Tag: buang

  • Awas Ulat Bulu Suka Gerogotin Tanaman Hias, Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Pemilik rumah yang memelihara tanaman hias perlu waspada dengan ulat bulu. Hama ini bisa menggerogoti tanaman, bahkan sampai mematikannya.

    Selain itu, kehadiran ulat bulu di rumah dapat mengganggu penghuni rumah. Jika ulat bulu sampai terkena kulit, bakal muncul sensasi gatal.

    Oleh karena itu, pemilik perlu segera menangani ulat bulu yang masuk rumah. Simak cara basmi ulat bulu berikut ini.


    Cara Basmi Ulat Bulu

    Inilah cara membasmi ulat bulu untuk mengamankan tanaman hias, dikutip dari Cleanipedia.

    1. Bersihkan Tong Sampah

    Penghuni rumah perlu rutin membersihkan tong sampah, setidaknya 2-3 seminggu. Sebab, sisa makanan dapat menarik ulat bulu untuk memasuki rumah. Apalagi kalau sampah tersebut ada sisa sayur dan kulit buah.

    2. Mengoleskan Oli

    Cegah ulat bulu masuk rumah dengan mengoleskan oli di pinggir pintu dan jendela. Ulat bulu tidak suka aroma dan kelengketan oli. Dengan begitu, ulat bulu bakal enggan mendekati rumah dan tidak sampai ke tanaman hias.

    3. Semprotkan Pestisida Alami

    Buatlah semprotan pestisida alami dengan cabe merah dan bawang putih. Rendam bahan tersebut dalam air sabun dan endapkan. Semprotkan cairan tersebut ke batang dan daun untuk mencegah ulat bulu hinggap di tanaman hias.

    4. Buang Ulat Bulu secara Manual

    Selain itu, penghuni rumah bisa membuang ulat bulu secara manual. Cara ini cukup ekstrem karena berisiko bikin kulit gatal kalau tersentuh ulat bulu. Pastikan untuk menggunakan alat seperti sarung tangan, penjepit, atau sendok plastik untuk mengambil ulat bulu ya.

    5. Tabur Bubuk Bacillus Thuringiensis

    Terakhir, pemilik bisa menggunakan bubuk Bacillus Thuringiensis (Bt) sebagai pestisida. Taburkan bubuk tersebut langsung pada tanaman untuk membasmi ulat bulu.

    Itulah beberapa cara untuk membasmi ulat bulu agar tanaman hias tidak digerogotin. Semoga berhasil!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Buang 6 Sampah Ini ke Wastafel, Bisa Bikin Mampet


    Jakarta

    Saluran pembuangan di rumah tidak boleh kotor agar tidak terjadi penyumbatan. Namun, terkadang ada saja kebiasaan penghuni rumah yang menganggap remeh sampah-sampah kecil dan asal membuangnya ke saluran.

    Sampah-sampah yang terkadang dibiarkan adalah sisa makanan. Penghuni rumah biasanya malas memisahkan sisa makanan dan langsung membuangnya ke dalam lubang bak cuci piring atau wastafel saat mencuci piring.

    Jangan menganggap sampah-sampah yang sudah masuk ke lubang pembuangan bisa hancur atau terbuang langsung ke selokan. Sebab, sisa makanan tersebut berpotensi tersangkut pada dinding saluran pembuangan dan menghalangi jalur pembuangan.


    Salah satu solusinya adalah melengkapi lubang wastafel dengan alat penyaring benda padat sehingga yang bisa terbuang hanya cairan saja. Namun, apabila cairan tersebut bercampur minyak atau bahan yang menggumpal, cairan tersebut juga tidak aman dibuang melalui wastafel.

    Untuk lebih jelasnya, dilansir Real Simple berikut beberapa sampah yang tidak boleh dibuang ke wastafel atau bak cuci piring.

    1. Bekas Tepung

    Tepung merupakan bahan masakan yang dapat menggumpal ketika ditambahkan air. Tekstur ini yang berbahaya apabila dibuang ke saluran pembuangan karena bisa saja menempel pada dinding pipa pembuangan dan tidak bisa larut meskipun berkali-kali terkena air.

    Apabila habis membuat adonan tepung untuk menggoreng kentang, ayam, atau pisang goreng, sebaiknya buang adonan tepung di tempat sampah, bukan ke saluran pembuangan langsung.

    2. Ampas Kopi

    Sama seperti adonan tepung, ampas kopi juga bisa berbahaya apabila dibuang langsung ke saluran pembuangan. Sebab, ampas tersebut tidak benar-benar larut dan hancur ketika ditambahkan air. Sebaiknya ampas kopi dibuang ke tempat sampah, bukan ke wastafel.

    3. Bekas Sayur

    Setelah makan, biasanya ada sisa sayur yang tidak dimakan dan berencana dibuang. Ingat, sampah bekas sayur, buah, atau bekas makanan yang padat jangan dibuang ke wastafel. Meskipun bahan tersebut organik, tidak ada yang bisa memastikan bekas sayur bisa cepat hancur jika dibuang ke dalam lubang.

    4. Minyak dan Lemak

    Seperti yang disebut sebelumnya cairan yang sudah tercampur dengan minyak sebaiknya tidak dibuang ke pembuangan wastafel. Sebab, membuang lemak, minyak, dan lemak padat ke saluran pembuangan dapat menyumbat pipa.

    “Zat-zat ini dapat mengeras dan menyumbat pipa yang mengakibatkan penyumbatan parah pada pipa dan sistem pembuangan limbah umum,” kata Shlomo Cherniak, pemilik Cherniak Home Services di Baltimore, seperti yang dikutip, pada Selasa (23/9/2025).

    5. Stiker

    Saat membeli buah, biasanya ada stiker yang menempel di kulitnya. Ingat ya, jangan membuat stiker ini di saluran pembuangan karena dapat menyebabkan penyumbatan.

    6. Kulit Telur

    Kulit telur merupakan sampah yang rapuh tapi tidak mudah hancur apalagi membusuk. Membuat kulit telur ke dalam saluran pembuangan justru bisa merusak pipa dan menyebabkan penyumbatan.

    Untuk membuang kulit telur sebaiknya dijadikan pupuk kompos atau bahan untuk mencegah tikus dan cicak masuk ke rumah.

    7. Bahan Pembersih Kimia

    Hati-hati ketika membuang cairan pembersih kimia atau mencuci botol semprotannya di wastafel atau bak cuci piring. Cairan tersebut dapat merusak pipa dan merusak lingkungan. Sebaiknya, bawa pembersih ke tempat pembuangan limbah berbahaya.

    “Banyak pembersih rumah tangga mengandung bahan kimia korosif yang dapat merusak pipa dan membahayakan sistem septik,” kata Leman.

    Itulah beberapa sampah yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Pakai Parfume, Begini Cara Menghilangkan Bau Rokok yang Efektif


    Jakarta

    Asap rokok merupakan campuran asap dengan partikel halus dari hasil pembakaran. Saat asap dibuang ke udara, bukan hanya zat yang terkandung di dalamnya yang berbahaya bagi non perokok, tetapi baunya juga tidak sedap.

    Bau rokok bukan hanya tercium setelah asap dilepas ke udara, melainkan bisa bertahan dalam beberapa menit, terutama jika berada di ruang tertutup. Hal ini tentu tidak bagus karena pasti akan ada orang yang terganggu dengan baunya.

    Dilansir Real Simple, ada cara untuk menghilangkan asap rokok, berikut diantaranya.


    1. Buka Pintu dan Jendela

    Untuk mengurangi bau rokok, cara pertama adalah dengan membuka semua ventilasi udara di ruangan tersebut seperti pintu dan jendela. Dengan begitu ada pertukaran udara di dalam ruangan dan bau asap rokok dapat berkurang

    2. Buang Asbak

    Asbak kerap digunakan untuk membuang puntung. Meskipun sudah tidak lagi terbakar, terkadang baunya masih menempel di asbak tersebut. Sebaiknya, setelah merokok atau ada orang yang baru selesai merokok, cepat bersihkan asbaknya.

    3.Bersihkan Perabotan

    Asap rokok mengandung partikel halus yang bisa menempel pada benda di sekitar, seperti dinding, kursi, bahkan pakaian. Untuk menghilangkan bekas rokok secara maksimal sebaiknya bersihkan segala perabotan di dalam ruangan dengan pembersih yang tepat. Misalnya jika ingin membersihkan pakaian dari asap rokok harus direndam dahulu memakai deterjgen dan satu cangkir soda kue di wadah tersendiri.

    4. Gunakan Cuka

    Cuka juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau asap rokok karena cairan satu ini dapat menyerap bau tersebut. Caranya cukup tuang cuka putih suling ke dalam beberapa mangkuk kecil dan letakkan di sekitar ruangan di area yang tidak terganggu.

    5. Taburkan Soda Kue

    Sama seperti cuka, soda kue juga ampuh untuk menyerap bau dan kelembapan pada ruangan. Caranya taburkan soda kue pada furnitur yang kering seperti sofa atau apapun, bisa gosok dengan sikat yang berbulu lembut. Kemudian, biarkan 4 hingga 8 jam lalu bersihkan dengan penyedot debu.

    6. Bersihkan Dinding

    Asap rokok juga bisa menempel pada dinding dan menimbulkan noda. Apabila menemukan noda bekas rokok di rumah, lekas bersihkan menggunakan campurkan 1 sendok teh pembersih serbaguna dan ½ cangkir soda kue pada 1 liter air hangat dalam ember kemudian aduk. Celupkan spons atau kain mirofiber ke dalam larutan, lalu seka dinding dari atas ke bawah dengan lembut. Kemudian, gunakan spons lain yang sudah dibasahi dengan air biasa untuk menyeka dinding agar menghilangkan sisa sabun.

    7.Bersihkan Karpet

    Biasanya seseorang merokok di luas ruangan, tetapi apabila ada yang suka merokok di dalam ruangan yang lantainya dilapisi dengan karpet, bagian tersebut harus dibersihkan. Sebab, bukan hanya pakaian saja yang akan terkontaminasi zat di dalam asap rokok, melainkan karpet juga. Cara membersihkannya dengan menggunakan penyedot debu, tetapi lebih baik taburkan soda kue dan diamkan selama 8 jam sebelum menyedot debu. Berikan penyegar kain untuk menghilangkan bau.

    Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan agar bau rokok di ruangan bisa hilang dengan maksimal. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kaki Seribu Masuk Rumah Saat Hujan? Ini Penjelasan dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Kaki seribu sekali-kali dapat ditemukan seliweran di dalam rumah. Hal ini biasanya terjadi ketika cuaca sering hujan.

    Meski tidak berbahaya, sebagian penghuni merasa terganggu dengan kehadiran kaki seribu. Selain bentuknya yang menggelikan, kaki seribu membuat rumah terkesan kotor.

    Lantas, kenapa kaki seribu bisa masuk rumah ya? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Dilansir dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Akan tetapi, hewan melata ini tertarik dengan tumpukan daun kering, mulsa, batu, dan hamparan bunga di sekitar rumah.

    Kaki seribu bisa berpindah untuk mencari kondisi hidup yang lebih baik saat lingkungan panas dan kering. Namun, kondisi lingkungan yang terlalu basah karena hujan lebat juga membuat mereka pindah mencari tempat berteduh di dalam ruangan. Kaki seribu menyukai ruang sempit, dingin, gelap, dan lembap.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk Rumah

    Jika tak mau ada kaki seribu masuk rumah, penghuni bisa melakukan pencegahan dengan cara berikut ini.

    1. Hilangkan Genangan Air

    Pastikan tidak ada genangan alias air yang tidak mengalir di sekitar fondasi rumah. Genangan air dapat mengundang kaki seribu buat mendekati rumah.

    Selain itu, perbaiki pipa atau keran bocor di dalam rumah agar tidak menghasilkan genangan. Pasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah air terkumpul di sekitar fondasi.

    2. Hilangkan Kelembapan

    Kaki seribu suka lembap, jadi penghuni perlu menghilangkan sumber kelembapan di dalam rumah. Pastikan fondasi dan ruangan tidak lembap.

    3. Hilangkan Tempat Persembunyian

    Lalu, bersihkan juga tempat persembunyian kaki seribu. Buanglah tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa.

    4. Tutup Celah Bangunan

    Tutup celah bangunan yang bisa jadi akses masuk kaki seribu ke rumah. Kaki seribu bisa masuk melalui celah, retakan, pintu, dan jendela.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Jika menemukan kaki seribu di rumah, penghuni dapat membasminya dengan cara berikut ini.

    1. Buang Kaki Seribu

    Penghuni dapat dengan mudah mengangkat, lalu membuat kaki seribu. Gunakan alat bantu, misal penyedot debu, agar tidak kontak langsung dengan kaki seribu.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Cara lain bisa dengan menggunakan cairan atau butiran insektisida di sekitar fondasi dan dinding luar rumah. Tak hanya kaki seribu, serangga pun bakal ogah masuk rumah.

    Sebagai alternatif, penghuni bisa pakai bahan alami seperti minyak esensial dan cabai rawit. Caranya dengan menaburkan atau menyemprotkan bahan alami itu ke area yang bermasalah.

    Itulah informasi seputar penanganan kaki seribu yang masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ganti Toilet Jongkok Jadi Duduk? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Masih banyak kamar mandi di Indonesia yang menggunakan toilet jongkok. Sebagian orang mungkin sedang mempertimbangkan untuk beralih ke toilet duduk.

    Toilet duduk terkesan lebih modern dan praktis untuk digunakan. Namun, apakah menggunakan toilet duduk keputusan terbaik?

    Bagi yang sedang mempertimbangkan buat pasang toilet duduk, sebaiknya ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini penjelasannya, dilansir dari Bigger Bathroom.


    Kelebihan Toilet Duduk

    Inilah poin plus kalau menggunakan toilet duduk.

    1. Postur Duduk

    Toilet ini memungkinkan penggunanya buang air dalam posisi duduk. Postur tersebut terbilang aman dan nyaman, terutama bagi lansia. Jika duduk dalam jangka waktu lama di toilet duduk, hal ini tidak akan menyebabkan pusing, atau kram ketika bangun.

    Lalu, postur ini membuat kompresi neurovaskular ekstremitas bawah sehingga bisa menghindari penyakit neurovaskular ekstremitas bawah atau nyeri pada tulang betis dan jari-jari kaki.

    2. Teknologi Modern

    Selain itu, toilet duduk menggunakan teknologi modern. Benda ini memiliki fitur yang lebih canggih sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

    Kekurangan

    Di sisi lain, toilet duduk punya kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

    1. Proses BAB Lebih Sulit

    Menurut struktur fisiologis tubuh manusia, patensi usus berkurang saat duduk, dan tekanan perut berkurang. Hal ini membuat proses BAB akan lebih sulit kalau menggunakan toilet duduk.

    2. Kulit Bersentuhan dengan Dudukan

    Ketika pengguna duduk di kloset, kulitnya bersentuhan langsung dengan dudukannya. Hal ini membuat bakteri dan parasit pada toilet mudah berpindah ke manusia. Hal ini memungkinkan risiko penularan penyakit, terutama di toilet umum.

    3. Berisiko Timbul Penyakit

    Posisi duduk memang nyaman, tetapi penggunanya bisa terlena dan melakukan aktivitas lain di kamar mandi. Misalnya buang air sambil baca buku, merokok, atau bermain ponsel. Padahal buang air besar dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko wasir.

    Itulah kelebihan dan kekurangan menggunakan toilet duduk. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Shower di Rumah Airnya Kecil, Begini Caranya Biar Mancur Deras


    Jakarta

    Shower merupakan salah satu barang di kamar mandi yang harus sering dibersihkan. Sebab, kotoran yang kerap tersangkut di dalam lubang air dapat menyumbat aliran dan membuat air yang keluar tidak deras.

    Secara kasat mata mungkin kita melihat air di rumah tampak bersih, jernih, dan tidak berbau. Namun, tidak ada yang bisa benar-benar menjamin kebersihannya. Jika ingin membuktikannya coba pasang filter pada shower di rumah, lalu lihat beberapa hari apakah filter tersebut berubah warna atau tidak.

    Apabila kotoran yang terbawa air tersebut didiamkan dapat memicu penyumbatan. Untuk mengatasi dan mencegah hal ini, dilansir The Spruce berikut beberapa cara membersihkan shower beserta bahan yang bisa dipakai.


    1. Siapkan Cuka

    Bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan shower adalah cuka sari apel. Kemudian, siapkan pula kantong yang cukup untuk membungkus kepala shower dan menampung air di dalamnya.

    Setelah semua disiapkan, masukkan satu cangkir air cuka ke dalam kantong tersebut.

    2. Pasang Kantong ke Kepala Shower

    Tutup kepala shower menggunakan kantong yang sudah berisi cuka sari apel tadi. Ikat erat kantong tersebut agar tidak tumpah atau lepas. Memakai solatip biasanya tidak akan kuat, sebagai gantinya ikat pakai cable ties.

    Pastikan saat ingin membersihkannya tidak ada orang rumah yang ingin menggunakan shower tersebut karena kantong tersebut harus membungkus kepala shower selama 4 jam.

    3. Sikat sampai Bersih

    Setelah lewat dari 4 jam, lepas kantong cuka dan sikat permukaan serta lubang dengan sikat kecil berbulu nilon atau sikat gigi bekas. Apabila menemukan noda membandel menutup akses air, buang kotoran memakai benda dengan ujung kecil dan taja seperti peniti atau tusuk gigi.

    Bilas kepala shower yang sudah bersih bagian. Lalu, coba pakai shower beberapa menit untuk melihat kondisi air yang keluar. Cara ini juga bisa mendorong kotoran keluar saat air dinyalakan.

    4. Keringkan Permukaan Shower

    Jika sudah benar-benar bersih keringkan kepala shower menggunakan kain mikrofiber atau kain bersih. Hal ini harus dilakukan setiap digunakan untuk mencegah noda air tertinggal di permukaannya.

    Itulah beberapa cara membersihkan shower, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata! Ini 3 Penyebab Muncul Lalat di Rumah


    Jakarta

    Keberadaan lalat sering kali menjadi musuh penghuni rumah. Serangga yang satu itu kerap hinggap di makanan sehingga membuat jengkel penghuni rumah.

    Belum lagi, lalat merupakan binatang pembawa penyakit atau vektor. Semakin tambah banyak alasan penghuni rumah untuk mengusirnya.

    Adanya lalat di rumah bukan tanpa alasan. Ada beberapa hal yang memungkinkan lalat ada di dalam ruangan.


    Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut ini informasinya.

    Penyebab Ada Lalat di Rumah

    1. Suhu Hangat

    Lalat termasuk hewan yang dapat berkembang biak pada suhu hangat, yakni sekitar 24 derajat Celcius atau lebih. Suhu hangat ini dapat membantu larva lalat cepat matang dalam waktu 4-13 hari saja.

    2. Ada yang Membusuk di Rumah

    Lalat sering kali mencari sumber makanan di dapur, meja makan hingga bangkai hewan. Jadi kalau ada bau tak sedap di rumah, sebaiknya segera cari sumbernya. Jika benar ada bangkai, segera singkirkan agar tidak mengundang lalat.

    Hal yang sama juga pada makanan busuk. Segera buang ke tempat sampah tertutup apabila ada makanan yang busuk agar tidak mengundang lalat.

    3. Reproduksi Lalat yang Cepat

    Secara umum, banyak dari spesies lalat yang mampu bereproduksi dengan cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Lalu, rata-rata proses pertumbuhan telur hingga menjadi lalat dewasa hanya butuh waktu 7-10 hari saja. Bahkan lalat bisa semakin cepat tumbuh jika berkembang biak di suhu hangat.

    Cara Cegah Lalat Berkembang Biak di Rumah

    1. Jaga Kebersihan Rumah

    Cara yang paling ampuh adalah dengan selalu menjaga kebersihan rumah. Langkah ini sangat sederhana, yakni:

    – Buang sampah pada tempatnya

    – Segera cuci piring dan gelas setelah dipakai

    – Bersihkan sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai, dapur, atau meja makan

    – Segera buang sampah dapur keluar rumah agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.

    Kalau ada hewan peliharaan, segera buang sisa kotoran dan bersihkan tempat untuk BAB-nya agar tidak mengundang lalat. Penghuni rumah juga perlu membersihkan tempat makannya agar tetap kering.

    2. Tutup Akses Masuk Lalat

    Pada dasarnya lalat hidup di luar ruangan. Serangga ini masuk ke dalam rumah karena ingin mencari makan atau tempat untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, cobalah tutup akses masuk lalat dengan cara menutup rapat pintu. Selain itu, bisa juga memasang jaring anti serangga di jendela atau pintu rumah.

    3. Simpan Makanan

    Lalat bisa masuk ke dalam rumah karena menemukan sumber makanan. Jika ingin meletakkan sisa makanan di atas meja, sebaiknya ditutup dengan tisu, piring, atau penutup lainnya agar tidak dihinggapi lalat. Bila perlu simpan sisa makanan dan minuman ke dalam kulkas.

    Itulah beberapa penyebab ada lalat di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Akibatnya Kalau Sering Buang Tisu ke Toilet


    Jakarta

    Kebanyakan orang tentu nggak asing sama larangan buang tisu ke dalam lubang toilet. Peringatan ini sering kali dipajang di WC umum.

    Bukan hanya di WC umum, tisu memang tidak dianjurkan buat dibuang ke toilet manapun, termasuk di rumah sendiri. Soalnya, kebiasaan itu bisa memicu masalah yang merepotkan penghuni rumah.

    Tisu merupakan benda yang tak dapat larut di air. Jika disiram ke dalam toilet, tisu tersebut hanya tenggelam dan tidak hancur.


    Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, tisu bakal menumpuk sehingga kloset menjadi mampet. Berikut ini akibatnya kalau membuang tisu ke toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    Efek Fatberg

    Membuang tisu ke dalam toilet memicu efek fatberg. Kondisi tersebut berupa tisu basah yang bercampur dengan kotoran, lalu terperangkap di dalam pipa. Alhasil tisu bisa menumpuk di dalamnya.

    Jika sudah seperti itu, saluran pembuangan toilet akan tersumbat. Pertanda saluran pembuangan sudah mampet antara lain kotoran sulit turun dan muncul bau tak sedap dari area kamar mandi dan pipa pembuangan yang terhubung ke septic tank.

    Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Saluran toilet yang tersumbat tisu, kalau tidak segera diperbaiki bakal semakin parah dan pipa pembuangan pun dapat rusak. Hal ini dikarenakan tidak ada ruang buat air dan kotoran lewat. Penumpukan benda di dalam pipa memicu tekanan dan berisiko menimbulkan kebocoran pipa.

    Itulah risiko membuang tisu ke toilet. Biar kejadian itu tidak dialami di rumah, pastikan untuk membuang tisu ke tempat sampah ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Mudah Bersihkan Kotoran dan Pipis Kucing yang Bikin Rumah Bau


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing bisa sangat menyenangkan. Sebab, kucing bisa diajak bermain untuk melepas penat karena tingkahnya yang lucu

    Namun, kelucuan dan gemasnya tingkah kucing bisa hilang saat ketahuan buang air sembarangan di rumah. Selain lantai menjadi kotor, bau yang muncul sangat tidak sedap sehingga bikin tidak nyaman.

    Kalau menemukan ada kotoran dan pipis kucing di rumah, jangan khawatir. Hal itu karena ada beberapa cara mudah untuk membersihkan kotoran tersebut. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Cara Mudah Bersihkan Kotoran Kucing di Rumah

    Membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah dapat dilakukan dengan mudah. Dilansir situs The Vets, berikut langkah-langkahnya:

    1. Pakai Tisu atau Kain

    Untuk mengangkat kotoran kucing yang padat bisa menggunakan tisu atau kain. Agar lebih aman, gunakan sarung tangan karet guna mencegah bakteri dan kuman bisa masuk ke dalam tubuh.

    Masukkan kotoran kucing ke dalam kantong plastik, lalu buang ke dalam tempat sampah. Kemudian, bersihkan sisa-sisa kotoran di lantai dengan cairan pembersih agar bakteri tidak berkembang.

    Untuk pipis kucing, kamu juga bisa membersihkannya dengan tisu atau kain. Setelah itu, masukkan kain dan tisu yang penuh pipis kucing ke dalam kantong plastik, lalu segera buang ke tempat sampah.

    2. Jangan Buang Kotoran ke Kloset

    Sebagian orang memilih membuang kotoran kucing ke dalam kloset di kamar mandi. Sebab, kloset juga digunakan oleh manusia untuk buang air sehari-hari.

    Meski begitu, para ahli mengimbau agar tidak membuang kotoran kucing ke dalam kloset. Dikutip dari Green Matters, kotoran kucing mengandung organisme parasit, termasuk Toxoplasma gondii.

    Jika membuang kotoran kucing ke dalam kloset yang penuh air, maka parasit bisa masuk ke dalam sumber air dan menyebabkan infeksi yang disebut toksoplasmosis. Parasit ini sangat berbahaya bagi manusia, terutama bagi yang memiliki imun tubuh lemah dan ibu hamil.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Siram lantai bekas kotoran dan pipis kucing dengan cairan pembersih. Langkah ini agar lantai kembali bersih, wangi, dan tidak ada sisa bakteri yang hidup.

    Pastikan cairan yang digunakan tidak mengandung zat berbasis amonia. Soalnya, penggunaan produk pembersih berbasis amonia dapat memicu kucing untuk pipis kembali di tempat yang sama.

    Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih. Selain itu, bisa juga menggunakan campuran detergen dan air soda.

    Demikian cara membersihkan kotoran dan pipis kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Ada Kecoak di Kamar Mandi? Bisa Jadi Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Adanya kecoak di dalam kamar mandi tentu bisa membuat penghuni rumah tidak nyaman dan jijik. Tak heran banyak orang mencari cara untuk mencegah atau membasmi kecoak.

    Di sisi lain, adanya kecoak menimbulkan bau tak sedap serta berpotensi membawa penyakit. Hal ini menambah daftar alasan harus mengusir kecoak dari rumah.

    Sebelum mengetahui cara mencegah dan membasmi kecoak, simak dulu penyebab adanya hewan tersebut di kamar mandi.


    Penyebab Ada Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir dari The Spruce, kecoak suka dengan area lembap. Adanya air yang tertampung di bak, keran bocor hingga saluran pembuangan menjadikan kamar mandi tempat yang selalu lembap dan disukai kecoak.

    Area kamar mandi yang sering kali gelap juga jadi lokasi favorit kecoak untuk berkembang biak. Belum lagi terdapat retakan lantai di kamar mandi yang jadi tempat persembunyian sempurna bagi kecoak untuk bersarang.

    Cara Cegah dan Basmi Kecoak di Kamar Mandi

    Dilansir dari Homes & Gardens dan The Spruce, berikut ini informasinya.

    Rutin Bersihkan Area Rumah

    Kecoak menyukai area yang lembap dan tersedia sumber makanan. Mereka sering kali ditemui di dapur, kamar mandi, hingga loteng. Hewan ini juga kerap bersembunyi di area sempit dan sulit dijangkau, misal kolong kulkas.

    Area yang berpotensi menjadi sarang kecoa jangan sampai lupa dibersihkan setiap hari. Oleh karena itu, penghuni wajib memastikan seluruh area rumah dibersihkan tanpa kecuali hingga di pojok yang paling tersembunyi.

    Buang Sampah ke Luar Rumah

    Cara terbaik memberantas kecoak adalah tidak membiarkan sampah menumpuk di dalam rumah. Penghuni rumah bisa rutin membuangnya ke tempat sampah di luar rumah, terutama sisa-sisa makanan.

    Semprotkan Air Sabun

    Sabun cuci piring di rumah berguna untuk memberantas kecoak dengan menghambat pernapasannya. Penghuni rumah dapat mencampurkan 4 sendok makan sabun dan 1 liter air lalu kocok dan semprotkan ke tempat yang terlihat ada kecoak.

    Gula dan Boraks

    Campurkan boraks dan gula dengan perbandingan 3:1. Lalu sebarkan di tempat-tempat yang ada kecoaknya. Boraks efektif karena dapat mengeringkan bagian eksoskeleton kecoak, mempengaruhi sistem pencernaan, dan membunuhnya.

    Semprotkan Air Lemon

    Lemon memiliki sifat antipatogen alami untuk mengusir kecoak dan mencegahnya kembali. Untuk membuatnya, penghuni rumah bisa mencampurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan tersebut ke area yang sering didatangi kecoak.

    Perlu diketahui, efek cara membasmi kecoa tanpa semprotan serangga ini bisa saja tidak bertahan lama. Penghuni rumah harus mengulanginya agar kecoak benar-benar tidak datang lagi ke rumah. Contohnya, memastikan rumah selalu bersih dan rapi setiap hari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com