Tag: btn properti

  • Pengertian dan Faktor yang Memengaruhinya


    Jakarta

    Membeli rumah dengan mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan solusi untuk meringankan beban pembayaran. Sistem pembayaran ini menyesuaikan kemampuan finansial pembeli selaku debitur.

    Namun, untuk mengajukan KPR ke bank, ada proses ketat yang yang harus dilalui debitur. Lalu, apa itu appraisal? Yuk, simak penjelasannya berikut.

    Apa itu Appraisal?

    Melansir dari situs BTN Properti, Senin (1/7/2024) appraisal dalam KPR adalah prosedur untuk menaksir nilai sebuah bangunan yang dilakukan oleh pihak bank. Prosedurnya berupa menilai kondisi bangunan dan melakukan verifikasi keabsahan dokumen pengajuan kredit oleh calon debitur. Tujuannya adalah untuk menentukan nilai jual dari rumah objek KPR tersebut.


    Prosedur ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 101/PMK.01/2014, dimana peraturan tersebut menjelaskan bahwa appraisal merupakan proses yang dilakukan untuk memberi opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI).

    Prosedur ini juga hanya boleh dilakukan oleh petugas ahli yang patuh terhadap Kode Etik Penilai Indonesia. Oleh karena itu, pihak bank penyedia KPR sudah bekerja sama dengan penilai ahli dari pihak ketiga untuk melakukan prosedur appraisal KPR ini.

    Proses appraisal ini biasanya memakan waktu selama kurang lebih 2 sampai 3 minggu. Maka dari itu, calon debitur sebaiknya menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum proses dimulai.

    Apa saja dokumen yang perlu disiapkan sebelum melakukan appraisal?

    • Formulir pengajuan KPR
    • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Fotokopi Buku Nikah (bagi pemohon yang sudah menikah)
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
    • Fotokopi Rekening Koran
    • Fotokopi Slip Gaji tiga bulan terakhir
    • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

    Dan yang terakhir, calon debitur baiknya sudah memastikan bahwa properti yang akan ditaksir harganya sudah memiliki akta kepemilikan dan Surat Hak Milik Tanah Bangunan untuk memverifikasi legalitas properti objek KPR.

    Faktor yang Memengaruhi Hasil Appraisal

    Mungkin kamu bertanya-tanya, apa saja sih faktor yang mempengaruhi hasil appraisal? Daripada bingung, sebaiknya kamu pahami dulu faktor-faktornya di bawah ini.

    1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

    Hal yang pertama diperiksa oleh appraiser adalah NJOP yang tertera pada Pajak Bumi dan Banguan dari bangunan yang akan ditaksir. Walaupun NJOP bukanlah hal yang mutlak dalam menentukan nilai jual bangunan, tetapi appraise bisa menjadikan nilai ini sebagai pertimbangan dalam pendekatan harga pasar dan pendekatan biaya.

    2. Kondisi Fisik Properti

    Kondisi fisik bangunan tentu menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan nilai jual properti. Bentuk kerusakan kebocoran, jamur, rayap, tembok yang retak, cat yang pudar, dan bentuk kecacatan lain bisa mengurangi nilai harga jual properti.

    Kualitas dari fitur-fitur properti seperti listrik, saluran air, dan lingkungan properti juga menjadi faktor penentu dalam menentukan nilai jual properti tersebut, tentunya semakin buruk kondisinya, semakin kecil nilainya.

    3. Lokasi

    Lokasi dari properti akan mempengaruhi nilai dari properti tersebut. Tentunya Lokasi yang strategis seperti dikelilingi fasilitas kesehatan, pusat belanja, sekolah, transportasi umum dan lainnya akan meningkatkan nilai jual properti tersebut.

    Lokasi geografis juga bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi. Properti yang terletak di lokasi rawan bencana alam pastinya memiliki nilai lebih rendah.

    4. Akses Lokasi

    Akses seperti ketersediaan jalan dan kemudahan transportasi tentunya akan mempengaruhi nilai jual dari properti tersebut.

    5. Lingkungan Sekitar

    Yang terakhir adalah lingkungan di sekitar properti seperti keamanan, pengairan, dan kebersihan. Walaupun sering dianggap sepele tetapi para tenaga ahli appraisal juga memperhatikan hal kecil ini, karena lingkungan sekitar properti juga bisa mendatangkan resiko terhadap calon penghuni.

    Nah, itulah pengenalan singkat terkait appraisal. Setelah mengenalnya lebih dalam apakah kamu tertarik untuk mengajukan KPR demi rumah impianmu?

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Panik! Ini 8 Cara Mengatasi Suara AC Berisik Tanpa Tukang


    Jakarta

    AC di rumah mengeluarkan suara berisik bisa bikin kamu khawatir dan nggak nyaman. Suara berisik itu memang menandakan ada masalah dari AC. Penyebabnya bermasalah, bisa karena AC kotor, freon AC terganggu, hingga kipas di dalam AC rusak.

    Ternyata masalah ini bisa diatasi sendiri. Melansir dari BTN Properti, Minggu (14/7/2024). Berikut beberapa cara mengatasi suara AC berisik di rumah.

    Cara Mengatasi Suara AC Berisik

    1. Membersihkan AC

    Biasanya AC mengeluarkan suara berisik karena ada penumpukan kotoran. Maka, kamu bisa membersihkan AC tersebut. Memang disarankan AC dibersihkan secara rutin mulai dari komponennya seperti kipas, baling-baling, dan filter. Kotoran atau debu yang menumpuk dapat menyebabkan gesekan dan suara berisik.


    2. Periksa Kipas dan Baling-Baling

    Penyebab kedua adalah masalah pada kipas di dalam AC. Tanda ada masalah di kipas adalah ada benda asing yang menyangkut di dalamnya. Bisa pula kondisi kipas/baling-baling memang sudah tidak bagus seperti aus atau rusak. Kamu perlu segera mengganti atau memperbaiki bagian yang bermasalah.

    3. Periksa Kondensor dan Evaporator

    Kondensor adalah salah satu alat penukar panas pada AC. Jika kondensor AC bermasalah biasanya posisinya tidak rata. Selain itu, kamu juga bisa melihat pada bagian pipa apakah sudah terhubung dan tidak bergetar saat AC dinyalakan.

    4. Kencangkan Skrup AC

    Biasanya ini terjadi karena human eror atau kelalaian manusia setelah AC diperbaiki atau dibersihkan. Kamu bisa mengecek bagian mana yang bergetar dan menimbulkan suara, kemudian eratkan skrup AC.

    5. Periksa Kompresor

    Sama pentingnya seperti kondensor, kompresor pada AC berfungsi untuk menjaga suhu dalam ruangan tetap dingin. Jika suara berasal dari kompresor, coba periksa kondisnya dan pastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada komponen internalnya. Jika ada masalah, hubungi tukang AC untuk memperbaikinya.

    6. Pastikan Ventilasi yang Baik

    Lalu, kamu bisa memastikan unit dan komponen AC telah terpasang dengan benar dan memiliki ventilasi yang baik. Pastikan juga tidak ada penghalang di sekitar unit yang dapat mengganggu aliran udara.

    7. Cek Level Refrigerant

    Pada saat AC bekerja tentu ada zat pendingin yang dinamakan level refrigerant. Ini sudah bawaan dari pabrik, sehingga sebaiknya hindari mengubah levelnya.

    8. Pasang Peredam Suara

    Langkah terakhir jika kamu tidak menemukan letak kerusakan, kamu bisa memasang peredam bunyi pada AC untuk mengurangi suara yang dihasilkan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Ukuran Standar Jendela Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Jendela termasuk elemen penting dari sebuah rumah. Keberadaannya memiliki peran besar, antara lain sebagai jalur masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara ke dalam hunian.

    Pemasangan jendela rumah tidak boleh asal, melainkan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya ukuran jendela. Ukuran jendela harus dipertimbangkan lantaran mampu mempengaruhi tampilannya secara keseluruhan. Lantas, berapa ukuran jendela rumah standar yang pas?

    Fungsi Jendela Rumah

    Mengutip buku Make Over Fasad Rumah oleh Arieni Lestari, dkk, fungsi utama jendela yaitu jalan masuk sinar matahari ke dalam rumah dan jalur sirkulasi udara yang baik. Ukuran dan peletakan jendela juga mempengaruhi fungsinya ini.


    Jendela yang bukannya sempit memiliki kemampuan minim dalam memasukkan cahaya. Terlebih jika material yang digunakan tidak tembus sinar. Sebab itu, kaca bening menjadi pilihan yang bagus jika menginginkan sinar matahari masuk ke dalam ruang.

    Bukaan jendela juga mempengaruhi kelancaran sirkulasi udara. Sistem bukaan pivot dapat menjadi jalur keluar masuk udara yang lebih banyak Posisi peletakan jendela yang tepat memungkinkan pula udara mengalir masuk ke seluruh ruangan dan rumah bisa terhindar dari kepengapan.

    Fungsi jendela lainnya jika dilihat dari segi desain yaitu sebagai elemen estetis pada fasad bangunan. Jendela yang menyatu dengan elemen desain lain mampu membentuk kesatuan konfigurasi fasad harmonis yang meningkatkan nilai artistik desain.

    Ukuran Standar Jendela Rumah

    Dilansir BTN Properti, ukuran standar jendela rumah umumnya 80 x 120 cm. Jendela berukuran ini cocok ditempatkan pada bagian depan rumah seperti ruang tamu.

    Terdapat pula ukuran jendela untuk tiap-tiap ruangan rumah. Seperti jendela kamar tidur, ukuran idealnya yaitu 60 x 80 cm, 40 x 90 cm, dan 50 x 100 cm. Untuk ukuran jendela dapur sekitar 50 x 70 cm. Sementara kamar mandi bisa diberikan jendela berukuran 30 x 30 cm atau 40 x 50 cm.

    Jendela sebenarnya bisa dibuat dengan ukuran lebih besar, tapi pastikan privasimu tidak terganggu ya. Jika menginginkan ukuran yang besar di kamar tidur misalnya, kamu dapat menempatkan jendela membelakangi spot pribadi. Peletakan jendela di kamar mandi pun disarankan berada di posisi cukup tinggi agar privasi terjaga.

    Tips Menentukan Ukuran Jendela Rumah

    Proporsi jendela dan dinding sekelilingnya memang perlu diperhatikan saat menentukan ukuran jendela, tetapi bukan hanya itu. Dikutip dari buku Seri Rumah Ide: Jendela terbitan Imelda Akmal Architecture Writer Studio, ukuran jendela hunian juga bisa disesuaikan dengan dimensi tubuh penghuni rumah.

    Jendela umumnya lebih tinggi dari kepala dan bagian bawahnya sejajar dengan pinggang. Kalau ingin membesarkan ukuran jendela untuk memaksimalkan akses view ke area luar, kamu dapat membagi ukuran jendela ke unit-unit yang lebih kecil. Sehingga jendela terlihat lebih proporsional dengan ukuran skala manusia.

    Di sisi lain, ukuran jendela juga perlu mampu sebagai emergency exit, terutama di hunian tempat tinggal. Bila terjadi situasi darurat, kamu dapat menyelamatkan diri dengan keluar rumah melalui jendela. Sebab itu, ukuran jendela bisa diusahakan berukuran sesuai tubuh penghuninya

    Nah, itu tadi penjelasan ukuran jendela rumah standar yang dapat dipertimbangkan saat membuat jendela rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Manfaat Bantal dan Guling Perlu Dijemur di Bawah Sinar Matahari


    Jakarta

    Bantal dan guling adalah perlengkapan tidur yang harus terjaga kebersihannya. Sebab, kedua benda ini menempel langsung pada pakaian dan tubuh. Apabila pakaian tersebut kotor dan tubuh bau atau berkeringat, bantal dan guling juga bisa ikut kotor dan muncul bau.

    Salah satu cara untuk membersihkan bantal dan guling dari kuman adalah dengan menjemur di bawah sinar matahari. Cara ini telah dilakukan oleh banyak keluarga sejak zaman dahulu. Apalagi dahulu bahan yang dipakai untuk bantal dan guling berasal dari kapuk.

    Selain untuk melindungi bantal dan guling dari pertumbuhan jamur dan bakteri, menjemur keduanya juga memiliki banyak manfaat lain. Dilansir BTN Properti, berikut beberapa di antaranya.


    Manfaat Jemur Bantal & Guling

    1. Menjaga Kesehatan Kulit

    Seperti yang disebut sebelumnya, bantal dan guling bisa kotor dari keringat dan minyak tubuh yang menempel atau kotoran lain yang menempel di pakaian. Kotoran ini bisa memicu masalah kulit pada penggunanya seperti jerawat, alergi, hingga iritasi. Menjemur bantal dan guling secara rutin dapat mengeringkan keringat dan minyak untuk mengurangi risiko permasalahan pada kulit.

    2. Mencegah Tumbuhnya Jamur-Mikroorganisme

    Jamur, bakteri, atau mikroorganisme lainnya sangat menyukai lingkungan yang lembap dan kotor. Keringat membuat bantal dan guling lembap dan itu adalah area yang disukai oleh jamur dan bakteri. Jamur dan tungau dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti memicu alergi, asma, maupun iritasi kulit. Belum lagi, kulit mati yang menempel di bantal dan guling dapat menarik tungau berdatangan.

    Mikroorganisme jahat tersebut dapat diatasi dengan sering mengganti seprai dan menjemur bantal dan guling yang digunakan. Sebab, panas membuat bantal dan guling tidak lembap dan mematikan mikroorganisme yang tak suka hawa panas.

    3. Mengurangi Bau Tidak Sedap

    bau tak sedap biasanya ditimbulkan dari bakteri atau jamur yang tengah aktif. Dengan menjemur pakaian, jamur dan mikroorganisme tidak ada yang dapat hidup sehingga tidak ada bau yang muncul.

    4. Memperpanjang Umur Perlengkapan Tidur

    Dengan kondisi bantal dan guling selalu bersih dan aman dipakai, tentu membuat perlengkapan tersebut nyaman dipakai dan tidak mudah rusak. Menjemur bantal dan guling secara teratur dapat membantu mengurangi kelembaban yang dapat merusak bahan bantal-guling. Dengan merawat perlengkapan tidur dengan baik tentunya akan bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kamu tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk menggantinya.

    Tips Menjemur Bantal dan Guling Agar Tak Merusak Bahan

    1. Cek Petunjuk Perawatan

    Menjemur di bawah sinar matahari pasti meletakkan benda untuk menerima panas. Tidak semua bahan dapat tahan terhadap panas berlebih. Oleh karena itu, sebelum menjemur pastikan bahan bantal dan guling yang digunakan bisa untuk menerima panas tersebut.

    2. Hindari Paparan Langsung Matahari Terlalu Lama

    Cara paling aman, agar tidak merusak bahan bantal dan guling adalah menghindari paparan langsung sinar matahari. Sebab, ada beberapa bahan yang rentan terhadap sinar UV yang bisa menyebabkan perubahan warna dan mengubah ukuran asli perlengkapan tidur.

    3. Pilih Waktu yang Tepat

    Pilih waktu yang tepat saat menjemur perlengkapan tidur, misalnya saat matahari tidak terlalu terik. Matahari pagi atau sore cocok untuk menjemur perlengkapan tidur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com