Tag: bohlam

  • Kenapa Lampu Bohlam Cepat Mati? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami lampu bohlam di rumah cepat mati padahal baru diganti? Biasanya lampu bohlam mampu memiliki umur sekitar 900 jam penggunaan. Lampu bohlam yang cepat mati dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

    Lalu, apa penyebab lampu bohlam cepat mati padahal baru diganti dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lebih lanjut.

    Apa itu Lampu Bohlam?


    Melansir dari BINUS University, Selasa (12/12/2023), Lampu bohlam atau lampu pijar bekerja dengan cara menyalurkan arus listrik melalui filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Jenis lampu banyak digunakan sebab harganya yang lebih terjangkau dari lampu lainnya.

    Penyebab Lampu Bohlam di Rumah Cepat Mati

    Melansir dari Ilmu Teknik, Selasa (12/12/2023), setidaknya ada 5 alasan mengapa lampu bohlam di rumah cepat mati. Berikut beberapa alasannya.

    1. Tegangan Terlalu Tinggi

    Alasan pertama adalah tegangan yang terlalu tinggi. Jika tegangan suplai yang masuk terlalu besar, bohlam umumnya akan menyala lebih terang dan terbakar lebih cepat.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat menguji dahulu voltase pada outlet listrik standar (220 volt), menggunakan multimeter atau tester voltase; pastikan kamu tahu cara melakukan ini dengan aman karena daya akan menyala. Jika suatu tes menunjukkan tegangan yang lebih tinggi dari 220 volt, mintalah tukang listrik untuk melihat masalahnya, atau hubungi penyedia utilitas listrik kamu (PLN).

    2. Adanya Getaran Berlebih

    Penyebab lain dari lampu yang cepat mati adalah getaran sekitar yang berlebihan. Contohnya adanya kipas di langit-langit sekitar lampu. Ketika bilah kipas menjadi tidak seimbang, kipas akan mulai bergetar, dan getarannya menggoyangkan filamen pada bohlam sehingga memperpendek umurnya.

    Untuk mengatasinya, kamu pastikan tidak ada getaran berlebih di sekitar lampu. Dan jika kamu berencana memasang kipas angin gantung, pastikan posisinya jauh dari posisi soket lampu.

    3. Celah pada Socket

    Logam kecil di bagian bawah soket bohlam lampu adalah koneksi “panas” yang memberikan arus listrik ke bohlam lampu. Jika soket di bagian bawah terdorong ke bawah terlalu jauh, maka tidak dapat menyentuh bohlam lampu. Masalahnya di sini bukanlah lampu bohlam telah padam, tetapi bohlam itu tidak bisa dialiri listrik karena terdapat celah pada soket.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat mencabut steker lampu atau matikan daya ke fitting, kemudian gunakan tespen atau alat congkel lainnya untuk menekuk logam soket tersebut sekitar 0.3mm – 0.5mm. Kemudian pasang kembali bohlam dan lihat apakah berhasil.

    4. Korsleting

    Jika bohlam lampu yang tiba-tiba menjadi mati, bisa jadi terjadi karena adanya korsleting. Aliran arus pendek pada kabel sirkuit dapat menyebabkan lampu ataupun semua perangkat lain di sirkuit tiba-tiba menjadi mati.

    Korsleting sendiri merupakan kondisi dimana arus listrik mengalir di luar jalur kabel yang ditetapkan. Situasi ini menyebabkan resistensi berkurang, sehingga meningkatkan aliran arus melalui rangkaian.

    Untuk mengatasinya, jangan sering mematikan dan menyalakan lampu bohlam. Gunakan seperlunya. Matikan bohlam saat siang hari lalu nyalakan pada malam hari. Selain menghemat energi juga dapat memperpanjang umur bohlam.

    5. Pemilihan Jenis Bohlam yang Salah

    Lampu bohlam yang sering cepat mati bisa juga diakibatkan oleh pemilihan jenis bohlam yang salah. Misalnya, membeli bohlam yang abal-abal dari merek yang tidak memenuhi standar SNI.

    Untuk mengatasinya, pastikan kamu memiliki lampu bohlam dengan kualitas baik dan sudah SNI. Kamu juga bisa mempertimbangkan menggunakan lampu bohlam LED. Karena jenis ini lebih efisien, bertahan lebih lama, dan tidak mengandung merkuri seperti bohlam jenis biasa.

    Demikian penyebab lampu bohlam di rumah cepat mati dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Cara Tentukan Besaran Watt Lampu yang Tepat untuk Ruangan


    Jakarta

    Setiap rumah harus mempunyai pencahayaan yang memadai, salah satunya dengan memakai lampu. Supaya ruangan mendapat penerangan yang baik, kamu perlu menentukan besaran watt lampu yang tepat.

    Watt adalah jumlah daya atau energi yang digunakan oleh alat listrik, termasuk lampu. Besaran watt lampu akan mempengaruhi seberapa terang cahaya yang dihasilkan. Semakin besar watt, biasanya lampu akan semakin terang.

    Nah, kamu bisa menentukan besaran watt lampu berdasarkan luas ruangan. Simak caranya berikut ini yang dilansir dari s-gala.com, Kamis (20/6/2024).


    Cara Menentukan Besaran Watt Lampu

    1. Tentukan Jumlah Lumen

    Lumen merupakan satuan pengukuran standar untuk jumlah cahaya yang dapat dihasilkan oleh sumber cahaya. Secara sederhana, lumen menunjukkan tingkat kecerahan pada sumber cahaya, misalnya lampu. Semakin tinggi lumen, semakin terang cahaya yang dihasilkan.

    Tabel lumen dan watt lampu via s-gala.comTabel lumen dan watt lampu via s-gala.com Foto: Via s-gala.com

    Berdasarkan tabel di atas, jika kamar tidur memiliki ukuran 3×4 meter, maka besar lumen adalah 3.000. Selanjutnya adalah menentukan jumlah watt lampu yang digunakan.

    2. Tentukan Watt Lampu dan Jenis Lampu

    Kamu bisa melihat lumen dan watt serta jenis lampu yang ada dalam tabel berikut ini. Kalau ingin hemat energi, sebaiknya kamu menggunakan lampu LED.

    Tabel lumen dan watt lampu via s-gala.comTabel lumen dan watt lampu via s-gala.com Foto: Via s-gala.com

    Jika pakai contoh ukuran kamar tidur 3×4 dengan lumen 3.000, kamu bisa menggunakan lampu LED:
    – 2 buah lampu LED @17 watt dan 1 lampu LED @13 watt
    – 3 buah lampu LED @17 watt
    – 2 buah lampu LED @20 watt

    Tentunya, hal tersebut tergantung dari kebutuhan masing-masing. Itulah cara menentukan watt lampu berdasarkan luas ruangan.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lampu Kamar Mandi yang Tepat


    Jakarta

    Kamar mandi cenderung memiliki pencahayaan yang redup. Pencahayaan kamar mandi biasanya cukup untuk kebutuhan mandi, tetapi menambahkan lampu dapat mencerahkan dan membuat kamu dapat melihat dengan jelas.

    Keselamatan, kebersihan, dan desain juga merupakan manfaat dari pencahayaan kamar mandi. Kamar mandi yang terang memberikan keamanan dengan meningkatkan visibilitas saat masuk dan keluar dari ruangan, hal ini mencegah agar tidak terpeleset.

    Saat memasang lampu di dalam kamar mandi, kamu perlu memilih lampu tahan air yang paling cocok untuk kamar mandi kamu. Melansir The Spruce, Jumat (4/10/2024), berikut ini kualitas pencahayaan yang baik dan hal yang dipertimbangkan saat memilik lampu.


    Hal-hal yang Dipertimbangkan saat Memilih Lampu Kamar Mandi

    Ukuran

    Ukuran lampu kamar mandi kamu akan bergantung pada ukuran kamar mandi. Terlalu besar atau terlalu kecil akan terlihat tidak seimbang, Ukuran lampu tersembunyi yang paling umum adalah 4 hingga 7 inci.

    Watt

    Untuk kamar mandi secara umum menggunakan bohlam pijar 60 watt atau LED 7 hingga 9 watt yang memberikan kecerahan paling tinggi namun tetap bagus.

    Watt menunjukkan berapa banyak energi yang akan kamu gunakan untuk menyalakan lampu, bukan tingkat cahaya sebenarnya. Tetapi banyak orang sering menganggap kecerahan dalam hal jumlah watt pijar.

    Warna Lampu

    Warna lampu yang ‘dingin’ dan terang cocok untuk kamar mandi, terutama untuk keperluan seperti merias wajah dan bercukur, tetapi cahaya kuning yang hangat dapat lebih menenangkan untuk mandi dan tidak terlalu menyilaukan untuk kamar mandi.

    Tahan Air

    Perlengkapan lampu kamar mandi harus kedap air demi keamanan. Pastikan perlengkapan tersebut tahan lembap yang dapat bertahan di lingkungan lembap atau tahan basah yang dapat langsung terkena air.

    Kualitas Pencahayaan Kamar Mandi yang Baik

    Ditempatkan dengan Tepat

    Jenis lampu pancuran terbaik terletak di dalam bilik pancuran itu sendiri. Lampu ruangan umum merupakan pelengkap yang baik, tetapi tidak dapat menyinari semua area bilik pancuran.

    Langit-langit juga lebih mudah dialiri listrik daripada sekeliling pancuran. Tempatkan lampu di tengah langit-langit di atas pancuran, tetapi kamu mungkin memerlukan dua hingga tiga lampu di pancuran yang lebih besar.

    Kecerahan

    Lampu kamar mandi harus menciptakan ruangan yang terang, sehingga kamu dapat mandi dan bergerak dengan aman dan melihat semua perlengkapan kamar mandi. Hal ini juga dapat menjaga ruangan tetap bersih tanpa terlalu menyilaukan.

    Desain

    Meskipun pemasangan tersembunyi dan pemasangan permukaan merupakan jenis perlengkapan yang paling praktis untuk lampu pancuran, lampu dinding, dan lampu sorot dapat disertakan dalam rencana desain lampu kamar mandi.

    Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih lampu kamar mandi.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Panggil Tukang, Begini Cara Aman Ganti Lampu di Rumah


    Jakarta

    Lampu adalah alat penting di rumah karena tanpa penerangan, penghuni rumah akan kesulitan untuk beraktivitas. Sayangnya, lampu tidak memiliki suatu tanda jika dayanya habis. Jadi penghuni rumah tidak tahu kapan lampu akan mati atau rusak.

    Beberapa orang yang tak pernah memasang atau mengganti lampu mungkin akan kebingungan. Sementara di Indonesia jarang ada layanan untuk mengganti lampu di rumah. Mau tidak mau harus mengandalkan anggota keluarga.

    Apabila kamu tinggal sendiri, tenang, memasang dan mengganti lampu yang mati tidak sulit. Kamu bisa melakukannya sendiri dengan cepat dan aman. Dilansir Angi, berikut tips memasang dan mengganti lampu di rumah.


    1. Cek Kondisi Lampu yang Mati

    Bagi kamu yang tidak tahu jenis dan watt lampu yang dipakai, bisa dicek pada bohlam lama. Saat hendak mengambil bohlam, pastikan saklar lampu dalam kondisi mati. Jika penghuni rumah khawatir tersetrum, bisa memakai sarung tangan khusus. Untuk memutar bohlam, caranya dengan memegang bagian bawah lampu lalu putar atau geser hingga terlepas.

    2. Beli Lampu dengan Watt Sesuai

    Bohlam lampu tersedia di tukang bangunan, toko listrik, dan perlengkapan rumah. Merek dan jenis wattnya banyak. Oleh karena itu, perlu tahu daya lampu yang sebelumnya dipakai. Watt yang terlalu kecil atau terlalu besar dari aliran listrik yang dipasang di rumah dapat menyebabkan kebakaran karena korsleting listrik.

    3. Matikan Saklar Listrik

    Sama seperti saat melepas bohlam, saat memasang bohlam baru pun perlu mematikan saklar listrik. Jika perlu, kalian juga bisa memakai sarung tangan. Caranya dengan memutar bagian ujung lampu hingga tidak bisa diputar lagi.

    4. Coba Hidupkan Lampu

    Setelah itu, nyalakan saklar lampu dan cek apakah lampu hidup. Apabila lampu langsung menyala seperti biasa maka pemasangan berhasil. Namun apabila lampu tidak langsung menyala, maka perlu memperbaiki posisinya atau mengecek aliran listrik di rumah apakah ada yang terputus.

    Apabila ingin memperbaiki posisi lampu terpasang harap berhati-hati. Hindari langsung memegang bohlam yang baru menyala. Cek dahulu suhu bohlam dengan mendekatkan punggung tangan di dekat bohlam lampu tanpa disentuh, jika hangat tunggu sampai dingin baru aman untuk dilepas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Hemat Listrik di Rumah Biar Tagihan Nggak Bengkak


    Jakarta

    Tagihan listrik merupakan pengeluaran wajib bagi penghuni rumah. Tagihan ini bisa cukup membebankan pemilik rumah, apalagi kalau penggunaan listrik besar.

    Kalau nggak mau tagihan membengkak, penghuni rumah harus pintar-pintar menyiasati penggunaan listrik. Gunakan listrik secukupnya dan jangan sampai ada yang terbuang percuma.

    Lalu, bagaimana cara menghemat listrik di rumah ya? Yuk simak tipsnya berikut ini, dikutip dari The Times of India.


    Tips Hemat Listrik di Rumah

    Inilah beberapa cara mudah menghemat penggunaan listrik agar tagihan nggak membengkak.

    1. Pakai Bohlam LED

    Pastikan memilih bolham LED untuk menerangi ruangan. Jenis bohlam ini dapat menghemat penggunaan listrik.

    LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama. Meski bohlam ini lebih mahal, biaya listrik ke depannya lebih murah.

    2. Strategi Pasang AC

    Dapatkan ruangan yang adem tapi minim penggunaan listrik dengan strategi khusus. Coba pasang AC dengan suhu 24 celsius sambil kipas untuk mendinginkan udara di dalam ruangan. Sebab, semakin rendah suhu AC, semakin banyak listrik yang digunakan.

    3. Gunakan Perangkat Hemat Energi

    Pastikan untuk memilih perangkat elektronik yang hemat energi. Harga perangkat tersebut mungkin terasa mahal di awal, tetapi selanjutnya akan menguntungkan karena bisa hemat listrik.

    4. Cabut Aliran Listrik yang Tak Terpakai

    Membiarkan colokan perangkat elektronik tetap terpasang ke stop kontak sebenarnya memakan listrik, lho. Oleh karena itu, biasakan untuk mencabut aliran listrik perangkat elektronik yang tidak digunakan.

    5. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Biarkan sinar matahari masuk rumah dengan membuka tirai atau gorden jendela di siang hari. Cara ini tentunya menghemat listrik karena tidak perlu menyalakan lampu.

    6. Efisien Menggunakan Mesin Cuci

    Pastikan mesin cuci terisi penuh saat hendak mencuci pakaian. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu, sehingga tidak perlu buang-buang listrik mencuci terlalu sering.

    Itulah beberapa tips menghemat listrik di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Matikan Lampu Saat Meninggalkan Ruangan? Ini Anjurannya



    Jakarta

    Sebagian orang mungkin sering mendengar anjuran untuk mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Harapannya, pemilik rumah bisa hemat tagihan listrik.

    Banyak yang percaya semakin lama lampu menyala, maka semakin banyak listrik yang terpakai. Alhasil, tagihan listrik bisa membengkak. Padahal, teknologi sudah semakin maju dan peraturan zaman dulu mungkin sudah tidak berlaku saat ini.

    Lantas, sebaiknya penghuni rumah mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Real Simple, berdasarkan Department of Energy (DOE), semua bola lampu atau bohlam memiliki masa pakai yang terukur, dipengaruhi oleh seberapa sering bohlam dinyalakan dan dimatikan. Semakin sering bohlam dinyalakan dan dimatikan, semakin pendek masa pakainya.

    Oleh karena itu, daripada khawatir soal berapa lama lampu menyala, lebih baik memikirkan seberapa sering lampu tersebut dinyalakan dan dimatikan. Hal ini karena penghematan tagihan listrik dengan mematikan lampu bisa sangat kecil sedangkan biaya untuk mengganti bohlam usang secara berkala dapat melebihi biaya tersebut.

    Jadi, apakah penghuni rumah perlu mematikan lampu setiap kali meninggalkan ruangan atau tidak menggunakannya? Jawabannya terkadang iya, tetapi sering kali tidak. Hal ini tergantung pada jenis bohlam yang digunakan.

    Menurut DOE, efektivitas biaya mematikan lampu saat meninggalkan ruangan bergantung pada jenis bohlam dan biaya listrik. Namun, secara umum, semakin hemat penggunaan energi sebuah lampu, semakin lama penghuni dapat membiarkannya menyala.

    Jenis-jenis Bohlam

    1. Pijar

    Lampu Pijar adalah bohlam yang paling tidak efisien energi. Penghuni harus mematikannya setiap kali tidak digunakan.

    2. Halogen

    Meskipun lebih efisien daripada bohlam pijar, bohlam halogen menggunakan teknologi yang sama. Lampu ini tidak seefisien bohlam CFL dan LED, jadi sebaiknya dimatikan saat tidak digunakan.

    3. CFL (Compact fluorescent lamp)

    Bohlam CFL sangat efisien dan umur pakainya dipengaruhi seberapa sering lampu dinyalakan dan dimatikan. Jadi sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum mematikannya.

    DOE menyarankan untuk membiarkan lampu menyala kalau penghuni bakal meninggalkan ruangan hanya selama 15 menit atau kurang. Jika penghuni meninggalkannya lebih lama, matikan saja lampunya.

    4. LED (Light Emitting Diode)

    Bohlam LED sangat efisien dan tidak terpengaruh oleh seberapa sering dinyalakan dan dimatikan. Jadi penghuni rumah tak perlu terlalu khawatir soal menyalakan dan mematikan lampu saat meninggalkan ruangan.

    Namun perlu diketahui saat menggunakan lampu LED, membiarkan lampu menyala selama beberapa jam tidak akan membuat perbedaan besar dalam tagihan listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Horor, Ternyata Ini 5 Penyebab Lampu Suka Berkedip


    Jakarta

    Lampu yang meredup dan kembali terang berulang kali terkadang membuat suasana rumah agak ngeri bagi sebagian orang. Padahal, bisa saja lampu berkedip karena sudah mendekati akhir masa pakainya.

    “Salah satu alasan paling umum, dan Anda harus selalu mencari hal-hal yang jelas terlebih dahulu, adalah bohlam akan segera putus,” kata Terry Duncan, CEO Mr Electric dikutip dari Family Handyman, Senin (15/9/2025).

    Selain itu, lampu yang berkedip-kedip bisa saja pertanda bohlam ada bagian lampu atau aliran listrik yang rusak. Simak penyebab lampu berkedip berikut ini.


    Penyebab Lampu Berkedip

    Inilah beberapa hal yang membuat lampu berkedip.

    1. Sirkuit Kelebihan Beban

    Lampu bisa berkedip karena sirkuit kelebihan beban. Kondisi ini terjadi ketika ada berbagai perangkai elektronik yang digunakan dalam satu waktu. Sebab, aliran listrik dapat melambat atau menumpuk di satu tempat.

    2. Sakelar Tidak Serasi

    Jika tidak ada masalah pada bohlam, pemilik rumah bisa coba cek sakelar lampu. Dalam beberapa kasus, sakelar terasa panas dan menyetrum ketika dipegang. Lampu bisa berkedip kalau sakelar dan bohlam tidak kompatibel. Oleh karena itu, sakelar dan lampu harus diserasikan agar alirannya setara.

    3. Sakelar Sudah Lama

    Selain itu, sakelar yang sudah berumur biasanya mengalami penurunan dari segi kualitas dan fungsinya. Hal itu dapat mempengaruhi sinyal yang diterima sehingga lampu berkedip.

    4. Soket Harus Diganti

    Soket adalah tempat untuk memasang lampu. Perangkat ini semakin lama bisa mengalami korosi sampai rusak akibat sering terkena panas. Kalau sudah rusak, sebaiknya langsung mengganti soket agar lampunya tidak berkedip.

    5. Masalah Kabel

    Dilansir dari Sunrise Electric, kabel yang kedaluwarsa atau longgar juga dapat mengakibatkan lampu berkedip, bahkan risiko kebakaran. Jika pemilik belum melakukan perubahan atau peningkatan apa pun pada sistem listrik, tetapi lampu berkedip, penyebabnya bisa jadi kabel yang kendor. Pemilik sebaiknya segera mengatasinya dengan bantuan ahli listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lampu Sering Berkedip? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Lampu terkadang bisa berkedip dalam beberapa situasi. Kedap-kedip di sini maksudnya lampunya mati-nyala berulang kali.

    Padahal, tidak ada yang bermain dengan sakelar lampu. Nah, sebenarnya lampu kedap-kedip bisa menandakan suatu masalah.

    Lalu, kenapa lampu berkedip ya? Berikut ini penjelasannya.


    Penyebab Lampu Berkedip

    Inilah beberapa alasan lampu mati-nyala sendiri, dikutip dari Family Handyman.

    1. Soket Harus Diganti

    Jika lampu berkedip, bisa saja ada kerusakan pada soket. Soket adalah tempat untuk memasang bohlam. Setelah sudah lama digunakan, soket dapat mengalami kerusakan atau korosi karena sering terkena panas.

    2. Sakelar Tidak Serasi

    Sakelar berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Kemungkinan sakelar tidak serasi atau tidak kompatibel kalau lampu sampai berkedip. Sebaiknya, pastikan aliran kedua benda itu setara sebelum membelinya.

    3. Sirkuit Kelebihan Beban

    Lampu dapat berkedip ketika aliran listrik kelebihan beban. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak perangkat elektronik dinyalakan secara bersamaan sehingga sirkuitnya kelebihan beban.

    4. Masalah Kabel

    Nah, kalau kedipan terjadi pada semua lampu di rumah, berarti ada masalah pada panel listrik.

    5. Sakelar Sudah Lama

    Terakhir, sakelar yang sudah berumur membuat lampu berkedip. Sakelar yang termakan usia dapat terpengaruh kualitasnya. Fungsinya menurun karena pegas sudah aus atau ada sambungan kabel yang kendur. Hal ini mempengaruhi sinyal yang diterima lampu.

    Itulah penyebab lampu berkedip. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com