Tag: better homes & gardens

  • 4 Hal Sederhana yang Bikin Nyamuk Nggak Bakal Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering kali menggigit manusia sehingga bikin kulit jadi bentol dan gatal-gatal.

    Lebih parah lagi, gigitan nyamuk bisa menyebabkan seseorang mengalami demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

    Jika nyamuk sering masuk ke dalam rumah, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara sederhana yang bikin nyamuk ogah datang lagi ke rumah kamu. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    4 Hal Sederhana yang Bikin Nyamuk Nggak Bakal Masuk Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips sederhana yang dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah:

    1. Tutup Celah di Rumah

    Langkah yang pertama adalah dengan menutup celah di rumah. Sebab, nyamuk bisa masuk lewat lubang tersebut karena memiliki ukuran badan kecil.

    Apabila rumah kamu dilengkapi dengan ventilasi udara dianjurkan memasang jaring. Fungsinya agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah dan ventilasi tetap berfungsi mengalirkan udara.

    Selain itu, tutup pintu saat sore dan malam hari karena pada waktu tersebut nyamuk sering beterbangan. Tutup pintu dengan rapat supaya nyamuk tak bisa masuk ke dalam rumah.

    2. Pakai Pewangi Ruangan

    Kamu juga bisa menambahkan pewangi ruangan di beberapa sudut rumah untuk mencegah nyamuk datang. Agar lebih efektif, pilih wangi yang mengeluarkan aroma menyengat seperti serai, lavender, pepermin, atau kayu manis.

    Pewangi ruangan yang dipasang bisa berupa semprotan, lilin, atau diffuser yang diletakkan di sudut rumah. Jadi fungsinya tak hanya mengusir nyamuk, tapi juga membantu menyegarkan ruangan.

    3. Pasang Tanaman Hias

    Kalau tidak mau menggunakan pewangi ruangan, kamu bisa membeli tanaman hias seperti mint, marigold, lavender, dan serai. Tanaman tersebut diklaim dapat mengusir nyamuk secara efektif.

    Letakkan tanaman hias ini di sudut-sudut ruangan. Pastikan tanaman hias juga disiram dan ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari agar tetap tumbuh.

    4. Atur Tingkat Kelembapan

    Mengatur tingkat kelembapan di rumah bisa menjadi salah satu langkah efektif untuk mengusir nyamuk. Salah satu caranya adalah dengan menyalakan AC.

    AC yang menyala dapat mendinginkan sekaligus menurunkan kelembapan ruangan. Kondisi ini dinilai kurang ideal bagi nyamuk untuk bertahan hidup sehingga memilih untuk pergi.

    Demikian empat hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket dengan Tepat


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di rumah yang sangat mudah kotor. Sebab, bisa saja ada tumpahan air, minyak, atau sisa makanan yang jatuh ke lantai.

    Terkadang, lantai dapur akan terasa sangat lengket dan kotor usai memasak. Selain bikin tidak nyaman, lantai dapur yang tidak dibersihkan dapat mengundang berbagai hewan, seperti lalat, semut, tikus, hingga kecoak.

    Sebenarnya, membersihkan lantai dapur yang kotor bisa dilakukan dengan mudah. Ingin tahu caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Lantai Dapur yang Lengket

    Kamu dapat membersihkan lantai dapur yang lengket dan kotor dengan mudah. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Sapu Kotoran yang Ada di Lantai

    Langkah pertama adalah dengan menyapu lantai dapur secara rutin, terutama setelah memasak. Biasanya, sisa-sisa makanan atau bumbu sering jatuh ke lantai sehingga bikin kotor.

    Selain itu, debu dan kotoran juga bisa muncul di dapur sehingga terasa tidak nyaman saat menginjak lantai. Kalau jarang disapu, debu bisa membuat permukaan keramik jadi kusam dan muncul goresan.

    2. Pel Lantai dengan Cairan Pembersih

    Tak hanya disapu, lantai dapur juga perlu dipel agar tidak terasa lengket. Dianjurkan menggunakan cairan pembersih khusus lantai agar efektif mengangkat kotoran dan menciptakan aroma wangi ke seluruh dapur.

    Jika ditemukan ada bekas noda minyak di lantai, sebaiknya jangan langsung dipel dengan kain pel. Bersihkan noda minyak tersebut dengan tisu atau kain lap kering.

    Setelah mengepel lantai dapur, sebaiknya kain pel dicuci dan dijemur sampai kering. Langkah ini dilakukan agar kain pel tidak mengeluarkan bau tak sedap saat digunakan lagi.

    3. Cek Noda di Ubin Dapur

    Usai mengepel lantai, sebaiknya cek kembali seluruh permukaan ubin dapur. Pastikan tidak ada sisa noda seperti minyak, air, ataupun bahan dapur lainnya.

    Soalnya, sisa noda yang tidak dibersihkan lama-lama akan menjadi lengket dan menempel ke keramik. Selain jadi sulit dibersihkan, hal itu membuat keramik terlihat kusam.

    4. Hati-hati Muncul Kerak Sabun

    Apabila lantai dapur terlihat buram setelah dibersihkan, kemungkinan ada kerak sabun yang menempel ke ubin. Untuk mengatasinya, kamu bisa membersihkan lapisan keramik dengan pembersih serbaguna non-abrasif.

    Selain itu, kamu juga bisa membuat pembersih buatan alami dengan menggunakan perasan jeruk lemon segar yang dicampur air. Lalu, bersihkan sisa-sisa kerak sabun yang menempel di lantai dapur.

    5. Keringkan Lantai Dapur

    Setelah dipel sampai bersih, kamu perlu mengeringkan lantai dapur dengan membuka ventilasi udara atau menggunakan kipas angin. Sebab, sisa-sisa air yang menempel di lantai bisa membentuk bercak. Seiring waktu, bercak air akan menempel dan membentuk kerak sehingga menyebabkan lantai dapur terlihat kotor.

    Kamu juga bisa mengeringkan lantai dapur menggunakan kain kering. Pastikan keramik dilap secara optimal hingga ke sudut-sudut dapur agar tidak ada sisa air.

    Itu dia cara mudah membersihkan lantai dapur yang lengket dengan tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 5 Benda Elektronik Ini Sedot Banyak Listrik Meski Tak Dipakai


    Jakarta

    Rumah biasanya dilengkapi dengan berbagai benda elektronik yang mengandalkan sumber listrik langsung. Beberapa di antaranya pun terus menyedot listrik meski sedang tidak digunakan.

    Benda penyedot energi itu dapat membuat tagihan listrik bengkak, lho. Jika ingin menekan tagihan, penghuni sebaiknya cabut sambungan kabel perangkat yang tak digunakan dari stopkontak. Kalau mau lebih praktis, gunakan perangkat tambahan yang mudah memutus aliran listrik tanpa perlu mencabut kabel dari stopkontak.

    Lantas, perangkat elektronik apa saja yang menyedot banyak energi dalam keadaan mati? Simak penjelasannya berikut ini seperti yang dikutip dari Better Homes & Gardens.


    Benda Elektronik yang Sedot Banyak Listrik

    Inilah beberapa benda elektronik yang sebaiknya dicabut ketika tidak digunakan.

    1. Ponsel, Tablet, dan Charger

    Ponsel dan tablet sering digunakan penghuni rumah dalam kehidupan sehari-hari sehingga nggak heran kalau benda ini menghabiskan banyak energi. Perangkat tersebut sebenarnya hanya perlu diisi daya atau charge selama satu hingga tiga jam tetapi terkadang dibiarkan semalaman.

    Perangkat charger terus menyedot energi bahkan saat ponsel atau tablet tidak dicolokkan. Nah, cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah dengan mencabut charger ketika daya benda elektronik sudah penuh.

    2. Peralatan Dapur

    Dapur biasanya dilengkapi dengan sejumlah peralatan elektronik seperti microwave, air fryer, dan ketel listrik. Benda tersebut biasanya masih menyedot listrik untuk menampilkan display digital atau jam.

    Meski tak menghabiskan banyak energi, benda tersebut secara bersamaan dapat menyedot listrik dalam jumlah besar. Selain mencabut aliran listrik, penghuni bisa mengurangi pemborosan listrik dengan menggunakan peralatan dasar tanpa pengatur waktu atau layar elektronik.

    3. Kulkas dan Freezer

    Kulkas dan freezer selalu dalam keadaan menyala untuk mendinginkan makanan. Jika punya rencana liburan mendatang, sebaiknya habiskan sisa makanan yang ada di lemari es dan freezer, lalu cabut aliran listrik alat ini sampai penghuni kembali.

    4. TV dan Konsol Game

    Perangkat hiburan seperti televisi dan konsol game menggunakan daya hanya dengan mencolokkannya ke stopkontak. Perangkat itu tetap dalam mode siaga sehingga dapat menerima sinyal masuk meski dalam keadaan mati. Cara terbaik untuk mengurangi pemborosan energi adalah mencabut perangkat elektronik ini saat tidak digunakan.

    5. Komputer

    Komputer yang masih tercolok terus menyedot listrik bahkan saat komputer tidak menyala. Pastikan untuk mematikan komputer dan mencabut pengisi daya dengan benar untuk mengurangi pemborosan listrik.

    Itulah beberapa benda elektronik yang menghabiskan banyak listrik meski tidak digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Susah Buka Pintu Kayu yang Seret? Ini Cara Perbaikinya


    Jakarta

    Pernahkah kesulitan membuka pintu kayu? Saat diayun, pintu kayu yang seret bisa sampai menggesek lantai.

    Arsitek Denny Setiawan pernah mengatakan banyak orang memakai material kayu untuk pintu rumah. Beberapa jenis kayu terkenal kuat seperti merbau, jati, dan ulin.

    “Kayu minimal. Kalau untuk pintu saran saya minimal merbau. Tapi tidak menutup kemungkinan pintu jati atau pintu ulin misalnya,” ujar Denny kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Namun, bahan ini punya kekurangan yaitu bisa seret alias susah dibuka dan ditutup. Kondisi seperti ini cukup mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Jika pintu susah dibuka, pemilik dapat memperbaikinya kok. Simak cara memperbaiki pintu seret berikut ini.

    Cara Perbaiki Pintu Kayu Seret

    Inilah tips untuk mengatasi pintu kayu yang susah dibuka, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Bersihkan Pintu dan Kusen

    Salah satu penyebab pintu seret adalah kusen pintu sudah kotor. Periksa pintu dan kusen untuk melihat adanya kotoran seperti sisa cat, tumpukan debu, atau kotoran yang menempel. Bersihkan kusen pintu dari kotoran tersebut agar pintu mudah dibuka.

    2. Kencangkan Engsel

    Selain itu, pintu kayu bisa seret karena ada sekrup yang longgar. Untuk mengatasinya, cukup kencangkan engsel pintu.

    Jika sekrup berputar tapi tak bisa dikencangkan, ganti dengan sekrup yang lebih besar. Lalu, posisi pelat juga dapat diatur untuk mengatasi pintu seret.

    3. Pangkas Bawah Pintu

    Kalau pintu masih seret, kemungkinan pintu kayu memuai karena lembap. Pemilik bisa memangkas bagian bawah pintu dengan cara menyerut dan mengamplasnya.

    Itulah cara memperbaiki pintu yang susah dibuka dan menggesek lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Benda Ini Suka Lupa Dibersihkan di Rumah Padahal Kotor Banget!


    Jakarta

    Banyak yang beranggapan kamar mandi adalah tempat terkotor di rumah. Nggak heran kalau penghuni akan rajin membersihkan ruangan ini. Padahal ada area lain yang juga kotor tapi suka terlewat buat dibersihkan.

    Sejumlah benda di rumah sering dipegang penghuni dalam kesehariannya. Namun tampilannya tak terlihat kotor sehingga penghuni bisa lupa membersihkannya. Benda itu bisa jadi tempat bersarang bakteri, lho. Oleh karena itu, pastikan untuk rajin membersihkan setiap sudut rumah ya.

    Apa saja benda yang kotor tapi sering lupa dibersihkan di rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Benda yang Suka Lupa Dibersihkan

    Inilah sederet barang yang rawan kotor karena jarang dibersihkan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. Meja

    Comfortable workplace with potted plantsIlustrasi meja. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos

    Meja yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang kuman. Kalau penghuni sering bekerja di rumah, kuman tak hanya bersarang di komputer tetapi meja juga. Meja standar dapat mengandung 400 kali lebih banyak kuman dibandingkan dudukan toilet.

    2. Gagang Pintu

    Ilustrasi gagang pintu rumahIlustrasi gagang pintu rumah Foto: via Pixabay

    Tentunya penghuni rumah sering menyentuh gagang pintu. Bakteri yang menempel pada seseorang dapat berpindah ke gagang, lalu tersentuh oleh orang berikutnya.

    3. Saklar Lampu

    Ilustrasi saklar lampuIlustrasi saklar lampu Foto: Shutterstock

    Selain itu, saklar lampu juga sering disentuh berkali-kali sepanjang hari. Hal ini membuat saklar penuh dengan bakteri.

    4. Wastafel Dapur

    wastafelwastafel Foto: Getty Images/ben-bryant

    Wastafel dapur adalah salah satu area tertinggi yang terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella dan E.coli. Sebab, tempat ini digunakan untuk mencuci sayur dan daging mentah. Lalu, banyaknya partikel makanan dan kelembapan menjadikannya tempat yang cocok buat kuman berkembang biak.

    5. Spons Dapur

    Spons pencuci piringSpons. Foto: Shutterstock/

    Meski sering terkena sabun, spons dapur bisa jadi benda yang sangat kotor di rumah. Spons dan kain lap ditemukan mengandung sebanyak 45 miliar mikroba bakteri per centimeter. Pasalnya, spons sangat berpori sehingga rawan mengundang kuman.

    6. Perlengkapan Tempat Tidur

    ilustrasi ranjang/kamar tidur/sepraiilustrasi seprai Foto: Getty Images/FreshSplash

    Jika penghuni tidak mengganti seprai dan sarung bantal selama seminggu, akan ada 17 ribu partikel lebih banyak bakteri pada sarung bantal daripada dudukan toilet. Pastikan untuk mencuci seprai setiap minggu dan sediakan sarung bantal ekstra untuk diganti lebih sering.

    Itulah benda yang harus rajin dibersihkan karena rawan kotor di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 7 Tanda Handuk Sudah Harus Diganti yang Baru


    Jakarta

    Handuk memiliki fungsi penting agar seluruh badan bisa kering setelah mandi. Handuk yang umumnya terbuat dari bahan katun juga perlu diganti dengan yang baru agar tetap nyaman saat dipakai.

    Kain handuk yang sudah tipis, kotor, dan bolong tentu kurang efektif dalam menyerap air sehingga tubuh akan tetap basah walau sudah dikeringkan. Namun, masih banyak yang tidak tahu tanda-tanda kalau handuk sudah perlu diganti.

    Agar tetap nyaman dan efektif menyerap air, ketahui ciri-ciri handuk yang harus diganti dengan yang baru dalam artikel ini.


    Tanda-tanda Handuk Perlu Diganti

    Ada beberapa tanda handuk perlu diganti dengan yang baru. Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut penjelasannya.

    1. Handuk Tidak Mampu Menyerap Air

    Tanda yang pertama dan mudah diketahui adalah handuk tidak dapat menyerap air secara optimal. Jika penghuni rumah merasa badan masih tetap basah meski sudah dikeringkan dengan handuk, itu tandanya handuk sudah perlu diganti.

    “Tanda-tanda yang menunjukkan sudah waktunya mengganti handuk Anda adalah ketika handuk tersebut sudah kehilangan sifat lembut dan kurang menyerap air,” kata pendiri dan CEO Weezie Towels Lindsey Johnson.

    2. Mengeluarkan Bau Tidak Sedap

    Handuk dapat mengeluarkan bau tak sedap seiring penggunaan. Bau tersebut bisa muncul karena handuk terlalu lembap akibat tidak dijemur di bawah matahari.

    Namun jika handuk sudah dicuci sampai bersih dan masih tercium aroma tidak sedap, itu tandanya sudah harus diganti dengan yang baru.

    3. Sudah Dipakai Selama Bertahun-tahun

    Handuk yang tidak diganti selama bertahun-tahun akan lebih cepat kotor dan bau. Lindsey menyebut batas waktu penggunaan handuk maksimal selama dua tahun setelah dibeli.

    “Jika dirawat dengan baik dan benar, handuk berkualitas tinggi dapat bertahan hingga dua tahun, tapi semua itu tergantung dari penggunaan,” ucapnya.

    4. Handuk Terasa Kasar

    Jika kain handuk sudah terasa kasar saat menyentuh kulit, bisa menandakan kalau handuk sudah perlu diganti dengan yang baru. Selain faktor penggunaan, handuk bisa terasa kasar akibat residu minyak tubuh.

    “Handuk bisa terasa kasar akibat residu minyak tubuh dan detergen yang menumpuk di dalam kain. Penumpukan ini dapat menyebabkan rasa kasar yang bikin tidak nyaman,” ujar Daelin Arney dan Cozy Earth.

    5. Warna Handuk Memudar

    Selain kain yang terasa kasar di kulit, tanda lainnya adalah warna handuk sudah mulai pudar. Jika handuk warnanya tidak secerah dulu, mungkin saatnya untuk membeli handuk baru.

    Namun jika handuk berwarna putih dan terlihat sudah kusam, cobalah untuk mengembalikan warnanya lagi dengan pemutih pakaian. Perlu diingat, cara ini akan berhasil jika handuk belum terlalu pudar dan kotor.

    6. Ada Bercak Jamur

    Beberapa orang terkadang tidak sadar jika ada jamur pada handuk yang digunakan setiap hari. Kalau menemukan ada bercak jamur yang cukup banyak, segera buang handuk tersebut dan beli yang baru.

    Jamur bisa muncul karena handuk sudah terlalu lembap. Cobalah menjemur handuk di bawah matahari setelah digunakan untuk mengeringkan badan.

    7. Handuk Sudah Robek

    Ciri-ciri terakhir adalah muncul sobekan atau lubang pada kain handuk. Pada dasarnya, handuk memang tidak dirancang untuk waktu yang lama sehingga cepat atau lambat bisa muncul lubang di beberapa sisi.

    Itulah tanda-tanda handuk sudah harus diganti dengan yang baru. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Menyapu Lantai Rumah Setiap Hari? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Menyapu merupakan pekerjaan rumah tangga yang paling dasar. Dengan menyapu, debu dan kotoran yang menempel di lantai dapat terangkat sehingga tidak memberikan kesan berpasir saat diinjak.

    Namun, beberapa orang kerap malas untuk menyapu rumah sehingga lantai disapu hanya beberapa kali dalam seminggu. Di sisi lain, justru ada pemilik rumah yang rutin menyapu lantai, bahkan bisa tiga kali dalam sehari.

    Adanya perbedaan prinsip dalam menyapu lantai menimbulkan pertanyaan, apakah perlu menyapu lantai rumah setiap hari? Biar nggak bingung, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Perlukah Menyapu Lantai Setiap Hari?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, tidak ada aturan tertulis soal menyapu lantai. Kamu boleh menyapu lantai satu kali dalam sehari atau tiga hari sekali. Semua itu tidak masalah asalkan seluruh kotoran dan debu dapat terangkat.

    Namun, ada sejumlah faktor yang mengharuskan kamu untuk menyapu lantai setiap hari. Berikut faktor-faktornya:

    1. Ada Anak Kecil di Rumah

    Apabila kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak, disarankan untuk menyapu lantai setiap hari. Sebab, debu dan kotoran yang menempel di lantai bisa saja masuk ke dalam tubuh si kecil secara tidak sengaja. Kuman dan bakteri yang tertelan ke dalam tubuh bisa menimbulkan penyakit bagi sang buah hati.

    2. Punya Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan berbulu di rumah seperti kucing, maka dianjurkan untuk menyapu lantai secara rutin. Sebab, bulu hewan yang rontok dapat berbahaya bagi kesehatan para penghuni rumah.

    “Penting untuk menjaga kebersihan lantai yang sering dilalui, jika Anda memiliki hewan peliharaan maka kamu perlu menyapu lantai lebih sering,” kata pakar pembersih profesional Ivan Ivanov.

    3. Faktor Lingkungan Rumah

    Jika kamu tinggal di lingkungan yang kotor, maka kamu harus rutin menyapu lantai secara rutin. Sebab, debu dan kotoran bisa menempel di lantai, furnitur, hingga sela-sela pintu dan jendela.

    Apabila tetangga di sebelah rumah sedang melakukan renovasi besar-besaran, maka kamu harus menyapu lantai setiap hari. Soalnya, partikel debu dan pasir bisa terbang ke halaman rumah, sehingga jadi berdebu dan lantai terasa berpasir saat diinjak.

    4. Ruangan

    Seberapa sering kamu harus menyapu lantai juga tergantung dari ruangan di rumah. Untuk area dapur, ruang makan, ruang tamu, dan pintu masuk rumah perlu disapu secara rutin karena sering dilalui.

    Khusus dapur dan ruang makan, kamu perlu menyapu lantai setelah masak dan menyantap makanan. Terkadang, ada sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari penghuni rumah. Kalau sisa makanan dibiarkan saja maka dapat mengundang semut, lalat, dan kecoak masuk ke rumah.

    Untuk ruangan seperti kamar tidur dan ruang kerja sebaiknya tidak perlu disapu setiap hari, tapi tetap dibersihkan secara teratur agar tidak ada debu dan kotoran. Kamu bisa menyapu ruangan tersebut setiap 2-3 hari sekali.

    “Sangat penting untuk menyapu lantai, lalu dilanjutkan dengan mengepel. Sebab, seiring waktu debu dan kotoran dapat menumpuk dan membuat lantai Anda berpasir,” pungkas Ivan.

    Itulah penjelasan tentang menyapu lantai di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segera Cabut 7 Benda Elektronik Ini Ketika Hujan Badai!


    Jakarta

    Belakangan ini cuaca di sejumlah daerah sedang diguyur hujan deras. Bahkan, hujan disertai petir dan angin kencang turut melanda beberapa wilayah di Indonesia.

    Saat terjadi hujan deras disertai petir, sebaiknya segera berlindung di dalam rumah. Lalu, disarankan untuk mencabut barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak agar tidak tersambar petir.

    Sebab, sambaran petir bisa memicu terjadinya lonjakan arus listrik, sehingga dapat merusak barang elektronik yang masih terhubung ke stopkontak.


    Penasaran, apa saja barang elektronik yang perlu dicabut ketika sedang hujan deras disertai petir? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Barang Elektronik yang Perlu Dicabut saat Hujan Badai

    Ketika hujan badai disertai petir melanda rumah kamu, dianjurkan untuk segera mencabut sejumlah barang elektronik dari stopkontak. Meski begitu, tidak semua barang elektronik perlu dicabut.

    Direktur Komunikasi Asosiasi Produsen Peralatan Rumah Tangga Chris Doscher mengatakan peralatan portabel perlu segera dicabut dari stopkontak saat hujan badai. Sebab, petir yang menyambar dapat menyebabkan lonjakan daya yang dapat merusak peralatan kecil.

    “Secara umum, peralatan portabel harus dicabut dari stokkontak saat tidak digunakan. Pastikan kabelnya berada di tempat yang aman agar tidak tertarik atau tersangkut sehingga tidak menyebabkan penghuni rumah tersandung,” kata Doscher mengutip Better Homes & Gardens.

    Beberapa peralatan portabel yang dimaksud oleh Doscher di antaranya:

    • Mesin pembuat kopi
    • Air fryer
    • Mixer
    • Pemanggang roti
    • Microwave
    • Vacuum cleaner
    • Blender.

    Menurut Doscher, barang-barang di atas perlu segera dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Langkah ini untuk mengantisipasi sambaran petir yang bisa saja menimbulkan kerusakan pada barang elektronik tersebut.

    Tidak Semua Barang Elektronik Harus Dicabut saat Hujan Badai

    Akan tetapi, Doscher menyebut tidak semua barang elektronik di rumah harus dicabut dari stopkontak, terutama jika terjadi hujan badai. Ada beberapa barang yang telah dirancang dan diuji menahan lonjakan arus listrik.

    “Ada barang-barang elektronik yang telah dirancang dan diuji untuk menahan lonjakan arus listrik ketika sedang badai,” ujarnya.

    Beberapa barang elektronik yang tidak perlu dicabut antara lain kulkas, mesin pencuci piring (dishwasher), dan mesin cuci. Menurutnya, barang elektronik tersebut masih tetap aman walau tidak dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai.

    Namun, jika kamu khawatir dengan barang elektronik lainnya seperti TV, radio, PC, atau konsol game, tidak masalah jika dicabut dari stop kontak. Pastikan kamu segera mencabutnya ketika sudah melihat tanda-tanda ada hujan badai, sebelum petir menyambar dan merusak barang elektronik.

    Itulah tujuh barang elektronik yang perlu dicabut dari stopkontak saat terjadi hujan badai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Sofa di ruang tamu menjadi tempat yang nyaman bagi penghuni rumah maupun tamu yang datang untuk duduk santai sambil mengobrol. Maka dari itu, banyak orang yang membeli sofa dengan harga puluhan juta rupiah agar mendapatkan kenyamanan ekstra.

    Walau harga sofa yang dibeli punya harga selangit dan begitu empuk saat diduduki, tapi kenyamanan tersebut akan sirna jika sofa jarang dibersihkan. Seiring waktu, sofa akan cepat kotor dan berdebu karena selalu diduduki setiap hari.

    Apalagi kalau kamu sering menyantap makanan di sofa ruang tamu. Terkadang, sisa remahan makanan yang jatuh ke sofa bisa masuk ke dalam sela-sela, sehingga dapat mengundang serangga seperti semut dan kecoak untuk datang.


    Maka dari itu, sebaiknya kamu perlu membersihkan sofa secara berkala agar tetap nyaman saat diduduki. Lantas, seberapa sering sofa harus dibersihkan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Seberapa Sering Sofa Harus Dibersihkan?

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, idealnya sofa di ruang tamu harus dibersihkan seminggu sekali. Paling telat setiap dua minggu sekali agar sofa tetap nyaman untuk digunakan.

    Sofa dapat dibersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner. Langkah ini efektif untuk menyedot debu dan kotoran yang menempel di permukaan, bagian bawah, dan sela-sela sofa.

    “Hal ini terutama berlaku untuk sofa berbahan kain karena debu dan kotoran cenderung menempel dan tersangkut di serat sofa,” kata pakar interior dan kebersihan di Dyson Asaph Ooi.

    Apabila terdapat noda di sofa, kamu bisa membersihkannya dengan larutan detergen cair atau sabun cuci piring yang dicampur air hangat, lalu oleskan menggunakan kain secara perlahan.

    Untuk noda membandel di sofa, kamu dapat membersihkan dengan bahan alami seperti cuka putih atau soda kue. Sedangkan khusus sofa dari bahan kulit, disarankan dilap dengan kain lembap dan cairan pembersih khusus material kulit.

    Tidak hanya menyingkirkan debu dan noda yang menempel, Asaph menyebut membersihkan sofa setiap minggu dapat mencegah tungau bersarang dan berkembang biak di dalam sofa. Sebab, serangga kecil ini dapat hidup di tempat gelap dan lembap.

    “Banyak orang yang mungkin tidak sadar akan hal ini, tetapi tungau dapat berkembang biak di tempat gelap, hangat, dan lembap dengan banyak sel kulit mati. Ini termasuk sofa dan tempat tidur,” ujarnya.

    Membersihkan sofa secara berkala juga dapat menjaga kesehatan penghuni rumah. Sebab, partikel debu dan kotoran bisa beterbangan di udara. Jika debu terhirup ke dalam tubuh maka bisa memicu penyakit seperti alergi dan gangguan sistem pernapasan.

    Penting juga untuk membersihkan bantal kecil yang ada di sofa. Sebab, tungau jugs bisa tumbuh di dalam sarung bantal sehingga dapat mengganggu kenyamanan ketika sedang bersantai.

    Tips Membersihkan Sofa dengan Vacuum Cleaner

    Agar debu dan kotoran di sofa bisa terangkat secara maksimal, Asaph menyarankan memakai vacuum cleaner nirkabel dengan daya hisap tinggi. Dengan begitu, seluruh debu yang menempel bisa terangkat.

    Sedot debu di permukaan sofa pakai vacuum cleaner secara perlahan. Setelah itu, lepas bagian jok sofa dan bersihkan area bawah serta sela-sela sofa. Terkadang, area ini kerap ditemukan banyak helai rambut, sisa makanan, semut, hingga tungau.

    Bersihkan juga sarung bantal sofa dan sedot dengan vacuum cleaner. Bila perlu, cuci sarung bantal di mesin cuci dengan detergen cair agar bersih dan wangi.

    Demikian tips membersihkan sofa dan seberapa sering sofa harus dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman Hias yang Bikin Rumah Wangi dan Segar, Ada Lavender-Melati


    Jakarta

    Agar rumah terasa wangi dan segar, penghuni bisa menggunakan cara alami yakni dengan memelihara tanaman hias. Sebab, ada sejumlah tanaman hias yang memiliki wangi semerbak.

    Selain bikin harum ruangan, wangi dari tanaman hias juga bisa memberikan efek menenangkan. Memelihara tanaman hias juga dapat mempercantik hunian sehingga tampak lebih indah dan estetis.

    Ingin tahu, apa saja tanaman hias yang memiliki aroma wangi dan segar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Punya Aroma Wangi

    Ada sejumlah tanaman hias yang memiliki aroma wangi sehingga cocok digunakan untuk pengharum ruangan alami. Dilansir situs Better Homes & Gardens dan Living Etc, berikut ini daftarnya.

    1. Melati

    Bunga melati.Foto: iStock/Photographer

    Melati merupakan salah satu tanaman yang populer dan banyak tumbuh di Indonesia. Ciri khas dari tumbuhan ini adalah memiliki bunga berwarna putih dan mengeluarkan aroma semerbak.

    Merawat melati terbilang cukup mudah karena bisa ditanam di tempat yang teduh dan minim cahaya matahari. Melati juga cocok ditanam di tanah yang tidak terlalu basah dan lembap.

    2. Rosemary

    Rosemary tuscan bisa menjadi opsi terbaik untuk mempercantik sekaligus mengharumkan ruangan. Selain itu, tumbuhan herbal ini memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Ciri khas dari rosemary tuscan yakni memiliki daun berwarna hijau tua dan mengeluarkan aroma kuat. Rosemary biasanya digunakan untuk teh, tapi juga bisa dicampur dengan bahan makanan.

    Agar tumbuh subur, rosemary sebaiknya diletakkan di ruang terbuka karena membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari. Penghuni juga bisa meletakkan rosemary di jendela atau teras rumah.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Tanaman hias yang satu ini sudah dikenal sejak lama dapat mengharumkan ruangan. Bahkan, wangi dari lavender dapat mengusir serangga seperti nyamuk dan lalat.

    Lavender dapat tumbuh subur di dalam ruangan, asalkan syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misalnya, lavender perlu mendapatkan cahaya matahari selama 6-8 jam sehari. Oleh sebab itu, tanaman ini sebaiknya diletakkan di dekat jendela.

    4. Mawar

    A field of beautiful colorful roses blooming in the garden.Foto: Getty Images/Aekprachaya Ayuyuen

    Selain melati, mawar merupakan salah satu tanaman hias yang juga populer di Indonesia. Mawar memiliki aroma yang harum semerbak sehingga dapat menyegarkan ruangan.

    Cara merawat mawar cukup dengan meletakkannya di tempat yang cukup sinar matahari. Pastikan tanah yang digunakan untuk menanam mawar dalam kondisi sebagian lembap agar tumbuh dengan baik.

    5. Gardenia

    Gardenia atau kacapiring bisa menjadi opsi terbaik untuk tanaman di dalam rumah. Sebab, bunganya yang berwarna putih memiliki aroma wangi dan segar. Bunganya yang terlihat cantik juga cocok digunakan untuk hiasan rumah.

    Merawat gardenia terbilang cukup mudah, cukup dengan mengganti pot secara berkala dan sering dipangkas agar tidak tumbuh terlalu besar.

    6. Oregano

    Oregano (Origanum vulgare) merupakan tanaman yang sering digunakan pada bumbu masak, khususnya masakan Mediterania dan Meksiko. Punya aroma cukup tajam dan khas, oregano ternyata juga bisa digunakan sebagai pewangi ruangan alami.

    Agar tumbuh subur, penghuni bisa menanam oregano di tempat yang terkena bawah sinar matahari penuh. Selalu siram oregano secara teratur tapi jangan terlalu berlebihan.

    7. Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.Foto: iStock

    Tanaman mint sering digunakan untuk membuat minuman kesehatan, salah satunya infused water. Tidak hanya menyegarkan tubuh, daun mint juga memiliki aroma yang khas sehingga dapat mengharumkan ruangan.

    Menanam mint ternyata juga mudah. Pastikan tanahnya dalam kondisi lembap tetapi jangan terlalu basah. Lalu, jangan terlalu banyak memberi pupuk karena dapat menghilangkan rasa dan aromanya.

    8. Lilac

    Satu lagi tanaman hias yang memiliki aroma wangi, yaitu lilac. Tanaman yang berwarna ungu kemerahan ini memiliki aroma wangi yang segar, sehingga dapat mengharumkan ruangan secara alami.

    Lilac termasuk tanaman yang dapat hidup dalam waktu lama, asalkan dirawat secara tepat. Tanaman ini dapat tumbuh subur dengan ditanam di bawah sinar matahari penuh selama 6 jam sehari. Siram lilac secara teratur, terutama ketika kondisi tanahnya sudah sangat kering.

    Itulah delapan tanaman hias yang punya aroma wangi dan segar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com