Tag: bsi ramadan 2025

  • Bolehkah Membasmi Tikus di Rumah? Ini Hukumnya dalam Islam



    Jakarta

    Tikus adalah hama yang terkadang dijumpai di sekitar rumah. Hewan pengerat ini suka merusak barang dan bisa membawa penyakit.

    Jika menemukan tikus, segera usir agar tidak menimbulkan masalah di rumah. Sebagian orang pun tak sungkan untuk membasmi tikus agar tidak kembali lagi.

    Namun, apakah Islam memperkenankan seorang muslim membasmi tikus? Simak penjelasannya berikut ini.


    Ternyata Islam memperbolehkan tikus untuk dibasmi. Rasulullah SAW pun menyebut tikus sebagai hewan yang berbahaya.

    Dilansir dari NU Online, “Rasulullah bersabda “Khamsul Fawasiq (lima hewan berbahaya) yang (boleh) dibunuh di tanah halal (di luar tanah haram) atau di tanah haram yaitu ular, gagak pemakan bangkai, tikus, anjing galak, dan rajawali.”

    Kelima hewan tersebut disebut dengan menggunakan kata fisq karena mereka keluar dari sarang-sarangnya untuk melakukan kerusakan, menebarkan penyakit, dan ancaman bagi kehidupan manusia. (An-Nawawi Abu Zakaria, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim [Beirut: Dar Ihya Turats Arabi 2009] juz.8 hal.114).

    Tanah halal dalam dalil tersebut artinya sekitaran kota Mekah dan Madinah yang dilarang untuk membunuh hewan mana pun, diperbolehkan untuk membasmi kelima hewan tersebut.

    “Asal dari kata fisq adalah keluar dari sesuatu, oleh karena itu mereka (hewan-hewan tersebut) disebut dengan fawasiq karena keluarnya mereka dari kategori hewan yang bisa dimanfaatkan”. (Al-Asqalani Ahmad bin Ali Ibnu Hajar, Fathul Bari Bisyarh Shahih Bukhari [Beirut: Darul Ma’rifah 2008] juz.1 hal.167).

    Dalil tersebut menjadi landasan yang membolehkan membasmi tikus ketika menemukan tikus terutama di rumah. Anjuran ini beralasan hewan tersebut mudah ditemui di masyarakat dan membawa penyakit. Mulai dari air liur, urin, dan darah tikus dapat menyebabkan penyakit seperti leptospirosis, hantavirus pulmonary sindrom, dan tularemia.

    Selain itu, Pembina Pesantren Quran Subulunajjah Depok Ustaz Farid Nu’man Hasan mengatakan jika mencium bau bangkai tikus di rumah harus segera dibuang bangkainya. Sebab, bangkai tikus mengeluarkan bau tak sedap, sehingga malaikat tidak akan masuk ke rumah.

    “Bangkai tikus itu najis, itu yang jadi masalahnya. Jika dia ada di luar rumah tidak apa-apa. Tapi jika di dalam rumah, tentunya jangan. Bau-bau tidak sedap menghalangi malaikat memasuki rumah kita,” katanya saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tikus di Rumah Bikin Resah? Coba Amalkan Doa Ini!



    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama di rumah. Kehadiran hewan ini di rumah sangat mengganggu. Selain bisa merusak, kehadiran tikus juga bisa membawa penyakit.

    Untuk mencegah masuknya tikus kebersihan di rumah harus di jaga. Nah bagi umat muslim ada juga doa untuk mengusir tikus. Bacaan doa berisi harapan agar manusia selalu berada dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari berbagai hal buruk.

    Doa Mengusir Tikus di Rumah

    Bacaan doa mengusir tikus adalah Ayat Kursi yang terdapat Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 255. Doa ini dijelaskan pengasuh pesantren Sunan Drajat Lamongan KH Abdul Ghofur di channel YouTube Ngaji Online.


    Berikut bacaan Ayat Kursi sebagai doa mengusir tikus dalam Arab dan latin:

    ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

    Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

    Dalam video berjudul Mengusir hama tikus dengan Ayat Qursi oleh KH. Abdul Ghofur tersebut, doa mengusir tikus di rumah ini biasa dibaca saat hewan ini menyerang area pertanaman. Doa melengkapi seluruh usaha yang telah dilakukan untuk mengusir hama.

    Senada dengan upaya pengusiran hama tikus, hal serupa juga dapat dilakukan di rumah. Doa mengusir tikus di rumah dilakukan dengan upaya lain, misal menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

    Hadits Membunuh Tikus

    Dilansir dari NU Online, tikus adalah salah satu hewan yang dijuluki fawasiqul khamsah atau lima hewan berbahaya. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya:

    و حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الْحَرَمِ الْعَقْرَبُ وَالْفَأْرَةُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ

    Artinya: Dan Telah menceritakan kepada kami [Abu Rabi’ Az Zahrani] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [bapaknya] dari [Aisyah] radliallahu ‘anha, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada lima macam binatang berbahaya (yang boleh dibunuh di tanah haram, yaitu; kalajengking, tikus, dan elang, anjing gila.” Dan Telah menceritakannya kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dengan isnad ini. (HR Muslim).

    Hadits ini menjadi dasar diperbolehkannya membunuh tikus, sebagai satu dari lima hewan yang dinilai berbahaya. Bahkan, lima hewan itu boleh dibunuh di daerah sekitar Makkah dan Madinah.

    Meski demikian, tikus tidak boleh dibunuh dengan disiksa atau disakiti lebih dulu. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan dalam hadisnya, seorang muslim harus berbuat baik terhadap semua makhluk Allah SWT tanpa kecuali.

    Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah mencatat (pahala) kebaikan terhadap segala sesuatu, maka apabila kalian membunuh hendaknya perbaikilah cara kalian membunuh, dan apabila kalian menyembelih hendaknya perbaikilah cara kalian menyembelih.” (HR Ibnu Majah).

    Cara membasmi tikus dengan membakarnya dalam keadaan hidup-hidup juga dilarang. Hal ini sesuai sabda Rasulullah yang artinya:

    Rasulullah bersabda, “Tidaklah (diperbolehkan) menyiksa dengan api kecuali Tuhan (yang menciptakan) api.” (HR Ahmad).

    Dari penjelasan di atas perlu digarisbawahi, tikus dan hewan fawasiqul khamsah boleh dibasmi jika meresahkan di dalam lingkungan masyarakat. Namun jika hewan tersebut hidup di alam liar sebagai habitatnya, maka manusia tidak boleh mengganggu.

    Nah, itulah tadi telah kita ketahui doa mengusir tikus adalah dengan membaca Ayat Kursi. Jika memang harus membunuh, jangan dilakukan dengan membakar atau menyiksa terlalu lama. Wallahu a’lam.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Berkah, Begini Cara Menentukan Lokasi Rumah yang Baik Menurut Islam



    Jakarta

    Islam mengajarkan berbagai aspek dalam kehidupan, termasuk dalam memilih lokasi rumah. Sebab dalam Islam rumah bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga tempat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Menurut Islam, lokasi rumah harus dipertimbangkan secara mendalam dari pada hanya sekadar lokasi geografis dan harga. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk membeli rumah di lingkungan yang jauh dari tempat maksiat.

    Bagi bagi kamu seorang muslim yang berencana membeli atau membangun rumah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai lokasi rumahnya. Dilansir dari laman Learn Islam, berikut beberapa tips yang dapat dipertimbangkan dalam memilih lokasi rumah yang baik menurut ajaran Islam.


    Rumah Harus Dekat dengan Masjid

    Sebagai seorang muslim, memilih rumah yang dekat dengan masjid adalah hal yang sangat penting. Masjid adalah tempat ibadah bagi umat muslim. Memilih lokasi rumah yang dekat dengan masjid memudahkan untuk melaksanakan salat berjamaah, mengikuti ceramah atau pengajian, dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, tinggal dekat dengan masjid juga bisa memperkuat silaturahmi antar tetangga dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

    Rumah Tidak Boleh Berada di Lingkungan Dekat Tempat Maksiat

    Di dalam ajaran Islam, lingkungan tempat tinggal memiliki pengaruh besar terhadap perilaku seseorang. Oleh karena itu, memilih lokasi rumah yang terhindar dari lingkungan yang dipenuhi dengan orang-orang yang melakukan perbuatan maksiat atau lingkungan yang dekat tempat maksiat adalah penting. Tempat-tempat maksiat yang dimaksud contohnya adalah klub malam, tempat perjudian, dan juga tempat prostitusi. Hal ini bertujuan untuk menjaga diri dan keluarga dari pengaruh negatif yang dapat memengaruhi perilaku dan moral mereka.

    Lokasi Harus Berada di Kawasan yang Bersih dan Nyaman

    Menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan merupakan bagian dari kewajiban seorang Muslim. Memilih lokasi rumah di kawasan yang bersih dan nyaman membantu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan menyenangkan untuk ditinggali. Lingkungan yang bersih dan nyaman juga akan membuat penghuni rumah semakin nyaman dan khusyuk dalam melakukan Ibadah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Bunuh, Ini Cara Usir Semut Pakai Doa Menurut Ajaran Islam



    Jakarta

    Semut kerap ditemukan di dalam rumah sedang mencari tempat tinggal ataupun makanan. Kehadiran serangga satu ini cukup mengganggu, apalagi saat mengerubuni makanan.

    Tentu kamu tergerak mengusir semut di rumah, bahkan sampai membunuhnya. Namun, sebenarnya dalam Islam kita tidak diperkenankan buat membunuh semut, lho.

    Dilansir dari detikHikmah, semut termasuk hewan istimewa yang tak boleh dibunuh. Dalam Islam, ada cara untuk mengusir semut dengan doa. Doa mengusir semut diajarkan oleh Nabi Sulaiman dan termaktub dalam Al Qur’an surat An Naml ayat 18.


    Doa Mengusir Semut

    Berikut bacaan doa mengusir semut Nabi Sulaiman bahasa Arab, latin, dan artinya:

    حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Latin: Hattā iżā atau ‘alā wādin-namli qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulụ masākinakum, lā yahṭimannakum sulaimānu wa junụduhụ wa hum lā yasy’urụn.

    Artinya: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari,’”.

    Larangan Membunuh Semut dalam Islam

    Nabi Muhammad SAW melarang kita untuk membunuh semut. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad berikut.

    “Nabi SAW melarang untuk membunuh 4 hewan yaitu semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad,”

    Dari hadits di atas, membunuh semut termasuk hal yang dilarang oleh Rasulullah SAW, sehingga termasuk perbuatan yang perlu dihindari. Namun, para ulama mengarahkan bahwa semut yang dimaksud bukan bermakna mutlak yang mencakup seluruh jenis semut. Melainkan hanya jenis tertentu, seperti semut-semut besar dan panjang yang tersebut dalam kisah Nabi Sulaiman.

    Kalau merasa semut di rumah membahayakan penghuni atau berukuran besar, kamu diperbolehkan untuk membunuhnya. Akan tetapi, cara membunuhnya tidak boleh dengan cara dibakar, tetapi harus dengan diinjak atau dipukul.

    Dilansir laman Nahdlatul Ulama (NU), membunuh semut dengan cara membakar akan menyakiti semut. Sementara umat Islam diperintahkan untuk menggunakan cara yang baik dalam membunuh hewan, yakni tanpa menyiksanya.

    Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama soal hukum membunuh semut. Imam Qasthalani mengatakan, “Larangan membunuh semut itu dikhususkan kepada semut yang besar, dan semut kecil diperbolehkan membunuhnya.”

    Dalam buku Hadi Qudsi Firman Allah yang Tak Tercantum dalam Al-Qur’an susunan Kasimun, Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut kecuali jika membahayakan dan tidak bisa menolaknya selain membunuhnya.

    Dengan begitu, semut yang dilarang untuk dibunuh dalam sabda Nabi SAW bukanlah untuk seluruh jenis semut, tapi untuk semut besar dan panjang. Jadi, semut jenis lain boleh dibunuh jika mengganggu atau menyakiti manusia. Larangan untuk membunuh semut pun menjadi hilang, sehingga boleh saja dibunuh.

    Wallahu a’lam.

    Artikel ini sudah tayang di detikHikmah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Doa Masuk dan Keluar Rumah, Sunnah yang Membawa Berkah



    Jakarta

    Rumah adalah tempat untuk pulang dan beristirahat setelah seharian beraktivitas di luar. Rumah juga sejatinya sebagai tempat berlindung dan beraktivitas dengan aman.

    Sebagai makhluk hidup, kita juga perlu untuk melakukan aktivitas seperti berbelanja untuk kebutuhan hidup, berekreasi, dan bersosialisasi di luar rumah. Maka dari itu, setidaknya setiap hari manusia pasti akan masuk dan keluar dari rumah.

    Bagi umat muslim ada anjuran agar membaca doa setiap kali melangkah masuk atau keluar dari rumah loh. Berikut penjelasan tentang doa masuk dan keluar rumah.


    Sunnah dan Manfaat Membaca Doa Sebelum Masuk Rumah

    Melansir dari NU Online, sebelum memasuki rumah, kita dianjurkan untuk mengucap salam dan berdoa. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Quran surat an-Nur ayat 61:

    فَاِ ذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُبٰرَكَةً طَيِّبَ

    Artinya: Apabila memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.

    Manfaat dari membaca doa masuk rumah dan mengucapkan salam ketika hendak masuk rumah adalah semata-mata untuk mengharapkan berkah dan kebaikan dari Allah SWT, serta sebagai doa agar rumah tempat tinggal kita selalu diberi ketentraman bagi para penghuninya.

    Doa masuk rumah biasanya dilantunkan tepat ketika kita hendak memasuki rumah atau sebelum mengetuk pintu, baik itu rumah sendiri maupun rumah orang lain.

    Bacaan Doa Sebelum Masuk Rumah

    اللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَ خَيْرَ المَخْرَجِ, بِاسْمِ اللّٰهِ وَ لَجْنَا، بِاسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا، وَ عَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

    Allahumma innii as-aluka khairal mauliji, bismillahi wa lajnaa, wa bismillahi kharajnaa, wa ‘alallahi rabbanaa tawakkalnaa

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

    Sunnah dan Manfaat Membaca Doa Sebelum Keluar Rumah

    Sunnah untuk membaca doa sebelum keluar rumah sendiri dijelaskan dalam beberapa hadits.

    Imam Abi Zakariya Muhyiddin Yahya an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar an-Nawawi menjelaskan bahwa dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud, at-Tirmidzi, Nasa’i dan yang lainnya, Rasulullah Saw pernah bersabda:

    من قال- يعني اذا خرج من بيته- بِاسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ، يقال له: كفيت و وقيت و هديت و تنحّى عنه الشيطان

    Artinya: Barangsiapa yang membaca -yaitu ketika keluar dari rumahnya-‘bismillahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa haula wa laa quwwata illa billah, Dikatakan kepadanya: Kamu akan dicukupkan, dikuatkan, dan diberi petunjuk dan setan jauh darinya.

    Dari beberapa penggalan hadits tersebut, Syeikh Muhyiddin Dib kemudian menjelaskan keutamaan dari membaca doa keluar rumah.

    Menurutnya, makna kufiita dari hadits itu, adalah seseorang yang membaca doa keluar rumah akan dicukupkan dari semua urusan dunia dan akhirat, dan kata wuqiita bermakna mereka akan dijaga dari kejahatan musuh.

    Sementara, dalam kata hudiita, artinya adalah barang siapa rajin membaca doa keluar rumah, maka akan diberikan rizki berupa hidayah yang terus mengalir kepadanya. (Muhyiddin Dib, Lawami’ al-Anwar Syarh Kitab al-Adzkar, Bairut, Dar Ibn Kathir, 2014), Juz 1, halaman: 74).

    Doa keluar rumah bisa dilantunkan tepat sebelum melangkahkan kaki ke luar rumah. Tentunya pembacaan doa diiringi niat dan tujuan yang baik saat bepergian. Misal hendak sekolah, bekerja, atau menjalin silaturahim.

    Bacaan Doa Sebelum Keluar Rumah

    بِاسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

    Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allahi wa laa hawla wa laa quwwata illa bi Allahi

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

    Nah itu dia bacaan doa ketika hendak masuk atau keluar dari rumah beserta arti dan manfaatnya. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanam Pohon di Rumah Bisa Dapat Oksigen dan Pahala Sekaligus!



    Jakarta

    Sambil menyelam minum air, peribahasa itu mungkin sangat tepat bagi yang suka menanam pohon di rumah. Sebab, selain bisa mempercantik rumah dan membuat rumah jadi asri, menanam pohon di rumah juga bisa jadi pahala lho.

    Jadi mumpung di bulan suci ini, mendekorasi rumah dengan menanam tanaman bisa menjadi pilihan untuk mengisi kekosongan waktu.

    Menanam pohon adalah kegiatan yang mulia. Karena tidak hanya sekedar untuk diri sendiri saja, namun manfaatnya juga bisa dirasakan oleh banyak makhluk hidup disekitarnya. Seperti memberikan sumber makanan dan tempat berlindung untuk hewan kecil, dan ikut andil dalam melawan perubahan iklim.


    Anas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim tidaklah menanam sebatang pohon atau menabur benih ke tanah, lalu datang burung atau manusia atau binatang memakan sebagian daripadanya, melainkan sesuatu yang dimakan itu merupakan sedekahnya.” (HR Bukhari).

    Selain itu, dalam ajaran Islam juga kita diajarkan untuk melestarikan alam di bumi. Mengutip buku Hadits-Hadits Tarbawi oleh M. Ainur Rasyid, dalam Al-Qur’an telah dijelaskan melalui banyak ayat tentang pentingnya memperhatikan lingkungan. Salah satunya termaktub dalam surat Al A’raf ayat 56

    وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

    Arab-Latin: Wa lā tufsidụ fil-arḍi ba’da iṣlāḥihā wad’ụhu khaufaw wa ṭama’ā, inna raḥmatallāhi qarībum minal-muḥsinīn

    Artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

    Hadits Menanam Pohon Setara Dengan Sedekah Jariyah

    Menurut hadits, menanam pohon juga bisa memberikan pahala setara dengan sedekah jariyah.

    عن مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ بَنَى بُنْيَانًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ أَوْ غَرَسَ غَرْسًا فِى غَيْرِ ظُلْمٍ وَلَا اعْتِدَاءٍ كَانَ لَهُ أَجْرٌ جَارِيًا مَا انْتَفَعَ بِهِ مِنْ خَلْقِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ رواه أحمد

    Artinya, “Dari sahabat Muadz bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja yang mendirikan bangunan atau menanam pohon tanpa kezaliman dan melewati batas, niscaya itu akan bernilai pahala yang mengalir selama bermanfaat bagi makhluk Allah yang bersifat rahman,’” (HR Ahmad).

    Nah, bagaimana teman-teman, apakah kamu tertarik untuk menanam pohon di rumahmu?

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Tangga di Rumah Jangan Asal, Ini Anjurannya dalam Islam



    Jakarta

    Membangun rumah dua lantai tentu memerlukan tangga. Namun dalam membangun tangga tidak bisa asal. Dalam Islam juga ada anjuran dalam membangun tangga.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, terdapat beberapa anjuran dalam membangun tangga.

    Anak Tangga Ganjil

    Dalam konstruksi tangga, dianjurkan membuatnya dalam jumlah ganjil agar penghuni rumah dapat memulai dan mengakhiri langkahnya dengan kaki kanan. Sebab, Islam menganjurkan memulai segala sesuatu dengan tangan atau kaki kanan. Sesuai juga dengan sunah Nabi Muhammad SAW agar mendapat pahala jika dilakukan.


    Ukuran Anak Tangga

    Selain itu, anak tangga harus sesuai dengan ukuran kaki sehingga dapat mengakomodasi kaki pengguna tangga. Kenyamanan dan keamanan adalah dua faktor penting dalam membangun tangga untuk menghindari cedera dan fatal saat menggunakan tangga.

    Tidak di Ruang Tamu

    Dari segi aspek privasi, tangga ke lantai atas sebaiknya tidak berada di ruang tamu karena dapat menyulitkan wanita untuk naik ke kamarnya terutama ketika ada tamu.

    Tidak Transparan

    Desain tangga harus memenuhi fungsi aslinya serta memberikan kenyamanan dan keamanan saat digunakan. Namun, ada desain tangga yang tidak yang tidak sesuai untuk digunakan seperti tangga atau terbuat dari bahan yang transparan. Desain ini tidak disarankan karena tidak nyaman untuk dinaiki oleh wanita menaiki tangga ketika mereka mengenakan rok.

    Itulah beberapa aturan dalam merancang tangga dalam rumah yang dianjurkan dalam Islam. Semoga memberikan manfaat dan keberkahan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Menata Rumah Bernuansa Islami Bikin Suasana Syahdu


    Jakarta

    Desain rumah mencerminkan identitas penghuninya. Bagi kaum muslimin, bisa banget mengekspresikan nilai-nilai yang dianutnya lewat dekorasi rumah bernuansa Islami.

    Ada cara menata rumah yang halal dan dianjurkan dalam ajaran Islam. Bukan sekadar penampakan, rumah bernuansa Islami bisa membantu penghuni lebih produktif dan nyaman dalam beribadah, menjalankan sunnah, dan mengingat Allah SWT.

    Lalu, bagaimana cara menciptakan suasana rumah yang syahdu ala Islami? Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari The Halal Times.


    Tips Menata Rumah Bernuansa Islami

    Inilah cara menata rumah yang mengikuti nilai-nilai Islam.

    1. Tempat Salat

    Salat lima waktu merupakan ibadah yang sering dilakukan seorang muslim. Sebaiknya kamu menyediakan tempat salat terbaik di rumah agar lebih nyaman.

    Kamu bisa menggunakan kamar atau ruang khusus sebagai musala di dalam rumah. Jangan lupa mempertimbangkan arah kiblat ketika membuat musala ya.

    Lalu, kamu dapat melengkapi musala dengan sajadah, mukena, dan keperluan ibadah lainnya tersimpan rapi di sebuah lemari atau wadah khusus. Letakkan juga Al-Qur’an dan buku-buku Islami di rak dinding atau lemari.

    2. Hiasan Seni Islami

    Mendekor rumah bisa dengan menggunakan tema desain yang banyak ditemukan dalam seni bernuansa Islami. Kamu bisa memakai motif geometrik, dinding kayu untuk memisahkan ruangan, menggunakan permadani, serta menghiasinya dengan lampu dan vas yang menampilkan kerajinan kaca tradisional muslim.

    Namun, perlu kamu ketahui karya seni yang menggambarkan sosok manusia, hewan atau apa pun yang memiliki jiwa dilarang dalam Islam. Oleh karena itu, pastikan hiasan di rumah tidak mengandung unsur tersebut.

    3. Desain Kaligrafi

    Di antara bentuk ekspresi artistik terbaik dalam Islam adalah kaligrafi karena dapat memunculkan ayat-ayat suci dari Al-Qur’an dalam tulisan hias yang indah. Ada banyak cara dan desain kaligrafi yang bisa digunakan untuk menghiasi rumah.

    Kamu bisa memilih kaligrafi yang berisi ayat atau surah favoritmu. Selain indah, kaligrafi bisa senantiasa mengingatkan penghuni untuk membaca dan mengamalkannya.

    4. Furnitur Arab

    Furnitur yang terlalu mewah sebenarnya tidak dianjurkan dalam ajaran Islam karena terkesan materialistik. Selain itu, kebersihan sangat ditekankan dalam Islam.

    Untuk menyiasati kedua hal tersebut, kamu bisa menghias rumah menggunakan karpet, permadani, bantal yang empuk, dan sajadah. Cara ini indah dan sederhana, serta tetap menjaga kebersihan ruang gerak di dalam rumah.

    5. Area Duduk di Lantai

    Nabi Muhammad SAW punya kebiasaan tidur dan duduk di lantai menggunakan alas. Memamerkan kekayaan dilarang dalam Islam, maka menjalankan hidup dengan kesederhanaan lebih diutamakan daripada kemewahan. Untuk itu, kamu bisa menyiapkan area duduk di lantai agar rumah bergaya Islami.

    Itulah beberapa cara mendekorasi rumah dengan cara Islami. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk atau Jongkok? Ini Anjuran dalam Islam dan Kesehatan



    Jakarta

    Toilet yang juga dikenal sebagai WC atau jamban adalah fasilitas sanitasi yang digunakan untuk membuang kotoran seperti urin dan feses. Di Indonesia, dikenal dua jenis toilet yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Pada umumnya di RI menggunakan toilet jongkok, tetapi seiring berkembangnya zaman, keberadaan toilet jongkok mulai tergeser dengan toilet duduk.

    Penggunaan toilet jongkok dan toilet duduk mempengaruhi proses seseorang dalam buang air besar atau buang air kecil. Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran Islam menggunakan toilet jongkok juga ada hubungannya jika ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menjelaskan bahwa ketika posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.


    Selain itu, buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.

    Toilet jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet. Hal ini bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Namun, toilet jongkok tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena ketidaknyamanannya. Toilet jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Sehingga, toilet duduk lebih direkomendasikan untuk orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan orang yang keseimbangannya buruh

    Oleh sebab itu, penggunaan toilet jongkok lebih dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, toilet duduk juga diperbolehkan untuk orang tua yang sudah renta karena sudah tidak kuat atau orang yang memiliki kelebihan berat badan yang kesulitan berjongkok.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua, yang sudah pasti adalah ketika hendak buang air besar atau buang air kecil usahakan tidak berdiri kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pagar Rumah Menurut Islam, Seberapa Tinggi yang Dianjurkan?



    Jakarta

    Pagar adalah struktur tegak yang dirancang sebagai pembatas atau pengaman yang biasanya ada di depan atau sekeliling rumah. Pagar sangat penting untuk meningkatkan keamanan rumah, baik penghuni maupun harta benda di dalamnya. Membangun pagar tidak bisa sembarangan dan Islam telah mengaturnya.

    Mengutip dari artikel ilmiah berjudul Islamic Values in The Design of Residential Internal Layout yang ditulis oleh Mohd Akil Muhamed Ali, Mohd Farhan Md Ariffin, Mohd Nazri Ahmad, dan Shafiza Safie, pagar rumah harus dibuat dari plester batu bata.

    Hal ini untuk memberikan privasi bagi penghuni rumah, terutama wanita. Biasanya wanita menjemur pakaian di halaman rumah, maka perlu privasi dengan membuat pagar yang aman dan tak terlihat.


    Selain itu, dalam artikel disebut bahwa tinggi pagar sebaiknya melebihi ketinggian mata. Tentu alasan yang sama, yaitu privasi. Dengan demikian, para wanita dapat dengan bebas mengerjakan pekerjaan rumah atau menjemur pakaian tanpa mengenakan jilbab.

    Namun, ketinggian pagar juga harus diperhatikan dan tidak boleh terlalu tinggi. Hal ini supaya hubungan dengan tetangga dapat terus terjalin. Mengutip dari artikel ilmiah berjudul ‘Of Fences and Neighbours: An Islamic Perspective on Interfaith Engagement For Peace’ oleh Ingrid Mattson, pagar rumah sebaiknya tidak boleh terlalu tinggi sampai menimbulkan bayangan sangat besar di halaman rumah tetangga.

    Bayangan tersebut dapat menghalangi cahaya matahari yang masuk ke kebun mereka. Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah sebagai etika atau moral bagi umat muslim yang berbunyi la darara wa la dirar yanga artinya tidak diperbolehkan menyebabkan kerugian atau membalas kerugian.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com