Tag: boros air

  • Tips Pilih Kepala Shower Terbaik yang Sesuai Kebutuhan Kamu


    Jakarta

    Ada berbagai jenis kepala shower yang bisa kamu pilih. Kalau mau pengalaman mandi yang lebih nyaman, sebaiknya pilih kepala shower yang sesuai kebutuhan kamu.

    Saking banyaknya, mungkin kamu bingung mau pilih kepala shower. Tapi tenang saja, kamu bisa menentukan berdasarkan ketentuan berikut ini.

    Yuk, simak cara memilih kepala shower yang terbaik buat kamu, dikutip dari Woolf Plumbing & Gas, Rabu (28/8/2024).


    Cara Pilih Kepala Shower Terbaik

    1. Tekanan Air

    Salah satu faktor terpenting saat memilih kepala shower adalah mempertimbangkan tekanan air. Pilihlah kepala shower yang cocok dengan kondisi tekanan air di rumah.

    Jika tekanan air cenderung rendah, pilih kepala shower dengan lubang-lubang yang cenderung besar. Kamu juga bisa beli shower dengan teknologi penguat tekanan.

    Sementara, kalau tekanan air di rumah kencang, belilah kepala shower yang didesain dengan semprotan yang fokus.

    2. Pola Semprotan

    Biar kamu bisa lebih menikmati sesi mandi, pilih kepala shower dengan pola semprotan yang kamu suka. Setiap orang punya preferensi yang berbeda.

    Misalkan ada semprotan dengan pola yang lembut ataupun lebih kuat. Beberapa kepala shower pun dilengkapi pola semprotan yang dapat disesuaikan.

    3. Efisiensi Air

    Mandi menggunakan shower terkadang bisa boros air. Alhasil tagihan air menjadi mahal. Kalau kamu mau lebih hemat, pilih kepala shower dengan teknologi yang memungkinkan efisiensi air.

    4. Material

    Tentunya yang tidak kalah penting, pilih material yang yang tahan lama dan cocok dengan estetika kamar mandi. Pertimbangkan harga dan daya tahan kepala shower yang cocok dengan kebutuhanmu.

    Kepala shower biasanya terbuat dari plastik, logam, chrome, dan kuningan. Bahan plastik memang terjangkau, tapi kurang tahan lama dibandingkan bahan lainnya.

    Jadi kamu bisa coba pertimbangkan material chrome atau kuningan yang lebih estetik dan tahan lama. Kepala shower stainless steel mungkin menjadi pilihan terbaik kalau kamu mau yang tahan korosi.

    5. Perawatan

    Terakhir, pertimbangkan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk merawat kepala shower. Sebab, jenis shower tertentu mungkin perlu perawatan yang lebih rutin dan rumit daripada jenis lainnya.

    Itulah beberapa tips memilih kepala shower terbaik buat kamu. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Keran Air Longgar Tanpa Alat Khusus



    Jakarta

    Keran air yang terus menetes meski sudah ditutup rapat bisa bikin risih, boros air, bahkan berisiko meningkatkan tagihan bulanan. Masalah ini umum terjadi di banyak rumah, namun kabar baiknya: bisa diatasi sendiri tanpa perlu alat-alat khusus.

    Dilansir dari berbagai sumber, salah satu penyebab utama keran menetes adalah bagian dalamnya yang mulai aus, terutama washer alias segel karet kecil di dalam gagang keran. Selain itu, komponen seperti ring-O, seal, atau katup bisa saja longgar akibat karat, retakan, atau penumpukan mineral dari air yang mengalir setiap hari.

    Masalah makin parah jika air digunakan dalam tekanan tinggi. Debit besar dapat menekan bagian dalam keran dan menyebabkan kebocoran seiring waktu.


    Berikut ini langkah-langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki keran air longgar di rumah, tanpa perlu memanggil tukang:

    1. Matikan Saluran Air

    Pastikan aliran air utama ditutup agar tidak menyembur saat keran dibuka. Ini juga mencegah air terbuang sia-sia ke saluran pembuangan.

    2. Lepas Gagang Keran

    Gunakan obeng atau tangan kosong (jika memungkinkan) untuk membuka gagang keran. Simpan sekrup di tempat yang aman agar mudah dipasang kembali nanti.

    3. Periksa Bagian Dalam Keran

    Buka katup atau cartridge dengan memutar berlawanan arah jarum jam. Perhatikan kondisi washer dan ring-O di dalamnya. Jika sudah aus, keras, atau pecah, segera ganti dengan yang baru.

    4. Gunakan Selotip Pipa

    Untuk keran dengan ulir, kamu bisa melilitkan selotip khusus pipa di bagian sambungan agar lebih rapat dan mencegah kebocoran.

    5. Rakit Ulang dan Tes

    Setelah penggantian selesai, pasang kembali seluruh komponen keran seperti semula. Kencangkan secukupnya, lalu buka saluran air dan tes. Jika keran sudah tidak menetes, berarti kamu berhasil mengatasi masalahnya.

    Dengan perawatan sederhana ini, kamu tak hanya menghemat air, tapi juga menghindari kerusakan lebih parah yang bisa mengganggu aktivitas di rumah. Jadi, sebelum buru-buru panggil tukang, tak ada salahnya mencoba sendiri dulu, kan?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com