Tag: brasil

  • 7 Pohon Hias dan Buah yang Tidak Merusak Pondasi Rumah


    Jakarta

    Halaman dapat ditanami pepohonan agar tidak kosong dan membuat rumah teduh. Pepohonan hijau yang tumbuh subur juga bisa menyejukkan mata saat dipandang.

    Terlebih jika yang ditanam adalah pohon hias dan buah-buahan. Bunga warna-warni yang muncul semakin mempercantik pekarangan dan buah yang dihasilkan dapat disantap untuk diri sendiri. Penting juga memilih pohon yang akarnya tidak merambat ke mana-mana agar tidak merusak pondasi rumah.

    Pohon Hias yang Tidak Merusak Pondasi Rumah

    Dilansir Gardeners’ World, berikut sederet pohon hias yang cocok ditanam di halaman rumah:


    1. Pohon Tabebuya

    Tabebuya bermekaran di Kota MalangPohon tabebuya Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

    Pohon tabebuya yang berasal dari Brasil cocok ditanam di pekarangan rumah. Selain akarnya yang tidak menyebar, pohon ini akan berbunga cantik selama musimnya, mengutip situs Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.

    Bunga yang muncul berwarna pink, kuning, hingga putih, tergantung jenis pohonnya. Karakteristik bunganya mirip sakura. Buah akan muncul saat musim hujan atau setelah musim berbunganya. Ketinggian pohonnya bisa menjulang sampai 10 meter.

    Perawatan pohon tabebuya pun tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon ini cocok ditanam di wilayah subtropis dan tropis.

    2. Pohon Palem

    Akar pohon palem tidak akan merusak pondasi rumah karena strukturnya yang berserat. Pohon yang cocok di daerah beriklim tropis ini punya daun tipis dan dapat tumbuh tinggi. Pohon palem yang umum ditemukan antara lain palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang.

    Pohon palem tidak memerlukan banyak perawatan. Penyiraman tidak perlu terlalu sering karena tanah yang terlalu becek justru dapat menjadi masalah bagi pohon ini. Cukup dipupuk sesekali dan buang daun mati serta tangkai tua yang sudah berwarna kecokelatan.

    3. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut juga crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Pohon bungur mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Tanam di tempat cukup luas yang tidak tertutup karena batangnya akan menjulang tinggi hingga 10-20 meter.

    Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum. Pohon ini juga mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

    4. Pohon Bugenvil

    Bugenvil atau bunga kertas ini mempercantik halaman rumah dengan bunganya yang berwarna-warni mencolok. Pertumbuhan pohon ini cepat saat diletakkan di bawah sinar matahari. Bisa ditanam dalam pot, langsung di tanah, maupun di keranjang gantung.

    Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Perawatannya hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya, dikutip dari situs Gardenia.

    Pohon Buah yang Tidak Merusak Pondasi Rumah

    Berikut deretan pohon buah-buahan yang cocok ditanam di pekarangan rumah:

    1. Pohon Kersen

    Buah kersenPohon kersen dan buahnya Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pohon kersen atau ceri kampung punya daun cukup rimbun dan batangnya bisa mencapai 12 meter. Dahannya tumbuh mendatar dan menggantung. Buahnya kecil-kecil dengan warna pink kemerahan tanda sudah masak dan kuning masih muda.

    Pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus. Pemangkasan diperlukan jika pohonnya terlalu besar.

    2. Pohon Ara

    Pohon buah ara atau tin dapat mencapai tinggi 3-4 meter. Pohon ini dapat ditanam di lingkungan panas dan kering. Daunnya lebar dan bisa mengeluarkan getah putih

    Buah tin punya warna merah, ungu, dan lainnya tergantung varietasnya. Pohonnya juga bisa berbuah meskipun tidak terlalu tinggi.

    3. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Pohon apel dapat ditanam di halaman rumah. Buahnya yang tumbuh subur dapat dipanen untuk disantap sendiri.

    Mengutip Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Meskipun pohonnya tumbuh di atas tanah kering, penyiraman teratur diperlukan.

    Itulah pohon hias dan pohon buah yang tidak merusak pondasi rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah, Cocok Ditanam di Pekarangan


    Jakarta

    Halaman atau pekarangan rumah bisa ditanam pohon agar hunian menjadi teduh dan asri. Namun, beberapa pohon bisa merusak fondasi rumah karena akarnya tumbuh merambat.

    Padahal, pohon bisa mempercantik pekarangan dan buahnya bisa dikonsumsi sendiri. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memilih pohon yang akarnya tidak merambat ke mana-mana.

    Lalu, pohon apa saja yang tidak akan merusak fondasi rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Inilah sejumlah pohon yang cocok ditanam di halaman rumah, dilansir Gardeners’ World dan berbagai sumber.

    1. Pohon Tabebuya

    Tabebuya bermekaran di Kota MalangPohon tabebuya Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

    Pohon tabebuya yang berasal dari Brasil cocok ditanam di pekarangan rumah. Dikutip dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa timur, akar pohon ini tidak menyebar dan bunganya cantik selama musimnya.

    Bunga yang muncul berwarna pink, kuning, hingga putih, tergantung jenis pohonnya. Buah akan muncul saat musim hujan atau setelah musim berbunganya. Ketinggian pohonnya bisa menjulang sampai 10 meter.

    Perawatan pohon tabebuya pun tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon ini cocok ditanam di wilayah subtropis dan tropis.

    2. Pohon Palem

    Pohon palem tidak akan merusak fondasi rumah karena memiliki struktur akar yang berserat. Pohon yang cocok di daerah beriklim tropis ini punya daun tipis dan dapat tumbuh tinggi.

    Jenis palem yang umum ditemukan antara lain palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang.

    Pohon palem tidak perlu terlalu sering disiram karena tanah yang terlalu becek justru dapat menjadi masalah bagi pohon ini. Lalu, pohon cukup dipupuk sesekali dan buang daun mati serta tangkai tua yang sudah berwarna kecokelatan.

    3. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut juga crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Pohon bungur juga cocok ditanam di halaman rumah. Tanam di tempat cukup luas yang tidak tertutup karena batangnya akan menjulang tinggi hingga 10-20 meter.

    Pastikan pohon ini mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Pohon ini mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

    Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum.

    4. Pohon Bugenvil

    Bugenvil atau bunga kertas ini mempunyai bunga warna-warni, sehingga mempercantik halaman rumah. Pertumbuhan pohon ini cepat saat diletakkan di bawah sinar matahari. Bisa ditanam dalam pot, langsung di tanah, maupun di keranjang gantung.

    Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Perawatannya hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya, dikutip dari situs Gardenia.

    5. Pohon Kersen

    Buah kersenPohon kersen dan buahnya Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pohon kersen atau ceri kampung punya daun cukup rimbun dan batangnya bisa mencapai 12 meter. Dahannya tumbuh mendatar dan menggantung.

    Pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus. Pemangkasan diperlukan jika pohonnya terlalu besar.

    6. Pohon Ara

    Pohon ara atau tin dapat ditanam di lingkungan panas dan kering. Tingginya bisa mencapai 3-4 meter. Pohonnya juga bisa berbuah meskipun tidak terlalu tinggi.

    Buah tin punya warna merah, ungu, dan lainnya tergantung varietasnya. Daunnya lebar dan bisa mengeluarkan getah putih

    7. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Pohon apel juga bisa ditanam di halaman rumah. Buahnya yang tumbuh subur dapat dipanen untuk disantap sendiri.

    Dilansir dari Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Meskipun pohonnya tumbuh di atas tanah kering, penyiraman teratur diperlukan.

    Itulah deretan pohon yang tidak merusak fondasi rumah, sehingga cocok ditanam di halaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biografi Al-Obeid, Pesepakbola Palestina yang Tewas saat Mencari Bantuan di Gaza


    Jakarta

    Dunia olahraga Palestina kembali berduka. Suleiman al-Obeid, penyerang legendaris yang dijuluki “Pele Palestina”, tewas dalam serangan Israel yang menyasar warga di dekat pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza bagian selatan, Rabu (6/8/2025). Kabar tersebut disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) yang menyebut Al-Obeid tewas saat bersama warga lainnya menunggu pembagian bantuan kemanusiaan.

    “Mantan pemain tim nasional dan bintang tim Khadamat al-Shati, Suleiman Al-Obeid, gugur setelah pasukan pendudukan (Israel) menyerang warga yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu,” tulis PFA dalam pernyataan resmi, dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (8/8/2025).

    Biografi Singkat Suleiman al-Obeid

    Lahir di Gaza pada 24 Maret 1984, Al-Obeid mengawali karier sepak bolanya di klub Khadamat al-Shati sebelum membela Markaz Shabab al-Am’ari di Tepi Barat dan Gaza Sport. Dilansir The Guardian, ia melakukan debut untuk tim nasional Palestina pada 2007, mencatatkan 24 caps dan mencetak dua gol, salah satunya melalui tendangan salto spektakuler ke gawang Yaman dalam Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.


    Julukan “Pele Palestina” ia sandang berkat kemampuannya di lapangan yang kerap dibandingkan dengan legenda sepak bola Brasil, Pele. Al Arabiya English mencatat, sepanjang kariernya, penyerang asal Gaza ini menorehkan lebih dari 100 gol dan menjadi salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah sepak bola Palestina.

    Sejak perang pecah, dunia olahraga Palestina mengalami kerugian besar. Berdasarkan data PFA yang dikutip The Guardian, sedikitnya 662 atlet dan anggota keluarga mereka telah terbunuh di Gaza, termasuk 421 pesepakbola, 103 di antaranya anak-anak. Infrastruktur olahraga pun hancur. Sekitar 288 fasilitas rusak atau rata dengan tanah, sebagian besar di Gaza, termasuk markas PFA yang terkena serangan udara.

    Al-Obeid meninggalkan seorang istri dan lima anak. Al Jazeera melaporkan bahwa kematiannya menambah panjang daftar korban jiwa di titik distribusi bantuan di Gaza, di mana lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan tewas sejak akhir Mei.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Suleiman al-Obeid, Mantan Timnas Palestina Tewas dalam Serangan di Gaza



    Jakarta

    Pasukan Zionis Israel tak hentinya menunjukkan kebengisan. Serangan udara yang dilancarkan ke wilayah Gaza selatan pada Rabu (6/8) menewaskan sedikitnya 18 orang, termasuk di antaranya mantan bintang sepakbola Timnas Palestina, Suleiman al-Obeid.

    Wafatnya pesepak bola legendaris yang dijuluki “Pelé Palestina” ini dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

    “Mantan pemain tim nasional dan bintang tim Khadamat al-Shati, Suleiman Al-Obeid, gugur setelah pasukan pendudukan (Israel) menyerang warga yang menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada hari Rabu,” tulis PFA dalam pernyataan resminya pada Rabu (6/8).


    Mengutip Al Jazeera (7/8) julukan “Pelé Sepak Bola Palestina” disematkan padanya sebagai penghormatan atas bakat dan kontribusinya di lapangan hijau, meniru nama sang legenda sepak bola Brasil yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

    Menurut PFA (Palestine Football Association), al-Obeid tewas dalam serangan yang menargetkan warga sipil yang sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Sosok berusia 41 tahun ini dikenal sebagai salah satu bintang paling bersinar dalam sejarah sepak bola Palestina, dengan torehan lebih dari 100 gol sepanjang kariernya.

    Lahir pada 24 Maret 1984 di Gaza, al-Obeid memulai karier profesionalnya di klub Khadamat al-Shati. Ia juga sempat memperkuat Markaz Shabab al-Am’ari yang berbasis di Tepi Barat serta Gaza Sport. Sejak debutnya di tim nasional Palestina pada tahun 2007, al-Obeid mencatatkan 24 penampilan dan mencetak dua gol. Salah satu momen paling dikenang adalah gol akrobatiknya ke gawang Yaman dalam turnamen Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.

    Kematian al-Obeid menambah daftar panjang atlet Palestina yang menjadi korban konflik di Gaza. PFA mencatat sedikitnya 662 atlet dan anggota keluarga mereka telah kehilangan nyawa sejak pecahnya perang. Dari jumlah tersebut, 421 merupakan pesepak bola, termasuk 103 anak-anak, sebagian besar di antaranya meninggal akibat serangan langsung maupun kelaparan.

    Selain korban jiwa, infrastruktur olahraga di wilayah Palestina juga mengalami kerusakan parah. PFA melaporkan bahwa sebanyak 288 fasilitas olahraga telah rusak atau hancur, terdiri dari stadion, lapangan latihan, pusat kebugaran, hingga gedung klub. Dari total tersebut, 268 berada di Gaza dan 20 lainnya di Tepi Barat. Sekitar separuh fasilitas itu secara langsung melayani kegiatan sepak bola. Bahkan, markas besar PFA di Gaza turut menjadi sasaran serangan udara.

    Tragedi ini mencerminkan dampak kemanusiaan yang semakin dalam dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina tewas di sekitar titik distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza sejak dibentuknya kelompok logistik gabungan yang didukung Amerika Serikat dan Israel pada akhir Mei lalu.

    Suleiman al-Obeid meninggalkan seorang istri dan lima anak, serta warisan abadi dalam sejarah olahraga Palestina.

    Sejak mulai beroperasi pada akhir Mei, lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan tewas di sekitar lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, yang menuai kontroversi.

    Pada Rabu, setidaknya 18 orang kehilangan nyawa saat berusaha mendapatkan bantuan, di tengah situasi krisis pangan yang kian memburuk akibat ketatnya pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza, menurut sumber medis kepada Al Jazeera.

    Dalam waktu 24 jam terakhir, rumah sakit-rumah sakit di Gaza juga melaporkan empat kematian baru akibat kelaparan dan kekurangan gizi. Data dari Kementerian Kesehatan setempat mencatat total 197 kematian terkait kelaparan sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza pada Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, 96 di antaranya adalah anak-anak. Mayoritas kasus kematian ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

    (lus/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Daftar Vaksin untuk Haji dan Umrah Menurut Aturan Terbaru Pemerintah Saudi


    Jakarta

    Menunaikan ibadah haji dan umrah memerlukan persiapan yang baik, termasuk perlindungan kesehatan dengan vaksinasi.

    Pemerintah Arab Saudi mewajibkan dan merekomendasikan beberapa vaksin untuk jemaah, dengan tujuan mencegah penyebaran penyakit. Peraturan ini mulai berlaku per 1 Februari 2025.

    Jenis Vaksin yang Dibutuhkan untuk Haji dan Umrah

    Berikut adalah vaksin yang diperlukan untuk jemaah haji dan umrah berdasarkan persyaratan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.


    1. Vaksin Meningokokus

    Vaksin meningitis meningokokus merupakan vaksin yang diwajibkan bagi semua jemaah berusia lebih dari 2 tahun. Jemaah harus menerima vaksin meningokokus quadrivalent (ACYW) dan vaksinasi harus dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan.

    Ada dua jenis vaksin yang diterima oleh pemerintah Saudi, yaitu vaksin polisakarida quadrivalent (ACYW) dengan masa berlaku 3 tahun dan vaksin konjugasi quadrivalent (ACYW) dengan masa berlaku 5 tahun.

    2. Vaksin Polio

    Vaksin polio wajib bagi jemaah yang berasal dari negara dengan risiko tinggi penyebaran polio. Bagi jemaah yang datang dari negara dengan kasus poliovirus atau vaksin yang beredar, harus mendapatkan dosis vaksin polio (bOPV atau IPV) antara 4 minggu hingga 12 bulan sebelum keberangkatan.

    Negara-negara tersebut termasuk Papua Nugini, Indonesia, Myanmar, dan Somalia.

    3. Vaksin Demam Kuning (Yellow Fever)

    Vaksin demam kuning wajib bagi jemaah yang datang dari negara dengan risiko penyebaran penyakit ini. Jemaah harus memiliki Sertifikat Internasional Vaksinasi sebagai bukti vaksinasi. Tanpa bukti tersebut, jemaah tidak diperbolehkan masuk.

    Negara-negara tersebut yaitu Angola, Argentina, Benin, Bolivia, Plurinasional (Negara Bagian), Brasil, Burkina Faso, Burundi, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Kolombia, Kongo, Pantai Gading, Rakyat Demokratik, Ekuador, Guinea Ekuatorial, Etiopia, Guinea Prancis , Gabon, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Guyana, Kenya, Liberia, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Panama, Paraguay, Peru, Senegal, Sierra Leone, Sudan Selatan, Sudan, Suriname, Togo, Trinidad dan Tobago, Uganda, Venezuela (Republik Bolivarian).

    Adapun jemaah asal Indonesia tidak diwajibkan menerima vaksin ini sebelum ke Tanah Suci.

    Vaksin Tambahan

    Selain vaksin yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa jenis vaksin lain yang sebaiknya diperiksa sebelum keberangkatan haji dan umrah.

    Disarankan para jemaah untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis untuk meninjau status imunisasi, termasuk bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa, agar mendapatkan imunisasi yang sesuai dan tetap sehat selama perjalanan.

    Vaksin yang perlu diperiksa dan diperbarui mencakup:

    1. Vaksin khusus untuk tujuan tertentu, seperti:

    • Kolera
    • Hepatitis A & B
    • Ensefalitis Jepang
    • Meningokokus
    • Polio (dosis booster untuk dewasa)
    • Demam tifoid
    • Demam kuning
    • Rabies

    2. Vaksin rutin yang perlu diperbarui, seperti:

    • Difteri, tetanus, dan pertusis
    • Hepatitis B
    • Haemophilus influenzae tipe b
    • Human papillomavirus (HPV)
    • Influenza musiman
    • Campak, gondongan, dan rubella
    • Pneumokokus
    • Polio
    • Rotavirus
    • Tuberkulosis
    • Varisela

    Selain itu, jemaah yang berasal dari negara dengan risiko tinggi penyakit menular seperti Angola, Brasil, Kamerun, Ethiopia, Nigeria, Sudan, dan Venezuela harus lebih berhati-hati serta mengikuti pedoman kesehatan tambahan yang diterapkan oleh otoritas Arab Saudi.

    Pencegahan Penyakit bagi Jemaah

    Pemerintah Arab Saudi dan otoritas kesehatan memberikan edukasi kepada jemaah mengenai penyakit menular, gejala, serta cara pencegahannya. jemaah juga disarankan untuk tidak membawa makanan dari luar kecuali dalam jumlah kecil dan dikemas rapat, guna menjaga keamanan konsumsi selama perjalanan.

    Jika terjadi wabah atau keadaan darurat kesehatan global, pemerintah Arab Saudi dapat menerapkan kebijakan tambahan bekerja sama dengan WHO untuk melindungi jemaah haji dan umrah serta mencegah penyebaran penyakit ke negara asal mereka.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com