Tag: bendera merah putih

  • 6 Ide Dekorasi Rumah Merah Putih buat Sambut 17 Agustus!


    Jakarta

    Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat. Biasanya masyarakat mulai memasang bendera merah putih di depan rumah untuk menyambut 17 Agustus.

    Pada momen seperti ini masyarakat bisa menggelorakan semangat kemerdekaan dengan mendekorasi rumah. Dekorasi 17 Agustus identik dengan nuansa merah-putih.

    Lantas, bagaimana cara mendekorasi rumah menjelang 17-an? Simak ide dekorasi rumah berikut ini.


    Ide Dekorasi Rumah buat Rayakan 17 Agustus

    Inilah beberapa inspirasi untuk mendekorasi rumah untuk menyambut 17 Agustus.

    1. Lampion dari Botol Bekas

    Penghuni rumah bisa mendekor rumah dengan lampion merah putih terbuat dari botol air mineral bekas. Caranya buatnya dengan menyayat permukaan botol lalu bentuk hingga menjadi lampion.

    Selanjutnya, cat lampion dengan warna merah dan putih serta tambahkan bola lampu ke dalamnya. Penghuni rumah dapat memasang lampion di sudut-sudut rumah.

    2. Pot Bunga dari Galon Bekas

    Jika punya galon bekas, penghuni rumah bisa mengubahnya menjadi pot bunga bernuansa perayaan kemerdekaan. Siapkan beberapa buah galon bekas sekali pakai dan potong menjadi dua bagian.

    Rekatkan dua potongan botol bagian atas tepat pada bagian mulut botolnya. Lalu, cat galon dengan warna merah dan putih. Setelah cat kering, galon sudah siap diisi tanah dan ditanami bunga.

    3. Balon Helium

    Dekorasi 17 Agustus. (Pinterest/Dekorasi Balon Ulang Tahun)Dekorasi 17 Agustus. (Pinterest/Dekorasi Balon Ulang Tahun) Foto: Dekorasi 17 Agustus. (Pinterest/Dekorasi Balon Ulang Tahun)

    Dekorasi rumah bakal semakin semarak kalau ada balon berwarna merah dan putih. Siapkan beberapa balon dan isi gas helium. Balon tersebut bisa ditempelkan pada berbagai bagian rumah atau dibiarkan melayang memenuhi plafon.

    4. Bendera Plastik

    Dekorasi ruang kelas 17 Agustus. Pinterest (Foto: 2K Wallpaper)Dekorasi 17 Agustus. Pinterest (Foto: 2K Wallpaper) Foto: Dekorasi ruang kelas 17 Agustus. Pinterest (Foto: 2K Wallpaper)

    Selain itu, bendera plastik juga bisa menjadi pilihan buat mendekor rumah, terutama bagian luar. Bendera ini dapat digunakan di lapangan terbuka, lorong-lorong perumahan, hingga di pagar rumah.

    5. Lampu LED Merah Putih

    Rumah bisa tampak meriah di malam hari dengan menggunakan lampu LED berwarna merah dan putih. Lampu tersebut dapat dilingkarkan di pohon atau beberapa bagian rumah.

    6. Origami Merah Putih

    Dikutip dari buku Origami yang Menyenangkan karya Budi Lesmono, origami adalah kesenian melipat kertas yang berasal dari Jepang. Penghuni bisa membuat berbagai bentuk origami dengan kertas berwarna merah dan putih di rumah. Salah satu cara paling sederhana adalah origami berbentuk segitiga yang diuntai menggunakan tali.

    Itulah beberapa cara memeriahkan Hari 17 Agustus dengan mendekorasi rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Merawat Bendera Merah Putih agar Warnanya Tak Kusam



    Jakarta

    Peringatan kemerdekaan Indonesia ke-80 tahun tinggal menghitung hari. Salah satu cara kita sebagai warga negara untuk merayakan hari penting ini adalah dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, kantor, atau tempat usaha.

    Sebelum menggantung di luar, alangkah baiknya kondisi bendera tersebut bersih dan rapi sehingga tampak indah saat dilihat. Bahan bendera yang biasa dipakai adalah campuran katun dan polyester sehingga ketika bahan sudah dilipat terlalu lama muncul garis bekas pada permukaannya.

    Agar tampilannya kembali rapi dan bersih, bendera tersebut harus dicuci. Dilansir CNET berikut cara mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak luntur.


    1. Pakai Air Dingin

    Untuk menjaga kondisi kain termasuk warnanya, disarankan untuk memakai air dingin. Sebab, air hangat akan memecah serat kain dan membuat warnanya mudah pudar. Sebagai tambahan, pakai sabun yang khusus untuk mencuci kain dengan air dingin.

    2. Jangan Campur dengan Pakaian Lain

    Saat mencuci bendera sebaiknya tidak dicampur dengan pakaian lain. Begitu pula saat merendamnya. Hal ini untuk menghindari warna pada bendera luntur atau pudar.

    3. Tambahkan Pelembut Pakaian

    Tambahkan pelembut pakaian sebelum dijemur. Pelembut pakaian dapat menghaluskan serat kain selama pencucian sehingga tidak mudah rusak.

    4. Tidak Perlu Dikeringkan dengan Mesin Cuci

    Setelah dicuci, dibilas, dan direndam di pelembut pakaian, bendera sudah bisa dijemur. Hindari mengeringkan bendera dengan pengering karena dapat berpengaruh pada serat pakaian. Permukaannya bisa terasa kasar dan membuat warna tampak pudar.

    Apabila bendera telah kering dijemur, setrika permukaannya agar terlihat rapi dan bisa berkibar indah ketika tertiup angin.

    Itulah tahapan mencuci bendera merah putih yang aman dan tidak membuat luntur, semoga membantu.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kibarkan Merah Putih Raksasa, BEM PTNU Ingatkan Kemerdekaan Harus Nyata



    Jakarta

    BEM PTNU Se-Nusantara memadati kawasan Car Free Day Summarecon, Bekasi, Minggu pagi (10/8/2025) dengan kibaran bendera merah putih. Acara yang diikuti lebih dari 1.000 peserta itu bertajuk Langkah Merdeka: Kirab & Doa Anak Bangsa.

    Selain mahasiswa, kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), Pagar Nusa, dan masyarakat umum. Kirab dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 200 meter yang dibawa estafet oleh peserta yang menyanyikan lagu perjuangan serta yel-yel kebangsaan.


    Kemudian pada pukul 10.00 WIB, kirab diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk persatuan dan keselamatan Indonesia, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikHikmah pada Minggu (10/8/2025).

    Wakil Presiden Nasional BEM PTNU Rama Fiqri Rahman Amin mengatakan bahwa tema yang diusung adalah 80 Tahun Indonesia Merdeka, Saatnya Generasi Muda Menjaganya. Tema tersebut berisi pesan tegas yang tak lain adalah kemerdekaan tak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus hadir dalam keseharian rakyat dari sSabang sampai Merauke.

    Melalui orasinya, ia menyampaikan pesan yang menggugah. Menurutnya, kemerdekaan ini bukan hanya milik pejabat atau golongan tertentu. Jika rakyat kecil masih kesulitan makan, jika anak-anak di pelosok sulit sekolah, jika petani kalah oleh tengkulak, maka kemerdekaan belum sepenuhnya hadir.

    Ia menegaskan bahwa generasi muda harus mengambil peran aktif dalam menjaga dan mengawal kemerdekaan agar tidak hanya menjadi angka di kalender.

    “80 tahun merdeka harus kita isi dengan keberpihakan kepada rakyat. Kita harus kritis terhadap ketidakadilan, tapi juga hadir memberi solusi. Perbedaan pandangan jangan sampai memecah belah, karena Merah Putih adalah rumah kita semua,” ungkap Rama.

    Sebagai informasi, kegiatan kirab di CFD Bekasi bukan hanya simbol penghormatan pada sejarah, tetapi juga pernyataan sikap bahwa rakyat dan mahasiswa siap berjalan bersama menjaga NKRI.

    BEM PTNU Se-Nusantara berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi agar setiap peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan lomba atau seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang memperkuat persatuan, mengurangi kesenjangan, dan memastikan semua rakyat benar-benar merdeka.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Hormat pada Bendera Merah Putih dalam Islam, Apakah Boleh?


    Jakarta

    Menjelang hari kemerdekaan Indonesia, pertanyaan terkait hukum hormat pada bendera merah putih kerap dilontarkan. Sebagaimana diketahui, penghormatan kepada bendera dilakukan ketika upacara kemerdekaan pada 17 Agustus setiap tahunnya.

    Adapun, bagi siswa sekolah upacara bendera rutin dilakukan setiap hari Senin selain hari kemerdekaan. Mereka juga melakukan penghormatan kepada bendera merah putih.

    Lantas, bagaimana pandangan ulama terkait hukum hormat kepada bendera merah putih? Apakah Islam melarangnya?


    Hormat kepada Bendera Merah Putih Diperbolehkan

    Pengasuh Lembangan Pengembangan Da’wah dan Ponpes Al-Bahjah, Buya Yahya, melalui ceramahnya menyebut bahwa muslim harus membedakan antara penghormatan dan ibadah. Sebagai contoh, ketika malaikat diminta sujud kepada Nabi Adam AS maka sujud yang dilakukan adalah bentuk penghormatan bukan ibadah.

    “Waktu malaikat disuruh sujud kepada Nabi Adam (itu) bukan sujud ibadah, tapi penghormatan. Gak ada sujud kecuali pada Allah SWT dan penghormatan itu ada bermacam-macam,” ujarnya dalam ceramah yang ditayangkan di YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin untuk mengutip tayangan dalam channel tersebut.

    Buya Yahya mengatakan menghormati bukanlah sesuatu yang buruk asal yang dihormati merupakan kebenaran dan tidak ada ibadah khusus untuk melakukan penghormatan.

    “Misalnya Anda dianjurkan menghormati orang tua, tapi gak usah pakai rukuk dan sujud. Kalau Anda menghormati orang tua pakai rukuk dan sujud yak gak boleh, haram dan sampai masuk syirik pada akhirnya,” sambungnya.

    Sementara itu, terkait hormat kepada bendera merah putih Buya Yahya menilai bendera memiliki makna tersendiri.

    “Bendera ada maknanya. Merah berani, putih suci. Artinya, menghormati nilai perjuangan dan nilai kesucian. Boleh (melakukan) hormat kepada bendera,” terangnya.

    Menurut Buya Yahya, bendera merah putih bukan sekadar kain. Sebab, ada makna dan simbol tersendiri di balik bendera itu.

    “Maka hormat (kepada) bendera merah putih adalah sah dan ini bukan sujud. Hormat kepada makna yang terkandung di balik merah putih. Yang dihormati bukan bendanya, tapi maknanya,” katanya.

    Namun, lain halnya jika seseorang menghormati bendera lain yang memiliki simbol ketuhanan. Jika demikian, sama artinya dengan menyembah selain Allah SWT dan berujung pada perbuatan syirik.

    “Kalau maknanya syirik mengarah kepada simbol ketuhanan ya gak boleh. Tapi bendera merah putih di Indonesia adalah aman dari kesyirikan gak ada masalah Anda hormat (pada) bendera (merah putih),” tandasnya.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com