Tag: buang

  • Toilet Jongkok vs Duduk, Mana yang Lebih Sehat dan Sesuai Syariat?



    Jakarta

    Toilet jadi bagian penting di rumah, tapi siapa sangka pilihan antara toilet jongkok dan duduk bisa membawa dampak bagi kesehatan hingga nilai-nilai keislaman. Di Indonesia, toilet jongkok dulunya jadi pilihan utama. Tapi seiring gaya hidup modern, toilet duduk mulai mendominasi-terutama di rumah-rumah baru dan fasilitas publik.

    Pertanyaannya, mana yang lebih baik: toilet jongkok atau toilet duduk?

    Menurut penelitian berjudul “Penggunaan Toilet Jongkok dan Duduk dalam Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan” oleh Risqi Hidayat, Islam lebih menganjurkan buang air dalam posisi jongkok. Syeikh Muhammad Munajjad menyebutkan bahwa buang hajat secara sunnah dilakukan dengan jongkok.


    Selain aspek agama, dari sisi medis posisi jongkok ternyata juga lebih menguntungkan. Dokter asal Rusia, Dov Sikirov, menemukan bahwa saat jongkok, otot-otot tubuh lebih rileks dan sudut saluran pencernaan (rektoanal) terbentuk optimal. Hasilnya, proses buang air besar jadi lebih cepat dan tuntas dibanding saat duduk.

    Posisi jongkok juga memudahkan keluarnya feses tanpa perlu mengejan lama. Selain itu, toilet jongkok juga meminimalisir kontak langsung antara kulit dan permukaan kloset, sehingga mengurangi risiko penularan penyakit atau infeksi.

    Dari sisi adab, toilet jongkok juga membantu menjaga aurat karena posisi tubuh lebih tertutup, sesuai ajaran Islam soal etika buang air.

    Meski punya banyak keunggulan, toilet jongkok tidak ramah untuk semua kalangan. Orang lanjut usia, difabel, atau mereka yang mengalami obesitas bisa kesulitan berjongkok karena butuh tenaga ekstra dan tekanan besar pada lutut.

    Dalam kasus seperti ini, toilet duduk menjadi solusi yang lebih aman dan nyaman. Bahkan dalam Islam, penggunaannya tetap diperbolehkan untuk orang yang punya keterbatasan fisik.

    Menjawab kebutuhan semua pihak, kini mulai muncul desain kloset semi jongkok. Dalam artikel ilmiah “Islamic Bathroom: A Recommendation of Bathroom Layout Design with Islamic Values” karya Ramadhani Novi dan Hamid M Irfan, desain ini disebut sebagai alternatif ideal untuk menciptakan kamar mandi yang ramah muslim dan tetap nyaman digunakan.

    Satu hal yang pasti-baik jongkok maupun duduk-buang air sambil berdiri sebaiknya dihindari, kecuali dalam kondisi darurat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Hai Umar, janganlah kamu kencing sambil berdiri!” (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

    Jadi pilihan toilet kembali ke kebutuhan dan kondisi penghuni rumah. Toilet jongkok lebih sesuai dari sisi kesehatan dan syariat, namun toilet duduk tetap jadi solusi bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

    Kalau kamu sedang merenovasi atau merancang kamar mandi, mungkin bisa pertimbangkan desain kloset semi jongkok agar lebih inklusif dan tetap sesuai nilai-nilai Islami.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Mudah Cegah Kucing BAB di Halaman, Bisa Pakai Jeruk


    Jakarta

    Kucing terkadang suka buang air besar (BAB) sembarangan, salah satunya di halaman. Hal ini tentu bikin penghuni rumah geram karena bisa mengotori sekaligus membuat bau tak sedap di halaman.

    Jika ada kucing liar yang BAB, mungkin kamu bisa mengusirnya dari halaman rumah. Namun lain halnya jika yang sering BAB adalah kucing peliharaan kamu sendiri. Tentu tidak tega kan untuk mengusirnya?

    Nah, ada sejumlah cara mudah untuk mencegah kebiasaan kucing BAB di rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mencegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Memiliki anabul tentu sangat lucu dan menggemaskan. Namun, semua itu berubah ketika kucing mulai sering BAB di halaman rumah.

    “Jika Anda melihat kucing mulai menyukai halaman Anda, mungkin Anda secara tidak sengaja menciptakan lingkungan yang sempurna bagi kucing untuk buang air. Meski ini adalah perilaku alami kucing, tapi hal itu bisa bikin frustrasi,” kata Shauna Walsh, dokter hewan PDSA yang mengutip Country Living, Selasa (24/6/2025).

    Berikut tips mudah mencegah kucing agar tidak BAB di halaman rumah:

    1. Menyebarkan Aroma yang Tidak Disukai Kucing

    Tips yang pertama adalah menyebarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender, pepermin, atau kayu manis. Ketiga tanaman itu diklaim ampuh mengusir kucing karena punya aroma menyengat.

    Kamu bisa menggunakan minyak atsiri dari ketiga aroma di atas, lalu dicampur dengan air, dan dimasukkan ke botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke seluruh halaman. Langkah ini terbilang hemat biaya sekaligus tidak membahayakan tanaman, tapi hanya efektif dalam hitungan jam saja.

    2. Kulit Jeruk

    Sisa kulit jeruk sebaiknya jangan langsung dibuang karena dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing dari halaman. Mirip dengan aroma lavender dan pepermin, kucing tidak menyukai aroma jeruk yang kuat.

    Cara pakainya juga mudah, cukup mencincang halus kulit jeruk dan menaruhnya di sekitar taman. Selain itu, kamu juga bisa membuat larutan semprot dengan cara memeras buah jeruk yang dicampur air, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    3. Pisang

    Masih terkait dengan aroma yang tidak disukai kucing, pisang bisa menjadi opsi alternatif untuk mengusir kucing dari halaman rumah. Kamu bisa memotong dan mencincang pisang sampai halus, lalu menebarkannya di sekitar halaman. Sebaiknya gunakan pisang yang sudah matang karena baunya tidak disukai oleh kucing.

    4. Bubuk Kopi

    Apabila buah-buahan kurang efektif untuk mengusir kucing, cobalah memakai bubuk kopi. Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman secara merata agar kucing tidak berani untuk BAB sembarangan.

    Bubuk kopi membuat kucing memilih ‘putar balik’ karena aromanya yang kuat. Di sisi lain, bubuk kopi juga disebut aman jika terkena rumput atau tanaman.

    5. Tutup Halaman dengan Ranting

    Tips berikutnya untuk mencegah kucing BAB di halaman adalah dengan menutupnya pakai ranting. Sebab, kucing tidak suka menginjak ranting karena punya duri tajam. Meski disebut efektif, tetapi cara ini bikin halaman rumah jadi terlihat tidak cantik karena ditutupi banyak ranting pohon.

    6. Cuka

    Aroma cuka yang kuat dan menyengat bisa menjadi cara alternatif agar kucing tidak BAB di rumah. Untuk cara pakainya, kamu dapat mencampur cuka dengan air, lalu dituangkan ke botol semprot. Setelah itu, kamu bisa menyemprotkan cairan cuka ke sekitar halaman.

    Namun perlu diingat, penggunaan cuka dalam jumlah banyak dapat membahayakan sejumlah tanaman. Jadi pakai secukupnya saja.

    7. Air Sabun

    Jika kucing masih sering BAB di halaman rumah, kamu bisa menggunakan air sabun. Aroma dari sabun yang wangi justru tidak disukai kucing sehingga memilih menjauh dari halaman.

    Sebaiknya siram air sabun ke halaman secara menyeluruh. Sebab, kucing bisa saja menemukan area di sudut halaman yang menurutnya aman untuk BAB.

    Itu dia tujuh cara mudah cegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kecoak merupakan salah satu serangga yang banyak ditakuti orang. Meski tidak menggigit, tetapi gerakannya yang cepat, bisa terbang, dan dapat menyebarkan penyakit membuat orang lebih memilih menghindarinya.

    Namun sayang, kecoak sering kali muncul di dalam rumah, terutama di dalam kamar mandi. Biasanya kecoak kerap berjalan di lantai, dinding, atau bahkan di dalam kloset kamar mandi. Terkadang jumlahnya tidak hanya satu, tapi bisa dua atau lebih.

    Meski kamu sudah menjaga kebersihan, tapi bukan berarti kecoak tidak bisa ‘mampir’ ke rumah kamu. Apa yang menyebabkan kecoak sering muncul di kamar mandi? Berikut penjelasannya.


    Penyebab Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi

    Kehadiran kecoak di kamar mandi tentu bukan tanpa sebab. Dilansir situs Hi Care, Jumat (27/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Suhu Lembap

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sangat lembap. Di sisi lain, kecoak senang tinggal di area yang lembap agar bisa berkembang biak. Maka tak heran kalau serangga tersebut menjadikan kamar mandi sebagai tempat favoritnya.

    2. Terdapat Saluran Pembuangan Air

    Kamar mandi jadi salah satu jalan bagi kecoak untuk bisa masuk ke dalam rumah. Sebab, kamar mandi memiliki beberapa saluran pembuangan air, seperti dari wastafel, kloset, hingga tempat bilas.

    Kecoak dapat merayap melalui pipa saluran air untuk bisa masuk ke dalam kamar mandi. Selain itu, sistem drainase air yang tidak terawat juga mempermudah kecoak untuk masuk ke dalam rumah.

    3. Gelap dan Tersembunyi

    Kecoak merupakan hewan yang menyukai tempat gelap dan tersembunyi. Maka dari itu kamar mandi sangat cocok bagi kecoak untuk bertahan hidup.

    Lampu kamar mandi biasanya dalam kondisi mati setelah digunakan, sehingga membuat kecoak merasa aman. Selain itu, beberapa sudut di kamar mandi seperti di belakang wastafel, celah dinding, atau balik kloset jadi tempat yang nyaman bagi kecoak.

    4. Banyak Pakaian Kotor

    Kecoak biasanya sering bersembunyi di balik pakaian atau handuk kotor. Jika kamu punya kebiasaan menumpuk pakaian kotor, maka tak heran kalau ada banyak kecoak ditemukan di kamar mandi.

    5. Ventilasi Udara yang Buruk

    Faktor berikutnya karena ventilasi udara yang buruk di kamar mandi. Hal tersebut membuat toilet jadi mudah lembap sehingga kecoak akan senang tinggal di sana.

    Cobalah untuk memasang exhaust fan yang berfungsi untuk menghisap atau mengeluarkan udara dari dalam kamar mandi, sehingga mencegah terjadinya lembap.

    6. Sisa Sabun dan Shampoo Bekas yang Tidak Dibuang

    Kecoak memang menyukai sisa-sisa makanan, tetapi serangga tersebut juga tertarik pada produk seperti sabun dan shampoo bekas di kamar mandi. Maka dari itu, sebaiknya segera buang bekas botol sabun, shampoo, atau pasta gigi jika sudah habis agar tidak menumpuk.

    Itulah enam penyebab kecoak sering muncul di kamar mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Bubuk Kayu di Sekitar Perabotan? Bisa Jadi Ulah Kumbang Satu Ini


    Jakarta

    Salah satu risiko jika memiliki perabotan dari kayu adalah rawan serangan serangga. Namun, serangga itu bukan hanya rayap, melainkan ada hewan kecil bernama kumbang bubuk kayu yang juga mengincar kayu.

    Kumbang bubuk kayu ini merupakan sebutan umum bagi serangga yang termasuk bagian dari tiga famili kumbang, yaitu Lyctidae, Bostrichidae, dan Anobiidae. Kumbang ini sama seperti rayap dapat menghasilkan kotoran halus seperti tepung. Bentuknya kecil dengan badan yang panjang dan ramping mirip dengan kecoa.

    Dilansir dari Michigan State University Plant & Pest Diagnostics dalam artikel berjudul Powderpost beetles, disebutkan bahwa serangga ini kerap memakan bagian dalam kayu secara berulang. Aktivitas kumbang bubuk kayu ini juga menyebabkan lubang pada kayu. Jenis kayu yang mereka sukai adalah kayu keras dan lunak, tergantung pada jenisnya. namun ada juga yang memakan kayu lunak bahkan keduanya.


    Cara Cegah dan Basmi Kumbang Bubuk Kayu

    1. Beri Lapisan Kayu

    Perabotan kayu biasanya telah diberikan satu lapisan dari cat pelindung agar tidak diserang oleh serangga seperti kumbang bubuk kayu. Untuk perabotan yang memiliki laci seperti meja dan lemari, bagian dalamnya juga bisa dilapisi dengan cat tersebut.

    2. Jaga Kelembapan Kayu

    Kayu juga rentan terhadap kelembapan bukan hanya beton sehingga sebaiknya perabotan kayu berada di lingkungan yang kering. Untuk tingkat kelembapan yang disarankan, yaitu berada di bawah 20 persen. Dengan begitu, pemilik perabotan tersebut tidak perlu khawatir serangan rayap atau kumbang bubuk kayu.

    3. Pakai Insektisida

    Cara lainnya adalah memakai insektisida untuk membasmi kumbang bubuk kayu agar tidak kembali lagi. Dilansir dari Department of Entomology University of Kentucky dalam artikel berjudul Powderpost Beetles, borat yang terkandung dalam insektisida bisa membunuh kumbang yang telah menggerogitu kayu atau yang berada di sekitar kayu. Kedalaman penetrasi borat tergantung pada kadar air kayu, semakin lembap kayu semakin dalam borat akan menembus.

    Agar borat dapat menembus permukaan kayu, sebaiknya penyemprotan insektisida dilakukan sebelum finishing. Sebab, cairan tersebut tidak akan menembus cat maupun pelapis anti-air lainnya. Insektisida ini biasanya digunakan untuk mencegah kumbang bubuk kayu famili anobiidae yang memakan kusen, tiang, dan elemen struktural bangunan lainnya.

    4. Buang Kayu yang Sudah Digerogoti

    Cara terakhir agar kumbang bubuk kayu tidak mengincar perabotan yang lain menurut The Spruce adalah dengan membuang perabotan tersebut. Ganti dengan perabotan kayu yang sudah dilapisi dengan cat anti rayap agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Bangkai Tikus di Rumah? Ini Cara Cepat Menghilangkannya!



    Jakarta

    Tikus adalah salah satu hewan pengerat yang kerap bikin resah penghuni rumah. Selain merusak makanan dan perabotan, tikus juga bisa menjadi sumber penyakit karena habitatnya yang kotor dan jorok.

    Yang lebih menjengkelkan, tikus terkadang bisa mati tanpa diketahui. Akibatnya, pemilik rumah baru sadar saat mencium bau bangkai yang menyengat. Jika tidak segera ditangani, bau tersebut bisa menyebar ke seluruh ruangan dan sangat mengganggu kenyamanan.

    Dilansir dari Apartment Therapy, berikut ini langkah-langkah menghilangkan bau bangkai tikus yang bisa kamu coba di rumah:


    1. Temukan dan Buang Bangkainya

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melacak sumber bau. Biasanya, bangkai tikus tersembunyi di balik lemari, langit-langit, atau sudut-sudut gelap rumah.

    Saat menemukannya, gunakan sarung tangan dan masker untuk mengambil bangkai. Masukkan bangkai ke kantong plastik, lalu lapisi lagi dengan kantong lain (2-3 lapis). Buang bangkai tersebut di tempat sampah luar ruangan.

    2. Bersihkan Area Bekas Bangkai

    Setelah bangkai dibuang, area tempat ditemukannya perlu didisinfeksi. Campurkan larutan pemutih dan air, lalu semprotkan pada area tersebut. Diamkan selama 10 menit, kemudian lap bersih menggunakan tisu atau kain.

    Tujuannya agar bakteri dan virus yang mungkin terbawa oleh tikus benar-benar hilang.

    3. Netralisir Bau Secara Alami

    Untuk menghilangkan sisa bau, kamu bisa taburkan soda kue atau bubuk kopi di area tersebut. Kedua bahan ini efektif menyerap bau tak sedap.

    Alternatif lain, kamu bisa membuat semprotan dari campuran air dan cuka, lalu semprotkan ke udara atau area yang bau.

    4. Alirkan Udara Segar

    Buka jendela dan nyalakan kipas angin agar udara segar mengalir ke dalam rumah. Ini bisa membantu menghilangkan bau bangkai lebih cepat dan membuat sirkulasi udara kembali normal.

    Menghilangkan bau bangkai tikus tidak cukup hanya dengan membuangnya. Diperlukan pembersihan menyeluruh dan netralisasi bau agar rumah kembali nyaman dan sehat.

    Kalau kamu sedang mencium bau aneh di rumah dan tidak tahu sumbernya, bisa jadi itu bangkai tikus yang tersembunyi. Segera cari dan bersihkan sebelum baunya menyebar lebih parah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Diserbu Kaki Seribu saat Musim Hujan, Ini Penyebab dan Cara Atasinya



    Jakarta

    Pernahkah menemukan kaki seribu di dalam rumah? Hewan melata ini memang kerap muncul di dalam rumah terutama ketika musim hujan.

    Penghuni rumah perlu khawatir kalau menemukan kaki seribu karena hewan ini tidak berbahaya. Namun, sebagian orang mungkin merasa geli akan kaki seribu.

    Dikutip dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Mereka menyukai tempat yang lembap dan gelap. Kaki seribu juga tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu di sekitar rumah.


    Lantas, kenapa kaki seribu sampai masuk rumah ya? Temukan penyebab dan cara mengatasi serbuan kaki seribu berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Kaki seribu tertarik pada tempat yang sejuk dan lembap. Namun, mereka bisa berpindah untuk mencari kondisi hidup yang lebih baik ketika lingkungan panas dan kering.

    Jika kondisi lingkungan menjadi terlalu basah karena hujan lebat, mereka akan mencari tempat berteduh di dalam ruangan. Kaki seribu menyukai ruang sempit, dingin, gelap, dan lembap.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk Rumah

    Kalau nggak mau kaki seribu masuk rumah, berikut beberapa cara mencegahnya.

    1. Tutup Celah di Rumah

    Kaki seribu bisa masuk rumah melalui celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Cegah mereka masuk rumah dengan menutup celah-celah di rumah. Tutup semua retakan pada dinding fondasi.

    2. Hilangkan Kelembapan

    Kemudian, periksa fondasi dan ruangan di rumah. Singkirkan apa pun yang dapat menyebabkan kelembapan. Lalu, bersihkan tempat persembunyian kaki seribu misalnya membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa.

    3. Hilangkan Genangan Air

    Selanjutnya, periksa genangan air yang tidak mengalir di sekitar fondasi rumah. Sebab, genangan air dapat menarik perhatian kaki seribu.

    Lalu, segera perbaiki pipa atau keran yang bocor di dalam rumah. Pasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah air terkumpul di sekitar fondasi.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Kalau rumah sudah terlanjur diserbu kaki seribu, penghuni bisa membasminya dengan cara berikut ini.

    1. Buang Kaki Seribu

    Tentunya cara paling mudah untuk membasmi kaki seribu adalah mengangkat dan membuangnya. Penghuni bisa menggunakan alat bantu seperti penyedot debu. Kaki seribu biasanya meringkuk dan mati setelah beberapa hari di dalam rumah yang kering.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Selain itu, penghuni dapat menggunakan cairan atau butiran insektisida di sekitar fondasi dan dinding luar rumah. Hal ini untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

    Kalau mau alternatif bahan alami, penghuni bisa memakai minyak esensial dan cabai rawit. Taburkan atau semprotkan bahan alami tersebut di area yang bermasalah.

    Itulah penyebab kaki seribu masuk rumah dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dua Tombol Flush di Toilet Bisa Bikin Hemat Air, Begini Cara Kerjanya



    Jakarta

    Sadarkah ada dua tombol flush berbeda ukuran pada toilet duduk? Ternyata kedua tombol itu berguna untuk menghemat air lho.

    Letak tombol flush ini bisa berbeda-beda tergantung jenis kloset. Banyak kloset yang tombolnya di bagian atas tangki. Lalu, ada yang menempel pada dinding kamar mandi.

    Dilansir dari News18, pencipta toilet dengan dua tombol flush merupakan warga Amerika Serikat bernama Victor Papanek. Ia menciptakan desain toilet itu melalui buku berjudul ‘Design for the Real World’ pada 1976. Namun, negara yang pertama kali menggunakan dual-flush toilet adalah Australia pada 1980.


    Meski keduanya serupa, apa fungsi masing-masing tombol ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Dikutip dari Times of India, kloset dengan dua tombol flush merupakan solusi penggunaan air toilet. Penggunaan dual-flush toilet disebut bisa menghemat penggunaan air.

    Tombol kecil biasanya digunakan setelah pengguna kamar mandi buang air kecil. Menekan tombol kecil dapat mengeluarkan sekitar 3-4,5 liter air untuk menyiram toilet.

    Sementara itu, tombol besar digunakan setelah buang air besar. Sekitar 6-9 liter air akan keluar untuk menyiram toilet dengan tombol tersebut.

    Berdasarkan Forbes, U.S Environmental Protection Agency (EPA) dan American Water Works Association pada 2020 mengatakan penggunaan dual-flush toilet sangat direkomendasikan karena mengurangi penggunaan air hingga 20 persen. Pemilik rumah pun bisa hemat tagihan air hingga US$ 99 atau sekitar Rp 1,6 juta (kurs Rp 16.252) per tahun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kucing Liar Suka Buang Kotoran di Halaman Rumah? Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah bisa bikin penghuni rumah kesal. Bagaimana tidak, hewan berbulu ini suka buang kotoran di taman.

    Hal itu membuat kotor dan berantakan pekarangan. Belum lagi penghuni rumah harus waspada agar sampai menginjak ‘ranjau’ alias kotoran kucing yang terkubur di tanah.

    Dilansir dari Time for Paws, kucing liar mencari tempat yang aman. Mereka sering datang ke rumah untuk mencari sumber makanan dan tempat berlindung.


    Kucing bisa saja mencari tempat aman di sekitar rumah. Oleh karena itu, penghuni butuh trik ampuh untuk membuat kucing nggak betah mendekati rumah. Namun, jangan sampai menyakiti kucing.

    Bagaimana cara mencegah kucing masuk halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Inilah sejumlah cara untuk mengusir kucing dari rumah biar nggak buang kotoran sembarangan dikutip dari The Spruce.

    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Sampah

    Penghuni perlu menutup tempat sampah dengan rapat agar tidak dapat dijangkau kucing. Bersihkan juga sisa makanan supaya aromanya tidak mengundang kucing.

    2. Jangan Beri Makan Kucing

    Pastikan tidak ada yang memberi makan atau air ke kucing liar. Sebab, kucing biasanya kembali ke tempat yang terdapat sumber makanan.

    3. Pasang Pagar Khusus

    Kucing dapat masuk halaman rumah dengan melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    Selain itu, penghuni dapat membuat permukaan tanah tidak nyaman buat diinjak kucing. Caranya dengan meletakkan kawat ayam berukuran kecil atau karpet plastik kasar di bawah tanah.

    4. Tanam Tumbuhan yang Tak Disukai Kucing

    Kemudian, penghuni bisa menanam sejumlah tanaman di pekarangan. Pilih tanaman yang aromanya tidak disukai kucing, seperti lavender, mint, dan roesmary.

    5. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur juga bermanfaat untuk mengusir kucing dari halaman rumah, lho. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah. Kucing akan merasa tidak nyaman berjalan di tanah dengan butiran cangkang yang tajam.

    6. Sebar Bau yang Tak Disukai Kucing

    Terakhir, penghuni dapat sebarkan bahan dengan aroma yang dibenci kucing. Kucing akan menghindari bau menyengat, misalnya dari bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka.

    Sebarkan bahan-bahan tersebut secara rutin di area yang ingin dijauhkan dari kucing. Cara ini cukup ampuh buat mengusir kucing dari tempat tertutup seperti plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    Itulah tips mencegah kucing masuk pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Ganti Lantai Keramik biar Makin Menarik



    Jakarta

    Lantai bisa mempengaruhi tampilan rumah. Kondisi, motif, hingga warna ubin keramik bisa membuat rumah estetik ataupun kurang menarik.

    Jika keramik sudah rusak atau usang, mungkin pemilik perlu mempertimbangkan untuk mengganti lantai. Tak perlu menunggu rusak, pemilik juga bisa mengganti keramik lantai sekadar untuk meng-upgrade tampilan rumah, lho.

    Renovasi rumah tentu membutuhkan biaya buat beli bahan, peralatan, dan bayar tukang. Kira-kira berapa biaya untuk ganti ubin lantai? Simak simulasi biayanya berikut ini.


    Estimasi Biaya Ganti Lantai Keramik

    Untuk mengganti ubin, pemilik perlu menyiapkan peralatan dan material terlebih dahulu. Kontraktor dari Tim Konstruksi Rebwild Construction Wildan menyebutkan beberapa bahan yang dibutuhkan adalah ubin keramik, pasir pasang, semen, benang, dan paku. Lalu, alat bantu yang dibutuhkan antara lain spacer, sekop, palu karet, dan ember.

    “Langkah yang dilakukan pertama adalah menentukan jenis motif yang ingin dipasang, lalu lakukan chipping atau pengangkatan keramik lama, lalu bisa di-install kembali keramik dengan motif baru yang sesuai keinginan,” ujar Wildan saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Proses penggantian lantai diawali dengan pembongkaran. Wildan mengatakan biaya bongkar lantai sekitar Rp 45 ribu per meter persegi.

    Kemudian, puing-puing lantai diangkut dan dibuang. Biaya buang puing sebesar Rp 300 ribu per rit atau sekali angkut.

    Setelah menghilangkan lantai lama, tukang bisa memasang ubin keramik yang baru. Upah jasa buat pasang ubin keramik sekitar Rp 45 ribu per meter persegi.

    Jika ingin pasang lantai keramik secara borongan, biayanya sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu per meter persegi. Adapun biaya ini tergantung pada jenis keramik yang dibeli.

    Langkah terakhir dari mengganti lantai adalah pembersihan. Biaya membersihkan lantai sebesar Rp 100 ribu per lumpsum atau pengerjaan borongan.

    Berikut ini estimasi biaya untuk mengganti lantai dengan ubin keramik dengan asumsi ruangan berukuran 3×4 meter atau 12 meter persegi.

    • Biaya Pembongkaran: 12 x Rp 45.000 = Rp 540.000
    • Biaya Buang Puing: Rp 300.000
    • Biaya Pasang Ubin Keramik: 12 x Rp 250.000 = Rp 3.000.000
    • Biaya Pembersihan: Rp 100.000

    Total Biaya: Rp 540.000 + Rp 300.000 + Rp 3.000.000 + Rp 100.000 = Rp 3.940.000

    Dengan begitu, pemilik yang ingin mengganti lantai keramik perlu menyiapkan dana setidaknya Rp 3.940.000 untuk ruangan 3×4 meter atau 12 meter persegi.

    Sebagai catatan, biaya penggantian lantai bervariasi tergantung pada motif dan kualitas keramik yang digunakan. Lalu, simulasi ini berlaku untuk wilayah Jabodetabek.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Membasmi Tungau di Kasur Tanpa Perlu Vacuum Cleaner


    Jakarta

    Tungau merupakan hama mikroskopis yang dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan hangat dan lembap. Tungau dapat ditemukan di berbagai furnitur rumah, salah satunya kasur.

    Kehadiran tungau di kasur tentu tidak bisa dianggap remeh. Jika kamu digigit oleh tungau maka bisa mengalami kulit gatal, mata kering, bersin, hingga batuk kering. Kondisi ini tentu bikin tidur menjadi tidak nyenyak.

    Namun jangan khawatir, tungau yang ada di kasur dapat diatasi dengan berbagai cara. Bahkan, kamu bisa membasmi serangga kecil ini tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner.


    Cara Basmi Tungau di Kasur Tanpa Vacuum Cleaner

    Membersihkan tungau di kasur dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dilansir dari situs Mayo Clinic, Kamis (17/7/2025), berikut tipsnya:

    1. Cuci Seprai dan Sarung Bantal

    Tips yang pertama adalah rutin mencuci seprai kasur setiap minggu. Hal ini juga termasuk mencuci selimut, sarung bantal, dan bed cover.

    Agar efektif membunuh tungau dan menghilangkan debu, pastikan seluruh kain dicuci dengan air panas dengan suhu minimal 54,4 derajat Celcius. Jika tidak bisa dicuci dengan air panas, seprai bisa dimasukkan ke dalam pengering selama 15 menit pada suhu yang sama.

    Setelah dicuci, jemur seluruh kain di bawah sinar matahari agar cepat kering. Kemudian angkat kain dan jangan lupa disetrika agar wangi dan tidak terlihat kusut.

    2. Jaga Suhu Kelembapan di Rumah

    Tungau termasuk serangga yang hidup dan berkembangbiak di udara lembap. Maka dari itu, sebaiknya jaga kelembapan di dalam rumah hingga di bawah 50%.

    Pastikan kamu memiliki ventilasi udara yang baik di dalam kamar tidur. Gunakan juga dehumidifier untuk mengurangi kelembapan berlebih di udara.

    3. Garam

    Jika menemukan 1-2 tungau yang ada di kasur, kamu dapat membasminya dengan garam. Bahan dapur ini disebut efektif untuk membasmi tungau dengan cepat.

    Caranya cukup mencampur air dan garam hingga menjadi larutan, setelah itu dimasukkan ke dalam botol semprot. Kini, kamu tinggal menyemprot larutan tersebut ke area yang dihinggapi tungau.

    4. Minyak Lavender

    Selain garam, kamu juga dapat membasmi tungau dengan minyak lavender. Kandungan senyawa linalool pada tanaman ini dapat mengganggu indra penciuman tungau.

    Caranya cukup dengan meneteskan minyak lavender ke area yang terdapat tungau di kasur. Tunggu beberapa saat agar tungau mati setelah mencium aroma lavender yang menyengat.

    5. Buang Barang yang tidak Terpakai

    Apabila ditemukan ada banyak barang tidak terpakai di dalam kamar tidur, sebaiknya segera dibuang. Barang tersebut lama-lama akan berdebu dan akhirnya menjadi tempat bagi tungau untuk berkembang biak.

    Singkirkan barang-barang seperti buku, hiasan meja, majalah, atau pernak-pernik yang tidak terpakai di dalam kamar. Selain mencegah tungau, cara ini juga membuat kamar tidur terlihat lebih bersih dan nyaman.

    6. Jemur Kasur

    Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjemur kasur. Sebab, sinar matahari yang terik bisa membuat tungau mati.

    Menjemur kasur di bawah sinar matahari juga membantu mengurangi kelembapan di kasur sehingga tidak ada lagi tungau yang hinggap. Namun, pastikan kamu mengecek kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum memutuskan menjemur kasur.

    Demikian enam cara membasmi tungau di kasur tanpa perlu menggunakan vacuum cleaner. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com