Tag: better homes & gardens

  • 3 Cara Membersihkan Bagian Luar Kulkas Agar Kinclong Lagi


    Jakarta

    Kulkas wajib dibersihkan secara berkala agar tidak mengeluarkan aroma tak sedap. Namun, jangan hanya membersihkan interior kulkas saja, tetapi bagian luarnya juga perlu diperhatikan.

    Terkadang, bagian luar kulkas sering luput dari perhatian pemiliknya. Padahal, kalau tidak dibersihkan maka eksterior kulkas bisa berdebu, baret, bahkan berjamur.

    Meski tidak berdampak pada makanan dan minuman yang disimpan di dalam kulkas, tetapi lemari es yang kotor dapat mengganggu pemandangan. Lantas, bagaimana cara membersihkan bagian kulkas? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Cara Membersihkan Bagian Luar Kulkas

    Coba kamu perhatikan bagian gagang dan atap lemari es, apakah terlihat kotor dan berdebu? Jika iya, maka sudah saatnya untuk dibersihkan. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Kamis (29/5/2025), berikut tips membersihkan bagian luar kulkas:

    1. Cairan Pembersih Serbaguna

    Cara yang pertama adalah dengan menggunakan cairan pembersih serbaguna. Kamu bisa membelinya di minimarket maupun toko online dengan harga terjangkau.

    Untuk cara pakainya, semprotkan cairan pembersih ke kain microfiber, lalu bersihkan pada area eksterior kulkas yang kotor seperti gagang dan pintu kulkas. Setelah itu, lap dengan kain kering dan pastikan tidak ada lagi kotoran yang menempel.

    Apabila kamu memiliki kulkas baja antikarat di rumah, cara membersihkannya sedikit berbeda. Pertama, bersihkan dulu permukaan kulkas dengan kain microfiber basah, lalu keringkan dengan kain.

    Jika ada noda yang sulit hilang, cobalah digosok menggunakan alkohol. Cara pakainya, tetes 2-3 kali alkohol ke kain microfiber kering, lalu gosok secara perlahan di area yang terdapat noda. Setelah itu, keringkan lagi dengan kain agar tidak ada sisa alkohol yang menempel.

    2. Kemoceng

    Untuk membersihkan bagian atas kulkas, disarankan menggunakan kemoceng yang terbuat dari bulu ayam. Pastikan kamu menggunakan masker agar partikel debu tidak terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

    Bersihkan debu secara perlahan sampai bersih. Jika masih ada sisa kotoran yang sulit hilang, bersihkan dengan cairan pembersih dan kain microfiber.

    3. Sabun Cuci Piring

    Bagian karet pintu kulkas juga perlu dibersihkan secara rutin. Soalnya, bagian ini bisa kotor dan berjamur seiring waktu jika tidak dirawat. Selain itu, karet yang sudah kotor bikin pintu kulkas tidak bisa tertutup rapat.

    Untuk cara membersihkannya bisa pakai sabun cuci piring dan air hangat. Lalu, gosok bagian karet pintu kulkas menggunakan spons secara menyeluruh. Setelah bersih dan tak ada noda, keringkan dengan kain microfiber kering.

    Itulah tiga cara membersihkan bagian luar kulkas agar kinclong lagi. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Nyalakan 4 Elektronik Ini Barengan, Bisa Bikin Korslet!


    Jakarta

    Ada banyak barang elektronik di rumah yang perlu dicolok ke stopkontak agar bisa menyala, seperti AC, kipas angin, TV, mesin cuci, dan kulkas. Barang-barang tersebut juga memiliki daya listrik yang besar agar bisa beroperasi.

    Sayangnya, masih banyak pemilik rumah yang mencolok barang-barang elektronik tersebut pada satu stopkontak yang sama. Lebih parahnya lagi, barang elektronik itu digunakan dalam waktu bersamaan.

    Sebenarnya, sah-sah saja jika kamu menyalakan AC, lemari es, atau menggunakan vacuum cleaner di waktu yang bersamaan. Namun, masalah bisa muncul jika benda tersebut dicolok pada satu stopkontak yang sama dan daya listrik di rumah tidak terlalu besar.


    Perlu diketahui, ada sejumlah barang elektronik yang sebaiknya tidak dicolok ke stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

    Barang Elektronik Ini Jangan Menyala Secara Bersamaan

    Sejumlah pakar di bidang kelistrikan menyebut ada barang-barang elektronik yang jangan dinyalakan secara bersamaan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut daftarnya:

    1. Mesin Cuci dan Dishwasher

    Mesin cuci dan dishwasher (mesin pencuci piring) sebaiknya tidak dinyalakan dalam waktu yang sama. Sebab, kedua alat ini dapat mengonsumsi daya listrik yang sangat besar.

    Jika mesin cuci dan dishwasher dicolok pada satu stopkontak dan dinyalakan secara bersamaan, maka bisa merusak kedua barang elektronik tersebut seiring waktu.

    “Menyalakan dishwasher sambil mencuci pakaian di mesin cuci dapat memengaruhi kinerja mesin. Bisa jadi pakaian tidak akan bersih atau air yang keluar di dishwasher sangat kecil,” kata pakar listrik Glenn Lewis.

    2. Peralatan Dapur

    Jika kamu memiliki peralatan dapur seperti microwave, pemanggang roti, atau ketel listrik, sebaiknya tidak dinyalakan secara bersamaan. Ketiga alat itu memiliki daya listrik yang besar dan jika dihidupkan bersamaan dapat membebani sirkuit, sehingga berpotensi memicu korsleting.

    Untuk mencegah hal itu terjadi, hindari mencolok ketiga barang tersebut pada satu stopkontak. Cek juga besaran watt-nya untuk mengetahui mana peralatan dapur yang paling besar dan rendah daya listriknya.

    3. Pengering Rambut

    Meski ukurannya kecil, tapi ternyata pengering rambut atau hair dryer memiliki daya listrik yang besar. Pada umumnya hair dryer memiliki daya listrik sekitar 400-1.000 watt.

    Jika daya listrik di rumah kamu tidak terlalu besar, sebaiknya jangan menggunakan pengering rambut sambil menyalakan AC, TV, atau mesin cuci. Sebab, arus listrik yang terlalu besar bisa memicu kelebihan beban pada sirkuit dan berisiko terjadi arus pendek listrik.

    4. Barang Elektronik yang Menyala dalam Waktu Lama

    Ada sejumlah barang elektronik yang terus menyala dalam waktu lama, seperti lemari es, AC, dan dispenser air. Selain terus menyala setiap waktu, barang elektronik itu juga memiliki daya listrik yang besar.

    Sebaiknya hindari mencolok barang-barang elektronik, terutama yang menyala dalam waktu lama dan punya daya besar pada satu stopkontak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bahaya pada arus listrik yang berisiko menyebabkan terjadinya korsleting.

    Itulah empat barang elektronik di rumah yang sebaiknya jangan menyala dan dicolok pada satu stopkontak yang sama. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Seberapa Sering Jendela Rumah Perlu Dibersihkan? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Jendela merupakan salah satu bagian dari rumah yang paling cepat kotor, terutama jendela bagian luar. Jika jarang dibersihkan, ada banyak partikel debu dan kotoran yang menempel di kaca jendela.

    Meski jendela bagian dalam tidak sekotor area luar, tapi bukan berarti jarang dibersihkan. Sebab, debu dan kotoran yang menumpuk dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah, seperti timbul kulit gatal dan gangguan pernapasan.

    Oleh sebab itu, penting untuk membersihkan jendela rumah secara berkala. Lantas, seberapa sering jendela harus dibersihkan? Simak penjelasan dari para ahli dalam artikel ini.


    Seberapa Sering Jendela Harus Dibersihkan?

    Jendela rumah memang perlu dibersihkan secara rutin. Namun, seberapa sering jendela harus dibersihkan?

    Dilansir situs Real Simple, jendela bagian luar rumah perlu dibersihkan dua kali dalam setahun. Artinya, kaca dan bingkai jendela dapat dibersihkan setiap enam bulan sekali.

    Lain halnya dengan jendela bagian dalam yang perlu dibersihkan secara berkala, terutama bagi pemilik rumah yang memiliki hewan peliharaan. Soalnya, bulu-bulu hewan bisa beterbangan dan menempel di kaca jendela.

    Selain itu, lingkungan rumah yang kotor dan penuh polusi membuat kaca jendela harus rutin dibersihkan agar tidak ada partikel debu yang menempel serta menumpuk hingga tebal.

    Disarankan untuk membersihkan jendela bagian dalam setiap sebulan sekali. Apabila tak sampai sebulan kacanya sudah kotor dan berdebu, maka jendela harus dibersihkan lebih sering lagi minimal dua minggu sekali.

    Waktu yang Tepat Membersihkan Jendela

    Ternyata, ada waktu tertentu untuk membersihkan jendela rumah. Pakar kebersihan dari AspenClean Alicia Sokolowski mengatakan waktu yang tepat untuk membersihkan jendela adalah saat pagi atau sore hari.

    “Pagi-pagi sekali atau sore hari adalah waktu terbaik, terutama untuk jendela eksterior,” kata Alicia.

    Alicia juga menyarankan untuk membersihkan jendela ketika cuaca sedang mendung. Mengapa demikian?

    “Hari yang mendung juga ideal. Hal ini untuk mencegah sinar matahari mengeringkan cairan pembersih terlalu cepat sebelum Anda sempat mengelapnya, sehingga mengurangi goresan,” jelasnya.

    Pada intinya, Alicia mengimbau untuk menghindari sinar matahari langsung ketika membersihkan jendela. Sebab, cairan pembersih dapat menguap lebih cepat dan berisiko meninggalkan goresan.

    Hal Ini yang Bikin Jendela Harus Rutin Dibersihkan

    Selain karena memelihara hewan dan faktor lingkungan yang kotor, ada hal lainnya yang membuat jendela rumah harus rutin dibersihkan. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut penyebabnya:

    1. Pohon dan Dedaunan

    Apabila halaman rumah ditumbuhi banyak pohon, bunga, semak, dan dedaunan maka jumlah serbuk sari, getah, serta kotoran lainnya dapat menempel di jendela. Kondisi ini membuat jendela akan cepat kotor meski sudah dibersihkan secara rutin.

    2. Aktivitas Serangga

    Munculnya serangga di rumah dalam jumlah banyak bukan pertanda baik. Sebab, aktivitas serangga seperti laba-laba dan cicak dapat mengotori jendela.

    Laba-laba bisa membuat sarangnya di bagian atas jendela atau di dalam gorden yang tebal. Sementara itu, cicak bisa membuang kotorannya secara sembarangan di kaca jendela, sehingga menimbulkan noda hitam kecil.

    3. Air Sadah

    Masih ada beberapa rumah yang menghadapi masalah terhadap air sadah. Kandungan mineral yang terlalu tinggi dapat menyebabkan air meninggalkan noda, terutama pada jendela setelah dibersihkan.

    Namun, masalah air sadah dapat ditangani dengan memasang sistem filter air. Fungsinya untuk mengurangi konsentrasi mineral yang ada di dalam air.

    Itulah penjelasan mengenai seberapa sering jendela rumah harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 6 Barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci, Bisa Cepat Rusak!


    Jakarta

    Mesin cuci berfungsi untuk mencuci pakaian agar lebih bersih dan wangi. Namun, beberapa orang mengandalkan mesin cuci untuk membersihkan segala barang yang ada di rumah.

    Padahal, tidak semua barang dapat dicuci dengan mesin cuci. Alih-alih jadi bersih dan wangi, barang tersebut malah cepat rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.

    Ingin tahu apa saja barang-barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Barang-barang Ini Jangan Dicuci Pakai Mesin Cuci

    Walau berfungsi untuk mencuci pakaian, tetapi tidak semua pakaian ataupun barang di rumah dapat dicuci di mesin cuci. Dilansir situs Better Homes & Gardens, Senin (17/11/2025), berikut sejumlah barang yang jangan dicuci menggunakan mesin cuci.

    1. Sepatu Kulit dan Suede

    Tidak masalah jika mencuci sepatu di mesin cuci, tetapi ada beberapa jenis bahan sepatu yang dilarang, seperti sepatu kulit dan suede. Sebab, sepatu jenis ini bisa rusak jika direndam dalam air sehingga perlu metode yang tepat untuk mencucinya.

    Sedangkan jenis sepatu yang terbuat dari kanvas, katun, nilon, atau poliester masih aman dicuci pakai mesin cuci. Namun, tetap disarankan mencucinya secara manual menggunakan tangan.

    2. Sweater Kasmir

    Secara umum, banyak sweater yang aman dicuci dengan mesin cuci. Namun, sweater berbahan kasmir (bulu halus kambing) sebaiknya dicuci menggunakan tangan. Jika mencucinya pakai mesin cuci maka bisa merusak bahan sweater.

    3. Pakaian yang Hanya Bisa Dicuci Tangan

    Setiap pakaian memiliki care label atau label perawatan pakaian untuk mengetahui cara merawat baju dengan tepat. Nah, ada beberapa jenis pakaian yang tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena pakaian tersebut bisa mudah rusak.

    Agar pakaian lebih awet dan bisa digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencucinya secara manual menggunakan tangan. Beberapa jenis pakaian juga disarankan untuk dicuci tanpa air atau dry cleaning.

    4. Pakaian Berbahan Sutra dan Satin

    Pakaian yang menggunakan bahan sutra, satin, renda, atau sifon akan cepat rusak jika dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, bahan pakaian ini rentan tersangkut di mesin cuci atau menyusut.

    Pertimbangkan untuk mencuci pakaian secara manual daripada berisiko merusak baju. Kalau ragu, pakaian bisa dibawa ke penatu (laundry).

    5. Pakaian Berukuran Sangat Kecil

    Beberapa pakaian berukuran sangat kecil seperti kaus kaki bayi tidak disarankan dicuci menggunakan mesin cuci. Sebab, pakaian yang terlalu kecil berisiko dapat menyumbat saluran pembuangan air.

    Solusinya, masukkan pakaian berukuran kecil ke dalam kantong jaring agar bisa dicuci di mesin cuci. Selain lebih aman, cara ini juga dapat mencegah pakaian mudah rusak.

    6. Selimut Tebal dan Besar

    Mencuci selimut yang tebal dan besar sebaiknya jangan menggunakan mesin cuci di rumah. Sebab, beban yang berat dapat menghambat motor mesin cuci untuk bekerja secara optimal sehingga lebih cepat panas dan berpotensi rusak.

    Selain itu, beban yang berat membuat mesin cuci tidak mampu berputar secara maksimal sehingga selimut akan tetap kotor. Disarankan membawa selimut tebal ke laundry agar bisa dicuci secara bersih.

    Demikian enam barang yang sebaiknya jangan dicuci di mesin cuci. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Jangan Coba-coba Jual Rumah Kalau Ada 5 Kondisi Ini, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Menjual rumah bekas atau second kebanyakan pasti harganya jauh lebih rendah daripada harga belinya. Hal ini dikarenakan pasar melihat properti tersebut pasti sudah mengalami banyak penurunan kualitas sehingga tidak bisa dihargai mahal.

    Harga rumah bekas juga bisa ditawar sadis oleh calon pembeli jika mereka menemukan banyak kerusakan dan kondisi rumah yang ternyata tidak terurus. Ada taktik yang bisa dilakukan pemilik rumah untuk menjaga nilai propertinya, yakni pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik sebelum menjualnya.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut beberapa hal yang harus segera dicek dan diperbaiki sebelum memutuskan untuk menjual rumah.


    1. Kerusakan Atap

    Kerusakan pada atap merupakan masalah serius karena dapat mengganggu kenyamanan dan berbahaya bagi penghuni rumah. Apalagi Indonesia hanya memiliki dua musim, sudah pasti saat musim hujan pasti kejadian atap bocor. Kebocoran juga kerusakan yang paling terlihat, bahkan tanpa perlu naik ke atap karena bisa dilihat dari plafon.

    Oleh karena itu, apabila calon pembeli menemukan kerusakan tersebut mereka memiliki celah dan alasan yang masuk akal untuk minta pengurangan harga.

    2. Kerusakan Akibat Air dan Jamur

    Imbas dari kebocoran, area sekitarnya pasti akan lembap dan jamur mudah tumbuh di sana. Tanda pertumbuhan jamur adalah noda warna atau biasanya berwarna gelap pada beberapa permukaan. Noda tersebut tidak mudah dibersihkan dan sebelumnya tidak ada di sana. Apabila menemukan penampakan seperti itu berarti bagian rumah tersebut berjamur.

    “Pemilik rumah harus segera memperbaiki sisa kerusakan akibat air di rumah mereka, bahkan jika itu hanya noda pada cat dari kebocoran sebelumnya yang telah diperbaiki,” kata Kate Wollman-Mahan, dari Coldwell Banker Warburg, seperti yang dikutip pada Rabu (19/11/2025).

    3. Perpipaan yang Rusak

    Perpipaan di rumah ada banyak fungsinya, bisa sebagai jalur masuknya air, pembuangan air, hingga jalur keluar masuknya udara. Sistem perpipaan di rumah harus dalam kondisi baik karena apabila ada kerusakan, dapat menurunkan nilai rumah karena penghuni berikutnya akan rugi untuk mengganti pipa dan air yang terbuang sia-sia

    Adanya kerusakan pada perpipaan juga bisa diketahui dengan mudah. Salah satunya dengan mengecek ketika pengisian air, mengecek tanda-tanda jamur pada bagian rumah, hingga perangkat sanitasi kamar mandi.

    “Kebocoran harus segera diperbaiki. Jika tidak segera diatasi, kebocoran biasanya akan menyebabkan kerusakan lebih parah atau membuat tagihan air kamu membengkak,” ujar George Rosko, seorang agen real estat.

    4. Masalah Struktural dan Fondasi

    Kerusakan di rumah yang benar-benar fatal dan dapat menurunkan nilai rumah adalah jika ada masalah struktural, seperti retak dinding yang besar, bangunan miring, lantai retak, keramik terangkat, hingga terdengar suara seperti rumah mengalami pergerakan.

    Apabila nekat menjual rumah yang mengalami kerusakan struktural, risikonya sangat besar karena rumah tersebut bisa saja tidak layak lagi dipakai. Pemilik rumah pasti tidak mau dipidana oleh keluarga pembeli karena rumah yang ambruk beberapa haru seteleh ditempati oleh penghuni baru, bukan?

    “Masalah struktural dan mendasar sulit dijelaskan karena hal itu menyiratkan adanya masalah lain di balik tembok tersebut,” kata Ivan Chorney, penasihat real estat di Compass.

    5. Perlengkapan Lampu Rusak

    Perlengkapan lampu merupakan perbaikan mudah yang sangat berguna saat menata rumah. Pastikan semua bohlam berfungsi, hal ini menghilangkan kekhawatiran pembeli akan kemungkinan adanya masalah pada kelistrikan.

    Kamu juga harus mengatasi masalah pencahayaan lain yang lebih serius yang memiliki implikasi besar terhadap keselamatan.

    Itulah beberapa masalah pada rumah yang harus segera diperbaiki agar tidak menurunkan nilai rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Ampuh! 10 Jurus Jitu Bersihkan Rumah Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Soda kue biasanya digunakan untuk membuat adonan kue. Bukan sekadar bahan dapur, soda kue juga ampuh sebagai bahan untuk membersihkan rumah, lho!

    Zat tepung ini mampu menyerap bau dan bersifat abrasif ringan, sehingga dapat merontokkan kotoran tanpa merusak permukaan. Nah, daripada menggunakan bahan pembersih yang mahal dan bersifat keras, kamu bisa coba soda kue sebagai alternatif.

    Lalu, soda kue bisa dipakai untuk apa aja ya? Yuk, simak jurus jitu membersihkan rumah pakai soda kue berikut ini, dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (8/7/2024).


    Tips Bersihkan Rumah Pakai Soda Kue

    1. Membersihkan Shower

    Debra Johnson, direktur operasi di Merry Maids membagikan cara menjaga shower tetap bersih dan segar menggunakan soda kue. Caranya mudah, taburkan sedikit soda kue lalu campur dengan satu tetes sabun cuci piring di atas kain mikrofiber. Remas hingga muncul busa kemudian gosok dinding shower.

    2. Membersihkan Pipa yang Mampet

    Dengan bantuan soda kue kamu bisa menjaga saluran air di kamar mandi atau wastafel tetap bersih dan tidak mampet. Caranya, siram air panas ke saluran sebelum menaburkan setengah cangkir soda kue. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air panas untuk menghilangkan bau apeknya.

    3. Mengepel Lantai

    Caranya gampang kamu tinggal campur ½ cangkir soda kue di dalam ember yang berisi air panas. Kemudian kamu tinggal gunakan seperti cairan pembersih biasa.

    4. Menghilangkan Bekas Minyak dan Panci Gosong

    Taruh panci gosong di baskom. Masukkan cuka ke dalam microwave hingga panas lalu tabur soda kue di panci dan tambah cuka yang telah mendidih. Biarkan bercampur selama 30 menit. Lap dengan spons basah kemudian bilas hingga bersih.

    5. Membersihkan Oven

    Oven juga bisa dibersihkan dengan soda kue. Sikat bagian bawah dan sisi oven dengan campuran air dan soda kue. Semprot pasta soda kue dengan cuka dan biarkan berbusa kemudian ulangi hingga sampai bersih.

    6. Membersihkan Bak Cuci Piring

    Menggabungkan soda kue dengan lemon dapat menciptakan pembersih ampuh untuk bak cuci piring. Potong lemon menjadi dua bagian kemudian taburkan soda kue di atasnya lalu gosok ke permukaan bak cuci piring.

    7. Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Untuk lantai kamar mandi , taburkan soda kue, semprot sedikit sabun cuci lalu gosok lantai dengan sikat basah. Bilas semua permukaan lantai dengan air hangat. Lap dinding dan lantai dengan kain mikrofiber kering. Bersihkan tirai shower dengan kain mikrofiber lembap yang ditaburi soda kue kemudian bilas dengan air panas.

    8. Menghilangkan Bau Sepatu

    Sepatu merupakan sarang bakteri penghasil bau berkembang. Untuk menghilangkan bau di sepatu kamu, taburkan soda kue ke dalam sepatu secara merata dan diamkan semalaman.

    9. Membersihkan Permukaan yang Dicat

    Permukaan yang dicat membutuhkan perlakuan khusus untuk dibersihkan agar tidak merusak catnya. Taburkan soda kue di atas spons lembab dan gosok perlahan di atas permukaan yang terdapat noda kotor setelah itu lap dengan kain kering. Cara ini ampuh buat noda minyak, sidik jari,dan tinta.

    10. Membersihkan Pakaian

    Buat pakaian kamu tetap kinclong dan wangi dengan bantuan soda kue. Tambahkan ½ cangkir soda kue untuk setiap cucian ditambah dengan deterjen. Cara ini juga dapat membantu menghilangkan bau keringat dari baju kotor.

    Itulah beberapa cara membersihkan rumah menggunakan soda kue. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, 5 Benda Ini Nggak Cocok Dibersihkan Pakai Soda Kue


    Jakarta

    Soda kue memang bahan dapur ampuh untuk membersihkan berbagai permukaan di rumah. Bahan berbentuk bubuk ini memiliki sifat yang cukup abrasif, sehingga dapat merontokkan kotoran.

    Namun, tidak semua permukaan bisa dibersihkan dengan soda kue, lho! Permukaan dengan material tertentu dapat tergores bila dibersihkan menggunakan soda kue.

    Lantas, bahan apa saja yang mudah tergores? Cek daftar benda yang nggak cocok dibersihkan pakai soda kue di sini, dilansir dari Better Homes & Gardens, Senin (8/7/2024).


    Benda yang Tidak Boleh Dibersihkan Pakai Soda Kue

    1. Marmer dan Kuarsa

    Dengan sifatnya yang agak abrasif memang soda kue dapat menghilangkan noda dari permukaan yang keras. Namun, soda kue dapat menggores dan mengikis permukaan lapisan pelindung yang terdapat di marmer dan kuarsa. Untuk menghindarinya, kamu bisa gunakan cream cleanser atau liquid cleanser.

    2. Aluminium

    Soda kue merupakan alkaline yang berarti jika terpapar pada barang yang berbahan aluminium akan menyebabkan terjadinya oksidasi. Barang aluminium kamu bisa karatan dan berubah warna. Jika terlanjur terpapar, segera bilas dan bersihkan setelah dicuci untuk mengurangi paparannya.

    3. Kompor Kaca Keramik

    Kompor kaca keramik tidak disarankan dibersihkan dengan soda kue karena mudah tergores. Nah, kamu bisa gunakan cream cleanser atau scraper untuk membersihkan sisa makanan pada kompor tersebut.

    4. Lantai dan Furnitur Kayu

    Soda kue bisa memberi lapisan kayu dan furniture goresan kecil dan warna kusam pada lapisannya. Lama-lama dapat mengikis lapisan kayu kemudian menjadi keropos dan rusak.

    5. Cermin dan Jendela

    Soda kue tidak cocok untuk membersihkan cermin dan jendela yang rentan tergores karena dapat meninggalkan bekas goresan kecil. Pastinya akan membuat jendela dan cermin kamu jelek dan nggak bisa diperbaiki kembali.

    Itulah sejumlah benda di rumah yang tidak boleh dibersihkan dengan soda kue. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Maksimalkan Ruang di Rumah Minimalis


    Jakarta

    Rumah minimalis banyak ditemukan di tengah kota karena keterbatasan lahan dan mahalnya harga tanah. Meski demikian, ada beberapa tips agar rumah minimalis tidak terasa sempit.

    Sering kali rumah minimalis dianggap sangat sempit, sehingga harus membatasi barang-barang yang ada di dalamnya. Kamu bisa lho mengatur barang-barang sedemikian rupa agar tetap bisa masuk di dalam tanpa membuat rumah terasa sempit.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini tipsnya.


    1. Kurangi Benda-benda di Lantai

    Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengurangi benda-benda yang memakan banyak ruang di lantai. Meski demikian, bukan berarti kamu tidak boleh memiliki apapun yang ada di lantai, hanya saja membatasinya.

    Jika barang-barang tersebut banyak mengambil ruang di lantai, sebaiknya bisa digunakan beragam kegiatan. Sebagai contoh, kursi-kursi di ruang tamu tidak hanya digunakan sebagai tempat duduk saja, tetapi juga bisa digunakan sebagai ruang penyimpanan.

    2. Buang Dekorasi yang Tidak Perlu

    Dilansir dari Apartment Therapy, untuk memaksimalkan ruang yang ada di rumah minimalis, kamu bisa meminimalisir penggunaan dekorasi yang tidak begitu berguna yang ada di dinding. Kamu bisa memasang rak di tembok untuk menaruh barang-barang penting.

    Sebagai contoh, jika pemasangan rak dinding di dapur, kamu bisa menaruh alat makan di sana. Sementara itu, jika memasang rak dinding di ruang keluarga, kamu bisa menaruh beberapa buku, remote TV, dan sebagainya.

    3. Buat Ruangan Multifungsi

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, kamu bisa membuat suatu ruangan multifungsi di dalam rumah minimalis. Misalnya di dekat meja makan terdapat sebuah rak yang bisa digunakan untuk menaruh barang-barang dan di bawah rak tersebut bisa digunakan untuk menaruh mesin cuci.

    Itulah beberapa tips memaksimalkan ruang di rumah minimalis. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Meja di Dapur Sering Basah, Lebih Baik Dikeringkan Pakai Lap atau Tisu?


    Jakarta

    Dapur adalah ruangan yang mudah basah dan kotor. Kamu memerlukan alat kebersihan yang tepat agar perabotan di dapur tidak mudah rusak. Misalnya perabotan yang tahan panas, air, dan kelembapan.

    Namun, setiap bahan punya kekurangan dan kelebihan, ada yang tahan air tetapi tidak bisa dengan panas, begitu pun sebaliknya. Salah satu perabotan yang rentan rusak terhadap panas dan air adalah meja. Apa pun bahannya meja rentan berjamur dan rusak.

    Untuk mencegahnya, kamu bisa melapisi meja dengan plastik atau memilih bahan yang paling cocok, kayu, plastik, atau besi. Selain mencegah, kamu juga harus sering membersihkannya. Cara ini membantu permukaannya tetap bersih dan kering. Biasanya bahan yang digunakan untuk membersihkannya bisa dengan lap atau tisu.


    Dua bahan ini dinilai bagus untuk menyerap cairan seperti air atau cairan lainnya. Namun, dari segi efisiensi, lap dan tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir Better Homes & Gardens, Sabtu (20/7/2024), berikut beberapa kelebihan dan kekurangan lap dan tisu untuk membersihkan meja.

    Kelebihan dan Kekurangan Tisu

    Kertas tisu adalah salah satu bahan kebersihan yang mudah didapat dan sekali pakai. Semakin banyak menggunakan tisu, maka semakin banyak sampah menumpuk. Tisu juga bukan bahan yang mudah di daur ulang sehingga dapat berakhir sebagai limbah. Kamu bisa menggunakannya mungkin dalam keadaan darurat seperti saat alat kebersihan lain tidak ada di tempat.

    Kelebihan dan Kekurangan Lap

    Lap biasanya dibuat dari kain atau plastik sintetis. Lap adalah bahan kebersihan yang bisa digunakan berulang kali. Namun, perawatannya tidak praktis. Kamu harus sering mencucinya setelah dipakai. Lalu jika telah digunakan untuk cairan berwarna akan lebih sulit dibersihkan.

    Kebersihan Lap vs Tisu

    Ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, menyampaikan tisu lebih higienis dibandingkan kain lap. Sementara itu, lap harus dicuci setelah digunakan sehingga membutuhkan air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan bersih dari kuman.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang tidak rutin diganti tidak hanya menjadi sarang kuman berbahaya, melainkan juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Lebih Baik Lap atau Tisu?

    Untuk menilai lebih efektif yang mana, tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Saat kamu memilih menggunakan lap, kamu harus berkomitmen untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Ganti lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih bisa membantu mensterilkan kain lap secara berkala.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Kenapa Rumah Diserang Rayap dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran rayap di rumah sangat merugikan pemilik rumah yang menggunakan perabotan dan struktur bangunan kayu. Bagaimana tidak? Serangga yang satu ini adalah pemakan kayu, sehingga kerap merusak mebel kayu di rumah.

    Sangat disayangkan kalau bangunan rumah dan perabotan sampai rusak gegara rayap. Sebelum kejadian, sebaiknya kamu melakukan langkah-langkah mencegah rayap masuk ke rumah.

    Ada sejumlah alasan mengapa rumah kamu sampai diserang rayap. Dari mulai kondisi rumah yang lembap, hingga lalainya kita melakukan pemeriksaan.


    Berikut ini cara mencegah rayap masuk rumah yang dikutip dari Better Homes & Gardens, Senin (5/8/2024).

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Jangan biarkan ada area lembap di rumah karena rayap tertarik untuk bersarang lokasi seperti ini. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Apabila sudah terlanjur lembap, maka segera atasi masalah tersebut dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    3. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    4. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    5. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa cara mencegah rayap masuk ke rumah. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com