Tag: biji

  • Kenapa Kamitetep Masih Sering Muncul di Rumah? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa serangga yang kerap muncul di rumah, salah satunya adalah kamitetep. Sebagai informasi, kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat yang memiliki bentuk seperti biji labu.

    Bentuknya yang unik membuat sejumlah orang mengira kamitetep adalah butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, pada salah satu bagian ujungnya ada berwarna cokelat.

    Munculnya kamitetep membuat rumah jadi terkesan kotor. Selain itu, serangga kecil ini bisa menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika dipegang secara langsung.


    Kamitetep biasanya menempel pada tembok, sudut ruangan, atau kolong furnitur. Serangga ini bergerak secara perlahan sehingga kerap tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Membasmi kamitetep bisa menggunakan sabun cuci piring yang dicampur dengan air. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari jika ditemukan ada kamitetep di pakaian.

    Jika kamitetep kembali muncul di rumah, berarti ada celah atau kebiasaan buruk yang membuat serangga tersebut datang lagi. Ketahui sejumlah penyebabnya dalam artikel ini.

    Penyebab Kamitetep Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Bugwiz, berikut sejumlah penyebab kamitetep muncul lagi di rumah:

    1. Jarang Membersihkan Rumah

    Alasan utama kamitetep bisa muncul lagi karena rumah jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Ruangan atau area yang kotor di rumah dapat dipenuhi oleh kepompong kamitetep.

    Serangga kecil ini umumnya ditemukan di kamar mandi, kamar tidur, garasi, dan dapur. Kamitetep dapat menempel di dinding, loteng, kayu, batu-bata, dan plesteran.

    2. Lingkungan yang Memadai

    Kamitetep mencari tempat untuk hidup dan berkembang biak yang lembap, panas, tertutup, dan minim gangguan. Apabila terdapat ruangan di rumah yang punya kondisi seperti itu, maka tak heran kamitetep akan muncul kembali meski sebelumnya sudah dibasmi.

    3. Terdapat Sumber Makanan

    Agar bisa bertahan hidup tentu kamitetep membutuhkan makanan. Para ahli entomologi mengatakan kamitetep kebanyakan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan kamitetep senang hidup di dekat laba-laba. Soalnya, mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaringnya. Selain itu, kamitetep juga dapat memakan serangga mati.

    Rumah yang jarang dibersihkan dapat memunculkan laba-laba dan juga serangga lainnya, sehingga jadi tempat yang nyaman untuk kamitetep berkembang biak karena menemukan sumber makanan yang banyak.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Kamitetep sebenarnya berasal dari luar rumah, tapi kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka bisa masuk karena menemukan celah kecil di rumah.

    Selain itu, kamitetep juga bisa masuk ke rumah karena ikut terbawa. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika pakaian atau benda yang dibawa ternyata ada kamitetep. Alhasil, serangga kecil itu bisa tinggal dan berkembang biak di rumah.

    Cara Membasmi Kamitetep

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membasmi kamitetep cukup dengan menggunakan sabun cuci piring. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan wadah besar dan isi sekitar 3-4 liter air
    • Campur 2 sendok makan sabun cici piring ke dalam wadah
    • Aduk secara perlahan agar cairan tersebut tidak mengandung banyak busa
    • Tusuk kepompong kamitetep agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil
    • Lalu semprotkan atau tuang cairan sabun cuci piring tersebut ke kamitetep.

    Demikian penjelasan mengapa kamitetep bisa muncul lagi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Jitu Usir Tawon yang Bersarang di Rumah, Bisa Pakai Air Sabun


    Jakarta

    Tawon merupakan salah satu serangga yang bisa menyerang manusia apabila merasa terancam. Sengatan tawon dapat menyebabkan bengkak pada kulit, rasa gatal, dan kemerahan.

    “Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” ujar Ray Hess, ahli pengendalian hama, dikutip dari laman Real Simple.

    “Tidak seperti lebah madu, alat penyengatnya tidak berduri, sehingga memungkinkan mereka (tawon) menyengat berulang kali,” lanjutnya.


    Selain sengatan, bahaya dari tawon juga apabila mereka membuat sarang di dekat rumah. Kawanan tawon akan sering terlihat di sekitar rumah sehingga harus berhati-hati saat di dekat sarang mereka.

    Apabila kawanan tawon sudah mengganggu, tidak masalah untuk mengusirnya, tetapi caranya tidak seperti mengusir kucing. Lebih baik mengusirnya langsung dari sarangnya agar mereka tidak kembali.

    Cara Ampuh Mengusir Tawon

    Dilansir laman Good Housekeeping berikut agar tawon tidak datang kembali ke rumah.

    1. Semprotkan Air Sabun

    Mengusir tawon ternyata bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Salah satunya adalah air sabun. Untuk membuatnya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring dan air ke dalam botol semprot lalu kocok sampai rata.

    Setelah itu semprotkan campuran sabun dan air ini ke sarang tawon dari jarak jauh. Jika khawatir tawon akan menyerang, gunakan pakaian yang tertutup dari atas hingga bawah. Pastikan tidak ada celah pada pakaian tersebut yang bisa ditembus tawon.

    Jika letak sarangnya di luar jangkauan, kamu dapat merobohkannya terlebih dulu dengan sapu. Setelah terjatuh, langsung semprotkan larutan ini ke sarangnya. Larutan air sabun ini ampuh karena mampu membuat tawon mati seketika dengan menyumbat pori-pori pernapasan atau spirakel mereka.

    2. Taburkan Bedak Bayi

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah bedak bayi. Aroma bedak bayi yang disukai oleh manusia ternyata dibenci oleh serangga satu ini. Cara menggunakannya agak sulit karena harus ditaburkan di sarang tersebut. Sebelum mencoba, pertimbangkan keselamatan diri dulu atau gunakan bahan lain.

    3. Gunakan Campuran Cuka dan Air

    Cuka merupakan bahan yang bisa membersihkan noda membandel. Di luar itu, cuka juga bermanfaat untuk mengusir tawon. Asam asetat yang dikandung cuka memiliki bau yang khas.

    Cara membuat bahan perangkapnya adalah dengan mencampurkan cuka dengan air dapat menghasilkan larutan yang efektif untuk memikat tawon serta membunuhnya. Lalu siapkan campuran cuka masak atau cuka apel, gula, dan air dan letakkan larutan ini di dekat sarang tawon. Nantinya, tawon bisa terperangkap dan tenggelam di larutan ini.

    4. Semprotkan Minyak Cengkeh

    Menurut sebuah penelitian, kombinasi minyak esensial cengkeh, geranium, dan serai ampuh mengusir tawon. Untuk membuat larutan pengusir tawon, kamu dapat mencampurkan beberapa tetes masing-masing minyak ini dengan sabun cuci piring, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

    Jika hanya memiliki minyak cengkeh, kamu dapat menggunakannya sendiri. Larutkan minyak cengkeh dan sabun sedikit sabun cuci piring, kemudian aduk rata. Larutan ini juga bisa disemprotkan ke sarang tawon untuk mengusirnya.

    Aroma yang kuat dari cengkeh mampu bekerja selayaknya pengusir serangga. Dengan aromanya pula, tawon akan langsung meninggalkan sarangnya.

    5. Pakai Cengkeh Utuh

    Selain minyak esensialnya, cengkeh utuh juga dapat dimanfaatkan lho. Kamu dapat meletakkan atau menggantungkan biji cengkeh ini di dekat sarang atau di area yang kerap dilalui tawon.

    Caranya dengan memasukkan beberapa cengkeh utuh ke dalam kantong plastik atau tempelkan cengkeh ke dalam lemon lalu letakkan atau gantungkan di lokasi yang strategis.

    Itulah bahan-bahan yang ampuh mengusir tawon, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Bikin Ruangan Wangi Pakai Bahan Alami, Bye-bye Bau Tak Sedap



    Jakarta

    Rumah yang harum membuat suasana di rumah lebih nyaman dan menenangkan. Tak jarang pemilik memasang pengharum ruangan agar rumahnya wangi sekaligus menghilangkan bau tak sedap.

    Namun, pengharum ruangan yang tersedia di pasaran mengandung senyawa kimia. Jika ingin alternatif yang lebih alami, ada bahan-bahan yang bisa digunakan.

    Lalu, bahan apa yang bisa digunakan sebagai pengharum ruangan? Simak ulasannya berikut ini.


    Bahan Alami Sebagai Pengharum Ruangan

    Inilah pengharum ruangan alami yang dapat menghilangkan bau tak sedap di rumah, dikutip dari The Spruce.

    1. Kopi

    bubuk kopiKopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Pemilik rumah bisa mengharumkan ruangan menggunakan kopi. Bahan ini punya aroma yang khas sehingga dapat menghilangkan bau. Cara pakainya dengan meletakkan bubuk kopi yang sudah dipanggang di dalam oven pada ruangan yang bau.

    Selain yang berupa bubuk, pemilik juga bisa merebus biji kopi. Lalu, cairannya dimasukkan ke dalam diffuser.

    2. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu Manis Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kayu manis dapat mengharumkan ruangan dengan aromanya yang kuat. Bahan ini mengeluarkan wangi yang manis dan hangat sehingga membuat suasana ruangan lebih rileks.

    Pemilik bisa memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum ruangan dengan cara direbus, lalu dimasukkan ke dalam diffuser. Cara lain bisa dengan mencampurkan kayu manis, air, dan minyak esensial.

    3. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukLavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender memiliki aroma yang lembut dan menenangkan. Pemilik dapat meletakkan bunga lavender ke dalam mangkuk atau vas berisi air dingin untuk menjadikannya pengharum ruangan.

    Kalau tidak punya bunga lavender, minyak esensial bunga lavender bisa jadi alternatif. Campurkan minyak tersebut dengan air.

    Itulah bahan-bahan alami untuk menghilangkan bau di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanaman di Rumah Mendadak Layu? Waspada, Bisa Jadi Diserang Benalu



    Jakarta

    Benalu sering kali muncul tiba-tiba dan mulai merambat di tanaman rumah. Kehadiran tumbuhan parasit ini bisa mengganggu pertumbuhan tanaman lain dan merusak keindahan taman jika tidak segera ditangani.

    Dilansir dari situs Wisconsin Horticulture, tanaman ini termasuk tanaman parasit karena menyerap makanan dari pohon inangnya. Munculnya benalu membuat pemilik tanaman di taman rumah kerap kali merasa khawatir karena benalu bukan hanya menempel, tetapi juga mengambil air dan nutrisi dari tanaman yang ditempelinya.

    Salah satu alasan benalu bisa muncul di taman rumah adalah karena adanya tangkapan benih yang disebarkan oleh burung setelah memakan buah benalu. Burung kemudian menorehkan biji yang lengket ke ranting atau batang tanaman di taman. Selain itu, juga terdapat beberapa alasan benalu bisa muncul di tanaman taman rumah.


    Penyebab Benalu Bisa Muncul

    1. Penyebaran Biji oleh Burung dan Hewan Lain

    Benalu menghasilkan buah yang lengket dan biasanya dimakan oleh burung. Setelah menelan buah, burung akan menempelkan biji ke ranting atau batang tanaman lain di taman, sehingga benalu menempel dan mulai tumbuh.

    2. Tanaman Inang yang Stres atau Lemah

    Pohon atau tanaman yang sedang stres, misalnya kekurangan air, terkena hama, atau tanah yang kurang subur-cenderung lebih mudah ditempeli benalu. Benalu mengambil nutrisi dari tanaman inang, sehingga tanaman yang lemah lebih rentan menjadi targetnya.

    3. Kurangnya Perawatan Taman

    Ranting mati atau sisa tanaman yang dibiarkan bisa menjadi tempat menempelnya benalu. Kurangnya pemangkasan rutin, membuat benalu lebih mudah berkembang karena ada banyak titik perlekatan untuk bijinya.

    Cara Mencegah Munculnya Benalu

    1. Rutin Memeriksa dan Memangkas Ranting Tanaman yang Terinfeksi

    Pemilik taman sebaiknya rutin memeriksa tanaman, terutama di pohon buah atau tanaman hias besar. Jika terlihat benalu, segera pangkas ranting yang terinfeksi dan buang jauh dari taman agar bijinya tidak menempel kembali.

    2. Menjaga Kesehatan Tanaman

    Pastikan Tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, serta tanah memiliki drainase baik. Tanaman sehat lebih kuat menahan serangan benalu dibanding tanaman yang lemah.

    3. Menjaga Kesehatan Tanaman

    Pastikan tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, serta tanah memiliki drainase baik. Tanaman sehat lebih kuat menahan serangan benalu dibanding tanaman yang lemah.

    4. Menghilangkan Sisa Ranting dan Buah

    Jangan biarkan ranting mati atau buah benalu berserakan di taman. Membersihkan sisa tanaman secara rutin membantu mengurangi kemungkinan biji benalu menempel di tanaman sehat.

    5. Menggunakan Alat dan Teknik Mekanis

    Untuk benalu yang sudah menempel, pemotongan dengan alat tajam atau teknik pengikatan batang bisa diterapkan untuk mencegah pertumbuhan lebih lanjut. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang bisa merusak tanaman inang.

    Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi munculnya benalu di taman rumah. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Alami yang Bisa Gantikan Sabun Cuci Piring, Sudah Coba?


    Jakarta

    Saat ini sabun cuci piring menjadi bahan utama ketika membersihkan piring dan peralatan masak. Bahan ini bisa menghilangkan noda membandel hingga aroma tak sedap.

    Namun, sabun cuci piring bukan satu-satunya bahan yang ampuh melakukan hal tersebut. Ada beberapa bahan alami yang melakukan fungsi yang sama dan bisa menjadi alternatif terutama saat tidak ada stok cuci piring.

    Mungkin beberapa di antara detikers sudah ada yang pernah memakai bahan alami ini. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa bahan alami yang bisa dipakai.


    1. Soda Kue

    Soda kue umumnya dipakai sebagai bahan pembuatan kue dan roti. Di luar itu, soda kue ampuh digunakan sebagai bahan pembersih karena di dalamnya terdapat sifat abrasif yang lembut. Sifat ini dapat menghilangkan noda. Selain itu, soda kue dapat menghilangkan bau. Caranya adalah tuang soda kue dan tambahkan air. Pakai campuran soda kue dan air tersebut saat mencuci piring.

    2. Air jeruk

    Air perasan jeruk mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan residu pada piring. Cara memakainya adalah dengan menyiapkan 1/2 air perasan lemon. Pastikan air tersebut sudah bebas dari biji dan ampasnya. Lalu, gunakan untuk mencuci piring.

    3. Cuka Putih

    Bahan alami lainnya yang bisa dipakai adalah cuka putih. Bahan ini mengandung sifat asam yang dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Cara memakainya adalah tuang 1/2 cangkir cuka ke dalam wadah, lalu letakkan di rak paling atas. Cuci seperti biasa.

    4. Natrium Karbonat

    Natrium karbonat atau soda cuci merupakan pembersih yang efektif untuk menghilangkan air sadah saat mencuci piring. Isi wadah dengan natrium karbonat lalu gunakan saat membersihkan piring.

    Berikut 4 bahan alami yang bisa menjadi alternatif pengganti sabu cuci piring, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bersihkan Lumut dan Rumput yang Tumbuh di Sela Paving Block


    Jakarta

    Paving block adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving akan terlihat bersih dan rapi. Namun, pemasangan paving berpotensi ditumbuhi lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi.

    Lantas, apa sebenarnya penyebab lumut dan rumput liar muncul di paving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis membuat paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Tumbuh di Celah Paving

    1. Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    2. Lembap

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut beberapa caranya.

    1. Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara menggunakannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan dari erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    2. Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini berpotensi menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Paving block harus sering disapu setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    3. Perbaiki Drainase dan Buka Akses Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    4. Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Tambahkan lapisan pelindung paving atau sealer paving agar dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    5. Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    6. Cuka Putih

    Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif

    7. Baking Soda

    Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    8. Jadwalkan Pemeliharaan Awal dan Akhir Musim Hujan

    Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.

    Saat musim kemarau segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpel Agar Paving Rumah Bebas Lumut dan Rumput Liar



    Jakarta

    Paving adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving, akan terlihat bersih dan rapi. Namun, meski sudah dipasangi paving, terkadang halaman rumah tetap diserbu oleh lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

    Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi. Celah-celah paving dapat menjadi tempat ideal bagi lumut dan rumput liar untuk tumbuh.

    Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan lumut dan rumput liar muncul meski sudah dipaving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis untuk memberantasnya sehingga membuat permukaan paving tetap rapi dan bebas gangguan.


    Penyebab Lumut dan Rumput Liar Bisa Tumbuh di Celah Paving

    Biji Gulma

    Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

    Lumut

    Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

    Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

    NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut ini beberapa caranya.

    Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

    Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

    Cara pengaplikasiannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

    Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

    Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

    Sapu daerah yang dipasangi paving setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

    Perbaiki Drainase dan Tingkat Paparan Sinar Matahari

    Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

    Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

    Lapisan pelindung paving atau sealer paving dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah, karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

    Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

    Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

    • Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif
    • Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

    Jadwalkan Pemeliharaan

    • Awal dan Akhir Musim Hujan Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.
    • Musim Kemarau Segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Wanita Ini Berhasil Pangkas BB 32 Kg dalam 8 bulan, Ini yang Dilakukannya

    Jakarta

    Seorang wanita berusia 34 tahun dari Greater Noida, India, berhasil menurunkan berat badan 32 kg hanya dalam waktu 8 bulan.

    Wanita bernama Akansha Lal yang berprofesi sebagai guru itu menurunkan berat badan dari 89 kg menjadi 57 kg.

    Hal ini bermula saat dirinya memiliki motivasi tinggi untuk mengubah penampilannya menjadi lebih baik. Hal itu dilakukannya dengan berhenti mengonsumsi makanan cepat saji dan aktif berlari.


    “Suatu hari saya bangun dan memutuskan sudah cukup,” ucapnya, dikutip dari Times of India pada Senin (21/10/2024), dikutip dari Times of India.

    Diet yang dijalani Akansha dengan cara mengubah kebiasaan makan harian, termasuk menghilangkan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Berikut merupakan rincian makan hariannya.

    Ketika bangun tidur

    Akansha mengonsumsi air hangat dengan madu dan lemon atau biji chia yang sudah direndam dalam air dengan madu.

    Ketika sarapan

    Wanita berusia 34 tahun tersebut mengonsumsi 2 putih telur dengan segelas susu, atau oat dengan buah kering dan madu, atau sayuran poha dengan satu multivitamin.

    Ketika ngemil

    Akansha mengonsumsi 1 gelas jus sayuran.

    Ketika makan siang

    Ia mengonsumsi sabji sayuran buatan sendiri dengan menambahkan satu roti atau dal dan nasi atau selai kacang dengan satu roti.

    Ketika makan malam

    Ia membuat sabji atau sayuran dengan menambahkan paneer dan 1,5 roti, atau ayam dengan 1,5 roti, atau salad buncis dengan paneer.

    Selain menjaga asupan makan, ia juga rajin untuk berolahraga. Akansha rutin berlari lima hari dalam seminggu, latihan karate tiga hari dalam seminggu, dan berlatih kick boxing satu kali dalam seminggu.

    Ia juga mengatakan bahwa kunci dari menurunkan berat badan adalah dengan cara tetap berkomitmen, sekalipun hasil yang didapatkan belum maksimal dan tidak langsung terlihat.

    “Konsistensi adalah kuncinya,” jawabnya.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Sering Dijadikan Asupan saat Diet, Segini Kalori Kopi Tanpa Gula


    Jakarta

    Kopi menjadi salah satu minuman wajib yang kerap dikonsumsi sebelum beraktivitas. Kebanyakan orang mungkin lebih menyukai kopi yang cenderung manis dengan pemanis tambahan, seperti gula atau krimer.

    Namun, ada juga yang lebih menyukai kopi tanpa gula, termasuk mereka yang sedang dalam program diet. Memangnya kopi tanpa gula berapa kalori ya?

    Jumlah kalori makanan atau minuman, termasuk kopi, bergantung pada cara mengkonsumsinya. Secangkir kopi seduh biasa yang tidak mengandung gula hanya memiliki kurang dari 5 kalori dan tidak mengandung lemak.


    Dikutip dari Healthline, jenis kopi yang paling sedikit kalorinya adalah kopi hitam (black coffee) atau kopi hitam dingin (iced black coffee). Jika dikonsumsi tanpa tambahan lain, kedua jenis kopi ini hanya mengandung 2 kalori.

    Kopi yang diseduh dengan metode cold press atau biji kopi dengan rasa juga memiliki 2 kalori. Sementara itu, espresso mengandung 20 kalori dan kopi latte tanpa lemak mengandung sekitar 72 kalori.

    Namun, dengan menambahkan bahan-bahan lain ke dalam kopi seperti pemanis, tentu akan menambah kalori ekstra. Penelitian menunjukkan orang yang sering mengkonsumsi minuman manis lebih rentan mengalami kenaikan berat badan, dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya.

    Dikutip dari Mayo Clinic, orang yang sering minum minuman manis lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan dibandingkan orang yang tidak minum minuman manis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menambahkan 1 sendok teh gula ke dalam secangkir kopi sehari dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Berikut rincian kalori secangkir kopi jika ditambahkan oleh bahan-bahan tertentu:

    • Gula: 16 kalori untuk satu sendok teh (4 gram)
    • Sirup manis beraroma: 10 hingga 20 kalori per pump
    • Krim kocok: 73 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 28 gram)
    • Krim kocok kental: 101 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 30 gram)
    • Susu bebas lemak: 10 kalori untuk 2 sendok makan (sekitar 31 gram)

    Kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan tambahan gula juga dapat berisiko menyebabkan masalah kesehatan serius. Mulai dari penyakit jantung, obesitas, dan ketidakseimbangan gula darah.

    Jika tetap ingin menikmati kopi yang manis namun tetap menjaga jumlah kalori, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan susu nabati, seperti susu almond, susu kedelai, atau susu gandum. Namun, pastikan untuk mengecek label produk karena banyak susu nabati yang menambahkan gula tambahan.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied