Tag: beterbangan

  • Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Mengecat Dinding Luar Rumah saat Musim Kemarau


    Jakarta

    Saat musim kemarau tiba, cuaca akan terasa sangat panas. Hal ini dianggap sebagai waktu yang cocok untuk mengecat dinding rumah bagian luar karena akan cepat kering.

    Akan tetapi, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Karena bisa saja hanya lapisan luarnya saja yang kering tapi bagian dalamnya masih basah.

    Ada beberapa hal juga yang harus kamu perhatikan saat mengecat dinding bagian luar rumah saat musim kemarau. Contohnya kelembaban. Selain itu, masih ada hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan saat mengecat dinding bagian luar rumah saat musim kemarau.


    Dilansir dari Real Simple, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Kapan Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah?

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Begini Cara Aman Hilangkan Sarang Tawon di Rumah


    Jakarta

    Tawon adalah serangga seperti lebah yang menyengat bila merasa terancam. Tawon juga mempunyai sarang yang terbuat dari material seperti kertas berwarna kecoklatan.

    Terkadang kamu bisa menemukan sarang tawon di dalam atau sekitar rumah. Jika ada sarang tawon di rumah kamu dan mulai mengganggu, kamu harus segera menyingkirkannya.

    Lalu, bagaimana cara aman menghilangkan sarang tawon di rumah? Berikut ini caranya, dikutip dari The Spruce (14/8/2024).


    Cara Menghilangkan Sarang Tawon

    1. Dengan Cara Alami

    Lakukan cara ini pada malam hari ketika tawon sedang tidak aktif. Gunakan pelindung tambahan seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Kemudian siapkan ramuannya, yaitu campur air mendidih dengan ΒΌ cangkir sabun cuci lalu masukkan ke dalam sprayer. Setelah siap semprotkan ke sarang tawon hingga basah.

    2. Langsung Dibuang

    Ketika kamu melihat sarang tawon yang masih kecil kamu bisa langsung menyingkirkan secepatnya. Tetapi jika sudah besar kamu bisa harus lebih hati-hati dan ikuti langkah-langkah berikut.

    – Gunakan pakaian pelindung seperti sarung tangan, sepatu boots, dan lengan panjang.

    – Temukan sarang di bagian bawah atap kamu

    – Pastikan sarang terbuka dan bukan tertutup

    – Gunakan alat untuk mengusir seperti sapu atau alat pengeruk

    – Goyangkan sarang tawon hingga terlepas dan jatuh ke tanah kemudian langsung injak dengan boot tebal

    – Gunakan spray pembunuh tawon untuk perlindungan

    3. Menjauhkan Sarang Tawon dari Rumah

    Jika kamu melihat tawon beterbangan di sekitar rumah kamu tapi nggak yakin kalo ada sarang. Kamu bisa lakukan cara berikut ini.

    – Taruh genangan air seperti menaruh baskom penuh air

    – Taruh cairan lengket di sekitar tempat sarang tawon

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngecat Dinding Luar Rumah Saat Musim Kemarau? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Mengecat dinding luar rumah atau bagian eksterior dianggap cocok dilakukan saat musim kemarau. Hal itu karena saat musim kemarau cuaca panas sehingga cat bisa cepat kering.

    Namun, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Sebab, bisa saja yang kering hanya lapisan luarnya saja sementara bagian dalamnya masih basah. Jika hal itu terjadi, cat dinding jadi bisa lebih mudah mengelupas.

    Oleh karena itu, sebelum kamu mengecat dinding bagian luar ada beberapa yang harus diperhatikan. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.


    Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengecat Rumah pada Musim Kemarau

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu! 5 Kesalahan Umum saat Bersihkan Barang dari Debu



    Jakarta

    Membersihkan barang-barang di rumah dari debu merupakan tugas penting. Hal ini bermanfaat juga untuk membantu meminimalkan jumlah kuman, tungau, dan alergi yang beterbangan di seluruh rumah.

    Namun, jika kamu merasa sudah membersihkan secara teratur tetapi masih saja menghadapi banyak debu, kemungkinan kamu melakukan beberapa kesalahan umum dalam membersihkan debu.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa kesalahan umum saat membersihkan debu di rumah.


    Membersihkan Debu di Akhir

    Jika kamu menunda membersihkan debu hingga akhir rutinitas pembersihan, hal ini merupakan kesalahan.

    Pastikan kamu membersihkan debu dari langit-langit, dinding, meja dapur, dan terakhir furniture serta lantai. Ini akan membantu kamu menghindari pembersihan area yang berbeda di rumah dalam dua kali pekerjaan.

    Membersihkan Debu Terlalu Cepat

    Bila membersihkan debu terlalu cepat, kemungkinan besar kamu hanya menyebarkan debu ke seluruh rumah. Dalam pekerjaan ini, kesabaran sangat penting untuk pembersih yang efektif.

    “Yang benar-benar berhasil adalah meluangkan waktu. Kamu mungkin menggeser dengan cepat, tetapi kamu tidak akan mendapatkan debu yang mengendap dalam,” kata Jade Piper, manajer operasi di Batter Cleans.

    Lupa Membersihkan Ventilasi

    Jika merasa debu adalah masalah yang tidak kunjung usai di rumah kamu, mungkin secara tidak sengaja memperburuknya. Pembersih udara mengalirkan udara bersih dan sejuk ke seluruh rumah, tetapi hanya jika dibersihkan secara berkala.

    Pastikan untuk membersihkan ventilasi pada pembersih udara secara teratur untuk meminimalkan debu di rumah kamu.

    Menggunakan Alat yang Salah

    Kesalahan umum lain adalah menggunakan kemoceng atau kain lap kering untuk membersihkan permukaan di seluruh rumah. Saat membersihkan debu dengan alat ini tidak dapat membersihkan debu dengan baik.

    Jika sungguh-sungguh ingin menghilangkan debu di rumah, kain yang sedikit lembap sangat penting agar kamu dapat membersihkan kotoran dan serpihan.

    Membersihkan dengan Kurangnya Pencahayaan

    Membersihkan debu bukanlah metode pembersih yang paling rumit. Membersihkan debu dalam cahaya yang redup menjadi kesalahan yang sering dilakukan. Karena ingin cepat membersihkan debu, kamu lupa menyalakan lampu.

    Hal ini bisa melewatkan sebagian besar debu dalam proses membersihkannya, sehingga membuat debu tidak dibersihkan secara maksimal.

    “Tanpa pencahayaan yang tepat, kamu hanya bisa menebak dimana debu mungkin tersembunyi. Pencahayaan yang baik membuat semua perbedaan,” kata Piper.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Remeh! Begini Cara dan Waktu Tepat Mencuci Selimut



    Jakarta

    Selimut merupakan salah satu kain tebal yang digunakan untuk menghangatkan tubuh terutama ketika sedang tidur. Kain yang tebal dan jarang terlihat noda membuat orang selalu mengira selimut tetap bersih sehingga lupa untuk mencuci. Padahal, walau kelihatan bersih, selimut justru menyimpan banyak debu di dalamnya.

    Untuk itu, selimut juga perlu dicuci secara rutin seperti kain yang lain. Namun, kapan sebaiknya selimut harus dicuci?

    Menurut pakar binatu di SudShare, Laurie Fulford, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, waktu mencuci selimut tergantung dengan seberapa sering selimut tersebut menyentuh dengan tubuh manusia atau hewan.


    “Jika selimut tidak sering menyentuh tubuh manusia apalagi hewan peliharaan, maka aman untuk mencuci selimut setiap satu bulan sekali. Namun, jika sering bersentuhan dengan tubuh manusia atau hewan peliharaan maka perlu dicuci setiap satu hingga dua minggu sekali,” ujar Fulford.

    Mencuci selimut memang hal yang penting untuk menjaga selimut tetap bersih guna mencegah timbulnya gejala alergi terutama pada kulit. Bahkan, selimut tetap kotor jika tidak digunakan dan hanya disimpan di dalam lemari. Sebab, debu-debu akan menempel terutama pada lapisan selimut terluar. Debu inilah yang akhirnya dapat beterbangan dan menempel di udara, rambut, hingga kulit manusia.

    Walau mencuci selimut terdengar sulit karena bahannya yang tebal, kamu bisa gunakan jasa binatu. Akan tetapi, mencuci selimut sendiri sebetulnya tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut terdapat 3 tips untuk mencuci selimut.

    1. Pisahkan selimut dari pakaian lain. Hindari mencuci selimut dan seprai bersamaan.
    2. Jangan gunakan air panas saat mencuci karena dapat membuat selimut menyusut dan bahannya menjadi rusak.
    3. Pilih siklus halus pada mesin cuci agar selimut tetap lembut dan bebas serat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini Tempat Tawon Sering Bersembunyi di Dalam Rumah


    Jakarta

    Tawon merupakan salah satu serangga yang cukup berbahaya karena mengeluarkan sengatan. Jika ada tawon masuk ke dalam rumah, maka kamu perlu hati-hati saat mengusirnya.

    Apabila tawon tidak segera diusir maka bisa saja bersembunyi di sejumlah tempat. Bahkan, tawon bisa membuat sarang di tempat tersebut untuk berkembang biak.

    Sebagai pemilik rumah, kamu harus mengetahui tempat-tempat yang sering menjadi tempat persembunyian tawon. Di mana saja tempat tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tempat Tawon Bersembunyi di Dalam Rumah

    Ahli entomologi Tracy Ellis mengatakan ada sejumlah tempat di dalam rumah yang sering menjadi tempat persembunyian tawon, salah satunya berada di dekat lampu.

    “Tawon secara alami bergerak menuju ke sumber cahaya, jadi periksa jendela, skylight, dan kap lampu terlebih dahulu,” kata Ellis dilansir situs The Spruce.

    Selain di dekat lampu, tawon juga dapat bersembunyi di sudut ruangan, di balik tirai jendela, atau di atas perabotan yang menempel di langit-langit. Area ini jadi tempat yang nyaman bagi tawon untuk bersembunyi.

    Wakil presiden senior National Pest Management Association (NPMA) Jim Fredericks menyarankan untuk mengecek tempat-tempat yang hangat, seperti di dekat atau di belakang perabotan, belakang tirai, atau di balik hiasan dinding. Ukurannya yang kecil membuat penghuni rumah sering tidak menyadari kehadiran tawon.

    “Saat memasuki musim yang dingin, beberapa spesies seperti tawon kertas mungkin bahkan dapat hibernasi di dalam ruangan. Jadi, periksa juga area seperti rongga dinding, loteng, dan ruang tertutup lainnya di dalam rumah,” paparnya.

    Tanda-tanda Ada Sarang Tawon di Rumah

    Jika tawon bersembunyi di dalam rumah dalam waktu cukup lama, kamu perlu hati-hati karena ia bisa membuat sarang. Dilansir Fast Action Pest Control, berikut tanda-tanda ada sarang tawon di rumah:

    1. Ada Kayu yang Rusak

    Sejumlah spesies tawon dapat mengunyah kayu untuk membuat bubur kertas guna membangun sarang. Proses tersebut menyebabkan ada lubang pada permukaan luar kayu.

    Kalau menemukan ada kayu yang rusak di rumah, bisa jadi itu disebabkan oleh tawon. Besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh tawon bisa tergantung dari ukuran sarang.

    2. Muncul Suara Berdengung

    Saat membangun sarang, tawon akan mengeluarkan suara ketukan atau dengungan. Jika mendengar ada suara dengung yang semakin keras di dalam rumah, kemungkinan besar ada banyak tawon yang bersarang.

    3. Sering Melihat Tawon

    Jika sering melihat tawon beterbangan di sekitar rumah, kamu perlu waspada karena bisa jadi pertanda ada sarangnya di rumah. Sebab, tawon dapat meninggalkan sarangnya beberapa kali sehari untuk mengumpulkan makanan.

    Cobalah ikuti jalur terbang tawon untuk mencari kemungkinan lokasi sarangnya. Tetap hati-hati dalam mencari sarangnya karena tawon bisa menyerang dan mengeluarkan sengatan jika merasa terancam.

    Itu dia sejumlah tempat di dalam rumah yang bisa menjadi lokasi tawon bersembunyi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Rumah Diserbu Nyamuk


    Jakarta

    Nyamuk adalah serangga bersayap yang mengganggu ketenangan penghuni rumah. Serangga ini menimbulkan suara bising ketika beterbangan serta bikin kulit gatal usai mengisap darah manusia.

    Penghuni rumah bisa sampai heboh saat membasmi nyamuk. Mereka menepuk dan menyemprotkan obat untuk mematikan serangga pengisap darah itu.

    Selain membasmi, penghuni perlu mencegah nyamuk masuk rumah. Nah, sebenarnya ada beberapa kebiasaan penghuni rumah yang sebenarnya mengundang nyamuk.


    Kebiasaan yang Bikin Nyamuk Masuk Rumah

    Inilah beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihentikan kalau nggak mau ada nyamuk di rumah, dikutip dari Recon Pest Services.

    Tak jarang ada orang yang menyimpan banyak barang di rumah. Padahal, belum tentu barang itu masih digunakan. Ternyata kebiasaan ini bisa memberikan peluang buat nyamuk bersarang, lho.

    Nyamuk menyukai tempat yang hangat, gelap, dan lembap. Tumpukan barang menjadi tempat yang cocok buat nyamuk bersembunyi. Oleh karena itu, penghuni sebaiknya sortir dan bersihkan barang-barang di rumah.

    2. Membiarkan Air Tergenang

    Membiarkan air tergenang memungkinkan nyamuk buat berkembang biak di sana. Genangan air di sekitar rumah seperti kolam dan got. Sementara di dalam rumah, genangan air bisa ada di tanaman pot, tempat minum hewan peliharaan, dan kamar mandi.

    Kalau enggak mau nyamuk makin banyak di rumah, pastikan setiap sudut rumah kering dan tidak lembap. Hilangkan genangan air seperti pada tanah maupun selokan sehabis hujan.

    Nyamuk biasanya masuk rumah melalui bukaan dan celah pada bangunan rumah. Serangga itu bisa masuk lewat pintu, jendela, lubang air, ventilasi, hingga atap.

    Penghuni dapat mencegah nyamuk masuk dengan memastikan celah-celah tersebut tertutup. Pasanglah layar jaring-jaring pada celah seperti ventilasi agar tak bisa dilalui oleh nyamuk.

    4. Tidak Membersihkan Halaman

    Halaman rumah adalah tempat yang cocok buat nyamuk bersarang. Terdapat banyak tanaman, kelembapan, genangan air, dan area gelap yang disukai oleh nyamuk.

    Jika penghuni rumah jarang membersihkan halaman, nyamuk akan merajalela di sana. Penghuni dapat membersihkan halaman dengan memangkas rumput tinggi, menghilangkan genangan air, dan membuang sampah serta daun yang berceceran.

    5. Membiarkan Nyamuk Berkeliaran

    Beberapa penghuni rumah mungkin malas untuk menyiapkan barang pembasmi nyamuk seperti obat oles, obat semprot ruangan, hingga tanaman yang dibenci nyamuk. Padahal, persiapan tersebut sebenarnya dibutuhkan agar nyamuk tidak mengganggu penghuni rumah.

    Itulah beberapa hal yang membuat nyamuk menyerbu rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com