Tag: bersih

  • Ampuh Membersihkan Noda di Dinding Putih agar Selalu Terlihat Baru



    Jakarta

    Putih sering menjadi pilihan untuk cat tembok rumah. Warna putih menjadi salah satu pilihan karena bisa memberi kesan bersih dan luas di dalam rumah. Namun, dinding berwarna putih lebih mudah kotor karena terkena noda.

    Nah untuk membersihkan noda di dinding putih perlu siasat tersendiri. Melansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkan noda pada dinding putih agar terlihat bersih seperti sedia kala.

    1. Bersihkan area langit-langit hingga ke lantai

    Kamu bisa memulainya dari membersihkan langit-langit dari debu yang ada. Gunakan kemoceng panjang atau bisa juga gunakan lap basah untuk menghilangkan debu. Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan alat yang dapat diatur panjang-pendeknya untuk membersihkan sudut-sudut atas pada dinding.


    2. Gunakan pembersih serba guna

    Kamu bisa menggunakan pembersih serba guna dengan kain mikrofiber atau lap, maupun tisu dapur. Biasanya, hal ini dilakukan untuk membsihkan noda makanan atau coret-coretan yang sulit hilang.

    3. Pakai sabun cuci piring dan spons

    Walaupun namanya sabun cuci piring, ternyata sabun tersebut juga berguna untuk hal lain. Salah satunya membersihkan dinding.

    Jika ada noda yang tidak membandel, kalian bisa gunakan spons basah dan teteskan sabun cuci piring, lalu lap noda tersebut. Setelah itu, diamkan selama beberapa saat dan lap dengan kain mikrofiber basah hingga bersih. Kamu mungkin perlu mengulangi proses tersebut sebanyak 2-3 kali.

    4. Gunakan soda kue

    Jika ada noda membandel, kamu bisa gunakan pasta soda kue untuk menghapusnya.

    Caranya, tuang soda kue dan air ke dalam mangkuk dengan perbandingan 3:1. Lalu, oleskan pasta tersebut ke noda yang ada di dinding menggunakan spons basah dan diamkan beberapa saat.

    Jika sudah agak menyerap, lap noda tersebut dengan lap basah atau kain mikrofiber atau tisu dapur basah.

    Cara Menjaga Dinding Putih Bersih Lebih Lama

    Untuk menjaga dinding putih agar bersih lebih lama, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Di antaranya:

    1. Bersihkan noda secara teratur agar tidak menempel di dinding
    2. Bersihkan kotoran di lantai dengan hati-hati agar tidak menempel ke dinding
    3. Bersihkan langit-langit dan bagian atas dinding, terutama jika ada kipas angin gantung

    Demikian informasi terkait tips membersihkan dinding putih di rumah. Semoga bermanfaat ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Cegah Toren Air Ditumbuhi Lumut Agar Selalu Bersih



    Jakarta

    Toren air adalah tangki atau tempat untuk menyimpan cadangan air bersih di rumah. Tangki yang berisi air ini bisa ditumbuhi lumut karena kondisinya yang lembap.

    Belum lagi ada paparan sinar matahari yang menembus tangki, sehingga mendukung pertumbuhan lumut. Kalau sudah ditumbuhi lumut, air akan tercemar dan mempengaruhi kebersihannya.

    Lalu, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah lumut tumbuh di atas toren, dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Orang AS Pakai Sandal di Dalam Rumah, Ternyata Ada Manfaatnya Lho!


    Jakarta

    Saat menonton film buatan negara barat seperti Amerika atau Eropa, kita sering melihat penghuni rumah memakai alas kaki seperti sendal atau sepatu di dalam rumah. Pemandangan tersebut cukup berbeda dengan yang ada di Indonesia di mana penghuni rumah biasa melepaskan alas kaki sebelum masuk ke rumah.

    Lantas, adakah alasan kenapa orang-orang Amerika sering memakai sendal di dalam rumah?

    Dilansir Know World Now, ada beberapa alasan dan faktor, berikut di antaranya.


    1. Melindungi Kaki dari Infeksi

    Banyak orang AS memilih memakai sepatu atau sandal di dalam rumah untuk melindungi kaki mereka dari kotoran dan serangga yang dapat menyebabkan infeksi. Mereka menilai cara ini jauh lebih aman daripada harus merasakan sakit dalam waktu yang lama.

    2. Mencegah Tergelincir

    Kemudian, negara di Amerika dan Eropa memiliki 4 musim. Biasanya saat musim dingin, rumah jauh lebih lembap. Lantai bisa lebih licin sehingga rawan tergelincir. Hal ini dapat membahayakan penghuni rumah terutama lansia. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari lima puluh persen orang berusia di atas 50 tahun pernah terjatuh saat mengenakan sol, sandal, atau kaus kaki tanpa sepatu. Alasannya adalah orang lanjut usia memiliki kulit kaki yang lebih kenyal dan indera yang lebih lemah, sehingga mereka tidak dapat menjaga keseimbangan saat berjalan, berdiri, atau berdiri di rumah.

    3. Lebih Nyaman

    Alasan paling umum banyak orang AS dan Eropa memakai sepatu atau sendal di dalam rumah adalah karena alasan kenyamanan. Mereka percaya jika alas kaki dapat membantu mereka tetap berdiri dan berjalan dengan baik, hangat, dan hangat di lingkungan mereka. Selain itu juga dapat melindungi kaki jika sering tersandung atau terbentur furnitur, sepatu dapat memberikan keamanan tambahan.

    4. Menjaga Kesehatan

    Kaki yang terlindungi tentu menjauhkan seseorang dari penyakit atau kecelakaan di rumah. Kemudian, mayoritas dokter juga menyarankan penggunaan sepatu dalam ruangan untuk meringankan penyakit kaki seperti plantar fasciitis, bunion, hingga cedera tulang kering.

    5. Melindungi Karpet dari Kotoran

    Jika menyadari, orang AS banyak yang memakai karpet pada lantai untuk menjaga lantai tetap dingin. Oleh sebab itu, beberapa orang beranggapan dengan memakai sepatu yang bersih tidak akan merusak karpet dibandingkan kaki yang tidak bersepatu.

    Sebab, kaki dapat mengeluarkan minyak yang nantinya terserap dan menumpuk pada bahan karpet. Seiring waktu, permukaan karpet dapat rusak karena minyak tersebut atau berubah warna menjadi kusam.

    6. Punya Jalan yang Lebih Bersih

    Ternyata mayoritas kota di Amerika Serikat memiliki jalan yang bersih seperti bebas dari lumpur dan kotoran yang dapat menempel pada alas sepatu dan sendal. Oleh karena itu, apabila alas kaki dipakai di dalam rumah, tidak akan membuat lantai kotor.

    Itulah beberapa manfaat memakai sandal di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Biang Kerok Jamur Tumbuh di Kamar Mandi


    Jakarta

    Salah satu musuh di kamar mandi adalah jamur. Ya, kamar mandi yang identik dengan kelembapan tentu menjadi tempat yang rawan ditumbuhi jamur.

    Meski terkesan sepele, jamu nggak boleh dibiarkan, lho. Sebab, jamur bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti alergi, iritasi, hingga infeksi pernapasan.

    Belum lagi, permukaan yang ditumbuhi jamur bisa rusak. Misalnya jamur tumbuh di laci kayu bisa membuat bahannya jadi lapuk.


    Nah, kira-kira apa yang menyebabkan jamur tumbuh di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Jamur Tumbuh di Kamar Mandi

    Dilansir dari Real Simple, jamur tumbuh di tempat yang ada kelembapan dan bahan organik. Kelembapan yang bertahan selama 24-48 jam dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba di kamar mandi.

    Inilah beberapa situasi spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya jamur di kamar mandi.

    1. Kurang Ventilasi

    Penyebab paling umum dari masalah jamur adalah kurangnya ventilasi. Kalau kamu tidak punya kipas ventilasi, uap air akan terjebak di udara, dinding, dan ubin, sehingga menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk tumbuh.

    2. Kebocoran

    Kebocoran air juga meningkatkan pertumbuhan jamur. Bukan hanya keran yang menetes, tetapi juga pipa bocor di bawah meja rias atau di dalam dinding yang perlahan-lahan dapat meneteskan air tanpa disadari.

    3. Kurang Bersih

    Jika kamar mandi tidak dibersihkan secara teratur, akan tercipta lingkungan yang cocok buat jamur berkembang biak. Penumpukan bahan organik bertindak sebagai sumber makanan, yang memungkinkan pertumbuhan mikroba setelah masalah kelembapan.

    Jamur bisa tumbuh kalau tidak membersihkan permukaan kamar mandi untuk menghilangkan partikel. Contohnya tidak mencuci keset kamar mandi, tirai kamar mandi, dan bahan kain lainnya yang dapat dicuci dengan mesin. Kemudian, penggunaan sabun atau produk yang meninggalkan residu juga membuat kamar mandi tetap kotor.

    4. Masalah Ubin

    Ubin yang tidak sejajar dan nat yang retak atau tidak tertutup rapat dapat menciptakan celah untuk air tergenang. Lalu, bahan organik dapat terperangkap, sehingga memicu pertumbuhan jamur.

    5. Membiarkan Basah

    Membiarkan handuk, bak mandi, atau ubin tetap basah, meningkatkan potensi jamur buat tumbuh. Sebaiknya bersihkan ubin dengan alat pembersih kaca, memisahkan tirai dan pelapis kamar mandi setelah digunakan, dan menggantung handuk serta keset kamar mandi agar kering.

    Itulah beberapa penyebab jamur tumbuh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Handuk Bisa Jadi Sarang Mikroba Meski Tampak Bersih



    Jakarta

    Handuk memiliki bahan yang berbeda dari kain yang lain karena mampu menyerap air dengan cepat. Namun, serat atau bahan dari handuk ini ternyata juga bisa menyimpan banyak kotoran.

    Melansir dari situs BBC, tubuh kita masih dipenuhi oleh mikroba bahkan setelah kita mandi. Mikroba ini justru dapat berpindah ke handuk kita. Jadi, handuk tidak hanya menyimpan mikroba dari sumber lain seperti udara yang membawa bakteri, tetapi juga dari tubuh kita sendiri.

    Menyimpan handuk di kamar mandi juga tidak dianjurkan, sebab kamar mandi adalah area yang banyak air. Setiap penghuni rumah menyiram air di toilet, bisa saja mengenai handuk yang ada di dekatnya.


    Seiring berjalannya waktu, mikroba pada handuk lama-kelamaan dapat mengubah tampilan handuk. Bahkan, dalam waktu dua bulan, handuk bisa lebih memudar warnanya.

    Mikroba-mikroba dalam handuk ini memang sangat berbahaya, sebab menurut profesor biologi dari Universitas Simmons, AS, Elizabeth Scott, mengatakan bahaya mikroba pada handuk bisa berisiko terhadap penularan infeksi. Oleh karena itu, semakin lama seseorang menggunakan handuk maka semakin lama juga handuk bisa lembap dan menjadi tempat bertumbuhnya mikroba.

    Maka, solusinya adalah mencuci handuk secara teratur dapat membantu mengurangi infeksi bakteri. Scott menyarankan cuci handuk setiap seminggu sekali, tetapi jika seseorang sakit, maka handuk harus dicuci setiap hari.

    “Mereka perlu punya handuk sendiri dan handuk tersebut perlu dicuci setiap hari. Itulah yang kami sebut kebersihan terarah untuk menangani risiko,” ujar Scott.

    Scott juga menyarankan bahwa mencuci handuk berbeda dengan jenis kain yang lain. Handuk perlu suhu lebih panas sekitar 40 hingga 60 derajat celcius dan waktu yang lebih lama saat mencuci. Jika ingin dicuci pakai suhu rendah, bisa tambahkan pemutih untuk melawan mikroba pada handuk.

    Akan tetapi, menurutnya, cara paling efektif membersihkan handuk adalah dengan mencuci dengan desinfektan sekaligus deterjen sambil mengeringkan di bawah sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tips Menjaga Halaman Rumah Tetap Bersih dan Nyaman


    Jakarta

    Halaman rumah wajib dijaga agar tetap bersih dan nyaman. Jangan sampai ada sampah hingga daun-daun berserakan karena dapat mengganggu kenyamanan dan kecantikan hunian.

    Sayangnya, tidak semua orang mau membersihkan halaman depan secara rutin. Padahal, jika tidak dirawat bisa mengakibatkan tumbuhnya rumput liar hingga tanaman hias akan rusak akibat pemiliknya yang cuek.

    Ada sejumlah tips dalam menjaga halaman rumah agar tetap bersih dan nyaman. Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Tips Menjaga Halaman Rumah agar Tetap Bersih

    Menjaga kebersihan rumah tak hanya bagian interiornya saja, tapi halaman rumah juga wajib diperhatikan. Mengutip laman Nicholas Design Build, berikut sejumlah tips menjaga halaman rumah agar tetap bersih:

    1. Rutin Menyapu Daun-daun yang Berguguran

    Tips yang pertama adalah rutin mneyapu daun-daun yang berguguran. Sebab, halaman rumah kerap dipenuhi oleh daun-daun yang berguguran hingga sampah yang terbawa angin.

    Kamu bisa menyapu daun-daun dengan sapu lidi yang kokoh. Siapkan juga pengki untuk mengangkat sisa-sisa daun dan sampah agar bisa dibuang ke dalam tempat sampah.

    2. Potong Rumput Liar yang Tumbuh Panjang

    Halaman rumah yang tidak dirawat bisa memicu tumbuhnya rumput liar. Semakin dibiarkan maka rumput liat bisa tumbuh tinggi. Selain mengganggu pemandangan, rumput liar juga bisa mengacaukan pertumbuhan tanaman lain.

    Agar halaman rumah tetap terlihat rapi dan bersih, usahakan rutin memotong rumput liar setiap seminggu sekali. Tak perlu mesin pemotong rumput, kamu bisa menggunakan gunting untuk memotong rumput liar.

    3. Siram Tanaman dan Rumput

    Selain itu, pastikan kamu rutin menyiram tanaman dan rumput yang tumbuh di halaman rumah. Kamu bisa menyiram tanaman sehari sekali agar tumbuhan tidak layu. Apabila turun hujan di hari itu, detikers tak perlu menyiram tanaman lagi.

    4. Sediakan Tempat Sampah

    Pastikan kamu memiliki tempat sampah khusus di area luar rumah dan sebaiknya diletakkan agak jauh dari teras. Sebab, bau busuk dari sampah bisa mengganggu penghuni hingga tamu yang datang.

    Selain itu, pastikan jadwal pengambilan sampah dilakukan secara tepat waktu. Sampah yang dibiarkan menumpuk secara terus-menerus bisa mengeluarkan bau tidak sedap.

    5. Rutin Membersihkan Selokan

    Jika terdapat selokan di depan rumah, pastikan kamu rutin mengeceknya secara rutin. Apabila ada sampah yang menumpuk di selokan, segera bersihkan agar tidak mengganggu aliran air. Sebab, jika sudah turun hujan bisa mengganggu saluran air sehingga menyebabkan banjir.

    6. Membersihkan Lantai Teras

    Tips berikutnya adalah dengan membersihkan lantai teras secara rutin. Sebab, lantai teras dapat dengan mudah terkena debu hingga air hujan. Jika jarang dibersihkan maka keramik lantai akan cepat rusak dan warnanya cepat pudar.

    7. Tanam Berbagai Tanaman Hias

    Agar halaman rumah tidak terlihat “polos” dan membosankan, kamu bisa menanam berbagai tanaman hias sebagai dekorasi. Adapun sejumlah tanaman hias yang cocok di luar ruangan, seperti bougenville, kaktus, lidah mertua, hingga sirih gading.

    8. Letakkan Perabotan Secara Teratur

    Tips yang terakhir adalah meletakkan perabotan secara teratur. Sebab, beberapa orang kerap meletakkan perkakas secara sembarangan sehingga mengganggu pemandangan rumah.

    Cobalah untuk membeli lemari khusus guna menyimpan berbagai macam perkakas. Posisikan lemari tersebut di tempat yang aman agar tidak terkena sinar matahari langsung atau air hujan.

    Itulah delapan tips menjaga halaman rumah agar tetap bersih dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di dalam rumah yang mudah kotor. Apalagi jika detikers gemar memasak dengan minyak yang banyak, bisa saja minyak meletup dan menempel di dinding dapur.

    Apabila dinding dapur tidak dilapisi dengan keramik, maka noda minyak sangat mudah menempel di dinding. Selain terlihat kotor, jika tidak segera dibersihkan maka bisa menimbulkan jamur.

    Ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan noda minyak yang menempel di dinding dapur. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur

    Jika terdapat banyak noda minyak yang menempel di dinding dapur, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara mudah untuk membersihkannya.

    Dilansir situs Teka Cleaning dan How Stuff Works, berikut cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur:

    1. Tepung

    Jika kamu sedang memasak dan minyak meletup mengenai dinding dapur, segera bersihkan dengan tepung. Cukup dengan menaburkan ke titik-titik yang terdapat noda minyak, lalu diamkan selama 5-10 menit agar tepung menyerap minyak. Setelah itu, bersihkan sisa tepung dengan lap kering.

    Sebagai catatan, cara ini hanya berhasil jika noda minyak belum kering atau masih basah.

    2. Baking Soda

    Apabila noda minyak sudah mengering, kamu tetap bisa membersihkannya dengan baking soda. Sebab, soda kue dapat ampuh melarutkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

    Untuk menghilangkan noda minyak di dinding, cukup campurkan 3 sendok makan soda kue dengan 1 gelas air ke dalam wadah. Setelah itu, gunakan spons untuk menggosok noda lemak di dinding secara perlahan.

    3. Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring juga bisa digunakan untuk membersihkan noda minyak pada dinding. Caranya juga mudah, cukup teteskan sabun ke titik-titik yang terdapat noda, lalu diamkan sekitar 30 menit. Setelah itu, bersihkan dinding dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain lap.

    4. Garam dan Sabun Cuci Piring

    Agar lebih ampuh membersihkan noda minyak, kamu bisa mengkombinasikan garam dan sabun cuci piring. Untuk cara pakainya, campurkan sekitar 2-3 sendok makan garam dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata sampai berbusa.

    Setelah itu, gosok cairan tersebut ke dinding yang penuh noda minyak dengan spons sampai bersih. Setelah itu, bilas dengan air dan keringkan menggunakan kain lap.

    5. Cuka

    Cara berikutnya adalah menggunakan cuka. Bahan ini dinilai ampuh untuk membersihkan noda minyak yang membandel pada dinding. Sebab, asam pada cuka dapat melarutkan minyak yang sudah mengering, sehingga dapat digosok dengan spons.

    Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih di area yang penuh noda minyak, lalu diamkan sekitar 5 menit agar cuka meresap. Setelah itu, gosok dengan spons lembut agar noda menghilang.

    6. Jeruk Lemon

    Selain dijadikan minuman segar, jeruk lemon juga disebut ampuh menghilangkan noda di dinding dapur. Cukup menggunakan air jeruk lemon yang dituang ke dalam botol spray, lalu semprotkan ke titik yang penuh noda minyak. Diamkan selama beberapa menit dan lap menggunakan kain hingga kering.

    7. Cuka dan Baking Soda

    Perpaduan cuka dan baking soda juga bisa dipilih untuk membersihkan noda minyak. Soalnya, kedua bahan itu dapat memecah residu minyak yang menempel pada dinding sehingga lebih mudah dibersihkan.

    Cukup campurkan cuka dan baking soda ke dalam wadah dan aduk hingga merata, lalu oleskan pada dinding yang terdapat noda minyak dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, gosok dengan spons dan bilas dengan air sampai bersih.

    Demikian tujuh cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

    Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    1. Membersihkan Blender Asal-asalan

    Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


    Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

    2. Meletakkan Gelas Terbalik

    Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

    Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

    3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

    Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

    Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Waktu Ideal Bersihkan Kipas Angin dan Langkah-langkahnya


    Jakarta

    Kipas angin sudah menjadi alat penyejuk ruangan andalan banyak orang sejak lama. Hingga saat ini kipas angin tetap menjadi andalan masyarakat meskipun di rumah tersebut sudah terpasang AC.

    Namun, ada satu hal yang sering disepelekan orang yakni menjaga kebersihan kipas angin. Meskipun kipas angin cara kerjanya adalah menciptakan angin, tetapi debu tetap bisa menempel pada bagian penutup dan baling-balingnya sehingga sebaiknya kipas angin digunakan dalam keadaan bersih.

    Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membersihkan kipas angin?


    Melansir The Spruce, kipas angin perlu dibersihkan setiap seminggu sekali. Debu tidak akan menumpuk terlalu banyak pada penutup dan baling-baling kipas angin jika dibersihkan secara teratur. Namun, kipas boleh dibersihkan lebih sering jika penggunaannya memang di tempat yang kotor dan mudah terpapar debu.

    Cara Membersihkan Kipas Angin

    1. Matikan Kipas Angin

    Pastikan ketika membersihkan kipas angin, kabel tidak dalam keadaan tertancap ke stop kontak karena bisa berbahaya jika kipas aktif saat sedang membersihkan baling-balingnya.

    2. Bersihkan Debu pada Baling-baling dan Kerangka Kipas

    Keuntungan dengan pembersihan yang rutin, kamu tidak perlu sampai membongkar kipas anginnya, cukup bersihkan sekilas. pada setiap rongga-rongga kipas angin dan baling. Gunakan pengering rambut atau udara terkompresi untuk meniup debu dari permukaan baling-baling. Namun, ingat atur suhu udara dari pengering rambut tersebut jadi yang paling dingin dan beri jarak antara kipas angin dan mulut pengering sekitar 15 cm.

    Ketika membersihkan kipas angin, pasti ada debu yang berjatuhan. Bersihkan debu-debu tersebut memakai vacuum cleaner atau tisu agar debunya tidak terbang ke tempat lain.

    3. Lap Kipas Angin

    Setelah semuanya selesai, lap kipas angin menggunakan lap mikrofiber. Basahkan lap mikrofiber terlebih dahulu, kemudian peras dan lap bagian kipas yang sudah dibersihkan tadi. Hal ini dilakukan agar kipas lebih bersih.

    Tips untuk Menjaga Kipas Angin Tetap Bersih Lebih Lama

    1. Membersihkan kipas angin seminggu sekali akan membantu meminimalisir debu. Jadi, penghuni rumah tidak perlu sering membersihkan kipas angin.

    2. Jika kipas angin memiliki filter udara, periksa secara berkala untuk memastikannya bersih sehingga kipas bisa berfungsi secara efisien dan efektif.

    Itulah cara membersihkan kipas angin supaya bersih lebih lama. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Tips Bersihkan Rumah untuk Sambut Hari Raya Idul Adha


    Jakarta

    Menjelang Idul Adha, banyak masyarakat yang mulai membersihkan rumah, mulai dari ruang tamu hingga dapur. Ternyata, bersih-bersih rumah menjelang Idul Adha merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam.

    Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam. Selain melaksanakan kurban, umat muslim juga perlu melaksanakan bersih-bersih rumah. Tujuannya pun baik agar penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman.

    Dilansir situs NU Online, Kamis (5/6/2025), rumah merupakan cerminan dari kehidupan seseorang. Ketika hunian terlihat bersih dan rapi, maka penghuninya akan semangat menjalani ibadah dengan penuh energi positif.


    Selain itu, Allah SWT juga menyukai tempat-tempat yang bersih. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ , نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ , كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ , جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ , فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ

    Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kekayaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi)

    Nah, ada sejumlah tips dalam membersihkan rumah untuk menyambut Idul Adha. Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Tips Membersihkan Rumah untuk Sambut Idul Adha

    Membersihkan rumah tak bisa dilakukan secara asal. Dilansir situs Just Life, berikut tips bersihkan rumah dengan baik dan benar.

    1. Siapkan Alat-alat

    Langkah yang pertama adalah dengan menyiapkan semua peralatan, mulai dari sabun cair, sapu, kain pel, hingga alat pembersih kaca. Siapkan alat tersebut dalam satu wadah besar sehingga kamu tak perlu repot-repot mencarinya lagi.

    Selain itu, siapkan juga cairan pembersih mulai dari pembersih lantai, meja, hingga kaca. Pastikan cairan pembersih masih dalam keadaan penuh dan jika sudah habis sebaiknya segera beli yang baru.

    2. Rapikan Barang-barang

    Rapikan seluruh barang-barang yang ada di dalam rumah dan sisihkan barang yang menurut kamu masih bisa disimpan, disumbangkan, atau dibuang. Cara ini dilakukan agar mencegah barang yang tak terpakai menumpuk dan berdebu karena tidak pernah dipakai.

    3. Bersihkan Satu Ruangan Sekaligus

    Agar rumah bersih dan rapi, sebaiknya fokus untuk membersihkan satu ruangan terlebih dahulu secara menyeluruh. Jika sudah bersih, barulah beralih ke ruangan berikutnya.

    Disarankan untuk membersihkan ruangan yang paling berantakan atau kotor. Ketika ruangan sudah kinclong, hal ini membuatmu bahagia dan termotivasi untuk membersihkan ruangan lain.

    4. Singkirkan Debu

    Bersihkan debu yang menempel di langit-langit rumah, bagian atas lemari, hingga kipas angin gantung. Jika tidak bisa digapai, kamu bisa menggunakan bangku dan bersihkan dengan kemoceng bulu. Membersihkan debu secara rutin dapat meningkatkan kualitas udara sekaligus mencegah penyakit.

    5. Sapu dan Pel Lantai

    Langkah berikutnya adalah menyapu seluruh lantai guna menyingkirkan kotoran dan debu. Jika sudah, bersihkan lantai dengan kain pel agar lebih wangi, kinclong, dan tidak lengket.

    6. Vacuum Cleaner Karpet

    Apabila ada karpet di rumah, bersihkan dengan vacuum cleaner untuk mengangkat debu, bulu, dan kotoran yang menempel. Jika karpet terlihat sangat kotor, sebaiknya disikat dengan sabun dan jemur di bawah sinar matahari agar kuman mati.

    7. Bersihkan Furniture

    Sejumlah furniture seperti lemari dan meja terkadang menyimpan banyak debu. Cobalah untuk dibersihkan dengan cairan pembersih khusus dan keringkan dengan kain microfiber.

    Apabila kamu punya lukisan yang menempel di dinding, jangan lupa untuk bersihkan bagian atasnya karena banyak debu dan kotoran.

    8. Jendela dan Cermin

    Bersihkan jendela rumah dan cermin menggunakan cairan pembersih kaca dan kain microfiber. Jendela yang bersih akan membuat lebih banyak cahaya masuk ke dalam rumah sehingga ruangan lebih terang.

    9. Dapur

    Menjelang Idul Adha, dapur menjadi area yang paling banyak digunakan karena kamu harus memasak ketupat sayur hingga opor ayam. Agar memasak lebih nyaman dan senang, bersihkan dapur secara menyeluruh.

    Coba mulai dengan membersihkan kompor, kitchen sink, hingga lemari piring. Jangan lupa untuk membersihkan dinding dapur karena sering ditemukan noda minyak yang sulit hilang.

    10. Kamar Mandi

    Bersihkan seluruh kamar mandi di dalam rumah dengan cara menyikat lantai, membersihkan dinding, menyikat kloset, hingga meletakkan pewangi. Dengan begitu, penghuni hingga tamu akan merasa nyaman saat menggunakan kamar mandi.

    Itu dia 10 tips bersihkan rumah untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com