Tag: bersihkan rumah

  • Nggak Cuma Toilet, 6 Benda Ini Ternyata Harus Dibersihkan Setiap Hari


    Jakarta

    Kebersihan rumah penting untuk dijaga demi kenyamanan dan kesehatan penghuni rumah. Penghuni perlu rajin membersihkan rumah, terutama benda-benda yang sering digunakan setiap hari.

    Aktivitas bersih-bersih terkadang melelahkan, tetapi setidaknya luangkan waktu buat bersihkan benda yang cepat kotor. Sebab, bakteri dan kuman berkembang biak dengan cepat dan dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    “Permukaan yang disentuh setiap hari oleh semua orang di rumah mengandung kuman dari luar yang mudah berpindah. Membersihkan area ini setiap hari dapat meningkatkan kesehatan lingkungan rumah Anda secara signifikan,” ujar Manajer Operasional Geaux Maids, Sarah Grace Vedros, dikutip dari Southern Living, Kamis (21/8/2025).


    Lalu, benda apa saja yang perlu dibersihkan setiap hari? Simak penjelasannya berikut ini.

    6 Benda yang Perlu Dibersihkan Setiap Hari di Rumah

    Inilah barang-barang yang sebaiknya rajin dibersihkan, dikutip dari Southern Living.

    1. Gagang Pintu

    Gagang pintu disentuh setiap hari dan berkali-kali oleh penghuni rumah. Hal ini membuat gagang pintu menjadi sarang kuman, apalagi kalau penghuni kembali dari luar rumah. Sebaiknya bersihkan gagang pintu setiap hari menggunakan tisu disinfektan untuk membasmi kuman.

    2. Wastafel Dapur

    Wastafel dapur biasanya terdapat bekas makanan setelah digunakan. Jika dibiarkan, wastafel bakal jadi sarang kuman serta menarik lalat buat datang. Oleh karena itu, penghuni perlu rajin membersihkan wastafel dapur menggunakan bahan ampuh misalnya soda kue.

    3. Meja Dapur

    Dapur adalah ruangan yang cepat kotor karena sering digunakan penghuni rumah. Apalagi ruangan ini sering terdapat makanan, air, dan sampah. Penghuni dianjurkan untuk membersihkan meja dapur setelah digunakan.

    4. Wastafel Kamar Mandi

    Selain itu, kamar mandi juga ruangan yang sering digunakan dan cepat kotor. Nah, wastafel kamar mandi sebaiknya dibersihkan di penghujung setiap hari.

    “Tangan terus-menerus menyentuh keran dan dibersihkan di sini,” kata Me’Shayla Sandifer dari Princess Cleaning Services.

    Mangkuk wastafel pun area yang perlu dibersihkan setiap hari untuk menghilangkan sisa pasta gigi. Penghuni rumah dapat menggunakan semprotan pembersih dan spons buat mensanitasi permukaan wastafel.

    5. Dudukan Kloset dan Tombol Flush

    Dudukan toilet dan tombol siram atau flush merupakan tempat berkumpulnya kuman dan bakteri. Penghuni disarankan untuk mensanitasi area ini menggunakan tisu disinfektan setiap hari. Meskipun kamar mandi rutin dibersihkan setiap minggu, tidak ada salahnya membersihkan dua benda ini lebih sering.

    6. Benda Elektronik

    Beberapa benda elektronik di rumah harus sering dibersihkan, misalnya ponsel, tablet, keyboard komputer, dan remot TV. Pasalnya, semua benda itu disentuh oleh banyak tangan setiap hari.

    Membersihkan benda-benda ini di penghujung hari dapat menghilangkan kuman dan bakteri. Namun, pastikan menggunakan pembersih yang cocok agar tidak merusak permukaan benda elektronik.

    Itulah sejumlah benda yang sebaiknya dibersihkan setiap hari di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hal yang Wajib Dibersihkan di Kamar Mandi, Jangan Sampai Terlewat!


    Jakarta

    Kamar mandi cepat sekali kotor sehingga harus dibersihkan secara rutin. Penghuni sebaiknya membersihkan seluruh kamar mandi seminggu sekali.

    Kebersihan kamar mandi perlu dijaga agar penghuni rumah merasa nyaman menggunakannya. Tak hanya itu, kamar mandi yang bersih juga baik buat kesehatan penghuni.

    Apa saja yang perlu dibersihkan di kamar mandi setiap minggu? Simak penjelasannya berikut ini.


    Tips Membersihkan Kamar Mandi

    Inilah beberapa hal yang perlu dibersihkan di kamar mandi, dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Permukaan

    Bersihkan lantai, tembok, dan tirai untuk menghilangkan noda dan jamur di permukaan kamar mandi. Lalu, jangan lupa membuang rambut yang terkumpul pada lubang pembuangan air.

    2. Bersihkan Kloset

    Selain itu, bersihkan kloset secara menyeluruh pada bagian luar dan dalamnya. Gunakan sikat dan cairan pembersih untuk membersihkan bagian dalam kloset. Lalu, pakai tisu basah disinfektan atau spons dan cairan pembersih buat bagian luar kloset.

    3. Bersihkan Wastafel

    Area wastafel juga harus dibersihkan. Singkirkan barang-barang di atasnya terlebih dahulu, lalu gunakan cairan pembersih. Bilas wastafel dengan bersih dan keringkan.

    4. Bersihkan Gagang Pintu dan Sakelar

    Jangan lupa bersihkan gagang pintu, sakelar lampu, dan pintu kabinet. Benda ini sering disentuh sehingga bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.

    5. Bersihkan Cermin

    Pastikan cermin bersih dan kinclong agar kamar mandi terlihat terawat. Gunakan cairan pembersih dan kain mikrofiber untuk membersihkan cermin.

    6. Buang Sampah

    Supaya kamar mandi nggak bau, biasakan untuk membuang sampah setiap minggu. Setelah buang sampah, pasang kantong plastik baru ke tempat sampah.

    7. Cuci Keset

    Keset rawan menjadi tempat bersarangnya kuman. Penghuni perlu mencuci keset setidaknya seminggu sekali, lalu jemur sampai kering.

    Itulah tips membersihkan kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Penghuni rumah biasanya menyapu lalu mengepel lantai agar bersih dan wangi. Namun, terkadang lantai muncul bau amis meski sudah dipel.

    Alih-alih membersihkan rumah, lantai malah bau amis dan bikin kesan masih kotor. Hal ini sebenarnya bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat maupun alat pembersih yang kotor.

    Lantas, kenapa lantai bisa bau amis setelah dipel ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Lantai Bau Amis Habis Dipel

    Inilah beberapa penyebab lantai bau amis walau sudah dipel, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Air Pel Kotor

    Jika lantai bau amis setelah dipel, penyebabnya bisa jadi air yang digunakan kotor. Sebaiknya penghuni sering mengganti air pel, apalagi kalau warnanya sudah butek dan berbau.

    2. Kain Pel Kotor

    Selain air, kain pel yang kotor juga membuat lantai bau amis. Kain pel kotor tentu tidak dapat membersihkan lantai secara optimal.

    Pastikan untuk mencuci pel secara berkala menggunakan detergen, lalu menjemurnya. Simpan pel dalam kondisi kering agar tidak muncul bau amis. Penghuni juga bisa mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

    3. Ember Kotor

    Ember yang sering digunakan bakal kotor dan meninggalkan kerak. Air pel yang ditampung dalam ember kotor itu pun bisa jadi penyebab bau amis pada lantai. Penghuni perlu membersihkan dan mengeringkan ember setiap kali selesai digunakan.

    4. Tidak Pakai Cairan Pembersih

    Bau amis merupakan pertanda lantai belum bersih. Mengepel dengan air saja tidak cukup untuk membersihkan lantai. Sebaiknya gunakan cairan pembersih yang juga mengandung pewangi agar lantai tak bau.

    5. Metode Ngepel Kurang Tepat

    Metode ngepel lantai yang kurang tepat juga memicu bau amis. Gunakan alat dan metode ngepel sesuai dengan jenis lantai. Lantai keramik bisa dibersihkan menggunakan berbagai kain pel.

    Kalau penghuni menggunakan kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai, lakukan gerakan menyerupai angka delapan. Sementara pel berupa spons, penghuni bisa melakukan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

    Itulah beberapa penyebab lantai bau amis meski sudah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Tak Sedap di Rumah? Coba Cek 7 Tempat Ini


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan harum bisa bikin penghuni merasa nyaman. Terkadang ada pemilik rumah yang sampai memasang pengharum ruangan agar udara terasa lebih segar.

    Namun, ada rumah yang mau diberi pengharum ruangan pun tetap muncul bau tak sedap. Kalau seperti ini, pemilik perlu mengatasi bau dari sumber masalahnya.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau? Coba periksa tempat-tempat berikut ini di rumah.


    Sumber Bau Tak Sedap di Rumah

    Inilah beberapa titik di rumah yang bisa jadi penyebab rumah bau, dikutip dari Real Simple, Kamis (6/11/2025).

    1. Tempat Sampah

    Sumber bau tak sedap yang paling jelas di rumah adalah tempat sampah. Sisa makanan yang menumpuk menimbulkan bau di dapur. Mungkin penghuni rumah sudah rajin buang sampah ke luar rumah. Akan tetapi, kalau tempat sampahnya jarang dibersihkan, baunya masih bisa bertahan di dalam rumah.

    2. Kulkas

    Lalu, periksa kulkas jika mencium aroma enggak enak di dapur. Bau itu bisa saja muncul dari tumpahan minuman, makanan basi, dan wadah makanan yang tak ditutup di dalam kulkas.

    Suhu dingin di lemari es dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi hal itu tidak menghentikannya sepenuhnya. Bau tak sedap pun bisa bertahan lama. Oleh karena itu, penghuni perlu membersihkan kulkas secara berkala.

    3. Kotak Kotoran Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan bisa mengeluarkan dan meninggalkan bau di rumah, apalagi di kotak kotorannya. Pastikan untuk rajin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan rumah, terutama area kotak kotoran.

    4. Baju Basah

    Jangan meninggalkan pakaian kotor di kamar mandi. Pakaian itu bakal lembap gegara uap yang terbentuk setiap kali mandi. Hal ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul bau.

    5. Rak Sepatu

    Terkadang kaki bisa bau akibat kotoran dan keringat. Bau itu dapat menempel di sepatu. Nah, kalau penghuni menyimpan banyak sepatu dengan kondisi tersebut di rak sepatu, tentu akan terkumpul aroma tak sedap. Apalagi kalau rak sepatu tidak ada ventilasi yang baik, kelembapan dan bakteri akan terbentuk.

    Sebaiknya biarkan sepatu kering dulu dari keringat dan air hujan. Cuci dan lap sepatu secara berkala untuk menghilangkan kotoran. Lalu, simpan sepatu di tempat yang sirkulasi udaranya memadai.

    6. Tempat Tidur

    Tempat tidur bisa jadi sumber bau di rumah. Keringat dan kotoran dari tubuh bisa menumpuk pada seprai kasur. Nah, seprai ini perlu dicuci dan diganti secara berkala agar tidak timbul bau.

    Selain itu, matras juga bisa menyimpan kelembapan, tungau, kotoran, dan cairan. Semua itu dapat menyebabkan bau apak. Sebaiknya kasur dibersihkan secara menyeluruh setiap enam bulan sekali.

    7. Kamar Mandi

    Terakhir, sumber bau dapat berasal dari kamar mandi. Misalnya pada lubang pembuangan ada penumpukkan kotoran yang bikin bau. Penghuni perlu sekali-kali membersihkan lubang tersebut.

    Lalu, bau juga muncul dari lubang kloset. Kloset menjadi sarang bakteri dan jamur berkembang. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan dan mendesinfektan kloset secara rutin.

    Itulah beberapa sumber bau di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lantai Malah Lengket Habis Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Pernahkah ngepel lantai tapi setelahnya malah terasa lengket? Kejadian seperti itu pastinya bikin sebal, sebab penghuni sudah capek-capek mengepel tapi hasilnya mengecewakan.

    Padahal, penghuni bakal nyaman sekali kalau bisa berjalan di lantai yang bersih, kinclong, dan keset. Tapi tenang aja, ada kok cara memastikan lantai enggak lengket setelah dipel.

    Sebelum itu, penghuni rumah harus tau kenapa lantai bisa lengket usai dipel. Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lantai Lengket Habis Dipel

    Inilah beberapa alasan lantai malah lengket setelah dipel, dikutip dari Maid2Match, Selasa (18/11/2025)

    1. Terlalu Banyak Cairan Pembersih

    Biasanya penghuni rumah suka mencampurkan cairan pembersih ke air pel. Terlalu banyak menuangkan cairan pembersih bisa meninggalkan residu di lantai. Residu itu yang bikin lantai lengket.

    Pastikan takaran cairan pembersih atau rasio produk dengan airnya sesuai. Ikuti petunjuk produk agar tidak berlebihan. Penghuni juga boleh pel lantai lagi setelahnya pakai air hangat buat menghilangkan sisa produk pembersih.

    2. Air Pel Kotor

    Lantai lengket habis pel dapat disebabkan oleh penggunaan air pel yang sudah kotor. Air pel kotor perlu diganti dengan yang baru ya. Jika tidak, sama saja menyebarkan kotoran di lantai.

    3. Lantai Kurang Kering

    Kebiasaan menginjak lantai saat lantai baru dipel bisa bikin lantai licin dan meninggalkan bercak lengket. Setelah dipel, lantai perlu dibiarkan dulu sampai kering.

    Buka jendela atau nyalakan kipas angin agar lantai cepat kering. Selain itu, penghuni dapat mengeringkan lantai pakai kain pel kering.

    4. Sisa Tumpahan

    Lantai dapur yang lengket bisa disebabkan oleh sisa kotoran yang tidak dibersihkan dengan benar. Misalnya ada sisa tumpahan jus atau saus yang belum tuntas dibersihkan. Oleh karena itu, penghuni perlu bersihkan tumpahan dulu sebelum mengepel seluruh lantai.

    5. Kain Pel Kotor

    Kain pel yang kotor justru menyebarkan kotoran pada lantai. Kain ini juga lembap sehingga meninggalkan residu lengket pada lantai.

    Nah, penghuni seharusnya mencuci kain pel setelah selesai mengepel lantai. Cuci kain pel pakai air panas dan detergen lembut, lalu biarkan mengering.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lantai lengket setelah dipel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com