Tag: berat badannya

  • Kisah Sukses Wanita Pangkas BB 82 Kg, Resepnya Cuma Makan Ini


    Jakarta

    Seorang Ibu berusia 34 tahun di Isle of Thanet, Kent, Inggris, Sally Martin, membagikan kisah perjalanannya dalam proses menurunkan berat badan hingga 82 kg. Motivasi ini muncul setelah dirinya menghadapi putus cinta.

    Awalnya wanita tersebut memiliki berat badan 171 kg. Dirinya merasa ketakutan tidak akan pernah menemukan cinta kembali setelah kepercayaan dirinya hancur setelah mengakhiri hubungan dengan pasangan.

    Sally selalu berjuang melawan berat badannya tetapi kerap gagal dan fase depresi membuatnya mencari makanan manis untuk menenangkan diri, diam-diam kembali mengonsumsi cokelat dan permen.


    Namun, saat pakaiannya mulai terasa ketat, Sally tahu bahwa dirinya harus membuat beberapa perubahan demi kesehatan dan kebahagiaannya.

    “Saya menggunakan makanan sebagai pelipur lara, itu adalah satu-satunya hal yang bisa membuat saya bahagia saat saya kelelahan karena bekerja dan mengurus anak-anak. Namun, saat saya tidak bisa mengenakan ukuran 36, saya menyadari ada sesuatu yang perlu dilakukan,” kata Sally, dikutip dari Mirror, pada Selasa (3/12/2024).

    “Sampai pada titik saya tidak bisa berlarian dan bermain dengan anak saya, dan saya merasa pusing setelah menaiki tangga. Saya pernah diberi tahu ‘tidak akan ada yang mencintaimu seperti ini’, dan itu terus menghantui saya,” sambungnya.

    Setelah dirinya lajang, Sally menyadari bahwa ia tidak dapat menemukan pakaian yang pas dan pergi untuk menemui dokter. Dirinya kemudian diarahkan untuk menjalani operasi bypass lambung pada Februari 2020, dan pada akhir 2021 berat badannya hilang sebanyak 63 kg karena pola makan lebih kecil dan mulai aktif berjalan kaki setiap hari.

    Sally bertekad untuk terus konsisten dan tak terasa saat ini berat badannya 88 kg. Ia kini bisa mengenakan baju ukuran kecil dengan mudah. Sally merasa seperti memiliki tubuh baru dan kini ia juga sudah menemukan cinta baru dengan pasangan yang mendukungnya.

    “Saya kehilangan berat badan, tetapi memperoleh kebebasan, kepercayaan diri, dan kebahagiaan, dan pasangan baru saya, Dan, adalah pendukung terbesar saya,” tutupnya.

    Menu dietnya seperti apa sih?

    • Sarapan: 40 gram sereal, 60 mililiter susu skim, 1 pisang, dan latte tanpa lemak
    • Makan siang: telur dadar/kentang goreng/pasta
    • Makan malam: makanan rumahan seperti spaghetti bolognese/ayam, nasi dan salad/kari tradisional/salad
    • Minuman: skinny latte, teh dengan 50 ml susu skim, jeruk squash tanpa gula, dan sesekali minuman bersoda bebas gula dan kalori

    (naf/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet Mentimun Bikin BB Pria di Jepang Turun 11 Kg, Dokter Wanti-wanti soal Ini


    Jakarta

    Seorang koki di Jepang berhasil menurunkan berat badannya hingga 11 kg hanya dalam waktu dua bulan. Pria bernama Nozaki Hiromitsu itu menerapkan diet mentimun.

    Dia akan makan 1-2 mentimun setiap sebelum makan. Selama makan, Nozaki akan mengunyah sebanyak 20 kali di setiap gigitannya. Hasilnya, ia lebih sering buang air kecil dan membuat perutnya mengecil.

    Terkait ini, spesialis gizi dr Johanes Chandrawinata, SpGK, mengungkapkan bahwa mentimun memang rendah kalori. Dengan menerapkan cara makan seperti Nozaki, dapat membuat lebih cepat kenyang.


    “Akibatnya, asupan kalori berkurang dan berat badan pun turun,” terangnya pada detikcom, Kamis (5/12/2024).

    Namun, ada hal yang harus diperhatikan jika ingin mencoba diet mentimun ini. dr Johanes menekankan pentingnya mencuci kulit mentimun sampai benar-benar bersih.

    Pasalnya, pada mentimun terdapat kandungan pestisida yang mungkin saja masih menempel di kulitnya.

    “Yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya kandungan pestisida pada kulit mentimun. Jadi, cuci bersih mentimun sebelum dikonsumsi,” kata dr Johanes.

    Dikutip dari MedicineNet, diet ini terdiri dari mentimun yang dikombinasikan dengan beberapa makanan yang kaya protein. Misalnya seperti telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

    Diet mentimun ini mengharuskan seseorang yang menjalaninya untuk mengkonsumsi mentimun di setiap waktu makan. Beberapa makanan yang dapat dikonsumsi bersama mentimun, meliputi:

    • Sayuran: Tomat, bayam, seledri, dan sayuran lain dalam jumlah sedikit.
    • Protein: Ayam, daging sapi rendah lemak, ikan, telur, greek yogurt, keju cottage, dan keju cheddar.
    • Karbohidrat: Nasi merah, kentang, dan roti gandum.
    • Minuman: Minuman rendah kalori seperti air putih atau teh.

    (sao/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Pria Jepang Berhasil Turun 11 Kg dalam 2 Bulan dengan Diet Mentimun, Begini Metodenya

    Jakarta

    Pria di Jepang Nozaki Hiromitsu berhasil menurunkan berat badan hingga 11 kilogram (kg) dalam waktu dua bulan. Koki eksekutif di restoran bintang dua Michelin Buntokuyama itu menerapkan diet mentimun untuk membantu penurunan berat badannya.

    Diet ini hanya memiliki dua aturan sederhana. Pertama, konsumsi 1-2 mentimun sebelum makan. Kedua, kunyah setiap gigitannya selama 20 kali. Nozaki berasal dari Fukushima, sebuah wilayah di timur laut Jepang yang terkenal dengan produksi mentimunnya.

    Nozaki tumbuh dengan mengonsumsi mentimun mentah hampir setiap hari. Hal ini ternyata membantunya mengendalikan nafsu makan dan mengurangi intensitas ngemil.


    “Hasilnya, berat badan saya turun 11 kilogram dalam dua bulan. Lebih sering buang air kecil dan perut saya mengecil,” kata dia, dikutip dari VN Express.

    Saat ini, Nozaki mempertahankan berat badannya yang turun selama hampir lima tahun. Berat badannya juga tidak pernah mengalami kenaikan sama sekali. Menurut Nozaki, diet yang dilakukannya bukan jenis diet ketat yang membuat orang tersiksa.

    Justru, diet ini bisa jadi alternatif yang layak, memungkinkan individu terus makan secara normal dan tetap mencapai tujuan untuk menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Healthline, diet mentimun adalah metode penurunan berat badan jangka pendek. Sebagian orang yang menerapkan diet ini mengklaim bahwa selama 7-14 hari dapat menghasilkan penurunan berat badan sebanyak 15 pon (7 kg). Bahkan, para pendukung diet ini terkadang menggunakan slogan, “7 hari untuk 7 kilogram.”

    Diet ini menyarankan agar seseorang mengonsumsi mentimun setiap kali merasa lapar. Teorinya adalah karena mentimun rendah kalori, seseorang dapat mengonsumsinya sebanyak yang diinginkan dan tetap mengalami defisit kalori.

    Mentimun rendah protein, nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, otot, dan persendian. Karena alasan ini, diet ini merekomendasikan untuk memadukan mentimun dengan beberapa makanan kaya protein.

    Terkait penurunan berat badan, tidak ada penelitian yang menganalisis soal diet mentimun secara khusus. Namun, seseorang dapat berharap untuk menurunkan berat badan saat menjalaninya, karena diet ini sangat rendah kalori.

    Mentimun seberat 10 ons (300 gram) rata-rata hanya mengandung 45 kalori. Bahkan jika seseorang makan 10 mentimun, ini hanya akan menghasilkan 450 kalori. Selain itu, mentimun juga mengandung sejumlah kecil nutrisi, seperti kalium, vitamin C, dan vitamin K.

    (suc/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • Inspiratif, Satu Keluarga di Singapura Diet Bareng untuk Atasi Obesitas


    Jakarta

    Satu keluarga di Singapura sukses melakukan diet bersama untuk mengatasi masalah kegemukan. Sang ibu dari keluarga tersebut, Sharifah Osman, mengungkapkan niat untuk menurunkan berat badan itu berawal dari resolusi tahun baru 2022.

    Wanita berusia 49 tahun itu mengatakan keluarganya berhasil menurunkan berat badan dengan total lebih dari 100 kg selama dua tahun.

    Di awal-awal diet, Sharifah masih melakukannya dengan setengah hati dan belum mendapat hasil yang memuaskan. Setelah menjalani program penurunan berat badan dan berhasil, ia mulai memotivasi suami dan kedua anaknya untuk melakukan hal yang sama.


    Dikutip dari The Straits Times, saat itu Sharifah memiliki berat badannya mencapai 105 kg dengan tinggi badan 158 cm. Karena dinyatakan obesitas, dia harus minum obat untuk tiga penyakit kronis, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

    Di tahun yang sama, yakni 2023, suami Sharifah mengalami serangan jantung dan anak perempuannya memiliki kebutuhan khusus. Sadar mendapat banyak masalah kesehatan, ia mulai ingin memulai hidup sehat dan menurunkan berat badannya.

    Untuk diet, Sharifah melibatkan pelatih pribadinya, Deen Mujahid, yang memotivasinya berolahraga dan mengubah pola makannya.

    Proses Penurunan Berat Badan

    Selama diet, Mujahid menyarankan Sharifah untuk mengurangi makan nasi dan makanan tidak sehat lainnya yang biasa dikonsumsi. Selain itu, dia lebih sering olahraga dan melakukan kebiasaan sehat lainnya.

    Dikutip dari Hindustan Times, Sharifah juga selalu menggunakan tangga untuk sampai di tempat tinggalnya yang berada di apartemen lantai 13.

    Sharifah sering melakukan lompat tali, jalan kaki sejauh 5 km setiap hari, dan pergi ke tempat gym pada jam makan siang. Dalam waktu 17 bulan, ia berhasil menurunkan berat badan lebih dari 50 kg dan ikut serta dalam kompetisi lari khusus wanita.

    Tak hanya berat badan, diet yang dijalani Sharifah juga membantunya mengendalikan penyakit dan tidak lagi mengkonsumsi obat.

    “Saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah hidup saya. Saya merasa sangat sulit untuk menurunkan berat badan, kami menyukai makanan, dan makanan adalah kenyamanan saya,” terang Sharifah.

    “Setiap kali saya stres, saya makan,” sambungnya.

    NEXT: Mulai memotivasi keluarganya

    Mulai Memotivasi Keluarganya

    Ketika sudah berhasil menurunkan berat badan, Sharifah mulai meyakini suaminya Supian Abdul Ghani (54) dan anak pertamanya untuk menjalani hidup sehat. Supian merupakan seorang pengawas lapangan golf yang memiliki berat badan 98 kg pada tahun 2022.

    Supian pernah mengalami dua kali serangan jantung, yakni pada tahun 2012 dan Maret 2022, karena kegemukan dan memiliki kebiasaan merokok.

    “Setelah serangan jantung kedua saya, Sharifah mengatakan pada saya untuk semangat dan menjaga kesehatan karena mungkin tidak akan ada kesempatan ketiga,” ungkap Supian.

    Dengan bantuan istrinya untuk menjalani hidup sehat, Supian berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 20 kg.

    Putra Sharifah, Syahmi, juga pernah mengalami obesitas dengan berat badan lebih dari 100 kg pada 2022. Pria yang bekerja sebagai guru itu mulai mengikuti langkah kedua orang tuanya untuk hidup lebih sehat.

    Saat ini, berat badan Syahmi sudah menyentuh angka 70 kg dan sering melakukan olahraga zumba bersama ibunya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Inspiratif, Satu Keluarga di Singapura Diet Bareng untuk Atasi Obesitas


    Jakarta

    Satu keluarga di Singapura sukses melakukan diet bersama untuk mengatasi masalah kegemukan. Sang ibu dari keluarga tersebut, Sharifah Osman, mengungkapkan niat untuk menurunkan berat badan itu berawal dari resolusi tahun baru 2022.

    Wanita berusia 49 tahun itu mengatakan keluarganya berhasil menurunkan berat badan dengan total lebih dari 100 kg selama dua tahun.

    Di awal-awal diet, Sharifah masih melakukannya dengan setengah hati dan belum mendapat hasil yang memuaskan. Setelah menjalani program penurunan berat badan dan berhasil, ia mulai memotivasi suami dan kedua anaknya untuk melakukan hal yang sama.


    Dikutip dari The Straits Times, saat itu Sharifah memiliki berat badannya mencapai 105 kg dengan tinggi badan 158 cm. Karena dinyatakan obesitas, dia harus minum obat untuk tiga penyakit kronis, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

    Di tahun yang sama, yakni 2023, suami Sharifah mengalami serangan jantung dan anak perempuannya memiliki kebutuhan khusus. Sadar mendapat banyak masalah kesehatan, ia mulai ingin memulai hidup sehat dan menurunkan berat badannya.

    Untuk diet, Sharifah melibatkan pelatih pribadinya, Deen Mujahid, yang memotivasinya berolahraga dan mengubah pola makannya.

    Proses Penurunan Berat Badan

    Selama diet, Mujahid menyarankan Sharifah untuk mengurangi makan nasi dan makanan tidak sehat lainnya yang biasa dikonsumsi. Selain itu, dia lebih sering olahraga dan melakukan kebiasaan sehat lainnya.

    Dikutip dari Hindustan Times, Sharifah juga selalu menggunakan tangga untuk sampai di tempat tinggalnya yang berada di apartemen lantai 13.

    Sharifah sering melakukan lompat tali, jalan kaki sejauh 5 km setiap hari, dan pergi ke tempat gym pada jam makan siang. Dalam waktu 17 bulan, ia berhasil menurunkan berat badan lebih dari 50 kg dan ikut serta dalam kompetisi lari khusus wanita.

    Tak hanya berat badan, diet yang dijalani Sharifah juga membantunya mengendalikan penyakit dan tidak lagi mengkonsumsi obat.

    “Saya perlu melakukan sesuatu untuk mengubah hidup saya. Saya merasa sangat sulit untuk menurunkan berat badan, kami menyukai makanan, dan makanan adalah kenyamanan saya,” terang Sharifah.

    “Setiap kali saya stres, saya makan,” sambungnya.

    NEXT: Mulai memotivasi keluarganya

    Mulai Memotivasi Keluarganya

    Ketika sudah berhasil menurunkan berat badan, Sharifah mulai meyakini suaminya Supian Abdul Ghani (54) dan anak pertamanya untuk menjalani hidup sehat. Supian merupakan seorang pengawas lapangan golf yang memiliki berat badan 98 kg pada tahun 2022.

    Supian pernah mengalami dua kali serangan jantung, yakni pada tahun 2012 dan Maret 2022, karena kegemukan dan memiliki kebiasaan merokok.

    “Setelah serangan jantung kedua saya, Sharifah mengatakan pada saya untuk semangat dan menjaga kesehatan karena mungkin tidak akan ada kesempatan ketiga,” ungkap Supian.

    Dengan bantuan istrinya untuk menjalani hidup sehat, Supian berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 20 kg.

    Putra Sharifah, Syahmi, juga pernah mengalami obesitas dengan berat badan lebih dari 100 kg pada 2022. Pria yang bekerja sebagai guru itu mulai mengikuti langkah kedua orang tuanya untuk hidup lebih sehat.

    Saat ini, berat badan Syahmi sudah menyentuh angka 70 kg dan sering melakukan olahraga zumba bersama ibunya.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Transformasi Sukses Pria Inggris usai BB Sempat Sentuh 140 Kg


    Jakarta

    Pandemi COVID-19 pada 2020 silam membawa perubahan besar dalam hidup Ben Keatley. Akibat lockdown pandemi, pria Inggris itu mengalami kenaikan berat badan signifikan hingga 140 kilogram.

    Semua berawal ketika kantor tempat Keatley bekerja memberlakukan aturan work from home (WFH). Saat bekerja dari rumah, Keatley sering melampiaskan kebosanannya dengan melahap makanan yang ada di dapur.

    Lambat laun, Keatley mulai merasakan perubahan pada dirinya. Pekerjaan rumah yang ringan pun mulai terasa semakin berat. Bahkan untuk memangkas rumput di pekarangan rumah Keatley harus mengumpulkan tenaga selama seminggu penuh.


    “Itu membuat saya merasa stres dan tidak nyaman, dan saya mengerjakannya selama setengah hari. Saya berkeringat sangat banyak,” ujar Keatley dikutip dari Wales Online, Kamis (1/8/2024).

    Meskipun begitu, Keatley masih merasa dirinya baik-baik saja dan tidak obesitas. Namun, dia tersadarkan saat bergabung dengan Man V Fat, klub sepakbola pria khusus untuk menurunkan berat badan.

    Saat bermain bersama klub tersebut, Keatley sudah kehabisan tenaga dalam lima menit pertama.

    “Saya bermain dengan orang-orang yang badannya seukuran saya, tapi saya merasa sangat kelelahan. Saya kehabisan tenaga setelah lima menit, dan saya hampir tidak bisa bergerak,” ucapnya.

    Sadar akan kondisi kesehatannya, Keatley berkomitmen untuk tetap berlatih dan menurunkan berat badannya. Selang setahun rutin berlatih sepakbola bersama Man V Fat, Keatley berhasil menurunkan hingga 10 persen massa tubuhnya.

    Namun pada awal 2023, Keatley mengalami cedera yang membuatnya harus beristirahat dari aktivitas fisik. Akibatnya, berat tubuhnya kembali membengkak.

    Untuk memangkas kelebihan berat badan tersebut, Keatley meningkatkan intensitas olahraganya dengan berolahraga tiga kali seminggu di gym, sembari tetap berlatih sepakbola bersama Man V Fat.

    Akhirnya pada Juli 2024, Keatley sukses menurunkan berat badan menjadi 86,4 kilogram, atau sekitar 35 persen dari berat badan awalnya.

    “Olahraga juga memberikan saya ruang tersendiri, di luar pekerjaan dan waktu bersama istri. Itu benar-benar membantu meningkatkan kesehatan mental saya dan saya benar-benar menikmatinya,” imbuhnya.

    Untuk semakin mendukung proses menurunkan berat badan, Keatley pun mulai mengadopsi diet puasa intermiten.

    “Saya makan dalam rentang waktu enam jam, jadi saya makan camilan sore dan makanan sehat, tidak berlebihan. Saya tidak tahu apakah ini berhasil untuk semua orang, tapi ini membantu saya,” tuturnya.

    Berat badan yang lebih ideal memberikan banyak perubahan dalam hidup Keatley. Salah satu yang paling dia rasakan adalah saat memilih pakaian.

    “Saya masih merasa aneh karena saya bisa membeli pakaian berukuran sedang setelah sekian lama. Saya terbiasa memakai baju dan jeans ukuran XXXL dan saya terus memakainya sampai mereka melar,” katanya.

    “Beberapa waktu lalu saya membeli skinny jeans dan sebelumnya saya tidak pernah melakukan itu. Saya biasanya akan mengenakan celana jeans longgar untuk menutupi ukuran paha saya, akan tetapi sekarang saya merasa lebih percaya diri,” tandasnya.

    (ath/naf)



    Sumber : health.detik.com