Tag Archives: biaya

Bukan Cuma Beli, Bangun Rumah Sendiri Bisa Pakai KPR, Ini Syaratnya!



Jakarta

Banyak orang lebih memilih membangun rumah sendiri daripada membeli yang sudah jadi di pengembang. Biasanya mereka telah memiliki lahan sendiri, kemudian membangun bangunan di atasnya. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah membangun rumah sendiri modal yang dibutuhkan tidak sebesar saat membeli rumah yang sudah jadi.

Bagi kamu yang ingin membangun rumah sendiri, tetapi tabungan masih belum tercukupi, kamu bisa lho mengajukan KPR untuk bangun rumah. Banyak bank sudah menyediakan produk peminjaman ini dengan masa tenor yang beragam. Layanan ini bisa membantu kamu mewujudkan rumah impian terutama jika itu rumah pertama.

Profesional kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki mengatakan KPR bangun rumah bisa digunakan untuk tempat tinggal yang dibangun dari nol. Untuk persyaratannya sebagai berikut.


Persyaratan Mengajukan KPR buat Bangun Rumah

1. Data Pribadi, RAB, dan Arsitek

Panggah mengatakan persyaratan yang penting disiapkan jika ingin mengajukan KPR bangun rumah adalah mempersiapkan data pribadi, dokumen Rancangan Anggaran Biaya (RAB), hingga telah menunjuk arsitek tertentu.

“Untuk pembiayaannya bisa dilakukan dengan pinjam bank, persyaratannya dibutuhkan sertifikat agunan yang dijaminkan, kemudian dokumen RAB dan arsitek yang lengkap,” kata Panggah pada detikcom, seperti yang dikutip pada Kamis (5/12/2024).

2. Slip Gaji dan Skor Kredit

Dihubungi terpisah, menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat menyebutkan pada saat mengajukan KPR bangun rumah, kamu perlu menyiapkan assessment, menunjukkan bukti pendapatan per bulan, hingga skor kredit yang tidak bermasalah.

“Tata caranya bisa datang ke bank pilihan yang ada produk pinjaman KPR, dan disana Kamu akan dikasih tau syarat-syaratnya apa saja. Dan untuk persyaratannya ada identitas diri, assessment, agunan, fixed income, dan skor kredit yang tidak bermasalah,” ucap Taufiq.

3. Agunan

Taufiq juga menyebut terkait agunan yakni aset atau properti yang diberikan kepada bank sebagai penjamin atas pinjaman yang diambil. Agunan ini tetap akan diminta untuk pinjaman jangka panjang dan pendek.

“Pinjaman KPR ini ada yang pengembaliannya jangka panjang dan jangka pendek. Untuk pinjaman jangka panjang, bank membutuhkan agunan dan memiliki tenor sampai dengan 20 tahun. Sedangkan,pinjaman jangka pendek periodenya di bawah 5 tahun,” sambungnya.

Sebagai catatan, persyaratan di atas akan berbeda pada masing-masing bank. Ada yang membutuhkan persyaratan lainnya selain yang disebut di atas sehingga kamu perlu memperhatikan dan mencari tahu persyaratan lengkapnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Punya Gaji Setara UMP Jakarta, Berapa Harga Rumah yang Bisa Dibeli?



Jakarta

Upah minimum provinsi (UMP) Jakarta sudah ditetapkan sebesar Rp 5.396.761 atau Rp 5,3 juta untuk tahun depan. Para pekerja bisa menggunakan upah atau gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan, seperti membeli rumah.

Dengan penghasilan segitu, kira-kira berapa harga rumah yang bisa dibeli ya?

Harga rumah sangat bervariasi, yakni bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah. Jika belum mempunyai tabungan yang cukup untuk membeli rumah secara cash atau tunai, ada opsi pembayaran melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Cara tersebut memungkinkan kamu untuk mencicil atau mengangsur rumah setiap bulannya.


Untuk membeli dengan cara KPR, kamu harus mengajukan pinjaman kepada bank. Pihak perbankan akan menilai kemampuan membayar kamu sebelum memutuskan memberikan KPR.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk membeli rumah adalah menentukan target harga rumah yang mau dibeli. Kalau penghasilan setara UMP Jakarta 2025, berikut kisaran harga rumah yang bisa dibeli dengan KPR.

Ketua Asosiasi Perencana Keuangan IARFC Indonesia Aidil Akbar Madjid mengatakan pekerja dengan gaji Rp 5,3 juta mempunyai kemampuan mencicil sekitar Rp 1,6 juta per bulan. Menurutnya, rumah yang dapat dibeli harganya tidak sampai Rp 200 juta.

“Berarti beli rumah di bawah Rp 200 juta. Kalau gitu harus ikut program pemerintah. Kalau beli dari rumah yang non-subsidi atau non-program pemerintah pasti nggak akan dapat harga Rp 200 juta,” ujar Aidil kepada detikProperti belum lama ini.

Lalu, ia menjelaskan membeli rumah dengan harga segitu bisa mengambil tenor KPR sekitar 15-20 tahun. Namun, sebelumnya perlu menyiapkan uang muka atau down payment (DP) berkisar 30 persen dari harga rumah.

Aidil pun mencontohnya untuk rumah seharga Rp 180 juta, berarti harus menyiapkan DP sebanyak Rp 54 juta. Uang muka tersebut dapat dikumpulkan selama 3,5 tahun dengan menabung 1,6 juta per bulan.

Terpisah, Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menyampaikan hal senada, yakni memilih program rumah subsidi dari pemerintah yang menawarkan rumah subsidi dengan bunga rendah 5-6 persen tetap dan DP ringan.

Selain rumah subsidi yang harganya di bawah Rp 200 juta, Arianto mengungkapkan secara teknis pekerja UMP bisa mengajukan KPR untuk rumah yang lebih mahal. Tentunya dengan berbagai syarat yang berlaku dan tergantung penilaian perbankan.

“Dengan asumsi akan ada kenaikan rutin UMP 5-7% setiap tahun, maka harga rumah yang dapat dibeli adalah pada range Rp 500 jutaan untuk tenor 15 tahun dan Rp 800 jutaan untuk tenor 20 tahun,” katanya.

Meski awalnya mencicil sebesar Rp 1,6 jutaan, besaran angsuran untuk tahun-tahun berikutnya bisa meningkat. Skema pembayaran tersebut tergantung dengan perjanjian dengan pihak perbankan.

Bank akan mempertimbangkan karir seseorang yang akan meningkat dari waktu ke waktu sebelum menyetujui pengajuan KPR. Adapun pekerjaan yang lebih dipertimbangkan oleh bank, yakni pekerjaan pada perusahan terkenal dengan status pegawai tetap dan pengikatan angsuran dari rekening payroll.

“Tentunya bank atau lembaga pembiayaan akan mengkaji lebih dalam tentang skema DP-nya, beberapa program yang bisa dijalankan dengan catatan aplikan atau calon debitur masih berusia muda adalah DP 0% alias DP diangsur, menyediakan uang muka Rp 50-100 juta, dan angsuran meningkat secara gradual dari waktu ke waktu,” tuturnya.

Sembari menabung, Arianto menyarankan untuk menjalankan gaya hidup frugal supaya bisa mengalokasikan lebih banyak dana rumah. Batasi biaya untuk hiburan, makan di luar, atau belanja impulsif.

Kemudian, carilah sumber penghasilan tambahan. Kamu bisa mengambil pekerjaan sampingan atau usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan bulanan.

Kamu juga dapat menggabungkan penghasilan keluarga untuk membeli rumah. Jika sudah menikah, penghasilan pasangan dapat digabungkan untuk meningkatkan kelayakan kredit dan memperbesar kemampuan mencicil.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Berapa Biaya Akad KPR? Simak Rincian dan Sistem Angsurannya Berikut


Jakarta

Saat memutuskan untuk membeli rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maka yang perlu dipersiapkan adalah proses akadnya. Berapa sih biaya akad KPR? Pertanyaan ini pasti tersirat sebelum dilakukan perjanjian resmi selanjutnya.

Mengingat sebelum sampai pada tahap tersebut, ada sejumlah biaya yang harus dipenuhi. Biaya akad KPR sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak calon pembeli rumah, terutama karena jumlahnya dapat bervariasi tergantung pada jenis KPR dan kebijakan bank.

Biaya akad biasanya harus dilunasi di awal, sehingga perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci dalam proses pembelian rumah melalui KPR. Berikut informasinya, dilansir dari beberapa laman resmi perbankan, Pegadaian, dan Kementerian Keuangan.


Berapa Biaya Akad KPR?

Sistem KPR cukup sederhana, dimulai dengan membayar uang muka, bank akan memberikan pinjaman untuk sisa harga rumah tersebut. Rumah kemudian akan dicicil dengan besaran bunga tertentu, sesuai ketentuan bank masing-masing dan dalam periode yang telah disepakati.

Biasanya, tenor KPR bisa berkisar antara 5-20 tahun, tergantung pada kemampuan finansial dan kesepakatan dengan pihak bank. Biaya akad KPR harus dibayarkan oleh debitur kepada bank atau lembaga keuangan, saat menyelesaikan proses perjanjian kredit untuk pembelian rumah. Adapun rincian biayanya sebagai berikut:

1. Down payment (DP)

Biasanya, ketika ingin membeli rumah, terutama tipe secondary, calon pembeli harus menyediakan sekitar 20% dari total harga properti sebagai DP awal. Akan tetapi, dalam beberapa kasus ada juga pembebanan DP 0% yang dapat diberikan, umumnya pembelian rumah primary dari pengembangan dan biasanya merupakan bagian dari suatu program pemerintah.

2. Biaya BPHTB

Dikutip dari Intiland, biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan pajak yang harus dibayar oleh pribadi atau badan yang mendapatkan perolehan hak atas tanah atau bangunan dari suatu perbuatan atau peristiwa hukum. Hal ini juga termasuk rumah KPR.

Untuk besarannya, biaya yang harus dibayar 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Sebagai informasi, nilai BPHTB berbeda di setiap daerah.

3. Biaya Administrasi dan Proses

Biaya administrasi biasanya berbeda setiap bank, sesuai kebijakan masing-masing. Hal yang sama dengan biaya proses KPR. Akan tetapi, biasanya untuk menarik nasabah, pihak perbankan tidak memungut biaya administrasi alias gratis.

Komponen ini mencakup biaya yang dikenakan untuk proses administrasi, seperti verifikasi data dan pengolahan dokumen. Nominalnya bervariasi tergantung kebijakan bank, tetapi umumnya lebih kecil dibandingkan biaya provisi.

4. Biaya Appraisal

Umumnya, biaya ini muncul karena adanya proses pengecekan dan validasi dokumen KPR dan rumah yang menjadi objek transaksi. Pada umumnyan, biaya appraisal sekitar Rp 350.000-1.000.000.

5. Biaya Provisi Bank

Biaya provisi adalah biaya yang ditetapkan oleh bank sebagai kompensasi atas layanan pemberian kredit. Besarnya sampai 1% dari total pinjaman dan hanya dibayarkan satu kali di awal. Biaya ini menjadi salah satu komponen utama yang perlu diperhatikan saat menghitung total biaya KPR.

Biaya provisi KPR dibebankan kepada pengaju kredit. Umumnya, biaya ini dilunasi sebelum proses akad kredit dilaksanakan dan hanya perlu dibayarkan sekali saat mengajukan KPR.

Biaya provisi KPR sebesar 1% dari plafon kredit yang Anda terima. Misalnya, plafon kredit yang diterima adalah Rp 350.000.000, maka biaya provisi yang harus dibayar: 1% x 350.000.000 = Rp 3.500.000.

6. Biaya Notaris

Biaya notaris yang dibayarkan berbeda-beda tergantung dari keperluan klien. Dikutip dari Lifepal, berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2004, tarif jasa notaris ditentukan berdasarkan nilai ekonomis dan nilai sosiologis dari setiap akta yang dibuat.

  • Jika transaksi mencapai Rp 100.000.000, honor yang didapat paling besar 2,5% dari nilai transaksi.
  • Jika transaksi antara Rp 100.000.000 – Rp 1.000.000.000, honor yang didapat 1,5%.
  • Jika transaksi di atas Rp 1.000.000.000, tarif notaris sebesar 1% dari nilai transaksi.
  • Sementara itu, nilai sosiologisnya didasari atas fungsi sosial dari objek setiap akta dengan honor paling besar Rp 5.000.000.

7. Biaya BPHTB

Saat membeli rumah, kamu akan memperoleh hak kepemilikan atas tanah dan bangunan. Oleh karena itu, ada pajak yang wajib dibayarkan, yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sebagai bagian dari proses kepemilikan tersebut.

8. Biaya APHT

Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), menjadi akta notaris yang mengesahkan hak tanggungan. Biaya APHT biasanya agak lebih tinggi.

Biaya ini digunakan untuk mengurus dokumen resmi yang mengikat properti yang dibeli sebagai jaminan kredit kepada bank. Dengan membayar biaya ini, properti yang kamu beli secara resmi dapat dijadikan agunan dalam perjanjian KPR.

9. Biaya Asuransi Jiwa dan Rumah

Asuransi jiwa wajib bagi debitur KPR untuk melindungi bank dari risiko kredit macet jika peminjam meninggal dunia. Besaran premi dihitung berdasarkan jumlah pinjaman, usia peminjam, dan beberapa faktor lain.

Jika ada asuransi jiwa, maka ahli waris tidak dibebani oleh utang KPR karena pembayarannya akan diselesaikan oleh pihak asuransi.

Sementara, asuransi rumah berfungsi untuk melindungi aset yang diagungkan dari kejadian butuk atau bencana. Untuk rate premi yang dibayarkan pun berbeda-beda, tergantung dari perusahaan asuransi.

Contohnya, seperti dikutip dari Lifepal, rumah yang akan diasuransikan memiliki luas 60 m2 dengan biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya Rp 4.000.000/m2. Dengan nilai tersebut maka nominal uang pertanggungannya yaitu:

Nilai Bangunan: Rp 4.000.000/m2 x 60 m2 = Rp 240.000.000

Setelah mengetahui nilai bangunan, dilanjutkan dengan menghitung rate premi asuransi rumah, yaitu tingkat premi yang dikenakan. Untuk menghitung rate premi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, bisa dengan satuan per mil bisa juga dengan satuan persentase.

Contohnya, rate premi perusahaan asuransi A adalah 0,2194%, maka premi yang harus dibayar adalah:

Rp 240.000.000 x 0,2194% = Rp 526.560

Maka, premi tahunan asuransi rumah dengan luas 60 m2 dari perusahaan asuransi A adalah Rp 526.560.

Asuransi menjadi perlindungan bagi properti yang dibeli dari risiko kerusakan akibat kebakaran, misalnya. Biaya preminya dipengaruhi oleh nilai bangunan serta lokasi properti.

Nah, itulah tadi perkiraan biaya akad KPR. Memahami rincian biaya akad ini dapat membantu calon debitur mempersiapkan dana dengan lebih baik dan memastikan proses KPR berjalan lancar.

(aau/fds)



Sumber : www.detik.com

Segini Kisaran Biaya Pembuatan Sumur Bor untuk Air Bersih


Jakarta

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib dimiliki setiap rumah. Terdapat sejumlah metode untuk mendapatkan air bersih, salah satunya adalah dengan sumur bor.

Penggunaan sumur bor dinilai lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan air bersih. Soalnya, detikers bisa memperoleh sumber air secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya per bulannya.

Mengutip situs Brighton, metode pembuatan sumur bor umumnya ditemukan di perkotaan, baik untuk kebutuhan industri hingga rumah tangga. Dahulu, cara untuk mendapatkan sumber air adalah dengan menggali tanah secara manual, tapi kini lebih mudah karena sudah tersedia mesin bor.


Harga pembuatan sumur bor juga beragam. Hal itu tergantung dari sejumlah faktor, seperti kedalaman dan diameter sumur.

Lantas, berapa kisaran biaya pembuatan sumur bor untuk sumber air bersih? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Harga Pembuatan Sumur Bor

Tertarik untuk membuat sumur bor sebagai sumber air bersih di rumah? Simak kisaran harganya di bawah ini berdasarkan diameter dan jenis bornya:

  • Diameter pipa ukuran 3 inch + bor jet pump: Rp 100.000 per meter
  • Diameter pipa ukuran 4 inch + bor jet pump: Rp 150.000 per meter
  • Diameter pipa ukuran 5 inch + bor sumur dalam: Rp 300.000 per meter
  • Diameter pipa ukuran 6 inch + bor sumur dalam: Rp 500.000 per meter
  • Diameter pipa ukuran 8 inch + bor sumur dalam: Rp 600.000 per meter
  • Diameter pipa ukuran 10 inch + bor sumur dalam: Rp 700.000 per meter

Sebagai catatan, harga di atas merupakan kisaran harga dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga yang tercantum baru jasa saja, belum termasuk biaya peralatan, mesin pompa, dan pipa yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Harga Paket Pembuatan Sumur Bor

Apabila tidak mau ribet, kamu bisa menggunakan jasa paketan sumur bor. Harga yang tertera sudah termasuk biaya tenaga dan material.

Berikut ini kisaran harga membuat sumur bor mulai dari tipe standar, menengah, hingga tinggi:

1. Tipe Standar

  • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 5.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 6.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 8.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 14.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 18.000.000

2. Tipe Menengah

  • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 6.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 7.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 15.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 20.000.000

3. Tipe Tinggi

  • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 7.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 9.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 16.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 22.000.000

Perlu diingat, harga di atas merupakan estimasi dan bisa berubah sewaktu-waktu. Lalu, harga paketan sumur bor juga dapat berbeda di setiap daerah.

Harga Pembuatan Sumur Bor di Jadetabek

Bagi detikers yang tinggal di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, simak kisaran harga pembuatan sumur bor untuk air bersih di bawah ini:

1. Wilayah Jakarta dan Depok

  • Sumur bor biasa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000
  • Sumur bor dan alat seperti pompa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 8.500.000
  • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter (sumur saja): Rp 9.000.000
  • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

2. Wilayah Bekasi dan Tangerang

  • Jasa pengeboran sumur maksimal kedalaman 30 meter: Rp 2.500.000
  • Pembuatan sumur bor tipe submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter: Rp 9.000.000
  • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

Kembali diingatkan, harga di atas hanya kisaran saja dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Demikian kisaran biaya pembuatan sumur bor untuk air bersih. Semoga dapat membantu detikers!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Segini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai


Jakarta

Renovasi rumah dari yang semula 1 lantai menjadi 2 lantai merupakan salah satu cara yang dipilih banyak orang. Sebab, keterbatasan lahan membuat rumah tidak bisa diperlebar luasnya, sehingga hanya bisa ditingkatkan ke atas.

Namun, ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk menambah lantai bangunan. Oleh sebab itu, sebaiknya perhitungkan anggaran secara rinci untuk merenovasi rumah agar bisa selesai sesuai keinginan detikers.

Akan tetapi, biaya untuk menambah lantai bangunan dapat berbeda-beda tergantung dari desain hingga lokasi rumah berada. Agar tidak bingung, simak estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai dalam artikel ini.


Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai jadi 2 Lantai

Apabila detikers berencana menambah lantai bangunan rumah, sebaiknya perlu mengetahui rincian biaya yang harus disiapkan. Lantas, berapa anggaran yang dibutuhkan?

Menurut Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah, Nuzhul Rizki mengatakan estimasi biaya untuk renovasi rumah dari 1 lantai menjadi 2 lantai sekitar Rp 4 juta per meternya. Namun, biaya tersebut masih estimasi sehingga perlu mengikuti harga pasar dan wilayah tempat tinggal.

CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat mengatakan untuk menambah lantai bangunan sekaligus menambah kamar mandi dapat menelan biaya sekitar Rp 3-5 juta per meter. Harga tersebut merupakan standar untuk wilayah Jabodetabek dan bisa berubah sewaktu-waktu.

“(Harga) per meter itu (Rp 3-5 juta) standar untuk keperluan dua lantai, bisa penambahan kamar, ada kamar mandinya. Itu balik lagi ke desainnya akan seperti apa. Kalau misalnya nambah lantai 2 untuk kos-kosan, di setiap kamar ada kamar mandi dan kamarnya kecil misal 3×3 meter dan jadinya 6 kamar, nah itu akan lebih besar (biayanya) karena temboknya lebih banyak, belum lagi bangunan kamar mandi yang mesti pakai keramik, kloset, wastafel, nah itu per meternya akan lebih besar,” kata Taufiq kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, harga Rp 3-5 juta per meter hanya untuk struktur bangunannya saja jika memang harus menambah kolom atau perubahan struktur rumah. “Semua kembali lagi, tergantung desain rumah,” ujar Taufiq.

Sebagai contoh, rumah tipe 36 dengan 2 kamar tidur ingin direnovasi menjadi 2 lantai. Di lantai atas akan ada 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi beserta balkon. Jika luas bangunan di lantai 2 sekitar 36 meter persegi, dengan harga renovasi per meter Rp 5 juta maka estimasi biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 180 juta.

Namun, biaya tersebut belum termasuk perabotan rumah, sehingga hanya ruangannya saja dengan spesifikasi material kualitas standar, sudah dikeramik, serta dicat dindingnya.

Estimasi Waktu Renovasi Rumah 1 Lantai jadi 2 Lantai

Dalam proses renovasi rumah dari 1 lantai menjadi 2 lantai, diperkirakan memakan waktu sekitar 4-6 bulan. Estimasi waktu renovasi rumah bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung dari desain rumah yang ingin direnovasi.

Taufiq mengatakan, proses renovasi rumah bisa saja lebih cepat sekitar tiga bulan saja. Asalkan, kamu harus menambah jumlah tukang yang bekerja.

“Tapi kalau di SobatBangun bisa juga 3 bulan. ‘Saya perlu 3 bulan jadi’, ya kita akan ukur tukang yang harus kerja berapa orang, apakah perlu lembur, atau perlu 2 shift. Nah itu akan lebih cepat,” ujarnya.

“Tapi kalau standar-standar aja pakai 3-4 orang tukang ya waktunya 4-6 bulan,” pungkas Taufiq.

Itu dia estimasi biaya untuk renovasi rumah 1 lantai yang ditingkatkan menjadi 2 lantai. Semoga bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

Jangan Buru-buru, Cek 7 Hal Ini Sebelum Beli Tanah


Jakarta

Tanah menjadi investasi properti yang disukai banyak orang karena nilainya terus bertambah. Untuk itu, membeli sebidang tanah merupakan langkah besar yang membutuhkan pertimbangan matang.

Kalau ingin membangun rumah di atasnya, kamu perlu memastikan lokasinya strategis. Selain itu, kamu juga perlu cek kondisi tanahnya cocok untuk dibangun rumah.

Jangan sampai salah memilih tanah. Berikut ini beberapa pertimbangkan sebelum membeli tanah, dikutip dari Family Handyman.

Pertimbangan Sebelum Membeli Tanah

Inilah beberapa hal yang perlu kamu pikirkan ketika hendak membeli lahan.

1. Luas Tanah

Salah satu hal pertama yang perlu dipikirkan ketika mencari properti adalah berapa luas tanah yang dibutuhkan. Luas tanah bisa tergantung dari preferensi penggunanya dalam memfungsikan lahan. Apakah kamu menginginkan pekarangan yang luas? Berapa kamar yang ingin dibuat?

Selain itu, tentu luas tanah juga tergantung budget karena berkaitan dengan harga tanah serta pajak yang harus dikeluarkan.

2. Lokasi Strategis

Sebaiknya memilih lokasi yang strategis, yakni yang tidak terlalu jauh dengan pusat komersil, kota, maupun layanan kesehatan. Kamu bisa menentukan jarak yang masuk akal dan mampu ditempuh ketika menghuni rumah di kawasan itu.

3. Akses Jalan

Selain lokasi yang strategis, kamu perlu mengevaluasi akses jalan di sekitar kawasan itu. Pertimbangkan ketersediaan jalan ataupun proyek pemerintah yang dapat memudahkan mobilitas kamu ke depannya.

4. Karakteristik Tanah

Karakteristik tanah juga penting untuk dipertimbangkan supaya sesuai dengan rencana pembangunan suatu hari nanti. Kalau kamu berencana berkebun, maka cari tanah yang gelap dan kaya akan unsur karbon. Lalu, mungkin kamu ingin membuat sumur, basement, dan lain sebagainya, sehingga perlu mempertimbangkan karakteristik tanah.

5. Akses Jaringan Listrik

Membeli tanah kosong, berarti kamu harus memikirkan ketersediaan akses jaringan listrik. Kamu bisa mencari tahu saluran listrik terdekat serta biaya yang perlu dikeluarkan untuk memastikan ketersediaan listrik di rumah pada lahan itu.

6. Saluran Pembuangan

Saluran pembuangan juga perlu dipertimbangkan ketika hendak membangun rumah. Cari tahu bagaimana sistem pembuangan di kawasan itu serta rencana pembuatan tangki septik dan perihal saluran pembuangan lainnya.

7. Jaringan Internet dan Seluler

Pastinya jaringan internet dan seluler menjadi pertimbangan penting karena komunikasi dan akses informasi apalagi di zaman yang serba internet ini. Maka, periksalah kualitas jaringan seluler serta ketersediaan buat memasang jaringan internet.

Itulah beberapa pertimbangan sebelum membeli tanah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Biaya Apa Saja yang Harus Dibayar saat Menyewa Apartemen?


Jakarta

Menyewa apartemen merupakan salah satu pilihan tempat tinggal bagi masyarakat di kota besar. Apartemen seringkali menawarkan kawasan yang strategis sekaligus fasilitas yang lengkap.

Meski demikian, ada berbagai biaya yang perlu dibayarkan secara rutin. Hal ini penting untuk diketahui memutuskan untuk menyewa apartemen.

Biaya yang Harus Dibayar saat Menyewa Apartemen

Biaya sewa apartemen, servis gedung, sinking fund, hingga parkir perlu dibayarkan oleh penyewa apartemen. Begini penjelasannya.


1. Biaya Sewa Apartemen

Biaya sewa apartemen bisa dilakukan dengan cicilan atau secara tunai. Menurut laman Aesia dari Kementerian Keuangan, biaya cicilan akan dihitung dari biaya sewa total dikurangi down payment (DP), kemudian dibagi dengan jangka waktu atau tenor cicilan yang dipilih.

2. Biaya Servis Gedung

Biaya servis gedung disebut juga sebagai biaya Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL). Biasanya, IPL akan dikenakan per bulan, per tiga bulan atau per tahun. Biaya yang dialokasikan akan digunakan untuk perawatan fasilitas apartemen, mulai dari kebersihan, keamanan, pengelolaan operasional, hingga pengelolaan sarana-prasarana apartemen.

3. Biaya Tarif Bisnis

Biaya tarif bisnis adalah biaya yang dibebankan kepada penghuni apartemen. Pengalokasian biaya ini adalah untuk listrik, air, internet, telepon, dan lain sebagainya.

Menurut pengamat properti Colliers Steve Sudjianto, biaya listrik dan air PAM di apartemen terhitung lebih mahal dibandingkan pada umumnya. Perhitungan listrik di apartemen skemanya sama seperti gedung kantor atau mal.

“Dari PLN itu masuk ke gedung itu kan sekaligus, trafo listriknya dan meteran besarnya sekaligus ke satu gedung. Baru dari satu gedung itu didistribusikan ke unit-unit. PLN nggak mau nagih satu per satu, dia tahunya gedung A gedung B dikelola siapa, ya tagihannya ke satu gedung itu. Baru nanti pengelola mendistribusikan per meteran listrik per masing-masing unit,” jelas Steve beberapa waktu lalu.

Sementara, pengamat properti Anton Sitorus mengatakan, listrik di apartemen juga bisa menggunakan listrik prabayar. Meski demikian, token yang dibeli hanya bisa dibeli dari pengelola apartemen.

Biaya air PAM di apartemen juga lebih mahal dari pada umumnya. Sebab, air harus diolah dan disalurkan hingga lantai tertinggi apartemen.

“Air kalau di rumah sesuai PAM kalau di apartemen butuh diolah dan disalurkan hingga lantai 10 pakai pompa, dan pompanya juga pakai listrik, ditambah harga per kubiknya juga beda,” kata Steve.

4. Biaya Parkir

Ada dua macam parkir di apartemen, yaitu parkir reserve dan non reserve. Parkir reserved sudah ada nomornya, tidak boleh dipakai oleh orang atau mobil berbeda. Sementara itu, parkir non-reserved sistemnya rebutan.

5. Biaya Perpanjangan Hak Guna Apartemen

Penyewa yang ingin menggunakan apartemen dalam jangka waktu lama perlu memikirkan biaya Hak Guna Bangunan (HGB) yang wajib diperpanjang untuk memperpanjang masa sewa. Adapun masa berlaku untuk status kepemilikan HGB yaitu berkisar antara 25 sampai 30 tahun.

6. Biaya Sinking Fund

Sinking fund adalah biaya yang dikeluarkan saat ada kerusakan fasilitas di unit apartemen yang ditempati. Jika ada kerusakan saluran air atau korsleting listrik, biaya perbaikan diambil dari sinking fund. Biaya ini berkisar sekitar Rp 100.000-Rp 200.000 per bulan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Ketahui 11 Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah KPR


Jakarta

KPR menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin punya rumah dengan skema cicilan. Tentunya sebelum mencicil, calon debitur wajib tahu jenis biaya yang harus dibayar pada penyedia KPR.

Selanjutnya, debitur bisa menyusun strategi keuangan untuk membayar cicilan tepat waktu hingga nantinya lunas. Debitur yang disiplin dan taat pada strategi keuangannya, tentu bisa membayar cicilan KPR tepat waktu.

Biaya yang Perlu Disiapkan untuk Membeli Rumah KPR

Booking fee, biaya appraisal, uang muka, dan asuransi perlu disiapkan saat ingin membeli rumah KPR. Mengutip laman BTN dan buku KPR 101 oleh KPR Academy, berikut penjelasannya:


1. Booking Fee

Booking fee menjadi bukti komitmen bagi konsumen yang mengingkan sebuah properti. Dengan booking fee, harga rumah yang akan dibeli bisa berkurang.

Besarannya bisa beragam, mulai dari Rp 500.000 sampai Rp 25.000.000. Semakin besar biaya booking fee, properti yang diinginkan makin mewah atau ramai peminat.

2. Biaya Appraisal/KJJP

Biaya appraisal merupakan biaya yang wajib dibayarkan dalam proses pengajuan KPR. Terdapat dua jenis biaya appraisal, yaitu biaya appraisal KJJP ((Kantor Jasa Penilai Publik) yang dapat memberikan hasil penilaian yang lebih objektif.

3. Biaya Down Payment (DP)

Down payment atau uang muka adalah biaya yang dibayarkan saat awal membeli rumah. Tujuannya adalah untuk menunjukkan komitmen yang lebih besar dalam pembelian rumah.

Biaya DP umumnya mengambil porsi paling besar dari biaya KPR lainnya. Kamu bisa mempersiapkan biaya DP sebesar 10% sampai 30% dari harga rumah.

4. Biaya Notaris

Banyak dokumen yang perlu disiapkan ketika beli rumah mulai dari akta jual beli, perjanjian KPR, pengikatan APHT, dan lain sebagainya. Artinya, debitur perlu notaris untuk proses pengajuan KPR.

Debitur KPR tentu akan dikenakan biaya karena menggunakan jasa notaris. Besarnya biaya notaris berbeda-beda, bergantung pada nilai transaksi hingga lokasi rumah.

5. Biaya BPHTB

Saat membeli rumah, kamu akan mendapat hak tanah atau bangunan. Sehingga, ada BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yang harus dibayarkan.

6. Biaya APHT

APHT adalah kepanjangan dari Akta Pembebanan Hak Tanggungan. Biaya APHT adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengurus akta pembebanan hak tanggungan. Fungsinya adalah menjadikan properti yang dibeli sebagai jaminan atas pinjaman KPR kepada bank.

7. Biaya Administrasi

Setiap bank tentu mengenakan biaya administrasi. Bank bisa mengenakan biaya administrasi sekali di depan, bulanan, hingga seumur kredit.

8. Biaya Provisi

Menurut laman Sikapiuangmu OJK, biaya provisi adalah biaya yang dibebankan atas penyediaan dana atau layanan keuangan tertentu. Dalam urusan rumah KPR, biaya provisi merupakan biaya jasa atas persetujuan bank terhadap pengajuan KPR.

Besaran biaya provisi biasanya sekitar 1% dari pinjaman yang disetujui. Apabila dikenakan lebih, tak ada salahnya untuk bersikap kritis kepada pihak bank.

9. Biaya Asuransi Jiwa

Jika pinjaman KPR tercover asuransi jiwa dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, asuransi tersebut akan digunakan untuk melunasi sisa pokok pinjaman yang masih terutang kepada pihak bank. Apabila KPR tidak dicover dengan asuransi jiwa, apabila terjadi sesuatu, bisa jadi ahli waris yang harus menanggung utang.

Dalam kasus tertentu, kewajiban untuk cover asuransi jiwa bisa dialihkan menjadi menggunakan asuransi jiwa yang sudah dimiliki, atau bisa juga diperkenankan untuk tidak cover asuransi jiwa.

10. Biaya Asuransi Kerugian

Saat seseorang membeli rumah, pihak bank akan menjadikan rumahnya sebagai jaminan. Untuk menghindari risiko yang menyebabkan rusaknya rumah, pihak bank akan mewajibkan pemilik rumah untuk menutup asuransi kerugian atas jaminan yang diberikan.

11. Biaya Angsuran Pertama

Biaya angsuran pertama merupakan cicilan kredit pertama. Biasanya, biaya ini baru akan jatuh tempo dalam waktu sebulan sejak melakukan akad kredit.

Biaya yang harus dibayar untuk membeli KPR ini bisa berbeda seiring waktu. Calon debitur KPR wajib update info lebih dulu sebelum membeli rumah, sehingga bisa menyusun strategi pembiayaan yang tepat.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Cara Mudah Pilih Kontraktor yang Amanah untuk Bangun dan Renovasi Rumah


Jakarta

Memilih kontraktor yang tepat adalah faktor penting untuk kelancaran pembangunan rumah. Saat kita memilih kontraktor yang amanah, bisa diandalkan, dan jujur, pembangunan rumah dapat selesai tepat waktu dan tanpa drama.

Bagi yang belum tahu, dilansir detikBali, kontraktor adalah badan khusus yang bertugas melakukan aktivitas pengadaan, baik untuk barang fisik maupun jasa, dan mendapat upah sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati kedua pihak.

Kontraktor kerap menjadi pilihan untuk pembangunan rumah dari 0. Bisa pula kontraktor dipilih saat ingin merenovasi rumah seperti saat menambah lantai atau memperluas rumah.


Saat memilih kontraktor, melihat harga jasa saja tidak cukup. Banyak kontraktor yang bisa memberikan harga murah atau janji-janji manis lainnya justru bisa saja sering menipu konsumen.

Lantas, bagaimana cara memilih kontraktor yang terpercaya?

Menurut Novianti, seorang pegawai pemerintahan sekaligus content creator masak dan home decor, memberikan pengalamannya saat mencari kontraktor. Ia berkata susah-susah gampang untuk menemukan kontraktor yang cocok. Berdasarkan pengalaman pribadi, ia menemukan kontraktor pilihannya saat melihat tetangganya sedang membangun rumah.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa tips dari Novi saat memilih kontraktor yang tepat untuk membangun rumah.

1. Pilih Kontraktor yang Amanah

Aspek pertama yang harus dilihat saat mencari kontraktor adalah cari tahu apakah perusahaan tersebut amanah atau tidak. Hal ini untuk menghindari proyek gagal di tengah jalan atau dibangun asal-asalan. Novi juga membagikan tips menyeleksi kontraktor yang paling cocok dengannya yakni melihat dari penawaran jasa yang paling bagus dan sesuai dengan budget yang dimiliki.

“Cari kontraktor itu harus yang amanah dan bisa dipercaya. Karena itu kan istilahnya yang utama,” kata Novi pada Jumat (9/2/2024) lalu.

2. Sering Diskusi dengan Kontraktor

Ia menekankan ketika mencari kontraktor, pemilik rumah juga harus memiliki rancangan rumah yang akan dibangun atau direnovasi sehingga memiliki bayangan untuk mengawasi dan menjelaskan kepada kontraktor.

Kemudian, jelaskan sejelas mungkin ide yang dimiliki ke kontraktor. Disarankan pemilik rumah memiliki gambar atau sketsa rumah yang telah dikonsultasikan kepada arsitek. Dengan begitu, kesalahpahaman dapat dicegah.

Ketika pembangunan berjalan, pemilik rumah juga harus mengecek progresnya dan selalu berkomunikasi dengan kontraktor tersebut.

“Diskusi, coba kerja sama yang baik dengan kontraktornya biar tidak mangkrak,” tuturnya.

3. Pintar-pintar Cari Bahan

Selain biaya untuk jasa kontraktor, pemilik rumah juga harus mengeluarkan biaya untuk material bangunannya. Jangan sampai hanya mengandalkan kontraktor karena bisa saja tidak cocok dengan budget atau malah ditipu.

“Kita juga harus pintar-pintar cari bahan yang lebih murah tapi bisa sesuai dengan budgetnya tapi sesuai dengan keinginan kita,” ujarnya.

Ciri-ciri Kontraktor yang Harus Dihindari

Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan ciri-ciri kontraktor yang perlu dihindari karena kemungkinan tidak amanah.

1. Tidak Memiliki Izin Usaha

Sebagai penyedia jasa, kontraktor seharusnya memiliki izin usaha. Perusahaan yang tak memiliki izin usaha akan sulit untuk memastikan kinerjanya dan meminta pertanggung jawabannya karena tidak tercatat secara resmi dan diakui di mata hukum.

2. Tidak Punya Portofolio Hasil Kerja

Jangan coba-coba memakai jasa kontraktor yang belum memiliki pengalaman sebelumnya. Novi juga mengatakan hal serupa, jika hasil pekerjaan sebelumnya bisa menjadi pertimbangan besar. Cara melihat portofolio tersebut, bisa melalui media sosial, company profile, testimoni langsung dari yang sudah memakai jasa mereka, dan lainnya.

3. Tim yang Bekerja Bersamanya Bermasalah dan Tidak Kompeten

Kontraktor tidak mungkin bekerja sendirian, mereka memiliki tim bahkan mempunyai jaringan tukang-tukang yang biasa bekerja pada proyek mereka. Kalian bisa mengecek tukang-tukang tersebut apakah memang sering bekerja dengan kontraktor tersebut atau juga baru bekerja.

Bisa pula cek tim kontraktor tersebut apakah lengkap yakni memiliki arsitek, design interior, estimator, purchasing, logistik, dan engineering.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

10 Tips Memilih AC yang Tepat, Awet, dan Canggih



Jakarta

Cuaca panas yang kerap melanda Indonesia membuat banyak orang memilih memasang AC (air conditioner) untuk kenyamanan di rumah atau kantor. Namun, agar tidak salah pilih, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum membeli AC.

Menurut pakar di bidang refrigerasi ramah lingkungan, Dr. Ardiyansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., AC ideal sebaiknya menggunakan refrigeran ramah lingkungan seperti R32 yang lebih aman bagi bumi dibanding R22. Selain itu, pilih AC yang hemat energi dengan melihat label bintang efisiensi energi (1-5 bintang) dan nilai CSPF tinggi. Berikut tips penting saat memilih AC.

1. Kapasitas Sesuai Ukuran Ruangan


Pastikan kapasitas AC cocok dengan luas ruangan. Untuk ruangan sedang, gunakan AC berkapasitas ½ PK (minimal 5000 BTU/h).

AC dengan kapasitas lebih tinggi akan lebih cepat mendinginkan ruangan dan bekerja lebih baik untuk ruangan besar atau yang terpapar sinar matahari langsung. Kebutuhan pendinginan juga dapat dihemat dengan mengurangi beban panas ruangan antara lain dengan menutup pintu dan menggunakan tirai pada jendela.

2. Kualitas Material Tahan Lama

Pilih AC dengan material anti karat dan korosi seperti blue fin atau gold fin di evaporator dan kondensor. Material berkualitas membuat AC lebih awet.

Selain itu terdapat cover pelindung samping dan lapisan logam untuk menghindari kerusakan fisik unit outdoor akibat cuaca ekstrem.

3. Fitur Keamanan

Pilih AC bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), memiliki proteksi arus lebih, box listrik tahan api, dan sistem drainase terpisah dari kabel listrik untuk mencegah korsleting.

FLifeFoto: dok. FLife

4. Garansi Kompresor dan Servis

Sebagai jantung dari AC, kompresor merupakan unit penting dalam proses pendinginan. Jika rusak, perbaikannya bisa menghabiskan hingga 60-70% dari harga unit baru.

Untuk itu, pastikan kompresor bergaransi minimal 10 tahun. Lebih baik lagi jika disertai garansi sparepart dan servis indoor minimal 3 tahun.

5. Fitur Modern

Beberapa AC sudah dilengkapi dengan fitur modern. Beberapa fitur teknologi canggih tersebut seperti Self-Diagnosis yang sangat membantu memudahkan deteksi kerusakan dini, mempercepat perbaikan, dan mengurangi downtime.

Selain itu ada juga fitur Self-Cleaning yang berfungsi untuk mengurangi frekuensi pencucian AC yang pada umumnya 2 bulan cuci sekali, menjadi 3-4 bulan sekali.

6. Nyaman Digunakan

Untuk faktor kenyamanan, pilih AC yang minim suara. Suara yang dikeluarkan AC maksimal berada di rentang 27 dBA.

Desain ‘easy removal’ dan ‘user friendly’ juga membantu dalam perawatan AC karena desainnya memungkinkan pengguna atau teknisi untuk melepas dan membersihkan filter serta bagian lainnya dengan mudah saat servis.

FLifeFoto: dok. FLife

7. Tampilan LED Informasi

Panel LED pada unit indoor berguna menampilkan suhu dan kode error yang mempermudah perbaikan.

Ini akan membantu teknisi untuk melakukan perbaikan dengan tepat dan efektif dalam sekali kunjungan. Selain fungsi, desain LED panel yang modern dapat mempercantik tampilan interior ruangan.

8. Diproduksi oleh Pabrik Terpercaya

Pastikan AC berasal dari pabrik yang khusus memproduksi AC. Cek informasi pabrikan lewat website resmi.

Hal ini untuk menjamin Quality Control (QC), pengujian performa produk dan sistem Commissioning (COMM). Cek informasi di box kemasan atau name tag produk, lalu telusuri informasi pabriknya melalui situs resmi merek tersebut. Pabrikan yang fokus pada produk AC biasanya memiliki riset dan pengembangan (R&D) yang lebih kuat.

9. Utamakan Merek Terpercaya

Merek ternama umumnya memiliki sistem distribusi, purna jual, dan kualitas produk yang lebih konsisten. Hindari merek yang tidak jelas asal-usulnya meski harganya menggiurkan.

Lihat juga apakah merek tersebut bagian dari grup perusahaan yang telah terpercaya. Anda juga bisa membaca ulasan pengguna di forum atau e-commerce.

10. Layanan After Sales Andal

Pertimbangkan lamanya garansi, cakupan perbaikan, dan kemudahan akses layanan pelanggan, terutama di akhir pekan dan hari libur.

Semakin lama garansi yang diberikan semakin membawa keuntungan bagi konsumen pastinya. Selain itu beberapa brand hanya menyediakan suku cadang dan menanggung biaya jasa perbaikan secara gratis di tahun pertama.

Selanjutnya, pilihlah merek yang memberikan layanan komprehensif dan mudah diakses, agar Anda tidak kesulitan jika AC mengalami masalah di kemudian hari.

Memilih AC bukan sekadar mencari harga termurah, tetapi juga memastikan kenyamanan jangka panjang, efisiensi energi, dan perawatan. Bandingkan spesifikasi dan fitur dari beberapa merek sebelum membeli. Pastikan Anda memilih AC yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan penggunaan.

Informasi selengkapnya silahkan cek di YouTube.

(prf/ega)



Sumber : www.detik.com