Tag: buang air

  • 4 Cara Bikin Rumah Ramah Kucing biar Makin Betah


    Jakarta

    Memelihara kucing kini merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh pemilik rumah. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kucing merasa lebih nyaman untuk tetap berada di dalam rumah.

    Caranya adalah menyediakan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan oleh kucing. Salah satunya adalah tiang khusus sebagai media kucing untuk mencakar.

    Dilansir dari International Cat Care, berikut ini beberapa cara untuk membuat rumah yang aman dan nyaman untuk kucing.


    Tiang Garukan Kucing

    Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Penghuni rumah yang memiliki kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan. Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

    Tempat Tidur Kucing

    Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

    Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

    Kotak Pasir

    Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

    Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

    Tutupi Bukaan di Rumah

    Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Jangan sampai tidak membuka jendela atau pintu di rumah walaupun ada kucing.

    Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

    Itulah beberapa cara untuk membuat rumah ramah kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Alat dan Langkah Membersihkan Toren Air yang Sudah Berlumut



    Jakarta

    Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak berikut ini!
    Langkah Mencuci Toren Air


    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang Air Panas ke Saluran Air, Begini Cara yang Benar


    Jakarta

    Pernahkah kamu membuang air panas hasil merebus makanan langsung ke wastafel? Eits, sebaiknya jangan diulangi lagi ya. Air panas sebenarnya tak boleh langsung dibuang ke wastafel, sehingga mengalir ke saluran air.

    Mungkin kamu ingin cepat dan praktis membuang air panas, namun hal ini justru bisa merugikan, lho. Lantas, memang apa akibatnya kalau buang air panas ke saluran air?

    Yuk, simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari WP Plumbing, Kamis (29/8/2024).


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Air panas bisa merusak pipa saluran pembuangan pada wastafel. Ada beberapa bahan pipa yang tidak tahan panas, seperti PVC, Pex, dan CPVC.

    Berdasarkan data, bahan-bahan ini memang bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa juga pada akhirnya bisa melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak tersebut lalu semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Nah, agar air panas yang kita buang tidak merusak wastafel, ada trik yang bisa diterapkan. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak akan melunakkan dan melelehkan pipa saluran pembuangan pada wastafel. Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Ribet, Begini 3 Cara Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah


    Jakarta

    Saat memelihara kucing kita perlu lebih perhatian pada kebersihan rumah karena hewan peliharaan juga bisa mengotori rumah. Sebagai contoh kotoran dari kotak pasir berceceran atau tercium bau bekas kotorannya di seluruh rumah. Rasanya tidak enak jika tiba-tiba ada tamu datang ke rumah dan tercium bau tidak sedap dari kotoran hewan.

    Saat ini barang-barang untuk kebersihan kucing sudah mulai canggih dan mudah ditemukan. Salah satunya adalah tersedianya pasir yang bisa menyerap kotoran kucing hingga kotak pasir yang dapat membersihkan sendiri.

    Selain menambahkan barang-barang ini di rumah, kamu juga perlu mengajarkan kucing untuk buang air di tempat yang telah disediakan. Perilaku kucing yang kerap buang air sembarangan, melansir The Vets, disebabkan karena masalah kesehatan. Beberapa kondisi medis seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis dapat menyebabkan kucing pipis sembarangan. Apabila kucing di rumah tiba-tiba sering buang kotoran sembarangan di rumah, segera konsultasikan ke dokter hewan.


    Selain masalah kesehatan, perilaku pipis sembarangan juga bisa dipicu karena stres, kecemasan, atau perasaan menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya. Biasanya ini dikarenakan kotak pasir kotor.

    3 Cara Jitu Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    Apabila kucing di rumah pipis sembarangan atau bau kotorannya menyebar ke seluruh rumah, coba tiga cara ini agar baunya cepat hilang.

    1. Bersihkan secepat mungkin

    Kunci agar bau kotoran tidak menyebar ke seluruh ruangan adalah kamu harus segera membersihkannya. Di dalam kotoran kucing tersebut pasti mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut.

    2. Pakai tisu atau kain saat membersihkannya

    Sama seperti membersihkan cairan lainnya, kamu bisa memakai tisu atau kain bersih saat mengelap kotoran kucing atau bekas pipisnya. Setelah itu masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari produk pembersih mengandung amonia

    Hindari penggunaan produk pembersih berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa mendorong kucing untuk pipis sembarangan lagi di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim, campuran baking soda dan cuka putih, atau deterjen dan air soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Buang 7 Benda Ini ke Lubang Kloset, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Kloset merupakan salah satu benda yang sangat penting di kamar mandi. Kloset digunakan untuk buang air besar maupun kecil. Namun, terkadang ada beberapa benda yang ikut dibuang melalui lubang kloset.

    Padahal, dengan membuang benda-benda yang tidak seharusnya dibuang ke kloset bisa membuatnya tersumbat. Bisa saja kamu melakukan hal itu tanpa sadar atau bahkan disengaja karena terlihat tidak berbahaya.

    Namun, ada beberapa benda yang tidak boleh dibuang ke dalam lubang kloset. Apa saja itu? Berikut informasinya.


    Tisu

    Ilustrasi tisu basahIlustrasi tisu basah Foto: Istock

    Tisu merupakan salah satu benda yang kerap dibuang ke dalam lubang toilet. Padahal, benda itu tidak boleh dibuang ke dalam lubang kloset.

    Dilansir dari Better Homes & Gardens, menurut J.Blanton Plumbing, membuang tisu ke dalam lubang kloset bisa menghambat saluran pipa pembuangan. Maka dari itu, sebaiknya kamu membuang tisu ke dalam tempat sampah, bukan lubang kloset.

    Pembalut

    Pembalut juga merupakan salah satu benda yang kerap dibuang ke lubang toilet. Padahal, apabila pembalut dibuang ke dalam lubang kloset bisa menyerap air dan ketika di-flush bisa menghambat saluran pipa yang menyebabkan toilet meluap.

    Rambut

    Girl holding her hair in her hand. Hair care concept. Shampoo. Haircut needed.Ilustrasi rambut. Foto: Getty Images/iStockphoto/Cristalov

    Membuang rambut ke dalam lubang kloset juga bisa menyebabkan masalah pada toilet di kemudian hari. Rambut biasanya menempel pada pipa, apabila jumlahnya banyak bisa menyebabkan pipa mampet. Jangan buang gumpalan rambut ke dalam lubang kloset. Gunakan penutup saluran air untuk melindungi saluran air dan wastafel.

    Obat-obatan

    Jangan pernah membuang obat-obatan ke lubang kloset. Dilansir dari House Digest, membuang obat-obatan ke dalam kloset bisa memengaruhi sumber air dan pasokan air. Efeknya bisa berbahaya dan beracun.

    Puntung Rokok

    Ilustrasi Puntung Rokok di PantaiIlustrasi Puntung Rokok. Foto: (iStock)

    Membuang puntung rokok ke dalam lubang kloset bisa menyebabkan masuknya bahan kimia berbahaya ke dalam sistem air. Selain itu, puntung rokok yang dibuang ke dalam kloset tidak selalu langsung masuk ke saluran pembuangan. Maka dari itu, sebaiknya setelah mematikan rokok langsung dibuang ke tempat sampah.

    Minyak dan Lemak

    Jangan membuang minyak maupun lemak ke dalam lubang kloset. Bahan-bahan tersebut bisa mengeras dan menempel pada lapisan dalam pipa yang bisa menyebabkan penyumbatan.

    Air Sabun

    Melansir dari Ideal Home, alasan air sabun tidak dibuang ke toilet dikarenakan di dalam sabun terdapat zat kimia yang tidak dibutuhkan di saluran pembuangan. Zat kimia ini dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusuk di septic tank.

    Dampaknya, kotoran-kotoran yang menumpuk, tercium bau busuk, dan septic tank tidak bisa mengurai. Risikonya septic tank penuh dan bisa meledak. Selain itu, sabun juga dapat menyebabkan kerusakan pada karet di saluran air. Bahaya membuang air sabun ke toilet, sama seperti jika kamu membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.

    Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

    Cairan licin yang telah tercampur ini dapat menempel dan menumpuk di saluran air. Dampaknya pada septic tank juga sama.

    Itulah beberapa benda yang tidak boleh dibuang ke dalam lubang kloset. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Langkah Mudah Bersihkan Toren Air dari Lumut, Nggak Usah Panggil Tukang!



    Jakarta

    Toren air merupakan bagian penting dari rumah untuk menyimpan cadangan air bersih. Namun, lama-lama air di dalam toren bisa menjadi kotor, salah satunya karena tumbuh lumut.

    Dikutip dari Flip, air bersih bisa terkontaminasi debu, serangga, kotoran, dan lumut. Oleh karena itu, penting membersihkan toren secara berkala agar air tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut. Setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat.


    Lalu, bagaimana cara mencuci toren? Nah, agar memudahkan kamu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Cara Bersihkan Toren Air

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran.

    Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali. Setelah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren.

    Kalau toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Ini Alasan Orang Barat Ogah Pakai Kloset Jongkok!



    Jakarta

    Terdapat dua jenis kloset yakni kloset jongkok dan duduk. Namun jika kamu perhatikan, jenis kloset yang banyak dipakai adalah kloset duduk, terutama di negara-negara di Eropa dan Amerika. Lantas, apa alasan kloset jongkok jarang ditemui di sana?

    Dilansir situs Jialifu Cubicle, ada beberapa alasan mengapa orang barat jarang menggunakan kloset jongkok, begini penjelasannya.

    1. Kloset Jongkok Dinilai Tak Higienis

    Kloset jongkok yang tidak memiliki penutup di atasnya, membuat orang barat khawatir saat menyiram atau buang air, ada cipratan air yang mengenai pakaian atau lantai kamar mandi. Mereka melihat bentuk kloset jongkok tidak higienis.


    Selain itu, mereka melihat postur jongkok tidak nyaman. Mereka takut tergelincir saat menggunakannya, apalagi tubuh orang-orang barat rata-rata lebih besar dari orang-orang Asia.

    2. Khawatir Ada Barang Bawaan Jatuh

    Alasan selanjutnya mengapa jarang ditemui kloset jongkok di negara-negara Eropa dan Amerika adalah keamanannya. Biasanya mereka menyimpan barang-barang di kantong celana, seperti ponsel dan dompet. Mereka khawatir barang bawaan mereka bisa terjatuh ke dalam kloset ketika mereka jongkok.

    3. Sulit Berdiri Setelah Jongkok

    Selain posisinya yang sulit bagi mereka, ketika berdiri juga mereka merasa kesulitan. Mereka khawatir setelah berjongkok lama, kaki terasa mati rasa (kesemutan). Dengan memakai kloset duduk, mereka bisa melakukan aktivitas lainnya seperti membaca buku, bermain ponsel, dan lainnya dengan lebih aman.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampak Jika Sering Buang Air Panas ke Wastafel!



    Jakarta

    Membuang air panas tidak bisa sembarangan. Ada beberapa material yang dapat rusak atau meleleh setelah disiram air panas. Salah satunya adalah pipa pembuangan air dari wastafel atau tempat pencuci piring (kitchen sink).

    Mungkin kamu berpikir karena fungsinya tempat pembuangan akhir sehingga tidak akan masalah jika membuang bekas makanan atau air panas. Kenyataannya, air panas, minyak, dan bekas makanan tidak dapat dibuang melalui wastafel atau tempat pencuci piring.

    Dilansir WP Plumbing, berikut beberapa dampak yang akan terjadi apabila kamu sering membuang air panas ke wastafel atau tempat pencuci piring.


    Dampak Buang Air Panas ke Saluran Air

    Kamu perlu tahu jika pipa pembuangan di rumah biasanya terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Material ini terbuat dari plastik yang tidak begitu tahan terhadap panas. Apabila terkena api, pipa tersebut bisa terbakar. Air panas memang tidak sepanas api, tetapi jika dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang lama, tentu permukaannya akan berubah.

    Berdasarkan data, bahan-bahan tadi hanya bisa menahan panas hingga di atas 60℃. Namun, jika terkena air panas secara terus-menerus, pipa dapat melunak dan meleleh sehingga memicu terjadinya kebocoran.

    Selain itu, air panas yang dibuang ke wastafel juga bisa membuat sisa minyak dan lemak di dalamnya meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak yang kemudian mengeras di lokasi yang sulit terjangkau akan sulit diperbaiki.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Cara membuang air panas yang benar adalah dengan menunggu hingga air tidak begitu panas. Kamu juga bisa mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya. Dengan mencampurnya dengan air biasa, suhu air panas akan menurun sehingga tidak berpengaruh pada permukaan pipa saluran pembuangan.

    Selain itu, kamu juga bisa menghidupkan keran saat membuang air panas ke dalam wastafel. Cara ini juga bisa menurunkan suhu panas pada air yang dibuang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hilangkan Bekas Pipis Anabul di Karpet, Cukup Pakai 2 Bahan Saja!



    Jakarta

    Bagi kamu yang memiliki anabul di rumah seperti kucing atau anjing, pasti pernah mendapati mereka buang air sembarangan di furniture rumah. Salah satu tempat yang kerap menjadi sasaran adalah karpet.

    Karpet yang diletakkan di lantai dan memiliki daya serat yang baik membuat anabul senang bermain hingga buang air di sana.

    Namun, cepatnya karpet menyerap cairan ini justru dapat merusak warna dan kain pelapisnya. Jika kamu luput mengawasi anabul yang buang air sembarangan, kamu tidak akan menyadarinya sampai tercium bau tak sedap di rumah.


    Dilansir Family Handyman berikut beberapa cara untuk membersihkan kotoran hewan yang mudah dan tak merusak karpet.

    1. Keringkan dengan Kain Mikrofiber

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengeringkan area yang basah. Pakai kain mikrofiber yang mampu menyerap air dan tidak merusak permukaan karpet.

    2. Gosok dengan Larutan Cuka

    Setelah itu, siapkan cuka pembersih. Campurkan cuka dengan air dengan ukuran sama 1:1. Setelah itu, tuang ke permukaan karpet, gosok menggunakan kain mikrofiber hingga tidak tercium bau pesing lagi.

    3. Taburkan Baking Soda

    Cara lainnya kamu bisa menaburkan sedikit baking soda pada area tersebut. Diamkan sekitar 15 menit dan bersihkan dengan penyedot debu. Apabila bau masih tercium, diamkan baking soda di permukaan karpet selama semalaman.

    Bersihkan keesokan harinya dengan cara yang sama. Jika ingin cara cepat dan ampuh, campurkan cuka dengan baking soda. Sifat asam keduanya bisa menghilangkan bau tidak sedap.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com