Tag: bersih

  • Pakar Sebut 5 Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons, Kenapa?


    Jakarta

    Spons memiliki fungsi utama untuk membersihkan alat makan dan peralatan masak agar kembali kinclong. Selain itu, spons juga banyak dipakai untuk membersihkan benda-benda di rumah.

    Walau dapat mengangkat kotoran secara efektif, tapi tidak semua perabotan di rumah dapat dibersihkan pakai spons. Alih-alih menjadi bersih, tapi justru dapat merusak permukaannya.

    Ingin tahu apa saja perabotan di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Benda Ini Jangan Dibersihkan Pakai Spons

    Dilansir situs The Spruce, berikut benda-benda di rumah yang jangan dibersihkan menggunakan spons menurut ahli kebersihan:

    1. Cermin dan Permukaan Kaca

    Banyak orang yang terbiasa membersihkan cermin atau permukaan kaca menggunakan spons. Padahal, kebiasaan ini justru membuat kaca jadi kusam dan muncul goresan halus.

    “Tekstur spons bertindak seperti amplas halus, sehingga jika dipakai di permukaan kaca dapat menciptakan goresan kecil dan jadi terlihat buram pada permukaan yang seharusnya bening,” kata pakar kebersihan dari MaidPro Temecula Trish Duarte.

    Daripada menggunakan spons, Trish menyarankan memakai kain halus atau kain microfiber untuk membersihkan cermin dan permukaan kaca di rumah.

    2. Segel Pintu Kulkas

    Segel pintu kulkas atau disebut gasket berfungsi untuk menyegel pintu lemari es agar udara dingin tidak keluar. Bagian ini memang wajib dibersihkan agar pintu selalu tertutup rapat, tapi sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons.

    “Alih-alih membersihkan kotoran, penggunaan spons justru mendorong kotoran semakin dalam ke lipatan segel pintu kulkas, tempat ditemukan ada jamur dan bakteri tumbuh,” ujar ahli kebersihan dari Spekless Karina Toner.

    Karina lebih menyarankan menggunakan sikat gigi bekas saat membersihkan segel pintu kulkas. Agar efektif mengangkat kotoran, buat cairan dari cuka putih dan air hangat, lalu gosokkan sikat gigi ke setiap lipatan dengan perlahan.

    3. Pisau

    Sering membersihkan pisau yang kotor dengan spons? Ternyata pakar menyebut cara ini justru dapat mengikis ujung pisau sehingga jadi tidak tajam. Selain itu, mencuci pisau dengan spons sangat berbahaya karena berisiko melukai tangan akibat tertusuk secara tidak sengaja.

    Agar lebih aman, cukup bersihkan pisau dengan kain lap kering. Lakukan secara hati-hati agar pisau tidak mengiris tangan.

    4. Perabotan Kayu

    Membersihkan perabotan kayu seperti talenan ternyata tidak dianjurkan menggunakan spons. Sifat spons yang dapat mengikis ternyata berisiko merusak lapisan kayu, sehingga menimbulkan celah yang besar pada serat kayu.

    “Spons dapat menimbulkan kelembapan pada serat kayu yang berpori, sehingga bisa cepat rusak dan menjadi tempat bertumbuhnya bakteri,” ungkap Trish.

    Untuk membersihkan perabotan kayu, sebaiknya gunakan sikat gigi atau kain lap khusus yang tidak menyerap air berlebih. Setelah dicuci bersih, segera dilap dan dikeringkan agar kelembapan tidak masuk ke serat kayu.

    5. Panci dan Wajan Anti Lengket

    Satu lagi benda di rumah yang sebaiknya jangan dibersihkan pakai spons, yakni panci dan wajan anti lengket. Permukaannya yang halus dan tipis dapat menimbulkan goresan jika terus dibersihkan pakai spons.

    “Lapisan wajan anti lengket sangat tipis dan halus, sedangkan spons dapat menciptakan goresan yang tidak terlihat, tapi seiring waktu dapat merusak lapisannya,” sebut Trish.

    Sebagai alternatif, Trish menyarankan menggunakan kain lap khusus atau sikat bambu yang dirancang untuk permukaan panci dan wajan anti lengket.

    Itulah lima benda yang sebaiknya jangan dibersihkan dengan spons menurut sejumlah pakar. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Sederhana Bikin Ruang Tamu Terlihat Rapi dan Nyaman


    Jakarta

    Ruang tamu merupakan area yang krusial di dalam rumah. Tidak hanya digunakan untuk tempat berkumpul keluarga, tapi juga untuk menjamu tamu yang berkunjung ke rumah.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan ruang tamu agar selalu rapi dan nyaman. Namun terkadang, ruang tamu bisa terlihat berantakan karena banyak tumpukkan barang atau sofa yang jarang dicuci.

    Padahal, menjaga ruang tamu agar tetap rapi dan nyaman terbilang sangat mudah lho. Penasaran? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.


    Tips Sederhana Bikin Ruang Tamu Terlihat Rapi

    Ada beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan penghuni sehingga ruang tamu jadi terlihat berantakan. Dilansir dari situs The Spruce, berikut cara sederhana membuat ruang tamu jadi rapi dan nyaman:

    1. Gunakan Ruang Tamu Sesuai Tujuannya

    Pada dasarnya, ruang tamu merupakan area yang digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga. Namun, ada beberapa orang yang memanfaatkannya sebagai tempat untuk menyantap makanan.

    Padahal, sisa-sisa makanan bisa saja jatuh ke atas sofa. Selain itu, bumbu makanan mungkin bisa menempel di sofa atau bantal sehingga menimbulkan noda dan bau.

    Meski begitu, tidak masalah jika penghuni rumah menikmati camilan lezat di ruang tamu sambil menonton film kesukaan, asalkan tidak ada sisa makanan yang jatuh dan segera buang bungkus camilan ke tempat sampah.

    2. Hindari Meletakkan Barang di Atas Meja

    Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang adalah meletakkan aneka barang di atas meja ruang tamu, seperti kunci kendaraan, jam tangan, handphone, hingga botol minum. Terkadang, benda tersebut dibiarkan semalaman dan bikin ruang tamu jadi tampak berantakan.

    “Jauhkan barang-barang yang tidak seharusnya ada di ruang tamu. Jagalah ruangan tersebut sebagaimana mestinya, bukan tempat berkumpulnya barang-barang yang berantakan dan acak-acakan,” kata pakar interior Macie Kreutzer.

    3. Sediakan Keranjang di Ruang Tamu

    Kebiasaan orang meletakkan aneka barang di atas meja membuat ruang tamu jadi terlihat berantakan. Pakar tata ruangan Mindy Godding menyarankan untuk membeli keranjang minimalis dan sederhana yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

    “Saya suka menggunakan keranjang hias minimalis untuk mengumpulkan berbagai macam barang di ruang tamu, seperti boneka anjing, majalah, dan mainan anak-anak,” ungkap Godding.

    Godding menyarankan membeli keranjang barang yang sesuai dengan dekorasi atau konsep hunian. Penghuni rumah juga bisa membeli keranjang berukuran kecil untuk menyimpan benda seperti kunci kendaraan atau jam tangan.

    4. Sediakan Baki Minimalis

    Baki tidak hanya digunakan untuk membawa makanan, tapi juga berfungsi sebagai dekorasi ruangan. Sebab, ada banyak desain baki minimalis yang dapat mempercantik interior.

    Selain digunakan untuk menghias ruangan, baki juga bisa dimanfaatkan untuk meletakkan aneka benda seperti remote TV, majalah, atau remote kipas angin. Dengan begitu, meja di ruang tamu akan tetap terlihat rapi dan tidak dipenuhi oleh berbagai barang.

    “Baki sangat serbaguna! Meletakkan baji yang cantik di meja kopi atau sudut meja akan membuat ruang tamu lebih terlihat rapi,” jelas Kreutzer.

    5. Rutin Membersihkan Sofa dan Bantal

    Tidak hanya terlihat rapi, ruang tamu juga harus tampak bersih agar tidak mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, dianjurkan untuk membersihkan ruang tamu minimal seminggu sekali.

    Godding menyebut membersihkan ruang tamu bisa dilakukan dengan sederhana, yakni cukup menyingkirkan barang yang menumpuk di meja atau sofa. Lalu, sapu dan pel lantai ruang tamu agar bersih dari debu.

    Jika penghuni rumah bekerja dengan cepat, hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk membersihkan ruang tamu agar rapi.

    “Jika ruang tamu digunakan bersama seluruh keluarga, ubah rutinitas sederhana ini menjadi aktivitas bersama agar memberikan kenyamanan bagi semua orang,” pungkas Godding.

    Itulah lima tips sederhana agar ruang tamu terasa rapi dan nyaman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Shower di Rumah Airnya Kecil, Begini Caranya Biar Mancur Deras


    Jakarta

    Shower merupakan salah satu barang di kamar mandi yang harus sering dibersihkan. Sebab, kotoran yang kerap tersangkut di dalam lubang air dapat menyumbat aliran dan membuat air yang keluar tidak deras.

    Secara kasat mata mungkin kita melihat air di rumah tampak bersih, jernih, dan tidak berbau. Namun, tidak ada yang bisa benar-benar menjamin kebersihannya. Jika ingin membuktikannya coba pasang filter pada shower di rumah, lalu lihat beberapa hari apakah filter tersebut berubah warna atau tidak.

    Apabila kotoran yang terbawa air tersebut didiamkan dapat memicu penyumbatan. Untuk mengatasi dan mencegah hal ini, dilansir The Spruce berikut beberapa cara membersihkan shower beserta bahan yang bisa dipakai.


    1. Siapkan Cuka

    Bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan shower adalah cuka sari apel. Kemudian, siapkan pula kantong yang cukup untuk membungkus kepala shower dan menampung air di dalamnya.

    Setelah semua disiapkan, masukkan satu cangkir air cuka ke dalam kantong tersebut.

    2. Pasang Kantong ke Kepala Shower

    Tutup kepala shower menggunakan kantong yang sudah berisi cuka sari apel tadi. Ikat erat kantong tersebut agar tidak tumpah atau lepas. Memakai solatip biasanya tidak akan kuat, sebagai gantinya ikat pakai cable ties.

    Pastikan saat ingin membersihkannya tidak ada orang rumah yang ingin menggunakan shower tersebut karena kantong tersebut harus membungkus kepala shower selama 4 jam.

    3. Sikat sampai Bersih

    Setelah lewat dari 4 jam, lepas kantong cuka dan sikat permukaan serta lubang dengan sikat kecil berbulu nilon atau sikat gigi bekas. Apabila menemukan noda membandel menutup akses air, buang kotoran memakai benda dengan ujung kecil dan taja seperti peniti atau tusuk gigi.

    Bilas kepala shower yang sudah bersih bagian. Lalu, coba pakai shower beberapa menit untuk melihat kondisi air yang keluar. Cara ini juga bisa mendorong kotoran keluar saat air dinyalakan.

    4. Keringkan Permukaan Shower

    Jika sudah benar-benar bersih keringkan kepala shower menggunakan kain mikrofiber atau kain bersih. Hal ini harus dilakukan setiap digunakan untuk mencegah noda air tertinggal di permukaannya.

    Itulah beberapa cara membersihkan shower, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Agar Kualitas Air Bersih Terlindungi



    Jakarta

    Rumah sering kali dilengkapi dengan septic tank dan sumur air. Keduanya berada di bawah tanah dan berfungsi untuk menunjang aktivitas penghuni rumah.

    Septic tank merupakan tempat untuk mengolah limbah rumah tangga. Isinya kotoran dari WC di kamar mandi.

    Sementara itu, sumur air merupakan sumber air bersih di rumah. Air tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan bisa diminum setelah diolah.


    Pemilik rumah bisa membuat dua sistem ini di rumah. Namun perlu diingat, jarak antara septic tank dan sumur air tak boleh berdekatan ya.

    Dikutip dari detikHealth, Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng sempat menyampaikan bahwa pencemaran air tinja di Indonesia terbilang tinggi. Salah satu penyebabnya adalah lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Banyak bangunan rumah warga yang jaraknya hanya 2-3 meter dari septic tank, terutama di permukiman padat. Septic tank itu pun dekat dengan sumber air sehingga membuat airnya tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri tersebut bisa memicu penyakit seperti infeksi saluran pencernaan.

    Untuk itu, pastikan ada jarang yang cukup antara septic tank dan sumur air. Temukan jarak ideal antara keduanya berikut ini.

    Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, sumur resapan septic tank dan sumur air minum harus ada jarak setidaknya 10 meter. Lalu, upflow filter septic tank dan sumur air minum berjarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita atau lahan basah buatan septic tank mesti dibuat minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain itu, sumur resapan air hujan juga sebaiknya diberi jarak dari septic tank. Sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan sewaktu saat kekeringan atau krisis air.

    Pastikan sumur resapan septic tank minimal berjarak 5 meter dari sumur resapan air hujan. Kemudian, upflow filter septic tank dan sumur resapan air hujan ada jarak minimal 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak setidaknya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah seputar jarak antara septic tank dan sumur air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Barang yang Harus Disimpan di Rak agar Dapur Terlihat Rapi


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu ruangan di rumah yang hampir setiap hari berantakan. Ada istilah rumah tidak terlihat hidup jika dapur nggak ngebul, artinya penting sekali jika selalu ada kegiatan masak atau membuat makanan di ruangan tersebut.

    Sebagai ruangan yang selalu dipakai setiap hari, berarti pemilik rumah pasti hampir setiap hari membersihkan dan merapikan dapur. Selain karena untuk menjaga tampilannya, dapur yang rapi juga memudahkan penggunanya bergerak. Jika panci, piring, hingga rak berserakan di lantai, ruang gerak jadi terbatas.

    Cara membuat dapur rapi bukan hanya menempatkan setiap benda pada tempatnya, melainkan menyingkirkan beberapa hal yang tidak berguna.


    Dilansir dari The Spruce, berikut barang yang harus disimpan dan tidak terlihat di dapur karena sering membuat berantakan.

    1. Pisau di Atas Meja

    Saat ini terdapat sebuah benda yang berguna untuk meletakkan pisau yang aman. Materialnya dari kayu. Biasanya tempat penyimpanan pisau ini diletakkan di atas meja. Ternyata menurut desainer interior sekaligus pendiri Of Space and Mind, Ashley La Fond, peralatan masak tidak harus berada terlalu dekat dengan area memasak. Peralatan masakan seharusnya tetap disembunyikan di balik laci-laci meja di dapur.

    Alasannya agar area memasak lebih luas dan mencegah peralatan masak terkontaminasi dengan debu.

    2. Rak Piring Bersih

    Kebanyakan rumah menyediakan rak pengering piring dan meletakkan tidak jauh dari bak cuci piring atau wastafel. Menurut Julie Peak seorang pakar tata letak rumah adanya rak piring bersih sebenarnya hanya memakan tempat dan tidak begitu berguna.

    Lebih baik membuat rak pengering yang dapat dilipat atau digulung sehingga dapat disimpan saat tidak digunakan. Bentuknya seperti rak pengering di dalam laci.

    3. Toples Makanan

    Hampir setiap rumah pasti memiliki toples makanan di rumah, terutama yang sering menyimpan camilan. Umumnya toples berisi camilan yang sering dimakan akan diletakkan di area yang mudah dijangkau. Namun, pakar kerapian rumah tidak sepakat dengan ini.

    Memiliki banyak toples apalagi meletakkannya di meja dapur, hanya akan memakan tempat dan membuat dapur berantakan. Lebih baik, simpan toples tersebut di lemari atau kulkas dan ambil ketika ingin dimakan.

    4. Struk Belanjaan dan Tumpukan Kertas

    Bagi yang sering mengumpulkan struk belanjaan, sebaiknya jangan diletakkan di meja dapur. Menurut Laura Price, pendiri The Home Organization, sebaiknya langsung dibuang atau disimpan di rak yang tertutup.

    5. Aksesoris Tak Penting

    Julie Peak mengatakan bahwa aksesoris berlebihan dan tidak begitu bermanfaat di dapur harus disingkirkan. Ia menyebut lebih baik pilih aksesoris yang bisa digantung daripada yang harus diletakkan di area memasak.

    6. Peralatan Masak

    Terkadang penyimpanan di rumah tidak muat untuk menyimpan panci, teflon, hingga panci. Cara mengatasinya adalah dengan membuat gantungan di area kompor agar saat hendak dipakai mudah digapai.

    Julie Peak mengatakan cara menyimpan peralatan masak seperti ini justru membuat tampilan ruangan berantakan. Lebih baik disimpan di dalam rak yang tidak terlihat apabila tidak digunakan.

    Itulah tips membuat dapur tetap terlihat rapi, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mencuci Bantal yang Kotor dan Menguning Agar Bersih Kembali


    Jakarta

    Bantal memiliki fungsi penting untuk menopang kepala saat tidur. Penggunaan bantal dapat membantu tidur lebih nyenyak dan mencegah kepala terasa pegal.

    Seiring penggunaan, bantal bisa menjadi kotor karena terus-menerus diduduki kepala. Biasanya, bantal akan berubah warna menjadi kuning akibat keringat yang keluar saat tidur.

    Bantal yang sudah menguning tentu bikin tidak nyaman untuk digunakan. Selain menimbulkan bau tidak sedap, bantal yang sudah kotor bisa menyebabkan munculnya hewan seperti tungau yang dapat mengganggu tidur.


    Maka dari itu, penting untuk segera mencuci bantal yang sudah kotor dan menguning. Bagaimana cara mencucinya? Simak dalam artikel ini.

    Cara Mudah Mencuci Bantal

    Dilansir situs Good Housekeeping, mencuci bantal sebenarnya terbilang mudah karena tinggal dimasukkan ke dalam mesin cuci. Hal ini berlaku untuk bantal isi serat (fiberfill pillows).

    Namun, lain halnya dengan bantal busa padat (solid foam pillows) yang tidak dianjurkan untuk dimasukkan langsung ke mesin cuci. Jika dipaksakan, bantal bisa rusak.

    Untuk mengetahui cara membersihkan bantal sesuai jenisnya, simak cara-caranya di bawah ini:

    Bantal Isi Serat

    Saat mencuci bantal isi serat, pastikan langsung mencuci dua bantal sekaligus. Cara ini dilakukan agar mesin cuci tetap seimbang dan lebih bersih secara menyeluruh. Berikut cara mencucinya:

    1. Masukkan bantal ke dalam mesin cuci
    2. Tambahkan sedikit deterjen dan pengharum pakaian
    3. Pilih opsi mencuci pelan agar lebih efektif mengangkat kotoran dan menghilangkan noda kuning di bantal
    4. Jika sudah bersih, keringkan bantal di bawah sinar matahari hingga kering.

    Bantal Busa Padat

    Mencuci bantal busa padat tidak bisa dilakukan secara asal. Berikut langkah-langkah mencucinya:

    1. Lepaskan sarung bantal dan cuci di mesin cuci menggunakan deterjen
    2. Untuk menghilangkan debu dan kotoran di bantal, gunakan vacuum cleaner atau masukkan ke dalam pengering pakaian selama 20 menit
    3. Jika ada noda kuning di bantal, bersihkan dengan kain yang dicelupkan ke dalam larutan sabun. Bilas bantal dengan kain yang sudah dibasahi secara perlahan. Hati-hati saat mengelapnya karena bantal bisa robek.
    4. Setelah noda menghilang, jemur bantal di bawah sinar matahari sampai kering.

    Disarankan mencuci bantal setiap 3-6 bulan sekali agar tidak terlalu kotor dan banyak noda kuning yang menempel. Apabila bantal sudah sangat kotor dan tidak nyaman untuk digunakan, sebaiknya segera ganti dengan yang baru.

    Itulah cara mencuci bantal yang kotor dan menguning dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Bocorkan Trik Cuci Seprai Putih yang Benar agar Tetap Terlihat Bersih


    Jakarta

    Seprai berwarna putih memberikan tampilan kamar yang bersih, elegan, dan sederhana. Sayangnya, memakai seprai putih mudah sekali kotor karena warnanya yang terang.

    Kasur dengan seprai putih juga sulit dibersihkan apalagi jika sudah ada noda yang menempel. Selain itu, warnanya bisa berubah menjadi agak kekuningan. Hal ini yang membuat banyak orang ragu untuk memakai seprai putih dan memilih warna yang agak gelap.

    Sebelum benar-benar memutuskan beralih dari seprai putih, ada lho trik membuat seprai tetap bersih dan warnanya tidak memudar. Dilansir Ideal Home, berikut tips yang bisa diikuti.


    1. Atur Suhu Air

    Seorang pakar sekaligus pemilik White House Hideaway Richard Edwards mengatakan kebanyakan orang salah kaprah bahwa seprai putih harus direndam di air yang panas dan sangat dingin. Padahal ketentuan yang paling tepat adalah rendam seprai putih di air bersuhu yang hangat seperti 40 derajat.

    Air panas dapat membuat noda menempel dan menguning. Sementara itu, air dingin membuat detergen tidak dapat bekerja dengan baik.

    2. Pakai Detergen Bubuk

    Richard mengatakan untuk mempertahankan warna dan tekstur seprai putih layaknya produk baru adalah dengan mencucinya menggunakan detergen bubuk.

    Syaratnya adalah jumlah detergen yang dipakai sesuai. Sebab, jika terlalu sedikit tidak akan membuat seprai bersih dan apabila terlalu banyak justru membuat kainnya kaku dan berubah warna jadi abu-abu.

    3. Hati-hati Saat Memakai Pemutih Pakaian

    Pemakaian pemutih pada pakaian yang asal-asalan dapat merusak serat kain dan membuat pakaian lebih kusam.

    Richard menegaskan hindari menggunakan pemutih klorin. Ganti produk tersebut dengan pemutih oksigen pada saat mencuci. Jenis pemutih tersebut lebih aman bagi kain.

    4. Jangan Cuci Seprai dengan Pakaian Lain

    Ketika mencuci seprai sebaiknya tidak digabung dengan pakaian lain. Seprai membutuhkan ruang yang besar agar semua sisinya benar-benar bersih. Selain itu, memisahkan seprai putih dari pakaian lain agar seprai tidak luntur karena pakaian lain.

    5. Jemur di Luar Ruangan

    Richard menyarankan untuk menjemur seprai putih di luar ruangan yang sedang panas. Hal ini agar tidak muncul bau apek atau lembap. Selain itu, sinar UV matahari juga menawarkan sifat pemutih alami yang dapat membantu menjaga kecerahan warna. Hal ini juga berlaku untuk semua pakaian putih.

    Itulah tips agar seprai putih tetap bisa tampak bersih dan baru, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Rumah Bau Amis Setelah Dipel? Coba 5 Cara Ampuh Ini!


    Jakarta

    Mengepel lantai merupakan kegiatan bersih-bersih yang perlu dilakukan secara rutin. Jika tidak, maka lantai akan terlihat kotor dan terasa lengket saat diinjak.

    Setelah dipel, lantai rumah akan jadi bersih dan terasa wangi. Namun terkadang, lantai justru mengeluarkan aroma tak sedap seperti bau amis yang sangat menyengat.

    Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan para penghuni rumah. Apalagi jika ada tamu yang datang, tentu mereka akan risih karena mencium bau amis dari lantai.


    Namun jangan khawatir, lantai rumah yang bau amis setelah dipel dapat diatasi dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Atasi Lantai Bau Amis Setelah Dipel

    Ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Dilansir situs Be The Story dan Eufy, berikut langkah-langkahnya:

    1. Cuka dan Kulit Jeruk

    Cara yang pertama bisa menggunakan cuka putih dan kulit jeruk. Kedua bahan ini diklaim ampuh untuk mengatasi bau amis di lantai secara alami.

    Caranya dengan memasukkan beberapa kulit jeruk ke dalam wadah, lalu tuang cuka putih hingga setengah wadah, kemudian tambahkan air secukupnya. Simpan wadah di tempat yang sejuk selama tiga minggu agar bereaksi.

    Setelah disimpan, tuang cairan kulit jeruk yang sudah tercampur dengan cuka putih dan air ke dalam botol semprot. Lalu, gunakan cairan tersebut untuk membersihkan lantai yang bau amis.

    2. Pakai Air Bersih

    Pastikan menggunakan air bersih saat mengepel lantai rumah. Hindari menggunakan air kotor yang sudah digunakan untuk mengepel lantai sebelumnya karena dapat memicu bau amis.

    Disarankan untuk menggunakan air hangat saat mengepel lantai agar kotoran yang menempel di lantai keramik dapat dibersihkan dengan lebih mudah.

    3. Jaga Kebersihan Kain Pel

    Meski sudah menggunakan cairan pembersih yang sangat wangi, lantai masih bisa tercium bau amis jika kain pel sudah kotor. Tanda-tanda kain pel kotor biasanya terlihat dari kain yang sudah menghitam dan tercium aroma tidak sedap.

    Sebaiknya segera mengganti kain pel dengan yang baru. Selain mencegah bau amis, mengepel lantai akan lebih mudah dan cepat karena kain pel mampu mengangkat kotoran secara optimal.

    4. Bersihkan Ember

    Selain itu, perhatikan juga ember yang digunakan untuk mengepel lantai. Walau sudah menggunakan kain pel baru dan air bersih, tapi jika ember dipenuhi kotoran maka semuanya akan jadi sia-sia.

    Dianjurkan untuk segera membuang air kotor dari dalam ember. Kalau dibiarkan selama berhari-hari bisa menyebabkan bau tidak sedap dan menimbulkan banyak jamur.

    5. Gunakan Cairan Pembersih Lantai

    Agar lantai selalu wangi saat dipel, pastikan menggunakan cairan pembersih lantai yang dijual bebas. Selain dapat mengangkat kotoran, cairan ini juga mampu membunuh bakteri dan kuman. Alhasil, lantai rumah jadi lebih bersih, wangi, dan kinclong.

    Itulah lima cara mudah mengatasi lantai bau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu, Lebih Bersih dan Sehat!


    Jakarta

    Membersihkan rumah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan secara berkala agar rumah jadi lebih bersih, sehingga bebas dari debu dan kotoran yang dapat memengaruhi kesehatan.

    Namun, debu dan kotoran terkadang bisa muncul dengan cepat sehingga mengotori rumah lagi. Padahal, kamu baru saja membersihkan rumah beberapa jam sebelumnya.

    Meski debu dapat dibersihkan, tapi proses pembersihannya dapat memakan waktu dan menghabiskan tenaga. Hati juga menjadi jengkel karena debu yang kembali muncul terus-menerus.


    Sebenarnya, ada sejumlah tips agar rumah bebas debu meski sudah dibersihkan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Tips Sederhana Agar Rumah Bebas Debu

    Sejumlah pakar kebersihan membeberkan beberapa tips sederhana agar rumah bebas dari debu, bahkan hingga berminggu-minggu. Dilansir situs The Spruce, Kamis (13/11/2025), berikut tipsnya:

    1. Bersihkan Debu Pakai Kain Lembap

    Debu yang menempel di permukaan meja, lemari, karpet, atau perabotan rumah bisa dibersihkan pakai vacuum cleaner atau kemoceng. Namun, cara ini belum efektif mengangkat partikel debu secara menyeluruh.

    Pakar kebersihan dari Filthy Clean Bree Uebergang menyarankan penggunaan kain lembap untuk mengatasi debu. Jika material rentan tergores maka disarankan pakai kain microfiber yang halus.

    “Menyedot debu hanya akan mengangkat sebagian partikel-partikel debu. Pakai kain lap lembap dengan cara melipatnya menjadi empat bagian, lalu balikkan ke sisi yang bersih saat Anda mengelapnya,” ujarnya.

    2. Bersihkan Perabotan dari Sisi Atas ke Bawah

    Banyak pemilik rumah yang mengeluh karena masih ditemukan banyak debu meski sudah dibersihkan. Masalah ini bisa terjadi karena teknik membersihkan yang kurang tepat.

    Pakar kebersihan Marla Mock mengatakan cara yang tepat membersihkan debu di rumah yakni dari atas ke bawah. Sebagai contoh, bersihkan dulu bagian atas lemari, baru setelah itu mengelap debu di bagian dalam dan bawah lemari.

    Teknik bersih-bersih ini juga bisa dilakukan dengan membersihkan bagian langit-langit dan kipas angin gantung terlebih dulu, lalu perlahan turun ke jendela, dan terakhir ke area lantai.

    “Ingat, gravitasi sangat memengaruhi proses bersih-bersih di rumah,” ungkap Mock.

    3. Cuci Kain Secara Berkala

    Mock mengatakan debu dapat terus muncul karena kain yang ada di rumah jarang dibersihkan, seperti kain seprai, kain selimut, hingga gorden. Semakin kotor kain tersebut maka bisa muncul tungau debu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan.

    “Debu dan tungau dapat terperangkap di seprai, gorden, dan kain lainnya di rumah,” ungkapnya.

    Mock menganjurkan untuk rutin mencuci kain setiap seminggu sekali dengan menggunakan air panas. Khusus gorden dapat dicuci setiap sebulan sekali.

    “Cuci kain seprai dengan air panas dengan suhu minimal 54 derajat Celcius untuk membunuh tungau debu,” pungkas Mock.

    Demikian tiga tips sederhana agar rumah bebas debu menurut sejumlah pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lubang Kloset Penuh Kerak? Coba Trik Ampuh Ini, Langsung Bersih!


    Jakarta

    Kamar mandi adalah ruangan yang cepat sekali kotor, apalagi lubang kloset. Setiap hari penghuni rumah menggunakannya buat buang air, maka tak heran kalau cepat kotor.

    Bagian rumah ini perlu rajin dibersihkan sebelum terbentuk kotoran membandel. Salah satu tantangan saat bersihkan kloset adalah saat muncul kerak. Noda itu sulit hilang kalau cuma disiram air.

    Dikutip dari Simply Spotless, beberapa penyebab timbulnya kerak antara lain jamur, karat, dan kalsium. Kerak muncul di permukaan toilet saat konsentrasi mineral dalam air terlalu tinggi dan terjadi penumpukan. Apalagi kelembapan dalam kloset membuat jamur dan bakteri tumbuh dengan subur sehingga noda semakin jelas.


    Lalu, bagaimana cara membersihkan kerak yang membandel? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Bersihkan Kerak pada Lubang Kloset

    Inilah trik untuk menghilangkan kerak pada permukaan lubang toilet, dilansir dari Real Simple.

    Pasta Boraks

    Penghuni rumah bisa pakai pasta boraks untuk membersihkan lubang kloset. Caranya dengan mencampurkan ½ cangkir boraks dan ¼ cangkir cuka hingga kental. Gunakan sarung tangan saat proses ini ya.

    Selanjutnya, oleskan pasta boraks pada permukaan kloset yang kering dan biarkan selama 15-20 menit. Lalu gosok permukaan dan siram kloset pakai air.

    Baking Soda dan Cuka

    Selain itu, penghuni juga dapat memanfaatkan baking soda dan cuka buat bersihkan noda membandel. Siram cuka ke permukaan kerak, lalu sikat dan bilas. Biarkan kloset selama 5 menit.

    Kemudian, tuangkan baking soda dan cuka sampai muncul busa. Setelah 10 menit, gosok permukaan kloset. Bilas kloset ketika busa sudah menghilang sepenuhnya.

    Cara Cegah Kloset Berkerak

    Supaya tidak perlu repot-repot menghilangkan kerak, penghuni rumah perlu rajin membersihkan kloset. Bersihkan kloset minimal dua minggu sekali. Gunakan cairan antibakteri atau soda kue dan cuka sebagai bahan pembersih.

    Itulah tips membersihkan kloset berkerak. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com