Tag: berkah

  • Program Satu Juta Sertifikasi Halal Gratis Jadi Berkah bagi Pendamping



    Jakarta

    Program Satu Juta Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang digulirkan pemerintahan Presiden Prabowo mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Khususnya para pendamping proses produk halal (P3H) di berbagai daerah.

    Program yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ini mampu memberikan penghasilan layak bagi para P3H, bahkan banyak yang melebihi gaji UMR di daerahnya.

    Sejumlah pendamping halal (P3H) yang merasakan manfaat besar dari program sertifikasi halal gratis ini mulai dari mendapatkan penghasilan layak dan sebagian bahkan diatas standar UMR di kota tempat tinggalnya mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan BPJPH dalam program Satu Juta Sertifikasi Halal Gratis di tahun 2025 ini.


    Kepala BPJPH Haikal Hassan mengatakan manfaat lain program SEHATI yakni sebagai nilai tambah ekonomi dengan mendapatkan penghasilan tambahan bagi para pendamping halal di berbagai daerah.

    “Dengan penghasilan tambahan yang didapatkan para pendamping halal ini selain meningkatkan taraf ekonomi keluarga bahkan banyak yang sangat terbantu sekali hingga berharap program yang sangat bermanfaat ini bisa tetap dipertahankan dan bahkan kalo bisa ditingkatkan secara kuota,” kata Haikal dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/8/2025).

    “Sejak 22 Oktober 2024 ketika BPJPH ditetapkan langsung dibawah Presiden dan dipimpin oleh Kepala Badan Setingkat Menteri , hingga saat ini BPJPH telah menciptakan 23.500 lapangan kerja baru sebagai P3H yang telah dapat pelatihan dan Sertifikat resmi dari BPJPH,” sambungnya.

    Sementara itu, perwakilan Lembaga Pendamping Halal (LP3H) Halal Center Syariat Islam, Provinsi Lampung Nini Martinawati mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo untuk program sertifikasi halal gratis ini.

    “Dengan program BPJPH ini kami mengucapkan ribuan terima kasih atas program SEHATI ini karena kami bisa mendapatkan penghasilan yang layak dan kepada bapak Presiden Prabowo mohon program ini untuk tetap dilanjutkan dan bahkan ditambah kuotanya karena sangat bermanfaat sekali,” ujar Nina Martinawati.

    Hal senada pun turut diungkapkan oleh perwakilan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) ITERA Lampung Hanafi Pane. Menurutnya, program ini telah mengubah hidupnya secara pribadi.

    “Karena program sertifikasi halal gratis yang pak Presiden Prabowo gulirkan, saya memiliki penghasilan tambahan yang memadai. Saat ini saya juga telah menjadi penyelia halal, sehingga saya bisa membiayai kuliah secara mandiri. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo,” ujar Hanafi.

    Cerita serupa datang dari Dedi Sunardi, P3H dari Edukasi Wakaf Indonesia (EWI) yang menyebut bahwa program ini telah menjadi penyelamat bagi keluarganya.

    “Dengan adanya program sertifikat halal gratis, kehidupan keluarga kami dapat tertolong. Kami kini bisa hidup lebih layak, dan itu sangat berarti bagi kami,” katanya.

    Sementara itu, seorang P3H dari Halal Center Cendekia Muslim Nurjanah mengatakan bahwa profesinya sebagai pendamping halal kini menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya.

    “Dengan menjadi Pendamping Proses Produk Halal, pendidikan keenam anak saya kini lebih terjamin. Ini berkah yang luar biasa. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo dan Pak Haikal Hassan,” ujarnya.

    Sebagai informasi tambahan, pemerintah melalui BPJPH memberikan Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) untuk usaha mikro. Dari alokasi biaya sertifikasi Rp 230.000 setiap Sertifikat Halal yang diberikan pemerintah, setiap pendamping proses produk halal mendapatkan alokasi terbesar yaitu Rp 150.000.

    (anl/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW Penuh Doa dan Makna


    Jakarta

    Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momen istimewa yang diperingati umat Islam setiap 12 Rabiul Awal. Lebih dari sekadar perayaan, Maulid Nabi adalah saat yang tepat untuk mengenang kembali keteladanan, akhlak mulia, dan perjuangan Rasulullah SAW.

    Tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada Jumat, 5 September 2025. Tanggal ini merujuk pada kalender Hijriah dari Kementerian Agama.


    100 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025

    Mengucapkan selamat dan membagikan doa di hari Maulid Nabi adalah salah satu cara untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada beliau. Berikut adalah 100 ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang penuh doa, makna, dan bisa Anda bagikan di media sosial atau kepada orang terdekat.

    Ucapan Singkat dan Penuh Makna

    1. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
    2. Selamat Maulid Nabi 1447 H.
    3. Maulid Nabi adalah saatnya meneladani akhlak Rasulullah.
    4. Mari perbanyak sholawat di hari kelahiran Nabi Muhammad.
    5. Damai selalu di hati, selamat merayakan Maulid Nabi.
    6. Semoga syafaat Nabi Muhammad menyertai kita.
    7. Ya Rasulullah, rindu kami padamu.
    8. Selamat merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
    9. Salam Maulid Nabi. Jadikan Nabi Muhammad teladan hidupmu.
    10. Syafaatmu kami nantikan, Ya Rasulullah.
    11. Peringatan Maulid Nabi, semoga kita semakin cinta pada Rasulullah.
    12. Selamat Maulid Nabi, semoga damai selalu menyertai.
    13. Maulid Nabi: saatnya tingkatkan iman dan takwa.
    14. Mari berselawat dan perbanyak kebaikan.
    15. Semoga kita termasuk umat yang dicintai Rasulullah.
    16. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, salam ukhuwah.
    17. Cahaya Rasulullah menerangi seluruh alam.
    18. Maulid Nabi: meneladani kesabaran dan keikhlasan Rasulullah.
    19. Ya Nabi salam ‘alaika, selamat Maulid Nabi.
    20. Mari teladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

    Ucapan Penuh Doa dan Harapan

    21. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita senantiasa mendapat limpahan berkah dan syafaat dari beliau.
    22. Di hari yang mulia ini, mari perbarui niat untuk mengikuti sunah Rasulullah SAW.
    23. Peringatan Maulid Nabi adalah pengingat bagi kita untuk terus berbenah diri. Selamat Maulid Nabi.
    24. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.
    25. Selamat merayakan Maulid Nabi. Semoga Allah SWT memberkahi kita dengan cinta dan ampunan-Nya.
    26. Ya Allah, di hari kelahiran Nabi-Mu, bimbinglah kami agar selalu meneladani akhlak mulia beliau. Aamiin.
    27. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga di hari ini, hati kita dipenuhi rasa syukur atas karunia Islam.
    28. Mari jadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan ibadah kita.
    29. Ya Rasulullah, semoga kami termasuk umatmu yang berhak mendapatkan syafaat di hari kiamat. Selamat Maulid Nabi.
    30. Di hari yang penuh berkah ini, semoga kita bisa semakin mencintai Nabi Muhammad SAW dan ajarannya.
    31. Selamat memperingati Maulid Nabi SAW. Semoga kita menjadi umat yang senantiasa meneladani akhlak dan ajaran beliau.
    32. Semoga selawat yang kita lantunkan di hari Maulid Nabi menjadi jembatan menuju surga-Nya.
    33. Mari jadikan Maulid Nabi sebagai pengingat untuk senantiasa berbuat baik dan menyebarkan kasih sayang.
    34. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita dikumpulkan bersama beliau di jannah-Nya.
    35. Ya Rabb, kuatkan iman kami, teguhkan hati kami, dan izinkan kami meneladani Nabi-Mu. Selamat Maulid Nabi.
    36. Maulid Nabi: mari perbanyak istighfar dan sholawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah.
    37. Selamat memperingati Maulid Nabi. Semoga hidup kita dipenuhi keberkahan layaknya teladan beliau.
    38. Semoga di hari Maulid ini, Allah memberikan kita hati yang bersih dan jiwa yang lapang.
    39. Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus.
    40. Di hari kelahiran Nabi, mari kita renungkan kembali misi mulia beliau untuk seluruh alam.

    Ucapan dengan Kata-kata Mutiara Islami

    41. “Cintamu adalah panutan, ajarannya adalah petunjuk.” Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.
    42. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21) Selamat Maulid Nabi.
    43. “Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim) Selamat Maulid Nabi.
    44. “Ya Rasulullah, Engkaulah pelita yang menerangi kegelapan, Engkaulah mata air yang menyejukkan hati.” Selamat Maulid Nabi.
    45. “Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi untuk meneladani akhlak yang sempurna.”
    46. “Rasulullah adalah cinta yang tak pernah bertepi, teladan yang tak pernah usai.” Selamat Maulid Nabi.
    47. “Ya Rasulullah, Engkau adalah rahmat bagi semesta alam. Setiap langkahmu adalah pelajaran.”
    48. “Di hari kelahirannya, mari kita sambut dengan cinta dan doa, semoga kita bisa bertemu beliau di jannah.”
    49. “Maulid Nabi adalah bukti cinta Allah kepada alam semesta dengan mengutus Rasul termulia.”
    50. “Dunia ini indah karena ajaranmu. Akhirat indah karena syafaatmu.” Selamat Maulid Nabi.
    51. “Ya Nabi Muhammad, Engkau datang membawa cahaya, menghapus segala gelap jahiliyah.” Selamat Maulid Nabi.
    52. “Maulid Nabi: Mari bersama-sama merajut ukhuwah Islamiyah.”
    53. “Rasulullah mengajarkan kesederhanaan, mari kita amalkan dalam kehidupan.”
    54. “Jadikanlah hari ini sebagai awal untuk hijrah ke arah yang lebih baik.” Selamat Maulid Nabi.
    55. “Maulid Nabi adalah saatnya kita meresapi kembali ajaran tauhid dan akhlak mulia.”
    56. “Selamat Maulid Nabi SAW. Semoga kita diberi kekuatan untuk istiqamah di jalan-Nya.”
    57. “Cinta kepada Nabi Muhammad adalah cinta yang abadi.” Selamat Maulid Nabi.
    58. “Semoga kita bisa mengamalkan sunah Rasulullah dalam setiap sendi kehidupan.”
    59. “Jadikan Maulid Nabi sebagai penyemangat untuk meraih takwa.”
    60. “Maulid Nabi: Ajang refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih beriman.”

    Ucapan Menyentuh Hati dan Penuh Rindu

    61. Rindu kami takkan pernah sirna, Ya Rasulullah. Selamat Maulid Nabi.
    62. Setiap tahun kami merayakanmu, semoga cinta kami padamu semakin bertambah. Selamat Maulid Nabi.
    63. Ya Nabi, betapa rindunya kami pada pertemuan denganmu. Selamat Maulid Nabi.
    64. Maafkan kami yang sering lalai, semoga di Maulid Nabi ini, kami bisa lebih meneladani dirimu.
    65. Setiap detiknya, kami merindukanmu. Setiap langkahmu adalah inspirasi. Selamat Maulid Nabi.
    66. Ya Rasulullah, semoga kerinduan kami menjadi alasan bagi kami untuk bertemu denganmu.
    67. Selamat Maulid Nabi. Semoga rindu ini membimbing kami menuju jalan yang Engkau cintai.
    68. Ya Allah, izinkan kami meneladani Nabi-Mu dan merindukan pertemuan denganmu di surga.
    69. Maulid Nabi adalah saatnya bagi kita untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan Rasulullah.
    70. Di hari kelahiranmu, Ya Rasulullah, kami ingin menjadi umat yang bisa membanggakanmu.

    Ucapan untuk Media Sosial

    71. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Mari bersholawat! #MaulidNabi #NabiMuhammad
    72. Mari tingkatkan iman dan takwa, meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Selamat Maulid Nabi! #MaulidNabi2025
    73. Peringatan Maulid Nabi: momen untuk kembali pada ajaran Islam yang damai. #Rasulullah #Maulid
    74. Ya Nabi salam ‘alaika. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW. #MaulidNabi
    75. Semoga kita semua mendapat syafaat di hari kiamat. Aamiin. #MaulidNabi #Selawat
    76. Mari kenang perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam. #MaulidNabi #Islam
    77. Cahaya Rasulullah menerangi seluruh alam. Selamat merayakan Maulid Nabi! #MaulidNabi2025
    78. Meneladani akhlak Rasulullah, kunci menuju keberkahan hidup. Selamat Maulid Nabi. #AkhlakRasulullah
    79. Selamat Maulid Nabi 1447 H. Jadikan Rasulullah sebagai teladan utama. #Maulid
    80. Di hari kelahiranmu, Ya Rasulullah, kami panjatkan doa dan selawat. #MaulidNabi #Doa

    Ucapan untuk Lingkungan Keluarga dan Teman

    81. Selamat Maulid Nabi, sahabatku. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.
    82. Ayah, Ibu, selamat Maulid Nabi. Mari kita ajarkan anak-anak kita tentang akhlak Rasulullah.
    83. Selamat Maulid Nabi, kawan-kawan. Semoga hari ini membawa keberkahan untuk kita semua.
    84. Semoga di hari yang mulia ini, keluarga kita selalu dilimpahi rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Selamat Maulid Nabi.
    85. Mari rayakan Maulid Nabi dengan penuh sukacita dan keimanan.
    86. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW untuk keluarga tercinta. Mari jadikan beliau teladan hidup.
    87. Semoga persahabatan kita semakin erat dengan meneladani ukhuwah Rasulullah. Selamat Maulid Nabi.
    88. Selamat Maulid Nabi, semoga kita selalu istiqamah dalam kebaikan.
    89. Di hari kelahiran Nabi, mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Selamat Maulid Nabi.
    90. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Selamat Maulid Nabi.

    Ucapan Puitis dan Penuh Kekaguman

    91. Ya Rasulullah, engkau adalah rembulan di kegelapan, bintang di malam kesunyian. Selamat Maulid Nabi.
    92. Cintamu mengalir seperti sungai, ajarannya sejuk seperti embun pagi. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.
    93. Setiap langkahmu adalah inspirasi. Setiap kata-katamu adalah hikmah. Selamat Maulid Nabi.
    94. Kami adalah umatmu yang merindu. Semoga di hari ini, rindu kami sampai kepadamu. Selamat Maulid Nabi.
    95. Di hatiku terukir namamu, Ya Rasulullah. Selamat merayakan Maulid Nabi.
    96. Maulid Nabi: Saatnya kita berselawat dan melukis senyum di wajah orang lain.
    97. Ya Rasulullah, kau datang membawa cinta, kau pergi meninggalkan kenangan yang takkan pernah pudar. Selamat Maulid Nabi.
    98. Di hari kelahiranmu, Ya Habibullah, kami panjatkan doa dan harapan agar bisa meneladanimu.
    99. Selamat Maulid Nabi. Semoga hidup kita dipenuhi keindahan akhlak beliau.
    100. Ya Nabi, namamu adalah doa, kehadiranmu adalah cahaya. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Hukum Tidur Setelah Salat Subuh Menurut Islam


    Jakarta

    Pagi hari, khususnya setelah salat Subuh, memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Waktu ini sering dianggap sebagai momen produktif dan penuh berkah.

    Namun, banyak muslim yang masih terbiasa tidur kembali setelah menunaikan salat Subuh. Lantas, bagaimana pandangan Islam mengenai kebiasaan ini?


    Tidur Setelah Subuh: Hukum dan Alasannya

    Tidur setelah salat Subuh dalam Islam tidak dianjurkan dan hukumnya makruh. Makruh berarti perbuatan tersebut tidak dilarang secara mutlak, namun sangat tidak disarankan untuk dilakukan, kecuali dalam kondisi darurat atau ada alasan yang dibenarkan.

    Hukum ini didasari pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW pernah berdoa:

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

    Dengan tidur di waktu pagi, seseorang berisiko tidak mendapatkan keberkahan dari doa Rasulullah SAW tersebut.

    Para ulama, termasuk Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, juga menjelaskan mengapa tidur setelah Subuh itu tidak baik. Beliau berkata:

    وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،

    Artinya: “Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang (makruh) kecuali ada penyebab atau keperluan.”

    Dikutip dari buku Rahasia Berdoa ketika Subuh oleh Saiful Anwar Al Batawy, beberapa kerugian lain dari tidur setelah Subuh meliputi:

    • Kehilangan Keberkahan: Waktu pagi adalah waktu turunnya berkah, yang bisa terlewatkan jika kita kembali tidur.
    • Melemahkan Badan: Kebiasaan ini bisa membuat tubuh terasa malas dan tidak bersemangat untuk memulai aktivitas.
    • Menyelisihi Kebiasaan Salaf: Para pendahulu yang saleh membenci tidur di waktu ini dan lebih memilih untuk beribadah atau beraktivitas.
    • Menghalangi Rezeki: Waktu pagi adalah saat rezeki dibagikan, sehingga tidur bisa menjadi penghalang datangnya rezeki.
    • Melewatkan Ibadah: Ada risiko tidak bangun lagi dan melewatkan salat Subuh.

    Manfaatkan Waktu Subuh dengan Hal Bermanfaat

    Sebagai muslim, alangkah baiknya jika waktu setelah salat Subuh digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surah Ar-Rum ayat 17:

    فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ حِيْنَ تُمْسُوْنَ وَحِيْنَ تُصْبِحُوْنَ

    Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari (waktu subuh).”

    Ayat ini menyerukan umat Islam untuk memuji dan memanfaatkan waktu-waktu salat, termasuk waktu subuh, sebagai momen untuk bertasbih dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan memanfaatkan waktu ini untuk kebaikan, insyaallah rezeki yang kita dapatkan juga akan semakin bertambah.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW Penuh Doa dan Makna



    Jakarta

    Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Rasulullah yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Tradisi ini banyak diperingati umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

    Masyarakat muslim Indonesia biasa merayakan Maulid Nabi SAW dengan beragam kegiatan seperti pembacaan sholawat, doa bersama, ceramah agama, hingga pembacaan sirah Nabi.


    Sejarah Singkat Maulid Nabi

    Dikutip dari buku Ahlussunnah Wal Jamaah (Edisi Revisi 2022): Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai karya A. Fatih Syuhud, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW tidak pernah dilakukan pada era Rasulullah. Pada masa para sahabat pun tidak digelar perayaan Maulid Nabi SAW.

    Peringatan Maulid Nabi diperkirakan mulai berkembang pada masa pemerintahan Dinasti Fatimiyah di Mesir sekitar abad ke-4 Hijriah. Dari sana, tradisi ini menyebar ke berbagai negeri muslim dengan bentuk dan cara perayaan yang berbeda.

    Di Indonesia, Maulid Nabi diperingati dengan acara keagamaan, seperti pembacaan Barzanji, Simthud Durar, Burdah, atau dzikir dan shalawat bersama. Semua bertujuan untuk memperbanyak ingatan kepada Rasulullah SAW serta mengambil teladan dari kehidupannya.

    Salah satu cara yang juga kerap dilakukan untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW ini juga dengan membagikan ucapan penuh doa dan makna.

    Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Berikut beberapa ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dapat dibagikan kepada sesama muslim sebagai bentuk doa.

    1. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa meneladani akhlaknya, menegakkan sunnahnya, dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari akhir.
    2. Ya Allah, jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk memperbaharui iman kami, membersihkan hati kami, dan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah SAW.
    3. Dengan penuh rasa syukur kami memperingati Maulid Nabi, semoga cahaya Islam senantiasa menerangi keluarga kita, membawa keberkahan dalam hidup, dan keselamatan di dunia serta akhirat.
    4. Selamat Maulid Nabi, semoga kita diberi kekuatan untuk menebarkan kasih sayang, kejujuran, dan kebaikan sebagaimana Rasulullah menebarkannya kepada seluruh umat manusia.
    5. Ya Allah, tanamkanlah dalam hati kami cinta yang tulus kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga kami mampu mengikuti jejak langkahnya dalam setiap aspek kehidupan.
    6. Selamat memperingati kelahiran Rasulullah SAW, semoga doa dan shalawat kita menjadi penghubung yang mendekatkan kita dengan beliau di dunia hingga di akhirat kelak.
    7. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami akhlak yang mulia sebagaimana akhlak Nabi-Mu, agar kami menjadi umat yang selalu membawa rahmat bagi sesama.
    8. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk istiqamah dalam iman, sabar dalam ujian, dan ikhlas dalam beribadah.
    9. Di hari penuh berkah ini, mari kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW agar hati kita selalu terang, hidup kita penuh berkah, dan akhir hidup kita dalam ridha Allah.
    10. Ya Allah, jadikanlah Maulid Nabi ini sebagai pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada-Mu, dan memperbanyak amal saleh.
    11. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita senantiasa tergolong umat yang dicintai Rasulullah dan kelak mendapatkan syafaatnya di hari perhitungan.
    12. Ya Allah, izinkan kami hidup dalam cahaya Al-Qur’an dan sunnah Nabi-Mu, mati dalam keadaan husnul khatimah, dan dikumpulkan bersama beliau di surga-Mu.
    13. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita jadikan hari ini sebagai titik awal untuk memperbaiki amal, memperkuat ibadah, dan memperbanyak doa.
    14. Semoga cinta kita kepada Rasulullah membimbing kita menuju jalan kebaikan, menjauhkan kita dari keburukan, dan mendekatkan kita kepada Allah SWT.
    15. Ya Allah, jadikanlah shalawat yang kami panjatkan sebagai penolong kami di hari kiamat, penerang di dalam kubur, dan jalan menuju surga-Mu.
    16. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga setiap langkah hidup kita selalu mengikuti teladan Rasulullah yang penuh kasih, sabar, dan keadilan.
    17. Ya Allah, jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sarana bagi kami untuk semakin bersyukur atas nikmat Islam dan iman yang Engkau anugerahkan.
    18. Selamat Maulid Nabi, semoga kita selalu istiqamah menjaga shalat, memperbanyak dzikir, dan menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
    19. Mari kita peringati Maulid Nabi dengan memperbanyak shalawat, karena shalawat adalah tanda cinta kita kepada Rasulullah sekaligus doa bagi keselamatan hidup kita.
    20. Ya Allah, dekatkanlah kami dengan Rasulullah SAW, baik di dunia dengan meneladani sunnahnya, maupun di akhirat dengan berkumpul bersama beliau di surga-Mu.
    21. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita senantiasa menjadi umat yang jujur, amanah, dan selalu menebarkan kebaikan.
    22. Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami untuk mencintai Rasulullah dengan sepenuh jiwa, agar kami mampu meneladani beliau dalam akhlak dan ibadah.
    23. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita diberi keberkahan dalam usia, kesehatan, rezeki, serta keberlimpahan rahmat dari Allah SWT.
    24. Ya Allah, jadikanlah Maulid Nabi sebagai pengingat untuk selalu menjaga lisan kami dari keburukan, serta menghiasinya dengan doa dan shalawat.
    25. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kehidupan kita dipenuhi cahaya Islam, ketenangan iman, dan kemuliaan akhlak.
    26. Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari umat yang setia kepada Rasulullah, selalu menjaga shalat, zakat, dan amal kebaikan.
    27. Selamat memperingati Maulid Nabi, mari kita hidupkan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari, sekecil apapun amalan itu.
    28. Semoga dengan peringatan Maulid Nabi, Allah SWT memberikan keberkahan dalam keluarga, anak-anak yang saleh, serta hati yang selalu bersyukur.
    29. Ya Allah, masukkan kami ke dalam golongan umat Nabi Muhammad yang Engkau cintai, Engkau ampuni dosanya, dan Engkau muliakan di surga.
    30. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita kelak dipertemukan dengan Rasulullah di telaga kautsar.
    31. Ya Allah, jadikanlah shalawat yang kami panjatkan malam ini sebagai tabungan amal yang mendekatkan kami pada rahmat-Mu.
    32. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga hati kita semakin lembut, jiwa kita semakin tenang, dan hidup kita semakin penuh keberkahan.
    33. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kekuatan untuk selalu sabar dalam ujian sebagaimana sabarnya Rasulullah dalam berdakwah.
    34. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tingkatkan rasa cinta kepada sesama sebagai wujud cinta kita kepada Rasulullah.
    35. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita berkat doa dan syafaat Rasulullah.
    36. Ya Allah, jadikanlah peringatan Maulid Nabi ini sebagai momen untuk mendidik hati kami agar selalu ikhlas, sabar, dan tawakal.
    37. Selamat memperingati Maulid Nabi, semoga kita mampu menjadi pribadi yang selalu memberi manfaat bagi orang lain.
    38. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sebagaimana Rasulullah membangun rumah tangganya dengan penuh kasih.
    39. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita dapat menjadi umat yang selalu membawa kebaikan di manapun kita berada.
    40. Ya Allah, karuniakanlah keberkahan dalam hidup kami berkat kecintaan kami kepada Nabi-Mu.
    41. Selamat Maulid Nabi, semoga Allah melindungi kita dari segala fitnah, musibah, dan keburukan zaman.
    42. Ya Allah, jadikanlah hati kami cinta kepada Al-Qur’an, rindu kepada sunnah, dan selalu tenang dengan mengingat-Mu.
    43. Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga hidup kita dipenuhi rasa syukur dan sabar.
    44. Ya Allah, kuatkan iman kami agar selalu istiqamah sampai ajal menjemput.
    45. Selamat Maulid Nabi, semoga kita diberi husnul khatimah dan dipertemukan dengan Rasulullah di akhirat.
    46. Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat iri, dengki, dan sombong, serta hiasi hati kami dengan akhlak mulia sebagaimana Rasulullah.
    47. Selamat memperingati Maulid Nabi, mari kita jadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.
    48. Ya Allah, rahmatilah keluarga kami, berkahilah rezeki kami, dan kuatkan langkah kami dalam meneladani sunnah Rasulullah.
    49. Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga cahaya shalawat menerangi hati, rumah tangga, dan kehidupan kita.
    50. Ya Allah, jadikanlah cinta kami kepada Rasulullah sebagai pengantar menuju cinta-Mu yang hakiki.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia


    Jakarta

    Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga sarat dengan tradisi lokal yang beragam. Setiap daerah memiliki cara khas untuk mengekspresikan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, mulai dari pembacaan sholawat hingga festival rakyat yang meriah.

    Berikut adalah berbagai tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih lestari di berbagai daerah Indonesia.


    Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

    Tradisi Maulid Nabi digelar setiap 12 Rabiul Awal. Dirangkum dari arsip detikHikmah, berikut beberapa kegiatan yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk memeriahkan momen Maulid Nabi Muhammad SAW:

    1. Tradisi Meuripee dan Kuah Beulangong di Aceh

    Di Aceh, perayaan Maulid Nabi dikenal dengan nama Meuripee. Tradisi ini dilakukan dengan cara masyarakat berpatungan membeli sapi yang kemudian dimasak bersama. Menu wajibnya adalah Kuah Beulangong, semacam kari daging yang dimasak dalam kuali besar.

    Selain sebagai wujud syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga mempererat silaturahmi karena seluruh warga ikut dalam prosesi masak hingga makan bersama.

    2. Tradisi Bungo Lado di Sumatera Barat

    Masyarakat Sumatera Barat, khususnya di Padang Pariaman, memiliki tradisi unik bernama Bungo Lado. Setiap keluarga membuat pohon hias yang diberi tanda daun merah menyerupai cabai. Pohon ini kemudian disumbangkan ke panti asuhan sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.

    Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, terutama di hari yang penuh keberkahan seperti Maulid Nabi.

    3. Grebeg Maulud di Yogyakarta dan Surakarta

    Di Yogyakarta dan Surakarta, tradisi Maulid Nabi dikenal dengan Grebeg Maulud. Acara ini dipusatkan di Keraton. Nantinya sultan beserta para abdi dalem membawa gunungan berisi hasil bumi dan makanan menuju Masjid Besar Kauman.

    Gunungan tersebut kemudian diperebutkan oleh masyarakat karena diyakini membawa berkah. Tradisi ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi besar antara rakyat dengan sultan.

    4. Pembacaan Kitab Al-Barzanji di Jepara

    Di Jepara, Jawa Tengah, tradisi Maulid Nabi diisi dengan pembacaan kitab Al-Barzanji yang berisi syair pujian kepada Rasulullah SAW. Acara ini biasanya dilanjutkan dengan tausiyah, doa bersama, serta kegiatan sosial.

    Tradisi ini menunjukkan bagaimana nilai religius tetap dipertahankan dalam perayaan Maulid Nabi di tengah masyarakat pesisir.

    5. Bale Saji di Bali

    Meski Bali dikenal sebagai pulau mayoritas Hindu, umat Islam di sana juga memiliki tradisi khas Maulid Nabi yang disebut Bale Saji. Dalam tradisi ini, masyarakat mengarak hiasan berbentuk telur dan bunga dari kertas warna-warni.

    Telur dalam Bale Saji melambangkan kelahiran, sehingga sangat tepat dijadikan simbol untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

    6. Perayaan Rammang-Rammang di Sulawesi Selatan

    Masyarakat Maros, Sulawesi Selatan, memperingati Maulid Nabi dengan cara unik: mengarak ratusan paket makanan menggunakan lebih dari 50 perahu di sepanjang sungai Rammang-Rammang.

    Acara ini dilengkapi dengan hiasan ribuan telur dan bisa dinikmati gratis oleh siapa pun yang hadir. Tradisi ini sekaligus bentuk rasa syukur atas sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

    7. Tradisi Maulid di Lombok

    Di Lombok, Maulid Nabi dirayakan dengan pembacaan sholawat Nabi dan syair Al-Barzanji. Selain itu, masyarakat juga mengadakan lomba serta arak-arakan mengelilingi kampung.

    Perayaan ini menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga.

    8. Endhog-Endhogan di Banyuwangi

    Di Banyuwangi, Jawa Timur, tradisi Maulid Nabi dikenal dengan festival Endhog-endhogan. Ratusan telur ditancapkan pada batang pohon pisang (jodang) dan ancak (wadah berisi nasi serta lauk).

    Setelah diarak, jodang dan ancak dibawa ke masjid untuk dibacakan doa dan sholawat, lalu dibagikan kepada masyarakat. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dengan sesama.

    9. Keresan di Mojokerto

    Tradisi Maulid di Mojokerto disebut Keresan, yang berasal dari kata keres (pohon kersen). Tradisi ini mirip dengan panjat pinang, masyarakat harus memanjat pohon kersen untuk mengambil hadiah yang digantungkan.

    Selain meriah, tradisi ini juga menjadi hiburan rakyat dalam rangka menyemarakkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

    10. Sebar Udikan di Madiun

    Masyarakat Dusun Sukarejo, Madiun, memiliki tradisi unik bernama Sebar Udikan. Dalam acara ini, uang koin senilai belasan juta rupiah disebar di halaman rumah warga.

    Peserta yang hadir akan berebut koin tersebut. Tradisi ini diyakini sebagai warisan nenek moyang yang mengajarkan pentingnya berbagi rezeki dengan cara yang penuh sukacita.

    11. Tradisi Ketupat Sampang di Madura

    Di Madura, masyarakat memperingati Maulid Nabi dengan membuat ketupat dari daun kelapa. Ketupat ini kemudian dimasak dan dibagikan kepada warga sekitar.

    Selain sebagai simbol kebersamaan, ketupat juga melambangkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

    12. Baayun Maulid di Banjar, Kalimantan Selatan

    Tradisi khas Banjar dalam memperingati Maulid Nabi adalah Baayun Maulid. Kata baayun berarti mengayun, sehingga tradisi ini dilakukan dengan mengayun bayi dalam buaian sambil membaca doa dan sholawat.

    Makna tradisi ini adalah ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW serta doa agar anak-anak yang ikut dalam prosesi mendapat keberkahan.

    Tradisi Maulid Nabi di Indonesia tidak hanya sekadar perayaan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah, menjaga kearifan lokal, dan menanamkan nilai berbagi. Dari Aceh hingga Papua, tradisi ini menjadi bukti nyata betapa umat Islam di Nusantara mencintai Nabinya dengan cara yang penuh kreativitas dan kebersamaan.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 50 Tema Maulid Nabi 2025 yang Islami dan Inspiratif


    Jakarta

    Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun 1447 Hijriah atau 2025 Masehi menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk merenungkan kembali ajaran dan teladan Rasulullah. Mengangkat tema yang relevan dan penuh makna akan membuat peringatan Maulid Nabi semakin berkesan.

    Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag RI), Maulid Nabi tahun ini jatuh pada Jumat, 5 September 2025.


    Tema Maulid Nabi 2025

    Berikut adalah 50 tema Maulid Nabi 2025 yang bisa menjadi inspirasi untuk berbagai acara, mulai dari masjid, sekolah, hingga komunitas.

    1. Nabi Muhammad SAW: Sang Teladan Abadi
    2. Maulid Nabi: Membumikan Akhlak Rasulullah di Era Modern
    3. Meneladani Nabi: Membangun Ukhuwah Islamiyah
    4. Rasulullah SAW: Mata Air Peradaban dan Rahmat Seluruh Alam
    5. Maulid: Spirit Hijrah dari Kegelapan Menuju Cahaya
    6. Mencontoh Nabi: Menguatkan Kepedulian Sosial dan Solidaritas
    7. Kemanusiaan dalam Ajaran Nabi: Mengayomi yang Lemah dan Terpinggirkan
    8. Maulid: Momen Kebangkitan Etos Kerja dan Kejujuran
    9. Rasulullah: Pahlawan Lingkungan dan Cinta Alam
    10. Nabi Muhammad: Inspirasi Persatuan dalam Keberagaman
    11. Meneladani Semangat Belajar Rasulullah SAW
    12. Pendidikan Karakter Anak dalam Bingkai Akhlak Nabi
    13. Maulid: Meneguhkan Jati Diri Pemuda Muslim
    14. Rasulullah: Guruku, Idolaku
    15. Membangun Generasi Qur’ani dengan Spirit Maulid Nabi
    16. Nabi Muhammad: Teladan Suami dan Ayah Terbaik
    17. Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah Berkah Maulid
    18. Maulid: Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Kekeluargaan
    19. Komunitas Produktif: Meniru Etos Kerja dan Gotong Royong Nabi
    20. Rasulullah: Pembimbing Rumah Tangga Berkah
    21. Dakwah Rasulullah: Bijak di Dunia Nyata dan Maya
    22. Maulid Nabi: Memanfaatkan Teknologi untuk Syiar Islam
    23. Berdakwah dengan Akhlak: Meneladani Metode Rasulullah
    24. Literasi Digital ala Nabi: Bijak Bermedia Sosial
    25. Mengabdi pada Umat: Menguatkan Peran Dai dan Daiyah
    26. Etos Kerja dan Perdagangan yang Halal ala Rasulullah
    27. Maulid: Membangun Kemandirian Ekonomi Umat
    28. Rasulullah SAW: Inspirasi Wirausaha Muslim Sejati
    29. Ekonomi Berkah: Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan
    30. Menghidupkan Sunnah Rasulullah: Berdagang dengan Jujur dan Amanah
    31. Rasulullah: Perekat Bangsa, Penjaga Kedaulatan
    32. Maulid Nabi: Memperkuat Persatuan dalam Bingkai NKRI
    33. Toleransi Beragama ala Rasulullah: Indahnya Persaudaraan
    34. Wawasan Kebangsaan dalam Sirah Nabi
    35. Momen Maulid: Mewujudkan Indonesia Damai dan Sejahtera
    36. Hikmah di Balik Maulid: Memahami Hakikat Kenabian
    37. Ma’rifatullah dalam Teladan Nabi
    38. Mencintai Rasulullah: Jalan Menuju Cinta Ilahi
    39. Menggapai Syafaat Nabi di Hari Kiamat
    40. Memperdalam Tauhid: Belajar dari Kehidupan Rasulullah
    41. Kesehatan Holistik ala Rasulullah: Sehat Jasmani dan Rohani
    42. Maulid Nabi: Mengajarkan Hidup Sehat dan Bersih
    43. Rasulullah: Pelopor Kebersihan dalam Kehidupan Sehari-hari
    44. Etika Lingkungan dalam Pandangan Rasulullah
    45. Cinta Alam: Meneladani Sikap Nabi Terhadap Lingkungan
    46. Kisah Nabi: Pelajaran untuk Mengatasi Krisis
    47. Rasulullah: The Greatest Leader of All Time
    48. Maulid 2025: Resolusi Akhlak untuk Diri dan Umat
    49. Meneladani Visi Jauh ke Depan Rasulullah
    50. Menyambut 14 Abad Maulid Nabi: Refleksi dan Aksi Nyata

    Semoga daftar tema ini dapat membantu Anda dalam merencanakan peringatan Maulid Nabi 1447 H/2025 yang bermakna dan menginspirasi.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Manfaat Sedekah Subuh, Salah Satunya Melancarkan Rezeki


    Jakarta

    Sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk rutin bersedekah. Nah, ada suatu waktu di mana kita sangat dianjurkan untuk bersedekah, yakni setelah sholat Subuh atau disebut juga sedekah Subuh.

    Sedikit informasi, sedekah adalah perbuatan mengeluarkan sebagian harta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah hukumnya sunnah dan termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW.

    Dalam suatu hadits, Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:


    “Allah SWT berfirman, ‘Hai manusia, berinfaklah niscaya Aku akan berinfak kepadamu’. Beliau menuturkan, “Janji Allah SWT akan terus mengalir melimpah ruah sepanjang malam dan siang hari tanpa kekurangan sedikitpun.” (HR Muslim [3/77]).

    Untuk mendapatkan rezeki dan keberkahan di dunia maupun di akhirat, cobalah mulai rutin bersedekah di waktu Subuh. Ingin tahu apa saja manfaat dan hikmah sedekah Subuh? Simak dalam artikel ini.

    Anjuran Sedekah Subuh

    Mengutip buku Dahsyatnya Amalan Pembuka Rezeki oleh M. Arifin Ilham dan M. Nurani, waktu terbaik untuk bersedekah adalah saat Subuh, yakni setelah sholat Subuh hingga menjelang sholat Dzuhur.

    Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:

    مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

    Artinya: Nabi SAW menuturkan, “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya, lalu salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya.’ Sedangkan (malaikat) yang satunya lagi berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)’.” (HR Bukhari)

    Bentuk Sedekah Subuh

    Bentuk sedekah Subuh bisa bermacam-macam, seperti menyisihkan separuh rezeki untuk dimasukkan ke dalam kotak amal. Selain itu, kamu juga bisa memberikan uang kepada orang tua.

    Mengutip buku Dongkrak Rezeki oleh Dedik Kurniawan, tak ada ketentuan nominal untuk bersedekah, mau jumlahnya banyak atau sedikit pun tidak masalah. Yang terpenting adalah sedekah harus dilakukan secara ikhlas dan istiqomah.

    Jika seseorang tak mampu sedekah dengan uang atau materi, bisa dilakukan dengan melaksanakan berbagai amal kebajikan, seperti mendirikan sholat sunnah, puasa, hingga berdzikir. Bahkan, memberi salam, tersenyum, menolong orang, hingga berbuat baik juga termasuk bersedekah.

    Abu Dzar RA berkata bahwa para sahabat pernah bertanya mengenai sedekah, kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Bukankah Allah SWT telah menjadikan apa yang ada padamu sebagai sedekah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah.”

    Beliau kemudian melanjutkan, “Setiap himbauan pada perbuatan baik adalah sedekah, mencegah kemungkaran juga sedekah, dan pada setiap kemaluan (mempergauli istri dengan baik) dari kamu adalah sedekah.” (HR Muslim [3/83]).

    Keutamaan Sedekah Subuh

    Terdapat sejumlah keutamaan dari menjalankan sedekah subuh. Simak selengkapnya di bawah ini:

    1. Dapat Menghapus Dosa

    Rutin bersedekah dapat menghapus dosa-dosa selama hidup di dunia. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah bisa menghapus kesalahan seperti air memadamkan api.” (Hadits dalam kitab al-Targhib wa al-Tarhib).

    2. Mendapat Ridho Allah SWT

    Allah SWT menjamin siapa saja yang menyisihkan hartanya untuk bersedekah dengan ikhlas dan niat maka akan mendapatkan ridhonya. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 245:

    مَنْ ذَا الَّذِيْ يُقْرِضُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗٓ اَضْعَافًا كَثِيْرَةً ۗوَاللّٰهُ يَقْبِضُ وَيَبْصُۣطُۖ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

    Artinya: Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah?) Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS Al-Baqarah: 245)

    3. Melancarkan Rezeki

    Dalam buku Shalat Subuh dan Shalat Dhuha oleh Muhammad Khalid, umat muslim yang menaati kewajiban berzakat, rutin menunaikan sedekah, dan rajin berinfaq diberikan kelancaran rezeki selama di dunia. Selain itu, mereka juga mendapat pahala berlimpah yang berguna sebagai bekal di akhirat kelak.

    Cara Melaksanakan Sedekah Subuh

    Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bersedekah Subuh. Mengutip laman baznas.go.id, berikut sejumlah caranya:

    • Setelah melaksanakan sholat Subuh di masjid, kamu bisa mengisi kotak amal dengan nominal berapapun, yang terpenting sudah niat dan ikhlas.
    • Setelah menunaikan sholat Subuh, kamu bisa mengantarkan sumbangan berupa bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
    • Memberikan makan kepada tetangga atau panti asuhan setelah sholat Subuh. Waktunya juga tepat mengingat sudah masuk sarapan pagi.
    • Mengirim sejumlah uang lewat m-banking kepada orang tua, sahabat yang membutuhkan, atau lembaga sosial.

    Demikian pembahasan mengenai sedekah Subuh. Mulai sekarang rutin bersedekah setelah sholat Subuh, yuk!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat dan Bentuk Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia


    Jakarta

    Seorang muslim sudah sepatutnya bersedekah kepada mereka yang membutuhkan. Dalam Islam, sedekah menjadi amalan yang dianjurkan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

    Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 92,

    لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢


    Artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

    Menukil dari buku Hidup Berkah dengan Sedekah susunan Ustaz Masykur Arif, kata sedekah berasal dari bahasa Arab yaitu shadaqa yang artinya benar atau jujur. Dengan kata lain, sedekah menjadi bukti pembenar bagi keimanan muslim.

    Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-As’ariy RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Suci adalah sebagian dari iman, membaca alhamdulillah dapat memenuhi timbangan. Subhanallah dan alhamdulillah dapat memenuhi semua yang ada di antara langit dan bumi. Salat adalah cahaya, sedekah itu adalah bukti iman, sabar adalah pelita dan Al-Qur’an untuk berhujjah terhadap apa yang kamu sukai ataupun terhadap yang tidak kamu sukai. Semua orang pada waktu pagi menjual dirinya, kemudian ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang membinasakan dirinya.” (HR Muslim)

    Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal

    Selain dilakukan oleh orang yang masih hidup, sedekah juga bisa dikerjakan atas nama orang yang telah meninggal dunia. Hal ini tidak bertentangan dengan hadits Rasulullah SAW sebagaimana dikutip dari buku 37 Masalah Populer: Untuk Ukhuwah Islamiyah susunan Abdul Somad.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apabila manusia meninggal dunia, maka putuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    Menurut penjelasan dalam buku tersebut, makna dari ‘amal mayat itu terputus’ bukan berarti amal orang lain yang terputus kepada dirinya. Sebagai contoh, doa anak saleh masih terus mengalir sebagai amalan ketika seseorang wafat. Dengan demikian, tidak ada larangan bersedekah untuk orang yang sudah meninggal dunia atau pun atas namanya.

    Turut disebutkan dalam hadits dari Ibnu Abbas RA terkait hukum sedekah atas nama orang yang sudah meninggal,

    (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ، قالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: ((نَعَمْ)). قَالَ: فَإِنَّ لِي مَخْرَفًا فَأُشْهِدُكَ أَنِّي قَدْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا. هَذَا حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَبِهِ يَقُوْلُ أَهْلُ الْعِلْمِ، يَقُوْلُوْنَ: لَيْسَ شَيْءٌ يَصِلُ إِلَى الْمَيِّتِ إِلَّا الصَّدَقَةُ وَالدُّعَاءُ. وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ مُرْسَلًا. قَالَ: وَمَعْنَى قَوْلِهِ إِنَّ لِي مَخْرَفًا يَعْنِي: بُسْتَانًا. [((صَحِيحُ أَبِي دَاوُد)) .]٦٥٦٦): خ

    Artinya: “(Shahih) Dari Ahmad bin Mani, dari Rauh bin Ubadah, dari Zakariya bin Ishaq, dari Amr bin Dinar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW., “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia, lalu apakah akan berguna baginya jika saya bersedekah atas namanya?” Rasulullah SAW. menjawab, “Ya, itu berguna baginya.” Laki-laki itu berkata lagi, “Sesungguhnya, saya mempunyai sebidang kebun, maka saya persaksikan dirimu bahwa saya menyedekahkannya atas nama ibuku.”

    Selain itu, dalam hadits lainnya disebutkan bahwa pahala sedekah atas nama orang yang sudah meninggal akan sampai kepadanya. Dari Aisyah RA mengatakan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad SAW:

    “Ibu saya mati mendadak, dan saya yakin seandainya dia bisa bicara, dia bersedekah, apakah ibu saya mendapat pahala, seandainya saya bersedekah untuk ibu saya? Rasulullah menjawab, “Ya ada pahala bagi ibumu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Niat Sedekah untuk Orang yang Meninggal Dunia

    Tim detikHikmah belum menemukan dalil terkait bacaan niat sedekah untuk orang yang sudah meninggal dunia. Meski demikian, menukil dari buku Jalan ke Hadirat Allah tulisan Syamsul Rijal Hamid ada lafal yang bisa dibaca muslim ketika bersedekah untuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

    “Ya Allah, aku berniat menghadiahkan pahala sedekahku ini kepada almarhum bapakku atau almarhumah ibuku.”

    Mengacu pada buku Hidup Berkah dengan Sedekah, niat dalam Islam menjadi ukuran bagi amalan yang dikerjakan muslim. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW,

    “Sesungguhnya, segala amal itu hendaklah dengan niat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Niat yang benar dalam sedekah adalah niat untuk mengeluarkan sedekah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Niat sangat berhubungan dengan motivasi dalam diri seseorang untuk mengerjakan sesuatu.

    Mengutip dari kitab Ad-Da’awat Al-Mustajabah wa Mafatih Al-Faraj oleh Imam Al Ghazali yang ditahqiq Muhammad Utsman Al-Khuyst terjemahan Masturi Irham, ada doa yang bisa diamalkan muslim ketika melakukan sedekah. Berikut bacaannya,

    رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Rabbanā taqabbal minnā innaka antas samī’ul ‘alīmu.

    Artinya: “Tuhan kami, terimalah persembahan dari kami. Sungguh Engkau maha mendengar lagi maha mengetahui.”

    Bentuk Sedekah untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

    Diterangkan dalam Buku Saku Terapi Bersedekah yang disusun Manshur Abdul Hakim, sedekah jariyah menjadi bentuk sedekah yang paling baik untuk orang yang sudah meninggal dunia. Seperti diketahui, sedekah jariyah merupakan sedekah yang pahalanya terus mengalir meski orang tersebut sudah wafat.

    Bentuk atau sarana dari sedekah jariyah itu antara lain membangun masjid, membantu dalam pengembangan ilmu pengetahuan, memberi makan orang mukmin sampai kenyang, memberi minum dan menggali sumur.

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah, ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup, semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.” (HR Ibnu Majah)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Urutan Penerima Sedekah Menurut Dalil Qur’an dan Hadits, Siapa Saja?


    Jakarta

    Sedekah adalah amalan yang paling dianjurkan. Amalan ini dikerjakan dengan menyalurkan bantuan atau hal lain kepada yang membutuhkan. Namun, ada orang-orang yang menjadi prioritas penerima sedekah.

    Keutamaan sedekah disebutkan dalam sejumlah hadits. Salah satunya yang berasal dari Abu Umamah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Seseorang masuk surga, lalu dia melihat tulisan di atas pintu surga ‘Satu sedekah dibalas sepuluh kali lipat, dan pinjaman dibalas 18 kali lipat.” (Hadits shahih, termuat dalam As-Silsilah Ash-Shahihah)


    Menukil dari buku 100 Kesalahan dalam Sedekah tulisan Reza Pahlevi Dalimuthe, sedekah merupakan harta yang dikeluarkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah bukan amalan wajib seperti zakat, melainkan sunnah.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hadid ayat 7,

    ا مِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَأَنفَقُوا هُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

    Artinya: “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang- orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

    Urutan Penerima Sedekah Berdasarkan Dalil

    Disebutkan dalam buku Pencegahan Fraud dengan Manajemen Risiko dalam Perspektif Al-Quran yang ditulis Eko Sudarmanto, sedekah lebih utama dilakukan pada keluarga ketimbang orang lain. Imam Baghawi mengatakan bahwa orang yang paling utama menerima sedekah adalah keluarga sebagai bentuk tanggung jawab untuk dinafkahi, seperti istri, anak dan sebagainya.

    Terkait urutan penerima sedekah disebutkan dalam surah Al-Baqarah ayat 215,

    يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

    Artinya: “Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan”. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”

    Berdasarkan ayat di atas, maka urutan penerima sedekah yaitu:

    1. Orang tua
    2. Kerabat
    3. Anak yatim
    4. Orang miskin
    5. Orang yang dalam perjalanan

    Sementara itu, Imam Nawawi mengatakan bahwa skala prioritas harus mempertimbangkan kemampuan finansial si penerima. Artinya, keluarga yang termasuk kategori penerima sedekah lebih utama ketimbang orang lain.

    Jadi, orang yang lebih utama menerima sedekah adalah sanak keluarga yang termasuk ke dalam golongan fakir, miskin atau memiliki banyak utang.

    Kemudian, urutan penerima sedekah lainnya dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA, beliau bersabda,

    “Bersedekahlah!” Seseorang menanggapi, ‘Ya Rasulullah, saya memiliki satu dinar (rezeki).’ Rasul berkata, ‘Bersedekahlah untuk dirimu.’ Ia berkata, ‘Saya masih punya sisanya.’ Kata Rasul, ‘Berikan kepada istrimu.’ Ia berkata, ‘Masih ada yang lain.’ Kata Rasul, ‘Berikan kepada anakmu!’ ‘Masih ada yang lain.’ Rasul berkata, ‘Berikan kepada pelayanmu!’ ‘Masih ada yang lain.’ Rasul berkata, ‘Terserah kamu (kamu lebih tahu).” (HR An Nasa’i)

    Waktu yang Dianjurkan untuk Bersedekah

    Mengutip dari buku Sedekah Bikin Kaya dan Berkah yang disusun Ubaidurrahim El Hamdy, berikut beberapa waktu yang dianjurkan untuk bersedekah.

    • Ketika lapang dan sempit
    • Saat sehat
    • Ketika merasa kikir
    • Ketika takut akan kemiskinan
    • Ketika berharap untuk kaya
    • Pada pagi hari atau subuh
    • Pada hari Jumat
    • Pada bulan Ramadan

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com