Tag: bisnis

  • Jangan Salah Pilih, Ini Kriteria Tanah yang Cocok buat Bisnis Properti


    Jakarta

    Bisnis properti bisa dijalankan dengan membeli sebidang tanah yang kemudian dibangun rumah untuk dijual. Apabila memiliki dana yang lebih longgar, cara ini bisa dipertimbangkan karena memungkinkan pengusaha bebas berkreasi dengan bentuk rumah.

    Pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan membangun rumah dari awal di tanah kosong bisa menguntungkan pengusaha. Kalau mendapatkan tanah yang luas dengan harga yang memadai, misalkan seluas 200 meter persegi. Pengusaha dapat membagi tanah untuk membangun dua rumah.

    Kemudian, tanah dengan bentuk yang strategis sebagian bisa dibangun rumah, sementara separuh lain disimpan untuk dibangun di waktu lain. Menurut Steve, menjalankan bisnis properti dengan membangun rumah sendiri memberikan fleksibilitas dan lebih banyak opsi buat pengusaha.


    “Kita bisa juga bangunannya itu dibangun sesuai selera kita. Umpamanya bangunan bertingkat, kita mau berapa lantai, dan manfaatnya kita bisa juga sesuaikan untuk kebutuhan. Sesuaikan dengan zoning atau peruntukan di tanah tersebut,” ujar Steve kepada detikcom, Selasa (16/4/2024).

    Namun, membeli tanah untuk bisnis properti tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kriteria tanah bisa menarik perhatian calon pembeli, sehingga cocok untuk bisnis properti.

    1. Permintaan Pasar

    “Beli tanah pun harus punya lokasi yang bagus, contohnya bisa dibangun terus dijual dengan cepat. Itu pertama, apakah demand-nya tinggi untuk lokasi yang akan dibeli tanah tersebut,” katanya.

    Steve menyarankan agar tidak terjerumus dan salah pilih lokasi properti. Salah satunya dengan memperhatikan permintaan pasar akan suatu kawasan.

    “Kita bisa lihat kita tengok di kanan, apakah rumah yang dijual itu cepat dibeli orang. Jadi baru pasang plang ‘dijual’, terus baru seminggu udah ada yang telepon,” ungkapnya.

    Hal itu salah satu ciri kawasan yang digemari masyarakat. Adapun kawasan yang digemari pembeli rumah, menurut Steve tidak memakan waktu lama untuk menjual rumah. Maksimal waktu tunggu selama tiga bulan hingga rumah terjual.

    Seperti halnya kawasan yang saat ini yang sedang trend, Transit Oriented Development (TOD), yakni rumah-rumah yang dekat transportasi seperti LRT, MRT, Transjakarta, dan KRL tengah digemari. Sebab, orang banyak memilih naik kendaraan umum.

    2. Bentuk Tanah

    Perhatikan bentuk tanah yang akan dibeli. Steve mengimbau untuk tidak memilih tanah yang berbentuk memanjang dengan lebar yang sempit dan membujur ke belakang. Ia lebih menyarankan tanah dengan lebar minimal 8-12 meter karena lebih mudah dibagi menjadi beberapa rumah.

    Pemilik tanah bisa membagi tanah untuk membangun dua rumah ataupun membangun rumah di separuh tanah dulu. Sedangkan sisa setengah tanah bisa disimpan untuk membangun rumah lain ke depannya.

    3. Zoning

    Selain itu, pilih tanah dengan zoning yang sesuai dengan tujuan pembangunan. Zoning merupakan pemetaan atau pembagian kawasan oleh pemerintah.

    Jika ingin membangun rumah, maka pastikan area tersebut diizinkan untuk menjadi kawasan residensial. Sebab, banyak orang ketipu membeli tanah yang tidak dibangun secara optimal karena ternyata tidak sesuai ketetapan zoning.

    “Kita kalau membeli sesuatu itu, kita harus lihat zoningnya itu untuk apa. Kalau zoning-nya hanya residensial, kita hanya untuk disewakan sebagai residensial atau untuk dijual lagi sebagai residensial, sebagai rumah biasa. Tapi kalau zoning-nya itu campuran, atau untuk komersil, itu bisa untuk kos, hotel, restoran, dan seterusnya,” jelasnya.

    4. Keamanan

    Terakhir, pastikan tanah memiliki lingkungan dan kondisi alam yang aman. Pilih yang aman tanah yang tidak rawan banjir dan fenomena alam lainnya. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni rumah nantinya.

    Demikian kriteria tanah yang cocok buat bisnis properti. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengin Terjun ke Bisnis Kos-kosan? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan merupakan usaha properti yang cukup menarik dan digemari oleh masyarakat. Kos-kosan banyak dibutuhkan di kawasan perkantoran, industri, dan perguruan tinggi, sehingga menjadi peluang bisnis yang bagus.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau ingin terjun ke bisnis kos-kosan? Simak penjelasan berikut ini.

    1. Konsep Kos-kosan

    Salah satu langkah penting dalam memulai bisnis kos-kosan adalah membuat konsep. Tentukan target pasar yang ingin disasar supaya bisa menentukan lokasi, harga sewa, dan fasilitas kos-kosan yang sesuai.


    “Jadi memang dari awalnya konsepnya dulu harus dibuat, mau buat siapa nih,” ujar Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi kepada detikcom, Kamis (18/4/2024).

    Biasanya kos-kosan ditujukan untuk pegawai atau mahasiswa. Hal ini membantu kamu menentukan berbagai pendekatan dan sistem-sistem yang diterapkan pada kos-kosan.

    2. Lokasi yang Strategis

    Anis menyebutkan ketika memilih lokasi kos-kosan biasanya ia lihat dari lingkungannya. Apabila ingin membuat kos khusus mahasiswa, maka pastikan lokasi dekat dengan perguruan tinggi.

    “Kalau buat tenaga kerja, istilahnya pegawai, kita harus ngeliat lokasinya yang mendekati orang banyak PT-PT atau gedung perusahaan,” katanya.

    3. Fasilitas

    Fasilitas kos-kosan sangat tergantung pada harga sewa. Beri fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan penyewa tetapi sepadan dengan harga yang sudah ditetapkan.

    “Kalau sebetulnya sih standar ya, kalau itu sudah pasti yang standar ada tempat tidur, ada lemari, paling nggak meja,” tuturnya.

    Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan tren terkini, misalkan menambahkan meja dan kursi di kos karena sedang banyak yang bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Apalagi kalau penyewa memiliki banyak keinginan, kamu bisa memenuhinya supaya tidak kalah saing dengan kos-kosan lainnya.

    “Fasilitasnya bagus, misalnya lengkap furniturnya semua sama kayak gitu, terus fasilitas misalnya AC, terus ada wifi tergantung dari uang sewanya. Tapi kalau misalnya uang sewanya kita rendah, misalnya dibawah satu juta ya pasti kosongan gitu,” jelasnya.

    4. Harga Pesaing

    Selain menyesuaikan dengan fasilitas kos, kamu bisa menetapkan harga sewa dengan melihat kisaran harga di lingkungan kos-kosan. Anis mengatakan biasanya melihat harga pasaran di lingkungan kos-kosan agar tidak jauh dari harga pesaing.

    “Kalau kita juga terlalu mahal, jadi nggak ada yang ke kita, jadi kita mesti survei lapangan juga untuk menentukan harga itu,” katanya.

    5. Syarat dan Perizinan

    Ketika hendak menjalankan bisnis kos-kosan, jangan lupa memperhatikan perizinan yang berlaku. Kalau kamu akan membangun rumah atau merenovasi rumah, pastikan sudah mendapat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

    Anis pun berbagi pengalamannya membuat kos-kosan di rumahnya. Karena ia tidak mengubah fasad depan rumah, melainkan menambah sekat-sekat di dalam rumah, sehingga tidak mengubah IMB. Berbeda halnya ketika ia membangun rumah dari awal yang membutuhkan IMB.

    “Ada peraturan juga dari pemerintah, kalau dia (kamar kos) melebihi dari 10, 12, apa 11, itu dia akan kena pajak pemda (pemerintah daerah) gitu,” ungkapnya.

    6. Penyewa

    Dalam menjalankan bisnis kos-kosannya, Anis biasanya mencari tahu tentang penyewa dengan menemui langsung dan melakukan wawancara, terutama untuk penyewa yang sudah bekerja. Selain itu, pengusaha kos-kosan bisa meminta nomor kontak jaga-jaga atau terdekat penyewa sebagai langkah antisipasi.

    Bahkan, pemilik kos juga bisa menghubungi orang tua penyewa yang masih di bangku kuliah. Hal ini untuk menghindari keadaan tidak diinginkan, seperti orang-orang yang tidak membayar kos ataupun bermasalah. Apabila merasa tidak nyaman dengan kesan pertama penyewa, maka bisa menolak baik-baik.

    Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak terjun ke bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Memilih Lokasi Strategis buat Bisnis Kos-kosan


    Jakarta

    Lokasi memang menjadi aspek yang sangat penting dalam memilih properti, termasuk untuk menjalankan bisnis kos-kosan. Bisnis ini memang sangat mengandalkan lokasi yang strategis untuk menarik minat penyewa.

    Bagaimana tidak? Kos-kosan merupakan hunian sementara untuk mengakomodasi penyewa yang membutuhkan tempat tinggal dekat tempat mereka beraktivitas seperti tempat kerja atau perguruan tinggi. Oleh karena itu, lokasi strategis semestinya menjadi pertimbangan utama dalam bisnis kos-kosan.

    Nah, kalau kamu berencana membeli atau membangun kos-kosan, simak penjelasan berikut ini buat memilih lokasi strategis agar ramai penyewa.


    Cara Memilih Lokasi Kos-kosan

    1. Target Pasar

    Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi menjelaskan langkah awal berbisnis kos-kosan adalah menetapkan target pasar. Biasanya kos-kosan menyasar mahasiswa maupun pegawai.

    Nah, kamu bisa memilih antara kedua tipe anak kos tersebut. Sebagai acuan, kamu bisa memperhatikan jenis kawasan, misalkan perkantoran maupun pelajar. Hal ini penting karena akan menentukan berbagai hal dari harga sewa, peraturan, hingga fasilitas.

    2. Lingkungan

    “Kita cari dulu maunya (atau) keinginannya (pemilik). Kalau keinginan buat kosan mahasiswa ya kita cari lokasi yang dekat universitas. Tapi kalau misal kita mau pekerja, ya kita cari lingkungan yang untuk orang-orang kerja di lingkungan itu,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    Apabila sudah menentukan tipe anak kos, kamu bisa mempertimbangkan jarak kos-kosan ke tempat mereka beraktivitas, seperti perkantoran atau perguruan tinggi. Tentunya semakin dekat dengan tempat tersebut akan lebih strategis dan dicari anak kos.

    3. Prospek

    Selanjutnya, kamu perlu menganalisa prospek kawasan untuk bisnis kos-kosan. Tahap ini penting untuk memastikan kos-kosan diminati calon penyewa.

    “Habis liat lingkungan, lihat prospeknya. Kalau prospeknya dilihat rame ‘bagus nih’ baru memutuskan untuk investasi (properti dan bisnis kos-kosan). Lihat rame, harga jualnya kompetitif, bagus, yang nyewa juga banyak,” pungkas Anis.

    Selain itu, salah satu indikasi lokasi kos-kosan yang strategis dan prospektif adalah banyaknya kos-kosan di suatu kawasan. Nantinya, lingkungan sekitar kos-kosan pun akan menyesuaikan kebutuhan anak kos misalkan warung makan.

    Itulah langkah-langkah dasar memilih lokasi yang strategis buat bisnis kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Mahal Nggak Murah, Begini Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan memang usaha yang cukup menarik karena bisa menjadi penghasilan pasif, terutama ketika pensiun. Pastinya harga sewa menjadi pertimbangan yang penting bagi anak kos, sehingga pemilik kos harus bisa menentukan harga yang paling sesuai.

    Pasalnya, harga sewa turut mempengaruhi minat dan kemampuan anak kos. Selain itu, pemasukan dari sewa kos juga perlu memperhitungkan perawatan hingga modal awal bisnis kos-kosan.

    Nah, bagi kamu yang masih bingung menentukan harga sewa kos-kosan, simak penjelasan berikut ini.


    Cara Tentukan Harga Sewa Kos-kosan

    1. Cek Harga Pasar

    Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, pemilik perlu melakukan survei harga pasaran kos-kosan di wilayah sekitar. Pemilik boleh mematok harga sesuai pasaran, tentunya dengan fasilitas dan kondisi kamar yang serupa.

    “Jangan kita harganya terlalu murah akhirnya kita jadi musuh atau kita terlalu tinggi akhirnya nggak laku. Jadi melihat lawanya sebelah gimana. Misalnya sama cuman kita ada membedakan, misal fasilitasnya atau dari sisi kebersihannya, interiornya kita menangin,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Biaya Fasilitas

    Selain mengikuti harga pasar, kamu bisa menghitung anggaran untuk fasilitas dan operasional kos-kosan. Anis biasa membagi biaya operasional seperti layanan internet dan air dengan jumlah kamar yang diisi anak kos.

    “Misalnya internet satu lantai yang bulanan sekitar Rp 500 ribu tapi dibagi empat (anak kos), (hasilnya) Rp 100 ribu sekian. Kalau tentuin (harga sewa) Rp 1,7 juta untuk biaya misalnya untuk bersih-bersih Rp 1,5 juta dibagi sepuluh orang. Nah, ujung-ujungnya kalau istilahnya untuk (pendapatan) bersih masih (bisa) Rp 1,4 juta kali sepuluh (kamar) itu udah di luar biaya operasional,” jelasnya.

    3. Biaya Perawatan

    Selanjutnya, kamu bisa mencadangkan sebagian pendapatan bersih tersebut, misalkan 20% saja untuk perawatan kos-kosan. Sebab, sewaktu-waktu mungkin ada kerusakan tak terduga atau ingin meng-upgrade bangunan.

    4. Balik Modal

    Adapun kos-kosan menjadi bisnis bisa cukup menggiurkan.karena bisa mendapat penghasilan pasif serta balik modal setelah beberapa waktu. Kenaikan aset tanah maupun bangunan dari waktu ke waktu pun menjadi investasi yang menguntungkan.

    “Kalau nanti mau dihitung balik modalnya misalnya (pendapatan bersih) Rp 10 juta kali 12 (bulan) kan itu udah Rp 120 juta. (Andaikan harga bangun atau beli kos-kosan) Rp 1,2 miliar, jadi 15 tahun udah balik (modal). Break even point juga ada,” pungkas Anis.

    Demikian perhitungan harga sewa kos-kosan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Jitu biar Kos-kosan Laku Keras!


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan diidamkan oleh banyak orang Indonesia karena terbilang menguntungkan dan santai. Namun, sekadar mempunyai lokasi strategis dan harga sewa yang kompetitif tak cukup menarik perhatian penyewa.

    Kalau pengin kos-kosan kebanjiran anak kos, kamu perlu memasarkan atau mengiklankan kos-kosan agar calon penyewa tahu kehadiran bisnis tersebut. Selain itu, pemasaran juga memudahkan calon penyewa mencari tahu informasi tentang kos-kosan.

    Menurut Pengusaha Kos-kosan Anis Widiadi, memasarkan kos-kosan pada zaman sekarang cukup mudah, apalagi dengan adanya internet. Ia menyampaikan pemilik perlu menjaga reputasi kos-kosan supaya penyewa tertarik.


    “Kalau sekarang ada internet jadi nggak usah worry menurut saya dengan marketing asal bisa harga tetap bersaing dan fasilitas baik,” ujar Anis kepada detikcom (8/5/2024).

    Cara Memasarkan Kos-kosan

    1. Pasang Spanduk

    Anis membagikan cara memasarkan kos-kosan, salah satunya menggunakan metode tradisional yang banyak diterapkan pemilik kos. Ia memasang spanduk di depan kos-kosan untuk menginformasikan ketersediaan kamar kos.

    2. Manfaatkan Aplikasi Pencari Kos

    Kemudian, sudah ada banyak aplikasi khusus iklan kos-kosan yang bisa dimanfaatkan. Anis mengaku banyak mendapat anak kos melalui aplikasi pencari kos.

    Melalui aplikasi, pemilik bisa menyediakan informasi lengkap kepada calon penyewa. Selain itu, ada fitur untuk pemilik dan penyewa berkomunikasi.

    3. Bikin Profil di Mesin Pencari Internet

    Selanjutnya, buatlah profil tentang bisnis kos-kosan kamu pada mesin pencari di internet. Kamu bisa menyertakan berbagai informasi yang memudahkan penyewa menemukan kos-kosan serta menghubungi pemilik kos.

    “Pasang di Google, bikin (profil). Dia otomatis kelihatan kalau misalnya kita search kosan itu muncul. Nanti di situ dikasih nomor telpon, ada alamatnya,” katanya.

    4. Kerja Sama dengan Pengelola Hunian

    Lalu, kamu juga dapat bekerja sama dengan pengelola hunian yang membantu memasarkan dan mengelola kos-kosan. Anis menyebut pengelola tersebut menyediakan beberapa jasa yang membantu pemilik kos-kosan, tentunya dengan imbalan sekian persen dari harga sewa.

    “(Kos-kosan) di atas 20 kamar dikelola, karena (saya punya) 10 (kamar) hanya marketing. Kalau ada survei dia ngedatengin, dia juga cari orang (calon penyewa). Terus dia kasih masukan, diskusi baiknya ini itu,” tuturnya.

    5. Word of Mouth

    Anis pun menjaga kualitas pelayanan dan fasilitas kos-kosannya untuk menciptakan kesan dan reputasi yang baik di mata anak kos. Dengan begitu, anak-anak kos suatu ketika bisa mengajak temannya untuk tinggal di kos-kosan yang sama. Ia kerap mendapati penyewa baru yang mendapat rekomendasi dari anak kosnya.

    “Kalau mahasiswa dia senengannya teman di sini, di sini semua. Kalau teman pindah, dia pindah,” pungkasnya.

    Demikian cara memasarkan bisnis kos-kosan supaya banyak penyewa. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mulai Bisnis Sewa Apartemen? Perhatikan 6 Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Bisnis properti seperti sewa apartemen bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang cukup menarik. Kalau kamu mau berinvestasi properti, mungkin kamu juga bisa menyewakan apartemen untuk mendapat penghasilan tambahan.

    Namun, jangan langsung terjun ke bisnis apartemen, atau asal beli kalau pengin dilirik penyewa. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan supaya bisnismu lancar.

    Tips Bisnis Sewa Apartemen

    1. Prospek

    Menurut Pengusaha Sewa Apartemen Anis Widiadi, kita harus menentukan target penyewa yang diinginkan. Mungkin kamu lebih memilih mahasiswa, pekerja, penyewa yang masih lajang, ataupun yang sudah berkeluarga.


    “Bisa lihat lingkungan, lihat prospeknya rame (penghuni di apartemen). Baru memutuskan untuk investasi. Lihat rame (penghuni), harga jualnya kompetitif, yang nyewa juga banyak,” ujar Anis kepada detikcom, Rabu (8/5/2024).

    2. Dekat Kawasan Bisnis

    Jika menyasar pegawai, maka sebaiknya memilih apartemen yang strategis seperti dekat dengan kawasan bisnis, perkantoran, mall, ruko, atau pertokoan. Sebab, lokasi strategis lebih digemari penyewa.

    “Lihat lokasinya di kawasan memang pekerja atau dekat mall. Jangan apartemen doang, hunian aja di bawahnya ga ada mall,” ucapnya.

    3. Tipe Unit Apartemen

    Selanjutnya, pertimbangkan tipe unit apartemen yang akan dibeli sesuai tipe penyewa yang dituju. Menurut Anis, apartemen studio cocok untuk pekerja yang masih lajang. Sementara, apartemen dengan beberapa kamar lebih cocok untuk penyewa yang sudah berkeluarga.

    “Kalau dua bedroom, ada keluarga (bisa) rapi nggak? Tapi kalau studio mikir mereka pekerja, mereka datang ke apartemen sudah lelah, sudah tinggal tidur jadi tetap terawat,” katanya.

    4. Jangka Waktu Penyewaan

    Kamu dapat menentukan jangka waktu sewa baik bulanan atau setahun. Ia lebih menyarankan menetapkan jangka lebih lama daripada pembayaran per bulan. Sebab, dikhawatirkan ada kerusakan yang memakan biaya perbaikan yang mahal.

    “(Saya) kontrakin maunya tahunan, bukan bulanan (karena) mau tutup (biaya) interior dulu. Kalau bulanan, (kalau) rusak nggak bisa beli lagi (untuk perbaikan),” jelasnya.

    5. Harga Sewa

    Untuk menentukan harga sewa, kamu bisa melihat harga pasaran dengan meriset online atau menanyakan manajemen apartemen. Lalu, pertimbangkan juga biaya interior ketika awal membeli apartemen.

    “Kontrakin satu tahun waktu itu Rp 20 juta (untuk menutup biaya interior). Tahun kedua (kalau) diperpanjang naikin harga karena inflasi harus naikin jadi Rp 22 juta, (kenaikan) 10 persen,” ucapnya.

    6. Iuran Pengelolaan Lingkungan

    Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) juga penting untuk dipertimbangkan. Kalau mendapati IPL yang murah, maka kamu bisa menentukan biaya sewa yang lebih terjangkau. Sementara, IPL yang mahal akan memberatkan penyewa. Maka, pastikan menyasar target pasar yang tepat untuk mengimbangi IPL.

    Demikian beberapa hal yang perlu kamu perhatikan kalau mau bisnis sewa apartemen. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Hanya Berdagang, Nabi Muhammad SAW Juga Berinvestasi di Properti



    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW merupakan pedagang yang jujur dan amanah. Selain berdagang, ia juga berinvestasi di bidang properti dengan menyewakan tanah.

    Dilansir dari detikHikmah yang mengutip Laporan Musaffa, Rasulullah SAW menyewakan tanah kepada orang Yahudi dengan konsep bagi hasil. Ia menyewakan kebun kurma dan tanah di Khaibar pada orang Yahudi.

    Penyewa dapat tinggal dan mengelola tanah tanah tersebut. Lalu, keuntungannya dibagi menggunakan konsep bagi hasil atau mudharabah. Kisah ini tertuang dalam hadits berikut.


    “Dari Nafi’, dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwasannya Rasulullah SAW menyerahkan kepada bangsa Yahudi Khaibar kebun kurma dan ladang daerah Khaibar, agar mereka yang menggarapnya dengan biaya dari mereka sendiri, dengan perjanjian, Rasulullah SAW mendapatkan separuh dari hasil panennya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Dikutip dari buku Bisnis, Ekonomi, Asuransi dan Keuangan Syariah yang disusun Abdullah Amrin, mudharabah adalah kontrak bagi hasil antara pemilik dana dan pengelola yang menjalankan bisnis.

    Pemilik dana atau shohibul mal menyerahkan premi kepada pengusaha sebagai mudharib. Kumpulan dana tersebut lalu dikelola oleh operator dan digunakan untuk saling menanggung di antara pemilik dana apabila ada kerugian.

    Selain itu, investasi Rasulullah SAW selalu berkaitan dengan sedekah. Islam mengajarkan bahwa ada hak orang lain di dalam setiap harta yang dimiliki. Harta yang digunakan dengan cara membantu orang lain akan mendapat keuntungan tersendiri dari Allah SWT.

    Menukil dari buku Bisnis dalam Islam – Panduan Berbisnis Menggunakan Ajaran Nabi Muhammad SAW yang ditulis Bagas Bantara, Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar bijak dalam berinvestasi. Ia memilih untuk menjalankan investasi yang halal dan menghindari yang spekulatif.

    Rasulullah SAW bukan investor, tapi beliau menarik modal untuk menjalankan bisnisnya. Menurut riset The Rasulullah Way of Business oleh Badrah Uyuni yang terbit di Jurnal Bina Ummat Vol 4 No 1 tahun 2021, Nabi SAW memiliki modal kepercayaan karena sifatnya yang amanah dan jujur, sehingga bisa mendapat investor.

    Nabi SAW menjalankan usaha dari kumpulan uang para pemodal. Kemudian, beliau melakukan bagi hasil pada keuntungan usahanya dan berinvestasi agar mendapat passive income.

    Artikel ini sudah tayang di detikHikmah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Tanah Kosong? Ini Ide-ide Biar Bisa Hasilkan Duit



    Jakarta

    Tanah menjadi opsi investasi menguntungkan karena harganya yang terus meningkat. Pemilik bisa semakin untung kalau tahu cara memanfaatkan lahan kosongnya jadi ladang bisnis.

    Daripada membiarkan tanah kosong menganggur, pemilik bisa menyewakan propertinya. Ada berbagai model sewa properti mulai dari bisnis kos-kosan hingga sewa lahan.

    Sebelum mengolah lahan kosong, pemilik perlu mengetahui aturan pemanfaatan tanah. Hal ini penting agar tidak merusak lingkungan atau merugikan orang lain.


    Peraturan Sewa Tanah

    Berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria Pasal 44 Ayat 1 disebutkan “Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah-milik orang lain untuk keperluan bangunan, dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa.”

    Terdapat dua macam hak sewa tanah sebagai berikut.

    Hak Menyewa Bangunan

    Hak menyewa bangunan adalah ketika seseorang menyewa tanah yang sudah berdiri bangunan. Misalnya seseorang menyewa ruko atau rumah.

    Hak Sewa untuk Bangunan

    Hak sewa untuk bangunan adalah saat pemilik tanah menyewakan tanah kosong kepada penyewa untuk mendirikan bangunan. Bangunan itu menjadi hak penyewa dan bukan pemilik tanah, kecuali ada kesepakatan lain.

    Perlu diingat, penting untuk membuat surat perjanjian sewa tanah resmi. Lalu, pastikan surat kepemilikan tanah sah secara hukum untuk menghindari masalah di kemudian hari.

    Lalu, apa saja potensi bisnis yang bisa dibangun dari lahan kosong? Simak penjelasannya berikut ini.

    Ide Bisnis Memanfaatkan Tanah Kosong

    Selain menyewakan tanah kosong, pemilik dapat membuat bisnis sendiri sebagai berikut berdasarkan catatan detikProperti.

    1. Lahan Parkir

    Kalau punya lahan kosong di dekat permukiman padat, pemilik bisa membuat area parkir buat disewakan. Misalnya masyarakat yang tinggal di rumah gang kecil tetapi punya kendaraan roda empat bisa memanfaatkan usaha tempat parkir tersebut.

    2. Kos-kosan

    Jika tanah kosong berada dekat kawasan perkantoran atau perguruan tinggi, pemilik dapat mempertimbangkan bisnis kos-kosan. Kosan itu bisa disewakan kepada pegawai atau pelajar secara bulanan.

    Membangun kos-kosan awalnya membutuhkan modal yang cukup besar. Namun, bisnis ini akan menguntungkan dalam beberapa tahun ke depan.

    3. Kontrakan

    Mirip dengan kos-kosan, pemilik dapat menyediakan hunian dengan membangun rumah kontrakan. Bisnis kontrakan cukup menjanjikan karena banyak orang memilih untuk mengontrak mengingat harga tanah yang semakin tinggi.

    Itulah tips memanfaatkan tanah kosong buat berbisnis. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Usaha Lancar dan Dagangan Laris, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Seorang muslim yang berusaha mencari nafkah di jalan yang halal untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya pasti akan mendapatkan pertolongan Allah. Salah satu caranya adalah dengan berdoa, memohon kepada Allah agar usaha lancar dan dagangan selalu laris dan berkah.

    Doa-doa berikut ini dapat dibaca ketika seseorang akan memulai membuka toko atau hendak berangkat menjajakan dagangan keliling.

    Doa Agar Usaha Lancar

    Dewasa ini, bidang pekerjaan semakin banyak dan bervariasi jenisnya. Mulai dari perdagangan dan jasa. Apapun jalan yang dipilih, seorang muslim yang baru saja memulai bisnis atau usaha hendaknya memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.


    Berikut adalah bacaan doa ketika mengawali bisnis agar berkah, lancar, dan jaya yang bersumber dari buku 99 Doa Untuk Bisnis Lancar Rezeki Berlimpah yang ditulis oleh Abdurrahim Hamdi.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

    Arab-latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri, wal ‘aziimata ‘alar rusydi, wa as-aluka syukra ni’matik, wa as-aluka husna ‘ibaadatik, wa as-aluka qalban saliiman, wa as-aluka lisaanan shaadiqa, wa as-aluka min khairi maa ta’lam, wa astaghfiruka lima ta’lamu innaka anta ‘allamul ghuyuub.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketegaran dalam menghadapi permasalahan dan memohon agar Engkau berkenan memberikan petunjuk. Aku memohon kepada-Mu agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu. Aku memohon kepada-Mu agar giat beribadah kepada-Mu. Aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau ketahui. Aku juga memohon kepada-Mu curahan ampunan dari segala dosa yang Engkau ketahui, karena Engkaulah yang Maha Mengetahui segala yang gaib.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad).

    Doa Agar Dagangan Laris

    Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf menuliskan dalam bukunya yang berjudul Kitab Doa Mustajab Terlengkap Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya, bacaan doa agar Allah mempermudah kita dalam memperoleh rezeki, salah satunya dengan banyaknya pembeli yang datang.

    اَللَّهُمَّاِنِّيأَسْئَلُكَأَنْتَرْزُقَنَىرِزْقًاحَلَالًاوَاسِعًاطَيِّبًامِنْغَيْرِتَعْبٍوَلَامَشَقَّةٍوَلَاضَيْرٍوَلَانَصَبٍاِنَّكَ عَلَىكُلِّشَيْءٍقَدِيْرٌ

    Arab-latin: Allaahumma inni as-asluka antarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    Doa Untuk Kemudahan Rezeki

    Selain memanjatkan doa, penting juga melaksanakan amalan-amalan sunnah seperti misalnya sholat dhuha. Zezen Zainal Alim menyebutkan dalam bukunya The Ultimate Power of Shalat Dhuha, salah satu keutamaan sholat dhuha ialah dosa seorang muslim akan diampuni meski sejumlah buih di lautan. Hal tersebut menunjukkan betapa penuh kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya.

    Adapun doa selepas sholat dhuha ini dapat dibaca secara rutin sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan kita kepada Allah. Bacaan doa ini banyak dikutip dalam berbagai kitab, seperti misalnya al-Targhib wa al-Tarhib karya al-Mundziri dengan catatan oleh Mustafha Muhammad Imarah dan juga sering dikutip oleh para ulama kita, seperti Syaikh Nawawi Al-Bantani:

    للّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab-latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha-Mu, kecantikan itu adalah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu.

    Ya Allah, jika rezeki masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    Demikian beberapa bacaan doa yang dapat dibaca sehari-hari ketika seorang muslim hendak mencari rezeki untuk menafkahi dirinya sendiri dan keluarganya. Dengan selalu berusaha, berlaku jujur, berdoa, dan bersyukur, maka ikhtiar seorang muslim di dunia pun telah terpenuhi.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Kisah Sahabat Nabi untuk Anak yang Bisa Jadi Teladan


    Jakarta

    Ada 10 sahabat Rasulullah yang dijanjikan masuk surga. Setiap sahabat memiliki kisah yang berbeda-beda. Tentunya anak-anak pasti akan penasaran dan dapat meneladani sikap serta sifat para sahabat Nabi.

    Menceritakan kisah kemuliaan para sahabat nabi kepada anak merupakan cara yang tepat dalam meningkatkan pemahaman dan moralitasnya supaya menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

    Sahabat-sahabat nabi tersebut adalah 10 orang pertama masuk Islam dan dijanjikan masuk surga, diantaranya yaitu: Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Said bin Zaid, dan Abu Ubaidillah bin Jarrah.


    Kisah 10 Sahabat Nabi Muhammad SAW

    Berikut ini, cerita singkat kesepuluh sahabat nabi Muhammad SAW yang sudah disebutkan di atas.

    1. Abu Bakar as-Shiddiq

    Menurut buku 10 Sahabat Rasul Penghuni Surga karya Ariany Syurfah, nama asli Abu Bakar adalah Abdul Ka’bah, sedangkan nama Abu Bakar As-Shiddiq berarti ‘Ayah si gadis’ yaitu ayah dari Aisyah, istri Rasulullah SAW.

    Nama lengkap Abu Bakar adalah Abdullah bin Abu Quhafah bin Usman bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Ta’im bin Murah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib Al-Qurasyi At-Tamimi.

    Abu bakar Ash-Shiddiq lahir di kota Mekkah pada tahun 573 M atau dua tahun setelah Nabi Muhammad SAW lahir.

    Abu Bakar yang memiliki sifat lembut, rendah hati, setia, dan suka menolong, menjadi orang kedua yang memeluk Islam setelah Khadijah istri Rasulullah SAW, sehingga beliau termasuk dalam Sabiqun Al-Awwalun.

    2. Umar bin Khattab

    Menurut buku Umar bin Khattab RA karya Abdul Syukur Al-azizi, bahwa Umar bin Khathab RA memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Rabah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr al-Adawi al-Qurasyi.

    Terkait tahun kelahiran Umar bin Khattab RA, para ulama dan ahli sejarah berbeda pendapat. Namun, mayoritas ulama mengatakan ia lahir di Makkah pada tahun 538 M, dua belas, atau tiga belas tahun lebih muda dari Nabi Muhammad SAW.

    Umar bin Khattab memiliki perawakan wajah putih, agak merah, kidal, dan berkaki lebar, sehingga jalannya agak cepat, ditambah beliau dikenal sebagai pemuda yang piawai menunggangi kuda, memanah, memainkan pedang, hal ini lah yang membuatnya sangar dan ditakuti.

    3. Utsman bin Affan

    Nama lengkap Biografi Utsman bin Affan karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, bahwa nama asli Utsman bin Affan adalah Utsman bin Affan bin Abu Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab.

    Menurut pendapat yang shahih, Utsman bin Affan lahir di Makkah, enam tahun sesudah terjadinya ‘Am Al-Fil (Tahun Gajah). Namun, ada juga yang mengatakan ia lahir di Thaif, usianya lebih muda lima tahun dari Rasulullah SAW.

    4. Ali bin Abi Thalib

    Menurut buku Biografi Ali bin Abi Thalib karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, bahwa nama asli Ali bin Abi Thalib adalah Ali bin Abi Thalib (Abdu Manaf) bin Abdul Muthalib, dipanggil juga dengan nama Syaibah Al-Hamd bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Luai bin Ghalib bin Fahr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan.

    Terdapat perbedaan di antara penulis ahli sejarah Islam, Al-Hasan Al-Basri berpendapat kelahiran Ali bin Abi Thalib sekitar 15 atau 16 tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW.

    Beda lagi dengan Ibnu Ishaq, beliau berpendapat Ali bin Abi Thalib dilahirkan 10 tahun sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW menjadi nabi.

    5. Thalhah bin Ubaidillah

    Menurut buku Dahsyatnya Ibadah, Bisnis, dan Jihad Para Sahabat Nabi yang Kaya Raya karya Ustadz Imam Mubarok Bin Ali, bahwa Thalhah bin Ubaidillah merupakan seorang pemuda Quraisy yang berprofesi sebagai saudagar.

    Suatu hari, Thalhah bin Ubaidillah bersama Abu Bakar pergi menjumpai Rasulullah SAW, setelah bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, Thalhah memantapkan niatnya memeluk agama Islam. Dirinya pun menjadi salah satu dari 10 sahabat nabi yang dijanjikan masuk surga.

    6. Zubair bin Awwam

    Menurut buku Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad saw karya Ummu Ayesha. Bahwa Zubair termasuk dalam salah satu dari 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga.

    Zubair memeluk agama Islam saat usianya baru berusia 15 tahun, namun ada juga pendapat lainnya mengatakan Zubair memeluk Islam sejak masih anak-anak.·

    7. Abdurrahman bin Auf

    Menurut buku Kisah Seru Para Sahabat Nabi karya Lisdy Rahayu, bahwa Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu dari 10 orang yang pertama masuk Islam dan dijanjikan surga. Beliau ini dikenal sebagai sahabat yang pandai berdagang.

    Suatu ketika, umat Islam hijrah dari Makkah ke Madinah, dan masing-masing sahabat nabi akan dipersaudarakan menjadi Anshar dan Muhajirin. Abdurrahman dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi al-Anshari.

    Ketika itu, Sa’ad menawarkan Abdurrahman sebagian hartanya, namun Abdurrahman menolak, dan memilih bertanya dimana letak pasar perniagaan di kota Madinah. Disanalah ia mulai berdagang, dan kembali menjadi seorang yang kaya raya.

    8. Sa’ad bin Abi Waqqash

    Menurut buku Sa’ad bin Abi Waqqas karya Arief Priambudi, bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash merupakan anak yang ebrbakti kepada orangtuanya. Beliau juga berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya.

    9. Said bin Zaid

    Menurut buku Manusia-manusia yang Dirindukan Surga karya As’ad Muhammad, bahwa Said bin Zaid adalah anak dari paman Umar bin Khattab, dan suami dari adik perempuan Umar, yakni Fatimah binti al-Khattab.

    10. Abu Ubaidillah bin Jarrah

    Menurut buku Biografi 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga karya Sujai Fadil, nama aslinya adalah Amir bin Abdullah bin Jarrah Al-Quraisyi Al-Fihri Al-Makki. Beliau termasuk Sabiqun Al-Awwalun (Orang-orang pertama masuk Islam.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com