Tag: bocor

  • Jangan Panik, Ini Cara Atasi Tabung Gas Bocor



    Jakarta

    Sebagian dari kita pasti akan panik saat mengetahui tabung gas di rumah bocor. Bau gas yang menyengat menjadi tanda awal kemungkinan tabung gas bocor.

    Kebocoran tabung gas harus diatasi dengan cara yang benar karena bila salah akan menimbulkan kebakaran. Meski demikian, kita tak perlu panik bila mengalami hal ini di rumah.

    Sejatinya tabung gas bocor bisa ditangani sendiri tanpa harus melibatkan bantuan profesional seperti damkar atau petugas lainnya.


    Gas bocor bisa saja terjadi setelah memasang tabung gas baru karena regulator tidak terpasang dengan benar. Jadi setiap memasang tabung gas baru, selalu pastikan regulator rapat dan tidak bocor.

    Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

    Tanda awal kebocoran tabung gas biasanya diketahui dari bau yang tercium di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

    Jika mencium aroma gas, tidak diperkenankan untuk melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik, biarkan saja sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

    Cabut Regulator Tabung Gas

    Apabila yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, maka penanganannya dengan segera mencabut regulator pada tabung ketika menemukan tanda kebocoran. Selain untuk menghentikan aliran gas ke kompor, juga untuk memungkinkan memindahkan tabung.

    Buat Sirkulasi Udara

    Selanjutnya, pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi agar gas di dalam ruangan bisa keluar. Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya.

    Gas yang keluar dari tabung akan bercampur dengan udara sekitar, sehingga menjadikannya netral dan aman. Lalu, amankan juga lingkungan sekitar agar tidak ada yang menyalakan api.

    Tabung Gas Terbakar

    Jika sudah muncul api pada tabung gas, berarti tabung tidak akan meledak. Maka cara penanganannya adalah dengan menutup titik api dengan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Kemudian, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hewan Ini Suka Muncul di Kamar Mandi, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Hewan atau serangga seperti kecoak dan kelabang kerap kali muncul di kamar mandi. Meski kecil, kehadiran hewan ini cukup mengganggu penghuni rumah.

    Kamar mandi adalah tempat yang lembap dan mempunyai sejumlah lubang pembuangan. Nggak heran, kalau menjadi tempat berbagai serangga betah untuk bersarang di sini.

    Lantas, kenapa hewan tersebut muncul di kamar mandi? Bagaimana cara mangatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.


    6 Hewan yang Suka Muncul di Kamar Mandi

    Inilah deretan hewan yang kerap ditemukan di kamar mandi beserta cara mengatasinya, dilansir dari az Animals.

    1. Kecoak

    susu kecoaKecoak Foto: iStock

    Kecoak bisa terkadang ditemukan di bawah wastafel, di dalam kabinet, dan di belakang WC. Serangga cokelat ini tertarik dengan kamar mandi yang ada pipa bocor, kelembapan, dan masalah perpipaan.

    Supaya nggak ada kecoak lagi, tutup lubang, celah, dan lubang pembuangan di kamar mandi. Lalu, perbaiki keran-keran yang bocor. Taburkan campuran soda kue dan gula di sekitar area bermasalah.

    2. Nyamuk

    Aedes aegypti mosquito larvae are examined at the entomology department of the Health Ministry, in Guatemala City, Guatemala, July 22, 2024. REUTERS/Josue DecaveleNyamuk Foto: REUTERS/Josue Decavele

    Nyamuk suka muncul dari saluran pembuangan kamar mandi dan wastafel, tempat mereka dapat bertelur. Hama ini tertarik dengan kehangatan dan area lembap dekat keran.

    Basmi nyamuk dengan menyemprotkan campuran cuka, gula, dan detergen. Selain itu, hilangkan air yang menggenang di kamar mandi.

    3. Lalat Limbah

    Lalat LimbahLalat Limbah Foto: lucaspezeta/pexels

    Lalat limbah bisa ditemukan dekat saluran pembuangan, kamar mandi tak terpakai, pipa bocor, dan genangan air. Lalat kecil ini menyukai genangan air, terutama pada saluran pembuangan yang wastafel dan pancuran punya aliran air yang lambat.

    Serangga tersebut bisa diatasi dengan memperbaiki saluran air yang tersumbat dan pipa bocor, serta menyingkirkan genangan air. Lalu, siapkan perangkap berupa semangkuk berisi campuran cuka apel dan detergen pencuci piring di dekat area yang bermasalah.

    4. Laba-laba

    Cara Mengusir Laba-laba di Rumah Tanpa Membunuh dan Obat PembasmiLaba-laba Foto: Christian Cagni/Unsplash

    Laba-laba dapat muncul di berbagai area kamar mandi, termasuk celah kecil, jendela, lubang ventilasi, pojokan, hingga wastafel. Laba-laba juga bisa bersembunyi di handuk atau pakaian basah. Laba-laba bisa masuk kamar mandi karena mencari sumber air.

    Tutup retakan dan celah di kamar mandi kalau nggak mau ada laba-laba masuk. Angkat barang-barang di lantai dan semprotkan campuran cuka dan air di sekitar sudut-sudut.

    5. Kalajengking

    Kalajengking masuk rumah bikin resah warga Cianjur.Kalajengking Foto: Ikbal Selamet/detikJabar

    Kalajengking masuk kamar mandi melalui lubang pembuangan, terutama di wastafel. Kalajengking tertarik pada air dan menemukan jalan masuk ke kamar mandi melalui sistem perpipaan.

    Oleh karena itu, rawat saluran pembuangan kamar mandi dengan menyiram pemutih setiap minggu dan pasang perangkap lengket di sekitar area bermasalah.

    6. Kelabang

    KelabangKelabang Foto: Pixabay/Alexas_Fotos

    Kelabang biasanya ditemukan merayap di lantai, bersembunyi di celah-celah, atau berdiam di dekat saluran pembuangan kamar mandi. Mereka menyukai tempat yang hangat dan lembap, seperti tempat kebocoran dan air yang tergenang.

    Untuk mengatasi kemunculan kelabang, perbaiki kebocoran air, gunakan dehumidifier, dan nyalakan kipas ventilasi. Menuang cuka ke saluran pembuangan juga bisa mengatasi mencegah kelabang masuk kamar mandi.

    Itulah sejumlah hewan yang suka muncul di kamar mandi serta cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Cicak di Rumah? Ini Penyebab, Tempat Sembunyi, dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Cicak sering kali ditemukan merayap di dalam rumah. Sekilas reptil kecil ini memang tidak berbahaya, sehingga penghuni rumah tak perlu panik dan mencari profesional buat mengusirnya.

    Akan tetapi, cicak sebenarnya membawa parasit dan bakteri seperti salmonela dalam urin dan kotorannya. Kalau tak sengaja konsumsi makanan yang tercemar kotoran cicak, penghuni rumah bisa mengalami kram perut hebat, diare, demam, dan muntah.

    Oleh karena itu, sebaiknya menjaga rumah bebas cicak. Ada banyak alasan sering ada cicak di rumah. Kalau dibiarkan, jumlah cicak bisa terus bertambah, lho.


    Lantas, mengapa rumah bisa sampai banyak cicak ya? Di mana tempat persembunyiannya? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari PestClinic.

    Penyebab Banyak Cicak di Rumah

    Inilah beberapa alasan ada banyak cicak di rumah.

    1. Lingkungan Lembap

    Tinggal di negara dengan iklim hangat dan lembab, berarti rumah rentan dihinggapi cicak. Reptil ini juga menyukai air yang tergenang, seperti kolam taman, pipa bocor, dan sumber air lainnya.

    2. Ada Buah-buahan

    Membiarkan buah-buahan terbuka di dapur akan menarik perhatian reptil kecil ini. Sebab, buah-buahan merupakan salah satu sumber makanannya.

    3. Ada Retakan dan Lubang

    Cicak suka menyelinap ke retakan atau celah-celah kecil seperti ambang jendela, dinding, dan pintu. Celah seperti ini menjadi titik akses cicak ke dalam rumah.

    4. Rumah Kotor

    Rumah yang kotor dengan tumpahan dan remah-remah makanan menarik bagi cicak karena bisa jadi sumber makanan mereka. Lalu, tumpukkan barang juga dapat dijadikan tempat persembunyian bagi cicak.

    5. Ada Serangga

    Serangga merupakan sumber makanan utama cicak. Jika banyak serangga seperti semut dan nyamuk berkeliaran, jangan heran kalau ada banyak cicak di rumah.

    Tempat Persembunyian Cicak

    Kalau mau mengatasi hama ini, penting untuk tahu tempat persembunyiannya. Berikut beberapa tempat persembunyian cicak.

    • Di bawah tumpukkan barang tak terpakai, termasuk kertas, majalah, dan koran.
    • Di belakang bingkai atau barang yang digantung pada tembok.
    • Lemari, laci, lemari pakaian, dan kabinet yang jarang dibuka.
    • Di belakang furnitur untuk bertelur dan bersembunyi dari predator.

    Bahan-bahan Pengusir Cicak

    Untuk mengusir cicak di rumah, penghuni rumah bisa menggunakan bahan-bahan berikut ini.

    • Bubuk Merica: Cicak dikatakan alergi terhadap merica. Semprotkan larutan merica di sekitar area yang terdapat kadal.
    • Kulit Telur: Bau kulit telur yang menyengat dapat membuat cicak merasa terganggu. Kulit telur juga memberi kesan ada makhluk besar di dekatnya.
    • Bawang merah dan bawang putih: Bawang ini memiliki aroma kuat yang tidak dapat ditoleransi oleh cicak. Campur bubuk bawang merah atau bawang putih dan gunakan larutan tersebut sebagai
    • semprotan untuk mengusir cicak.
    • Kapur Barus: Letakkan kapur barus di lemari, laci, atau di mana pun yang sering didatangi cicak.

    Itulah penyebab ada cicak di rumah beserta tempat persembunyian dan cara usirnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Perbaikan Atap Bocor di Ruangan 3×4 Meter, Siapkan Dana Segini



    Jakarta

    Ketika menemukan atap rumah bocor, mau tidak mau harus segera diperbaiki. Sebab, plafon yang lembap dapat memicu munculnya jamur hitam atau black mold yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

    Untuk memperbaiki atap yang bocor pemilik rumah harus melakukan riset dahulu. Mencari tahu bagian apa saja yang harus diganti, biaya tukang, hingga biaya perbaikannya.

    Menurut Kontraktor Wildan ketika mendapati atap rumah bocor, komponen bangunan yang harus diganti adalah bagian atap, kerangka atap, dan penutup atap seperti plafon. Selain itu, ada juga biaya untuk instalasi listrik yang mungkin perlu diganti atau terdampak pemindahan selama perbaikan serta biaya cat ulang.


    Lama perbaikan dan jumlah pekerjanya tergantung pada luas atap yang diperbaiki.

    Simulasi penghitungan Biaya Perbaikan Atap Rumah yang Bocor

    Sebagai contoh, kamar ukuran 3×4 meter atapnya bocor. Rumah tersebut memakai atap dari spandek, kerangkanya baja ringan, dan ditutup plafon tipe gypsum. Kebocoran pada plafon itu cukup parah hingga muncul bolongan sebesar telapak tangan dan banyak noda jamur di sekitar plafon.

    Wildan mengatakan untuk perbaikan atap bocor dengan luas 3×4 bisa selesai paling cepat sehari dan paling lama seminggu.

    Ia mengatakan bagian yang pasti diganti adalah spandek dan plafonnya. Sementara itu, untuk rangka baja ringan, apabila tidak ada penurunan dan korosi tidak perlu diganti.

    “Kalau baja ringan itu musti dilihat kondisinya dulu. Apakah ada penurunan atau tidak. Biasanya penurunan levelnya, ketinggiannya. Jadi kalau plafon datar, kalau ada indikasi penurunan di tengah, jadi agak kendur itu disarankan diganti,” kata Wildan saat dihubungi detikProperti, Kamis (3/7/2025).

    Ia mengatakan spandek yang diganti bukan hanya satu, tetapi seluruh material yang dipakai di atas ruangan tersebut. Perkiraan untuk ruangan 3×4 meter dengan bentuk pemasangan spandek miring bawah ke depan, dibutuhkan 3 lembar spandek ukuran 5 meter. Untuk harga spandek 5 meter, dilihat detikcom dari beberapa e-comerce sekitar Rp 246 ribu dengan ketebalan 0,4 mm.

    Ukuran spandek tersebut sudah termasuk untuk bagian overlap, yakni bagian atap miring yang melebihi dinding rumah.

    Kemudian, gypsum yang digunakan adalah ukuran 1,2 x 4 meter, untuk ruangan ukuran 3×4 meter atau luas 12 meter persegi dibutuhkan sekitar 5 lembar. Untuk harganya sekitar Rp 67 ribu per lembar.

    Kemudian, untuk biaya tukang harian sekitar Rp 200-250 ribu per orang. Wildan mengatakan dibutuhkan 2 orang untuk melakukan renovasi tersebut. Lalu, waktu yang dibutuhkan anggap 5 hari.

    Maka biaya yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.

    • Biaya ganti spandek

      Jumlah barang x harga barang = 5 lembar x Rp 246.000 = Rp 1.230.000

    • Biaya ganti plafon

      Jumlah barang x harga barang = 5 lembar x Rp 67.000 = Rp 335.000

    • Upah Tukang 5 Hari

      Jumlah hari kerja x jumlah tukang x upah tukang harian = 5 hari x 2 orang x Rp 250.000 = Rp 2.500.000 untuk 2 orang selama 5 hari. Berarti per orang mendapatkan Rp 1.250.000 selama 5 hari.

    • Biaya Cat Plafon

      Biaya untuk mengecat plafon sekitar Rp 45.000-60.000 per meter persegi. Berarti jika menggunakan cat seharga Rp 45.000 untuk 12 meter persegi dibutuhkan biaya Rp 540.000.

    • Total

      Rp 1.230.000 + Rp 335.000 + Rp 2.500.000 + Rp 540.000 = Rp 4.605.000

    Sebagai catatan, biaya ini merupakan sebuah perkiraan. Harga-harga di atas bisa berbeda dengan yang ada di pasaran. Selain itu, dalam biaya tersebut belum termasuk dengan biaya penggantian instalasi listrik dan rangka baja ringan apabila diperlukan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Rumah Kamu Perlu Segera Direnovasi, Jangan Tunggu Rusak Parah!



    Jakarta

    Rumah juga punya ‘batas usia’. Kalau sudah terasa tidak nyaman, sering muncul kerusakan kecil, hingga atap mulai bocor, bisa jadi itu sinyal kuat rumahmu butuh direnovasi.

    Renovasi rumah bukan sekadar soal tampilan, tapi juga demi menjaga kenyamanan dan keamanan penghuninya. Mengutip laman Architecture Beast, berikut 6 tanda umum bahwa rumah kamu sebaiknya segera direnovasi.

    1. Atap atau Genteng Mulai Bocor

    Bintik air di langit-langit atau rembesan saat hujan adalah alarm awal. Umumnya genteng perlu diganti setiap 30 tahun, tapi kalau sudah banyak yang bocor, sebaiknya segera renovasi atap untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.


    2. Kebutuhan Ruang Tambahan

    Punya anak yang beranjak remaja atau keluarga yang bertambah? Artinya kamu perlu menambah ruangan di rumah. Renovasi bisa jadi solusi agar tata letak lebih optimal sekaligus menyegarkan tampilan rumah.

    3. Perbaikan Kecil yang Tak Kunjung Usai

    Kalau kamu merasa terus memperbaiki masalah yang sama, seperti dinding retak atau pintu yang macet, itu bisa jadi sinyal renovasi besar. Selain menghemat biaya jangka panjang, renovasi menyeluruh bikin rumah lebih efisien dan fungsional.

    4. Lantai Sudah Usang atau Rusak

    Lantai yang retak, terkelupas, atau tampak bobrok bisa jadi bahaya tersembunyi. Selain fungsional, memperbarui lantai juga dapat menambah estetika rumah secara keseluruhan.

    5. Pipa Bocor

    Masalah pipa sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak ke struktur rumah jika dibiarkan. Segera hubungi tukang dan pertimbangkan renovasi sistem perpipaan bila kebocoran terus terjadi.

    6. Banyak Rayap dan Hama

    Kalau kamu mulai sering melihat jejak rayap, terutama di furnitur kayu, artinya rumah kamu sedang dalam bahaya. Serangan hama bisa merusak struktur bangunan dan memicu biaya perbaikan yang tinggi. Renovasi sekaligus pembasmian rayap bisa jadi langkah pencegahan jangka panjang.

    Jangan tunggu rusak parah baru renovasi. Mengenali tanda-tanda awal ini bisa membantumu menjaga rumah tetap nyaman, aman, dan tahan lama. Jadi, sudah siap merenovasi rumah?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Atap Masih Bocor Meski Sudah Diperbaiki? Ini 6 Penyebabnya


    Jakarta

    Salah satu masalah yang kerap dialami banyak orang ketika turun hujan adalah atap bocor. Jika menemukan ada tetesan air ketika turun hujan, segera perbaiki atap rumah demi mencegah kebocoran.

    Meski sudah diperbaiki, terkadang atap masih saja bocor ketika turun hujan. Kondisi ini tentu bikin jengkel apalagi kamu sudah mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki atap.

    Ternyata, ada sejumlah faktor yang menyebabkan atap rumah kembali bocor meski sudah diperbaiki. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Atap Masih Bocor Walau Sudah Diperbaiki

    Ada beberapa hal yang menyebabkan atap bocor walau sudah diperbaiki. Dilansir situs RGB Construction dan Roof Crafters, Rabu (9/7/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Salah Memperbaiki Kebocoran

    Faktor yang pertama karena salah memperbaiki atap yang bocor. Bisa saja kamu salah memperbaiki atap yang bocor atau sebenarnya masih ada titik-titik bocor lainnya yang belum diketahui.

    Maka dari itu, sebaiknya lakukan pengecekan pada atap secara menyeluruh agar memastikan tidak ada lagi kebocoran. Jika ragu, kamu bisa menyewa tukang untuk mengecek sekaligus memperbaikinya.

    2. Kualitas Material yang Rendah

    Saat memperbaiki atap bocor mungkin kamu menggunakan material genteng yang punya kualitas rendah. Meski sudah diganti dengan produk baru, tetapi tidak akan bertahan lama karena kualitasnya rendah sehingga cepat rusak.

    3. Pemasangan yang Kurang Tepat

    Genteng harus dipasang secara tepat. Jika pemasangan dilakukan tidak benar maka dapat berisiko menyebabkan kebocoran lagi. Kalau kamu ragu untuk mengganti genteng sendiri, cobalah memanggil tukang bangunan karena mereka lebih handal.

    4. Jarang Dirawat

    Genteng mungkin sudah diganti dengan yang baru, tapi jika tidak dirawat secara rutin maka bisa saja rusak seiring waktu. Nah, adanya genteng yang rusak menjadi pemicu terjadinya kebocoran saat turun hujan.

    Cobalah cek atap rumah setiap sebulan sekali guna memastikan tidak ada daun atau ranting pohon. Kamu juga bisa menggunakan jasa kontraktor untuk mengecek atap dan memastikan tidak ada yang bocor.

    5. Ada Lubang Kecil di Genteng

    Faktor berikutnya karena terdapat lubang kecil di genteng yang tidak terdeteksi sebelumnya. Hal itu yang membuat atap rumah tetap bocor meski sudah diperbaiki hingga berkali-kali.

    6. Fondasi Rumah Bergeser

    Pada sejumlah rumah yang usianya tua, atap bocor bisa disebabkan karena fondasi bangunan sudah bergeser akibat pergerakan tanah. Kondisi ini memberi tekanan pada atap sehingga menyebabkan struktur rumah retak.

    Fondasi rumah yang bergeser membuat perbaikan pada atap akan sia-sia karena kebocoran dapat terjadi lagi suatu saat.

    Demikian enam penyebab atap rumah kembali bocor meski sudah diperbaiki. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Menyebabkan Tekanan Air Keran Lemah


    Jakarta

    Pernahkah menyalakan keran tapi air yang keluar kecil? Hal itu adalah pertanda tekanan air yang lemah.

    Masalah tekanan air cukup mengganggu aktivitas penghuni rumah. Misalnya, aktivitas mencuci tangan ataupun piring menjadi lebih lama karena harus menunggu air keluar secara perlahan.

    Lantas, kenapa tekanan air keran bisa lemah? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Tekanan Air Keran Lemah

    Inilah beberapa hal yang membuat tekanan air keran lemah dikutip dari The Spruce, Jumat (25/7/2025).

    1. Pipa Air Tersumbat

    Pipa atau saluran air yang tersumbat bisa menghambat aliran air, sehingga tekanan air menjadi lemah. Sumbatan tersebut bisa akibat penumpukan mineral, terutama di daerah yang rawan air sadah.

    Untuk mengatasinya, pemilik bisa menghubungi tukang ledeng buat memeriksa dan mungkin mengganti pipa. Lalu, pemilik dapat mencegah hal ini dengan memasang alat pelembut air.

    2. Regulator Tekanan Bermasalah

    Tekanan air tinggi terdengar bagus, namun sebenarnya bisa merusak perangkat air. Oleh karena itu, ada rumah-rumah yang memasang regulator tekanan air. Namun, instalasi regulator tekanan yang kurang tepat justru menghambat aliran air.

    Pemilik atau tukang ledeng bisa mengatur tekanan air sesuai keinginan. Jika tidak berhasil, kemungkinan alatnya rusak dan perlu diganti dengan yang baru.

    3. Pipa Air Bocor

    Tekanan air keran yang lemah juga bisa disebabkan oleh kebocoran pada pipa air. Kemungkinan ada lebih dari satu kebocoran, sehingga mempengaruhi tekanan air keran.

    Jika menduga ada pipa bocor, segera ambil periksa dan perbaiki. Hubungi tukang ledeng untuk mengatasi masalah tersebut.

    4. Terlalu Banyak Peralatan Digunakan Sekaligus

    Semakin banyak peralatan air digunakan secara bersamaan, semakin banyak pula air yang terpakai, sehingga menurunkan tekanan air. Misalnya beberapa penghuni sedang mencuci piring, mencuci pakaian, mandi, dan menyiram pekarangan dalam satu waktu. Cara paling mudah untuk mengatasi masalah ini adalah mengatur penggunaan air dalam sehari.

    5. Keran Bermasalah

    Jika tekanan air rendah mempengaruhi satu atau dua perangkat air, seperti kepala pancuran dan wastafel, kemungkinan penyebabnya aerator atau kartrid yang tersumbat. Aerator keran mengurangi volume air tanpa mengubah tekanan. Sementara itu, kartrid yang tersumbat juga bisa menjadi penyebabnya.

    Jika mengalami tekanan air rendah, kemungkinan besar disebabkan oleh penumpukan kerak kapur. Hal itu biasanya dapat diatasi dengan membersihkan lubang keran air.

    Itulah penyebab tekanan air keran lemah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa AC Tidak Dingin? Ketahui Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Menyalakan AC saat cuaca sedang panas dapat membantu mendinginkan ruangan. Namun terkadang AC tidak mampu menyemburkan udara dingin meski sudah dinyalakan dalam waktu yang lama.

    Kondisi ini tentu bikin jengkel karena ruangan tetap terasa panas dan gerah. Di sisi lain, listrik akan menjadi boros karena AC terus dinyalakan selama berjam-jam agar ruangan menjadi dingin.

    Sebelum memanggil teknisi ke rumah, sebenarnya kamu dapat mengecek sendiri penyebab AC menjadi tidak dingin. Ketahui penyebab dan cara mengatasinya dalam artikel ini.


    Penyebab AC Tidak Dingin

    Ada sejumlah faktor yang membuat AC menjadi tidak dingin. Dilansir situs TCL dan Carrier, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Filter Udara Kotor

    Sebagai informasi, filter udara berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu saat masuk ke dalam AC. Dengan begitu, udara yang disemburkan dari AC ke ruangan dalam kondisi bersih dan sehat.

    Meski begitu, seiring penggunaan filter AC bisa kotor karena tidak dibersihkan. Ketika sudah kotor, aliran udara yang keluar akan terhambat sehingga mengurangi kapasitas pendinginan AC.

    Solusinya adalah dengan membersihkan filter udara AC secara rutin. Jika memang sudah sangat kotor maka sebaiknya diganti dengan yang baru.

    2. Kurang Cairan Pendingin

    Cairan pendingin bersirkulasi melalui evaporator, lalu mendinginkan udara yang mengalir di atasnya dan mengeluarkan udara sejuk ke seluruh ruangan. Ketika level cairan pendingin tidak mencukupi maka AC tidak mampu mendinginkan udara secara optimal. Untuk mengatasi masalah ini bisa menggunakan jasa cuci AC untuk mengisi ulang cairan pendingin.

    3. Ada Serpihan di Kondensor

    Apabila AC masih tidak mengeluarkan udara dingin, cobalah cek bagian kondensor. Sebagai informasi, kondensor adalah bagian dari sistem yang mendorong udara melalui ventilasi.

    Kondensor memiliki kipas dan kumparan yang terletak di bagian luar. Jika terdapat kotoran di dalam atau di sekitar kondensor maka bisa menghalangi aliran udara dingin masuk ke dalam rumah.

    Masalah ini dapat diatasi dengan cara dibersihkan menggunakan sikat berbulu lembut atau menyemprotkan air. Namun jika kotoran yang menempel sudah sangat banyak, sebaiknya panggil teknisi AC untuk membersihkannya.

    4. Kompresor Rusak

    Kompresor bisa disebut sebagai ‘jantung’ AC karena berfungsi untuk mendinginkan udara di ruangan. Sebab, kompresor merupakan motor yang memampatkan cairan pendingin, lalu disebar melalui kumparan evaporator dan kondensor.

    Jika AC tidak dingin maka bisa disebabkan kompresor rusak. Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti masalah kelistrikan, ada sumbatan, atau masa usia pakai.

    5. Freon AC Bocor

    AC yang tidak mampu mengeluarkan udara dingin bisa disebabkan karena freon AC bocor. Jika freon AC di rumah kamu sudah mengalami kebocoran parah, maka AC sama sekali tidak mengeluarkan udara dingin. Jika AC dipaksa terus menyala dikhawatirkan dapat merusak komponen lainnya hingga menyebabkan AC mati total.

    6. Remote AC Rusak

    Mungkin penyebab AC di rumah tidak dingin karena remote AC sudah rusak. Hal tersebut membuat remote gagal mengirimkan sinyal perubahan suhu ke unit AC. Solusinya adalah cukup dengan membeli remote yang baru dan cobalah untuk mengatur suhu AC.

    Demikian enam penyebab AC tidak dingin dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab AC Tidak Mau Menyala dan Cara Atasinya, Mudah Lho!


    Jakarta

    Air conditioner atau AC dapat menyala dengan hanya menekan tombol power dari remote. Namun, dalam banyak kasus AC tidak mau menyala meski sudah dicoba berkali-kali.

    Kondisi tersebut bikin kesal penghuni rumah karena ruangan jadi panas. Alhasil kamu tidak bisa tidur, bekerja, atau bersantai di dalam ruangan dengan nyaman karena gerah.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan AC tidak mau menyala meski sudah terhubung ke stopkontak. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab AC Tidak Mau Menyala

    AC yang tidak mau menyala membuat pemilik rumah panik dan khawatir. Namun tenang saja, berikut penyebab AC tidak mau menyala dilansir situs Cielo Wigle:

    1. Cek Sakelar AC

    Langkah yang pertama adalah dengan mengecek sakelar AC terlebih dahulu. Meski sudah terhubung ke listrik, tetapi AC tidak bisa menyala jika dalam kondisi OFF atau mati. Cobalah pindahkan sakelar ke posisi ON agar AC bisa menyala dan digunakan untuk mendinginkan ruangan.

    2. Filter Udara Kotor

    Siapa sangka, filter udara yang kotor tak hanya memengaruhi aliran udara yang keluar, tapi juga membuat AC tidak bisa menyala. Hal ini dapat terjadi khususnya pada filter udara yang sudah sangat kotor akibat debu dan kotoran. Cobalah bersihkan filter udara AC secara rutin minimal setiap tiga bulan sekali agar tetap bekerja optimal.

    3. Freon AC Bocor

    Freon AC yang bocor ternyata membuat AC tidak dapat menyala. Pada umumnya, freon AC bisa bocor karena ada retakan pada koil. Jika tidak segera diatasi maka kandungan freon lama-lama akan berkurang hingga habis. Alhasil, AC tidak dapat mengeluarkan udara dingin bahkan lebih parahnya lagi tak dapat dinyalakan sama sekali.

    4. Kondensor Penuh Kotoran

    Masalah pada kondensor bisa memicu AC tidak mau menyala. Biasanya kondensor yang sudah dipenuhi kotoran membuat komponen ini harus bekerja lebih ekstra. Seiring waktu kondensor dapat rusak akibat kotoran menumpuk dan mau tidak mau harus diganti dengan yang baru.

    5. AC Membeku

    Filter udara yang kotor dan wadah pembuangan yang tersumbat menyebabkan AC membeku. Menyalakan AC di malam yang dingin atau kekurangan freon juga menjadi pemicunya. Kondisi tersebut menghambat aliran udara dan dalam beberapa kasus membuat AC tidak dapat digunakan.

    6. Kapasitor Rusak

    Jika AC di rumah tidak bisa dinyalakan, menyala dan mati secara tiba-tiba, atau mengeluarkan suara yang berisik maka bisa disebabkan karena kapasitor AC sudah rusak. Perlu diketahui, kapasitor AC sensitif terhadap panas berlebih. Kondisi ini bisa disebabkan karena AC terlalu bekerja keras untuk mencapai suhu yang diinginkan atau paparan sinar matahari.

    Cara Mengatasi AC yang Tidak Bisa Menyala

    Ada sejumlah cara untuk mengatasi AC yang tidak mau menyala. Dikutip dari Aire Serv, berikut langkah-langkahnya:

    1. Periksa Filter Udara

    Jika filter udara sudah lama tidak dibersihkan maka bisa menyebabkan AC tidak dapat menyala. Untuk itu penting membersihkan filter udara secara teratur. Jika kondisinya sudah mulai rusak sebaiknya segera diganti yang baru agar dapat menyaring debu dan kotoran secara optimal.

    2. Cari Tombol Reset

    Beberapa unit AC memiliki sakelar reset untuk mengatur ulang AC. Langkah ini dilakukan jika AC benar-benar tidak bisa menyala. Meski begitu, langkah ini hanya solusi sementara karena bisa saja AC tidak mau hidup di kemudian hari.

    3. Pastikan Sakelar dalam Posisi ON

    Sakelar AC bisa saja dalam kondisi mati atau OFF karena seseorang telah mematikannya tapi lupa dinyalakan kembali. Jika sakelar dalam posisi ON dengan tanda lampu power menyala, maka AC sudah bisa digunakan kembali.

    Jika cara-cara di atas belum berhasil membuat AC menyala, segera hubungi teknisi agar AC segera diperbaiki. Kemungkinan besar ada kerusakan pada komponen AC yang cukup parah sehingga harus diperbaiki oleh ahlinya.

    Demikian enam penyebab AC tidak mau menyala dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghindari Kerusakan Plafon karena Bocor



    Jakarta

    Hal yang paling dikhawatirkan saat musim hujan adalah rumah bocor. Rumah bocor bisa disebabkan karena genteng pecah atau plafon yang rusak.

    Tak semua orang mengecek apa penyebab kebocoran rumah, apakah karena plafon atau genteng. Mereka baru sadar atap dan plafon bocor ketika hujan sudah turun.

    Pada akhirya, si pemilik rumah harus merogoh kocek dalam untuk memperbaiki plafon yang rusak demi bocor tak terulang. Oleh karena itu, ada baiknya mencegah hal itu terjadi. Bagaimana caranya? Simak informasi ini selengkapnya


    Tips Memperbaiki Atap atau Plafon

    Untuk memperbaiki atap atau plafon yang bocor, diperlukan langkah yang tepat agar pekerjaan menjadi efektif. Dilansir dari Detik Properti, berikut adalah tips untuk memperbaiki plafon yang rusak:

    1. Identifikasi Kebocoran

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memperbaiki plafon yang rusak adalah mengidentifikasi masalah kebocoran. Cari tahu penyebab kebocoran untuk mengetahui lokasi yang harus diperbaiki. Selain karena air hujan, kebocoran plafon juga bisa diakibatkan oleh pipa atau AC yang mengalami kebocoran, sehingga air merembes ke dinding dan plafon.

    2. Segera Perbaiki Kebocoran

    Apabila masalahnya sudah diidentifikasi, segeralah memperbaiki kebocoran tersebut. Jika tidak segera diperbaiki, kebocoran akan terus membesar dan berisiko merusak rumah secara keseluruhan.

    Tips Mencegah Plafon Bocor

    Jika atap rumah sudah rusak, biaya perbaikannya bisa sangat besar. Untuk menghindari pengeluaran besar, diperlukan tindakan pencegahan agar plafon tidak mudah bocor. Dilansir dari Detik Properti, berikut ini adalah tips untuk mencegah plafon rumah agar tidak bocor:

    1. Bersihkan Talang Air

    Salah satu cara untuk menghindari plafon bocor adalah dengan membersihkan talang air. Air hujan yang tergenang di atap akan membuat atap menjadi mudah bocor. Oleh karena itu, diperlukan talang air yang berfungsi mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah penampungan.

    Pastikan talang air tidak tersumbat oleh daun, ranting, atau kotoran lainnya agar air dapat mengalir dengan lancar dan mencegah plafon bocor.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Jika Anda menemukan atap yang sudah mulai rusak, segera ganti dengan yang baru agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan

    Area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding, harus segera dilapisi dengan bahan kedap air. Gunakan semen anti-air dan cat waterproof pada dinding rumah untuk perlindungan ekstra.

    4. Pangkas Ranting Pohon yang Mengganggu

    Pohon besar dengan ranting yang menyentuh atap rumah dapat berbahaya. Saat hujan lebat atau badai, ranting besar berisiko patah atau tumbang, yang dapat merusak atap rumah. Untuk mencegah hal ini, pangkaslah ranting-ranting pohon yang lebat dan besar secara berkala.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com