Tag: bsd city

  • Jangan Tunggu Roboh Seperti Rumah di Bandung, Kenali Tanda Bangunan Alami Gagal Struktur


    Jakarta

    Sebuah video yang sedang ramai beredar menunjukkan rumah tiga lantai ambruk di Kampung Cilisung, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Penghuni rumah senpat menyadari ada suara dan retakan dari tembok, namun rumah itu berakhir rubuh.

    Mengutip dari detikJabar, penghuni rumah yang sempat terperangkap dalam reruntuhan, Dadang (58) menyadari tanda-tanda sebelum bangunan ambruk. Ia mengatakan sebelum roboh ada suara hingga retakan pada tembok.

    “Ada tanda-tanda sebelum ambruk, tembok itu retak dan mengeluarkan suara, yang di bawah di lantai satu. Saya mandi dulu, karena mau salat Ashar tapi yang lain mah pada keluar, setelah salat baru ambruk,” ujar Dadang dikutip dari detikJabar, Kamis (8/8/2024).


    Ia mengaku sempat melihat corannya retak, ring balok di lantai satu pada hari sebelumnya. Menurutnya, tembok lantai satu memang sudah lama, sedangkan bangunan lantai masih aman.

    Struktur bangunan rumah merupakan salah satu bagian utama yang harus diperhatikan. Hal ini menyangkut keamanan dan keselamatan penghuni di dalamnya.

    Namun, terkadang ada bangunan yang tidak memiliki struktur yang cukup kuat hingga sewaktu-waktu bisa rubuh.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kegagalan struktur mengacu pada keandalan bangunan. Ia menjelaskan rumah dapat dikatakan andal kalau dapat bertahan lebih dari 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya rubuh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY, Kamis (8/8/2024).

    Lantas, apa ciri-ciri bangunan rumah mengalami gagal struktur?

    Tanda Struktur Bangunan Gagal

    1. Keretakan

    Denny menyebutkan salah satu tanda paling awam dan mudah dideteksi adalah keretakan pada tembok. Hal ini terutama pada titik dekat pertemuan tiang kolom dengan balok beton.

    “Keretakan yang terdapat pada titik simpul atau pertemuan kolom dengan balok. Kolom struktur adalah tiang,” katanya.

    Balok tersebut berfungsi untuk menghubungkan antar tiang kolom. Baik tiang dan balok beton semestinya tidak bergerak hingga menimbulkan retakan di tembok sekitar.

    Oleh karena itu, Denny sangat menganjurkan agar pemilik yang akan membangun rumah perlu menggunakan jasa ahli struktur atau teknik sipil untuk melakukan perhitungan.

    “Setiap bangunan itu harus punya dasar perhitungan struktur yang tepat karena bilamana struktur itu tidak bisa atau tidak kuat menanggung beban di atasnya, dia akan menimbulkan masalah salah satunya adalah keretakan atau kegagalan struktur,” jelasnya.

    Selain itu, ia mengungkap ahli struktur mengukur beban yang akan ditampung oleh bangunan. Lalu, besaran struktur yang menanggung beban bangunan tersebut.

    2. Struktur Bangunan Bergeser

    Selanjutnya, adanya struktur bangunan yang bergeser juga menjadi tanda gagalnya struktur. Pemilik rumah dapat mengobservasi bangunan rumah, seperti ada kemiringan atau atap yang melendut.

    “Sistem struktur bergeser misalnya ada atap yang kok sekarang kelihatan melendut,” ucapnya.

    3. Timbul Kekhawatiran Penghuni

    Kemudian, Denny menyebut kegagalan struktur juga ditandai oleh timbulnya kekhawatiran para penghuni. Seperti halnya melihat penampakan bangunan miring, maka penghuni mulai mempertanyakan kemungkinan rumah akan ambruk.

    “Kamu cuma masuk ke bangunan yang kamu merasa aman,” imbuhnya.

    Apabila sudah menemukan tanda struktur bangunan gagal, pemilik rumah dapat meminta ahli forensik struktur untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, maka akan ditentukan langkah selanjutnya antara melakukan perbaikan atau membangun ulang rumah.

    “Kita perlu menyelidiki kegagalan struktur sampai sejauh mana, di situ ahli forensik bekerja. Mereka harus menilai seberapa besar kekuatan struktur yang lama dan bagaimana kerja sama dengan arsitek dan ahli sipil untuk membuat perencanaan struktur yang baru,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Kriteria Bangunan Rumah Aman, Nggak Khawatir Roboh


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat teraman bagi penghuninya, terutama untuk melindungi dari berbagai fenomena alam. Maka, penting sekali memastikan rumah aman agar tidak mudah rusak, bahkan sampai roboh.

    Arsitek Denny Setiawan menyebut rumah yang aman adalah bangunan yang dapat diandalkan dalam segala cuaca dan iklim. Rumah yang andal harus bisa bertahan tidak roboh setidaknya 20 tahun.

    “Bangunan itu harus dihitung bisa buat berdiri minimal 20 tahun. Setelahnya bukannya roboh tapi harus ada perbaikan tambahan,” ujar Denny kepada detikProperti pada pameran IndoBuildTech Expo 2024 di ICE, BSD CITY belum lama ini.


    Menurutnya, rumah dapat dikatakan aman apabila bisa menahan terpaan hujan, cuaca panas, dan gempa bumi. Hal ini penting supaya penghuni dapat hidup dengan nyaman, sehat, dan tak khawatir bangunan sewaktu-waktu rusak parah.

    Kriteria Rumah Aman dan Anti Roboh

    1. Air Hujan Mengalir Lancar ke Tanah

    Bangunan rumah harus dirancang dengan baik, sehingga air hujan dapat mengalir dengan lancar ke dalam tanah. Air semestinya mengalir dari atap, talang, sumur resapan, hingga ke got.

    “Arsitek harus bisa memastikan sistem pemipaannya benar, sehingga air hujan yang diterima di atas atap bisa tersalurkan dengan baik, hingga meresap lagi ke dalam tanah,” jelasnya.

    Hal ini penting agar tidak ada kebocoran yang dapat merusak bangunan rumah. Sebab, ada risiko plafon rusak yang kalau dibiarkan bisa ambruk.

    “Supaya tidak terdapat bocoran,(pastikan) sistem pemipaan, sistem plumbing arsitek atau ahli mechanical, electrical and plumbing (MEP),” katanya.

    2. Menangkal Hawa Panas

    Lalu, Denny mengatakan rumah aman atau andal adalah yang tidak menyalurkan radiasi panas langsung ke dalam rumah. Hawa panas yang berlebihan dapat membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman, bahkan sampai sakit.

    “Salah satu bangunan yang andal adalah tidak menyebabkan kerugian atau korban. Kalau misalnya penghuni rumahnya sampai sakit, berarti bangunannya nggak andal,” tuturnya.

    Oleh karena itu, bangunan rumah harus bisa mengantisipasi panas. Di antaranya dengan tidak menghadapkan rumah dan meminimalisir jendela ke arah barat.

    Sebab pancaran sinar matahari di sore hari biasanya sangat panas di bandingkan pagi hari. Kemudian, manfaatkan juga sun shading atau kisi-kisi sebagai penghalau panas agar rumah tidak langsung terpapar sinar matahari.

    3. Tahan Gempa

    Selanjutnya, rumah harus dibangun dan diperhitungkan dengan benar agar tahan gempa setidaknya 10 skala ritcher. Rumah yang aman semestinya tidak retak, rusak, bahkan ambruk hingga gempa 10 skala ritcher.

    “Ahli struktur selalu menghitung risiko gempa yang terjadi, sehingga bangunan rusak atau mengakibatkan terjadi keretakan hingga gempa 10 skala ritcher,” imbuhnya.

    Penting sekali memastikan bangunan rumah cukup kuat untuk mengantisipasi gempa, sehingga kalau terjadi kerusakan tidak sampai mengancam keselamatan penghuninya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com