Tag Archives: bentuk

Kenapa Bentuk dan Jumlah Lubang Colokan Listrik Berbeda di Tiap Negara?


Jakarta

Stop kontak atau colokan listrik biasanya ditemukan di dinding rumah. Bentuknya berlubang untuk mencolok steker alat elektronik.

Nah, ada banyak jenis colokan listrik yang tampilannya berbeda-beda. Bahkan, bentuk colokan bisa berbeda di setiap negara, lho.

Dari bentuk, jumlah, hingga letak lubang sangat variatif. Jadi kalau kamu travelling ke luar negeri, harus siap sedia adaptor colokan.


Namun, kenapa bisa berbeda ya? Simak jawabannya berikut ini, dikutip dari The Conversation, Rabu (28/8/2024).

Kenapa Colokan Listrik Tiap Negara Berbeda?

Sistem distribusi listrik ke rumah di seluruh dunia telah dibangun oleh ribuan orang selama 140 tahun terakhir dan belum selesai hingga sekarang.

Setiap negara membangun jaringan listrik masing-masing tanpa adanya kesepakatan bersama. Setiap negara mencoba memodifikasi jaringan listrik agar lebih baik dan lebih hemat, baik dari segi bahan baku maupun uang.

Jenis-jenis ColokanJenis-jenis Colokan Foto: Lightning Bug Electric

Sebagai contoh, perusahaan di Eropa menyadari bahwa tegangan 220 volt akan lebih murah daripada 110 volt.

Pada tegangan yang lebih tinggi, perusahaan listrik bisa menyampaikan daya yang sama dengan arus yang lebih sedikit. Bayangkan aliran sungai yang sempit mengalir dengan cepat dibandingkan dengan aliran yang lebih lebar yang mengalir lebih lambat.

Lebih jauh, arus yang lebih sedikit memungkinkan penggunaan kawat yang lebih tipis. Karena tembaga yang digunakan untuk kabel listrik mahal, tegangan yang lebih tinggi bisa menghemat uang.

Bentuk bulat kemudian menjadi salah satu inovasi pada awal mula adanya colokan. Hal ini karena colokan bulat dinilai lebih aman dan lebih pas saat dicolok.

Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam Saja?

Saat ini, sebagian besar rumah di dunia memiliki akses listrik. Ide untuk mengadopsi satu standar global bentuk colokan listrik mungkin terdengar solutif.

Namun, perubahan tersebut akan menghabiskan triliunan rupiah, mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, dan bahkan cara mereka memproduksi beberapa peralatan.

Maka, tak heran, setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan yang lain.

Itulah alasan kenapa bentuk colokan atau stop kontak listrik bisa berbeda di tiap negara. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Contoh Minibar di Dapur Kecil yang Aesthetic untuk Memaksimalkan Ruang


Jakarta

Minibar semakin banyak diminati karena sekaligus menambah estetika area dapur. Dengan penataan yang tepat, minibar bisa dimanfaatkan sebagai tempat bersantai bersama keluarga.

Minibar tak harus berada di dapur yang besar. Ketika berada di dapur kecil, minibar menjadi solusi praktis dan stylish untuk memaksimalkan ruang.

5 Contoh Minibar di Dapur Kecil yang Aesthetic

Ada beberapa contoh minibar di dapur kecil yang bisa menjadi inspirasi. Berikut beberapa rekomendasinya.


1. Minibar dengan Meja Bundar

Kitchen set dengan meja bundar.Kitchen set dengan meja bundar. Foto: 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta

Mini bar pada kitchen set ini tampil beda dengan kaca bundar di bagian tepinya. Meski tidak terlalu umum digunakan dalam desain, tapi lingkaran bisa menarik perhatian, memberi penekanan, dan mengatur hal-hal agar tetap terpisah.

Menurut buku 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta, dilihat secara keseluruhan, bentuk kitchen set minibar ini menyiku. Area pantrynya menempel di dinding dan minibar tegak lurus dengan dinding.

2. Minibar Gantung

Kitchen set serba menggantung.Kitchen set serba menggantung. Foto: 25 Desain Kitchen Set Minibar oleh Rendy Pradipta

Desain minibar dan kitchen set ini memanjang dan memiliki perbedaan level ketinggian lantai. Pada minibar, terdapat dua tiang besi yang memberikan efek menggantung.

Aksesoris lampu di atasnya juga dipilih menggantung dengan finishing HPL putih glossy. Perpaduan warna putih dan coklat pada minibar dan kitchen set menampilkan kesan yang elegan.

3. Minibar Lengkung

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil Foto: Buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus

Kitchen set dan semi minibar lengkung bisa diletakan di sudut ruang. Dibentuk seperempat lingkaran, semi minibar memiliki kabinet bawah.

Mengutip buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus, meja tersebut dibuat dengan sistem geser. Jika dibutuhkan meja yang luas, maka dapat digeser ke luar. Tapi, jika tidak dibutuhkan, maka meja bisa digeser ke dalam. Selain bisa memberikan tempat yang lebih luas, keberadaan meja bisa berfungsi sebagai pembatas area masak dan ruang di luar area memasak.

4. Minibar Minimalis

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil Foto: Buku 29 Dapur Cantik untuk Rumah Mungil oleh Tim DMaximus

Minibar ini dibuat dengan material marmer dan aksesori penggantung gelas di atas. Selain memberikan kesan elegan, aksesori penggantung gelas ini memudahkan penghuni rumah untuk melakukan aktivitas minum.

Sementara itu, penyediaan lemari di samping minibar digunakan untuk menyimpan berbagai aksesori dapur. Lemari ini juga bisa difungsikan untuk menempatkan berbagai makanan dan minuman.

5. Minibar Tinggi

Minibar Dapur KecilMinibar Dapur Kecil (Buku 45 Kitchen Set Elegan oleh Dini Cahya Indah Putri, dkk)

Sama seperti desain sebelumnya desain minibar ini kitchen set ini menyatu dengan kitchen set. Menurut buku 45 Kitchen Set Elegan olrh Dini Cahya Indah Putri, dkk, bangku yang digunakan cukup tinggi menyesuaikan tinggi meja minibar. Penggunaan marmer pada keseluruhan kitchen set dan minibar menampilkan kesan yang mewah sekaligus hangat.

Itulah beberapa contoh minibar di dapur kecil. Semoga beberapa desain ini menginspirasimu ya.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Memilih Furniture untuk Rumah Mungil, Jangan Sampai Salah!


Jakarta

Rumah mungil saat ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat, popularitas rumah mungil akan terus meningkat. Tetapi, kekurangan memiliki rumah mungil akan sulit dalam menentukan furniture apa yang harus digunakan, mengingat terbatasnya ruang.

Pemilihan furniture yang tepat, dapat meminimalisir rumah menjadi sesak dan penuh. Apabila hal itu terjadi, akan menyebabkan kurangnya ruang gerak yang kamu miliki di dalam rumah.

Namun jangan khawatir, melansir homesandgarden, Kamis (12/09/2024), berikut tips dalam memilih furniture rumah mungil kamu.


Pilih Furniture Multifungsi

Dalam pemilihan furniture sangat disarankan untuk memilih yang memiliki kegunaan lebih, hal ini membuat kebutuhan tercapai, tetapi tidak menggunakan banyak barang.

Lauren Saltman, pendiri Living Simplified menyarankan untuk memikirkan apa yang harus ditambahkan untuk memaksimalkan penyimpanan tanpa meminimalkan ruang lantai. Seperti saat menata tempat tidur kecil, rak buku kecil dapat berfungsi ganda sebagai meja samping tempat tidur.

Carilah Furniture yang Rendah ke Tanah

Dilansir dari apartmenttherapy, Kamis (12/09/2024), Pemilihan furniture yang rendah menciptakan ruangan lebih terbuka dan megah. Tempat tidur platform dan kursi selop merupakan furniture yang biasanya lebih rendah beberapa inci.

Furniture dengan Lingkaran

Meja bundar lebih sedikit menggunakan ruang dari pada meja kotak, tetapi mendapatkan penawaran permukaan yang digunakan sama banyaknya.

Desain dengan alas daripada yang memiliki banyak kaki, karena banyak kaki meja yang terlihat membuat ruangan menjadi penuh.

Pilih Furniture Ukuran yang Proporsional

Memilih furniture yang terlalu besar dalam ruang yang kecil, membuat ruangan menjadi sempit dan tidak memiliki ruang untuk bergerak.

Pilih furniture dengan dimensi yang sesuai dan hindari penggunaan barang yang menggunakan banyak tempat, seperti sofa besar atau meja makan yang terlalu lebar.

Gunakan Furniture Berdesain Minimalis

Furniture dengan desain minimalis dan ramping sangat cocok untuk rumah mungil. Dengan desain yang sederhana tanpa banyak detail atau ornamen membuat ruangan terlihat lebih luas.

Fokus pada bentuk yang fungsional dan modern, seperti meja dengan kaki ramping atau lemari tanpa pegangan.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Jenis Sertifikat Tanah yang Perlu Diketahui, Ini Perbedaannya


Jakarta

Sertifikat tanah merupakan dokumen resmi yang menjadi bukti sah kepemilikan atas suatu tanah. Kepemilikan sertifikat tanah sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada pemilik tanah.

Terdapat berbagai jenis sertifikat tanah yang mempunyai fungsi dan kegunaannya masing-masing. Memahami berbagai jenis sertifikat dan perbedaannya begitu penting bagi pemilik tanah. Simak informasi mengenai jenis-jenis sertifikat tanah berikut ini.

7 Jenis Sertifikat Tanah yang Perlu Diketahui, Ini Perbedaannya

Jenis-jenis sertifikat tanah di antaranya adalah SHM, HGB, hingga girik. Berikut penjelasannya.


1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

SHM atau Sertifikat Hak Milik adalah bukti kepemilikan tertinggi atau terkuat atas suatu tanah yang berlaku untuk selamanya dan bisa diwariskan.

Dalam UUPA Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 20 dijelaskan bahwa hak milik atas tanah hak turun temurun, terkuat, dan terpenuh yang bisa dimiliki orang atas tanah.

Dalam SHM, terdapat keterangan nama pemilik, luas tanah, lokasi properti, gambar bentuk tanah, nama objek atau tetangga pemilik tanah yang berbatasan langsung, tanggal penetapan sertifikat, nama dan tanda tangan pejabat yang bertugas, serta cap stempel sebagai bukti keabsahan sertifikat. Surat ini hanya bisa dimiliki oleh Warga Negara Indonesia

SHM akan dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, bahwa PPAT diberi kewenangan untuk membuat akta otentik mengenai hak atas tanah.

2. Hak Guna Usaha (HGU)

Dalam Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Pokok Agraria, Hak Guna Usaha (HGU) adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu tertentu. HGU digunakan untuk usaha pertanian, perikanan, dan peternakan.

HGU diberikan untuk jangka waktu paling lama 25 tahun. Namun, bagi perusahaan yang memerlukan waktu yang lebih lama bisa diberikan hak guna usaha untuk jangka waktu paling lama 35 tahun. HGU juga bisa diperpanjang hingga 25 tahun.

HGU diberikan atas tanah sedikitnya 5 hektar. Jika luas tanah 25 hektar atau lebih, maka harus memakai investasi modal yang layak dan teknik perusahaan yang baik sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut buku Pengaturan Hak Guna Usaha Atas Tanah Sebelum dan Sesudah UU Cipta Kerja oleh Ummy Ghoriibah, S.H,. M.Kn, HGU diberikan berdasarkan penetapan pemerintah melalui keputusan pemberian hak dari menteri atau pejabat yang ditunjuk. Pemberian HGU wajib didaftar dalam buku tanah pada kantor pertanahan.

Sertifikat tanah ini hanya bisa dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

3. Hak Guna Bangunan (HGB)

HGB atau Hak Guna Bangunan adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri.

Ada jangka waktu yang ditentukan, yaitu selama 30 tahun dan jangka waktu tersebut bisa diperpanjang hingga 20 tahun. Hal itu sesuai dengan Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA).

Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hal Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah menyebutkan, HGB di atas tanah hak milik diberikan untuk jangka waktu paling lama 30 tahun. Jangka waktu tersebut bisa diperbarui dengan akta pemberian HGB di atas hak milik.

Setelah jangka waktu pemberian, perpanjangan, serta pembaruan selesai, tanah HGB kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah hak pengelolaan.

Seperti SHM dan HGU, HGB hanya bisa dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dan badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berlokasi di Indonesia.

4. Hak Pakai

Pengertian Hak Pakai disebutkan di dalam Pasal 41 ayat (1) Undang-undang No. 5 Tahun 1960.

Disebutkan bahwa “Hak pakai adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain, yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya, yang bukan perjanjian sewa-menyewa atau perjanjian pengolahan tanah, segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini.”

Mengutip buku Hak atas Tanah, Hak Pengelolaan, & Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun oleh Dr. Urip Santoso, S.H., M.H., dari pengertian tersebut, terkandung bahwa:

  • Hak pakai adalah hak untuk menggunakan tanah dan atau memungut hasil dari tanah.
  • Tanah hak pakai bisa digunakan untuk keperluan mendirikan bangunan dan atau pertanian, perikanan atau perkebunan.
  • Tanah hak pakai berasal dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain.
  • Hak pakai terjadi dengan keputusan pemberian hak atau dengan perjanjian pemberian hak dengan pemlik tanah.
  • Perjanjian pemberian hak anara pemegang hak pakai dan pemilk tanah bukan perjanjan sewa menyewa tanah atau perjanjian pengolahan tanah.

Hak pakai bisa diberikan selama jangka waktu tertentu atau selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu. Pemberian hak pakai bisa dilakukan secara cuma-cuma, pembayaran, atau pemberian jasa apapun.

Adapun pemilik Hak Pakai adalah WNI, orang asing yang berkedudukan di Indonesia, badan hukum yang didirikan menurut hukum di Indonesia, serta badan hukum asing yang memiliki perwakilan di Indonesia.

5. Petok D

Petok D atau Letter D adalah salah satu syarat untuk pengkonversian tanah milik adat menjadi hak milik.

Sebelum ada UUPA, Petok D menjadi surat tanah yang membuktikan kepemilikan tanah yang diakui kekuatan hukumnya. Meski begitu, setelah UUPA diterapkan, status Petok D hanya menjadi alat bukti pembayaran pajak tanah.

6. Letter C

Mengutip Jurnal Hukum dan Sosial Politik oleh Ayu Lintang Priyan Andari, dkk, Letter C merupakan bukti kepemilikan seseorang atas tanah yang ada di kantor desa atau kelurahan.

Fungsi dari Letter C adalah sebagai catatan penarikan pajak dan keterangan mengenai identitas dari sebuah tanah yang ada di zaman kolonial, serta sebagai tanda bukti berupa catatan di desa atau kelurahan.

7. Surat Girik

Surat girik adalah bukti kepemilikan tanah yang berstatus girik.

Menurut buku Sertifikat Tanah dan Properti oleh Kian Goenawan, surat girik menyatakan bahwa pemilik surat hanya memiliki hak atas tanah untuk mengelola tanah sebagai bukti pembayaran pajak, tanpa memiliki hak kepemilikan sama sekali.

Menurut Undang-undang Agraria, tanah berstatus girik diakui sebagai tanah milik adat. Identitas yang dicatat dari tanah girik hanyalah sebatas sejarah atau riwayat tanah tersebut.

Itulah perbedaan dari jenis-jenis sertifikat tanah. Semoga informasi ini membantumu ya detikers.

(inf/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Hal yang Bikin Dapur Selalu Terlihat Berantakan


Jakarta

Dapur berisi beberapa objek paling berguna dan bermanfaat di rumah, tetapi itu tidak berarti kamu perlu mengorbankan bentuk demi fungsi.

Meskipun menyingkirkan peralatan, makanan, dan perkakas tertentu dapat membantu demi kenyamanan, beberapa barang harus dijauhkan dari pandangan dan pikiran kamu. Jika tidak, dapur kamu akan terlihat berantakan dan tidak memiliki ruang.

Melansir The Spruce, Senin (14/10/2024), berikut yang membuat dapur selalu menjadi berantakan dan tidak memiliki ruang.


Peralatan Dapur

Sekalipun kamu sudah mencari penggorengan atau pemanggang yang paling estetik, bukan berarti benda itu mendapat tempat permanen di meja dapur kamu. Simpan barang atau peralatan yang tidak terpakai.

“Jika kamu tidak menggunakan peralatan setiap hari, simpanlah di lemari, dapur, atau garasi peralatan kamu. Hanya simpan peralatan penting, seperti pembuat kopi atau pemanggang roti di atas meja,” kata Julie Peak, organisator rumah profesional.

Dekorasi

Terlalu banyak dekorasi di dapur juga merupakan hal yang tidak baik. Terutama dekorasi musiman yang menumpuk, sehingga membuat dapur berantakan.

Pilih satu atau dua item dekorasi yang melengkapi gaya dapur kamu dan batasi jumlah papan nama di atas meja dapur. Pertimbangkan menggantung papan nama dapur di dinding sehingga tidak menghabiskan ruang meja dapur.

Peralatan dan Pisau di Meja Dapur

Kesalahpahaman umum adalah bahwa peralatan harus selalu berada dalam jangkauan tangan saat kamu memasak. Namun, peralatan ini juga mudah diakses di dalam laci seperti meja dapur.

Jika kamu tidak memiliki banyak ruang di laci, tidak ada alasan untuk menyimpan pisau di rak atas meja. Begitu pula dengan peralatan memasak lainnya. Peralatan akan berdebu dan akan menghabiskan banyak ruang apabila di luar.

Barang Lain yang Tidak Digunakan

Dapur sebagai tempat untuk menyimpan perlengkapan kerajinan, peralatan, dan obat-obatan. Namun, dengan catatan bahwa penting diingat fungsi utama dapur adalah menyediakan ruang untuk memasak.

Dokumen

Banyak dari kamu melihat banyak tumpukan dokumen berserakan di dapur. Resep, buku panduan, dan lain sebagainya.

Jangan terlalu membuat dapur menjadi seperti kantor, simpan beberapa barang dan jangan sampai membuatnya terlihat menumpuk di dapur.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Tips Membuat Rak Sepatu Sendiri di Rumah


Jakarta

Membuat rak sepatu sendiri adalah pilihan yang cerdas untuk mengatasi masalah penyimpanan dan organisasi sepatu di rumah. Berikut adalah panduan yang jelas dan mudah diikuti, mulai dari bahan yang diperlukan hingga langkah-langkah pembuatan yang terperinci.

Tapi sebelum membahas lebih jauh tentang cara membuat rak sepatu sendiri di rumah, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu keuntungan membuat rak sepatu sendiri di rumah.

Keuntungan Membuat Rak Sepatu Sendiri

Kustomisasi

Melansir storables.com, salah satu keuntungan utama dari membuat rak sepatu sendiri adalah kemampuan untuk menyesuaikan desain sesuai dengan kebutuhan dan selera pribadi. Kamu dapat menentukan ukuran, bentuk, dan warna rak agar sesuai dengan interior rumah.


Hemat Biaya

Membeli rak sepatu siap pakai sering kali bisa mahal. Dengan membuatnya sendiri, kamu dapat menghemat uang, terutama jika kamu menggunakan bahan yang sudah ada di rumah.

Pengembangan Keterampilan

Proyek DIY seperti ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk mengembangkan keterampilan pertukangan dan kreativitas. Ini bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, terutama jika melibatkan anggota keluarga.

Cara Membuat Rak Sepatu Sendiri di Rumah

Alat-Alat yang Diperlukan

Gergaji

Melansir getopenspaces.com, Gergaji digunakan untuk memotong papan kayu sesuai ukuran yang diinginkan. Kamu bisa menggunakan gergaji tangan atau gergaji listrik.

Bor

Alat ini sangat diperlukan jika kamu menggunakan baut untuk menyambungkan bagian-bagian rak. Bor juga berguna untuk membuat lubang pada kayu agar tidak pecah saat dipaku.

Palu

Untuk memukul paku agar masuk ke dalam kayu.

Penggaris dan Pensil

Digunakan untuk mengukur dan menandai papan kayu sebelum memotong.

Kertas Amplas

Untuk merapikan dan menghaluskan tepi-tepi papan kayu agar aman digunakan.

Pita Ukur

Untuk memastikan ukuran yang tepat saat memotong dan merakit, hal ini penting untuk keakuratan dalam memotong.

Kuas atau Rol Cat

Jika kamu ingin mengecat atau memberi lapisan pada rak untuk finishing.

Sekrup dan Obeng

Melansir craftycedar.com, alternatif untuk paku jika kamu ingin rak yang lebih kokoh, memilih sekrup yang tebal dan panjang sangat penting guna menyesuaikan kekokohan dengan proyek kamu.

Proses Pembuatan

Kamu harus memahami dengan baik langkah-langkah pembuatan rak sepatu, dari perencanaan hingga penyelesaian. Setiap langkah dijelaskan secara rinci, membuatnya mudah diikuti bahkan oleh pemula.

Perencanaan Desain

Memulai dengan menggambar sketsa dan merencanakan ukuran rak sesuai dengan ruang yang tersedia.

Pengumpulan Bahan

Menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti papan kayu, paku, dan alat-alat yang sesuai.

Pembuatan dan Perakitan

Mengukur, memotong, dan merakit komponen rak dengan menggunakan alat yang tepat.

Finishing

Melakukan pengecatan atau pelapisan untuk memberikan tampilan yang menarik dan melindungi rak dari kerusakan.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

6 Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Toilet untuk di Rumah


Jakarta

Toilet merupakan perlengkapan yang umum ditemukan di kamar mandi. Toilet memiliki berbagai ukuran hingga bentuk. Oleh karena itu, kita tak bisa asal memilih toilet.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat kamu memilih toilet untuk kamar mandi di rumah kamu.

Melansir The Spruce, berikut cara memilih toilet untuk rumah kamu agar tidak salah pilih.


Konstruksi Toilet

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat mencari toilet baru adalah gaya atau konstruksi toilet tersebut. Ada beberapa pilihan, seperti toilet one-piece, two-piece, dan wall mount.

Setiap gaya toilet menawarkan serangkaian manfaat dan kekurangan yang berbeda. Sebelum memilih toilet baru, teliti gaya toilet untuk memastikan bahwa toilet tersebut cocok untuk rumah.

Umumnya, toilet one-piece dan wall-mount membutuhkan lebih sedikit ruang daripada toilet two-piece, meskipun model ini lebih sulit dipasang daripada toilet two-piece. Selain itu, toilet two-piece cenderung menjadi pilihan yang lebih terjangkau.

Dudukan Toilet

Banyak toilet yang dilengkapi dudukan toilet yang dirancang khusus untuk model toilet tertentu. Namun, kamu dapat membeli dudukan toilet yang berbeda untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas toilet.

Model yang lebih mendasar tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, pastikan untuk mengukur toilet baru sebelum membeli dudukan toilet.

Penggunaan Air

Toilet lama menggunakan banyak air. Sedangkan toilet baru yang punya teknologi lebih anyar bisa menghemat air.

Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah air yang terbuang, tetapi juga rumah menggunakan lebih sedikit air secara keseluruhan. Saat mencari toilet baru untuk rumah, teliti toilet dengan sistem dual flush dan aliran rendah.

Tinggi Toilet

Ketinggian toilet umumnya mengacu pada ketinggian toilet. Toilet dapat terasa relatif nyaman untuk diduduki jika ketinggiannya tepat, tetapi beberapa toilet mungkin terlalu tinggi atau terlalu pendek.

Toilet dengan tinggi kursi disebut sebagai toilet dengan tinggi yang nyaman, tergantung pada merek dan pemasoknya. Pilih toilet dengan tinggi kursi jika sebagian besar pengguna tinggi, tetapi pertimbangkan tinggi standar untuk kamar mandi anak-anak.

Metode Flush

Kebanyakan toilet akan mengandalkan gravitasi untuk menyiram air dari tangki ke mangkuk untuk memaksa isi mangkuk ke saluran pembuangan. Kamu juga dapat menemukan toilet dengan penyiraman ganda yang menggunakan mekanisme penyiraman yang sama.

Beberapa toilet dirancang untuk meningkatkan daya siram guna memastikan isi mangkuk toilet terbuang ke saluran pembuangan. Tenaga tambahan ini karena toilet menggunakan tekanan udara untuk meningkatkan daya siram.

Bentuk Mangkuk

Pertimbangkan mangkuk yang memanjang atau mangkuk bundar merupakan pilihan yang lebih baik berdasarkan ukuran pengguna dan ruang di kamar mandi.

Gunakan mangkuk toilet bundar di kamar mandi kecil, pastikan untuk mendapatkan dudukan toilet yang sesuai dengan bentuk mangkuk toilet.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Menghitung Kebutuhan Wallpaper untuk Ruangan


Jakarta

Menggunakan wallpaper bisa mempercantik ruangan. Sebelum memasangnya, tentunya kamu perlu mengetahui dulu kebutuhan wallpaper untuk sebuah ruangan.

Umumnya, wallpaper yang dipasang bentuknya dalam bentuk roll. Ukurannya pun beragam, ada yang 10 x 0,5 meter, 9 x 0,45 meter, 8 x 0,45 meter maupun 5 x 0,6 meter.

Nah, sebelum membeli wallpaper, sebaiknya kamu ketahui dulu ukuran dinding yang ada. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui wallpaper yang dibutuhkan untuk dipasang di dinding tersebut.


Agar lebih mudah, yuk ketahui cara menghitung kebutuhan wallpaper. Dilansir dari pinhome, berikut ini informasinya.

Contoh Kasus

Ibu A ingin memasang wallpaper untuk dinding ruang keluarga yang memiliki ukuran misalnya 4 x 3 meter dan tinggi 3 meter. Rencananya, wallpaper yang ingin dibeli berukuran 10 x 0,5 meter. Berapa wallpaper yang dibutuhkan Ibu A?

Luas Bidang Dinding

Rumus: ((Panjang dinding + lebar dinding)x2) x tinggi dari dinding

= ((4+3) x 2) x 3
= (7 x 2) x 3
= 14 x 3
= 42 m2

Luas Bidang Wallpaper 1 Roll

Panjang wallpaper x lebar wallpaper
10 x 0,5 meter = 5 m2

Wallpaper yang dibutuhkan
Luas bidang dinding : luas bidang 1 roll wallpaper
= 42 m2 : 5 m2
= 8,4 meter atau sekitar 9 roll wallpaper

Untuk harga wallpaper pun beragam, mulai dari Rp 100.000-an hingga Rp 270.000-an per rol. Hal itu tergantung dari motif dan jenisnya. Sebagai catatan, harga tersebut belum termasuk dengan biaya jasa pasang wallpaper.

Itulah cara menghitung kebutuhan wallpaper. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mau Bangun Rumah Bentuk A-Frame? Cek Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


Jakarta

Rumah berbentuk A-Frame atau rangka huruf A memiliki gaya yang ikonik. Gayanya yang keren dan unik didefinisikan oleh bagian depannya yang berbentuk seperti huruf kapital A dengan atap bersudut tajam yang dimulai di dekat garis pondasi dan bertemu di bagian atas.

Gaya rumah ini menjadi populer, terutama untuk rumah liburan seiring dengan kemampuannya untuk mencerminkan alam. Maka dari itu, rumah dengan bentuk seperti ini sangat cocok untuk kawasan pegunungan dan pantai.

Sebelum memutuskan untuk membangun rumah berbentuk A-Frame, melansir Modern Cabin Living, berikut beberapa kelebihan dan kekurangan membuat rumah dengan bentuk A-Frame.


Keuntungan Rumah A-Frame

Dirancang Hemat Uang dan Energi

Kemiringan atap rumah berbentuk A-Frame memberi banyak area untuk digunakan jika ingin memasang panel surya. Hal ini membuat rumah tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan.

Selama musim panas, rumah ini cenderung lebih mudah didinginkan karena sebagian besar ruang tinggal berada di lantai bawah dan tidak ada dinding vertikal yang menghalangi aliran udara.

Bentuk yang Kuat

Bentuk segitiga rumah A-Frame membuatnya lebih kuat daripada desain lain yang dapat membantunya bertahan terhadap iklim yang keras seperti, hujan, angin, dan salju.

Namun, karena gaya rangka A segitiga pada rumah ini merupakan ciri khas yang berarti rumah tersebut tidak fleksibel dalam hal desain dan tampilan.

Memiliki Denah Lantai Terbuka

Denah lantai terbuka merupakan salah satu permintaan terbesar yang dicari dan rumah A-Frame menyediakan hal itu, Ruang-ruang ini memiliki dinding vertikal yang terbatas, sehingga ada sedikit ruang yang memotong garis luar di seluruh rumah.

Denah ini memenuhi beberapa permintaan lain, seperti langit-langit yang tinggi, jendela besar yang indah, dan desain yang tidak rumit.

Cocok untuk Rumah Liburan

Rumah berbentuk A-Frame sangat populer karena memungkinkan kamu menikmati pemandangan tanpa gangguan. Pada saat yang sama, kurangnya tempat penyimpanan dan lebih sedikit kamar sehingga tidak cocok untuk menjadi rumah utama.

Rumah ini bisa menjadi pilihan untuk menjadi rumah liburan yang menyenangkan sehingga dapat dikunjungi setiap tahunnya.

Kekurangan Rumah A-Frame

Atap yang Mahal

Bila atap rangka A rusak, biaya penggantinya bisa mahal. Pada saat yang sama, bila tidak diisolasi dengan baik maka atap tersebut dapat menyedot energi dan membuat rumah tidak memiliki kontrol suhu yang tepat.

Tidak Ada Ruang Penyimpanan Konvensional

Ruang penyimpanan merupakan masalah besar bagi banyak keluarga, dan tampaknya hal ini sangat diperlukan. Jika ruang penyimpanan merupakan masalah besar, rumah A-Frame bukan menjadi pilihan.

Hal ini karena A-Frame memiliki banyak dinding vertikal dan membatasi ruang untuk membangun lemari, yang berarti kamu harus kreatif dalam menambahkan area penyimpanan ke rumah A-Frame kamu.

Tidak Cocok untuk Keluarga Besar

Dinding vertikal yang terbatas, ruang penyimpanan yang terbatas, dan jumlah kamar yang terbatas menjadi hal yang kurang nyaman untuk keluarga besar. Rumah A-Frame menjadi rumah utama yang bagus untuk individu atau pasangan yang masih sendiri.

Meskipun rumah A-Frame telah melonjak popularitasnya, gaya dan desain yang tak lekang oleh waktu tidak akan pernah ketinggalan zaman.

Itulah kelebihan dan kekurangan rumah bentuk rangka huruf A atau A-Frame.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Biar Nggak Salah Pilih, Ini Jenis-jenis Bahan Atap



Jakarta

Atap merupakan salah satu elemen penting dalam konstruksi bangunan. Fungsinya melindungi interior dari cuaca dan memberikan estetika pada desain. Pemilihan bahan atap yang tepat sangat krusial, tidak hanya untuk memastikan ketahanan dan keamanan, tetapi juga untuk efisiensi energi dan biaya pemeliharaan.

Simak pembahasan ini untuk mengeksplorasi berbagai jenis bahan atap yang tersedia, kelebihan dan kekurangannya, serta tips dalam memilih bahan atap yang sesuai dengan kebutuhan bangunan kamu.

Ubin Logam Tiruan

Melansir This Old House, beberapa jenis atap logam yang dirancang untuk menyerupai tampilan ubin keramik tersedia dalam bentuk potongan terpisah, sehingga atap yang dihasilkan tetap mempertahankan sebagian tekstur dan ketidakteraturan yang menjadi ciri khas atap asli.


Meskipun demikian, atap ini dilapisi dengan panel logam yang siap pakai. Proses pemasangannya cepat dan sederhana, serta memiliki ketahanan terhadap air.

Ubin Keramik

Genteng keramik yang saling terhubung membentuk atap yang sangat menarik dan dapat bertahan hingga 100 tahun atau lebih. Namun, jenis atap ini membutuhkan struktur pendukung yang kokoh.

Genteng yang tergolong ringan dapat memiliki berat sekitar enam pon per kaki persegi, sementara yang lebih berat bisa mencapai 18 pon per kaki persegi. Sebagai alternatif untuk beban yang lebih ringan, kamu bisa mempertimbangkan atap logam yang lebih ekonomis dan menyerupai genteng, dengan berat hanya sekitar satu pon per kaki persegi.

Batu Tulis

Batu tulis merupakan bahan atap berat lainnya, dengan berat biasanya berkisar antara tujuh hingga delapan pon per kaki persegi. Untuk mendapatkan tampilan yang halus, ubin batu tulis dapat dipotong sesuai bentuk di semua sisinya.

Sementara itu, untuk menciptakan tekstur yang lebih menarik, seperti yang terlihat pada atap ini, produsen membentuk permukaan depan dengan membelah sepotong dari blok yang lebih besar, sehingga memperlihatkan lapisan lumpur yang ada di dalamnya.

Tepi bertekstur pada ubin ini dihasilkan melalui goresan garis di bagian belakang, kemudian dipatahkan pada sisi-sisinya.

Genteng Kayu

Sirap kayu yang kuat dan menarik adalah pilihan estetika yang ideal untuk rumah bergaya sirap seperti ini. Namun, dari segi praktis, sirap kayu mungkin bukan opsi terbaik ketika tiba saatnya untuk mengganti atap.

Sebagian besar jenis kayu yang tersedia saat ini untuk pembuatan sirap tidak sekuat kayu yang berasal dari pohon tua yang tumbuh lambat di masa lalu. Meskipun sirap kayu saat ini cocok untuk dinding, daya tahannya di atap yang merupakan lokasi yang lebih menantang tidak begitu lama.

Komposisi Arsitektur

Jika kamu bersedia mengeluarkan biaya lebih untuk atap komposisi, kamu dapat memperoleh sirap dengan tekstur yang lebih kaya dan variasi warna yang lebih banyak. Kualitas ini sangat diinginkan karena memberikan tampilan yang lebih menyerupai apa yang sebenarnya dicari orang, yaitu sirap kayu atau ubin keramik.

Karena sirap berkualitas arsitektur lebih tebal dan tidak mudah rusak, garansi yang ditawarkan biasanya juga lebih lama.

(das/das)



Sumber : www.detik.com