Tag: buang air

  • 6 Tanaman yang Dibenci Kucing, Bisa Cegah BAB di Taman


    Jakarta

    Terkadang, ada kucing yang suka datang ke halaman rumah hanya untuk buang air sembarangan. Untuk mencegahnya, kamu bisa menggunakan beberapa tanaman yang dibenci kucing.

    Memelihara kucing tak hanya sekadar memberi makan dan membersihkan tubuhnya. Lebih dari itu, detikers juga harus menyediakan tempat untuk BAB. Biasanya, pemilik kucing telah menyediakan litter box atau bak berisi pasir khusus untuk BAB dan BAK kucing.

    Namun, ada kalanya anabul kesayanganmu tidak mau buang air di bak pasir dan memilih buang air di taman atau pekarangan rumah. Apalagi jika sudah berurusan dengan kucing liar, pasti kamu akan kewalahan untuk mencegahnya.


    Untuk mencegah kucing buang air di halaman rumah, kamu bisa menanam sejumlah tanaman. Bukan hanya sekadar hiasan, tanaman ini ternyata dibenci kucing sehingga ia tidak mau mendekatinya.

    Lantas, apa saja jenis tanaman tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

    Tanaman yang Dibenci Kucing

    Ada sejumlah tanaman yang ternyata dibenci kucing, lho. Mengutip laman Tom’s Guide dan Home and Gardens, berikut daftar tanamannya:

    1. Lavender

    Tanaman yang pertama adalah lavender. Selain memiliki bunga yang cantik, aroma khas dari lavender ternyata juga tidak disukai oleh kucing.

    Sebab, senyawa tidak beracun yang disebut linalool merupakan komponen penting yang tidak disukai serangga. Maka dari itu, lavender juga ampuh untuk mencegah beberapa hama, mulai dari tikus, lalat, nyamuk, dan semut.

    Merawat lavender juga terbilang mudah. Tanaman ini dapat bertahan hidup dalam waktu lama meski tidak disiram air, bahkan bisa bertahan dari serangan beku.

    2. Serai

    Sama halnya seperti lavender, sereh atau serai juga termasuk tanaman yang dibenci kucing. Meski bagi manusia tanaman ini memiliki aroma yang menenangkan, tetapi tidak disukai oleh hewan-hewan.

    Serai termasuk tanaman tropis dan tumbuh subur di lingkungan yang panas dengan sinar matahari penuh, serta suhu tidak pernah turun di bawah 4 derajat Celcius.

    Tanaman ini juga tergolong minim perawatan, sehingga cukup disiram secara teratur di waktu musim panas. Ketika menanam di pot, sebaiknya mencari pot berukuran minimal 12 inci dan menggunakan tanah pot berkualitas tinggi.

    3. Rosemary

    Tanaman yang satu ini ternyata juga dibenci oleh para kucing. Rosemary memiliki aroma yang bikin kucing “putar balik” ketika akan memasuki halaman rumah detikers.

    Rosemary bisa jadi pilihan alternatif sebagai tanaman hias di rumah karena mudah ditanam. Cukup menggunakan pot kecil dan rosemary bisa ditanam di dalam ruangan.

    4. Oregano

    Tanaman berikutnya yang dibenci kucing adalah oregano. Tanaman ini mengandung senyawa kimia alami bernama carvacrol yang dapat mengiritasi sistem pernapasan kucing.

    Apabila detikers tidak punya banyak waktu untuk merawat tanaman, oregano bisa menjadi pilihan terbaik. Sebab, tanaman ini mudah tumbuh dan bekerja dengan baik di jenis dan kondisi tanah yang bebas pengeringan.

    5. Geranium

    Geranium banyak ditanam di halaman rumah karena memiliki semburan warna yang indah. Ternyata, tanaman ini juga dapat mencegah kucing mengacaukan pekarangan rumah, lho.

    Aroma yang keluar dari geranium ternyata tidak disukai kucing. Selain itu, geranium juga memiliki daun yang berduri, sehingga bikin tidak nyaman untuk berjalan di dekatnya.

    Tanaman ini juga termasuk yang mudah perawatannya. Geranium yang cerah mudah tumbuh di semua jenis tanah (kecuali basah), serta tumbuh subur di bawah sinar matahari atau sebagian/teduh.

    6. Lemon

    Kucing tidak menyukai buah lemon. Selain karena aroma lemon yang kuat, pohon lemon mengandung banyak minyak seperti limonene dan citral yang juga tidak disukai para kucing.

    Untuk menanam pohon lemon, sebaiknya ditanam di pot yang berukuran besar. Hal ini agar pohon lemon bisa tumbuh lebih tinggi. Cara merawatnya juga harus hati-hati, pastikan tanahnya memiliki drainase yang baik dan sebaiknya menggunakan tanah organik.

    Meski perawatannya cukup merepotkan, tetapi pohon lemon juga memiliki banyak keuntungan. Sebab, kalau buahnya sudah matang kamu tinggal memetiknya saja dari pekarangan rumah.

    Itu dia enam tanaman yang dibenci kucing, sehingga dapat mencegah kucing buang air di halaman rumah. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Taruh! Ini 3 Lokasi Terbaik untuk Kotak Pasir Kucing


    Jakarta

    Jika kamu punya kucing di rumah, jangan lupa untuk menyediakan kotak pasir atau litter box. Nah, untuk meletakkan kotak pasir ini tidak boleh sembarangan.

    Kotak pasir ini berfungsi sebagai media yang digunakan oleh kucing untuk buang air besar maupun buang air kecil. Dilansir dari The Spruce Pets, disarankan untuk memiliki lebih dari satu kotak pasir untuk satu ekor kucing. Sebab, ada kucing yang tidak mau buang air kecil dan buang air besar di tempat yang sama.

    Nah, ada beberapa lokasi yang cocok untuk meletakkan kotak pasir di rumah. Di mana saja itu? Masih dilansir dari The Spruce Pets, berikut ini informasinya.


    Lokasi yang Sepi

    Kucing menyukai privasi yang terjaga. Maka dari itu, meletakkan kotak pasir di tempat yang sepi bisa menjadi pilihan yang baik.

    Kamu bisa meletakkan kotak pasir di kamar mandi tamu yang jarang dipakai. Jika ingin menaruh kotak pasir di ruang cuci, pastikan kamu menempatkannya jauh dari mesin cuci karena suaranya yang berisik bisa membuat kucing stres.

    Jauh dari Tempat Makan

    Jangan taruh kotak pasir di dekat tempat makan kucing karena alasan kebersihan. Sebaiknya, kamu menyimpan kotak pasir terpisah dari area makan.

    Lokasi Mudah Diakses

    Pastikan lokasi kotak pasir mudah diakses untuk kucing ya detikers. Jangan sampai menaruhnya di tempat yang perlu membuka atau menutup pintu terlebih dahulu.

    Disarankan juga untuk meletakkan kotak pasir di tempat yang tidak perlu naik-turun tangga. Jika meletakkan kotak pasir di lantai atas bisa saja membuat anak kucing atau kucing yang sudah tua enggan menggunakannya di sana. Sebab, harus menaiki tangga terlebih dahulu.

    Itulah beberapa lokasi yang cocok untuk meletakkan kotak pasir. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk atau Jongkok? Ini Anjuran dalam Islam dan Kesehatan



    Jakarta

    Toilet yang juga dikenal sebagai WC atau jamban adalah fasilitas sanitasi yang digunakan untuk membuang kotoran seperti urin dan feses. Di Indonesia, dikenal dua jenis toilet yaitu toilet jongkok dan toilet duduk. Pada umumnya di RI menggunakan toilet jongkok, tetapi seiring berkembangnya zaman, keberadaan toilet jongkok mulai tergeser dengan toilet duduk.

    Penggunaan toilet jongkok dan toilet duduk mempengaruhi proses seseorang dalam buang air besar atau buang air kecil. Mengutip dari penelitian berjudul ‘Penggunaan Toilet Jongkok dan duduk dalam perspektif hukum Islam dan kesehatan’ oleh Risqi Hidayat, Islam menyarankan menggunakan toilet jongkok dibanding toilet duduk. Hal ini disampaikan oleh Syeikh Muhammad Munajjad bahwa sunnah buang hajat adalah dengan jongkok.

    Anjuran Islam menggunakan toilet jongkok juga ada hubungannya jika ditinjau dari ilmu kesehatan. Penelitian yang dilakukan oleh dokter Rusia bernama Dov Sikirov menjelaskan bahwa ketika posisi duduk, otot tidak bisa memberikan tekanan yang lebih untuk mengeluarkan kotoran. Hal ini karena otot hanya mengendur sebagian, sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran kotoran.


    Selain itu, buang air besar dalam posisi duduk membutuhkan waktu yang lebih lama secara tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rektoanal. Sementara dalam posisi jongkok tidak butuh waktu lama sebab sudut rektoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun kotoran.

    Toilet jongkok juga mencegah kontak langsung antara tubuh dengan permukaan toilet. Hal ini bisa mencegah penularan penyakit atau infeksi. Sementara itu, etika buang air dengan berjongkok akan lebih terjaga auratnya sebagaimana adab buang air untuk tidak memperlihatkan kemaluan.

    Namun, toilet jongkok tidak bisa digunakan oleh semua kalangan, seperti orang tua, orang cacat, atau orang obesitas karena ketidaknyamanannya. Toilet jongkok juga bisa memicu timbulnya artritis dan tekanan pada lutut. Sehingga, toilet duduk lebih direkomendasikan untuk orang yang telah mengalami penurunan fleksibilitas dan kekuatan otot, kelebihan berat badan, dan orang yang keseimbangannya buruh

    Oleh sebab itu, penggunaan toilet jongkok lebih dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, toilet duduk juga diperbolehkan untuk orang tua yang sudah renta karena sudah tidak kuat atau orang yang memiliki kelebihan berat badan yang kesulitan berjongkok.

    Melansir dari artikel ilmiah berjudul “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” oleh Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, salah satu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan ini adalah munculnya kesadaran para desainer untuk membuat kloset semi jongkok. Hal ini direkomendasikan sebagai salah satu pilihan dalam mendesain kamar mandi islami.

    Terlepas dari hal itu semua, yang sudah pasti adalah ketika hendak buang air besar atau buang air kecil usahakan tidak berdiri kecuali dalam keadaan darurat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah.

    “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Keluar dan Masuk Kamar Mandi Beserta Adabnya



    Jakarta

    Umat Islam diajarkan untuk berdoa ketika menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Hal ini juga termasuk ketika hendak masuk dan keluar kamar mandi.

    Dikutip dari detikHikmah, kamar mandi merupakan tempat yang kotor dan disukai oleh jin dan setan. Maka dari itu, muslim dianjurkan buat membaca doa agar terhindar dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

    Berikut ini doa masuk dan keluar kamar mandi seperti yang dilansir dari buku Kumpulan Doa Mustajab Sepanjang Hajat karya Drs Nurdin Hasan, MAg.


    Doa Masuk Kamar Mandi

    اَللّٰهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

    “Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi.”

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Doa Keluar Kamar Mandi

    غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنِى الْأَذَىوَعَافَانِي

    “Ghufraanaka alhamdu lillaahi alladzii adzhaba ‘anniy al-adzaa wa ‘aafaanii.”

    Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan.”

    Adab di Kamar Mandi

    Saat hendak masuk dan keluar kamar mandi, kamu perlu memperhatikan beberapa adab berikut ini.

    1. Mulailah dengan kaki kiri saat masuk ke kamar mandi
    2. Jangan menghadap ke arah kiblat saat berada di kamar mandi
    3. Jangan membuang air kecil atau besar sembarangan atau di lantai toilet. Buanglah di tempat yang telah disediakan
    4. Duduk atau jongkok saat buang air kecil atau besar
    5. Tuntaskan pengeluaran kotoran
    6. Melakukan istinja atau cebok dengan tangan kiri
    7. Jangan bernyanyi di dalam kamar mandi
    8. Mulailah dengan kaki kanan saat keluar dari kamar mandi

    Itulah doa masuk dan keluar kamar mandi beserta adabnya. Semoga bermanfaat!

    Artikel ini sudah tayang di detikHikmah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Bikin Rumah Ramah Kucing Agar Lebih Aman dan Nyaman


    Jakarta

    Pemilik rumah terkadang mempunyai peliharaan di dalam huniannya, salah satu yang paling umum adalah kucing. Nah, sebenarnya kucing mempunyai kebutuhan tersendiri untuk membuatnya merasa nyaman dan aman di dalam rumah.

    Kebanyakan rumah tidak dirancang sesuai dengan kebutuhan kucing. Untuk itu, ada baiknya pemilik membuat rumahnya lebih ramah bagi kucing.

    Lantas, bagaimana cara membuat rumah ramah kucing? Yuk, simak caranya berikut ini.


    Tips Bikin Rumah Ramah Kucing

    Inilah cara membuat rumah menjadi lebih nyaman bagi kucing dikutip dari international cat care.

    1. Tempat Tidur Kucing

    Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur, sehingga akan lebih baik kalau ada tempat tidur buat mereka. Kucing lebih menyukai tempat yang hangat untuk tidur dan posisinya cukup tinggi.

    Sediakan berbagai pilihan tempat tidur di lokasi yang berbeda, terutama di tempat yang hangat, cerah, dan tenang. Tempat tidurnya tidak harus khusus kucing, karena banyak kucing yang merasa nyaman dengan tempat tidur, kursi, atau sofa milik pemiliknya.

    2. Tiang Garukan Kucing

    Kucing punya kebiasaan menggaruk atau mencakar untuk menjaga cakarnya dan menandai wilayahnya. Rumah yang ada kucing perlu punya tiang garuk atau permukaan garuk lain agar tidak menggaruk perabotan.

    Sediakan tiang garuk yang tinggi agar kucing puas menggaruk secara vertikal dengan rentangan panjang.

    3. Jendela Kecil

    Kucing lebih suka jendela berukuran kecil di ruangan yang lebih redup. Jendela besar bisa membingungkan kucing karena mereka melihat pemandangan luar beserta potensi bahaya.

    Jendela yang kecil memungkinkan kucing buat bersembunyi sambil menjaga wilayah kekuasaan mereka. Sementara itu, jendela berukuran besar membuat mereka berhadapan langsung dengan kucing liar.

    4. Tutupi Bukaan di Rumah

    Setiap rumah membutuhkan sirkulasi udara yang lancar. Meski ada kucing, jangan enggan membuka jendela atau pintu di rumah.

    Pastikan untuk memasang teralis atau penutup khusus pada bukaan di rumah agar bisa mendapat udara segar tanpa khawatir kucing kabur.

    5. Kotak Pasir Kucing

    Letakkan kotak pasir kucing di sudut tersembunyi. Pastikan kotak pasir itu jauh dari makanan dan air, jendela besar, dan area ramai di rumah.

    Selain itu, sebaiknya menyediakan satu kotak untuk setiap kucing di rumah. Lalu, tambahkan satu kotak lagi di tempat yang berbeda agar kucing merasa punya banyak opsi tempat buang air.

    Itulah beberapa tips untuk membuat rumah menjadi ramah kucing. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Begini Trik Jitu Bikin Air di Rumah Jernih dan Aman Digunakan


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan yang harus tersedia di setiap rumah. Tanpa adanya air bersih, penghuni rumah akan sulit melakukan kegiatan seperti mencuci, memasak, mandi, hingga buang air.

    Menurut World Health Organization (WHO) air yang bersih memiliki 7 ciri-ciri yakni tidak berwarna, tidak berasa, tidak memiliki kandungan sedimen (pasir, debu, tanah, tidak berbau, pH netral, tidak lengket, dan bersih dari bakteri.

    Untuk rumah-rumah yang letaknya di perumahan biasanya masalah yang ditemui adalah tidak mendapatkan air bersih. Air yang muncul berwarna keruh atau kekuningan. Beberapa di antaranya akhirnya memilih untuk berlangganan air bersih dari PAM.


    Sebelum memutuskan untuk berlangganan PAM, dilansir Angi, berikut beberapa cara untuk membuat air bersih.

    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Pasang Filter pada Keran

    Saat ini tersedia barang untuk menjernihkan air keran. Alat ini akan menyaring air berkali-kali termasuk membunuh kuman yang membahayakan tubuh. Namun, perlu diketahui jika alat ini biasanya membutuhkan waktu beberapa kali penggunaan hingga benar-benar bisa membuat air jernih dan bersih.

    2. Rutin Ganti Filter

    Sama seperti alat lain, filter air juga perlu diganti secara berkala karena alat ini tak bisa dipakai terlalu lama. Air yang kotor juga bisa mempengaruhi wujud filter air. Selain itu, filter yang kotor juga tidak akan efektif untuk membersihkan air.

    3. Tes Kualitas Air

    Untuk memastikan air sudah bersih dan aman digunakan, perlu dilakukan uji coba dan pengecekan secara ilmiah. Coba beli alat tes kejernihan air yang bisa digunakan tanpa perlu memanggil ahli. Bisa pula kamu meminta bantuan sebuah jasa uji coba atau laboratorium yang bisa mengecek kondisi air.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • WC Duduk Sebaiknya Dibuka atau Ditutup Saat Disiram? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Kamar mandi adalah salah satu ruangan yang cepat kotor, sehingga harus lebih rajin dijaga kebersihannya. Meski ruangan dikenal sebagai sarang kuman, masih ada yang memperdebatkan cara terbaik untuk menyiram WC.

    Kloset atau WC duduk biasanya dilengkapi dengan tutup. Terkadang orang-orang membiarkan WC dalam keadaan terbuka atau tertutup ketika menyiram setelah buang air.

    Lantas, sebaiknya WC disiram dalam keadaan ditutup atau dibiarkan terbuka ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari Better Homes & Gardens, Shari Cedar selaku CEO dan salah satu pemilik AK Building Services menjelaskan setiap siraman menciptakan embusan aerosol yang dapat menyebarkan bakteri dan virus ke udara dan permukaan kamar mandi. Embusan aerosol adalah halus partikel di udara yang dapat membawa patogen seperti E. coli, C. difficile, norovirus, dan adenovirus.

    Embusan aerosol ini hampir tak kasat mata. Partikel-partikel kecilnya dapat mendarat di apa pun di dekatnya, mulai dari sikat gigi hingga handuk.

    “Beberapa kuman bertahan di air toilet selama beberapa kali siraman, yang berarti risikonya tidak hilang hanya setelah satu kali siraman. Dan jika Anda menggunakan toilet umum tanpa penutup? Embusan itu menyebar ke mana-mana,” kata Cedar dikutip dari Better Homes & Gardens, Kamis (24/4/2025).

    Oleh karena itu, pastikan sikat gigi tertutup dan disimpan di kabinet agar aman dari partikel tersebut. Lalu, tingkatkan ventilasi udara dengan memasang kipas exhaust atau jendela kecil. Desinfeksi permukaan secara teratur, termasuk meja dapur dan gagang pintu untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

    Sementara itu, Manajer Komunikasi Ilmiah P&G Arianna Castro mengungkapkan penemuan terbaru dari sebuah studi oleh The American Journal of Infection Control. Temuan tersebut menunjukkan bahwa menutup tutup toilet sebelum menyiram tidak secara signifikan mengurangi penyebaran partikel patogen. Studi itu menyoroti pentingnya desinfeksi toilet secara teratur untuk meminimalkan kontaminasi.

    Castro menekankan menutup WC sebelum disiram mungkin dapat meminimalisir jarak embusan aerosol, tetapi tidak menjamin hilangnya risiko penyebaran patogen. Aliran udara terus memindahkan bakteri, dan kuman dapat bertahan di air toilet setelah beberapa kali penyiraman. Hal ini membuat desinfeksi kamar mandi secara teratur sangat penting.

    “Berdasarkan penelitian yang ada, saya rasa sangat disarankan untuk menyiram dengan toilet tertutup guna meminimalkan penyebaran patogen melalui udara dan meningkatkan praktik kebersihan yang lebih baik. Namun, karena yang pada akhirnya menyebabkan penyebaran bakteri adalah aliran udara (embusan aerosol), mustahil untuk sepenuhnya mengatasi risiko tersebut hanya dengan menutup tutup toilet,” kata Castro.

    Castro mengatakan menutup tutup WC sebelum disiram dapat mengurangi radius semburan aerosol dan meminimalkan kemungkinan partikel mencapai zona pernapasan. Namun, hal ini belum terbukti.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Cegah Kucing BAB di Halaman, Bisa Pakai Jeruk


    Jakarta

    Kucing terkadang suka buang air besar (BAB) sembarangan, salah satunya di halaman. Hal ini tentu bikin penghuni rumah geram karena bisa mengotori sekaligus membuat bau tak sedap di halaman.

    Jika ada kucing liar yang BAB, mungkin kamu bisa mengusirnya dari halaman rumah. Namun lain halnya jika yang sering BAB adalah kucing peliharaan kamu sendiri. Tentu tidak tega kan untuk mengusirnya?

    Nah, ada sejumlah cara mudah untuk mencegah kebiasaan kucing BAB di rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Memiliki anabul tentu sangat lucu dan menggemaskan. Namun, semua itu berubah ketika kucing mulai sering BAB di halaman rumah.

    “Jika Anda melihat kucing mulai menyukai halaman Anda, mungkin Anda secara tidak sengaja menciptakan lingkungan yang sempurna bagi kucing untuk buang air. Meski ini adalah perilaku alami kucing, tapi hal itu bisa bikin frustrasi,” kata Shauna Walsh, dokter hewan PDSA yang mengutip Country Living, Selasa (24/6/2025).

    Berikut tips mudah mencegah kucing agar tidak BAB di halaman rumah:

    1. Menyebarkan Aroma yang Tidak Disukai Kucing

    Tips yang pertama adalah menyebarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender, pepermin, atau kayu manis. Ketiga tanaman itu diklaim ampuh mengusir kucing karena punya aroma menyengat.

    Kamu bisa menggunakan minyak atsiri dari ketiga aroma di atas, lalu dicampur dengan air, dan dimasukkan ke botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke seluruh halaman. Langkah ini terbilang hemat biaya sekaligus tidak membahayakan tanaman, tapi hanya efektif dalam hitungan jam saja.

    2. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing dari halaman. Mirip dengan aroma lavender dan pepermin, kucing tidak menyukai aroma jeruk yang kuat.

    Cara pakainya juga mudah, cukup mencincang halus kulit jeruk dan menaruhnya di sekitar taman. Selain itu, kamu juga bisa membuat larutan semprot dengan cara memeras buah jeruk yang dicampur air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    3. Pisang

    Masih terkait dengan aroma yang tidak disukai kucing, pisang bisa menjadi opsi alternatif untuk mengusir kucing dari halaman rumah. Kamu bisa memotong dan mencincang pisang sampai halus, lalu menebarkannya di sekitar halaman. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai oleh kucing.

    4. Bubuk Kopi

    Apabila buah-buahan kurang efektif untuk mengusir kucing, cobalah memakai bubuk kopi. Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman secara merata agar kucing tidak berani untuk BAB sembarangan.

    Bubuk kopi membuat kucing memilih ‘putar balik’ karena aromanya yang kuat. Di sisi lain, bubuk kopi juga disebut aman jika terkena rumput atau tanaman.

    5. Tutup Halaman dengan Ranting

    Tips berikutnya untuk mencegah kucing BAB di halaman adalah dengan menutupnya pakai ranting. Sebab, kucing tidak suka menginjak ranting karena punya duri tajam. Meski disebut efektif, tetapi cara ini bikin halaman rumah jadi terlihat tidak cantik karena ditutupi banyak ranting pohon.

    6. Cuka

    Aroma cuka yang kuat dan menyengat bisa menjadi cara alternatif agar kucing tidak BAB di rumah. Untuk cara pakainya, kamu dapat mencampur cuka dengan air, lalu dituangkan ke botol semprot. Setelah itu, kamu bisa menyemprotkan cairan cuka ke sekitar halaman.

    Namun perlu diingat, penggunaan cuka dalam jumlah banyak dapat membahayakan sejumlah tanaman. Jadi pakai secukupnya saja.

    7. Air Sabun

    Jika kucing masih sering BAB di halaman rumah, kamu bisa menggunakan air sabun. Aroma dari sabun yang wangi justru tidak disukai kucing sehingga memilih menjauh dari halaman.

    Sebaiknya siram air sabun ke halaman secara menyeluruh. Sebab, kucing bisa saja menemukan area di sudut halaman yang menurutnya aman untuk BAB.

    Itu dia tujuh cara mudah cegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dua Tombol Flush di Toilet Bisa Bikin Hemat Air, Begini Cara Kerjanya



    Jakarta

    Sadarkah ada dua tombol flush berbeda ukuran pada toilet duduk? Ternyata kedua tombol itu berguna untuk menghemat air lho.

    Letak tombol flush ini bisa berbeda-beda tergantung jenis kloset. Banyak kloset yang tombolnya di bagian atas tangki. Lalu, ada yang menempel pada dinding kamar mandi.

    Dilansir dari News18, pencipta toilet dengan dua tombol flush merupakan warga Amerika Serikat bernama Victor Papanek. Ia menciptakan desain toilet itu melalui buku berjudul ‘Design for the Real World’ pada 1976. Namun, negara yang pertama kali menggunakan dual-flush toilet adalah Australia pada 1980.


    Meski keduanya serupa, apa fungsi masing-masing tombol ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dikutip dari Times of India, kloset dengan dua tombol flush merupakan solusi penggunaan air toilet. Penggunaan dual-flush toilet disebut bisa menghemat penggunaan air.

    Tombol kecil biasanya digunakan setelah pengguna kamar mandi buang air kecil. Menekan tombol kecil dapat mengeluarkan sekitar 3-4,5 liter air untuk menyiram toilet.

    Sementara itu, tombol besar digunakan setelah buang air besar. Sekitar 6-9 liter air akan keluar untuk menyiram toilet dengan tombol tersebut.

    Berdasarkan Forbes, U.S Environmental Protection Agency (EPA) dan American Water Works Association pada 2020 mengatakan penggunaan dual-flush toilet sangat direkomendasikan karena mengurangi penggunaan air hingga 20 persen. Pemilik rumah pun bisa hemat tagihan air hingga US$ 99 atau sekitar Rp 1,6 juta (kurs Rp 16.252) per tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com