Tag: biaya tukang

  • Upah Tukang Bangunan 2024, dari Tukang Kayu-Pasang Listrik



    Jakarta

    Saat akan membangun maupun renovasi rumah, tentunya memerlukan tukang. Untuk membangun atau renovasi rumah bisa dilakukan oleh tukang harian maupun tukang borongan, tergantung dengan keperluan.

    Jika renovasinya minor, kamu bisa menggunakan tukang harian. Penggunaan tukang harian ketika membangun rumah bisa saja lebih hemat jika dilakukan pengawasan setiap harinya, sehingga tidak ada pekerjaan yang tertunda atau terlewat.

    Kira-kira berapa ya biaya jasa tukang harian? Dilansir dari Lamudi, berikut ini daftarnya.


    Jasa Satuan Harga
    Tukang Kayu Per hari Rp 110.000
    Tukang Gali Per hari Rp 95.000
    Tukang Besi Beton Per hari Rp 120.000
    Tukang Batu Per hari Rp 100.000
    Tukang Cat Per hari Rp 115.000
    Tukang Besi Profil Per hari Rp 125.000
    Tukang Ledeng Per hari Rp 115.000
    Tukang Listrik Per hari Rp 120.000

    Sebagai catatan, harga tersebut bisa berubah tergantung dari wilayah tempat tinggal.

    Sementara itu, dalam catatan detikProperti pada 2023, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky mengatakan harga tukang berbeda-beda setiap daerahnya. Misalnya, untuk di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) upah tukang harian sekitar Rp 150.000-200.000.

    “Tergantung di daerah juga, tapi kalau di daerah Jabodetabek itu masih ada Rp 150-200 ribu itu ada, tergantung dari kualitas, kecepatan, dan ketelitian tukang,” tuturnya kepada detikProperti, ditulis Jumat (15/12/2023).

    Beda lagi dengan harga kenek. Kenek di sini maksudnya adalah pekerja yang membantu tukang. Panggah menyebutkan, upah kenek bangunan per hari bervariasi, untuk di Jabodetabek sekitar Rp 100.000-130.000.

    Sementara itu, untuk upah mandor atau kepala tukang sedikit lebih tinggi dari harga tukang dan kenek. Upah mandor sekitar Rp 200.000-250.000 per hari.

    “Kalau mandor bisa Rp 200.000-250.000 karena dia kan tipenya hanya pengawas aja, jadi dia yang akan mimpin,” ungkapnya.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Roster di Rumah? Begini Simulasi Hitung-hitungan Biayanya!


    Jakarta

    Pernah mendengar dinding roster? Dinding ini biasanya dibuat dari susunan batu yang ukurannya serupa dan tengahnya terdapat banyak lubang. Akhir-akhir ini dinding roster tengah menjadi tren, terutama pada area depan rumah.

    Mengutip dari buku 28 Ide Desain Fasad Rumah Minimalis, roster bisa digunakan sebagai aksen fasad ataupun secondary skin pada bangunan.

    Fungsi utama dari roster adalah menjadi akses sirkulasi udara di rumah hingga menambah estetika. Dengan adanya lubang-lubang pada dinding, udara bisa melalui celah tersebut, tetapi panas tidak akan langsung mengarah ke dalam rumah. Mengenai estetika, roster yang memiliki pola dan lubang tentu terlihat lebih menarik daripada dinding polos.


    Jika kita ingin membuat dinding roster di rumah, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan ya?

    Biaya Pasang Dinding Roster di Rumah

    Menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, Selasa (3/9/2024), saat ingin membangun roster, yang perlu dipersiapkan adalah biaya material dan biaya upah tukang.

    Misalnya, kamu ingin membangun dinding ukuran 3 x 1,5 meter dengan menggunakan roster dari tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Sebagai gambaran, begini contoh perhitungannya.

    Biaya Material

    Sebelum memulai hitung-hitungan, sebagai informasi harga material yang tertera berikut adalah perkiraan dari harga rata-rata di pasaran. Harga ini akan berbeda tergantung pada merek yang digunakan.

    a. Mortar (campuran semen dan pasir): Rp 120.000 per sak. Jumlah yang dibutuhkan kira-kira 2 sak. Total biaya: Rp 240.000.

    b. Roster tanah liat ukuran 20 x 20 cm. Roster ini ada yang dijual satuan seharga Rp 10.000/pcs.

    Nah, cara menghitung kebutuhan roster untuk dinding ukuran 3 x 1,5 meter sebagai berikut:

    Untuk roster ukuran 20 x 20 cm maka kira-kira dibutuhkan 76 pcs roster. Apabila harga satuan roster Rp 10.000, maka totalnya Rp 760.000 untuk biaya beli roster. Jumlah roster ini bisa disesuaikan dengan luas batu tulangan yang akan dibangun.

    c. Besi Tulangan

    Besi yang dibutuhkan sisi kanan dan kiri dinding adalah 2 batang. Ketinggian dinding tersebut 1,5 meter x 2 maka 3 meter. Sisi kanan dan kiri apabila ditotal 6 meter. Kemudian, bagian bawah dan atas juga masing-masing 2 sehingga dibutuhkan 4 batang x 3 meter maka jadi 12 meter.

    Besi yang bisa dibeli ukuran 10 meter atau 8 meter. Apabila ingin membeli besi tulangan 10 meter maka kamu harus membeli 2 batang besi tulangan. Harga satuannya berkisar Rp 50.000/batang.

    Total biaya besi tulangan: Rp 100.000

    Jumlahkan seluruh biaya mortar + roster + besi tulangan = Rp 240.000 + Rp 760.000 + Rp 100.000

    Total biaya material = Rp 1.100.000 atau Rp 1,1 juta.

    Biaya Tukang

    Untuk membuat dinding roster berukuran 3 x 1,5 meter membutuhkan sekitar 2 tukang dengan waktu pengerjaan paling lama 2 hari. Anggap saja biaya 1 tukang sekitar Rp 200.000 per orangnya. Berikut ini biaya pembuatan kolam renang dari segi upah tukang:

    Total biaya tukang = jumlah tukang x lama pengerjaan x upah

    Total biaya tukang = 2 x 2 x Rp 200.000 = Rp 800.000

    Biaya tukang = 2 hari x Rp 200.000 = Rp 400.000/orang

    Sehingga total perkiraan biaya pembuatan dinding roster ukuran 3 x 1,5 meter adalah:

    Rp 1.100.000 + Rp 800.000 = Rp 1.900.000 atau Rp 1,9 juta.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Perbedaan Tukang Harian dan Borongan, Pilih yang Mana?


    Jakarta

    Saat merencanakan proyek renovasi atau pembangunan rumah, salah satu keputusan yang harus diambil adalah memilih jasa tenaga kerja yang tepat. Dua opsi yang umum digunakan adalah tukang harian dan tukang borongan.

    Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan, anggaran, dan skala pekerjaan. Jadi, memahami perbedaan keduanya bisa membantu pemilik rumah dalam mengambil keputusan. Berikut perbedaan tukang harian dan borongan.

    Perbedaan Tukang Harian dan Borongan

    Tukang harian dan borongan memiliki perbedaan dalam sistem pembayaran, waktu penyelesaian, serta upah yang diberikan. Mengutip buku 54 Inspirasi Desain Pengembangan Rumah type 36, 45, dan 54 oleh Atitya Murti, 24 Desain Rumah di Bawah 80 Juta oleh DMaximus arc, hingga situs jual beli rumah, berikut penjelasan dari perbedaan keduanya.


    1. Sistem Pembayaran

    • Tukang harian: Dibayar per hari berdasarkan hari kerja
    • Tukang borongan: Dibayar berdasarkan proyek dalam jangka wakt tertentu. Biaya ditentukan sesuai dengan kesepakatan di awal.

    2. Waktu Penyelesaian

    • Tukang harian: Cenderung lebih lambat dalam menyelesaikan pekerjaan dibandingkan tukang borongan.
    • Tukang borongan: Lebih cepat dari tukang harian, karena melibatkan banyak orang dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Namun, karena cenderung cepat selesai, perlu pengawasan di lapangan.

    3. Biaya

    • Tukang harian: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang harian lebih besar dari tukang borongan dan keahlian spesifik diperlukan. Namun, tukang harian bisa lebih hemat jika pengawasan dilakukan setiap hari, sehingga tak ada pekerjaan tertunda atau keterlambatan material.
    • Tukang borongan: Biaya yang dikeluarkan untuk tukang borongan lebih murah. Sebab, tukang borongan menerapkan strategi tertentu untuk mengefisiensi waktu dan penggunaan bahan bangunan.

    4. Jenis Proyek

    • Tukang harian: Relatif lebih kecil dan sederhana. Contohnya, renovasi ruangan atau perbaikan rumah
    • Tukang borongan: Umumnya diberikan untuk proyek yang lebih besar. Contohnya, bangunan komersial dan hunian baru.

    5. Hasil Pekerjaan

    • Tukang harian: Umumnya, tukang harian lebih detail ketika menyelesaikan pekerjaan. Apabila ada hasil pekerjaan yang kurang memuaskan dan perlu dilakukan penggantian pekerja, lebih mudah melakukan pemutusan hubungan kerja.
    • Tukang borongan: Hasil pekerjaannya baik, berkualitas, dan tepat waktu. Dengan catatan, pemilik rumah memahami tata cara serta tahapan dalam membangun rumah. Pemilik rumah juga perlu mempunyai cukup waktu untuk mengawasi tukang di lapangan.

    6. Tanggung Jawab

    • Tukang harian: Lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan karena bekerja berdasarkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Tanggung jawab lebih besar. Sebab melakukan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    Pilih mandor atau tukang yang sudah dipercaya dan bisa bekerja dengan profesional. Tukang profesional akan bekerja dengan tidak mengulur waktu meski dibayar harian. Begitu pula tukang profesional yang dibayar borongan juga tidak akan mengerjakan secara terburu-buru, tapi lebih mementingkan kualitas pekerjaannya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Tukang Harian VS Borongan, Mana yang Lebih Cocok buat Proyek Kita?


    Jakarta

    Saat membangun rumah, pasti membutuhkan tukang untuk mengerjakannya. Namun, masih banyak yang bingung untuk memilih antara tukang harian dan borongan.

    Jika melihat dari sebutannya, kedua kelompok tukang ini dibedakan dari cara penghitungan upahnya. Menurut unggahan media sosial Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tukang harian merupakan pekerja konstruksi yang dibayar per hari kerja atau harian. Pembayarannya dihitung dengan menjumlahkan hari kerja per orang dan per tugas.

    Sementara itu, tukang borongan adalah pekerja konstruksi yang dibayar berdasarkan proyek yang diselesaikan dalam jangka waktu tertentu dengan biaya tetap yang telah disepakati di awal.


    Dari pengertiannya sudah tergambar jelas apabila tukang harian pemberian upahnya sesuai dengan lama kerjanya dan sesuai tugas. Semakin lama waktu pengerjaannya, upah yang harus diberikan juga semakin banyak. Sementara itu, tukang borongan telah memiliki ketentuan yang jelas yakni besar upah dan lama pengerjaannya.

    Perbedaan lagi di antaranya keduanya masih banyak, berikut rinciannya.

    1. Tugas

    • Tukang harian: Lebih fokus karena dipekerjakan berdasarkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Lebih besar karena berkaitan dengan pengelolaan proyek secara keseluruhan.

    2. Jenis Pekerjaan yang Bisa Diambil

    • Tukang harian: Relatif kecil dan sederhana, seperti renovasi ruangan atau perbaikan rumah.
    • Tukang borongan: Umum digunakan pada proyek yang lebih besar, seperti hunian baru atau bangunan komersial.

    3. Efisiensi

    • Tukang harian: Biasanya biaya lebih tinggi karena membutuhkan keahlian spesifik.
    • Tukang borongan: Efisiensi biaya dan waktu karena menerapkan strategi tertentu. Contohnya dari penggunaan bahan bangunan.

    4. Waktu Penyelesaian

    • Tukang harian: lebih fleksibel, bisa lebih cepat dan lebih lama.
    • Tukang borongan: Lebih cepat karena mengerahkan lebih banyak tukang dengan jadwal yang pasti.

    5. Kualitas Pekerjaan

    • Tukang harian: Umumnya lebih detail dalam menyelesaikan pekerjaan.
    • Tukang borongan: Jika dikerjakan terburu-buru berpotensi berpengaruh pada kualitas bangunan.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Buat Kolam Renang di Rumah? Segini Perkiraannya Untuk Ukuran 3×5 Meter



    Jakarta

    Kolam renang merupakan salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan rekreasi di rumah. Penghuni rumah tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk datang ke kolam renang umum jika di rumah bisa membuatnya.

    Banyak orang berfikir membuat kolam renang harus memiliki lahan yang cukup. Menurut arsitek Denny Setiawan tidak ada ukuran khusus untuk luas kolam renang. Namun, batas minimum luasnya adalah 2,4 meter persegi yang dinilai cukup untuk meluruskan kaki dan berendam.

    Bagi detikers yang tertarik untuk membuat kolam renang, tetapi belum tahu biaya yang dibutuhkan, begini simulasi perhitungannya untuk kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter.


    Biaya Material

    Hal pertama yang harus disiapkan adalah biaya material. Berikut rinciannya.

    Semen: Rp 57.000 per sak. Jumlah kebutuhan 50 sak. Total biaya: Rp 2.850.000

    Pasir: 1 truk, total biaya sekitar Rp 2.200.000. Sebagai informasi, harga pasir di setiap kota berbeda, tergantung jenis dan wilayahnya.

    Biaya konstruksi lainnya (besi, kerikil untuk campuran beton, dsb): Rp 5.000.000

    Umumnya kolam renang memakai penutup dari material keramik yang permukaannya lebar atau yang keramik mozaik yang kecil-kecil. Menimbang luas kolam renang yang hanya 3×5 meter, lebih baik menggunakan keramik mozaik.

    Dalam satu dus ada keramik mozaik ukuran 30×30 dengan total satu meter persegi, harganya sekitar Rp 199.000.

    Nah, untuk menghitung kebutuhan keramik kolam renang ukuran 3×5 dengan kedalaman 2 meter yaitu:

    Panjang x tinggi x 2 = 5x2x2 = 20 m2

    Lebar x tinggi x 2 = 3x2x2 = 12 m2

    Panjang x lebar = 5×3 = 15 m2

    Totalnya: 47 m2

    Untuk membeli keramik untuk kebutuhan 47 m2 dibutuhkan sebanyak 47 dus. Maka: Rp 199.000 x 47 = Rp 9.353.000

    Pipa air 1 set: Rp 10.000.000

    Pompa air: 20.000.000

    Tangga kolam renang: Rp 1.500.000 per buah.

    Total biaya material: Rp 40.853.000

    Biaya Tukang

    Saat membuat kolam renang, tentu kita membutuhkan tukang. Mereka akan bertanggung jawab mengeruk tanah, memastikan keamanan dan kepadatan tanahnya, meratakan tanah, membuat kolam renang, finishing, pemasangan pompa air, hingga pengisian air. Jumlah tukang yang dibutuhkan untuk ukuran kolam renang tersebut adalah 4 tukang dengan estimasi pengerjaan 3 bulan atau 120 hari.

    Upah tukang untuk membuat kolam renang pribadi berukuran 3x5x2 meter adalah Rp 200 ribu. Maka, untuk pengerjaan 3 bulan, berikut biaya tukang yang harus disiapkan.

    4 x 120 x Rp 200.000 = Rp 96.000.000

    Biaya Pengisian Air Kolam

    Pengisian kolam renang juga membutuhkan biaya. Hal ini dikarenakan volume air yang dibutuhkan besar dan terdapat biaya listrik untuk pompanya. Sebagai informasi, air yang dibutuhkan untuk mengisi kolam per m3 yaitu 1.000 liter. Berikut biaya yang dibutuhkan untuk mengisi kolam renang bervolume 30 m3.

    30 x 1.000 liter: 30.000 liter

    Bila membeli air sendiri lewat perusahaan air tangki, harganya rata-rata sekitar Rp 800.000 per 8.000 liter. Karena volume air kolam renang 30.000 liter, maka dibutuhkan 4 truk tangki. Jadi biayanya Rp 800 ribu x 4 = Rp 3.200.000.

    Total Biaya Pembuatan Kolam Renang

    Apabila ditotal, kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3x5x2 meter:

    Rp 40.853.000 + Rp 96.000.000 + Rp 3.200.000 = Rp 140.053.000.

    Itulah kisaran biaya pembuatan kolam renang ukuran 3×5 meter dengan kedalaman 2 meter. Besar biaya tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk semua pembuatan kolam renang karena harga material bisa meningkat dari waktu ke waktu, biaya upah juga bisa disesuaikan dengan desain, waktu pengerjaan, dan kerumitannya, serta biaya pengisian air bisa berbeda di masin-masing wilayah. Simulasi ini diharapkan bisa menjadi panduan dasar untuk memperkirakan agar mendapat gambaran besar biaya yang perlu disiapkan. Bisa jadi saat detikers membuat kolam renang, biayanya jauh lebih murah dan mahal. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com