Tag: berlin

  • Cara Merapikan Rumah Tanpa Takut Menyesal Buang Barang



    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa “takut nyesel” kalau ingin membuang atau merapikan barang-barang di rumah? Hal ini karena barang-barang itu sudah terlalu banyak dan menumpuk, tetapi jika dibuang juga takut ada rasa menyesal karena tidak memilikinya lagi.

    Ternyata, proses membuang-buang barang yang tidak terpakai juga butuh keputusan emosional ya. Apalagi jika barang tersebut bersifat pribadi, seperti foto, kenangan, barang pemberian, dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal ini ya?

    Dikutip dari Martha Stewart, sebaiknya ini yang perlu dilakukan.


    Luangkan Waktu

    Pakar pengorganisasian Charlotte Berlin menjelaskan bahwa meluangkan waktu adalah kunci mencegah penyesalan. Luangkan waktu misalnya pada akhir pekan untuk merapikan barang-barang.

    Simpan di Kotak

    Barang-barang yang punya kedekatan emosional memang tidak dapat diganti tetapi bisa disimpan rapi dalam kotak. Namun, tidak semua bisa disimpan. Kartu ucapan, undangan pernikahan, bahkan strip photobooth yang mungkin terlihat kurang bagus bisa dibuang.

    Jujur pada Diri Sendiri

    Tanyakan pada diri sendiri seberapa mudah barang digantikan untuk menghindari penyesalan. Misalnya barang itu hanya berupa kaus hitam biasa atau buku yang bisa dibeli lagi, maka tidak masalah jika dibuang.

    Donasikan

    Fokus pada donasi daripada menumpuk barang-barang yang tidak juga digunakan.

    Pertimbangkan Penggunaan

    Jika memiliki barang yang dipakai seperti pakaian atau sepatu, coba seolah-olah bertanya pada barang tersebut. Apakah kamu menyukainya? Apakah pernah dipakai? Atau apakah disimpan hanya untuk jaga-jaga?

    Ingat Tujuan

    Jika masih merasa takut menyesal atau sedih membuang barang-barang. Ingatlah, bahwa membersihkan kekacauan fisik membantu seseorang menyingkirkan kekacauan mental.

    Aturan Dua Bulan

    Coba buat aturan dua bulan, jika dalam waktu dua bulan kamu tidak gunakan barang tersebut, maka pertimbangkan untuk membuangnya.

    Itulah beberapa tips untuk merapikan barang-barang tanpa rasa menyesal. Semoga membantu!

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • PBNU Jalin Kolaborasi Strategis dengan Jerman, Perkuat Misi Kemanusiaan Global



    Jakarta

    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), baru saja bertemu dengan pejabat tinggi Pemerintah Jerman. Pertemuan itu membahas kerjasama di bidang kemanusiaan dunia.

    Pejabat yang ditemui oleh Gus Yahya adalah Thomas Rachel. Thomas menjabat sebagai The Federal Government Commissioner for Freedom of Religion or Belief dalam Kabinet Kanselir Friedrich Merz.

    Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman, Berlin, pada Selasa, 7 Juli 2025, pukul 14.00 waktu setempat. Gus Yahya didampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dan Penasihat Khusus Urusan Internasional H. Muhammad Kholil dalam kunjungan tersebut.


    Kepada Thomas, Gus Yahya memaparkan secara rinci inisiatif Gerakan Global Religion of Twenty (R20). Gagasan ini dibentuk oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan diluncurkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 2022.

    Beliau menjelaskan bahwa R20 berupaya menjadikan agama sebagai kekuatan pendorong solusi untuk tantangan global. Bukan justru sebagai sumber konflik.

    R20 adalah ikhtiar NU agar agama-agama turut mengambil tanggung jawab dalam merumuskan solusi peradaban, bukan sekadar menjadi bagian dari masalah,” ujar Gus Yahya dalam dalam keterangan persnya.

    Selain itu, Gus Yahya juga menyoroti konsensus kebangsaan Indonesia. Meliputi NKRI sebagai bentuk negara, Pancasila sebagai ideologi, UUD 1945 sebagai dasar konstitusi, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip kebhinekaan-sebagai model inspiratif.

    Menurut Gus Yahya, pengalaman Indonesia dalam merawat konsensus dapat menjadi contoh bagi komunitas internasional dalam membangun tatanan dunia yang lebih inklusif dan harmonis.

    Inisiatif PBNU mendapat sambutan hangat dari Thomas Rachel. Sebagai tokoh yang dihormati di Jerman dan Eropa, Thomas mengungkapkan kekagumannya terhadap NU, yang ia sebut sebagai organisasi Islam terbesar di dunia yang teguh memperjuangkan toleransi, demokrasi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

    Mengakhiri pertemuan, kedua belah pihak menegaskan komitmen kuat untuk berkolaborasi dalam proyek-proyek kemanusiaan. Harapan dapat mempererat jejaring global untuk membangun peradaban yang lebih adil dan damai di masa depan.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com