Tag: borongan

  • Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36, 45, dan 54 di Jabodetabek 2025


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang memilih membangun rumah minimalis dengan tipe kecil dan menengah, mulai dari tipe 36, 45, dan 54. Hunian ini dinilai sudah cukup sebagai tempat tinggal bagi keluarga beserta anak-anaknya.

    Di sisi lain, membangun rumah tipe kecil menjadi solusi terbaik di saat harga tanah semakin mahal. Selain itu, ketersediaan lahan yang terbatas juga membuat banyak orang memilih mendirikan rumah minimalis tipe kecil.

    Jika kamu tertarik membangun rumah tipe 36, 45, atau 54 di kawasan Jabodetabek, pastikan sudah tahu estimasi biayanya. Langkah ini dilakukan agar kamu bisa menyiapkan anggaran dan tidak over budget.


    Dalam catatan detikProperti, Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction mengatakan, untuk membangun rumah standar satu lantai biayanya sekitar Rp 4,5 juta per m2. Harga tersebut untuk wilayah Jabodetabek dan mungkin terdapat perbedaan di daerah lain.

    “Kalau misalkan ikut harga arsitek tuh sekitar Rp 6 jutaan start-nya, cuma kalau di kami mulai dari Rp 4,5 jutaan,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (9/6/2025).

    Biaya tersebut sudah termasuk seluruh material konstruksi dalam membangun rumah, mulai dari pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat. Biaya tersebut juga sudah termasuk upah tukang borongan.

    Akan tetapi, harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari keinginan pemilik rumah. Misalnya, penggunaan keramik lantai asli diganti menjadi kualitas KW 1 agar lebih terjangkau.

    Selain itu, biaya tersebut tidak termasuk instalasi listrik, membuat taman, pagar rumah, atau pemasangan kanopi. Jika kamu ingin memasang pagar atau kanopi, siapkan dana lebih dan sesuaikan dengan material yang digunakan.

    Dalam membangun rumah, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizki mengimbau agar mempersiapkan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Ingin tahu estimasi biaya bangun rumah tipe 36, 45, dan 54 di wilayah Jabodetabek 2025? Simak selengkapnya di bawah ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36

    Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Pada umumnya, rumah tipe ini sangat cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah.

    Berikut estimasi biaya yang dibutuhkan untuk bangun rumah tipe 36 di Jabodetabek:

    • Biaya konstruksi: 36 m2 x Rp 4.500.000 = Rp 162.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 24.300.000
    • Total: Rp 186.800.000.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 45

    Untuk rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan telah memasuki segmen middle-low. Berikut estimasi biaya pembangunan rumah tipe 45:

    • Biaya konstruksi: 45 m2 x Rp 4.500.000 = Rp 202.500.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 30.375.000
    • Total: Rp 233.375.000.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 54

    Jika memiliki budget lebih, kamu bisa memilih membangun rumah tipe 54. Hunian ini umumnya dibangun dengan dimensi 9 x 6 atau 13,5 x 4 meter dan sudah masuk ke segmen middle.

    Berikut estimasi biaya pembangunan rumah tipe 54 di wilayah Jabodetabek:

    • Biaya konstruksi: 54 m2 x Rp 4.500.000 = Rp 243.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 500.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 36.450.000
    • Total: Rp 279.950.000.

    Perlu diingat, biaya di atas hanya estimasi dan belum mencakup harga tanah. Selain itu, anggaran membangun rumah bisa membengkak jika kamu memilih material kualitas terbaik.

    Demikian estimasi biaya bangun rumah tipe 36, 45, dan 54 di wilayah Jabodetabek pada 2025. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Mengecat Dinding Lengkap dengan Upah Tukang



    Jakarta

    Mengecat dinding merupakan pekerjaan yang mudah dan cepat. Namun, persiapannya membutuhkan perhitungan yang cermat, mulai dari jumlah kaleng cat yang dibutuhkan hingga upah tukang apabila tidak bisa mengerjakan sendiri.

    Setiap kaleng cat memiliki ukuran. Menurut kontraktor Taufiq Hidayat kaleng cat dijual per kilogram (kg). Senada, Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya satuan berat cat dinding ada dua macam untuk jenis yang ekonomis memiliki harga yang murah, satu kaleng dijual per kg. Sementara untuk jenis yang premium, harganya cukup mahal dijual dalam satuan liter. Rahman mengatakan perbedaannya antara penyebutan satuan berat ini berdasarkan kandungan zat kapur di dalamnya.

    Kemudian saat mengecat dinding, terdapat 2 jenis cat yang pasti dipakai yakni cat dasar atau primer dan cat lapisan atas atau top coat. Dalam sekali pengecatan, dinding minimal dilapisi 3 lapis cat. Lapisan pertama adalah cat dasar. Kemudian, lapisan kedua dan ketiga adalah top coat.


    Rahman menjelaskan warna cat dasar untuk interior biasanya putih, sementara untuk eksterior abu-abu muda. Untuk cat top coat, warnanya beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

    Setelah itu, untuk jasa tukang bisa dipilih tukang harian dan borongan. Pemilik rumah dapat memiliki antara keduanya berdasarkan luas dinding yang akan dicat. Apabila hanya tidak begitu luas, bisa dengan tukang harian.

    Selain itu pemilik rumah juga harus jelas apakah pekerjaan tersebut untuk dinding yang baru dicat atau dicat kembali. Sebab, jika ingin dicat kembali, berarti cat lama harus dibersihkan.

    Simulasi Biaya Mengecat Dinding

    Mari simulasikan terdapat ruangan berukuran 4×3 meter atau 12 meter persegi yang perlu dicat. Cat yang ingin dipakai berwarna putih karena ingin terlihat minimalis dan bersih. Kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan?

    1. Upah Pekerja

    Menurut kontraktor Wildan, ruangan ukuran 12 meter persegi sebenarnya tidak perlu memakai tukang karena masih bisa dikerjakan sendiri. Namun, apabila tidak ada waktu, nilai upahnya sekitar Rp 35.000-45.000 per meter persegi. Berarti untuk mengecat dinding seluas 12 meter persegi dengan upah Rp 45.000 per meter adalah Rp 540 ribu per orang untuk satu hari kerja. Wildan mengatakan untuk kamar 12 meter persegi, pengecatan bisa selesai dalam sehari.

    2. Biaya Cat Top Coat

    Setelah itu, jumlah cat top coat yang dibutuhkan untuk ruangan 12 meter persegi adalah 3 kg. Hal ini dihitung dari daya sebar per meter persegi. Informasi ini bisa dicek melalui keterangan di kaleng cat. Untuk cat ukuran 1 kg daya sebarnya 10-12 meter persegi. Lalu, kebutuhannya adalah 2 lapis cat top coat, sehingga butuh 2 kg cat dinding. Namun, karena warna yang dipakai adalah putih, Wildan menyarankan untuk membeli satu kaleng lagi agar hasil catnya merata.

    “Kalau putih yang susah. Dua lapis berbayang, musti serentak. Tiga lapis baru mendingan,” ujar Wildan saat dihubungi detikcom, Rabu (9/7/2025).

    Kisaran harga cat dinding putih ukuran 1 kg menurut beberapa toko di e-commerce Rp 45.000-65.000/kg. Berarti untuk mengecat dinding ukuran 12 meter persegi dengan warna cat putih 3 kg dengan harga cat Rp 55.000/kg dibutuhkan biaya sebesar Rp 165.000.

    3. Biaya Cat Dasar

    Kemudian untuk cat dasar dibutuhkan cat ukuran 2,5 kg. Wildan mengatakan untuk cat dasar atau primer, merek-merek terkenal menjual dalam bentuk pail atau per ember. Untuk ukuran kamar 12 meter persegi, cat pail terlalu banyak. Ia menyarankan untuk membeli cat eceran ukuran 2,5 kg, nanti bisa diencerkan.

    Harga 1 kg cat primer sekitar Rp 45.000-80.000/kg. Jika dibutuhkan 2,5 kg, dibutuhkan 3 kaleng karena tidak ada yang menjual 2,5 kg. Total biaya untuk membeli 3 kaleng cat primer seharga Rp 60.000 adalah Rp 180.000 untuk ruangan ukuran 12 meter persegi.

    4. Biaya Peralatan Cat

    Selain itu, siapkan juga peralatan untuk mengecat seperti kuas, rol cat, isi rol cat, bak cat, skrap, hingga lakban. Wildan menyarankan untuk membeli yang sudah satu paket karena lebih efisien. Harga paket peralatan mengecat mulai dari Rp 85.000-110.000. Harganya berbeda-beda tergantung isi dari paket tersebut.

    Total Biaya untuk Mengecat Dinding

    Total biaya yang dibutuhkan untuk mengecat dinding 4×3 meter atau 12 meter persegi dengan satu tukang yang dikerjakan satu hari adalah sebagai berikut.

    Upah tukang + biaya cat coat + biaya cat dasar + biaya perlengkapan cat

    Rp 540.000 + Rp 165.000 + Rp 180.000 + Rp 110.000 = Rp 995.000

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 45 di Jakarta? Siapkan Dana Segini


    Jakarta

    Rumah dua lantai jadi salah satu pilihan terbaik untuk membangun hunian yang nyaman. Sebab, rumah ini memiliki ruang yang cukup besar sehingga tidak terasa sempit.

    Jika detikers sudah berkeluarga dan memiliki anak, rumah dua lantai tipe 45 bisa menjadi pilihan menarik. Memang tidak sebesar tipe 54 atau 60, tapi setidaknya sudah cukup untuk menampung keluarga kamu dengan nyaman.

    Tertarik untuk membangun rumah dua lantai tipe 45? Pastikan kamu sudah mengetahui estimasi biaya pembangunannya agar bisa menyiapkan dana yang cukup. Untuk lebih jelasnya, simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 45 di Jakarta 2025

    Sebelum membangun rumah dua lantai tip 45, pastikan kamu telah menghitung biayanya terlebih dahulu. Untuk biayanya sendiri dihitung per meter persegi (m2).

    Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction mengatakan untuk membangun rumah dua lantai bisa menelan dana sekitar Rp 4,8-5 juta per m2. Harga tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta, sedangkan untuk daerah lain kemungkinan harganya bisa berbeda.

    Biaya tersebut sudah termasuk seluruh material konstruksi dalam membangun rumah, seperti pasir, semen, genteng, bata ringan (hebel), hingga cat dinding. Biaya tersebut juga meliputi upah tukang borongan di Jakarta.

    Namun, harga tersebut masih bisa lebih murah tergantung dari material yang dipilih. Jika sang pemilik ingin material yang harganya terjangkau maka biaya yang dibutuhkan bisa lebih murah.

    “Harga itu sudah include semua, cuma nggak bisa pakai model yang bagus gitu lho, jadi kaya plafon pakainya yang model flat, nggak yang drop ceiling. Terus keramik bukan yang asli punya, yang KW 1 lah, jadi semua distandarin aja,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, Senin (30/6/2025).

    Perlu diingat, biaya tersebut juga hanya untuk membangun rumah serta pemasangan material standar. Untuk instalasi listrik, pagar rumah, atau pemasangan kanopi akan dikenakan biaya tambahan lagi. Besar kecilnya dana yang dibutuhkan tergantung dari material serta ukurannya.

    “Pokoknya dengan biaya tersebut sudah jadi (rumah). Cuma materialnya belum yang di-upgrade ke paling bagus gitu,” jelas Wildan.

    Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya bangun rumah. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhulrizki mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan jika sewaktu-waktu membutuhkan biaya lebih saat membangun rumah.

    Sebagai contoh, kamu akan membangun rumah sederhana dua lantai tipe 45 di Jakarta dengan kisaran biaya Rp 4,8 juta per m2. Maka estimasi biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

    • Biaya konstruksi: 90 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 432.000.000
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya darurat 15% saat membangun rumah: Rp 64.800.000

    Setelah itu, kamu perlu menjumlahkan biaya konstruksi + biaya instalasi listrik + biaya darurat 15% = Rp 497.800.000.

    Jadi, kamu perlu menyiapkan dana sekitar Rp 497 jutaan untuk membangun rumah dua lantai tipe 45 di Jakarta. Untuk menekan biaya, kamu bisa memilih material sederhana tapi punya kualitas yang baik.

    Kembali diingatkan, rincian biaya di atas hanya merupakan estimasi sehingga dapat berbeda-beda. Selain itu, biaya tersebut tidak termasuk membeli tanah di Jakarta.

    Demikian estimasi biaya bangun rumah dua lantai tipe 45 di Jakarta. Tertarik untuk membangunnya?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumus Menghitung Kebutuhan Batu Bata untuk Bangun Rumah Tanpa Borongan


    Jakarta

    Batu bata merupakan salah satu komponen utama untuk membangun rumah. Sebab, batu bata dipakai untuk membangun dinding dan fondasi utama rumah.

    Ketika membeli batu bata, kita perlu tahu jumlahnya karena material satu ini dijual satuan. Lantas, bagaimana cara mengetahui jumlah batu bata yang akan dipakai?

    Menurut Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan, untuk mengetahui jumlah batu bata yang dibutuhkan adalah dengan dihitung per meter persegi (m2). Cara menghitung luas dinding yang akan dibuat adalah dengan menghitung panjang dan lebarnya.


    Luas = Panjang x Lebar

    Sebagai contoh ketika ingin membangun ruangan seluas 9 meter persegi (3×3 meter). Begini cara hitung kebutuhan batu batanya.

    1. Hitung Luas Pintu dan Jendela

    Saat hendak membangun ruangan pasti ada bagian dinding yang dibiarkan bolong untuk dibuat pintu dan jendela. Nah, hitung dahulu luas tersebut. Sebagai contoh, anggap ukuran pintu yang akan dibuat adalah 1,98 m2 (0,9 x 2,2 meter). Kemudian ukuran jendela adalah 2,16 m2 (1,2 x 1,8 meter)

    Apabila ditotal, luas dinding yang akan dibiarkan kosong tanpa bata adalah 4,14 m2.

    2. Hitung Luas Dinding

    Saat menghitung luas dinding, dibutuhkan informasi mengenai ukuran ruangan 3×3 meter, banyak dinding yang akan dibangun 4 sisi, dan tinggi dinding 4 sisi. Maka, apabila dihitung sebagai berikut:

    Luas Dinding = Panjang x Lebar
    Luas= 3 x 4 = 12 m2

    Luas tersebut kemudian dikalikan dengan 4 sisi dinding yang akan dibangun.

    Ukuran dinding yang akan dibangun= 12 x 4 = 48 m2

    Selanjutnya, luas dinding dikurangi dengan luas area terbuka.

    Maka, luas dinding yang akan dibuat 48 – 4,14 m2 = 43,86 m2 atau dibulatkan 44 m2.

    3. Hitung Kebutuhan Bata Per Meter

    Saat hendak menghitung jumlah bata per meter, cari tahu dahulu ukuran batu bata yang akan dipakai. Sebagai contoh batu bata yang akan dipakai berukuran 20 x 5 cm. Kemudian ketebalan spesi mortar atau campuran semen sebagai bahan pengikat adalah 2 cm.

    Keduanya harus dihitung untuk mengetahui luas bata yang akan dipakai, begini caranya:

    Luas batu bata (20 + 2 cm) x (5 + 2 cm) = 22 x 7 = 154 cm2 atau 0,0154 m2

    Jumlah Bata = 1 meter : luas batu bata
    Jumlah Bata = 1 : 0,0154 = 64,5 atau 65 buah per meter.

    4. Hitung Jumlah Bata yang Dibutuhkan Sesuai Luas Area Pembangunan

    Setelah mendapat serangkaian angka, untuk mengetahui jumlah bata yang diperlukan untuk membangun dinding di ruangan seluas 9 meter persegi, sebagai berikut.

    Jumlah Bata = Luas Dinding x Kebutuhan Bata Per Meter
    Jumlah Bata = 44 x 65 = 2.860 batu bata

    Dapat disimpulkan untuk membangun ruangan seluas 9 meter persegi dibutuhkan sekitar 2.860 buah batu bata.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Biaya Bikin Pagar Model Kayu Besi? Segini Kisarannya



    Jakarta

    Pagar rumah tak hanya pembatas atau pelindung teritori rumah, tetapi juga punya andil dalam mempercantik hunian. Salah satu desain pagar yang sering ditemui adalah yang berbahan kayu dan besi.

    Perpaduan material kayu dan besi pada pagar memberi kesan hunian yang minimalis dan estetik. Tak heran kalau banyak yang memilih desain ini.

    Jika pemilik ingin membuat pagar kayu besi, bisa request pembuatan model ini ke vendor pembuat pagar. Pastikan juga ukuran pagar yang ingin dibuat sesuai dengan lebar fasad rumah.


    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan idealnya tinggi pagar dibuat sampai menutupi pandangan orang. Minimal tinggi pagar 2 meter, sedangkan maksimal 3 meter. Lalu, panjang pagar tergantung pada lebar fasad rumah.

    Selain itu, pemilik perlu menyiapkan dana untuk pembuatan pagar kayu besi. Berikut perkiraan biaya pembuatan pagar model kayu besi ukuran 2×6 meter yang cocok buat rumah tipe 36.

    Estimasi Biaya Bikin Pagar Kayu Besi

    Biaya penggantian pagar rumah oleh vendor dapat dihitung dengan harga borongan. Menurut Wildan, harga borongan untuk ganti pagar rumah jadi kayu besi dengan kualitas bagus dan tahan lama sebesar Rp 2 juta per meter persegi.

    “Untuk pembuatan pagar minimalis sekitar Rp 2 juta per meter persegi,” kata Wildan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Terdapat variasi harga borongan tergantung pada ketebalan besi hollow yang digunakan. Hal ini bakal mempengaruhi kualitas dan durabilitas pagar.

    Besi hollow untuk harga borongan Rp 2 juta per meter persegi setebal 8 milimeter. Kemudian, harga borongan yang lebih terjangkau ada di angka Rp 1,5 juta per meter persegi dengan ketebalan besi hollow 5 milimeter. Lalu, harga Rp 1,2 juta per meter persegi besi hollow-nya setebal 3 meter persegi.

    Menurutnya, banyak pemilik rumah memilih harga borongan Rp 1,2-1,5 juta per meter persegi. Namun, kualitas pagar dengan harga tersebut terbilang sangat standar.

    “Prinsip bikin rumah itu ada harga ada kualitas sebenarnya,” ucapnya.

    Adapun harga borongan sudah termasuk pembelian material, upah tukang las, hingga pemasangan. Bahan yang dipakai antara lain besi hollow, cat minyak, cat besi, roda, rel, dan conwood atau glassfibre reinforced concrete (GRC).

    Selain itu, motif papan kayu pada pagar bisa menggunakan material conwood atau GRC. Kedua bahan tersebut dinilai mempunyai durabilitas yang bagus serta dirancang untuk penggunaan outdoor. Akan tetapi, ia lebih menganjurkan material conwood karena lebih tebal.

    Lalu, pemilik rumah juga bisa menentukan model cara buka pagar. Tentukan antara pakai model rel atau engsel pagar.

    Berikut perhitungan total estimasi biaya untuk ganti pagar menjadi minimalis dengan model besi kayu. Sebagai catatan, ukuran pagar 2×6 meter berarti luasnya 12 meter persegi.

    • Biaya Ganti Pagar Rumah untuk Harga Rp 2 juta/m2 : 12 x Rp 2 juta = Rp 24 juta
    • Biaya Ganti Pagar Rumah untuk Harga Rp 1,5 juta/m2 : 12 x Rp 1,5 juta = Rp 18 juta
    • Biaya Ganti Pagar Rumah untuk Harga Rp 1,2 juta/m2 : 12 x Rp 1,2 juta = Rp 14,4 juta

    Sebaiknya pemilik rumah menyiapkan dana sekitar Rp 14,4 juta hingga Rp 24 juta untuk membuat pagar rumah jadi model besi kayu.

    Sebagai catatan, biaya tersebut tergantung pada ketebalan besi hollow dan wilayah rumah. Harga dalam simulasi ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36 Butuh Berapa? Ini Estimasi Lengkapnya!



    Jakarta

    Pemilik tanah kosong bisa membangun rumah sendiri. Tak harus langsung bangun rumah megah, pemilik bisa memulai dengan rumah yang sederhana.

    Jika lahan yang dimiliki terbatas, pemilik dapat mempertimbangkan rumah tipe 36. Namun, kalau butuh lebih banyak ruang, rumah tersebut bisa dibuat dua lantai. Tipe rumah ini cocok buat keluarga kecil di perkotaan.

    Saat hendak membangun rumah, pemilik perlu mengetahui gambaran biayanya. Hal ini penting untuk menyiapkan dan yang cukup dan menjalankan proyek sesuai budget.


    Lalu, berapa estimasi biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai? Berikut ini penjelasannya.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36

    Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan pembangunan rumah dua lantai bisa memakan biaya mulai dari Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi. Biaya tersebut berbeda tergantung lokasi pembangunan.

    Biaya itu sudah mencakup semua material konstruksi, seperti pasir, semen, bata ringan, genteng, dan cat. Begitu juga dengan upah tukang borongan, biayanya sudah termasuk dalam harga tersebut.

    Pemilik bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah tergantung pemilihan material bangunan. Misalnya, lantai rumah menggunakan keramik kualitas KW 1 yang lebih terjangkau.

    “Kalau misalkan atapnya pakai yang genteng keramik tuh lebih mahal lagi, karena dia per pieces-nya sudah Rp 12 ribu, beda dengan atap spandek karena lembaran,” kata Wildan saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Biaya pembangunan juga hanya berlaku untuk membuat bangunan rumah standar. Pemilik mesti menyiapkan dana lebih untuk instalasi listrik, pembuatan taman, pagar rumah, dan kanopi.

    Terpisah, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki pernah mengingatkan agar pemilik menyiapkan dana darurat sekitar 10-15 persen dari total biaya bangun rumah. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kalau membutuhkan biaya lebih saat bangun rumah.

    Sebagai contoh, pemilik tanah ingin membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Dengan asumsi biaya pembangunannya sekitar Rp 4,8 juta per meter persegi, berikut ini estimasi biaya yang perlu disiapkan.

    • Biaya konstruksi: 72 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 345.600.000.
    • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
    • Biaya tak terduga 15%: Rp 51.840.000

    Total Biaya: Rp 345.600.000 + Rp 1.000.000 + Rp 51.840.000 = Rp 398.440.000

    Secara keseluruhan, biaya yang perlu disiapkan pemilik untuk bangun rumah tipe 36 dengan dua lantai sekitar Rp 398 jutaan. Perlu diingat, biaya ini hanya estimasi untuk pembangunan rumah sederhana.

    Pemilik bisa menekan biaya kalau menggunakan material sederhana tapi berkualitas. Sebaliknya, biaya akan semakin mahal kalau mengusung konsep hunian tertentu, misalkan modern atau skandinavia.

    Itulah perkiraan biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com