Tag: better homes & garden

  • Sulap Dinding Rumah Jadi Playground Kucing, Begini Caranya


    Jakarta

    Hewan peliharaan telah menjadi bagian penting dari banyak keluarga saat ini. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi tren desain serta dekorasi rumah yang dibuat ramah hewan.

    Banyak orang kini memasang fasilitas seperti bak mandi khusus anjing, catio (teras kucing), dan berbagai elemen lain untuk memastikan kenyamanan hewan peliharaan mereka di rumah.

    Nah, saat ini ada pula pemilik rumah yang mulai berkreasi dengan membuat dinding kucing.


    Apa Itu Dinding Kucing?

    Dinding kucing dapat disesuaikan dan dirancang sesuai selera, namun umumnya terdiri dari beberapa rak yang dipasang berdekatan, memungkinkan kucing untuk melompat dari satu titik ke titik lainnya.

    Dengan kata lain, ini semacam playground agar kucing bisa bermain di rumah.

    Pengaturan yang lebih kompleks sering kali mencakup tempat tidur gantung untuk bersantai, tangga untuk memanjat, serta area berkarpet yang bisa dicakar.

    Melansir Better Homes Garden, pada Minggu (20/10/2024), dalam beberapa tahun terakhir, dinding kucing semakin populer di TikTok dengan lebih dari 150 juta unggahan ber-tag #CatShelves.

    Popularitas ini sebagian besar didorong oleh faktor hiburan, karena memasang dinding kucing bisa diibaratkan menciptakan panggung untuk video kucing lucu, di mana pemilik dapat menyaksikan kucing mereka melompat-lompat dan menjelajahi area bermain baru mereka.

    Dinding kucing juga memberikan solusi praktis, terutama jika kamu tinggal di ruang yang terbatas. Kamu hanya membutuhkan dinding kosong (beberapa desain dinding kucing bahkan menyediakan rak untuk dekorasi manusia).

    Alih-alih menempatkan menara kucing besar di rumah, dinding kucing bisa menjadi pilihan yang lebih hemat ruang dan anggaran.

    Rak-rak ini dapat sepenuhnya disesuaikan dengan ruang dan kebutuhan kucing kamu. Jika kucing kamu cenderung malas, kamu bisa menyediakan tempat untuk tidur dan bersantai.

    Namun, jika kucing kamu aktif dan suka memanjat, rak tradisional dan tangga panjat mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok.

    Cara Membuatnya

    Jika kamu ingin menambahkan dinding kucing di rumah, langkah pertama adalah merencanakan secara detail elemen yang akan disertakan.

    Sebelum memulai pemasangan, pastikan kamu telah menyiapkan semua komponen yang diperlukan serta tata letaknya.

    Pertimbangkan kemampuan dan kebutuhan kucing kamu, pastikan tempat bertengger dipasang cukup dekat agar kucing dapat melompat dengan mudah tanpa risiko cedera.

    Dinding kucing sebaiknya menarik dan sedikit menantang untuk menjaga minat kucing, namun tetap bisa dilewati dengan aman.

    Setelah rencana siap, kamu dapat mulai membangun. Pemasangan rak atau tali sebagian besar sama seperti pemasangan rak biasa di dinding, namun karena kucing akan melompat dan memanjat, pastikan semua terpasang dengan aman.

    Gunakan perangkat keras yang kuat, seperti jangkar drywall, untuk menahan beban kucing kamu agar rak tidak jatuh atau rusak.

    Untuk hasil yang lebih tahan lama, temukan tiang di dinding untuk memasang rak dan tempat bertengger. Gunakan level dan pensil untuk menandai posisi sebelum memulai pemasangan.

    Kamu juga memerlukan bor untuk membuat lubang awal dan memasang sekrup serta braket.

    Setelah semua terpasang, kamu bisa mendekorasinya dengan mainan atau alas garuk sesuai keinginan.

    Berkreasilah seluas yang kamu bisa karena, ada banyak inspirasi yang bisa kamu temukan untuk menciptakan taman bermain yang menyenangkan bagi kucing kamu, dan kamu akan menikmati melihat mereka bermain di lintasan rintangan baru mereka.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Barang yang Disimpan ‘Kaum’ Minimalis



    Jakarta

    Gaya hidup minimalis selalu dikaitkan dengan merapikan dan menyumbangkan atau menyingkirkan barang yang tidak terpakai. Gaya hidup minimalis dapat menjadi salah satu cara untuk memiliki barang yang benar-benar dibutuhkan agar tidak membuat rumah berantakan.

    Barang-barang yang dimiliki oleh kaum minimalis di rumah mereka biasanya dirancang dengan teliti dan fungsional, namun tetap memiliki gaya serta tidak mudah ketinggalan zaman. Nah, berikut ini merupakan beberapa barang yang biasanya dimiliki oleh orang dengan gaya hidup minimalis.

    Gorden dari Bahan Linen

    Kain linen yang terkenal akan keringanannya dan tahan lama, bisa bertahan sampai bertahun-tahun jika perawatannya baik. Selain itu, dengan bertambahnya usia kain linen juga akan melunak, sehingga gorden linen dapat menjadi lebih hangat dan lembut.


    Penggunaan gorden linen biasanya terdapat di sepanjang lantai ruang tamu dan kamar tidur guna menambah privasi tanpa mengurangi pencahayaan yang hangat. Pertimbangkan juga untuk penggunaan gorden linen pada ruang dapur, agar lebih banyak cahaya alami yang masuk.

    “Gorden linen tipis selalu memberikan kehangatan pada desain kami dan mempercantik ruangan kami,” kata pendiri dan direktur kreatif studio Seva, Steph Schlegelmilch, yang dikutip dari Better Homes & Garden pada Senin (21/10/2024).

    Seprai Putih

    Desainnya yang minimalis, seprai putih sering kali menawarkan palet warna yang netral karena sifatnya yang awet dan serbaguna. Penggunaan satu set seprai putih yang lengkap guna menjadikan ruangan terasa kalem.

    Schlegelmilch juga menyarankan untuk terus menggunakan satu ataupun dua bantal untuk tampilan yang bersih serta elegan, jika terlalu banyak bantal tidak baik juga karena dapat terlihat berantakan.

    Tembikar

    Schlegelmilch menyatakan bahwa dia tidak pernah membuang keramik favoritnya saat membereskan rumah. Dia menikmati mencari tembikar yang memiliki makna dan menyampaikan cerita, sehingga bisa menjadi karya seni tersendiri.

    “Tembikar sangat serbaguna di rumah dan akan selalu menarik dengan atau tanpa bunga potong segar ,” kata Schlegelmilch.

    Pajanglah vas serta mangkuk keramik favorit kamu di rak rumah atau meja makan sebagai hiasan yang sederhana, kamu juga bisa mengisi vas dengan bunga segar atau kering, bisa juga mengosongkan vas guna memperlihatkan tampilan yang bersih berkilau.

    Pusaka/Barang yang Dimiliki Secara Turun Temurun

    Menurut Schlegelmilch, biarpun kamu merapikan barang untuk mendapatkan tampilan yang minimalis, kamu juga harus tetap menyimpan pusaka serta barang mudah pecah yang antik lainnya. Ini adalah barang rumah tangga yang memang diwariskan secara turun temurun.

    Menyimpan barang-barang antik dapat membuat tampilan yang rapi dan penuh makna di rumah kamu, yang tidak akan pernah pudar dengan berjalannya tren yang ada.

    “Barang-barang ini tidak hanya memiliki makna, tetapi juga memadukan barang lama dan baru terasa autentik bagi kita,” ujar Schlegelmilch.

    Lampu Hias

    Pertimbangkan dengan matang sebelum mengganti lampu hias kamu demi estetika minimalis. Hal itu karena desain minimalis umumnya memiliki elemen yang bersih dan sederhana.

    Desainer Interior dan Pendiri Sarah Tract Interiors, Sarah Tract selalu menyarankan untuk tetap menggunakan lampu hias sebagai elemen yang memperkuat tampilan ruangan. Kamu bisa mencoba menggantung beberapa lampu gantung di ruang makan atau dapur, atau memasang lampu hias di kamar mandi.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Baik Agar Hasilnya Maksimal



    Jakarta

    Mengecat dinding interior mungkin tidak memerlukan keterampilan khusus. Namun apabila tidak memperhatikan apa yang harus dilakukan membuat hasil akhir yang kurang maksimal atau bahkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.

    Dengan peralatan dan persiapan yang tepat, kamu bisa mengecat dinding seperti seorang profesional untuk memperbarui cat pada dinding rumah kamu dengan mudah.

    Dilansir dari Better Homes & Garden, Kamis (14/11/2024), berikut langkah-langkah yang harus kamu perhatikan saat mengecat agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai dengan yang diinginkan.


    1. Melakukan Persiapan

    Pilih jenis yang sesuai dengan tempat yang akan diaplikasikan, dan pilih warna yang sesuai dengan yang diinginkan. Persiapkan ruangan dengan memindahkan furniture kecil, dorong furniture yang lebih besar ke bagian tengah dan tutup dengan plastik.

    Perhatikan suhu dan kelembapan di dalam rumah, yang mungkin perlu disesuaikan. Jika udara lembap, nyalakan AC untuk mengurangi kelembapan atau nyalakan dehumidifier di dalam ruangan.

    2. Sapu dan Bersihkan Debu Dinding

    Gunakan sapu atau alat pel untuk menyapu debu dan sarang laba-laba dari langit-langit, dinding, dan furniture. Gunakan juga penyedot debu untuk membuang partikel yang dapat menempel pada cat, bersihkan alas tiang dan lis dengan kain microfiber.

    3. Memperbaiki Permukaan Dinding

    Gunakan alat dempul dan pelapis untuk menambal lubang paku. Ratakan pelapis tipis-tipis di setiap lubang, lalu kikis kelebihannya. Biarkan kering, untuk lubang yang lebih besar gunakan tambalan drywall.

    4. Amplas Permukaan

    Amplas area yang ditambal dengan amplas halus hingga rata dengan dinding. Jika mengamplas terlalu agresif, dempul akan menyusut di dalam lubang. Ulangi langkah dan amplas lagi hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan, lalu bersihkan sisa-sisa.

    5. Gunakan Selotip Pelukis

    Lindungi kayu, langit-langit, dan permukaan nondinding lainnya dengan selotip pelukis. Tempelkan selotip dengan kuat pada permukaan dalam garis lurus, pastikan selotip tidak mengganggu area yang dicat.

    6. Kerjakan Satu per Satu

    Isi wadah keccil dengan cat, kerjakan satu dinding pada satu waktu. Guanakan kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pionggir.

    7. Mulai Secara Keseluruhan

    Mulai dari sudut, cat dengan pola W di seluruh dinding. Kerjakan dalam bagian-bagian kecil untuk mendapatkan cakupan yang merata sebelum bergerak terlalu jauh di sepanjang dinding.

    Jika Jangkauan pendek, pasang rol ke tongkat tambahan. Setelah mengisi area, selesaikan dengan sapuan vertikal ringan untuk menghaluskan cat dan menghilangkan bekas rol.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk cat mengering dan mengeras dengan baik tergantung pada apa yang kamu ingin lakukan setelah diaplikasikan.

    Umumnya, harus menunggu setidaknya dua jam sebelum mengaplikasikan lapisan cat berikutnya. Kamu mungkin perlu menunggu lebih lama jika kondisi, seperti kelembapan tinggi atau suhu rendah, dan mengaplikasikan cat dengan lapisan yang tebal.

    9. Lepaskan Selotip Pelukis

    Lepaskan selotip secepat mungkin saat cat masih lengket, hal ini akan mencegah selotip menempel di dinding. Rapikan area sekitar dan bersihkan peralatan yang telah kamu gunakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lupakan Area Ini Saat Bersih-bersih Jelang Lebaran



    Jakarta

    Menjelang lebaran, biasanya umat muslim melakukan bersih-bersih rumah. Tujuannya agar rumah tampak bersih saat menyambut tamu dari keluarga, sanak saudara, hingga kerabat.

    Biasanya bersih-bersih rumah menjelang lebaran merupakan deep cleaning atau membersihkan secara keseluruhan area tanpa terkecuali. Selain menjaga kebersihan, hal ini juga dapat memperindah rumah. Namun, ada saja area yang sering luput dalam kegiatan deep cleansing.

    Melansir dari beberapa sumber, berikut area yang sering terlupakan ketika bersih-bersih.


    Jendela

    Mengutip dari situs Cnet, jendela merupakan sarang debu selama bertahun-tahun. Jendela harus rutin dibersihkan karena merupakan tempat keluar masuknya udara yang membawa kotoran dan debu. Oleh karena itu, jangan lupa bersihkan area jendela.

    Kusen dan Gagang Pintu

    Bagian atas pintu atau kusen juga sama seperti jendela yang menyimpan banyak debu. Bisa gunakan kemoceng, kain mikrofiber, atau penyedot debu untuk membersihkan area tersebut. Gunakan juga air sabun hangat untuk membersihkan seluruh kusen.

    Gagang pintu juga salah satu area yang sering disentuh tetapi terlupakan ketika bersih-bersih. Gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan gagang pintu yang penuh kuman.

    Kolong Sofa dan Tempat Tidur

    Salah satu area yang hampir jarang dibersihkan adalah kolong sofa dan tempat tidur. Padahal area itu menyimpan banyak debu. Gunakan penyedot debu agar lebih mudah membersihkan.

    Bagian Atas Kitchen Set

    Saat memasak di dapur, asap, uap, dan partikel makanan akan naik dan sering menempel meninggalkan residu yang tebal dan lengket. Setelah dibersihkan, lapisi bagian atas kitchen set menggunakan kertas lilin agar nodanya tidak lagi menempel.

    Bagian Atas dan Belakang Kulkas

    Ketika membersihkan kulkas, sering luput bagian atas dan belakangnya yang menyimpan banyak debu karena area tersebut tidak terjangkau. Bagian atas kulkas dapat dibersihkan setiap sebulan sekali. Sebelum itu, cabut kabel kulkas dulu, lalu gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan bagian belakang kulkas.

    Kipas Angin Gantung

    Jika kamu punya kipas angin gantung jangan lupa untuk dibersihkan termasuk bohlamnya. Namun, kamu juga harus fokus pada bilah kipas yang tertutup debu tebal. Singkirkan debu tersebut ke tanah, lalu bersihkan dengan kemoceng atau kain mikrofiber. Pastikan kipas sudah dingin sebelum menyentuhnya.

    Lemari Pakaian

    Pendiri Jacksonville Maids, Justin Carpenter, mengutip dari situs Better Homes & Garden, pada Selasa (25/03/2025), mengatakan bahwa lemari pakaian merupakan sarang kuman.

    “Lemari pakaian dapat dengan mudah menjadi tempat berkembang biaknya debu dan jamur hingga bakteri. Seiring waktu, kotoran dan kuman menumpuk di tempat ini dan dapat mempengaruhi kesehatan,” ujar Carpenter.

    Bersihkan lemari dengan terlebih dahulu mengeluarkan semua pakaian. Kemudian, lap dengan kain mikrofiber dan pembersih disinfektan. Sedot debu dari bagian bawah lemari hingga sepanjang pinggirannya. Setelah kering, tata kembali barang-barang dengan rapi.

    Itu dia area yang tidak boleh dilupakan saat bersih-bersih menjelang lebaran. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Rumah Agar Bebas Semut Selama Mudik



    Jakarta

    Sebelum pergi mudik ada banyak hal yang harus diperhatikan termasuk kebersihan rumah. Ketika rumah dibiarkan kosong berhari-hari, bukan tidak mungkin ada hewan yang masuk, seperti semut.

    Semut menjadi serangga yang paling sering ada di rumah terutama dapur. Hal tersebut karena dapur menjadi tempat penyimpanan makanan yang diincar semut. Ketika tidak ada penghuni rumah, semut bisa semakin banyak karena tidak cepat dibasmi. Pulang mudik dengan keadaan rumah banyak semut menjadi mimpi yang menakutkan.

    Namun, tentu saja tidak perlu khawatir berlebih. Sebab, kamu bisa lakukan antisipasi sebelum pergi mudik dengan membersihkan rumah yang menjadi sarang semut. Untuk itu, jangan lupa melakukan hal-hal berikut ini agar semut tidak masuk ke rumah selama mudik.


    Tutup Celah

    Melansir dari situs Better Homes & Garden, pada Kamis (27/03/2025), semut dapat masuk melalui celah atau retakan. Periksa jendela, pintu, dan bagian rumah yang terdapat celah atau retakan terbuka tempat semut dapat masuk. Kamu bisa menutup bagian celah atau retakan tersebut.

    Simpan Makanan

    Jika masih ada sisa makanan maka simpan dalam wadah kedap udara. Bungkus rapat dengan plastik atau alumunium foil lalu taruh di kulkas. Selain itu, makanan hewan peliharaan juga harus disimpan dengan rapat.

    Bersihkan Dapur

    Penting membersihkan dapur, seperti lantai dan meja dapur agar tidak meninggalkan kotoran yang mengundang semut masuk.

    Buang Sampah

    Pastikan tidak ada sampah yang tertinggal di dapur maupun setiap ruangan.

    Jauhkan Tanaman

    Mengutip dari situs The Spruce, semut menggunakan tanaman sebagai jembatan masuk ke rumah, sehingga beri jarak antara tanaman dengan rumah agar tidak terlalu dekat.

    Periksa Kebocoran

    Semut mencari kelembapan dan makanan, sehingga penting mengecek apakah ada kebocoran atau tumpahan kecil di rumah. Pastikan tidak ada dan rumah betul-betul kering.

    Itulah hal-hal yang bisa kamu lakukan sebelum berangkat mudik supaya rumah terbebas dari semut. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Trik Jitu Bikin Dapur Sempit Terasa Lebih Lega Tanpa Renovasi



    Jakarta

    Dapur menjadi salah satu ruangan di dalam rumah yang sangat penting. Biasanya dapur terletak di bagian belakang rumah. Tak jarang, dapur hanya mendapat lahan yang sempit. Padahal, banyak aktivitas yang dapat dilakukan di dapur dan membutuhkan ruang lega.

    Daripada merenovasi, dapur sempit bisa dirancang agar terkesan luas atau lega. Melansir dari situs Better Homes & Garden, berikut terdapat 6 trik yang bisa kamu lakukan membuat dapur sempit terasa lega tanpa harus renovasi.

    Beri Aksen Vertikal

    Beri aksen vertikal seperti lemari kayu yang panjang, hiasan di dinding yang tampak ke atas. Hal ini dapat memberikan kesan ketinggian langit-langit yang tampak dan menarik pandangan kita ke atas.


    Material Memantulkan Cahaya

    Pemilihan material pada interior dapur juga penting. Pilih permukaan furnitur yang memantulkan cahaya seperti ubin keramik atau meja dapur. Hal ini menambah kesan dapur sempit tampak lebih besar.

    Hindari Penumpukkan Barang

    Jaga dapur kamu tetap rapi dan bersih jika ingin terlihat luas. Jangan biarkan banyak barang diletakkan dan memenuhi meja dapur. Sebaiknya, simpan peralatan dapur di balik penyimpanan yang tertutup.

    Ubin Horizontal

    Untuk memperluas dapur secara visual, kamu juga bisa pasang ubin dengan susunan horizontal. Pola ikatan horizontal ini dapat membuat dapur menjadi lebih lebar dari ukuran sebenarnya.

    Furnitur Kaca

    Jika kamu punya lemari dapur yang berbahan kayu, kamu bisa menggantinya dengan lemari kayu yang pintunya berbahan kaca. Ini bisa menarik perhatian karena dinding akan terkesan lebih jauh. Jangan lupa untuk menata barang-barang di lemari secara rapi dan padukan warna yang serasi.

    Penyimpanan Dinding

    Untuk menambah ruang di lantai, kamu bisa memindahkan barang-barang dapur dengan menyimpannya pada penyimpanan di dinding. Hal ini membuat ruang lantai di dapur jadi lebih kosong dan lega.

    Itu dia beberapa trik yang bisa kamu lakukan untuk membuat dapur terasa lebih lega tanpa merenovasinya. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 5 Kesalahan Mengecat yang Bikin Dinding Rumah Jadi Kotor


    Jakarta

    Menjaga dinding tetap bersih merupakan salah satu hal yang harus kamu lakukan untuk menciptakan tampilan rumah yang indah. Sebab, dinding juga tak lepas dari kotoran, debu, lecet, dan noda yang membuat tampilannya kotor. Padahal, mengecat ulang dinding tidak bisa dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang besar.

    Namun, tidak perlu khawatir. Untuk menjaga dinding rumah tetap bersih, kamu bisa melakukan pencegahan di awal saat proses pengecatan. Teknik mengecat dinding yang tepat dapat memaksimalkan tampilan dinding. Untuk itu, kamu perlu perhatikan bahwa terdapat 5 kesalahan dalam mengecat yang bisa membuat dinding rumah terlihat kotor dilansir oleh situs Better Homes & Garden, pada Kamis (10/04/2025).

    Warna Cat Terlalu Terang

    Jika kamu tidak ingin dinding terlihat cepat kotor, maka hindari warna cat terlalu terang seperti putih. Hal ini karena noda atau bercak dapat terlihat dengan jelas pada dinding berwarna terang. Menurut Manajer Pemasaran Merek Cat PPG, Dee Schlotter, cari warna cat netral berona sedang untuk menyembunyikan kotoran dan ketidaksempurnaan.


    “Warna yang direkomendasikan misalnya abu-abu hangat karena membantu menyembunyikan kotoran terutama di ruangan yang sering dilalui seperti dapur,” ucap Schlotter.

    Beli Cat Terlalu Murah

    Untuk hasil akhir yang bagus, sebaiknya hindari membeli cat yang terlalu murah sebab berkaitan dengan kualitas cat. Penggunaan cat yang berkualitas tinggi biasanya harganya memang lebih mahal. Menurut Manajer Pengembang Lapang Benjamin Moore, Mike Mundwiller, ada perbedaan antara cat kaleng mahal dan murah.

    “Kualitas produk yang digunakan akan memengaruhi hasil akhir, seperti bagaimana produk bekerja, bagaimana produk bisa menyembunyikan kotoran, dan juga berkaitan dengan ketahanan produk,” kata Mundwiller.

    Selain itu, dianjurkan juga membeli cat berkualitas untuk area yang membutuhkan ketahanan seperti dapur atau kamar mandi. Hal ini supaya hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

    Hindari Kilap Cat Susah Dibersihkan

    Kilap atau kilauan cat merupakan lapisan yang memberikan hasil akhir mengkilau pada dinding. Secara umum, tampilan yang kilap nya tinggi lebih mudah dibersihkan dan tahan lama jika dibersihkan setiap saat jadi cocok untuk lemari dapur. Sebaliknya, jika dinding tidak dilapisi kilap cat maka hasil akhirnya matte dan butuh digosok lebih kuat untuk membersihkannya. Lapisan yang matte lebih cocok untuk area yang jarang dilalui orang karena minim lecet atau cipratan.

    Akan tetapi, cat kilap memang tidak bisa menutupi kesempurnaan seperti lubng paku, penyok, retakan, atau bercak dibanding cat matte. Hal ini karena cat kilap memantulkan cahaya dan bisa menonjolkan noda. Jadi, jika dinding rumah ingin terlihat bersih dan kotoran tersamarkan, maka pilih cat yang hasilnya matte.

    Bersihkan Dinding

    Hal yang tak kalah penting adalah membersihkan dinding sebelum mengecat. Gunakan larutan trisodium fosfat (TSP) untuk mengelap dinding sehingga bersih dari debu dan kotoran sebelum mengecat. Kamu juga bisa mengaplikasikan cat dasar terlebih dahulu untuk menutupi noda gelap. Lapisan cat dasar membantu menciptakan permukaan yang bersih sehingga warna cat tidak bertabrakan dengan noda di bawahnya.

    Kuas Cat Tidak Tepat

    Perhatikan alat mengecat yaitu kuas. Kuas atau rol yang direkomendasikan adalah setebal 1,9 cm pada dinding plester yang halus untuk menciptakan tekstur seperti kulit jeruk yang susah dibersihkan. Secara umum, permukaan yang halus butuh rol dengan bulu tipis sementara permukaan kasar seperti dinding bata butuh rol dengan anyaman tebal untuk menampung lebih banyak cat dan masuk ke celah-celah.

    Demikian 5 kesalahan mengecat yang harus kamu hindari agar dinding rumah tidak cepat kotor. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Mengecat yang Bikin Dinding Cepat Kotor, Hindari Mulai Sekarang!



    Jakarta

    Menjaga dinding tetap bersih merupakan salah satu hal yang harus dilakukan untuk menciptakan tampilan rumah yang indah. Sebab, dinding juga tak lepas dari kotoran, debu, lecet, dan noda yang membuat tampilannya kotor. Padahal, mengecat ulang dinding tidak bisa dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga.

    Namun, tidak perlu khawatir. Untuk menjaga dinding rumah tetap bersih, kamu bisa melakukan pencegahan di awal saat proses pengecatan. Teknik mengecat dinding yang tepat dapat memaksimalkan tampilan dinding. Untuk itu, kamu perlu perhatikan bahwa terdapat 5 kesalahan dalam mengecat yang bisa membuat dinding rumah terlihat kotor dilansir oleh situs Better Homes & Garden.

    Warna Cat Terlalu Terang

    Jika kamu tidak ingin dinding terlihat cepat kotor, maka hindari warna cat terlalu terang seperti putih. Hal ini karena noda atau bercak dapat terlihat dengan jelas pada dinding berwarna terang. Menurut Manajer Pemasaran Merek Cat PPG, Dee Schlotter, cari warna cat netral berona sedang untuk menyembunyikan kotoran dan ketidaksempurnaan.


    “Warna yang direkomendasikan misalnya abu-abu hangat karena membantu menyembunyikan kotoran terutama di ruangan yang sering dilalui seperti dapur,” ucap Schlotter.

    Beli Cat Terlalu Murah

    Untuk hasil akhir yang bagus, sebaiknya hindari membeli cat yang terlalu murah sebab berkaitan dengan kualitas cat. Penggunaan cat yang berkualitas tinggi biasanya harganya memang lebih mahal. Menurut Manajer Pengembang Lapang Benjamin Moore, Mike Mundwiller, ada perbedaan antara cat kaleng mahal dan murah.

    “Kualitas produk yang digunakan akan memengaruhi hasil akhir, seperti bagaimana produk bekerja, bagaimana produk bisa menyembunyikan kotoran, dan juga berkaitan dengan ketahanan produk,” kata Mundwiller.

    Selain itu, dianjurkan juga membeli cat berkualitas untuk area yang membutuhkan ketahanan seperti dapur atau kamar mandi. Hal ini supaya hasilnya lebih maksimal dan tahan lama.

    Hindari Kilap Cat Susah Dibersihkan

    Kilap atau kilauan cat merupakan lapisan yang memberikan hasil akhir mengkilau pada dinding. Secara umum, tampilan yang kilap nya tinggi lebih mudah dibersihkan dan tahan lama jika dibersihkan setiap saat jadi cocok untuk lemari dapur. Sebaliknya, jika dinding tidak dilapisi kilap cat maka hasil akhirnya matte dan butuh digosok lebih kuat untuk membersihkannya. Lapisan yang matte lebih cocok untuk area yang jarang dilalui orang karena minim lecet atau cipratan.

    Akan tetapi, cat kilap memang tidak bisa menutupi kesempurnaan seperti lubng paku, penyok, retakan, atau bercak dibanding cat matte. Hal ini karena cat kilap memantulkan cahaya dan bisa menonjolkan noda. Jadi, jika dinding rumah ingin terlihat bersih dan kotoran tersamarkan, maka pilih cat yang hasilnya matte.

    Bersihkan Dinding

    Hal yang tak kalah penting adalah membersihkan dinding sebelum mengecat. Gunakan larutan trisodium fosfat (TSP) untuk mengelap dinding sehingga bersih dari debu dan kotoran sebelum mengecat. Kamu juga bisa mengaplikasikan cat dasar terlebih dahulu untuk menutupi noda gelap. Lapisan cat dasar membantu menciptakan permukaan yang bersih sehingga warna cat tidak bertabrakan dengan noda di bawahnya.

    Kuas Cat Tidak Tepat

    Perhatikan alat mengecat yaitu kuas. Kuas atau rol yang direkomendasikan adalah setebal 1,9 cm pada dinding plester yang halus untuk menciptakan tekstur seperti kulit jeruk yang susah dibersihkan. Secara umum, permukaan yang halus butuh rol dengan bulu tipis sementara permukaan kasar seperti dinding bata butuh rol dengan anyaman tebal untuk menampung lebih banyak cat dan masuk ke celah-celah.

    Demikian 5 kesalahan mengecat yang harus kamu hindari agar dinding rumah tidak cepat kotor. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com