Tag: bocor

  • Buruan Cek, Ini 5 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


    Jakarta

    Sebagus apa pun rumah, pasti penghuninya pernah mendapati kerusakan di dalamnya. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor pembangunan atau faktor luar.

    Apabila mendapati masalah, sekecil apa pun, penghuni rumah harus segera memperbaiki atau melakukan renovasi. Hal ini untuk menjaga kelangsungan rumah dan meningkatkan keamanannya karena bisa saja kerusakan tersebut mengancam nyawa.

    Dilansir dari Architecture Beast, ada 5 kerusakan rumah yang harus segera ditangani dan tidak boleh ditunda, berikut daftarnya.


    1. Atap atau Genteng Bocor

    Masalah yang kerap ditemui di rumah adalah kebocoran pada atap rumah. Tandanya biasanya sangat jelas, mulai dari terdengar tetesan air, banyak rembesan air pada dinding, muncul bekas air pada plafon hingga tumbuh jamur.

    Atap yang bocor harus segera diperbaiki agar kerusakan pada plafon tidak semakin meluas dan terhindar dari kejadian atap ambruk. Renovasi atap bocor tidak harus mengeluarkan uang yang besar. Perbaikan bisa disesuaikan dengan luas kebocoran dan kerusakannya. Apabila atap tidak pernah mengalami kebocoran, umumnya atap genteng harus diganti setiap 30 tahun sekali.

    2. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

    Rumah sepertinya tidak terlepas dari yang namanya perbaikan. Minimal sekali ada bagian di rumah yang harus direnovasi.

    Namun, apabila bagian tersebut terus-terusan rusak setelah diperbaiki, bagian tersebut harus diganti atau melakukan renovasi besar. Bisa jadi penyebabnya karena sumber masalah yang belum diatasi sehingga kerusakan kecil tersebut terus terjadi. Mengganti atau melakukan renovasi besar dapat menekan biaya renovasi berulang dan menjaga rumah lebih awet dan kokoh.

    3. Kerusakan pada Lantai

    Di antara banyak sudut di rumah, lantai merupakan bagian dari rumah yang paling jarang mengalami masalah, terutama jika pemakaiannya benar. Namun, apabila pemasangannya asal-asalan seperti memiliki material kayu yang murahan, pemasangan keramik banyak bawah yang kopong, atau tidak merawat marmer dengan baik, siap-siap biaya renovasinya akan mahal.

    4. Pipa Bocor

    Air merupakan fasilitas wajib yang harus tersedia di rumah. Apabila terdapat pipa bocor harus segera diperbaiki karena hal ini membuat air sering bocor, setelah mengisi air cepat habis padahal belum banyak digunakan hingga membuat rumah lembap. Cara memperbaikinya sebenarnya bisa dilakukan sendiri tapi jika tidak berpengalaman bisa meminta bantuan tukang ledeng.

    5. Banyaknya Rayap dan Hama

    Selain kerusakan, adanya hama dan serangga perusak rumah juga bisa menjadi ancaman. Beberapa hama yang harus dibasmi adalah rayap. Hewan kecil ini diketahui senang menggerogoti kayu. Perabotan dari kayu seperti lemari, meja, pintu, hingga kitchen set harus selalu diawasi.

    Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah sehingga memerlukan biaya perbaikan yang mahal. Oleh karena itu penghuni rumah harus membasmi serangan rayap terlebih dahulu sebelum memulai renovasi rumah.

    Itulah beberapa tanda rumah harus segera direnovasi, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 6 Masalah pada Water Heater, Salah Satunya Tercium Bau Busuk


    Jakarta

    Water heater merupakan perangkat yang berfungsi untuk memanaskan air. Water heater umumnya banyak dipakai di penginapan, terutama di daerah yang cukup dingin.

    Hal ini untuk membantu tamu yang tidak biasa memakai air dingin sehingga ketika mandi tetap nyaman tanpa takut kedinginan. Water heater biasanya sudah aktif secara otomatis di kamar mandi. Bentuknya seperti tabung besar di pojokan.

    Cara mendapatkan air hangat hasil dari water heater adalah mengarahkan keran ke bagian air hangat. Dalam hitungan menit air akan berubah menjadi lebih hangat atau panas.


    Meskipun canggih, pengguna perlu berhati-hati setelah memasang water heater karena perangkat ini kerap mengalami kendala, dilansir The Spruce berikut penjelasannya.

    Masalah Water Heater

    1. Suhu Air Terlalu Panas

    Bagi pengguna baru, kendala yang kerap ditemui ketika memakai water heater adalah tidak mengetahui bagaimana mengatur suhu air hangat yang pas. Ada kalanya air terasa sangat panas seperti membakar kulit dan membuat tangan kemerahan. Alhasil, pengguna jadi harus ekstra hati-hati ketika memakai water heater. Untuk mengatasi hal ini pastikan termostat yang terpasang suhunya pas. Cara mengatur ulang suhunya sebagai berikut. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

    • Matikan daya water heater di panel servis
    • Lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius
    • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

    2. Air Panas Tidak Keluar

    Kendala lainnya yang juga membingungkan adalah ketika water heater tidak dapat memanaskan air di kamar mandi. Hal ini umumnya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

    Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali di tombol ON.

    Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

    3. Air Berwarna Karat

    Water heater yang bermasalah bisa menyebabkan kondisi air berubah. Salah satunya adalah water heater yang korosi bisa membuat air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater. Hal ini dikarenakan oksigen yang berada di batang anoda tersebut bersifat korosif.

    4. Water Heater Bocor

    Sama seperti saluran air lainnya, water heater juga bisa bocor. Posisi kebocoran umumnya berada pada bagian katup dan sambungan pipa. Untuk memperbaikinya, pemiliknya dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

    5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

    Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdengung saat aktif. Suara tersebut menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

    • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater
    • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali
    • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar
    • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah
    • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang
    • Nyalakan listrik dan air lagi.

    6. Mengeluarkan Bau Busuk

    Terpisah, dilansir Homes and Gardens aroma telur busuk bisa saja tercium di dalam rumah. Hal ini dikarenakan adanya kebocoran gas. Salah satunya sumbernya bisa berasal dari water heater di kamar mandi. Bau telur busuk ini jangan dianggap sepele karena bisa mengancam nyawa.

    “Periksa peralatan gas, seperti kompor atau pemanas air (pemanas air), dan periksa letak kebocoran. Biasanya, akan terlihat api kuning atau jelaga di sekitar pembakar sebagai tanda adanya kebocoran. Jika Anda mencurigai adanya kebocoran, segera keluar dan hubungi ahli. Jangan menyalakan korek api atau menyalakan sakelar,” kata Elizabeth Shields, manajer operasional di Super Cleaning Service Louisville, seperti yang dikutip pada Selasa (14/10/2025).

    Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air (water heater) dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Tercium Bau Gas? Waspada, Ini Langkah Cepat Cegah Ledakan!


    Jakarta

    Penghuni rumah perlu waspada terhadap kebocoran tabung gas karena bisa menimbulkan bahaya besar jika tidak segera ditangani. Mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga cara mencegahnya penting untuk diketahui agar rumah tetap aman.

    Berikut ini penjelasan penyebab dan cara mengatasi tabung gas bocor seperti dirangkum detikProperti.

    Penyebab Tabung Gas Bocor

    Salah satu penyebab utama tabung gas bocor adalah pemasangan regulator yang kurang tepat. Pastikan regulator terpasang rapat dan tidak ada celah udara setiap kali mengganti tabung gas baru.


    Selain itu, kondisi tabung yang tidak layak pakai juga bisa menyebabkan kebocoran. Karena itu, sebaiknya periksa selalu kondisi fisik tabung dan jangan gunakan tabung yang penyok, berkarat, atau rusak pada bagian lehernya.

    Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor

    Jika penghuni rumah mencurigai adanya kebocoran, berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan:

    1. Kenali Tanda Kebocoran Gas

    Tanda paling mudah dikenali adalah bau gas menyengat di dapur atau area tempat tabung disimpan.

    Jika tercium bau gas, jangan menyalakan atau mematikan saklar listrik, dan jangan menyalakan api dalam bentuk apa pun. Hindari juga merendam tabung ke dalam air karena bisa memperburuk situasi.

    2. Cabut Regulator Tabung Gas

    Segera cabut regulator dari tabung gas untuk menghentikan aliran gas. Langkah ini penting agar kebocoran tidak terus terjadi dan tabung bisa segera dipindahkan ke tempat aman.

    3. Buka Ventilasi dan Buat Sirkulasi Udara

    Buka pintu dan jendela agar udara segar masuk dan gas keluar dari ruangan.
    Setelah itu, pindahkan tabung ke area terbuka dan biarkan gas yang tersisa menguap hingga habis dengan sendirinya. Pastikan tidak ada orang menyalakan api di sekitar lokasi tersebut.

    4. Jika Tabung Gas Terbakar

    Apabila muncul api di area tabung, jangan panik. Kondisi ini menandakan tabung tidak akan meledak, tetapi api tetap harus segera dipadamkan.

    Gunakan karung basah, handuk, atau kain lembap untuk menutup sumber api, kemudian lepaskan regulator dan bawa tabung keluar rumah dengan hati-hati.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Jadi Lebih Sejuk dan Anti Bocor, Ini Fungsi Tersembunyi Aluminium Foil



    Jakarta

    Aluminium foil selama ini identik dengan pembungkus makanan. Namun ternyata, bahan berwarna perak ini juga punya fungsi lain yang penting untuk rumah, terutama di bagian atap.

    Mengutip dari BLKP, aluminium foil memiliki fungsi utama sebagai material insulasi, yaitu mengatur suhu di dalam bangunan agar tetap stabil. Ketika dipasang di bawah atap, aluminium foil dapat memantulkan panas matahari sehingga suhu di dalam rumah tetap sejuk meski cuaca terik.

    Dengan begitu, penghuni rumah tak perlu terus menyalakan pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin. Selain membuat rumah lebih nyaman, cara ini juga bisa membantu menghemat listrik.


    Tak hanya saat panas, aluminium foil juga berfungsi ketika musim hujan tiba. Lapisan ini mampu menahan air hujan agar tidak merembes ke bawah atap dan masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, risiko atap bocor atau dinding lembap bisa dihindari.

    Bagi yang tertarik memasang aluminium foil di rumah, ada beberapa jenis bahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, antara lain:

    • Aluminium Foil Woven Laminated: dilapisi kain rajut untuk kekuatan dan ketahanan tambahan.
    • Aluminium Foil Bubble Laminated: memiliki lapisan gelembung udara untuk meningkatkan efektivitas insulasi panas.
    • Aluminium Foil Foam Laminated: dilapisi busa untuk meningkatkan kemampuan isolasi termal dan membantu meredam suara.

    Dengan pemasangan yang tepat, aluminium foil bukan hanya membuat rumah terasa lebih adem, tapi juga melindunginya dari rembesan air hujan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Atasi Dinding Rembes Saat Turun Hujan


    Jakarta

    Ada sejumlah masalah yang kerap terjadi ketika turun hujan, salah satunya air hujan yang menembus hingga ke dinding. Hal tersebut membuat dinding menjadi rembes dan lembap.

    Penyebab utama dinding rembes saat hujan karena bata yang digunakan memiliki pori yang dapat menyerap air. Jika dinding rembes tak segera diatasi maka bisa menimbulkan jamur hitam hingga merusak struktur bangunan.

    Jika dinding di rumah sering rembes, jangan khawatir. Ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi masalah tersebut. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Dinding Rembes Akibat Hujan

    Dilansir situs All Weather Coating dan Water Proofing, berikut sejumlah cara untuk mengatasi permasalahan dinding rembes ketika turun hujan:

    1. Memperbaiki Sambungan Rumah yang Rusak

    Saat melakukan renovasi rumah, mungkin ada salah satu sudut rumah yang tidak disambung dengan baik. Alhasil, saat turun hujan air bisa mengalir lewat celah tersebut dan menyebabkan rembes ke dinding rumah.

    Cara mengatasinya yakni dengan memperbaiki sambungan tersebut dengan tepat. Lalu, cek kembali saat turun hujan apakah air merembes ke dinding atau tidak.

    2. Melapisi Retak Rambut

    Munculnya retak rambut di dinding tidak bisa dianggap sepele. Hal itu karena retakan ini membuat air hujan dapat merembes ke dinding rumah.

    Untuk memperbaikinya, lapisi retak rambut di dinding dengan menggunakan semen putih dan cat pelapis anti bocor (cat waterproof). Langkah ini agar pori-pori pada dinding bisa tertutup sehingga air tidak merembes.

    3. Pakai Sealant Dinding

    Dinding rumah yang rembes juga bisa diatasi dengan menggunakan sealant, yaitu bahan yang dapat mengisi dan menyegel celah atau retakan pada dinding. Fungsinya untuk menyerap air ke dalam bata, sehingga membantu menahan air agar tidak merembes keluar.

    Meski begitu, cara ini hanya dapat mengatasi rembesan air yang muncul sesekali. Jadi, tidak begitu efektif untuk menahan rembesan secara terus-menerus.

    4. Mengecat Eksterior Rumah

    Tidak hanya soal estetika, mengecat eksterior rumah juga penting untuk menjaga bangunan tetap tahan dari segala kondisi cuaca, termasuk hujan.

    Dianjurkan memakai cat eksterior waterproof berkualitas tinggi yang diformulasikan tahan terhadap cuaca. Jadi tak hanya terlihat estetis, tapi juga melindungi tembok rumah dari rembes dan kelembapan saat turun hujan.

    5. Perbaiki Pipa yang Rusak

    Selain karena air hujan, dinding bisa rembes karena ada kerusakan pada pipa, seperti pipa retak, bocor, atau sambungan antar pipa yang sudah longgar.

    Apabila kurang paham untuk memperbaiki pipa yang rusak, sebaiknya panggil tukang yang ahli di bidangnya. Dengan begitu, pipa bisa diperbaiki dengan cepat dan dinding rumah tidak rembes lagi saat hujan.

    Itulah lima cara ampuh untuk mengatasi dinding rembes saat turun hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Plafon Belum Tentu Karena Bocor! Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, banyak pemilik rumah terkejut ketika menemukan noda lembap atau bercak kekuningan di plafon. Padahal, atap terlihat baik-baik saja dan tidak ada tanda kebocoran. Fenomena ini sering kali bukan rembesan hujan, melainkan kondensasi uap air yang diam-diam terbentuk di balik lapisan atap.

    Ketika kelembapan dalam rumah meningkat, baik akibat aktivitas harian seperti mandi, memasak, hingga kualitas ventilasi yang buruk, uap air akan naik dan bertemu dengan permukaan yang lebih dingin di area langit-langit. Di titik inilah uap berubah menjadi tetesan air, memicu bercak, noda, hingga potensi jamur yang bisa merusak interior rumah.

    Dilansir dari Homes and Gardens, berikut beberapa penyebab kondensasi di plafon dan cara mengatasinya.


    Penyebab Kondensasi di Plafon

    Tingkat Kelembapan Dalam Ruangan yang Tinggi

    Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci bisa meningkatkan kelembapan udara di dalam rumah. Jika kelembapan ini tidak dikontrol, uap air akan naik ke bagian langit-langit dan berkondensasi di permukaan plafon atau bagian rangka atap.

    Isolasi Plafon yang Buruk

    Insulasi yang kurang atau tidak merata bisa menciptakan titik dingin. Pada bagian tersebut, suhu bisa lebih rendah, sehingga udara lembap yang bersentuhan di sana akan lebih mudah mengembun.

    Ventilasi yang Tidak Efisien

    Kurangnya aliran udara di loteng atau ruang atas plafon membuat uap air sulit keluar. Tanpa ventilasi yang baik, kelembapan akan terus menumpuk, memperbesar peluang kondensasi.

    Kebocoran Atap yang Meniru Kondensasi

    Kadang noda di plafon menyerupai bekas kebocoran, namun sebenarnya berasal dari kondensasi. Perlu diketahui perbedaannya agar solusi yang diambil tepat.

    Penyaluran Udara Panas

    Struktur bangunan seperti rangka baja atau kayu bisa menjadi penyaluran panas, yaitu bagian yang memindahkan panas dengan cepat dan menciptakan area yang lebih dingin. Titik-titik ini rentan menjadi lokasi embun uap air.

    Cara Menangani & Mencegah Kondensasi di Plafon

    Berikut beberapa langkah efektif untuk mengatasi masalah kondensasi dan mencegah munculnya bercak di plafon.

    Kurangi Kelembapan dalam Ruangan

    Penggunaan exhaust fan di kamar mandi dan dapur bisa dilakukan, untuk mengeluarkan uap lembap dalam ruangan. Gunakan juga ventilasi yang cukup besar agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar. Pertimbangkan juga untuk memakai dehumidifier jika kelembapan ruangan sangat tinggi.

    Perbaiki Insulasi Plafon

    Tambahkan atau perbaiki lapisan insulasi di plafon untuk mengurangi titik dingin. Insulasi yang baik akan menjaga suhu bagian dalam plafon agar lebih stabil, mengurangi risiko embun.

    Tingkatkan Ventilasi Loteng

    Kalau di rumah ada loteng, pastikan loteng memiliki ventilasi yang cukup agar udara lembap bisa keluar. Ventilasi yang baik dapat sangat mengurangi penumpukan kelembapan.

    Pastikan Bukan Karena Kebocoran

    Sebelum menyimpulkan bahwa masalahnya berasal dari kondensasi, periksa terlebih dahulu apakah ada kebocoran pada atap, talang, atau saluran air. Kondensasi sering terlihat mirip dengan air menetes akibat kebocoran, sehingga mudah membuat orang salah diagnosis. Setelah memastikan semua jalur air dan struktur atap dalam kondisi baik, sumber masalah yang sebenarnya dapat diketahui dan dapat menentukan langkah perbaikan yang tepat.

    Mengeringkan Plafon yang Basah

    Jika plafon sudah lembap, lakukan pengeringan dengan hati-hati agar uap air yang mengendap bisa hilang sebelum menyebabkan jamur atau kerusakan struktur.

    Itulah penyebab noda yang muncul di plafon karena kondensasi dan cara penanganannya. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Noda di Plafon Belum Tentu Karena Bocor, Bisa Jadi Ini Biang Masalahnya!



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, banyak pemilik rumah terkejut ketika menemukan noda lembap atau bercak kekuningan di plafon. Padahal, atap terlihat baik-baik saja dan tidak ada tanda kebocoran. Fenomena ini mungkin saja bukan rembesan hujan, melainkan kondensasi uap air yang diam-diam terbentuk di balik lapisan atap.

    Ketika kelembapan dalam rumah meningkat, baik akibat aktivitas harian seperti mandi, memasak, hingga kualitas ventilasi yang buruk, uap air akan naik dan bertemu dengan permukaan yang lebih dingin di area langit-langit. Di titik inilah uap berubah menjadi tetesan air, memicu bercak, noda, hingga potensi jamur yang bisa merusak interior rumah.

    Dilansir dari Home and Garden, berikut beberapa penyebab kondensasi di plafon dan cara mengatasinya.


    Penyebab Kondensasi di Plafon

    Tingkat Kelembapan Dalam Ruangan yang Tinggi

    Aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci bisa meningkatkan kelembapan udara di dalam rumah. Jika kelembapan ini tidak dikontrol, uap air akan naik ke bagian langit-langit dan berkondensasi di permukaan plafon atau bagian rangka atap.

    Isolasi Plafon yang Buruk

    Insulasi yang kurang atau tidak merata bisa menciptakan titik dingin. Pada bagian tersebut, suhu bisa lebih rendah, sehingga udara lembap yang bersentuhan di sana akan lebih mudah mengembun.

    Ventilasi yang Tidak Efisien

    Kurangnya aliran udara di loteng atau ruang atas plafon membuat uap air sulit keluar. Tanpa ventilasi yang baik, kelembapan akan terus menumpuk, memperbesar peluang kondensasi.

    Kebocoran Atap yang Meniru Kondensasi

    Kadang noda di plafon menyerupai bekas kebocoran, namun sebenarnya berasal dari kondensasi. Perlu diketahui perbedaannya agar solusi yang diambil tepat.

    Penyaluran Udara Panas

    Struktur bangunan seperti rangka baja atau kayu bisa menjadi penyaluran panas, yaitu bagian yang memindahkan panas dengan cepat dan menciptakan area yang lebih dingin. Titik-titik ini rentan menjadi lokasi embun uap air.

    Cara Menangani & Mencegah Kondensasi di Plafon

    Berikut beberapa langkah efektif untuk mengatasi masalah kondensasi dan mencegah munculnya bercak di plafon.

    Kurangi Kelembapan Dalam Ruangan

    Penggunaan exhaust fan di kamar mandi dan dapur bisa dilakukan, untuk mengeluarkan uap lembap dalam ruangan. Gunakan juga ventilasi yang cukup besar agar sirkulasi udara berjalan dengan lancar. Pertimbangkan juga untuk memakai dehumidifier jika kelembapan ruangan sangat tinggi.

    Perbaiki Insulasi Plafon

    Tambahkan atau perbaiki lapisan insulasi di plafon untuk mengurangi titik dingin. Insulasi yang baik akan menjaga suhu bagian dalam plafon agar lebih stabil, mengurangi risiko embun.

    Tingkatkan Ventilasi Loteng

    Pastikan ruang loteng memiliki ventilasi yang cukup agar udara lembap bisa keluar. Ventilasi yang baik dapat sangat mengurangi penumpukan kelembapan.

    Identifikasi dan Atasi Thermal Bridging

    Cari bagian struktur yang mungkin berfungsi sebagai penyaluran udara panas, misalnya rangka kayu ataupun logam. Perkuat isolasi di sekitar area tersebut.

    Pastikan Bukan Karena Kebocoran

    Sebelum menyimpulkan bahwa masalahnya berasal dari kondensasi, periksa terlebih dahulu apakah ada kebocoran pada atap, talang, atau saluran air. Kondensasi sering terlihat mirip dengan air menetes akibat kebocoran, sehingga mudah membuat orang salah diagnosis. Dengan memastikan semua jalur air dan struktur atap dalam kondisi baik, sumber masalah yang sebenarnya dapat diketahui dan dapat menentukan langkah perbaikan yang tepat.

    Mengeringkan Plafon yang Basah

    Jika plafon sudah lembap, lakukan pengeringan dengan hati-hati agar uap air yang mengendap bisa hilang sebelum menyebabkan jamur atau kerusakan struktur.

    Itulah penyebab noda yang muncul di plafon karena kondensasi dan cara penanganannya. Semoga bermanfaat.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com