Tag: buang

  • Jangan Tidur Sebelum Lakukan 6 Hal Ini di Rumah!


    Jakarta

    Membersihkan rumah memang melelahkan sehingga bagi sebagian orang melakukannya pada akhir pekan. Namun, membersihkan rumah juga perlu menjadi kebiasaan agar rumah senantiasa rapi dan sehat.

    Untuk memulai kebiasaan membersihkan rumah, penghuni rumah perlu mencoba beberapa hal yang harus dibersihkan sebelum tidur. Melakukan rutinitas pembersihan sebelum tidur ini akan meringankan beban di keesokan pagi.

    Dilansir dari situs Real Simple, berikut rutinitas pembersihan rumah yang bisa dilakukan pada malam hari atau sebelum tidur.


    1. Bersihkan Kamar Mandi

    Memang kedengarannya cukup melelahkan membersihkan kamar mandi pada malam hari. Namun, jika kebiasaan ini terus dilakukan maka akan membuat hidup lebih mudah. Sebab, pembersihan rutin kamar mandi dapat mencegah kotoran menumpuk akhirnya jika terbiasa maka kamar mandi dapat dengan mudah dibersihkan.

    “Ceceran pasta gigi dan bercak air dapat menumpuk dengan cepat, jadi membersihkannya dengan cepat juga di malam hari dapat membantu menjaga kamar mandi terlihat bagus,” ucap Michelle Urban, pengelola rumah professional The Organized House, dikutip dari Real Simple.

    Menurutnya, agar tidak membuat penghuni malas, simpan saja beberapa tisu desinfektan atau kain mikrofiber jika ingin membersihkan dengan cepat.

    2. Cuci Piring

    Piring yang menumpuk di wastafel dapat menjadi pekerjaan besar bila tidak dibersihkan dengan cepat. Bangun tidur tanpa melihat tumpukan cucian piring juga dapat membuat penghuni rumah merasa segar. Maka, jadikan mencuci piring sebagai kebiasaan yang senantiasa dilakukan sebelum tidur.

    3. Bersihkan Meja Dapur

    Membersihkan meja dapur dari barang yang berserakan juga mampu mencegah kotoran menumpuk. Sebab, meja dapur yang kotor dapat menarik hama dari sisa-sisa makanan sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Membersihkan meja dapur juga tidak memakan waktu banyak dan bisa dilakukan sebelum tidur.

    4. Buang Sampah

    Jika tempat sampah di rumah sudah penuh atau ada sampah yang menimbulkan bau, maka sebaiknya segera dituntaskan sebelum tidur. Hal ini berlaku untuk seluruh tempat sampah baik di dapur, kamar, atau kamar mandi. Membuang sampah dilakukan agar ketika bangun tidur tidak ada sampah yang meluap atau berbau.

    5. Merapikan Ruang Keluarga

    Seharusnya merapikan ruang keluarga tidaklah sulit dan memberatkan. Cukup dua hingga tiga menit seperti meletakkan barang-barang ke tempatnya atau merapikan bantal atau selimut. Supaya lebih mudah, sediakan keranjang lucu yang dapat menampung berbagai barang-barang acak.

    6. Melipat Pakaian

    Pakaian juga merupakan salah satu barang yang cepat menumpuk sehingga menyebabkan ruangan menjadi berantakan. Jika ada pakaian yang baru kering, maka lipat. Lalu, jika ada pakaian kotor berceceran, maka tumpuk di keranjang cuci.

    Itulah rutinitas membersihkan rumah sebelum tidur, semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Ada Kumbang Bubuk Kayu yang Gerogotin Furniture di Rumah?



    Jakarta

    Jika menemukan serbuk kayu dekat furniture, penghuni rumah mungkin mengira itu ulah rayap. Padahal, serbuk tersebut bisa jadi akibat kumbang bubuk kayu, lho.

    Dilansir dari Gregory Pest Solution, jenis kumbang ini bisa merusak struktur rumah. Mereka menyerbu berbagai benda kayu, termasuk kusen dan furniture.

    Namun, kenapa ada kumbang bubuk kayu gerogotin furniture di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Ada Kumbang Bubuk Kayu

    Kumbang bubuk kayu kemungkinan besar ada di rumah karena terdapat sumber kayu yang belum jadi atau lembap. Ini adalah daya tarik utama dan sumber makanan potensial mereka.

    Larva kumbang bubuk kayu hidup di dalam kayu. Mereka memakan pati dan gula alami saat mereka tumbuh.

    Kebanyakan kumbang bubuk kayu lebih menyukai kayu yang lebih keras. Kumbang juga lebih mungkin meletakkan larvanya di kayu yang lebih baru. Telur yang diletakkan di kayu yang lebih tua bisa memakan waktu hingga lima tahun untuk menetas.

    Cara Cegah Kumbang Bubuk Kayu

    Jika ingin mengamankan furniture kayu, berikut langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

    1. Jaga Kelembapan Kayu

    Dilansir dari Michigan State University Plant & Pest Diagnostics dalam artikel berjudul Powderpost beetles, serangga ini menyukai kayu yang lembap. Pastikan kelembapan kayu kalau bisa dijaga di bawah 20 persen.

    Beberapa ahli meyakini kayu yang dijaga tetap kering tidak perlu menggunakan insektisida untuk membasmi kumbang bubuk kayu.

    2. Beri Lapisan Kayu

    Cara lain untuk mencegah kayu dimakan kumbang bubuk kayu adalah melapisinya. Lapisi permukaan kayu dengan lak, cat, atau pernis agar kumbang bubuk kayu betina enggan bertelur di permukaan benda.

    3. Buang Kayu yang Sudah Digerogoti

    Dilansir dari The Spruce, furniture kayu yang sudah ada kumbang bubuk kayu, sebaiknya segera disingkirkan. Saat mengganti kayu, jangan lupa untuk memeriksa bahan bangunan sebelum membawanya ke rumah.

    4. Gunakan Insektisida

    Dilansir dari Department of Entomology University of Kentucky dalam artikel berjudul Powderpost Beetles, borat yang terkandung dalam insektisida dapat membunuh kumbang di dalam kayu maupun yang masuk atau keluar di permukaan kayu. Semakin lembap kayu semakin dalam borat akan menembus permukaan.

    Agar borat dapat menembus permukaan kayu, sebaiknya penyemprotan insektisida dilakukan sebelum finishing. Sebab, cairan tersebut tidak akan menembus cat maupun pelapis anti-air lainnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengecat Dinding yang Benar, Berapa Lama Cat Kering?


    Jakarta

    Mengecat dinding terlihat sebagai pekerjaan yang mudah dilakukan, padahal pada prakteknya dibutuhkan keterampilan dan teknik yang benar agar hasilnya tidak gagal.

    Ciri-ciri cat dinding yang gagal adalah hasil pengecatan yang mudah berubah dan cepat rusak. Bentuk kerusakan tersebut cukup beragam ada cat yang menggelembung, terkelupas, pudar warnanya, berkapur, dan lainnya.

    Untuk menghindari hasil cat dinding yang gagal, ketahui dahulu cara mengecat dinding yang benar. Berikut langkah-langkahnya.


    1. Pastikan Plasteran dan Acian Sudah Kering

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan kunci cat dinding dapat merekat dengan sempurna terletak pada kondisi plesteran dan acian dinding.

    “Yang membuat hal itu terjadi adalah bata itu tidak mengering sempurna pada saat proses plesteran sehingga acian tidak menempel sempurna dengan plesteran. Hal itu berakibat jika acian itu dicat, catnya itu tidak akan menempel sempurna juga pada acian,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    2. Melakukan Persiapan

    Dilansir Better Homes & Garden, saat mengecat dinding, pasti akan ada tetesan cat yang jatuh ke lantai. Sebaiknya, sebelum mengecat dinding lapisi dahulu lantai, perabotan, atau area yang tidak akan dicat agar tidak kotor.

    Kemudian, buka semua ventilasi di ruangan tersebut atau nyalakan kipas angin untuk mengurangi bau cat yang kuat.

    3. Pastikan Dinding Bersih

    Selain memastikan plesteran dan acian kering, dinding yang akan dilapisi cat juga harus bersih dari noda atau benda yang menempel. Dinding yang bersih dan rata, akan tampak halus setelah dicat.

    Cara untuk menghaluskan dinding sebelum dicat bisa dengan menggunakan amplas dan plamir. Apabila ada lubang pada dinding, bisa dilakukan penambalan terlebih dahulu.

    4. Pasang Selotip Pelukis

    Untuk melindungi kayu, langit-langit, dan permukaan non dinding yang tidak mau dicat, pasang selotip pelukis. Barang ini dapat dicabut dari permukaan tanpa menarik lapisan yang sudah menempel dan tidak akan meninggalkan bekas lengket.

    5. Pakai Ukuran Kuas yang Tepat

    Setiap ukuran kuas memiliki fungsi masing-masing. Sebagai contoh kuas miring untuk mengoleskan cat di sepanjang bagian atas dinding, di sekitar jendela dan lis, sudut-sudut, dan di atas papan pinggir. Lalu, kuas rol yang panjang bisa digunakan untuk mengecat bagian utama dan tengah.

    6. Pakai Cat Dasar atau Cat Primer

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki banyak warna.

    Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.

    7. Aplikasikan Cat dalam Beberapa Lapis

    Proses mengecat dinding membutuhkan beberapa lapis. Lapisan pertama adalah cat dasar atau cat primer. Lalu, lapisan kedua, ketiga, memakai cat pelapis atas.

    Cara pengecatannya dengan membentuk pola W, atas ke bawah atau bawah ke atas. Baru setelah itu mengisi bagian yang kosong atau tidak terlalu terkena cat. Kerjakan dengan teknik yang sama untuk lapisan berikutnya.

    Waktu tunggu untuk mengerjakan lapisan berikutnya sekitar 2 minggu ketika cat sudah mengering. Namun, saat ini ada beberapa produk cat yang mengklaim bisa langsung kering. Namun, sebaiknya jangan terlalu gegabah, lebih baik tunggu dan didiamkan beberapa hari untuk benar-benar memastikan cat tersebut kering.

    8. Periksa Ulang Cat

    Langkah selanjutnya untuk mendapatkan tampilan yang bersih adalah dengan memeriksa dinding yang dicat untuk mencari cacat, titik yang terlewat, cat bertekstur, atau tetesan. Perbaiki cat sebelum mengering.

    9. Bersihkan Bekas Pengecatan

    Setelah pengecatan selesai, segera lepas selotip pelukis dan buang. Selotip tersebut hanya bisa dipakai satu kali. Lalu, bersihkan bekas-bekas cat yang menempel di tempat lain dengan memakai benda tajam dan keras, bisa pula memakai cuka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Hilangkan Bau Bangkai Tikus di Rumah



    Jakarta

    Hewan pengerat seperti tikus memang kerap membuat jengkel penghuni rumah. Mereka akan merusak barang-barang dan makanan apa saja yang ada di rumah. Tak hanya itu, tikus dapat menularkan penyakit berbahaya karena tikus merupakan salah satu hewan yang hidup dalam lingkungan kotor.

    Pemilik rumah dapat mendeteksi keberadaan tikus, misalnya ada kotoran, bekas minyak, barang atau sesuatu hasil gigitan, dan adanya lubang-lubang kecil sebagai akses keluar masuk tikus. Biasanya tempat itu berada di bawah lemari, di loteng, atau di bagian pojok yang tersembunyi.

    Namun, ada kalanya tikus dapat mati tanpa sepengetahuan pemilik rumah. Tandanya adalah bau yang sangat menyengat akibat bangkai tikus yang masih ada. Bau bangkai ini benar-benar dapat mengganggu kenyamanan di dalam rumah, untuk itu dilansir dari Apartment Therapy, pada Sennin (02/06/2025), terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan membasmi bau bangkai tikus di rumah


    Cari dan Buang Bangkai

    Hal pertama adalah cari asal bau yang pasti berasal dari bangkai tikus itu sendiri. Jangan lupa kenakan sarung tangan dan masker saat mengambil bangkai tikus. Ambil dengan kantong plastik lalu lapisi lagi dengan kantong plastik sebanyak dua atau tiga kali. Lalu, buang bangkai tikus di luar ruangan.

    Desinfeksi Area Bekas Bangkai

    Setelah tidak ada bangkai, maka bersihkan area tersebut dengan larutan pemutih. Campurkan pemutih dengan air. Semprotkan lalu diamkan selama minimal 10 menit. Kemudian, lap menggunakan tisu pada area tersebut untuk menghilangkan residu yang masih menempel.

    Netralkan Bau

    Selanjutnya hilangkan bau menggunakan soda kue atau bubuk kopi. Cukup taburkan salah satu di antara bahan tersebut di area bekas bangkai yang sudah dibersihkan. Selain soda kue dan bubuk kopi, bisa juga gunakan semprotan yang terbuat dari larutan air dan cuka.

    Berikan Udara

    Buka jendela di rumah dan nyalakan kipas angin untuk mengalirkan udara segar. Hal ini dapat membantu menghilangkan bau yang tersisa lebih cepat.

    Itulah tips untuk membantu menghilangkan bau bangkai tikus di rumah lebih cepat. Jadi, tidak hanya sekedar membuang bangkainya, tetapi perlu pembersihan total. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 6 Hal Ini Kalau Nggak Mau Kadal Masuk Rumah


    Jakarta

    Adanya kadal di rumah terkadang membuat penghuni di dalamnya tidak nyaman. Tak heran, mereka melakukan berbagai cara untuk mengusirnya.

    Sebelum kadal masuk ke dalam rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan lho. Apa saja itu?

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Mencegah Kadal Masuk Rumah

    1. Jaga Kelembapan

    Kadal menyukai suasana lembap. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan dehumidifier agar rumah tidak terlalu lembap dan kadal enggan masuk ke dalam.

    2. Buang Sampah di Tempat Tertutup

    Buang makanan yang sudah tidak dimakan atau kaleng yang sudah dibuka ke dalam tempat sampah tertutup. Dengan begitu, kadal tidak akan bisa masuk.

    3. Singkirkan Sumber Makanan Kadal

    Penghuni rumah bisa menyingkirkan hama yang menjadi sumber makanan kadal, seperti agas atau serangga kecil lainnya.

    4. Bereskan Barang-barang

    Bersihkan barang-barang yang berserakan bisa mencegah kadal masuk rumah. Sebab, barang-barang yang berserakan bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi kadal.

    5. Tutup Rapat Lubang yang Ada

    Selanjutnya adalah tutup titik masuk dekat ventilasi, pintu, maupun jendela.

    6. Singkirkan Sumber Air

    Selanjutnya adalah singkirkan sumber air. Misalnya air di dalam mangkuk hewan peliharaan atau perbaiki keran dan pipa yang bocor.

    Penyebab Kadal Ada di Rumah

    1. Sumber Air

    Kadal tertarik untuk masuk ke dalam maupun pekarangan rumah karena adanya sumber air. Dengan air yang cukup, kadal bisa bertahan selama berbulan-bulan.

    2. Adanya Tempat Perlindungan

    Kadal menyukai tempat yang gelap dan sejuk. Tak heran jika hewan yang satu ini bisa ditemukan di balik lemari atau di balik semak-semak, bahkan kursi taman.

    3. Sumber Makanan

    Selain sumber air dan tempat perlindungan, adanya sumber makanan bisa membuat kadal datang ke pekarangan rumah. Beberapa makanan yang dikonsumsi kadal di antaranya semut, cacing tanah, hingga sayur.

    Itulah cara mencegah kadal masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Kloset Duduk atau Jongkok? Ini Plus-Minusnya


    Jakarta

    Setiap rumah wajib memiliki kloset sebagai tempat untuk buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK). Saat ini, ada dua jenis kloset yang umum dipakai masyarakat, yakni kloset duduk dan jongkok.

    Keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni sebagai tempat untuk BAB dan BAK. Meski begitu, baik kloset duduk dan kloset jongkok punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Hal ini yang kerap bikin bimbang penghuni rumah setiap kali membangun atau merenovasi kamar mandi. Jadi, lebih baik pilih kloset duduk atau jongkok? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Kloset Duduk vs Kloset Jongkok, Pilih Mana?

    Di era modern, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kloset duduk di kamar mandi. Begitu juga pada mal besar hingga gedung kantor, hampir semuanya memilih memakai kloset duduk daripada jongkok.

    Namun, sebagian orang masih nyaman menggunakan kloset jongkok karena dinilai lebih sehat untuk tubuh. Benarkah?

    Dilansir situs Bladder & Bowel UK, Selasa (10/6/2025), sebuah penelitian pada 2003 menunjukkan bahwa orang yang jongkok lebih sedikit mengalami tegang dan butuh waktu lebih sedikit untuk BAB daripada di kloset duduk.

    Penelitian lain pada 2020 lalu mengungkapkan, posisi jongkok saat BAB dapat menurunkan tekanan perut sehingga lebih sedikit tenaga yang dikeluarkan untuk mengosongkan isi usus. Hal ini memengaruhi fungsi otot puborectalis menjadi rileks dan rektum berada di posisi lurus, sehingga lebih gampang mengeluarkan feses dari tubuh.

    Jika dilihat dari segi desain, kloset duduk dinilai lebih baik daripada kloset jongkok. Bahkan, banyak perusahaan yang berlomba-lomba membuat dan mendesain kloset duduk yang nyaman, canggih, serta mengusung smart toilet yang serba otomatis.

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah modern karena dapat mempresentasikan tingkat modernitas pada hunian tersebut. Dibandingkan toilet jongkok yang terkesan kuno dan harus disiram secara menual.

    Desain kloset yang mengusung kenyamanan membuat kloset duduk banyak dipilih oleh lansia, wanita hamil besar, atau orang yang mengalami cedera lutut. Sebab, mereka tak perlu repot-repot harus jongkok yang justru sangat berisiko bagi kesehatan.

    Jika detikers masih bimbang, simak kelebihan dan kekurangan kloset duduk dan kloset jongkok di bawah ini:

    Kelebihan Kloset Duduk

    • Desain kloset lebih modern dan mewah, cocok untuk hunian yang mengusung konsep minimalis, modern, atau industrial
    • Lebih nyaman digunakan karena kaki tidak cepat pegal
    • Banyak produsen yang meluncurkan produk smart closet dan diklaim lebih canggih, efektif, dan nyaman.

    Kekurangan Kloset Duduk

    • Harganya jauh lebih mahal daripada kloset jongkok, terutama pada kloset yang mengusung konsep smart closet
    • Kurang sehat karena dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Kelebihan Kloset Jongkok

    • Harganya lebih murah daripada kloset duduk
    • Lebih sehat bagi tubuh
    • BAB jadi lebih lancar
    • Mencegah penyakit seperti wasir atau sembelit.

    Kekurangan Kloset Jongkok

    • Modelnya kuno dan sudah ketinggalan zaman, sehingga tidak cocok untuk hunian modern
    • Kurang nyaman jika digunakan dalam waktu lama karena menyebabkan nyeri dan pegal di paha serta tumit
    • Tidak semua orang dapat menggunakan kloset jongkok, khususnya lansia, wanita hamil besar, hingga orang yang sedang mengalami cedera pada kaki.

    Sejarah Singkat Kloset Duduk

    Sebenarnya, manusia sejak zaman dahulu menerapkan cara jongkok untuk BAB. Namun, seiring perkembangan zaman mulai ditemukan kloset duduk agar lebih nyaman saat buang hajat.

    Dikutip dari Medium, toilet awalnya berupa tanah yang diberi lubang dan dirancang agar nyaman untuk BAB dengan cara jongkok. Namun pada abad ke-16, terciptalah toilet siram pertama yang digagas oleh Sir John Harington.

    Saat itu, Harington mendesain kloset yang dikhususkan untuk Ratu Elizabeth I. Toilet ini dapat membantu sang ratu ketika di kamar mandi, sebab gaun yang dikenakan saat itu punya berat hingga 18 kilogram.

    Meski desain Harington dianggap revolusioner pada masanya, tapi kloset duduk berfokus pada kenyamanan dan kemudahan. Toilet ini dirancang agar sesuai dengan gaya hidup orang Barat yang kaya dan terpandang, sehingga saat buang hajat pun harus duduk di kursi dan memakai pakaian formal.

    Hal ini justru berbanding terbalik di kawasan Timur, terutama di Asia. Toilet jongkok tetap digunakan pada banyak masyarakat karena dinilai praktis, murah, dan selaras dengan gaya hidup yang sederhana. Bahkan, toilet jongkok masih banyak digunakan oleh warga yang tinggal di pedesaan.

    Itu dia kelebihan dan kekurangan kloset duduk dengan kloset jongkok. Jadi, mau pilih yang mana?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Ampuh Hilangkan Bau Kucing biar Nggak Ganggu Penghuni Rumah


    Jakarta

    Kucing adalah hewan menggemaskan yang banyak dipelihara orang. Namun, kehadiran kucing di rumah nggak selalu indah, salah satunya karena bau kotorannya mengganggu.

    Penghuni rumah lama-lama bisa saja terbiasa dengan bau kucing. Akan tetapi, aroma tersebut dapat mengganggu tamu yang berkunjung ke rumah.

    Dilansir dari The Spruce, kotoran kucing mengeluarkan bau kuat dan busuk. Nah, ternyata aroma ini berasal dari kandungan urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik pada kotoran. Selain dari kotoran, bau kucing bisa disebabkan oleh muntahan atau rontokan bulu kucing.


    Jika masalah kotoran tidak ditangani dengan tepat, baunya bisa tercium ke seantero rumah. Oleh karena itu, pemilik harus tau cara menghilangkan bau kucing agar aroma rumah tetap segar.

    Tips Hilangkan Bau Kucing

    Inilah cara menghilangkan bau kucing di dalam rumah.

    1. Rawat Kucing

    Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi bau kucing adalah mengatasi dari sumbernya. Pemilik perlu merawat kucing seperti dengan memastikan makanan yang dikonsumsi aman untuk pencernaan. Lalu, memeriksa kesehatan kucing, terutama saat mengalami gangguan pencernaan atau susah makan. Kemudian, bulu kucing juga perlu dirawat agar wangi dan tidak mudah rontok.

    2. Bersihkan Kotak Pasir

    Kucing biasanya buang kotoran di dalam kotak pasir khusus. Nah, kotak pasir tersebut harus dibersihkan secara rutin. Jangan biarkan kotoran kucing terlalu lama didiamkan.

    Kalau pemilik sibuk dan tak sempat membersihkannya, ada kotak pasir modern yang dapat mengganti pasir kotor secara otomatis, lho. Dengan begitu, pemilik rumah cukup membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

    3. Bersihkan Pakai Cuka

    Walau sudah rajin dibersihkan, terkadang kotak pasir tetap mengeluarkan bau tak sedap. Solusinya, coba tambahkan cuka ke dalam air, lalu semprotkan pada noda di kotak pasir. Cara ini juga bisa diaplikasikan pada noda kotoran kucing di bagian rumah lainnya.

    Diamkan bekas semprotan itu selama 15-30 menit dan basuh dengan kain bersih. Lalukan langkah-langkah ini secara berulang sampai noda benar-benar hilang.

    4. Rajin Bersihkan Rumah

    Memelihara kucing di rumah, berarti pemilik harus siap menemukan rontokan bulu kucing di mana-mana. Bulu kucing bisa jadi sumber bau tidak sedap di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya membersihkan rumah setiap hari terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bau kucing di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mudah Merawat Tanaman Hias bagi Pemula


    Jakarta

    Memelihara tanaman hias jadi salah satu kegiatan populer di masyarakat. Selain membuat hunian jadi lebih sejuk dan asri, hadirnya tanaman hias dapat mempercantik hunian.

    Sebagian orang menganggap merawat tanaman hias termasuk hal mudah, cukup dengan disiram air dan dijemur di bawah sinar matahari. Padahal setiap tanaman punya cara merawatnya masing-masing, jika salah atau tidak tahu cara merawatnya maka tanaman bisa layu.

    Bagi kamu yang baru memulai memelihara tanaman hias di rumah, sebaiknya ketahui dulu hal-hal penting berikut ini.


    Tips Merawat Tanaman Hias bagi Pemula

    Merawat tanaman hias tak bisa dilakukan sembarangan. Jika kamu masih pemula dan tak tahu cara merawatnya, maka siap-siap saja tanaman bisa mati dalam waktu dekat.

    Demi mencegah hal itu terjadi, penting untuk mengetahui cara merawat tanaman hias dengan baik dan benar bagi pemula. Dikutip dari situs Garden Health, Kamis (12/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Pahami Kondisi Lingkungan

    Tips yang pertama adalah memahami kondisi lingkungan sekitar. Pertimbangkan faktor-faktor seperti cahaya alami, suhu, dan tingkat kelembapan.

    Langkah ini dilakukan untuk menentukan tanaman apa yang cocok dan bisa tumbuh subur di sekitar rumah. Meski ada banyak tanaman yang mampu beradaptasi dengan baik di suhu dalam ruangan, tapi ada juga yang dapat tumbuh di suhu atau kelembapan tertentu.

    2. Pilih Tanaman yang Mudah Ditanam

    Sebagai pemula, sebaiknya pilih tanaman yang mudah ditanam agar kamu tidak repot dalam merawatnya. Sejumlah tanaman yang cocok untuk pemula, seperti lidah mertua, sirih gading, hingga bunga lili. Tanaman itu diklaim punya daya tahan baik dan mampu beradaptasi di segala kondisi suhu serta kelembapan.

    3. Ketahui Kondisi Cahaya

    Sejumlah tanaman membutuhkan cahaya matahari yang berbeda-beda, mulai dari redup hingga terang. Jadi, pilih tanaman hias yang sesuai dengan kondisi cahaya di rumah. Misalnya, lidah mertua mampu hidup di kondisi cahaya redup meski pertumbuhannya berjalan sedikit lambat.

    4. Pilih Pot yang Tepat

    Pilih pot yang punya lubang drainase untuk mencegah genangan air menumpuk dan pastikan sistem drainasenya baik. Sesuaikan juga ukuran pot dengan tanaman, jangan sampai membelinya terlalu kecil.

    5. Teknik Penyiraman

    Beberapa orang menganggap jika menyiram tanaman secara rutin membuatnya tumbuh subur. Padahal, tak semua tanaman cocok disiram setiap hari.

    Sebelum menanamnya di halaman rumah, ketahui dulu tanaman yang kamu pilih apakah butuh disiram setiap hari atau tidak. Gunakan juga tes jari untuk mengetahui kondisi tanah. Caranya dengan memasukkan jari ke dalam tanah sekitar 2 cm, jika terasa kering maka tanah perlu disiram.

    6. Perhatikan Kondisi Tanaman

    Sebagai pemilik, kamu juga perlu memperhatikan kondisi tanaman setiap hari. Daun yang layu atau menguning, tanah kering, atau pertumbuhannya lambat bisa mengindikasikan kalau ada masalah.

    Jika daun layu dan menguning bisa disebabkan karena masalah saat menyiramnya. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena kekurangan nutrisi atau paparan cahaya yang tidak tepat.

    Waspada juga terhadap serangan hama seperti laba-laba, kutu daun, atau lalat. Gunakan pengobatan alami atau perawatan khusus jika tanaman diserang hama.

    7. Buang Daun yang Layu

    Buang daun yang mati atau menguning secara teratur agar tanaman hias tetap terlihat cantik. Selain itu, potong juga batang tanaman yang tumbuh terlalu besar agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

    Demikian tujuh tips mudah merawat tanaman hias bagi pemula. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kebiasaan Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Bencana Sanitasi di Rumah


    Jakarta

    Kloset merupakan perangkat sanitasi yang jalur pembuangannya menuju ke septic tank. Jalur tersebut hanya bisa dilalui oleh air dan kotoran. Selain itu, benda lain dilarang di buang ke dalam sana, terutama yang berbahan keras dan susah terurai.

    Tidak terkecuali adalah tisu. Pemakaian tisu di kamar mandi sebenarnya ditujukan untuk mengelap area dudukan kloset atau untuk mengeringkan area yang basah di badan. Di luar negeri, tisu banyak digunakan sebagai pengganti air untuk membersihkan bagian badan yang kotor.

    Membuang tisu ke dalam lubang kloset bisa menyebabkan saluran tersumbat karena saluran tersebut hanya untuk kotoran dan air saja. Memperbaiki kloset yang tersumbat tidak mudah dan apabila sumbatannya cukup parah, area pipa perlu dibongkar.


    Selain menyumbat saluran pembuangan, membuang tisu juga menyebabkan masalah lain, dilansir Scott English Plumbing, berikut penjelasannya.

    Risiko Buang Tisu ke Dalam Toilet

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Penyumbatan pada saluran pembuangan dapat membuat sistem saluran tersebut rusak. Ada jalur-jalur yang tertutup sehingga arah jalannya air akan berubah. Bisa saja saluran pembuangan cadangan masuk ke rumah melewati wastafel, saluran air, bak mandi, dan bukaan lain yang terhubung langsung ke sistem septic tank rumah.

    2. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyumbatan terjadi karena tisu tidak dapat terurai seperti kotoran manusia. Selain itu, serat-serat tisu tersebut bisa tersangkut di dalam pipa. Hal tersebut dapat menyumbat jalannya kotoran. Apabila terdapat benda padat menghadang jalan, air dan kotoran akan sulit lewat.

    Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan. Itulah kenapa alasan tisu harus dibuang ke tempat sampah yang tersedia di toilet.

    Penumpukan tisu di dalam saluran ini juga disebut dengan efek fatberg. Kondisi paling buruk dari efek fatberg adalah tisu basah tersebut bercampur dengan kotoran yang terperangkap di dalam pipa seperti lemak dan minyak, sehingga ini membentuk sebuah tumpukan dan formasi seperti gunung es.

    3. Benda Tersangkut di Pipa

    Pipa dalam kondisi baru biasanya bentuknya cukup mulus sehingga air bisa mengalir bebas. Namun, seiring berjalannya waktu akan muncul korosi dan ada bagian dari pipa yang meleleh atau mengelupas. Apabila hal tersebut terjadi di dalam pipa, akan banyak titik sangkutan yang apabila tisu lewat di dalamnya akan menutup jalur pembuangan.

    Selain korosi, material pipa dari tanah liat, beton, dan pipa besi juga rentan terhadap pertumbuhan akar pohon yang memungkinkan tumbuh ke dalam sistem saluran pembuangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Freezer Penuh & Berbunga Es? Begini Cara Bersihkannya Tanpa Ribet!



    Jakarta

    Isi freezer kulkas sering kali jadi ‘kuburan’ makanan beku. Mulai dari daging, nugget, sampai es krim-semuanya masuk dan mengendap selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Tahu-tahu, freezer sudah penuh sesak, dipenuhi bunga es, dan kamu pun bingung mulai bersihinnya dari mana.

    Padahal, kalau tahu triknya, membersihkan freezer itu nggak sesulit yang dibayangkan, kok! Yuk, ikuti langkah-langkah simpel berikut ini biar isi freezer lebih rapi, higienis, dan nggak jadi sarang jamur.

    1. Keluarkan Semua Isi Freezer

    Langkah pertama, kosongkan seluruh isi freezer. Simpan sementara bahan makanan di dalam cooler box, kotak es, atau wadah berlapis koran. Es krim atau makanan cepat meleleh bisa kamu kasih tambahan es batu atau es kering agar tetap dingin.


    2. Buang yang Sudah Nggak Layak

    Sortir semua bahan makanan. Kalau ada yang sudah kedaluwarsa, berbau aneh, atau tampak mencurigakan-buang saja. Jangan ragu, karena makanan lama bisa jadi sarang jamur dan bakteri.

    3. Kelompokkan Makanan

    Setelah memilih mana yang mau disimpan, pisahkan sesuai jenisnya: daging beku, sayur beku, camilan, atau es krim. Gunakan wadah transparan atau kantong ziplock biar lebih rapi dan gampang dicari nanti.

    4. Cabut Kabel Freezer

    Sebelum mulai bersih-bersih, pastikan cabut dulu kabel listriknya ya! Ini penting supaya aman dan mencegah kerusakan pada mesin. Tutup pintu kulkas di bagian bawah agar suhu di dalamnya tetap stabil sementara listrik mati.

    5. Cairkan Bunga Es

    Biar gampang dibersihkan, tunggu sampai bunga es mencair dan suhu freezer kembali ke suhu ruangan. Kamu bisa taruh mangkuk air hangat di dalamnya agar proses pencairan lebih cepat.

    6. Bersihkan dengan Campuran Alami

    Campur 1 sendok makan soda kue, 1 liter air hangat, dan sedikit sabun cair. Gunakan lap bersih untuk mengusap seluruh permukaan freezer. Hindari bahan pembersih keras seperti pemutih atau deterjen ya! Untuk sudut-sudut sempit, kamu bisa pakai sikat gigi bekas.

    7. Keringkan dan Rapikan

    Setelah bersih, lap permukaan freezer hingga benar-benar kering. Jangan biarkan ada sisa air yang bisa berubah jadi es kembali.

    8. Nyalakan Kembali & Tata Ulang

    Sambungkan kembali kabel listrik, tunggu beberapa menit sampai suhu dingin kembali, lalu masukkan kembali makanan ke dalam freezer. Susun rapi sesuai kategori agar lebih mudah diakses ke depannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com