Tag: berat badan

  • Bantah Sedot Lemak, Marion Jola Beberkan Rahasia Turun BB 9 Kg


    Jakarta

    Netizen dibuat pangling dengan penampilan baru Marion Jola. Penyanyi jebolan ajang bakat Indonesian Idol itu rupanya berhasil menurunkan berat badan sampai sembilan kg dalam waktu tujuh bulan.

    Tidak sedikit yang menuding proses penyusutan bobot tubuhnya dibantu operasi sedot lemak. Melalui akun TikTok pribadinya, Marion Jola jelas membantah hal tersebut.

    “Ada yang bilang aku sedot lemak, ada yang bilang aku suntik ini, itu, jd aku mau address dikit ke kalian aku mulai benar-benar diet itu dari bulan Agustus, aku mencoba dietnya bagaimana sih?” tuturnya dalam postingan yang diunggah Sabtu (24/2/2024).


    Marion yang kerap disapa Lala ini memulai rutin olahraga gym sejak 26 Juni tahun lalu. Dibantu dengan personal trainer, Lala mencoba membiasakan diri untuk angkat beban sampai olahraga cardio.

    Di tengah rutinitas olahraga, tantangan menurunkan berat badan berikutnya adalah menahan nafsu makan. Wanita asal Kupang itu kemudian memutuskan untuk mencari bantuan dokter gizi.

    “Kalau ke dokter gizi, itu kita dicek badannya itu butuh untuk mengurangi berapa banyak fat dan juga meningkatkan berapa banyak muscle massa,” terang dia.

    Dokter gizi kemudian memberikan meal plan yang cocok untuknya, sambil terus menyempatkan olahraga dalam seminggu. Lala bahkan tidak pernah sekalipun melewatkan satu minggu untuk berolahraga minimal tiga kali.

    “Ini aku 7 bulan ini, dari awalnya 61 sekarang 52, jadi kurang 9 kg, jadi dalam 7 bulan ini aku sudah turun 9 kilo pergi ke gym, angkat beban, mengurangi makan,” jelas Lala.

    “Melelahkan juga pasti karena mencoba melakukan perubahan gaya hidup,” pungkas dia.

    (naf/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 4 Cara Efektif Turunkan BB untuk Dapat Body Goals, Mudah Dilakukan

    Jakarta

    Memiliki badan sehat dan bugar dengan berat ideal merupakan keinginan banyak orang. Sebab, hal ini juga menjadi acuan kesehatan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

    Dikutip dari Everyday Health, beberapa pakar diet memberikan tips paling efektif dan praktis untuk menurunkan berat badan. Berikut sederet penjelasannya.

    1. Makan Perlahan

    Licensed Clinical Social Worker and Psychotherapist in Private Practice in New York City beberapa kali meminta pasiennya untuk memilih makanan yang disukai. Kemudian ia menyarankan mereka untuk mengunyah secara perlahan dan menelan ketika semua makanan sudah halus.


    “Perlu waktu untuk mengetahui kita kenyang. Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan, tapi juga memberi isyarat kenyang yang lebih baik,” jelas Janet Zinn.

    2. Masak dan ‘Food Prep’

    Biasakan untuk memasak dan mempersiapkan makanan atau disebut ‘food prep’. Misalnya setiap hari Minggu, siapkan makanan untuk sarapan seperti kombinasi oat, selai kacang, dan whey protein. Selain sarapan, bisa juga persiapkan untuk makan siang. Cobalah melakukan ‘food prep’ untuk seminggu dan kemas dalam wadah tersendiri, lalu masukkan ke dalam kulkas.

    “Setiap hari Minggu saya memasak makanan saya secara berkelompok selama seminggu. Untuk sarapan saya kombinasikan oat, selai kacang, rami, dan bubuk protein jadi yang perlu saya lakukan hanyalah menambahkan air dan microwave. Saya juga menyiapkan makan siang untuk seminggu dan mengemasnya dalam wadah tersendiri sehingga saya dapat mengambilnya setiap hari untuk dibawa ke tempat kerja,” kata – Kyra Williams, pelatih pribadi di Boston.

    3. Tidup yang Cukup

    Kurang tidur meningkatkan hormon rasa lapar, ghrelin, dan menurunkan hotmon kepuasan, leptin, yang dapat berkontribusi pada penambahan berat badan. Cobalah untuk menerapkan waktu tidur yang teratur, yakni sekitar 7 hingga 8 jam.

    “Saat kita kurang tidur, kita menginginkan lebih banyak makanan asin dan manis. Mengapa? Karena kapanpun Anda merasa lebih lapar, keinginan Anda akan makanan berenergi lebih tinggi – alias berkalori lebih tinggi – semakin meningkat,” kata ahli diet-gizi di Texas

    “Kita juga tahu bahwa cara kita berpikir dan memproses emosi dipengaruhi oleh kurang tidur, sehingga mudah untuk menghubungkan hal ini dengan gangguan kemampuan untuk membuat pilihan yang masuk akal dalam banyak bidang kehidupan, termasuk makanan,” lanjutnya.

    4. Tetap Terhidrasi

    Penelitian menemukan orang yang minum dua gelas air sebelum makan mengalami penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan orang yang tidak minum air sebelum makan. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar sehingga menyebabkan makan lebih banyak. Namun, air juga membuat merasa lebih kenyang dan menyebabkan seseorang lebih sedikit makan.

    “Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” kata Megan Casper, RDN, konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite.

    (suc/sao)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet? 14 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Jakarta

    Bagi sebagian orang, diet adalah cara jitu untuk menurunkan berat badan. Setelah melihat kisah-kisah sukses orang yang menurunkan berat badan setelah diet, kita mungkin jadi tertarik untuk mencoba berdiet pula, dengan harapan bisa menurunkan berat badan seperti orang lain.

    Tetapi, tak semua orang bisa sukses menurunkan berat badan dengan mudah, bahkan setelah diet. Berat badan yang tidak turun bahkan setelah menjalani diet mungkin akan membuat kita merasa bingung dan kecewa.

    Apakah detikers pernah mengalami hal ini? Jangan bingung lagi, berat badan bisa saja tidak turun meski sudah melakukan diet karena beberapa hal berikut.


    Penyebab Berat Badan Tidak Turun Meski Sudah Diet

    Berikut beberapa alasan mengapa berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet.

    1. Kurang Makan

    Asumsi yang kerap dibuat jika ingin menurunkan berat badan adalah mengurangi konsumsi kalori. Mengutip NBC News, Bonnie Taub-Dix, seorang ahli gizi dan ahli diet mengatakan bahwa diet yang sangat rendah kalori pada mulanya memang membuat berat badan turun dengan cepat.

    Namun, tak jarang orang justru melakukan binge eating saat merasa sangat lapar. Ini membuat berat badan yang sempat turun jadi naik kembali.

    Selain itu, ketika kita tiba-tiba mengonsumsi sangat sedikit kalori, tubuh akan merasa ada yang salah. Tubuh akan memasuki mode kelaparan yang memperlambat berbagai proses yang dibutuhkan untuk membakar kalori, seperti metabolisme dan tekanan darah.

    Ditambah lagi, bagi wanita, kondisi tubuh yang seperti ini bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Hal ini mempengaruhi hormon yang bisa memicu kenaikan berat badan.

    2. Hanya Menghindari Makanan Tertentu

    Orang-orang yang baru mulai diet mungkin mengacu pada daftar makanan yang perlu dihindari. Misalnya, menghindari gorengan atau makanan dengan pemanis.

    Tetapi, hal ini bisa membuat kita justru melarikan diri ke makanan-makanan lain yang juga tidak sehat, tetapi kita menganggap hal itu tidak masalah asalkan sudah menghindari makanan-makanan yang jadi pantangan.

    Taub-Dix berpendapat, makanan-makanan yang perlu dihindari tetap boleh dimakan dalam porsi yang terbatas. Sebab, diet seharusnya tidak membuat kita menderita karena tidak bisa menikmati makanan favorit.

    Taub-Dix merekomendasikan untuk lebih awas terhadap apa yang kita makan dan kapan kita memakannya. Misalnya, menjadi lebih sadar untuk tidak mengemil jika tidak perlu atau tidak sedang lapar.

    3. Terlalu Membatasi Makronutrien

    Mengutip Heathline, yang dimaksud makronutrien adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiga nutrisi ini dibutuhkan dalam jumlah besar agar tubuh bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

    Karena itu, Taub-Dix menyarankan untuk menghindari jenis diet yang melarang konsumsi makronutrien ini. Makronutrien bisa didapat dari berbagai makanan yang cocok untuk menurunkan berat badan, seperti gandum, daging tanpa lemak, seafood, dan kacang-kacangan. Untuk diet yang sukses, pilihlah makanan yang diolah secara alami.

    4. Mengalami Plateau Berat Badan

    Setelah rutin menjalani diet, detikers mungkin mulai mengalami penurunan berat badan secara sukses. Tetapi setelah itu, berat badan tidak turun-turun lagi meskipun diet tetap dilanjutkan. Mengapa?

    Plateau berat badan ini bisa disebabkan oleh diet yang monoton. Setelah tubuh mengalami penurunan berat badan di awal masa diet, tubuh pun mulai terbiasa dengan pola diet yang baru. Sehingga, tubuh tidak bereaksi dengan penurunan berat badan lagi.

    Plateau setelah sukses menurunkan berat badan tidak selalu merupakan hal yang buruk. Berat badan yang stabil lebih baik daripada berat badan yang naik turun akibat diet yoyo.

    5. Terlalu Banyak Duduk

    Riset yang dilakukan oleh University of Missouri-Columbia menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu panjang membuat tubuh berhenti memproduksi lipase, enzim yang berperan dalam metabolisme. Enzim ini memecah lemak pada makanan agar diserap di usus.

    Jika detikers sudah menjalani diet tetapi tidak mengalami penurunan berat badan, bisa jadi itu karena detikers kurang bergerak. Sibuk bekerja atau belajar memang membuat kita lebih sering duduk dibandingkan beraktivitas fisik. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk rutin berdiri dan bergerak, meski hanya sebentar.

    6. Kurang Tidur

    Riset tahun 2018 yang diterbitkan di Journal of Obesity and Metabolic Syndrome menunjukkan bahwa kualitas maupun kuantitas tidur yang kurang dapat berdampak buruk pada metabolisme. Kurang tidur bisa memengaruhi hormon leptin dan ghrelin, 2 hormon yang mengatur rasa kenyang dan lapar.

    7. Stres

    Stres berlebih juga bisa membuat diet gagal dan berat badan tidak turun, lho. Terkadang, orang yang stres memiliki kebiasaan makan untuk melegakan perasaannya.

    Selain itu, stres juga bisa membuat seseorang merasa malas memikirkan makanan yang seimbang dan lebih memilih memakan apa saja yang praktis dan cepat, meski tidak sehat.

    8. Makan Terlalu Cepat

    Kehidupan yang sibuk dan serba cepat terkadang memaksa kita untuk makan dengan terburu-buru. Padahal, mindful eating merupakan salah satu cara ampuh menurunkan berat badan.

    Caranya adalah makan dengan perlahan dan tanpa hal yang bisa mengalihkan perhatian dari makanan. Nikmati setiap suapan hingga kita merasa sudah cukup kenyang.

    Riset yang dilakukan oleh University of Zurich di Swiss menunjukkan bahwa mindful eating tak kalah efektif dari program diet konvensional dalam menurunkan berat badan.

    9. Kurang Minum Air

    Minum air yang cukup dapat memperlancar metabolisme, sehingga membantu penurunan berat badan.

    Riset yang dilakukan oleh Autonomous University of Baja California menemukan beberapa strategi penurunan berat badan yang melibatkan minum air, yaitu meningkatkan konsumsi air harian, mengganti minuman berkalori dengan air putih, dan minum air yang banyak sebelum makan.

    10. Banyak Minum Alkohol

    Berat badan tidak turun meski suduah menjalani diet bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang terlalu banyak atau terlalu sering. Alkohol dapat memengaruhi nafsu makan sehingga kita merasa lebih lapar.

    Selain itu, riset yang dilakukan oleh University of Pennsylvania bersama The Children’s Hospital of Philadelphia menunjukkan bahwa mengurangi alkohol membantu penurunan berat badan bagi penderita diabetes.

    Alkohol sendiri mengandung 7 kalori per gram. Jika ingin minum alkohol, pilihlah jenis seperti vodka yang dicampur dengan minuman tanpa kalori.

    11. Memiliki Kondisi Kesehatan Tertentu

    Beberapa kondisi kesehatan memengaruhi berat badan seseorang atau membuat berat badan sulit turun. Contohnya adalah beberapa penyakit berikut:

    • Hipotiroidisme
    • Polycystic ovary syndrome (PCOS)
    • Binge eating disorder (BED)
    • Depresi.

    Jika penyakit-penyakit di atas menghambat penurunan berat badan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu strategi penurunan berat badan yang efektif.

    12. Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu

    Beberapa jenis obat-obatan bisa menghambat penurunan berat badan, atau bahkan mengakibatkan berat badan naik. Misalnya, mengutip WebMD, obat steroid untuk mengatasi peradangan bisa memengaruhi metabolisme dan memicu rasa lapar.

    Begitu juga dengan antihistamin yang meredakan gejala demam akibat alergi. Obat ini memengaruhi nafsu makan sehingga kita ingin makan lebih banyak.

    13. Menopause

    Alasan lain berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet adalah menopause yang dialami wanita. Perubahan pada hormon, massa otot yang berkurang, serta kurang tidur bisa mengakibatkan berat badan meningkat.

    Rasa lelah yang dialami saat menopause juga bisa membuat wanita ingin makan camilan agar mendapat energi yang cukup.

    14. Kurang Berolahraga

    Kurang berolahraga bisa jadi penyebab berat badan tidak turun meski sudah menjalani diet. Begitu juga jika rutin berolahraga, tetapi makan banyak setelahnya, sehingga kalori yang masuk lebih banyak dari kalori yang dibakar.

    2 olahraga yang cukup populer untuk penurunan berat badan adalah kardio dan angkat beban. Tetapi, karena kedua olahraga ini membakar kalori yang banyak, berhati-hatilah agar tidak ngemil setelah berolahraga.

    Usaha diet setiap orang dapat membuahkan hasil yang berbeda-beda. Tidak semua orang bisa menurunkan berat badan dengan lancar dan terkadang berat badan bisa stagnan tanpa turun lagi. Bagi detikers yang sedang berdiet, tetaplah bersabar dan berusaha, ya!

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Mengenal Intermittent Fasting, Diet Puasa Ade Rai yang Viral

    Jakarta

    Diet intermittent fasting adalah salah satu metode diet yang paling populer saat ini. Diet ini dianggap tidak menyiksa karena tidak membatasi jenis makanan yang boleh atau tidak boleh dimakan, melainkan kapan boleh memakannya.

    Oleh karena itu, banyak yang menjalani diet ini, tak terkecuali binaragawan Indonesia Ade Rai. Aturan utamanya adalah membatasi waktu makan selama beberapa jam saja, selebihnya kita tidak makan alias berpuasa. Misalnya, membatasi waktu makan selama 8 jam. Berarti, seseorang makan siang jam 11.00, dilanjutkan dengan makan malam jam 19.00, dan selebihnya berpuasa.

    Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dunia Ade Rai pada 23/9/2020, Ade Rai menyebutkan bahwa diet puasa ini adalah salah satu strategi yang paling sederhana dan mudah. Badan pun memiliki kemampuan untuk melakukan strategi diet intermittent fasting ini, asal dilakukan secara bertahap.


    Penasaran dengan intermittent fasting, diet puasa ala Ade Rai? Simak artikel berikut.

    Mengenal Intermittent Fasting

    Intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur siklus makan dan berpuasa. Metode intermittent fasting yang sering dilakukan adalah berpuasa selama 16 jam dalam sehari dan makan dalam jangka waktu 8 jam sisanya.

    Menurut Ade Rai, tujuan berpuasa ini adalah agar tubuh menggunakan lemak yang akan dipecah sebagai sumber tenaga. Hal ini hanya akan terjadi jika kita tidak makan.

    Durasi Intermittent Fasting Ala Ade Rai

    Ade Rai menganjurkan mencoba intermittent fasting secara bertahap. Berikut durasi puasa yang direkomendasikan Ade Rai dalam videonya yang diunggah pada 18/12/2021.

    • 12-12: Makan 12 jam, puasa 12 jam
    • 10-14: Makan 10 jam, puasa 14 jam
    • 8-16: Makan 8 jam, puasa 16 jam.

    Ade Rai berkata tidak masalah jika durasi puasa berganti-ganti. Misalnya, hari ini berpuasa selama 16 jam, lalu esok harinya berpuasa selama 12 jam saja.

    Metode Intermittent Fasting

    Metode intermittent fasting yang dibahas Ade Rai, yaitu berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam sisanya adalah salah satu metode intermittent fasting yang populer. Selain itu, ada juga metode-metode lainnya.

    Dikutip dari Healthline, berikut metode intermittent fasting yang populer dilakukan.

    1. Metode 16/8

    Inilah metode yang dibahas oleh Ade Rai. Metode ini membagi waktu 24 jam menjadi 16 jam berpuasa dan 8 jam waktu untuk makan.

    Sebagian orang memilih untuk menggunakan 8 jam ini untuk makan siang dan makan malam. Tetapi, jika detikers terbiasa makan pagi, 8 jam ini bisa dipakai untuk makan pagi dan makan siang saja, lalu tidak makan malam.

    2. Eat-Stop-Eat

    Metode ini melibatkan puasa selama 24 jam selama 1 atau 2 kali per minggu. Metode puasa ini mungkin lebih sulit dilakukan oleh pemula karena rasa laparnya lebih terasa setelah berpuasa selama 24 jam.

    3. Diet 5:2

    Dengan metode ini, detikers makan seperti biasa selaam 5 hari dalam seminggu. Untuk 2 hari sisanya, batasi konsumsi kalori sebanyak 500-600 kalori per hari.

    Siapa yang Tidak Disarankan Menjalani Intermittent Fasting?

    Sama seperti metode diet lainnya, intermittent fasting belum tentu cocok untuk semua orang. Kelompok orang berikut sebaiknya berhati-hati jika ingin menjalani intermittent fasting, sebab mungkin metode diet puasa ini kurang cocok untuk mereka.

    1. Orang dengan Kadar Lemak Rendah

    Ade Rai menganjurkan intermittent fasting untuk orang yang memiliki kadar lemak di atas 30% (bagi wanita) dan di atas 25% (bagi pria). Sebab, diet puasa ini menggunakan tabungan lemak dalam tubuh menjadi sumber energi.

    Mengutip situs resmi Johns Hopkins Medicine, anak-anak dan remaja di bawah umur 18 tahun sebaiknya tidak mengikuti diet puasa ini. Kadar lemak dalam tubuh mereka belum tentu cukup sebagai persediaan energi.

    2. Ibu Hamil dan Menyusui

    Konsumsi kalori dibutuhkan selama kehamilan dan periode menyusui agar janin tetap sehat dan produksi ASI tetap lancar. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengikuti metode diet puasa ini.

    3. Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu

    Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sebaiknya berhati-hati dengan metode diet yang melibatkan puasa. Jika detikers memiliki salah satu kondisi kesehatan berikut, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum mencoba intermittent fasting.

    • Diabetes
    • Tekanan darah rendah
    • Eating disorder
    • Riwayat amenorrhea
    • Masalah dengan regulasi gula darah.

    Dengan diet puasa dan olahraga yang teratur, Ade Rai berkata lemak bisa mulai hilang dalam seminggu. Jika detikers tertarik menjalani diet puasa ini, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui apakah metode ini cocok atau tidak.

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Prilly Latuconsina Makin Kurus, Kurangi Gula dan Gorengan Bikin Turun 10 Kg

    Jakarta

    Aktris Prilly Latuconsina terlihat semakin langsing setelah berhasil turun 10 kg. Kata dia, tak ada pola makan terlalu ketat yang membuatnya turun berat badan.

    Bintang film Danur itu mengatakan sudah setahun menjalani pola hidup sehat. Hal utama yang dia lakukan adalah mengurangi makanan manis dan gorengan.

    “Aku sudah mengurangi makan-makanan yang manis, goreng-gorengan. Sebenarnya sih biasa saja makannya, kalau kalian lihat aku masak normal-normal aja sih sebenarnya. Cuma mungkin karena kegiatannya banyak, jadinya makin kurus kali ya,” ucap Prilly dikutip dari detikHot.


    Aktris berusia 27 tahun itu mengatakan banyak yang mengiranya sakit lantaran berat badannya turun. Dia hanya menjalani pola makan sehat ditambah dengan rutin berolahraga yang berpengaruh ke metabolisme tubuhnya.

    Manfaat mengurangi asupan gula dan gorengan

    Memutuskan untuk mengurangi asupan gula tambahan bukanlah hal yang mudah. Namun, manfaat dari mengurangi gula sangat beragam untuk tubuh termasuk peningkatan kesehatan mulut, jantung sampai penurunan berat badan.

    Mengurangi makanan manis tidak hanya membuat badan terlihat lebih kurus, tetapi juga mengurangi risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya, seperti stroke, kanker, serangan jantung, hipertensi, hingga demensia.

    Di samping itu, dikutip dari Health Digest, gorengan sangat tinggi kalori terlebih jika digoreng dengan lama dengan minyak. Minyak dapat terserap ke dalam makanan sehingga meningkatkan kandungan lemak dan kolesterolnya.

    Masalah lain dari makanan yang digoreng adalah sering kali mengandung lemak trans yang tinggi. Lemak trans adalah jenis lemak tak jenuh yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Makanan yang digoreng tinggi kalori, lemak, dan kolesterol, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

    Untuk mengurangi risiko masalah kesehatan ini, penting untuk membatasi asupan makanan yang digoreng.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • HyunA Pamer Berat Badan, Fans Salfok Bobotnya di Angka 46 Kg


    Jakarta

    Musisi Korea Selatan HyunA belum lama ini membagikan potret bobot berat badannya. Dalam sebuah unggahan, bintang K-Pop itu memperlihatkan beratnya di angka 46,6 kg.

    Tidak sedikit fans yang salah fokus dengan angka di timbangan itu sembari menyebut HyunA terlalu kurus. Tapi ada juga yang mengatakan berat badannya bertambah beberapa kilogram.

    HyunA, yang bernama asli Kim Hyun-ah, berterus terang dalam wawancara tentang perjuangannya dengan diet ekstrem dan penurunan berat badan yang tidak sehat. Saking ketatnya, HyunA bisa tidak makan berhari-hari hanya untuk terlihat kurus.


    Diberitakan Strait Times, Penyanyi dengan tinggi 1,64m ini mengungkapkan dia biasa membuat dirinya kelaparan untuk menjaga fisiknya tetap kurus. Dia hanya makan sepotong gimbap pada hari ketika dia mempromosikan lagu barunya. Hal ini menyebabkan tekanan darah rendah dan dia sering pingsan saat syuting atau pertunjukan, hingga 12 kali dalam sebulan.

    “Saya terobsesi. Saya ingin menjadi sempurna karena… Saya merasa ada begitu banyak orang yang bekerja untuk saya, berusaha membuat saya terlihat bagus,” kata HyunA dalam siaran YouTube ‘Point of Omniscient Interfere’.

    Dia menambahkan bahwa dia sekarang tidak terlalu terobsesi untuk menjadi kurus, dan membiarkan dirinya makan dan menikmati makanan.

    Dalam episode bulan Januari dari acara bincang-bincang online yang dibawakan oleh penyanyi Kim Jae-joong, Hyuna mengatakan bahwa berat badannya hanya 41kg saat mempromosikan musiknya.

    “Banyak orang mengkhawatirkan saya. Saya menyadari ini salah, jadi saya mengubah kebiasaan gaya hidup saya,” ujarnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Siasat Amel Carla Pangkas BB, Lebih Pilih Nasi Porang ketimbang Nasi Putih


    Jakarta

    Amel Carla mengatakan pola makan dan gaya hidup sehat merupakan kunci utamanya untuk bisa menurunkan berat badan hingga 13 kg. Ia menceritakan bahwa program diet yang ia jalani dengan bantuan ahli gizi dimulai pertama kali pada tahun 2019.

    Selama menjalani diet, penurunan berat badan yang dialami oleh Amel tidak terjadi secara drastis. Ia mengatakan puncak penurunan paling banyak terjadi pada tahun 2020 sebanyak 7 kg. Amel mengaku saat itu dirinya memang juga sedang rutin berolahraga sepeda.

    “Aku memang bertahap dan step by step tapi diimbangin olahraga terus menerus, alhamdulillah jadi turun stabil,” cerita Amel ketika ditemui awak media, Selasa (13/8/2024).


    Selain melakukan pola makan yang sehat, Amel juga termasuk artis yang sering berolahraga. Selain bersepeda, ia rupanya juga senang menggeluti olahraga golf dan lari.

    Amel mengaku pada saat ini ia tengah gemar menjalani olahraga lari. Menurutnya berlari merupakan olahraga yang paling mudah dilakukan dan menyenangkan. Bahkan, belum lama ini ia juga berhasil finish ketika mengikuti event half marathon sejauh 21 km.

    Sebagai pelari rekreasional baru, Amel Carla mengaku bangga dengan pencapaian tersebut.

    “Latihannya bener-bener kayak go show aja, bangung setengah enam pagi terus, terus ayo lari ke GBK gitu. Lama-lama jadi rutinitas, karena aku sepedaan dan golf juga. Biar nggak bosen jadi nyoba ganti-ganti olahraga gitu,” sambungnya.

    Selama menjalani program penurunan berat badan, ia mengaku menu makan yang ia konsumsi tidak terlalu berubah. Tetapi, untuk saat ini ia memang sedang membatasi konsumsi nasi putih.

    Amel lebih memilih alternatif lain seperti nasi porang yang dikenal jauh lebih rendah kalorinya. Namun, ia mengatakan dalam beberapa kesempatan ia masih mengonsumsi sushi atau bahkan nasi goreng, sehingga tidak sepenuhnya pantang nasi putih.

    “Nggak susah sama sekali (metode dietnya), makanya salah satu hal yang paling penting itu mindset memang harus happy. Nggak boleh, ‘Gue mau diet’, eh malah stres,” ceritanya.

    “Yang ada badannya malah nolak gitu untuk diet. Jadi harus, ‘I do this for myself’. Untuk kesehatan untuk sendiri,” tandas Amel.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Amel Carla Bikin Pangling usai Turun BB 13 Kg, Begini Metode Dietnya


    Jakarta

    Mantan artis cilik Amel Carla buka-bukaan soal perjalanan dietnya hingga berhasil menurunkan berat badan hingga 13 kg. Semenjak saat itu, tubuh Amel nampak jauh lebih langsing dan pipinya terlihat tirus.

    Sebenarnya apa sih rahasia Amel berhasil menurunkan berat badan hingga 13 kg dan mempertahankannya hingga sekarang? Amel menceritakan dirinya mulai menjalani program penurunan berat badan sejak tahun 2019.

    Ahli diet tersebut yang membentuk program meliputi jenis makanan dan porsi yang perlu dipenuhi untuk mendapatkan berat badan ideal.


    Amel mengatakan penurunan berat badannya bersama ahli diet tidak terjadi secara drastis. Namun, menurutnya hal itu akan menjadi lebih sehat dan membuat berat badan lebih mudah untuk dipertahankan.

    “Aku memang bertahap dan step by step tapi diimbangin olahraga terus menerus, alhamdulillah jadi turun stabil,” cerita Amel ketika ditemui awak media, Selasa (13/8/2024).

    “Puncak turunnya itu akhirnya di tahun 2020, itu pas lagi rajin banget sepedaan karena kardio. Yang biasanya santai-santai aja, terus tiba-tiba kardio kan badan juga jadi kaget. Jadi turun ada 7 kg itu selama 2020,” sambungnya.

    Amel mengaku pada saat ini sedang membatasi asupan nasi putih, namun tidak secara penuh. Ia terkadang masih mengonsumsi makanan-makanan seperti sushi atau bahkan nasi goreng jika sedang ingin mencobanya.

    Untuk konsumsi nasi putih secara pribadi ia mengaku saat ini lebih sering menggantinya dengan nasi porang yang memang dikenal memiliki kandungan kalori yang jauh lebih rendah. Meskipun begitu, ia mengaku terkadang masih mengonsumsi jeroan.

    “Kalau model jeroan gitu aku masih makan kok, makanya kita olahraganya banyak biar makannya juga banyak,” katanya.

    “Aku nggak mengurangi yang biasanya aku makan tapi lebih ke menjaga aja dan lebih mikirin 4 sehat 5 sempurna gitu jadi. Jadi harus ada fibernya, ada sayurnya, ada karbohidratnya, dan harus protein juga banyak. Itu semua harus seimbang,” tandas Amel.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Menyoal Intermittent Fasting, Dijalani Marshanda hingga Berhasil Turun 17 Kg

    Jakarta

    Penampilan terbaru aktris Marshanda bikin pangling. Pemeran Iragita dalam serial Induk Gajah itu kini lebih langsing setelah berhasil menurunkan berat badan hingga 17 kilogram.

    Kepada awak media, Marshanda mengaku mulai menjalani gaya hidup sehat karena salah satu watak yang dia perankan. Adapun salah satu metode yang dia lakukan untuk menurunkan berat badan adalah puasa intermiten atau intermittent fasting.

    “Aku intermittent fasting, menunya ada, sama saja,” ujarnya dikutip dari detikhot, Senin (29/7/2024).


    Selain melakukan intermittent fasting, Marshanda mengatakan dirinya juga rutin berolahraga di gym dan badminton setiap minggu.

    “Ada coach-nya untuk badminton, olahraga yang lain, banyak nanya-nanya ke orang lain yang lebih ngerti soal kesehatan-kesehatan, nutrisinya gimana apakah normal atau berlebihan,” imbuhnya.

    Apa Itu Metode Diet Intermittent Fasting?

    Dikutip dari Healthline, puasa intermiten atau intermittent fasting adalah metode diet yang pola makannya diatur pada jam-jam tertentu.

    Salah satu alasan mengapa puasa intermiten efektif untuk menurunkan berat badan adalah karena metode ini membantu membatasi asupan kalori harian, sehingga bisa mencapai defisit kalori.

    Sebuah analisa studi pada 2020 menunjukkan orang yang melakukan puasa intermiten dapat mengalami penurunan berat badan 0,8 hingga 13 persen. Penelitian serupa yang dikutip dari laman Harvard Health juga menemukan puasa intermiten dapat menurunkan berat badan 3,5-7 kilogram dalam 10 minggu.

    Jenis Intermittent Fasting

    Secara prinsip, puasa intermiten tidak jauh berbeda dengan puasa yang biasa dilakukan muslim selama Ramadan. Namun, perbedaannya ada pada durasi puasa dan jam makan.

    Berikut beberapa jenis puasa intermiten yang paling umum:

    1. Metode 16:8

    Seseorang diperbolehkan makan dalam periode 8 jam, dan 16 jam selanjutnya harus berpuasa atau tidak makan sama sekali.

    2. Metode 5:2

    Pada metode ini, seseorang bisa makan normal selama lima hari, kemudian mengurangi asupan kalori hingga seperempat kebutuhan harian selama satu atau dua hari seminggu.

    3. Eat Stop Eat

    Pada metode ini, seseorang harus berpuasa 24 jam penuh selama satu atau dua hari (tidak harus berturut-turut) dalam seminggu, sementara di hari lainnya boleh makan dengan normal.

    4. Puasa selang-seling

    Seseorang berpuasa setiap dua hari sekali, dan diperbolehkan untuk makan secara normal di hari tidak puasa.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 7 Makanan Pembakar Lemak di Perut, Bantu Turunkan Berat Badan

    Jakarta

    Tumpukan lemak di perut atau area tubuh lain kerap membuat seseorang kurang percaya diri dan mengganggu penampilan. Bahkan, lemak yang berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak di tubuh. Selain dengan berolahraga, mengonsumsi makanan pembakar lemak juga dapat mendukung proses penurunan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, makanan pembakar lemak biasanya kaya akan asam lemak omega-3, protein, dan antioksidan tertentu yang bisa mendukung proses pembakaran lemak.

    Selain itu, makanan-makanan ini juga cenderung dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh, yaitu proses ketika tubuh mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi. Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan pembakar lemak yang bisa mendukung penurunan berat badan.


    1. Telur

    Telur termasuk makanan pembakar lemak karena mengandung protein tinggi. Dikutip dari Healthline, protein adalah salah satu nutrisi penting yang harus terpenuhi saat ingin menurunkan berat badan.

    Protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Ini karena protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna, sehingga bertahan lebih lama di dalam tubuh.

    Selain protein, telur juga mengandung kolin yang tinggi. Kekurangan asupan kolin dikaitkan dengan penumpukan lemak visceral, terutama di bagian hati.

    2. Daging dan Ikan Rendah Lemak

    Makanan pembakar lemak selanjutnya adalah daging dan ikan tanpa lemak. Kedua makanan ini mengandung protein hewani tinggi yang dapat membuat perut merasa kenyang lebih lama.

    Penelitian menunjukkan mengonsumsi makanan tinggi protein dapat mengurangi produksi ghrelin, yaitu hormon penyebab lapar. Mengonsumsi makanan tinggi protein juga akan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencerna makanan tersebut.

    3. Coklat Hitam

    Siapa sangka, coklat hitam ternyata bisa menjadi makanan pembakar lemak yang ampuh. Ini karena coklat hitam mengandung antioksidan, seperti polifenol, yang dapat mengontrol kadar gula darah dan mengurangi nafsu makan.

    Pilihlah coklat hitam yang tidak ditambahkan gula atau zat pemanis lain. Penambahan gula, susu, atau pemanis tambahan dapat merusak khasiat coklat hitam dan memicu kenaikan berat badan.

    4. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan adalah makanan pembakar lemak yang baik untuk dikonsumsi saat sedang diet. Pasalnya, makanan ini mengandung berbagai macam nutrisi, seperti serat, protein, dan lemak baik yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    Adapun jenis kacang-kacangan yang bisa membantu meningkatkan pembakaran lemak antara lain almond, walnut, pistachio, cashew, macadamia, dan pecan.

    5. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun atau olive oil adalah pilihan yang lebih sehat jika ingin menurunkan berat badan. Minyak zaitun mengandung asam oleat, senyawa yang telah terbukti memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan.

    Selain digunakan untuk memasak, minyak zaitun juga bisa dikonsumsi sebagai dressing untuk salad.

    6. Teh Hijau

    Teh hijau sejak lama dikenal sebagai salah satu minuman yang dapat menunjang proses pembakaran lemak. Khasiat ini berasal dari katekin atau epigallocatechin gallate (EGCG) yang terkandung dalam teh hijau.

    EGCG adalah senyawa antioksidan yang terbukti dapat meningkatkan pembakaran lemak, terutama di area perut. Mengonsumsi teh hijau secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

    7. Kopi

    Selain teh hijau, kopi juga merupakan salah satu minuman yang bisa meningkatkan pembakaran lemak.

    Studi menunjukkan kafein di dalam kopi dapat meningkatkan laju metabolisme 3-11 persen. Laju metabolisme yang tinggi dapat memudahkan penurunan berat badan dan memungkinkan seseorang untuk makan tanpa mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing