetahui komponen apa saja yang ada pada perangkat tersebut.

    Apabila gegabah mengecat perangkat elektronik seperti televisi, kulkas, blender, alat penyedot debu, dan lainnya, justru dapat menimbulkan memicu kebakaran.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik, sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” kata seniman dan desainer Elizabeth Sutton, seperti yang dikutip dari Real Simple, Kami (14/8/2025).

    3. Trim Kayu Alami

    Trim kayu adalah penutup sepanjang garis plafon atau lantai kayu. Trim ini menutupi pertemuan sudut antara dinding dengan plafon serta dinding dengan lantai. Bentuknya siku-siku. Trim kayu banyak digunakan pada rumah zaman dahulu karena terlihat rapi apabila yang semua interiornya berbahan kayu.

    Sebagai bahan alami, tentu perubahan warna dan bentuk mudah terjadi pada kayu. Beberapa orang ada yang berinisitif untuk mengecat ulang agar tampilannya kembali baru. Namun, mengecat trim kayu alami justru dapat membuat serat kayu identiknya hilang dan merusak tampilannya.

    Jika ingin mengubah warnanya, lebih baik gunakan plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    4. Lantai Kayu

    Sama seperti trim kayu sebelumnya, material kayu juga sebaiknya tidak dicat ulang. Sebab, dapat mempengaruhi tampilan kayu, seperti menutup serat kayu.

    5. Keramik Lantai

    Selain lantai dari kayu, keramik lantai juga tidak bagus jika dicat ulang. Keramik saat ini sudah memiliki beragam tampilan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Mulai dari yang permukaannya mengkilat, kesat, hingga seperti bebatuan pun ada.

    Mengecat permukaan keramik hanya membuat tampilannya bagus sesaat. Cat akan mudah terkikis karena tidak menempel dengan erat pada permukaan keramik. Menurut Elizabeth Sutton, mengecat lantai keramik tidak membuat tampilannya menjadi lebih bagus.

    Itulah deretan benda yang tidak boleh dicat. Semoga bermanfaat.

    Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.
    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Cabut 5 Barang Ini dari Stopkontak Kalau Nggak Dipakai


    Jakarta

    Rumah dilengkapi dengan berbagai barang elektronik untuk mendukung aktivitas penghuninya, misalnya lemari es, mesin cuci, dan TV. Benda ini mendapat aliran listrik dengan dari stopkontak.

    Sering kali perangkat elektronik dibiarkan tersambung ke stopkontak meski sudah tidak digunakan. Padahal, aliran listrik masih bisa terserap selama perangkat masih tersambung ke stopkontak, lho.

    Hal ini bisa membuat tagihan listrik menjadi boros, apalagi kalau alat elektroniknya punya watt cukup besar. Oleh karena itu, sebaiknya cabut perangkat yang tidak digunakan.


    Benda yang Sebaiknya Dicabut dari Stopkontak

    Inilah deretan benda yang sebaiknya dicabut dari stopkontak kalau sudah selesai digunakan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. TV

    Terkadang TV suka dibiarkan menyala meski tidak ditonton. Lalu, penghuni juga tidak mencabut aliran listrik TV dari stopkontak saat tidak digunakan. Kedua hal ini membuat tagihan listrik menjadi lebih mahal.

    2. Peralatan Dapur

    Peralatan dapur seperti kulkas memang terus tersambung ke stopkontak. Namun, peralatan dapur secara umum sebaiknya dicabut dari stopkontak kalau udah selesai, di antaranya rice cooker, microwave, dan coffee maker.

    3. Pengisi Daya atau Charger

    Banyak orang masih suka meninggalkan pengisi daya atau charger laptop dan ponsel tersambung ke stopkontak mesti tak dipakai. Meski sepele, kebiasaan ini dapat menguras daya listrik dan membuat charger cepat rusak.

    4. Komputer

    Kemudian, komputer yang menganggur sebaiknya tidak dibiarkan tersambung ke stop kontak. Walaupun dalam mode ‘sleep’ atau ‘hibernate’, komputer sebenarnya tidak benar-benar mati dan menyerap listrik.

    5. Perangkat Multimedia dan Hiburan

    Kalau ada peralatan multimedia seperti home speaker atau soundbar, pastikan untuk mencabut aliran listrik saat tidak digunakan. Peralatan hiburan seperti konsol game pun perlu dicabut dari stopkontak usai dipakai.

    Itulah beberapa barang elektronik yang perlu dicabut kalau nggak dipakai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Alasan Ruang Tamu Terasa Sempit Meski Tak Banyak Perabotan


    Jakarta

    Ruang tamu merupakan salah satu area yang paling krusial di dalam rumah. Ruang ini berfungsi untuk menjamu tamu yang datang sekaligus jadi tempat berkumpulnya keluarga.

    Ruang tamu tentu harus dirancang sebaik mungkin agar terasa nyaman. Tidak harus luas, ruang tamu yang kecil dan minimalis pun juga bisa memberikan kesan nyaman dan betah berlama-lama.

    Namun, beberapa pemilik rumah sering merasakan ruang tamu begitu sempit. Padahal, di ruangan tersebut tidak ada banyak perabotan atau furnitur. Kenapa ya?


    Penyebab Ruang Tamu Terasa Sempit Walau Tak Banyak Barang

    Desainer interior Marie Flanigan mengatakan penyebab utama ruang tamu terasa sempit meski tidak banyak perabotan karena ukurannya yang salah. Mungkin, ada sejumlah furnitur berukuran besar yang dipaksa diletakkan di ruang tamu yang ukurannya kecil.

    “Ukuran menentukan bagaimana furnitur, karpet, dan dekorasi saling berkaitan dengan ruang satu sama lain,” kata Flanigan dikutip The Spruce.

    Flanigan menyebut ada sejumlah furnitur yang mungkin ukurannya tidak tepat untuk ruang tamu di rumah. Beberapa benda tersebut di antaranya:

    1. Sofa Berukuran Besar

    Sofa yang memiliki ukuran besar dapat mendominasi atau memakan banyak tempat di ruang tamu, sehingga hanya menyisakan sedikit ruang untuk furnitur lainnya.

    Sebagai solusi, kamu bisa memilih sofa sectional agar terlihat lebih minimalis dan tidak memakan banyak ruang.

    2. Meja Kopi Terlalu Kecil

    Meja kopi yang ukurannya terlalu kecil di ruang tamu akan terlihat aneh. Flanigan menyarankan agar memilih meja dengan panjang sekitar 2/3 dari sofa. Lalu posisikan meja sekitar 40-45 cm dari tempat duduk agar mudah dijangkau.

    3. Karpet Terlalu Kecil

    Memilih karpet untuk ruang tamu dinilai cukup sulit karena jika terlalu kecil maka tidak dapat menyatukan ruangan. Selain itu, area tempat duduk akan tampak seperti ‘mengambang’ di tengah ruangan.

    Sebagai solusi, kamu bisa memilih karpet yang ukurannya besar dan memanjang. Untuk ruang tamu minimalis, karpet berukuran 8×10 meter atau 9×12 meter dirasa cocok agar menciptakan tampilan ruang tamu yang lebih nyaman.

    4. Pencahayaan di Ruang Tamu

    Pencahayaan juga dapat memengaruhi skala di ruang tamu sehingga terasa sempit. Biasanya, hal ini disebabkan oleh pemilihan lampu yang tidak tepat sehingga ruangan terasa redup.

    “Jangan ragu untuk memilih lampu yang dapat memenuhi sekitar sepertiga lebar ruangan. Pemilihan lampu yang tepat dapat menyeimbangkan furnitur terbesar sekalipun,” ujar Flanigan.

    Itu dia alasan mengapa ruang tamu terasa sempit meski tidak banyak perabotan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Barang yang Harus Disingkarkan dari Kasur, Katanya Bisa Bawa Energi Negatif


    Jakarta

    Nggak semua barang bisa diletakkan di kasur. Seperti fungsinya, kasur merupakan tempat tidur untuk merentangkan badan dan beristirahat dengan nyaman. Terlalu banyak barang di atas kasur membuat ruang gerak terbatas.

    Meletakkan barang yang tidak begitu dibutuhkan harus dinilai dari skala prioritasnya. Barang seperti bantal, guling, dan selimut merupakan perlengkapan tidur yang dibutuhkan.

    Selain ketiga perlengkapan itu, apakah benda lain dinyatakan ‘haram’ untuk diletakkan di atas kasur? Dalam feng shui, praktik dari China dalam menata benda untuk mendorong keselarasan dengan alam, terdapat beberapa benda yang disebut dapat mengganggu keseimbangan energi di dalam kamar tersebut.


    Oleh karena itu, beberapa benda yang tidak begitu dibutuhkan sebaiknya disingkirkan atas kasur. Cara ini membantu penghuni kamar dapat beristirahat tanpa distraksi.

    Dilansir Livingetc, pakar feng shui Dee Oujiri mengungkapkan deretan barang yang bisa membawa energi negatif jika diletakkan di atas kasur, berikut daftarnya.

    1. Barang Elektronik

    Barang apa yang biasanya kamu bawa ke kasur? Pasti alat elektronik seperti laptop, ponsel, hingga speaker. Biasanya orang sudah seharian berada di luar ketika sampai di kamar akan berbaring sembari membawa barang-barang pribadinya untuk mencari hiburan terutama di dunia maya.

    Namun, saat ingin tidur sebaiknya tubuh tidak lagi berhadapan dengan barang elektronik. Selain tidak sehat, dalam feng shui barang-barang ini membawa energi negatif yang bisa mengganggu kualitas tidur. Perangkat elektronik dinilai terlalu ‘berisik’ secara energi, sehingga ruang tidur kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat istirahat.

    “Sederhana saja, tidak sehat,” kata Dee Oujiri seperti yang dikutip detikcom, pada Rabu (3/9/2025).

    2. Foto dan Album Kenangan

    Sebenarnya cukup jarang orang membawa foto atau album kenangan ke atas kasur kecuali memang ingin melihatnya atau dalam masa sedih dan ingin mengingat orang atau momen pada foto tersebut. Dalam feng shui barang ini tidak disarankan dibawa hingga ke kasur karena dapat menarik energi negatif. Foto-foto yang memuat emosi mendalam bisa memengaruhi suasana hati dan membuat seseorang sulit lepas dari masa lalu.

    “Barang-barang yang penuh emosi dapat membuat seseorang terjaga,” ujar Oujiri.

    Foto-foto tersebut sebaiknya disimpan dalam album atau lemari tertutup untuk menjaga energi kamar tetap bersih dan netral. Tempat tidur hanya untuk tidur dan aktivitas yang membantu tubuh rileks.

    3. Buku

    Distraksi selanjutnya sebelum tidur adalah dengan membawa buku ke atas kasur. Bagi yang senang membaca buku, kegiatan ini sangat menyenangkan dan menenangkan apalagi dilakukan sebelum tidur. Dalam feng shui ketika ingin membaca buku sebaiknya dilakukan di ruang terpisah dari kasur. Menurut Oujiri, buku memiliki energi mental yang besar dan bisa membuat pikiran sulit tenang.

    “Bayangkan kepala Anda berputar dengan kata-kata yang melayang di mana-mana. Anda tidak akan bisa rileks,” jelasnya.

    Buku tetap bisa disimpan di kamar, asalkan letaknya jauh dari kepala tempat tidur, seperti di rak sudut atau lemari.

    Itulah 3 benda yang sebaiknya tidak digunakan di atas kasur. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Benda Elektronik Ini Sedot Banyak Listrik Meski Tak Dipakai


    Jakarta

    Rumah biasanya dilengkapi dengan berbagai benda elektronik yang mengandalkan sumber listrik langsung. Beberapa di antaranya pun terus menyedot listrik meski sedang tidak digunakan.

    Benda penyedot energi itu dapat membuat tagihan listrik bengkak, lho. Jika ingin menekan tagihan, penghuni sebaiknya cabut sambungan kabel perangkat yang tak digunakan dari stopkontak. Kalau mau lebih praktis, gunakan perangkat tambahan yang mudah memutus aliran listrik tanpa perlu mencabut kabel dari stopkontak.

    Lantas, perangkat elektronik apa saja yang menyedot banyak energi dalam keadaan mati? Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes & Gardens.


    Benda Elektronik yang Sedot Banyak Listrik

    Inilah beberapa benda elektronik yang sebaiknya dicabut ketika tidak digunakan.

    1. Ponsel, Tablet, dan Charger

    Ponsel dan tablet sering digunakan penghuni rumah dalam kehidupan sehari-hari sehingga nggak heran kalau benda ini menghabiskan banyak energi. Perangkat tersebut sebenarnya hanya perlu diisi daya atau charge selama satu hingga tiga jam tetapi terkadang dibiarkan semalaman.

    Perangkat charger terus menyedot energi bahkan saat ponsel atau tablet tidak dicolokkan. Nah, cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah dengan mencabut charger ketika daya benda elektronik sudah penuh.

    2. Peralatan Dapur

    Dapur biasanya dilengkapi dengan sejumlah peralatan elektronik seperti microwave, air fryer, dan ketel listrik. Benda tersebut biasanya masih menyedot listrik untuk menampilkan display digital atau jam.

    Meski tak menghabiskan banyak energi, benda tersebut secara bersamaan dapat menyedot listrik dalam jumlah besar. Selain mencabut aliran listrik, penghuni bisa mengurangi pemborosan listrik dengan menggunakan peralatan dasar tanpa pengatur waktu atau layar elektronik.

    3. Kulkas dan Freezer

    Kulkas dan freezer selalu dalam keadaan menyala untuk mendinginkan makanan. Jika punya rencana liburan mendatang, sebaiknya habiskan sisa makanan yang ada di lemari es dan freezer, lalu cabut aliran listrik alat ini sampai penghuni kembali.

    4. TV dan Konsol Game

    Perangkat hiburan seperti televisi dan konsol game menggunakan daya hanya dengan mencolokkannya ke stopkontak. Perangkat itu tetap dalam mode siaga sehingga dapat menerima sinyal masuk meski dalam keadaan mati. Cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah mencabut perangkat elektronik ini saat tidak digunakan.

    5. Komputer

    Komputer yang masih tercolok terus menyedot listrik bahkan saat komputer tidak menyala. Pastikan untuk mematikan komputer dan mencabut pengisi daya dengan benar untuk mengurangi pemborosan listrik.

    Itulah beberapa benda elektronik yang menghabiskan banyak listrik meski tidak digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Salah, Tempat Sampah Juga Perlu Dibersihkan Lho! Begini Caranya


    Jakarta

    Mungkin banyak yang mengira tempat sampah tidak perlu dibersihkan. Nyatanya, benda tersebut juga perlu dibersihkan lho sama seperti barang-barang lainnya.

    Walaupun digunakan untuk menampung sampah, tempat sampah tetap perlu dibersihkan agar tidak bau. Selain itu, tempat sampah yang kotor juga bisa mengundang tamu yang tak diinginkan, seperti serangga bahkan tikus.

    Dilansir dari Real Simple, Rabu (3/9/2025), berikut ini cara membersihkan tempat sampah, mulai dari tempat sampah di kamar mandi hingga di luar rumah.


    Tempat Sampah Kamar Mandi

    Interior of toilet seat, paper and trashcan in hygiene restroom.Ilustrasi tempat sampah kamar mandi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mrcmos

    Tempat sampah terkadang ada di kamar mandi untuk membuang tisu maupun pembalut. Biasanya, ukuran tempat sampah tersebut kecil.

    “Biasanya, tempat sampah kamar mandi berukuran cukup kecil sehingga bisa dibersihkan dengan kain lembap atau spons dan pembersih serbaguna. Namun, jika ada residu lengket, Anda mungkin perlu membilasnya dengan air hangat terlebih dahulu,” kata Robin Murphy dari ChirpChirp House Cleaning, dikutip dari Real Simple.

    Tempat sampah di kamar mandi perlu didisinfeksi apabila penghuni rumah sakit. Biarkan disinfektan selama beberapa lama sebelum dilap bersih. Hati-hati ya kalau tempat sampahnya terbuat dari logam ketika disemprot disinfeksi karena bisa berkarat.

    Tempat Sampah Dapur

    In de zorgIlustrasi tempat sampah dapur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anne van der Veer

    Tempat sampah di dapur wajib dibersihkan karena ada sisa-sisa makanan yang bisa saja mengundang serangga. Sebelum dibersihkan, pastikan sampah sudah kosong.

    Cara membersihkannya dengan menyemprotkan cairan pembersih terutama bagian dalamnya.

    “Gunakan larutan pembersih serbaguna baik di dalam maupun di luar kaleng menggunakan kain, sabut gosok, atau sikat gosok untuk menggosok permukaan secara menyeluruh, dengan fokus ekstra pada residu yang lengket,” kata Murphy.

    Setelah kotoran terangkat, semprotkan disinfektan, diamkan selama waktu yang disarankan pada botol. Ini akan membuatnya ekstra bersih sekaligus menghilangkan sumber bau.

    “Terakhir, biarkan tempat sampah mengering secara alami atau gunakan kain untuk mengeringkannya sebelum melapisinya dengan kantong sampah bersih,” tambah Murphy.

    Tempat Sampah di Luar Rumah

    Kalau ada tempat sampah yang ditaruh di luar rumah, ini juga harus dibersihkan. Membersihkan tempat sampah tersebut memiliki tantangan tersendiri karena biasanya sangat kotor dan terpapar cuaca. Belum lagi, ukurannya lebih besar dibandingkan tempat sampah di dapur maupun kamar mandi.

    “Gunakan selang taman untuk menyemprot bagian dalam dan luar tempat sampah. Pakai larutan pembersih serbaguna ke bagian dalam dan luar tempat sampah, termasuk tutupnya. Sikat gosok bergagang panjang ideal untuk menggosok permukaan, terutama bagian bawah dan samping,” kata Murphy.

    Setelah itu, bilas tempat sampah secara menyeluruh untuk menghilangkan kotoran dan cairan pembersih. Setelah dibilas, semprotkan disinfektan dan biarkan sesuai waktu yang disarankan dan biarkan kering dengan sendirinya.

    Itulah cara membersihkan tempat sampah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! Ini 6 Benda di Dapur yang Paling Kotor dan Banyak Kuman


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang paling mudah kotor. Setelah memasak, biasanya dapur akan dipenuhi oleh sisa makanan, noda minyak, dan bumbu yang bertebaran.

    Selain mengotori lantai dan meja, kotoran juga bisa menempel pada sejumlah benda lain di dapur. Bahkan, benda tersebut sering dipegang oleh tangan manusia hampir setiap hari.

    Penasaran, apa saja benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Ini Benda di Dapur yang Paling Kotor

    Salah satu alasan mengapa perlu membersihkan dapur karena banyak benda kotor yang sering tidak disadari penghuni rumah. Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di dapur yang dinilai paling kotor:

    1. Gagang Pintu Kulkas

    Gagang pintu kulkas bisa menjadi benda paling kotor di dapur karena sering bersentuhan dengan tangan. Mungkin kamu tidak sadar membuka pintu kulkas saat tangan masih kotor, sehingga ada sisa noda minyak atau bumbu masak yang menempel selama berbulan-bulan.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin membersihkan gagang pintu kulkas. Kamu bisa menggunakan tisu disinfektan atau cairan pembersih disinfektan semprot untuk membasmi kuman. Bersihkan gagang pintu kulkas secara perlahan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    2. Kitchen Sink

    Kitchen sink atau bak cuci piring juga menjadi tempat paling kotor di dapur. Meski selalu dialiri oleh air, tapi ada banyak bakteri yang menempel di kitchen sink, terutama di dekat saluran air.

    Selain itu, area paling kotor di kitchen sink juga terletak pada gagang keran air. Untuk mencegah kuman dan bakteri masuk ke dalam tubuh, selalu bersihkan kitchen sink setidaknya satu kali sehari dengan menggunakan cairan pembersih disinfektan.

    3. Spons

    Spons yang digunakan secara terus-menerus akan cepat rusak dan kurang efektif untuk mengangkat noda di piring dan alat masak. Selain itu, ada banyak bakteri yang menempel pada spons sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

    Salah satu solusinya adalah dengan rutin mengganti spons setiap dua minggu sekali atau ketika spons sudah berubah warna menjadi hitam.

    4. Kulkas

    Selain gagang pintu kulkas, bagian dalam lemari es juga mengandung banyak bakteri yang tidak disadari penghuni rumah. Meski suhu kulkas sudah cukup dingin, tapi ternyata masih ada beberapa bakteri berbahaya yang dapat tumbuh.

    Sebagai contoh, saat menyimpan daging mentah di lemari es pastikan disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadah yang digunakan bocor, maka cairan dari daging mentah bisa menumpuk di laci kulkas, sehingga jadi kotor dan tumbuh bakteri jahat.

    Agar kulkas tetap bersih, pastikan kamu rutin mencuci laci atau rak kulkas setiap bulan. Bersihkan bagian rak kulkas yang kotor menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, keringkan dengan kain bersih atau tisu dapur.

    5. Talenan Kayu

    Talenan kayu menjadi salah satu benda di dapur yang paling kotor dan mengandung banyak bakteri. Celah-celah pada talenan kayu menjadi tempat yang cocok bagi kuman untuk berkembang biak.

    Disarankan untuk memiliki dua talenan kayu dengan fungsi berbeda, satu talenan khusus memotong buah dan sayur, sedangkan satunya lagi untuk daging. Langkah ini dapat mengurangi kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi.

    Pastikan kamu mencuci talenan dengan sabun setelah digunakan, lalu bilas dengan air hangat sampai bersih. Jangan lupa untuk mengeringkan talenan kayu dengan tisu dapur atau kain bersih.

    6. Blender

    Satu lagi benda di dapur yang mengandung banyak kotoran dan kuman, yaitu blender. Meski selalu dibersihkan usai dipakai, tapi mungkin masih ada sisa-sisa bumbu yang tidak dibersihkan sehingga terus menempel di blender.

    Maka dari itu, pastikan kamu membersihkan blender setiap seminggu sekali untuk memastikan tidak ada kotoran yang menempel. Bersihkan blender dengan sabun yang mengandung disinfektan agar dapat membasmi kuman dan bakteri secara optimal.

    Itulah enam benda di dapur yang dianggap paling kotor dan mengandung banyak kuman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Spons Cuci Piring Ternyata Sarang Bakteri, Ini Batas Aman Pemakaiannya



    Jakarta

    Spons merupakan alat pembersih kotoran pada perlengkapan makan, kendaraan, hingga perabotan lainnya. Sifatnya yang bisa menyerap air dan seketika kering ketika diperas sangat mudah digunakan daripada kain biasa.

    Kelebihan lain dari spons adalah ketahanannya. Barang satu ini bisa digunakan cukup lama. Biasanya orang akan mengganti spons baru ketika bentuknya sudah berubah drastis menjadi lebih tipis dan kecil. Namun, sebelum bentuknya jadi seperti itu seharusnya spons sudah diganti karena waktu pemakaiannya tidak boleh terlalu lama.

    Dilansir dari Today, para peneliti di Italia menemukan bahwa spons cuci piring tidak bisa digunakan terlalu lama karena benda ini paling mudah terkontaminasi bakteri, mikroorganisme, hingga patogen dari makanan. Mereka menyarankan setiap orang yang masih memakai spons untuk sering menggantinya.


    Seberapa Sering Harus Ganti Spons?

    Masa penggunaan spons yang baik adalah seminggu. Setelah itu, spons harus segera diganti dengan yang baru. Hal ini juga berlaku untuk spons yang digunakan untuk membersihkan benda selain piring atau peralatan makan. Apabila ingin mengganti spons dengan alat kebersihan lain, salah satu barang yang disarankan adalah lap dapur antibakteri atau handuk microfiber yang bisa dicuci dengan mesin cuci.

    Cara Membersihkan Spons

    Setiap selesai menggunakan, spons harus dibersihkan. Caranya dengan direndam ke dalam air hangat yang dicampur dengan sabun. Rendam selama 2 menit lalu bilas dan letakkan di area kering. Cara lainnya bisa merendam spons dalam campuran 1/2 sendok teh pemutih konsentrat dengan satu liter air hangat. Rendam selama 1 menit saja. Letakkan di tempat kering dan dibersihkan minimal sehari sekali.

    Itulah waktu penggunaan spons yang disarankan dan cara membersihkannya. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Kloset Bisa Dibersihkan Pakai Cuka Putih, Begini Caranya!


    Jakarta

    Kloset merupakan salah satu benda di rumah yang paling mudah kotor dan mengandung banyak bakteri. Jika kloset jarang dibersihkan maka bisa menimbulkan noda kuning.

    Noda tersebut bisa dibersihkan dengan cairan pembersih khusus kamar mandi yang umum dijual di pasaran. Jika ingin menggunakan cara yang alami, kamu bisa menggunakan cuka putih.

    Bahan dapur yang satu ini ternyata cukup efektif untuk membasmi noda kuning yang menempel di kloset. Bagaimana cara menggunakannya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Noda di Kloset dengan Cuka Putih

    Bagi detikers yang kurang suka menggunakan cairan pembersih kamar mandi karena mengandung zat berbahaya, kamu dapat menggunakan cuka putih sebagai cara alami untuk membersihkan kloset kamar mandi.

    “Cuka putih mengandung asam yang ringan. Sifat asamnya dapat digunakan untuk menghilangkan noda dan melarutkannya,” kata pakar kebersihan dari All Star Cleaning Service Derek Christian, dilansir situs Bob Vila.

    Meski dapat digunakan untuk membasmi noda, tapi Christian menyebut asam pada cuka putih kurang efektif untuk mengatasi noda yang sudah lama atau membandel. Bahan dapur ini lebih efektif mengangkat noda yang baru muncul di kloset.

    Selain itu, gunakan juga sikat kamar mandi saat membersihkan kloset dengan cairan cuka putih. Fungsinya agar noda di kloset dapat terangkat secara maksimal.

    “Agar lebih efektif, bisa menggunakan sikat toilet untuk membuang noda kuning yang menempel di kloset. Dengan cara ini, kamu dapat mengoleskan cuka putih langsung ke noda tanpa perlu dicampur air,” ujarnya.

    Agar efektif membersihkan noda kuning di kloset dengan cuka putih, kamu bisa mencampurnya dengan soda kue. Dikutip dari laman Martha Stewart, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Siram kloset dengan menekan tombol flush
    2. Taburkan soda kue secukupnya ke dalam kloset dan bagian sisinya yang paling dalam
    3. Lalu, tuangkan 1 cangkir cuka putih ke dalam kloset secara merata
    4. Gunakan sikat toilet untuk menggosok bagian dalam kloset. Pastikan soda kue dan cuka putih tercampur dengan rata
    5. Tunggu selama 10-15 menit agar soda kue dan cuka putih dapat bereaksi terhadap noda
    6. Gunakan sikat gigi bekas pakai atau sikat pembersih kecil untuk membersihkan noda kuning pada sela-sela kloset yang sulit dijangkau
    7. Setelah direndam, bersihkan bagian dalam kloset dengan sikat toilet sampai seluruh noda terangkat
    8. Terakhir, siram toilet dengan menekan tombol flush untuk membilas soda kue, cuka putih, dan noda agar larut.

    Pakar kebersihan Chris Willatt menyebut penggunaan cuka putih untuk membersihkan kloset dinilai lebih efektif daripada menuangkan sabun cuci piring. Dengan campuran cuka putih dan soda kue, noda kuning yang berkerak di kloset bisa terangkat secara menyeluruh.

    “Meski kamar mandi jadi mengeluarkan bau cuka yang kurang sedap selama seharian, tapi setidaknya kamar mandi jadi benar-benar bersih,” ujar Willatt.

    Agar lebih efektif mengatasi noda kuning, Willatt menyarankan untuk menuang cuka putih ke dalam tangki kloset. Setiap menekan tombol flush, air dan cuka dapat mengatasi noda kuning secara ampuh.

    Demikian cara membersihkan noda kuning di kloset dengan cuka putih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com