Tag: btu

  • 3 Cara Menentukan AC Sesuai Ukuran Ruangan



    Jakarta

    Menentukan ukuran AC yang tepat merupakan faktor yang krusial. Namun, ukuran AC tidak terlalu berkaitan dengan seberapa banyak ruang yang ditempati unit tersebut tetapi lebih berkaitan dengan daya pendinginan yang disediakan.

    AC yang terlalu kecil untuk ruangan kamu harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruang secara efektif. Penggunaan yang berlebih ini menyebabkan kerusakan yang parah pada sistem.

    Unit yang terlalu besar juga tidak efisien, unit lebih ini lebih mahal untuk dibeli dan akan mendinginkan ruangan terlalu cepat. AC yang mendinginkan terlalu cepat tidak akan mampu menghilangkan kelembapan dari dunia.


    Melansir Architectural Digest, Selasa (15/10/2024), berikut cara menghitung ukuran AC untuk rumah kamu bergantung pada seberapa banyak luas persegi yang perlu didinginkan.

    1. Hitung Luas Ruangan

    Luas persegi tetap menjadi faktor penentu terbesar dalam ukuran unit AC yang optimal. Untuk AC sentral, kamu perlu mengukur luas persegi setiap ruangan di rumah kamu. Kalikan panjang setiap ruangan dengan lebarnya.

    Setelah memperoleh semua perhitungan, jumlahkan untuk memperoleh luas persegi interior rumah kamu. Jika kamu membeli unit AC jendela untuk satu ruangan, kamu perlu mengukur panjang dan lebar ruangan dan mengalikan angka-angka tersebut.

    2. Tentukan Kapasitas Pendinginan yang Dibutuhkan

    Karena ukuran AC ditentukan oleh kapasitas pendinginan, bukan ukuran fisik unik. Kamu perlu menggunakan luas persegi untuk menghitung kapasitas pendinginan yang kamu perlukan.

    Kapasitas pendinginan AC dihitung menggunakan pengukuran yang disebut BTU atau British Thermal Units.

    Aturan umumnya adalah bahwa AC membutuhkan 20 BTU untuk mendinginkan setiap kaki persegi ruang hunian. Untuk menentukan kapasitas pendinginan yang dibutuhkan, kalikan luas persegi yang kamu hitung dengan 20.

    3. Lakukan Penyesuaian

    Karena setiap rumah berbeda, faktor lain dapat mempengaruhi beban pendinginan. Faktor-faktor ini dapat membuat rumah lebih mudah atau lebih sulit didinginkan. Misalnya, iklim yang lebih dingin dan tingkat kelembapannya lebih rendah memerlukan upaya pendinginan.

    Disarankan untuk ruangan yang secara teratur ditempati lebih dari dua orang, tambahkan 600 BTU untuk setiap orang tambahan, tingkatkan kapasitas untuk ruangan yang sangat cerah sebesar 10%.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli AC Harus Sesuai Luas Ruangan, Ini Tipsnya



    Jakarta

    Sebelum membeli AC ada baiknya memikirkan terlebih dahulu untuk menentukan ukuran AC yang tepat. Hal ini menjadi krusial, lantaran ukuran AC akan menentukan daya kerja AC dalam mendinginkan ruangan.

    Jika AC yang dibeli terlalu kecil untuk ruangan, maka AC tersebut akan bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruang secara efektif. Penggunaan yang berlebih ini menyebabkan kerusakan yang parah pada sistem.

    Sebaliknya unit AC yang terlalu besar juga tidak efisien, unit lebih ini lebih mahal untuk dibeli dan akan mendinginkan ruangan terlalu cepat. AC yang mendinginkan terlalu cepat tidak akan mampu menghilangkan kelembapan dari dunia.


    Melansir Architectural Digest, berikut cara menghitung ukuran AC untuk rumah kamu bergantung pada seberapa banyak luas persegi yang perlu didinginkan.

    1. Hitung Luas Ruangan

    Luas persegi tetap menjadi faktor penentu terbesar dalam ukuran unit AC yang optimal. Untuk AC sentral, kamu perlu mengukur luas persegi setiap ruangan di rumah kamu. Kalikan panjang setiap ruangan dengan lebarnya.

    Setelah memperoleh semua perhitungan, jumlahkan untuk memperoleh luas persegi interior rumah kamu. Jika kamu membeli unit AC jendela untuk satu ruangan, kamu perlu mengukur panjang dan lebar ruangan dan mengalikan angka-angka tersebut.

    2. Tentukan Kapasitas Pendinginan yang Dibutuhkan

    Karena ukuran AC ditentukan oleh kapasitas pendinginan, bukan ukuran fisik unik. Kamu perlu menggunakan luas persegi untuk menghitung kapasitas pendinginan yang kamu perlukan.

    Kapasitas pendinginan AC dihitung menggunakan pengukuran yang disebut BTU atau British Thermal Units.

    Aturan umumnya adalah bahwa AC membutuhkan 20 BTU untuk mendinginkan setiap kaki persegi ruang hunian. Untuk menentukan kapasitas pendinginan yang dibutuhkan, kalikan luas persegi yang kamu hitung dengan 20.

    3. Lakukan Penyesuaian

    Karena setiap rumah berbeda, faktor lain dapat mempengaruhi beban pendinginan. Faktor-faktor ini dapat membuat rumah lebih mudah atau lebih sulit didinginkan. Misalnya, iklim yang lebih dingin dan tingkat kelembapannya lebih rendah memerlukan upaya pendinginan.

    Disarankan untuk ruangan yang secara teratur ditempati lebih dari dua orang, tambahkan 600 BTU untuk setiap orang tambahan, tingkatkan kapasitas untuk ruangan yang sangat cerah sebesar 10%.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya


    Jakarta

    Memilih AC yang tepat untuk ruangan bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, tetapi juga tentang memastikan kapasitas pendinginannya sesuai dengan ukuran ruangan. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan AC bisa menyebabkan ketidaknyamanan, baik karena ruangan tetap terasa panas atau justru terlalu dingin dan boros listrik.

    Salah satu faktor utama dalam menentukan kebutuhan AC adalah kapasitas pendinginan yang diukur dalam satuan BTU/h (British Thermal Unit per Hour). Semakin besar ruangan, semakin tinggi pula BTU yang diperlukan agar suhu tetap sejuk. Selain itu, daya listrik dan posisi ruangan juga berpengaruh dalam menentukan ukuran PK (Paard Kracht) yang tepat untuk AC.

    Pengertian PK AC dan BTU

    Sebagai perangkat elektronik, AC memerlukan daya listrik agar dapat berfungsi dengan optimal. Salah satu aspek penting dalam memilih AC adalah memahami satuan PK, yang digunakan untuk mengukur kapasitas pendinginan perangkat ini.


    Dalam laman Quality Technic dijelaskan bahwa PK merupakan kependekan dari Paard Kracht, yang dalam bahasa Belanda berarti tenaga kuda. Dalam konversi, 1 PK setara dengan 735,5 watt atau sekitar 0,986 HP (Horse Power), yang hampir sama dengan 1 HP dalam sistem Inggris.

    Selain PK, terdapat satuan lain yang sering digunakan dalam pengukuran kapasitas AC, yaitu BTU (British Thermal Unit). Dikutip dari laman berbagai perusahaan merek elektronik AC, BTU adalah ukuran energi yang digunakan AC untuk menurunkan atau menaikkan suhu ruangan dalam satu jam. Semakin tinggi nilai BTU, semakin kuat kapasitas pendinginan AC.

    Meskipun di Indonesia satuan PK lebih umum digunakan, BTU tetap menjadi acuan dalam menentukan daya AC. Berikut adalah perbandingan standar antara PK AC dan nilai BTU/h (British Thermal Unit per Hour), yang merupakan satuan untuk mengukur kapasitas pendinginan AC dalam satu jam:

    • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
    • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
    • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
    • AC 1 ½ PK = ± 12.000 BTU/h
    • AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h.

    Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar ukuran PK, semakin dingin udara yang dapat dihasilkan oleh AC. Maka, perlu dipastikan bahwa daya listrik mencukupi agar tidak boros energi. Dengan memahami perhitungan BTU, pengguna dapat memilih AC dengan ukuran PK yang sesuai, sehingga mendapatkan pendinginan maksimal tanpa pemborosan daya.

    Menghitung Kebutuhan AC Sesuai Besar Ruangannya

    Mengetahui ukuran PK yang tepat sangat penting agar AC dapat berfungsi secara optimal dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Selain memastikan pendinginan yang efektif, perhitungan PK AC juga membantu dalam menentukan daya listrik yang dibutuhkan, menghindari risiko kerusakan unit, serta memperpanjang masa pakai AC.

    Sebaliknya, jika ukuran PK tidak sesuai dengan luas ruangan, kinerja AC bisa terganggu, menyebabkan suhu tidak stabil dan konsumsi listrik menjadi tidak efisien. Agar pendinginan optimal, ukuran PK AC harus disesuaikan dengan luas ruangan. Banyak orang mengira bahwa semakin besar PK AC, maka semakin dingin ruangan. Padahal, pemilihan PK yang tidak sesuai bisa berdampak pada efisiensi energi dan daya tahan AC itu sendiri.

    Sebelum masuk ke perhitungannya, mari kita kenali lagi beberapa faktor utama dalam memilih AC:

    • BTU/h (British Thermal Unit per Hour): Satuan yang menunjukkan kapasitas pendinginan AC dalam satu jam untuk mengurangi panas dalam ruangan
    • Daya listrik (Watt): Besaran tenaga listrik yang dibutuhkan saat AC beroperasi
    • PK Kompresor: Singkatan dari “Paard Kracht” (Bahasa Belanda) atau Horse Power dalam Bahasa Inggris, yang menunjukkan daya kompresor AC.

    Berikut adalah panduan umumnya:

    • AC ½ PK → untuk ruangan 0-10 m²
    • AC ¾ PK → untuk ruangan 11-13 m²
    • AC 1 PK → untuk ruangan 14-17 m²
    • AC 1 ½ PK → untuk ruangan 18-23 m²
    • AC 2 PK → untuk ruangan 24-34 m²
    • AC 2 ½ PK → untuk ruangan 35-45 m².

    Selain itu, ada beberapa cara untuk menentukan ukuran PK AC yang sesuai, salah satunya dengan menghitung kebutuhan BTU berdasarkan luas ruangan. Berikut caranya:

    1. Menghitung Luas Ruangan

    Menentukan kebutuhan AC berdasarkan luas ruangan dapat membantu dalam menghitung besar BTU, daya listrik, serta kapasitas PK yang diperlukan. Untuk mengetahui kapasitas AC yang sesuai, dapat digunakan rumus berikut:

    Panjang (P) × Lebar (L) × 537 BTU/h

    Rumus ini mengacu pada standar tinggi ruangan di Indonesia, yaitu sekitar 2,5 – 3 meter. Namun, faktor eksternal seperti jumlah orang dalam ruangan, seberapa sering pintu dibuka, dan ventilasi udara juga dapat mempengaruhi efektivitas pendinginan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan dalam satuan BTU/h, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan kapasitas pendinginan AC dalam tabel berikut:

    PK AC = Daya Pendingin (BTU/h) = Ukuran Ruangan (m²)
    1/2 PK = ± 5.000 BTU/h = 10 m²
    3/4 PK = ± 7.000 BTU/h = 14 m²
    1 PK = ± 9.000 BTU/h = 18 m²
    1 1/2 PK = ± 12.000 BTU/h = 24 m²
    2 PK = ± 18.000 BTU/h = 36 m²

    2. Menghitung PK AC dengan Rumus

    Selain metode luas ruangan, perhitungan PK AC juga dapat dilakukan dengan rumus berikut:

    Kebutuhan PK AC = (P × T × I × L × E) ÷ 60

    Keterangan:
    P = Panjang ruangan (dalam kaki)
    T = Tinggi ruangan (dalam kaki)
    I = Faktor insulasi (10 untuk ruangan berinsulasi, 18 untuk ruangan tanpa insulasi)
    L = Lebar ruangan (dalam kaki)
    E = Nilai berdasarkan arah hadap dinding terpanjang:
    • 16 (hadap utara)
    • 17 (hadap timur)
    • 18 (hadap selatan)
    • 20 (hadap barat)

    Itulah tadi penjelasan tentang menghitung PK AC yang tepat. Perhitungan ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan ruangan, efisiensi energi, serta memperpanjang usia pemakaian AC. Pastikan kamu menggunakan perhitungan BTU yang sesuai dengan luas ruangan agar mendapatkan pendinginan yang optimal tanpa pemborosan listrik.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com