Tag: buang

  • Waspada Malaria! Ini 4 Cara Ampuh Cegah Nyamuk Masuk ke Rumah



    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu hewan pengganggu yang sering ada di rumah. Bahkan ada salah satu jenis nyamuk yaitu anopheles menjadi penyebab penyakit malaria yang berbahaya dan bisa muncul di rumah. Oleh karena itu, diperlukan pencegahan agar nyamuk tidak lagi masuk ke rumah.

    Mengutip dari situs NSW Health Pathology, upaya pencegahan nyamuk bisa dilakukan dari luar rumah. Sebelum masuk ke rumah, halaman atau area luar rumah menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Untuk itu, terdapat 4 tips berikut membasmi nyamuk di area luar rumah.

    Buang Genangan Air

    Nyamuk membutuhkan air untuk melengkapi siklus hidupnya. Air yang ada di sekitar halaman rumah bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Misalnya air di talang atap yang tersumbat atau saluran air menjadi tempat paling mungkin bagi nyamuk untuk berkembangbiak.


    Selain itu, hal yang jarang disadari juga bisa menjadi tempat bersemayam nyamuk. Seperti botol plastik bekas minuman yang masih ada airnya, tempat minum di kandang burung peliharaan, dan kolam taman yang jarang dibersihkan. Untuk itu, buang semua genangan air yang ada agar tidak dihinggapi nyamuk.

    Pasang Jaring

    Untuk menghindari nyamuk masuk ke rumah, bisa juga memasang jaring pada bagian rumah yang memiliki celah atau lubang, misalnya jendela, pintu, dan tangki air hujan.

    Pilih Tanaman

    Hati-hati jika kamu suka menanam tanaman di halaman rumah. Hal ini dikarenakan nyamuk dapat tertarik dengan tanaman tertentu yang justru mengundang mereka untuk masuk ke rumah. Tanaman yang harus dihindari di sekitar rumah adalah tanaman yang membantu nyamuk berkembang biak karena sifatnya memerangkap air, seperti bromelia.

    Pelihara Hewan Pemakan Nyamuk

    Tanpa disadari, hewan pemakan nyamuk menjadi pengendalian biologis yang baik. Kamu bisa memelihara burung, kadal, hingga capung karena mereka pemakan serangga. Jika kamu punya kolam, maka bisa pelihara katak. Namun, kamu juga jangan terlalu berharap karena mereka tidak akan makan nyamuk sebanyak yang dipikirkan hingga berhasil mengusir seluruh nyamuk.

    Nah itu lah 4 al yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Hal yang paling penting adalah menjaga lingkungan sekitar rumah agar bebas nyamuk dan terhindar dari penyakit malaria. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah, Cocok Ditanam di Pekarangan


    Jakarta

    Halaman atau pekarangan rumah bisa ditanam pohon agar hunian menjadi teduh dan asri. Namun, beberapa pohon bisa merusak fondasi rumah karena akarnya tumbuh merambat.

    Padahal, pohon bisa mempercantik pekarangan dan buahnya bisa dikonsumsi sendiri. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memilih pohon yang akarnya tidak merambat ke mana-mana.

    Lalu, pohon apa saja yang tidak akan merusak fondasi rumah? Simak ulasannya berikut ini.


    Pohon yang Tidak Merusak Fondasi Rumah

    Inilah sejumlah pohon yang cocok ditanam di halaman rumah, dilansir Gardeners’ World dan berbagai sumber.

    1. Pohon Tabebuya

    Tabebuya bermekaran di Kota MalangPohon tabebuya Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

    Pohon tabebuya yang berasal dari Brasil cocok ditanam di pekarangan rumah. Dikutip dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa timur, akar pohon ini tidak menyebar dan bunganya cantik selama musimnya.

    Bunga yang muncul berwarna pink, kuning, hingga putih, tergantung jenis pohonnya. Buah akan muncul saat musim hujan atau setelah musim berbunganya. Ketinggian pohonnya bisa menjulang sampai 10 meter.

    Perawatan pohon tabebuya pun tidak sulit, hanya perlu penyiraman dan pemupukan. Pohon ini cocok ditanam di wilayah subtropis dan tropis.

    2. Pohon Palem

    Pohon palem tidak akan merusak fondasi rumah karena memiliki struktur akar yang berserat. Pohon yang cocok di daerah beriklim tropis ini punya daun tipis dan dapat tumbuh tinggi.

    Jenis palem yang umum ditemukan antara lain palem kipas, palem putri, palem merah, palem udang, dan palem Jepang.

    Pohon palem tidak perlu terlalu sering disiram karena tanah yang terlalu becek justru dapat menjadi masalah bagi pohon ini. Lalu, pohon cukup dipupuk sesekali dan buang daun mati serta tangkai tua yang sudah berwarna kecokelatan.

    3. Pohon Bungur

    Pohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut crape myrtlePohon bungur (Lagerstroemia indica) atau disebut juga crape myrtle Foto: Getty Images/magicflute002

    Pohon bungur juga cocok ditanam di halaman rumah. Tanam di tempat cukup luas yang tidak tertutup karena batangnya akan menjulang tinggi hingga 10-20 meter.

    Pastikan pohon ini mesti ditanam di area yang terkena cahaya matahari. Pohon ini mudah tumbuh dengan disiram rutin jika tidak turun hujan dan sesekali perlu dipangkas.

    Bunga pohon bungur tumbuh majemuk berwarna ungu hingga merah muda keunguan dengan menghasilkan aroma harum.

    4. Pohon Bugenvil

    Bugenvil atau bunga kertas ini mempunyai bunga warna-warni, sehingga mempercantik halaman rumah. Pertumbuhan pohon ini cepat saat diletakkan di bawah sinar matahari. Bisa ditanam dalam pot, langsung di tanah, maupun di keranjang gantung.

    Tanaman bugenvil dapat tahan di iklim tropis. Perawatannya hanya memerlukan sedikit penyiraman dan pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuk serta memperbanyak bunganya, dikutip dari situs Gardenia.

    5. Pohon Kersen

    Buah kersenPohon kersen dan buahnya Foto: Getty Images/iStockphoto/justhavealook

    Pohon kersen atau ceri kampung punya daun cukup rimbun dan batangnya bisa mencapai 12 meter. Dahannya tumbuh mendatar dan menggantung.

    Pohon ini tidak memerlukan perawatan khusus. Pemangkasan diperlukan jika pohonnya terlalu besar.

    6. Pohon Ara

    Pohon ara atau tin dapat ditanam di lingkungan panas dan kering. Tingginya bisa mencapai 3-4 meter. Pohonnya juga bisa berbuah meskipun tidak terlalu tinggi.

    Buah tin punya warna merah, ungu, dan lainnya tergantung varietasnya. Daunnya lebar dan bisa mengeluarkan getah putih

    7. Pohon Apel

    Ilustrasi Pohon ApelIlustrasi Pohon Apel Foto: Getty Images/Martin Wahlborg

    Pohon apel juga bisa ditanam di halaman rumah. Buahnya yang tumbuh subur dapat dipanen untuk disantap sendiri.

    Dilansir dari Love The Garden, pohon apel menyukai area yang terkena sinar matahari penuh dan terlindungi dari angin kencang. Meskipun pohonnya tumbuh di atas tanah kering, penyiraman teratur diperlukan.

    Itulah deretan pohon yang tidak merusak fondasi rumah, sehingga cocok ditanam di halaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Lengkap Tanam Cabai di Rumah, Siapa Aja Bisa!



    Jakarta

    Cabai merupakan tanaman yang memiliki cita rasa pedas dan salah satu bahan penting dalam masakan. Biasanya untuk mendapatkan cabai kita harus membelinya ke pasar, tetapi kita bisa lho mendapatkan cabai gratis dengan menanamnya di pekarangan rumah.

    Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.

    Lalu, waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah saat musim hujan. Tanaman ini lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.


    Cara Menanam Cabai di Rumah

    1. Rendam Benih Cabai

    Saat hendak menanam cabai, dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitasnya caranya adalah dengan merendam bibit tersebut di dalam air hangat 50 derajat. Benih yang berkualitas biasanya akan tenggelam di dalam air.

    2. Semai Benih Cabai

    Setelah itu, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kendang atau kompos yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1 yang ditempatkan pada sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

    Lalu, awasi pertumbuhan tanaman cabai sekitar 7-8 hari berikutnya. Setelah 7-8 hari, benih cabai yang sudah tumbuh bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama itu, terus siram tanaman setiap harinya.

    3. Pindahkan ke Tanah

    Jika halaman rumah memiliki lahan, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

    Apabila kondisi tanah sebelum ditanam terlihat kering, campurkan dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Selain itu, tambahkan pula pupuk susulan berupa Urea, ZA, KCl, sebanyak 3 kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam. Untuk besaran masing-masing pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

    Kemudian tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang. Masukkan cabai muda tersebut ke dalam lubang.

    4. Perawatan

    Setelah 1-2 minggu penanaman, cek apakah ada bibit yang mati. Buang bibit yang mati dan sakit. Untuk bibit tanaman cabai yang berhasil berkembang, pastikan untuk selalu disiram. Apabila ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

    5. Masa Panen

    Waktu penanaman cabai hingga panen sekitar 2 bulan lebih atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah, dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika ada buah cabai yang rusak, sebaiknya segera singkirkan saja.

    Cara menentukan waktu panen adalah dengan menyesuaikan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai tersebut ingin dikirim ke daerah yang jauh, panen ketika warnanya masih hijau. Nantinya, cabai di tempat yang kering dan memiliki lubang ventilasi untuk udara. Namun apabila dipakai untuk keperluan di rumah, panen saat cabai berubah merah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bersihkan Saluran Air Pembuangan Bisa Pakai Es Batu, Begini Caranya!



    Jakarta

    Saluran pembuangan tersumbat dan bau memang menjadi masalah serius. Hal ini diakibatkan oleh penumpukan kotoran, sisa makanan, hingga partikel minyak yang menempel. Terkadang, kita sering bingung bagaimana cara membersihkan saluran pembuangan. Padahal, ada cara sederhana yaitu menggunakan es batu.

    Menurut Kepala Pemasaran dan Inovasi InspireClean, Aminah Vieira, seperti dikutip dari situs The Spruce, Senin (05/05/2025), es batu menjadi penggosok alami yang dapat menjangkau area di dalam saluran pembuangan yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gosok.

    “Es bekerja dengan sangat baik dalam pembuangan sampah dengan mengikis sisa makanan dan endapan,” kata Vieira.


    Lalu, bagaimana cara melakukannya? Berikut terdapat petunjuk berisi langkah-langkah cara membersihkan saluran pembuangan menggunakan es batu.

    Kosongkan Wastafel

    Pastikan wastafel kosong sebelum mulai dibersihkan. Singkirkan benda apapun yang ada di wastafel, seperti piring kotor.

    Tambahkan Es

    Letakkan satu atau dua genggam besar es batu.

    Nyalakan Air

    Setelah es batu masuk ke saluran pembuangan dan memenuhi isinya, maka nyalakan air atau gunakan air dingin untuk disiram ke dalam saluran.

    Biarkan Air Mengalir

    Biarkan air mengalir hingga es batu hancur jika sudah maka matikan air.

    Untuk hasil yang lebih maksimal, bisa gunakan cuka putih. Caranya bekukan cuka putih dan air lalu letakkan es cuka putih ke dalam saluran pembuangan. Cara ini efektif mengatasi residu dan bau.

    Saran lainnya adalah hindari gunakan air panas, sebab air panas justru dapat menyebabkan terbentuknya endapan pada dinding bagian dalam saluran. Gunakan selalu air dingin untuk membantu mendorong benda-benda di dalam saluran pembuangan.

    Selain itu, jangan buang makanan terlalu besar ke dalam saluran pembuangan. Hal ini dapat menyumbat saluran pembuangan. Untuk itu, hancurkan makanan dan masukan ke dalam saluran pembuangan secara perlahan-lahan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Hal yang Wajib di Cek Sebelum Meninggalkan Rumah


    Jakarta

    Menjelang akhir pekan, beberapa orang memilih untuk menghabiskan waktu dengan liburan ke luar kota. Sebelum pergi meninggalkan rumah, ada sejumlah hal yang wajib dicek agar rumah tetap aman ketika pulang nanti.

    Rumah yang kosong ditinggal penghuninya selama beberapa hari menjadi sasaran empuk para komplotan maling. Meski hanya ditinggal selama 2-3 hari saja, bukan berarti rumah akan aman dari para penjahat.

    Selain itu, risiko lain jika rumah ditinggal pergi adalah terjadinya hal-hal yang diinginkan, seperti korsleting listrik karena ada perangkat elektronik yang lupa dicabut dari stop kontak. Sangat berbahaya bukan?


    Maka dari itu, penting untuk mengecek kondisi rumah terlebih dulu sebelum ditinggal pergi selama beberapa hari. Apa saja hal yang perlu dicek? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Hal yang Wajib Dicek Sebelum Meninggalkan Rumah

    Ada beberapa hal penting yang wajib dilakukan sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama. Dikutip dari Family Handyman, berikut sejumlah hal yang wajib dicek:

    1. Cabut Perangkat Elektronik dari Stop Kontak

    Tips yang pertama adalah mencabut perangkat elektronik dari stop kontak. Namun, tak semua barang elektronik harus dicabut, seperti kamera CCTV yang harus tetap menyala untuk memantau segala aktivitas saat rumah ditinggal pergi.

    Adapun sejumlah perangkat elektronik yang bisa dicabut dari stop kontak, di antaranya:

    • TV
    • Soundbar atau speaker
    • Gim konsol
    • Router WiFi
    • Komputer
    • Printer
    • Coffee maker atau alat pembuat kopi
    • Microwave
    • AC
    • Mesin cuci.

    2. Buang Seluruh Sampah

    Apabila ada sampah di dapur atau ruang makan, pastikan langsung dibuang ke dalam tempat sampah utama. Jangan biarkan sisa makanan dan minuman saat pergi meninggalkan rumah karena bisa mengalami pembusukan serta mengeluarkan bau tak sedap.

    3. Cuci Piring

    Beberapa orang terkadang malas untuk mencuci piring dan gelas kotor sebelum berangkat pergi liburan. Padahal, tumpukan piring kotor yang tak dicuci selama berhari-hari dapat mengeluarkan bau serta mendatangkan serangga seperti lalat, belatung, hingga kecoak.

    4. Periksa Jendela dan Pintu

    Sebelum pergi meninggalkan rumah, jangan lupa untuk mengecek pintu dan jendela terlebih dahulu. Pastikan telah tertutup secara rapat dan dikunci agar tidak bisa dibuka dari luar. Soalnya, komplotan maling bisa saja masuk ke dalam rumah melalui pintu dan jendela yang tidak terutup.

    5. Titipkan Hewan Peliharaan

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan di rumah, seperti kucing atau anjing, cobalah untuk titipkan ke saudara atau teman yang sesama pecinta binatang. Jika tidak mau repot, kamu bisa menitipkannya di pet hotel terdekat dari rumah.

    6. Siram Tanaman

    Langkah berikutnya adalah menyiram tanaman dan tumbuhan di halaman rumah. Beberapa tanaman yang kamu miliki mungkin membutuhkan perawatan khusus, sehingga jangan lupa disiram air terlebih dahulu sebelum berangkat liburan.

    7. Aktifkan CCTV 24 Jam

    Demi meningkatkan keamanan rumah, jangan lupa mengaktifkan kamera CCTV selama 24 jam. Saat ini sudah ada sejumlah CCTV yang terhubung ke WiFi, sehingga pemilik rumah bisa memantau huniannya dari jauh melalui aplikasi di smartphone.

    8. Pasang Lampu Otomatis

    Lampu otomatis saat ini sudah banyak dijual di pasaran. Lampu ini dapat hidup dan mati secara otomatis dengan cara diatur jadwalnya melalui smartphone.

    Penggunaan lampu otomatis dapat menghemat energi karena tidak harus menyala sepanjang hari. Selain itu, lampu jenis ini juga dapat mengelabui maling karena mengira ada penghuni di rumah tersebut.

    9. Simpan Barang-barang Berharga

    Saat liburan, detikers tentu tidak akan membawa seluruh barang berharga ke dalam koper. Sebagai bentuk antisipasi, kamu bisa membeli brankas untuk meletakkan barang-barang tersebut. Selain itu, simpan brankas di tempat yang aman agar tidak mudah dilacak orang lain.

    10. Beri Tahu Tetangga

    Langkah yang terakhir adalah memberitahu tetangga jika kamu dan sekeluarga akan pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Selain itu, kamu bisa meminta bantuan tetangga untuk mengecek dan memantau hunianmu jika ada aktivitas yang mencurigakan.

    Itu dia 10 hal yang wajib dicek sebelum pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Nggak Boleh Buang Tisu ke Toilet? Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Sering kali ada tulisan dilarang membuang tisu ke dalam WC di toilet umum. Meski terkesan sepele, kalau imbauan itu dilanggar lama-lama bakal timbul masalah, lho.

    Membuang tisu ke dalam toilet memang cukup praktis, tapi dampaknya bisa bikin rugi pemilik toilet. Lembaran tisu yang dibuang terus-menerus ke toilet bakal merusak saluran toilet.

    Lantas, apa saja risiko membuang tisu ke dalam toilet ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Alasan Dilarang Buang Tisu ke Toilet

    Inilah sederet alasan mengapa tisu tidak boleh dibuang ke dalam toilet, dikutip dari Scott English Plumbing.

    1. Efek Fatberg

    Membuang tisu ke toilet dapat memicu fatberg, sehingga pipa perlu diperbaiki. Efek fatberg adalah kondisi di mana tisu basah ini bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    Formasi ini menyebabkan penyumbatan pada pipa dan saluran air, apalagi efek ini bisa mencapai panjang hingga lebih dari 10 kaki atau dan berat hingga 100 kg.

    2. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Tisu yang disiram ke toilet mungkin tidak tersangkut di pipa, tetapi mencapai sistem saluran pembuangan. Hal ini dapa menyebabkan kerusakan di sistem septic tank rumah serta sistem saluran pembuangan kota.

    3. Tisu Susah Terurai

    Tisu tidak akan terurai meski disiram ke dalam toilet. Tisu dalam keadaan basah dan melewati sistem saluran pembuangan ini tidak langsung hancur dalam 24 jam.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Alhasil, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan penyumbatan saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Penampakan Lalat Buah dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Lalat buah (Drosophila melanogaster) merupakan serangga kecil berwarna cokelat dengan mata merah. Hewan kecil ini biasanya terbang di sekitar dapur, mengincar sampah, sayur, dan buah. Sama seperti jenis lalat lainnya, lalat buah juga membawa banyak kuman dan bakteri.

    Larva yang sudah menempel pada buah, bahaya jika dikonsumsi. Sebab, larva tersebut membuat terowongan di dalam daging buah. Apabila dikonsumsi, bisa mengakibatkan muntah-muntah, diare, dan gangguan pencernaan lainnya menurut Britannica.

    Menurut penelitian dari Universitas Cambridge, lalat buah merupakan salah satu hewan yang bisa beranak tanpa perlu kawin. Namun, dengan diinduksi di lalat perawan juga bisa membuat mereka bereproduksi.


    Dilansir Good House, seperti namanya lalat buah bisa datang karena mencium bau buah atau hasil bumi yang sudah matang. Oleh karena itu, kemunculan lalat buah kerap disebut sebagai hama untuk hasil panen petani buah atau sayur.

    Namun, tak perlu panik berlebihan, serangga ini bisa diusir dengan bahan yang mudah didapat dan tidak akan membahayakan buah-buah, berikut di antaranya.

    1. Pisahkan Buah yang Sudah Matang

    Untuk menghindari gagal panen, pastikan ketika terlihat buah akan matang, tutup atau langsung pisahkan buah tersebut agar tidak menjadi sasaran lalat buah.

    Kemudian, simpan buah atau sayuran di tempat yang rapat dengan suhu yang rendah seperti di dalam kulkas. Apabila sayuran tersebut aman untuk dicuci sebelum disimpan, coba cuci dahulu untuk menghilangkan larva yang mungkin menempel.

    2. Buang Sampah

    Buah dan sayuran yang basi atau membusuk juga bisa mengundang lalat buah berdatangan. Sebaiknya, buang sampah secara teratur atau pastikan tempat tersebut dalam keadaan tertutup.

    3. Letakkan Cuka Sari Apel

    Apabila dua cara tersebut tidak berhasil, coba pasang perangkap dari cuka sari apel. Aroma cuka yang kuat dapat mengganggu lalat buah dan bikin mereka enggan mendekat.

    Cara membuat perangkap ini adalah dengan menuangkan cuka sari apel ke dalam gelas, ukurannya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Kemudian pasang plastik di atas gelas tersebut. Beri lubang pada plastik tersebut agar aromanya tetap menguar.

    Apabila tidak memiliki plastik, bisa juga memakai kertas yang dibuat kerucut seperti corong. Masukkan kertas ke dalam gelas. Ujung kerucut tersebut harus berada di dalam gelas, sementara yang lubangnya besar di luar.

    4. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Kemudian, cuka dan sabun cuci piring juga ampuh untuk mengusir lalat buah. Komposisinya adalah 3 tetes sabun cuci piring dimasukkan ke mangkuk berisi cuka. Kali ini, biarkan mangkuk terbuka. Sabun cuci piring mengurangi tegangan permukaan cuka sehingga lalat yang mendekat akan tenggelam.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Piring Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berkali-kali


    Jakarta

    Setelah makan, piring dan gelas wajib dicuci sampai bersih. Namun terkadang, bau sisa makanan masih suka menempel di piring walau sudah dicuci berkali-kali.

    Secara tampilan, piring dan gelas mungkin terlihat bersih dan kinclong dan siap diletakkan ke lemari makan. Namun jangan terkecoh, sebab piring tersebut belum sepenuhnya bersih karena masih mengeluarkan aroma tak sedap.

    Lantas, apa penyebab piring masih bau walau sudah dicuci berkali-kali? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Piring Masih Bau Walau Sudah Dicuci

    Ada sejumlah hal yang membuat piring tetap bau meski sudah dicuci. Dilansir situs Real Simple, Senin (12/5/2025) berikut penyebabnya:

    1. Dishwasher dan Kitchen Sink Kotor

    Penyebab yang pertama bisa diakibatkan mesin pencuci piring (dishwasher) sudah kotor. Sebab, bau dari dishwasher bisa menempel di piring meski sudah dicuci.

    Maka dari itu, sebaiknya bersihkan dishwasher setidaknya empat kali dalam setahun, terutama pada bagian filternya. Pastikan juga saluran pembuangan air tidak tersumbat.

    Selain itu, kitchen sink yang kotor juga dapat menyebabkan piring menjadi bau. Sebelum mencuci piring, segera bersihkan kitchen sink agar tidak ada sisa makanan atau piring kotor yang menumpuk. Tak hanya mencegah bau, cara ini juga bisa membunuh bakteri dan kuman yang menempel.

    2. Spons Sudah Kotor

    Spons digunakan untuk mencuci piring dan gelas yang kotor. Seiring penggunaan, spons juga akan menjadi kotor dan harus diganti dengan yang baru.

    Jika piring sudah dicuci tapi masih mengeluarkan bau, mungkin dikarenakan spons cuci piring sudah jelek dan kusam. Satu-satunya cara adalah dengan membeli spons yang baru.

    3. Piring Tidak Dicuci dengan Benar

    Faktor berikutnya karena piring tidak dicuci dengan benar. Mungkin saat itu kamu sedang malas atau terburu-buru untuk pergi, sehingga piring tidak dicuci sampai bersih. Alhasil, masih ada sisa noda makanan yang menempel di permukaan. Hal itulah yang membuat piring mengeluarkan aroma tak sedap.

    4. Noda Membandel

    Ada sejumlah noda membandel di piring yang sulit dibersihkan, seperti sisa bumbu kari atau saus sambal yang sudah mengering. Meski sudah dicuci dengan sabun dan menggunakan spons, biasanya noda tersebut tidak mudah hilang. Jadi, detikers harus mencucinya berulang kali dan pastikan noda sudah hilang.

    Cara Menghilangkan Bau di Piring

    Bau tak sedap yang menempel di piring tentu bikin kesal. Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara untuk menghilangkan bau di piring:

    1. Pakai Air Panas

    Air panas diklaim ampuh untuk mengatasi bau tak sedap di piring. Selain itu, air panas juga dapat menghilangkan sisa-sisa minyak dan kotoran yang menempel.

    Namun, jangan mengandalkan air panas saja untuk mencuci piring karena bau tak sepenuhnya menghilang. Lakukan pencucian ulang dengan air mengalir dan sabun agar baunya hilang.

    2. Pilih Sabun Cuci Piring yang Berkualitas

    Mungkin selama ini kamu menggunakan sabun cuci piring yang harganya terjangkau, tapi kualitasnya kurang bagus. Alhasil, piring masih tetap bau meski sudah dicuci berkali-kali.

    Salah satu solusinya adalah dengan membeli sabun cuci piring yang berkualitas baik. Baca label produk untuk mengetahui kandungan zat aktif seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) yang diklaim efektif menghilangkan lemak dan minyak.

    3. Simpan Piring dengan Benar

    Setelah dicuci, simpan piring di tempat yang aman dan benar. Pastikan piring telah dilap dan disimpan dalam kondisi kering. Sebab, menyimpan piring dalam keadaan masih basah dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut.

    4. Buang Piring yang Retak

    Piring yang sudah retak, pecah, atau rusak sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Sebab, retakan pada piring bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang menyebabkan bau.

    Itulah empat penyebab piring masih bau meski sudah dicuci berkali-kali. Semoga bermanfaat!

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Kulkas Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Membersihkan kulkas perlu dilakukan agar tetap rapi dan tidak menimbulkan bau dari dalam. Namun, seberapa sering harus membersihkan kulkas?

    Pertanyaan itu bisa saja muncul bagi para penghuni rumah. Sebenarnya, membersihkan kulkas bisa dilakukan secara singkat dan juga secara mendalam.

    Nah, untuk membersihkan kulkas secara singkat bisa dilakukan setidaknya seminggu sekali. Bagian-bagian yang dibersihkan seperti membersihkan tumpahan di dalam kulkas, setiap rak, membuang makanan kalauarsa, serta membersihkan bagian luar kulkas.


    Sementara itu, untuk membersihkan kulkas secara mendalam bisa dilakukan sebanyak satu sampai tiga kali setiap empat bulan.

    “Pembersihan menyeluruh berarti mengeluarkan semua makanan, mencuci rak, mencuci laci, mensterilkan bagian dalam, dan membersihkan kumparan serta segel pintu,” kata pakar kebersihan rumah di CottageCare, Scott Schrader, dikutip dari The Spruce, Selasa (13/5/2025).

    Berikut ini cara membersihkan kulkas secara menyeluruh masih dilansir dari The Spruce.

    Cara Membersihkan Kulkas Secara Mendalam

    – Keluarkan semua makanan dari kulkas dan buang barang-barang yang sudah kadaluarsa atau akan kadaluarsa.

    – Isi wastafel atau bak mandi dengan air sabun hangat. Keluarkan semua rak dan laci dari kulkas dan cuci di wastafel atau bak mandi. Keringkan setiap rak dengan kain mikrofiber yang bersih.

    – Untuk membersihkan segel pintu, jika memungkinkan, gunakan cuka atau pembersih lain untuk membantu mencegah masuknya jamur dan kotoran.

    – Jika memungkinkan, vakum atau bersihkan kumparan; ini membantu meningkatkan efisiensi karena kotoran akan terlepas.

    – Setelah semua permukaan kering, tata kembali barang-barang yang dikeluarkan dengan cara yang lebih mudah dilihat.

    Itulah waktu yang tepat membersihkan kulkas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kaki Seribu Masuk Rumah? Ini Cara Basmi dan Cegahnya



    Jakarta

    Sekali-kali penghuni rumah bisa menemukan kaki seribu di dalam rumah. Hewan melata ini tidak berbahaya tetapi sebagian orang mungkin geli dengan kehadirannya.

    Dilansir dari Southern Living, kaki seribu biasanya hidup di bawah tanah serta tempat yang lembap dan gelap. Di sekitar rumah, mereka tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu.

    Lalu, kenapa kaki seribu masuk rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Kaki seribu tertarik pada tempat yang sejuk dan lembap. Saat lingkungan panas dan kering, kaki seribu bisa berpindah tempat untuk mencari kondisi hidup yang lebih baik.

    Jika cuaca di luar menjadi terlalu basah karena hujan lebat, mereka akan mencari tempat berteduh di dalam ruangan. Mereka suka ruang sempit, dingin, gelap, dan lembap.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Berikut hal yang bisa dilakukan jika menemukan kaki seribu di rumah.

    1. Buang Kaki Seribu

    Ketika menemukan kaki seribu di rumah, penghuni bisa dengan mudah mengangkat dan membuangnya, misalnya dengan penyedot debu. Kaki seribu biasanya meringkuk dan mati setelah beberapa hari di bagian dalam rumah yang kering.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Sebarkan cairan atau butiran insektisida di sekitar fondasi dan dinding luar rumah untuk mencegah serangga masuk ke dalam rumah. Selain itu, ada bahan alami seperti minyak esensial dan cabai rawit yang dapat ditaburkan atau disemprotkan di sekitar area yang bermasalah.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk Rumah

    Supaya kaki seribu nggak masuk rumah, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

    1. Hilangkan Kelembapan

    Periksa fondasi dan ruangan, lalu singkirkan apa pun yang dapat menyebabkan kelembapan dan tempat persembunyian. Misalnya membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa.

    2. Hilangkan Genangan Air

    Periksa air yang tidak mengalir dengan baik yang menyebabkan genangan air di sekitar fondasi. Genangan air dapat menarik perhatian kaki seibu.

    Hal ini juga berlaku untuk pipa atau keran yang bocor di dalam rumah. Perbaiki kebocoran dan pasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah air terkumpul di sekitar fondasi.

    3. Tutup Celah di Rumah

    Cari celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Tutup rapat celah-celah di rumah agar kaki seribu tidak masuk rumah. Selain itu, tutup semua retakan pada dinding fondasi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com