Tag: bogor

  • Kisaran Harga Pasir Rangkas per 1 Truk Terbaru


    Jakarta

    Pasir merupakan salah satu material penting dalam konstruksi bangunan. Saat ini ada banyak jenis pasir yang umum digunakan, salah satunya adalah pasir rangkas.

    Sebagai informasi, pasir ini diambil dari wilayah Rangkasbitung, Provinsi Banten. Maka dari itu dinamakan pasir rangkas karena sesuai lokasi pasir ini dihasilkan.

    Pasir rangkas memiliki ciri khas tersendiri, yakni berwarna putih ke abu-abuan dengan tekstur yang lembut, tapi terdiri dari butir-butiran besar sehingga tidak halus seperti pasir pasang.


    Pasir rangkas disebut memiliki kualitas baik sehingga kerap digunakan sebagai material bangunan. Pasir rangkas biasanya dipakai untuk merekatkan (plester), memasang keramik, cor fondasi, pembuatan batako, genteng, dan bata ringan.

    Jika ingin membeli pasir rangkas untuk material bangunan, sebaiknya ketahui dulu kisaran harganya. Cek selengkapnya dalam artikel ini.

    Kisaran Harga Pasir Rangkas Terbaru 2025

    Secara umum, pasir rangkas dijual dalam hitungan per 1 truk. Dalam satu truk dapat mengangkut sekitar 6,5-7 meter kubik (m3) pasir rangkas.

    Perlu diingat, harga pasir rangkas dapat berbeda tergantung dari ketentuan toko bangunan. Harga juga dipengaruhi oleh lokasi penjualan, sehingga harga pasir rangkas di Jakarta mungkin berbeda dengan di Bekasi.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai e-commerce, Rabu (17/7/2025), berikut kisaran harga pasir rangkas terbaru 2025:

    • Pasir rangkas wilayah Jakarta: Rp 1.850.000/truk
    • Pasir rangkas wilayah Tangerang: Rp 1.850.000/truk
    • Pasir rangkas wilayah Bekasi: Rp 1.950.000/truk
    • Pasir rangkas wilayah Depok: Rp 1.950.000/truk
    • Pasir rangkas wilayah Bogor: Rp 1.825.000/truk.

    Selain itu, ada juga toko bangunan yang menjual pasir rangkas dalam kondisi sudah dicuci. Berikut kisaran harganya:

    • Pasir rangkas cuci wilayah Tangerang: Rp 1.870.000/truk
    • Pasir rangkas cuci wilayah Jakarta: Rp 2.100.000/truk
    • Pasir rangkas cuci wilayah Depok: Rp 2.150.000/truk
    • Pasir rangkas cuci wilayah Bekasi: Rp 2.300.000/truk.

    Sebagai catatan, harga di atas bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu tergantung dari kebijakan toko bangunan. Selain itu, harga yang tertera masih berupa estimasi, sehingga bisa terjadi perbedaan di sejumlah wilayah.

    Itu dia kisaran harga pasir rangkas terbaru per 1 truk di 2025. Sebelum membelinya, pastikan detikers sudah berkonsultasi dengan kontraktor agar bisa membeli pasir sesuai kebutuhan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mirip tapi Tak Sama, Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali



    Jakarta

    Sumber air bersih bisa didapatkan dari dalam tanah. Untuk memperoleh air tersebut, pemilik rumah bisa membuat sumur bor atau sumur gali.

    Kedua sumur itu dibuat dengan menggali lubang yang dalam. Nah, perbedaan utamanya ada pada cara menggali lubang. Sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual.

    Meski sama-sama mengeluarkan air dari dalam tanah, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulan masing-masing.


    Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, Hasan, mengatakan sumur bor lebih banyak keunggulan dibanding sumur gali. Apalagi ketika musim kemarau, sumur bor menjadi sumber air andalan.

    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Namun, apa perbedaan sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasannya berikut ini

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

    1. Debit Air

    Sumur gali memiliki diameter lubang yang besar, sehingga debit air semakin besar buat memenuhi kebutuhan. Berbeda dari sumur bor yang mengandalkan pompa untuk menyalurkan air, sehingga debit air bisa lebih kencang.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” ucapnya.

    2. Dimensi Lubang

    Kemudian, proses pembuatan sumur bor lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah hingga mencapai sumber air karena menggunakan mesin. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual, sehingga ada keterbatasan yang membuat sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” sambung Hasan.

    3. Waktu Pengerjaan

    Pembuatan sumur gali dengan kedalaman dua puluh meter bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Proses itu memakan waktu lama karena penggalian dilakukan secara manual.

    Sementara itu, pembuatan sumur bor relatif lebih cepat karena memakai mesin bor. Kedalaman lubang tidak menjadi masalah selagi bisa menemukan sumber air.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Bor vs Sumur Gali, Mana yang Lebih Baik buat Rumah?


    Jakarta

    Rumah membutuhkan pasokan air bersih untuk kebutuhan penghuninya. Air tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, salah satunya dengan membuat sumur air di rumah.

    Untuk membuat sumur air, pemilik rumah bisa memilih antara dua jenis, yaitu sumur bor dan sumur gali. Pembuatan sumur boro menggunakan mesin bor, sedangkan sumur gali dengan teknik gali secara manual.

    Menurut Hasan, tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor punya banyak keunggulan daripada sumur gali. Jenis sumur tersebut menjadi sumber air yang diandalkan ketika musim kemarau.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Memang apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Berikut ini penjelasannya.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa hal yang membedakan sumur bor dengan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor dengan mesin memudahkan tukang untuk menentukan kedalaman buat menemukan sumber air. Berbeda halnya dengan sumur gali yang tidak bisa dibuat terlalu dalam karena pembuatannya menggunakan tenaga manual.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” Sambung Hasan.

    2. Waktu Pengerjaan

    Membuat sumur gali memang lebih murah ketimbang sumur bor karena pakai cara manual. Namun, pengerjaannya cukup lama, bisa berhari-hari untuk menggali sumur sedalam dua puluh meter.

    Sementara itu, penggalian sumur bor lebih cepat dengan bantuan mesin. Dengan begitu, proses penggalian lebih cepat. Kedalaman lubang pun tidak menjadi kendala selama sumber air bersih ditemukan.

    3. Debit Air

    Sumur gali dibuat dengan diameter yang besar sehingga memungkinkan debit air juga besar. Sementara itu, besarnya debit air sumur bor mengandalkan pompa air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” tuturnya.

    Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Harga Pasir Bangka untuk Bangunan per 1 Truk di 2025


    Jakarta

    Pasir merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam membangun rumah. Perlu diketahui, pasir bangunan juga terdiri dari beberapa jenis, salah satunya pasir bangka.

    Sesuai namanya, pasir jenis ini berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Pasir bangka memiliki ciri khas tekstur yang halus dan lembut, serta diklaim punya kualitas yang sangat baik sehingga ideal digunakan dalam konstruksi bangunan.

    Pasir bangka punya warna yang berbeda-beda karena tergantung dari tempat galian serta kondisi cuaca saat menggali pasir. Ada pasir bangka berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecokelatan. Umumnya lebih banyak pasir bangka putih yang dijual di toko-toko bangunan.


    Jika berencana ingin membeli pasir bangka untuk bahan material bangunan, sebaiknya cek dahulu kisaran harga yang terbaru di 2025 dalam artikel ini.

    Harga Pasir Bangka per 1 Truk Terbaru 2025

    Biasanya pasir bangka dijual dalam hitungan per truk. Dalam satu dump truck dapat mengangkut sekitar 6,5-7 meter kubik pasir bangka.

    Harga pasir bangka dapat berbeda-beda tergantung dari kualitasnya, ada yang kualitas premium hingga super. Lalu, perbedaan harga juga tergantung dari lokasi penjualan.

    Dari pantauan detikProperti di berbagai toko bangunan online, Selasa (18/11/2025), berikut kisaran harga pasir bangka per 1 truk terbaru di 2025:

    • Pasir bangka grade Super wilayah Jakarta: Rp 1.850.000-1.950.000 per truk
    • Pasir bangka grade Premium wilayah Jakarta: Rp 2.150.000-2.850.000 per truk
    • Pasir bangka grade Premium wilayah Depok-Bekasi: Rp 2.950.000 per truk
    • Pasir bangka grade Premium wilayah Cibitung-Bogor: Rp 3.000.000 per truk
    • Pasir bangka putih: Rp 1.950.000 per truk
    • Pasir bangka krem: Rp 2.050.000 per truk
    • Pasir bangka cokelat: Rp 1.900.0000 per truk.

    Sebagai catatan, harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari masing-masing kebijakan toko bangunan. Selain itu, harga yang tertera masih berupa estimasi di wilayah Jabodetabek saja, sehingga dapat terjadi perbedaan harga di sejumlah wilayah lainnya.

    Demikian kisaran harga pasir bangka terbaru per 1 truk di November 2025. Sebelum membelinya, pastikan detikers sudah berkonsultasi dengan kontraktor agar bisa membeli pasir sesuai kebutuhan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Adzan Magrib, Buka Puasa Tasua dan Asyura


    Jakarta

    Puasa Tasua dan Asyura adalah amalan sunnah yang dikerjakan pada 9-10 Muharram dalam kalender Hijriah. Tahun ini, kedua puasa tersebut bertepatan dengan 5-6 Juli 2025.

    Mengutip dari kitab Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa Thuruq wa Amaliyah susunan Raghib As Sirjani terjemahan Andi Muhammad Syahrir, Muharram menjadi sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa. Karenanya, puasa Tasua dan Asyura sangat dianjurkan karena mengandung keutamaan yang luar biasa.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

    Seperti puasa pada umumnya, setelah menahan diri dari lapar, haus dan hawa nafsu selama seharian maka muslim diperbolehkan berbuka pada waktu Maghrib. Berikut jadwal adzan Maghrib yang bisa dijadikan panduan muslim untuk buka puasa Tasua dan Asyura.

    Jadwal Adzan Maghrib Buka Puasa Tasua-Asyura Jabodetabek

    1. Jadwal Buka Puasa Tasua Jabodetabek

    • Adzan Maghrib Kota Jakarta: 17.54 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Bogor: 17.58 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Depok: 17.54 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Tangerang: 17.55 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Bekasi: 17.53 WIB

    2. Jadwal Buka Puasa Asyura Jabodetabek

    • Adzan Maghrib Kota Jakarta: 17.54 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Bogor: 17.58 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Depok: 17.54 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Tangerang: 17.55 WIB
    • Adzan Maghrib Kota Bekasi: 17.53 WIB

    Doa Buka Puasa Tasua dan Asyura

    Terdapat doa buka puasa Tasua dan Asyura yang bisa diamalkan sebelum berbuka. Berikut bacaannya yang dikutip dari kitab Al-Adzkar Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

    Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud)

    Dalam Sunan Abu Dawud terdapat pula hadits dari Muadz bin Zuhrah yang mengatakan bahwa jika telah berbuka puasa, Nabi SAW membaca doa buka puasa berikut ini:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

    Arab latin: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rezekika afthartu

    Artinya: “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka.”

    Dalam kitab Ibnu Sunni juga terdapat bacaan doa buka puasa. Doa ini berasal dari riwayat Ibnu Abbas RA, berikut bacaannya:

    اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Subsidi Guru Ngaji Bisa Dicicil, Berapa Angsurannya?



    Jakarta

    Guru ngaji, dai, aktivis Islam, dan pegawai organisasi kemasyarakatan Islam dapat rumah subsidi dari pemerintah. Angsurannya disebut-sebut tak jauh beda dengan biaya sewa kontrakan per bulan. Berapa?

    Program rumah subsidi ini diumumkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (26/7/2025). Program tersebut jadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka backlog perumahan yang mencapai 9,9 juta unit.


    Anwar, seorang guru ngaji di Yayasan Madani, Bogor, berbagi pengalamannya. Ia mengaku sudah membeli rumah subsidi lewat KPR FLPP Bank BTN Syariah dan sudah melihat langsung rumahnya di Bogor.

    “Saya senang daripada ngontrak rumah. Dulu bayar kontrakan Rp 1 juta per bulan sedangkan KPR FLPP saya bayar angsuran Rp 1,1 juta tapi sudah bisa punya rumah sendiri. Apalagi bangunannya bagus, airnya bagus, lingkungannya juga bagus,” cerita Anwar dengan raut bahagia, dikutip dari laman PKP.

    Senada dengan Anwar, Dinda, guru Bahasa Arab di sebuah madrasah di Depok, juga turut merasakan manfaat program ini. Ia sudah membeli rumah subsidi di Bekasi dan merasa sangat senang meski belum menikah tapi sudah punya rumah sendiri.

    “Alhamdulillah saya bisa membeli rumah subsidi di Bekasi. Tembok bangunannya mulus, lingkungan aman dan warganya juga saling membantu,” terangnya. Ia pun berharap teman-temannya juga bisa menyusul.

    Hingga saat ini, tercatat sudah 1.975 guru ngaji di seluruh Indonesia yang melakukan akad KPR FLPP untuk memiliki rumah subsidi. Ketua Umum MUI K.H. M Anwar Iskandar pun menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian PKP.

    Dengan angsuran yang terjangkau dan dukungan penuh dari pemerintah serta MUI, impian para guru ngaji untuk memiliki rumah sendiri kini bukan lagi sekadar angan-angan.

    “Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian PKP atas rumah subsidi bagi para guru ngaji ini. Dirinya berharap program rumah subsidi ini bisa segera ditindaklanjuti di lapangan sehingga banyak guru ngaji yang bisa miliki rumah sendiri,” harapnya.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • JNE Berangkatkan 559 Karyawan Ibadah Umrah



    Jakarta

    Dalam upaya meningkatkan spiritualitas dan kesejahteraan karyawan, JNE kembali memberangkatkan karyawannya untuk melaksanakan ibadah Umrah. Program ini merupakan salah satu bentuk penghargaan perusahaan terhadap para Ksatria dan Srikandi JNE yang sudah mengabdi kepada perusahaan selama lebih dari 12 tahun.

    Memberangkatkan 559 karyawan yang terbagi menjadi 3 kloter, di mana keberangkatan pertama pada tanggal 7-15 Oktober 2024, dilanjutkan pada 14-22 Oktober 2024, dan kloter terakhir pada 24 Oktober-1 November 2024 nanti.

    Ksatria dan Srikandi JNE yang berangkat kloter pertama, mengaku terharu dan bangga hingga meneteskan air mata saat pertama kali berada di Masjidil Haram, di depan Ka’bah yang menjadi kiblat shalat seluruh umat Muslim di seluruh dunia.


    “Hal ini merupakan perwujudan nilai-nilai yang dijalankan JNE, sesuai dengan amanat pendiri JNE (alm) H Soeprapto Soeparno memberikan kesempatan setiap tahunnya memberangkatkan Ksatria dan Srikandi JNE untuk melaksanakan ibadah umrah yang diberikan oleh perusahaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya,” ujar Presiden Direkur JNE, M Feriadi Soeprapto, dalam keterangan tertulis, Senin (21/10/2024).

    “Selain itu, umrah adalah semangat menapaki jejak Rasullah SAW dalam berbuat kebaikan, sehingga kembalinya dari Tanah Suci, para karyawan dapat membawa semangat baru yang menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi perusahaan,” sambungnya.

    Pada tahun ini, karyawan yang berkesempatan mengikuti ibadah umrah dari berbagai kantor cabang JNE, seperti dari Banjarmasin, Bandung, Bekasi, Bogor, Balikpapan, Batam, Jakarta, Yogyakarta, Kendari, Medan, Solo, Bandar Lampung, Tarakan, Makassar, Palembang, Pontianak, Surabaya, Cilegon, Malang dan juga cabang utama lainnya, tampak serius dan antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah umrah yang di pandu oleh Ustadz Aqil Muzakki dan Muhammad Rezy Batubara.

    Srikandi JNE Tarakan bagian Human Capital Rati Triastuti mengungkapkan rasa syukur karena hari keberangkatan merupakan hari yang ditunggu-tunggu olehnya. Di mana, waktu itu dirinya sempat tertahan dua tahun akibat dampak COVID-19.

    “Alhamdulillah, kali ini tahun ke 14 saya bergabung di JNE mendapatkan hadiah paling indah yaitu umrah. Terima kasih kepada seluruh manajemen JNE saya dapat berangkat bersama teman-teman lainnya,” kata Rati.

    Srikandi dari JNE Kendari Wiwin Widyasari menyatakanibadah umrah ini merupakan sebuah rezeki dari Allah SWT yang didatangkan melalui JNE. Dirinya mengatakan akan fokus beribadah dan berdoa untuk keluarga dan juga untuk kemajuan JNE.

    Lain halnya dengan Ksatria JNE Jakarta bagian Regional Jawa Barat Caesario Wibisono Wauran. yang tidak menyangka dirinya diberangkatkan umrah dari JNE. Ia mengatakan dirinya mendapatkan undangan dari Allah SWT melalui JNE untuk dapat berkunjung beribadah disana.

    “Terima kasih JNE, semoga JNE semakin maju dan tetap dapat memberangkatkan umrah Ksatria dan Srikandi JNE lainnya di mana merupakan impian mereka untuk dapat mengunjungi Tanah Suci ini,” pungkasnya.

    (Content Promotion/JNE)



    Sumber : www.detik.com

  • Kloter Pertama Haji 2025 Direncanakan Berangkat 2 Mei 2025



    Jakarta

    Jemaah haji asal Indonesia direncanakan akan mulai diberangkatkan pada 2 Mei 2025 untuk melaksanakan ibadah haji 1446 H/2025 M. Segala persiapan telah dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

    Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief menyampaikan jemaah haji Indonesia 1446 Hijriyah direncanakan sudah mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025.

    Ia juga menjelaskan jemaah akan mulai diterbangkan ke Arab Saudi pada 2 Mei 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Kemenag tahun 2024 di Bogor.


    “Insyaallah, untuk pelaksanaan haji 1446 Hijriah akan diselenggarakan pada tahun 2025. Secara proses, jemaah akan mulai masuk asrama haji tanggal 1 Mei. Pada 2 Mei sudah ada (jemaah) yang terbang. Jadi, kita hitung mundur dari situ, dan tentu banyak hal yang harus kami persiapkan untuk saat ini,” ungkap Hilman sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (17/11/2024).

    Kebijakan pada Pelaksanaan Haji 2025

    Dalam kesempatan ini, Hilman menekankan pentingnya persiapan yang matang, terutama untuk memenuhi kebutuhan jemaah selama di Arab Saudi. Salah satu kebijakan baru yang akan diimplementasikan adalah kewajiban menyediakan makanan setiap hari bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.

    “Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, saat ini DPR dengan kita (Kemenag) sepakat bahwa jemaah harus makan setiap harinya selama di Saudi. Kalau dulu itu ada enam hari tidak dikasih makan. Tapi, sekarang itu harus ada,” jelasnya.

    “Karena itulah, menjelang puncak haji, kita membutuhkan, hitungan kami, sekitar 5,4 juta makanan siap saji. Tahun lalu, baru ada 1,6 juta makanan siap saji yang bisa kita sediakan,” sebut Hilman.

    Selain logistik, Kemenag juga memperkuat aspek edukasi jemaah melalui manasik haji yang mendukung moderasi beragama. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kerukunan internal, antar mazhab, dan antarumat beragama.

    “Memang fikih haji di sana bermacam-macam. Kita juga akan mengedukasi jemaah untuk bisa memahami situasi di sana,” terang Hilman.

    Hilman menyebutkan, telah ada 1.200 hingga 1.500 petugas haji yang akan bersiap melayani jemaah haji. Para petugas haji ini telah dilatih untuk memberikan edukasi kepada calon jemaah haji.

    “Kita sudah memiliki mungkin 1.200 atau 1.500 petugas pembimbing ibadah haji profesional bersertifikat yang dilatih di berbagai kabupaten/kota melalui PTKIN yang ada. Nah ini juga akan membantu dalam proses edukasi terhadap jemaah,” tuturnya.

    Turut hadir pula dalam rakernas Kemenag, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama, Romo Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Muhammad Irfan Yusuf, Wakil Kepala BPH Dahnil Anzar, dan seluruh jajaran pejabat eselon I dan II Kemenag.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Jemaah Haji Akan Berangkat 2 Mei 2025 tapi Biaya Belum Diputuskan, Kenapa?


    Jakarta

    Jemaah haji 2025 direncanakan berangkat pada 2 Mei mendatang. Hal ini dikatakan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag RI), Hilman Latief.

    “InsyaAllah, untuk pelaksanaan haji 1446 Hijriah akan diselenggarakan pada tahun 2025. Secara proses, jemaah akan mulai masuk asrama haji tanggal 1 Mei. Pada 2 Mei sudah ada (jemaah) yang terbang. Jadi, kita hitung mundur dari situ, dan tentu banyak hal yang harus kami persiapkan untuk saat ini,” katanya dalam Rapat Kerja Nasional Kemenag 2024 di Bogor, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Rabu (11/12/2024).

    Persiapan yang matang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi. Dalam kaitannya, ada salah satu kebijakan baru yang akan diimplementasikan yaitu menyediakan makanan setiap hari bagi jemaah selama berada di Tanah Suci. Hal tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.


    “Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, saat ini DPR dengan kita (Kemenag) sepakat bahwa jemaah harus makan setiap harinya selama di Saudi. Kalau dulu itu ada enam hari tidak dikasih makan. Tapi, sekarang itu harus ada,” ujar Hilman menjelaskan.

    Jelang puncak haji, terang Hilman, berdasarkan perhitungan Kemenag maka dibutuhkan sekitar 5,4 juta makanan siap saji.

    “Tahun lalu, baru ada 1,6 juta makanan siap saji yang bisa kita sediakan,” tambahnya.

    Berapa Biaya Haji 1446 H?

    Meski jemaah haji direncanakan berangkat mulai 2 Mei 2025, hingga kini biaya haji 1446 H belum diputuskan oleh Kemenag. Dalam Rapat Kerja Menteri Agama dan Komisi VIII DPR RI pada Rabu (4/12) lalu, Komisi VIII DPR RI meminta Kemenag untuk segera mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025.

    “Kami menunggu usulan pemerintah (tentang) BPIH, sampai sekarang kami belum mendapatkan permintaan untuk dibahas di Komisi VIII, kecuali yang dulu. Yang dulu itu, kami tidak setuju karena tidak menyebut badan (BPH). Kami berharap segera berunding, segera bermufakat, usulkan lagi,” terang Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang.

    Ia mengatakan Komisi VIII DPR sudah berkoordinasi dengan pimpinan DPR agar Komisi VIII DPR tetap dapat menyelenggarakan rapat untuk memahas usulan BPIH 2025 di tengah reses.

    “Kami sudah meminta izin kepada pimpinan DPR untuk bersidang di masa reses, itu saking seriusnya kami,” lanjut Marwan.

    Ia memastikan bahwa Komisi VIII DPR RI tidak akan menunda-nunda pengesahan anggaran yang diusulkan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2025 apabila sudah dianggap cukup dan memadai.

    “Kalau anggaran yang dibahas ini adalah pelaksanaan haji 2025, cukup dan memadai, ayo kita sahkan,” tambahnya.

    Sebelumnya pada Senin (2/12) Kementerian Agama telah menyampaikan saat ini masih menunggu undangan dari Komisi VIII DPR RI untuk membahas biaya penyelenggaraan ibadah haji 1446 Hijriah/2025 Masehi seiring dengan waktu yang semakin mepet.

    “Ya kita tunggu DPR. Karena kita menunggu waktunya. Kan, kita tidak bisa menentukan sepihak, ya, kan. Harus ada rapat kerja dengan DPR,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.

    Menurutnya, pihaknya sudah siap untuk menggelar pembahasan. Jika Komisi VIII DPR RI mengundang Kementerian Agama untuk menggelar rapat kerja, Kemenag akan langsung memulai.

    “Jadi kami siap. Begitu DPR oke, kita langsung mulai,” pungkasnya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Perputaran Uang Aktivitas Haji & Umrah Capai Rp 60-70 Triliun Setiap Tahun



    Jakarta

    Perputaran uang terkait aktivitas haji dan umrah mencapai Rp 60-70 triliun setiap tahunnya. Hal ini dikatakan oleh anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Amri Yusuf.

    “Perputaran uang terkait aktivitas perhajian, termasuk umrah, mencapai Rp 60-70 triliun setiap tahun. Sebanyak Rp 21 triliun berasal dari kegiatan perhajian yang didukung BPKH, sementara umrah menyumbang Rp 30-40 triliun. Namun, hanya sedikit yang memiliki efek signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” terangnya dalam acara Ruang Dialog BPKH: Harmonisasi Penyelenggaraan Haji Menuju Ekosistem Perhajian Indonesia seperti dikutip pada Selasa (17/12/2024).


    Amri menilai bahwa BPKH telah memulai inisiatif untuk menurunkan biaya penyelenggaraan haji dengan mendirikan anak usaha yang masuk dalam ekosistem perhajian pada tahun 2023. Diharapkan, langkah tersebut memberikan dampak nyata pada ekonomi Indonesia.

    Amri juga membeberkan bahwa dana kelolaan haji terus meningkat. Per 2023 dana mencapai Rp 166,7 triliun dan diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 170,5 triliun pada akhir 2024.

    “Dana tersebut telah ditempatkan dan diinvestasikan melalui berbagai instrumen keuangan syariah yang aman dan optimal. Yang paling penting, tidak ada satu rupiah pun dana haji digunakan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur,” ungkapnya dalam seminar yang digelar hasil kerjasama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

    Melalui acara tersebut, Ketua Umum ICMI, Arif Satria, menyoroti potensi ibadah haji dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan UMKM di Indonesia.

    “Haji secara ekonomi dapat membantu pengembangan ekonomi syariah. Jika aspek ini sudah berkembang, maka potensi ekonomi yang besar dari penyelenggaraan haji dapat membawa kembali pengaruhnya ke Indonesia,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, pakar ekonomi syariah sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dam Manajemen (FEM) IPB, Irfan Sauqibeik, menuturkan bahwa kesempatan yang sama juga hadir dalam sisi keberlanjutan dana haji.

    “Tentang keberlanjutan dana haji kami menyarankan design BPKH dan ruang investasi yang perlu diperluas demi keberlanjutan dana haji tetap terjaga,” katanya.

    Dalam seminar yang digelar di Bogor, Minggu (15/12), ditegaskan terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengelolaan haji. Tidak hanya demi kepuasan jemaah, melainkan juga untuk meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

    Acara dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar; Ketua Umum ICMI Arif Satria; dan Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf. Diskusi ini membedah penyelenggaraan ibadah haji, pengelolaan dana haji yang transparan, akuntabel, syariah, dan efisien, sekaligus tantangan yang dihadapi.

    Halim Alamsyah selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2010 – 2015 yang turut hadir menjelaskan bahwa perlu dilakukan antisipasi dari setiap tantangan di masa depan.

    “Perlu dilakukan antisipasi dari setiap tantangan kedepannya demi keberlanjutan dana haji,” pungkas Halim.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com