Tag: berat badan

  • Cerita Diet Pria Turun 57 Kg, Begini Triknya yang Bisa Ditiru


    Jakarta

    Seorang pria asal Jerman yang tinggal di Shanghai, China bernama Thomas Derksen (36) menceritakan pengalamannya sukses menurunkan 57 kg berat badan menjadi 83 kg dalam 5 tahun. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badannya tanpa obat dan tanpa diet ketat.

    Ia mengalami masalah berat badan sejak sekolah dasar. Ia sempat mencoba beberapa kali diet ketat dan berhasil turun, tapi akhirnya berat badannya justru naik lagi dan semakin parah. Bobot terberatnya pernah mencapai 140 kg.

    Semasa sekolah, ia sering diejek oleh teman-temannya dan Derksen menyebut itu pengalaman yang menyakitkan. Bahkan ketika sudah dewasa, dirinya masih sering menerima komentar dan saran yang tidak diminta untuk menurunkan berat badan.


    Sampai pada tahun 2020 di masa pandemi, isolasi mandiri membuatnya lebih banyak merenung soal berat badan dan kesehatan. Ini juga didorong komplikasi medis yang ia alami akibat berat badan berlebih.

    “Aku mulai menurunkan berat badan saat COVID melanda. Aku tahu harus menurunkan berat badan dan bahwa gaya hidupku tidak sehat. Aku punya masalah hati berlemak, nyeri dada, dan sendi yang sakit,” katas Derksen dikutip dari SCMP, Jumat (1/8/2025).

    Semenjak itu, Derksen jadi sering jalan-jalan, berolahraga, hingga pergi ke gym. Ia melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu dan kardio dua kali seminggu.

    Derksen juga selalu memilih jalan kaki jika pergi ke tempat yang jaraknya kurang dari 5 km. Menurutnya, jalan kaki adalah aktivitas fisik terbaik.

    Alih-alih diet ketat, Derksen justru makan 3-4 kali sehari tapi dengan porsi yang lebih kecil. Ia pernah mencoba intermittent fasting, tapi memutuskan berhenti karena menurutnya terlalu berat. Derksen bahkan bisa makan bebas seperti kentang dan hamburger sesekali.

    “Aku tidak pernah berkata pada diriku, ‘Kamu tidak boleh makan ini atau itu’. Sebaliknya, aku bilang, ‘Kamu boleh makan apa pun, tapi 80 persen waktunya harus makan sehat’. Pergeseran itu membuatku merasa jadi pelaku aktif, bukan pasif,” katanya.

    Dulu, ia menganggap makanan sebagai hiburan dan harus enak. Derksen kini lebih sering memasak sendiri dengan bahan sehat dan sederhana.

    Derksen tidak mempertimbangkan obat GLP-1 karena ia menyadari bahwa pola makannya selama ini bukan disebabkan oleh rasa lapar, melainkan oleh faktor emosional seperti stres atau kebosanan. Baginya, menekan nafsu makan saja tidak cukup untuk mengatasi akar permasalahan.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Kisah Nyata Pria yang Jalani Diet Ekstrem, Tak Makan Apapun Selama 382 Hari


    Jakarta

    Kebanyakan orang dapat bertahan hidup tanpa makanan setidaknya selama beberapa minggu, mungkin sedikit lebih lama. Namun, pria ini menjalaninya selama lebih dari satu tahun.

    Angus Barbieri, pria Skotlandia itu menjalani diet selama 382 hari. Kala itu, dia yang berusia 27 tahun tak makan apapun.

    Diberitakan Science Direct, ada laporan kasus yang menggambarkan pengalaman Barbieri yang dipublikasikan oleh dokternya di Postgraduate Medical Journal pada tahun 1973.


    Menurut laporan itu, Barbieri telah mendatangi Departemen Kedokteran Universitas di Royal Infirmary of Dundee, Skotlandia, lebih dari setahun sebelumnya, untuk mencari pertolongan.

    Menurut dokternya, ia sangat gemuk saat itu, dengan berat 207 kg. Dokter menyuruhnya berpuasa sebentar, dengan harapan dapat membantunya menurunkan berat badan, meskipun mereka tidak berharap ia dapat mempertahankan berat badannya.

    Hari-hari tanpa makanan berubah menjadi minggu-minggu, Barbieri merasa bersemangat untuk melanjutkan program tersebut. Meski terdengar tidak masuk akal dan berisiko, ia ingin mencapai berat badan idealnya, 82 kg.

    Tonton juga “Sukses Diet! Lizzo Pamer Tubuh Lebih Ramping di Oscar” di sini:

    Next: Hasil akhir diet ekstremnya

    Yang mengejutkan dokternya, ia menjalani kehidupan sehari-harinya sebagian besar dari rumah selama berpuasa, datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin dan menginap.

    Tes gula darah rutin yang dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa ia mampu beraktivitas saat sangat hipoglikemia, meyakinkan dokter bahwa ia benar-benar tidak makan. Minggu-minggu berubah menjadi bulan.

    Ia diizinkan minum kopi, teh, dan air soda, yang semuanya bebas kalori. Ia mengatakan bahwa ada kalanya ia menambahkan sedikit gula atau susu ke dalam teh, terutama pada minggu-minggu terakhir puasanya.

    Di akhir dietnya, Barbieri mencapai berat 82 kg. Lima tahun kemudian, ia masih mempertahankan berat badannya di angka 89 kg.

    Ini adalah kasus yang sangat tidak biasa, dan salah satu contoh paling ekstrem dari diet ketat yang pernah tercatat. Oleh karena itu, puasa selama ini tidak boleh dicoba oleh siapa pun.

    Simak juga video “Manfaat Diet Ketogenik Sebelum Operasi Jantung Terbuka pada Anak” di sini:

    (kna/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

    “Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

    Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


    Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

    “Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

    Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

    “Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

    Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

    “Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

    (dpy/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria di AS Sukses Pangkas BB 124 Kg Tanpa Operasi, Ini Rahasianya


    Jakarta

    Seorang pria asal Ohio, Amerika Serikat, bernama Ryan Grewell berhasil memangkas berat badannya hingga 275 pon (124,7 kg) pada tahun 2024 silam. Dikutip dari Newsweek, berat badan Grewell sebelumnya hampir 490 pon (222 kg). Bukan tanpa alasan, Grewell sebelumnya dikenal sebagai sosok yang kecanduan makanan cepat saji.

    “Saya tidak banyak bergerak saat berat badan saya berada di titik tertinggi. Saya tidak melakukan aktivitas fisik, berjalan kurang dari 4.500 langkah per hari, dan mengonsumsi makanan yang ‘sangat buruk’. Berat badan saya terus bertambah,” kata Grewell.

    Grewell mengonsumsi sekitar 3.000 hingga 5.000 kalori setiap hari, dan hal itu akhirnya mulai berdampak buruk pada tubuhnya. Ia mulai mengalami masalah kesehatan seperti nyeri sendi yang tentu berdampak pada aktivitas sehari-harinya. Imbas hal tersebut, ia disarankan untuk menurunkan berat badan oleh seorang chiropractor.


    Sadar bahwa obesitas dapat menjadi mimpi buruk baginya di masa mendatang, Grewell bertekad untuk berjuang demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Dirinya memutuskan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat. Namun, menurut Grewell, ada satu hal penting lain yang membantunya menurunkan berat badan, yakni bersepeda.

    “Bersepeda mengingatkan saya pada masa kecil. Saya ketagihan,” katanya.

    Bersepeda tidak membebani lututnya, dan setiap kayuhan yang ia lakukan merupakan kemenangan baginya. Dari perjalanan beberapa mil, hingga 100 mil (161 km).

    “Bersepeda adalah hal terhebat yang pernah saya lakukan untuk kedua aspek (mental dan fisik),” katanya.

    Dia menjelaskan bersepeda telah membantunya membakar kalori, membangun otot, dan meningkatkan sistem kardiovaskularnya.

    “Saya bahkan tidak bisa membungkuk untuk mengikat tali sepatu tanpa menahan napas dan benar-benar berusaha, tetapi sekarang saya hampir tidak pernah kehabisan napas. Saya dapat melakukan tugas-tugas fisik dengan mudah, dan saya menyukai aktivitas fisik,” tutupnya

    (dpy/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Alasan Protein Paling Efektif Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Bagi yang ingin menurunkan berat badan secara alami, mengurangi porsi makan saja tidak cukup. Butuh pengaturan yang tepat, dan memperbanyak asupan protein adalah pilihan paling efektif menurut para pakar.

    Protein merupakan salah satu makronutrien penting dalam menu makan sehari-hari. Fungsinya antara lain menjaga kesehatan tulang, otot, dan kulit. Kebutuhan tiap individu berbeda, dipengaruhi banyak faktor mulai dari usia, jenis kelamin, hingga ukuran tubuh.

    Kaitannya dengan berat badan, banyak pakar merekomendasikan untuk memperbanyak protein jika ingin cepat kurus secara alamiah dan sehat. Dikutip dari Health.com, berikut ini alasannya.


    1. Bikin cepat kenyang

    Beberapa penelitian mengaitkan diet tinggi protein dengan rasa kenyang lebih cepat. Salah satunya karena protein meningkatkan hormon yang memicu rasa kenyang seperti Glucagon Like Peptide 1 (GLP-1) sebagaimana obat-obat diabetes mutakhir yang belakangan banyak dipakai untuk pasien obesitas.

    2. Meningkatkan pembakaran kalori

    Saat seseorang mengonsumsi makanan, tubuhnya menggunakan kalori untuk mencerna, menyerap, dan memetabolisme. Efek ini dikenal sebagai thermic effect of food (TEF). Protein memiliki TEF lebih tinggi dibanding lemak dan karbohidrat, yang berarti tubuh membakar kalori lebih banyak untuk mencerna protein.

    3. Meningkatkan massa otot

    Jaringan otot secara aktif membakar kalori lebih banyak dibanding lemak. Menggabungkan latihan beban dengan diet tinggi protein bisa mencegah hilangnya massa otot saat menjalankan program menurunkan berat badan.

    4. Mendorong metabolisme

    Bahkan saat tidak sedang beraktivitas secara fisik, jaringan otot tetap membakar lebih banyak kalori. Riset menunjukkan, diet tinggi protein bisa meningkatkan daily energy expenditure hingga 70-200 kalori.

    5. Mencegah berat badan naik lagi

    Menurunkan berat badan memang berat, tapi lebih berat lagi mempertahankannya untuk tidak naik lagi. Sebuah penelitian menyebut rata-rata seseorang mengalami peningkatan berat badan kembali sebanyak 50 persen dalam 2 tahun, dan 80 persen dalam 5 tahun. Diet tinggi protein mencegah hal itu terjadi.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Protein untuk Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Protein merupakan salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Protein memiliki banyak peran penting, mulai dari membantu pembentukan hormon, menjaga sistem imun, memproduksi energi, hingga menjaga kesehatan tulang.

    Tak hanya itu, protein juga menjadi salah satu nutrisi penting bagi mereka yang sedang menurunkan berat badan. Protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan, dua hal yang berkontribusi dalam proses penurunan berat badan.

    Karenanya, mengonsumsi makanan tinggi protein dapat memberikan dampak positif bagi individu yang sedang diet. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet makanan tinggi protein yang bisa dicoba.


    1. Selai Kacang

    Selai kacang tidak hanya kaya akan protein, tetapi juga rendah karbohidrat. Kombinasi ini menjadikan selai kacang salah satu makanan yang ideal bagi pejuang diet.

    “Makanan berprotein tinggi favorit saya untuk menurunkan berat badan adalah selai kacang. Per sajian, yang biasanya 2 sendok makan, Anda akan mendapatkan sekitar 8 gram protein,” kata pakar diet dan nutrisi Rebecca Stib dikutip dari Business Insider, Kamis (17/4/2025).

    2. Telur

    Sudah bukan rahasia lagi kalau telur merupakan salah satu makanan yang direkomendasikan untuk diet. Dikutip dari Business Insider, satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein berkualitas tinggi dengan semua asam amino esensial.

    Tak hanya itu, telur juga kaya akan vitamin dan mineral.

    3. Salmon

    Salmon mengandung asam lemak omega-3, salah satu nutrisi yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia. Dikutip dari Healthline, penelitian menunjukkan asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan berat badan dengan mengurangi rasa lapar dan menekan nafsu makan.

    4. Dada Ayam

    Dada ayam kerap menjadi salah satu menu andalan saat diet. Tidak heran, mengingat makanan ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi.

    Dikutip dari Medical News Today, 100 gram dada ayam tanpa kulit mengandung sekitar 22,5 gram protein. Selain tinggi protein, dada ayam juga rendah karbohidrat dan lemak.

    5. Quinoa

    Quinoa kerap disebut sebagai ‘makanan super’ untuk diet. Dikutip dari Medical News Today, quinoa mengandung sembilan asam amino esensial, menjadikannya salah satu sumber protein terbaik, khususnya bagi vegan dan vegetarian.

    Satu cangkir quinoa (sekitar 185 gram) dapat mengandung hingga 8,14 gram protein.

    6. Biji Labu

    Biji labu kaya akan protein dan mineral, seperti magnesium dan selenium. Satu cangkir biji labu (46 gram) dapat mengandung sekitar 13,7 gram protein.

    Selain dikonsumsi sebagai camilan, biji labu juga dapat diolah menjadi bumbu untuk masakan, atau topping pada smoothie.

    7. Alpukat

    Selain tinggi protein, alpukat juga mengandung lemak tak jenuh yang dapat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Tak hanya itu, buah ini juga kaya akan serat dan nutrisi lain yang baik untuk tubuh.

    Satu cangkir alpukat (230 gram) dapat mengandung sekitar 4,51 gram protein.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Camilan Sehat yang Baik untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tidak sedikit yang sepenuhnya menghindari camilan saat diet demi memastikan proses diet atau penurunan berat badan berjalan lancar.

    Faktanya, mengonsumsi camilan justru dapat mendukung proses penurunan berat badan, dengan catatan tetap memerhatikan jenis juga porsi camilan yang dikonsumsi.

    Camilan sehat yang kaya akan nutrisi, seperti serat dan protein, dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu lapar. Kedua hal ini sangat penting dalam proses pengelolaan berat badan.


    Tak hanya itu, banyak camilan sehat mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tubuh tetap sehat dan bugar saat sedang melakukan diet.

    Lantas, apa saja camilan sehat yang dapat menunjang proses penurunan berat badan tersebut? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.

    1. Apel dan Selai Kacang

    Selai kacang mengandung seluruh nutrisi yang dapat meningkatkan rasa kenyang, seperti lemak sehat, protein nabati, dan serat. Di sisi lain, apel merupakan salah satu buah dengan kandungan serat tinggi.

    Kombinasi apel dan selai kacang menghasilkan camilan yang renyah dan creamy. Namun perlu diingat, pilihlah selai kacang yang tidak mengandung gula tambahan.

    2. Greek Yogurt dan Buah Beri

    Greek yogurt mengandung protein yang sangat tinggi. Di sisi lain, buah beri (blackberry, blueberry, stroberi) merupakan salah satu sumber antioksidan terbaik.

    Kombinasi keduanya tidak hanya menghasilkan camilan yang penuh rasa, tapi juga kaya akan beragam nutrisi yang dapat mendukung penurunan berat badan.

    3. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan merupakan camilan penuh nutrisi yang ideal saat sedang diet. Sebab, kacang-kacangan menyediakan asupan protein, serat, dan lemak sehat yang seimbang.

    Sejumlah studi menunjukkan konsumsi kacang-kacangan dapat membantu menurunkan berat badan. Namun jangan mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah banyak karena bisa meningkatkan asupan kalori harian.

    4. Coklat Hitam dan Almond

    Coklat hitam dan almond merupakan kombinasi yang ideal. Coklat hitam mengandung antioksidan, sementara almond kaya akan lemak sehat yang mengenyangkan.

    Cobalah mencampurkan beberapa keping coklat hitam dengan segenggam almond untuk menikmati camilan yang kaya akan nutrisi.

    5. Puding Chia

    Biji chia mengandung serat, asam lemak omega-3, dan protein nabati yang dapat menunjang penurunan berat badan. Ketika direndam dalam air, biji chia dapat berubah seperti jeli sehingga cocok dijadikan bahan untuk puding.

    Untuk memperkaya rasa, cobalah padukan puding chia dengan aneka buah-buahan.

    6. Telur Rebus

    Camilan sehat untuk diet tidak selalu ribet. Sesimpel telur rebus saja sudah bisa menjadi camilan untuk menunjang penurunan berat badan.

    Kandungan protein tinggi pada telur juga membuat makanan ini sangat mengenyangkan. Selain itu, telur juga kaya akan nutrisi penting lain, seperti vitamin D, folat, dan kolin.

    (dpy/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • Stop Kalap! Segini Batas Makan Kue Lebaran biar Badan Nggak ‘Lebar-an’


    Jakarta

    Nastar, kastengel, putri salju dan kue kering lainnya biasa disajikan saat Lebaran. Meski menggoda, kamu harus bisa menahan diri supaya nggak makan terlalu banyak.

    Kue kering sajian khas Lebaran tinggi kalori namun minim asupan nutrisi. Terlalu banyak makan nastar bisa bikin badan malah lebar-an pasca Lebaran.

    “Kastengel itu kan 21 kkal, nastar itu sekitar 60 kkal. Memangnya kenapa kalau makan nastar satu atau dua? Kan boleh aja. Yang nggak boleh itu kan kalau makannya itu banyak,” kata spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/3/2025).


    Pengidap penyakit diabetes juga boleh-boleh saja kok makan kue Lebaran. Namun kata dr Roy, penting untuk mengedepankan porsi makan seimbang. Jangan tiba-tiba makan nastar satu toples sebagai ajang balas dendam usai berpuasa sebulan penuh.

    Penting juga selama Lebaran untuk tetap mengonsumsi asupan kaya nutrisi seperti sayur dan buah-buahan. Jangan lupa juga minum air putih yang cukup, serta berolahraga.

    “Makan nastar kebanyakan kan juga nggak enak. Saya kira kita tidak perlu terlalu nastarfobia atau kastengelfobia,” tandas dr Roy.

    BACA JUGA

    (kna/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Jakarta

    Pakar Nutrisi Spill Trik Sederhana yang Bisa Bikin Berat Badan Turun dalam 3 Bulan

    Sudah diet keras, tetapi berat badan nggak turun-turun? Tidak sedikit pejuang diet yang pernah mengalami hal tersebut. Seringkali, proses diet yang mandek menyebabkan frustasi dan mematahkan semangat untuk menurunkan berat badan.

    Ada banyak faktor yang dapat menghambat penurunan berat badan. Terkadang, penyebabnya cukup sepele sehingga kerap terabaikan.

    Lantas, apa yang harus dilakukan agar program diet dapat memberikan hasil yang diharapkan? Pakar gizi dan penurunan berat badan Amaka membagikan empat trik untuk sukses menurunkan berat badan hanya dalam waktu tiga bulan.


    1. Fokus pada Diet Rendah Kalori

    Amaka mengungkapkan kunci menurunkan berat badan adalah dengan menjaga pola makan rendah kalori, sambil tetap merasa kenyang.

    Untuk mencapai hal itu, Amaka merekomendasikan makanan yang rendah kalori dan tinggi protein. Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang dapat mendukung penurunan berat badan dengan meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan.

    Dia juga menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah, seperti cabai rawit dan kayu manis. Sebab, rempah-rempah tersebut dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membuat tubuh membakar lebih banyak lemak.

    2. Perhatikan Cara Makan

    Saat diet, kebanyakan orang cenderung fokus pada jenis makanan yang dikonsumsi. Namun menurut Amaka, cara mengonsumsi makanan tersebut juga turut memengaruhi penurunan berat badan.

    “Makanlah protein dan sayuran terlebih dahulu sebelum karbohidrat, itu akan membuat Anda cepat kenyang, dan Anda akan kesulitan menghabiskan karbohidrat yang tersisa di piring Anda,” ujarnya dikutip dari Medical Daily, Sabtu (15/2/2025).

    Menggunakan piring atau mangkuk yang lebih kecil juga dapat membantu “mengelabui” otak agar cepat merasa kenyang.

    3. Minum Air

    Meski terkesan sepele, memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan salah satu hal yang penting dilakukan saat sedang menurunkan berat badan.

    Amaka menjelaskan hidrasi yang baik membantu tubuh mengendalikan rasa lapar dan tetap sehat.

    “Selalu minum air putih 5-10 menit sebelum makan, itu akan membantu mengendalikan nafsu makan,” katanya.

    4. Latihan Secara Teratur

    Aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Amaka merekomendasikan latihan kekuatan dua hingga tiga kali seminggu, karena latihan tersebut membantu membangun otot serta membakar kalori bahkan saat istirahat.

    Amaka menekankan seluruh hal tersebut harus dilakukan dengan konsisten agar dapat memberikan hasil yang diharapkan.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Mau Coba Diet TWS yang Viral? Ini Menu Makan dan Latihannya

    Jakarta

    Diet TWS adalah singkatan dari “two weeks” diet atau program penurunan berat badan. Tagar #TWSProgram pun sempat heboh di media sosial beberapa waktu lalu.

    Hasil diet ini dianggap menawarkan berat badan bak pramugari. Kenali lebih dalam mengenai diet TWS ini yuk!

    Kenapa Program Diet TWS Mahal?

    Dari catatan detikHealth, alasan program diet TWS mahal adalah karena wajib untuk minum suplemen protein. Itulah yang jadi salah satu alasan yang membuat program diet ini terkenal mahal. Tak heran, jika diet TWS disebut juga sebagai diet sultan.


    Pada dasarnya, diet TWS adalah program diet yang menekankan keseimbangan antara asupan nutrisi yang tepat dengan aktivitas fisik yang rutin.

    Berikut adalah rekomendasi menu makanan diet TWS:

    1. Perbanyak Makan Sayuran Hijau dan Buah

    Perbanyak konsumsi sayuran hijau atau suplemen serat. Dilansir MedicineNet, sayuran dan buah kaya akan serat akan membuat kita merasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, sayuran dan buah juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang memberi efek positif bagi tubuh.

    2. Makan Sumber Protein

    Protein menjadi komponen utama dalam diet TWS, karena protein memberikan rasa kenyang.

    Dalam hal ini, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk mencerna protein daripada karbohidrat. Makannya, tubuh menggunakan lebih banyak kalori untuk mencerna serta menyerap protein. Unggas dan ikan direkomendasikan.

    3. Makan Ikan

    Telah disinggung sebelumnya bahwa program TWS menekankan pada protein. Maka dari itu konsumsilah ikan, karena merupakan sumber protein yang baik.

    Selain itu, ikan juga kaya akan lemak omega-3. Ikan sarden, salmon, dan trout bisa jadi pilihannya.

    4. Hindari Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis sangat berkontribusi pada penambahan berat badan. Alternatifnya, ganti dengan pemanis alami seperti madu atau buah.

    5. Kurangi Makan Lemak Jenuh

    Lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol dalam darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Rata-rata pria tidak boleh mengkonsumsi lemak jenuh sebanyak 30 gram sehari, sedangkan wanita tidak lebih dari 20 gram.

    Lemak jenuh ditemukan pada makanan seperti potongan daging merah berlemak, sosis, mentega, keju, krim.

    6. Beralih ke Produk Biji-bijian Utuh

    Cobalah untuk menghindari produk gandum, karena tubuh mengubah gandum menjadi gula. lebih cepat daripada biji-bijian lainnya. Maka beralihlah ke produk biji-bijian utuh.

    7. Konsumsi Cairan yang Cukup

    Air jadi salah satu asupan terbaik dalam upaya menurunkan berat badan. Air bermanfaat dalam membantu membersihkan racun dari tubuh dan meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

    8. Rutin Melakukan Sarapan

    Sarapan berperan penting untuk membuat tubuh tetap bugar. Saat sarapan, pilihlah makanan tinggi serat, rendah lemak, gula, dan garam.

    9. Kurangi Konsumsi Garam

    Kelebihan garam akan menyebabkan retensi air dalam tubuh. Di mana, air membentuk sekitar 55-60 % dari berat tubuh.

    Jadi, saat sedang berusaha menurunkan berat badan hindari mengkonsumsi garam selama minggu.

    Selain menjaga pola makanan yang sehat, diet TWS perlu dibarengi dengan olahraga. Berikut adalah rekomendasi latihan yang bisa dilakukan saat menjalankan diet TWS:

    • Latihan push up
    • Latihan tuck-ups
    • Skipping (lompat tali).

    Perlu diingat, sebelum memutuskan untuk menjalani program diet, kamu mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui berapa banyak bb yang perlu diturunkan. Ahli yang berkualifikasi akan memberikan cara terbaik untuk mencapainya.

    (khq/fds)



    Sumber : health.detik.com