Tag: bubuk

  • Waspada! Ini 6 Tanda Adanya Kecoa di Rumah



    Jakarta

    Kecoa menjadi salah satu hama yang sangat mengganggu saat masuk ke dalam rumah. Kecoa terkenal menyebarkan bakteri dan penyakit ke seluruh rumah, sehingga menyebabkan penyakit berbahaya.

    Beberapa orang juga mengalami masalah asma atau masalah pernapasan lainnya karena kulit yang mengelupas atau kotoran yang kecoa tinggalkan. Mengidentifikasi adanya serangan kecoa sangat penting dilakukan.

    Melansir house digest, berikut beberapa tanda adanya kecoa di rumah yang harus segera diatasi sebelum menimbulkan resiko yang berbahaya.


    Melihat Kotoran di Lantai

    Adanya kotoran kecoa menjadi tanda pasti bahwa kecoa masuk dan bersarang di rumah. Penampakan kotoran ini dapat bervariasi tergantung ukuran kecoa yang meninggalkannya dan beberapa faktor lainnya.

    Jika kecoa lebih kecil, kotorannya memiliki warna dan tekstur yang mirip bubuk kopi, dan ada juga yang lebih gelap serta tampak seperti lada hitam. Kecoa yang berukuran besar, akan tampak lebih bulat dan berwarna hitam atau coklat.

    Adanya Noda di Dinding

    Terkadang kotoran kecoa muncul dalam bentuk bercak, Bercak tersebut adalah jejak kotoran yang tertinggal saat serangga ini merayap di seluruh rumah. Dinding dan langit-langit menjadi lokasi umum tempat bercak ini terlihat.

    Noda juga mungkin tertinggal di tempat yang lembap atau basah. Jika kamu melihat bekas noda yang luas, hal ini menjadi petunjuk bahwa ada sumber makanan untuk kecoa di dekatnya.

    Bekas noda yang ditinggalkan akan membawa bakteri, sehingga disinfeksi permukaan dengan hati-hati di tempat mereka berada.

    Mencium Bau Apek di Rumah

    Kecoa memiliki bau yang sangat khas, hal ini dapat mendeteksi keberadaannya sehingga dapat membantu mengetahui adanya kecoa di rumah. Baunya digambarkan sebagai bau apek dan tidak segar.

    Serangga menggunakan baunya sebagai bentuk komunikasi, sehingga membantu kecoa untuk menemukan makanan dan kebutuhan lain yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

    Menemukan Kulit Kecoa yang Terkelupas

    Tanda lain kecoa membuat tempat tinggal di rumah kamu adalah ditemukannya kulit kecoa yang mengelupas. Jika melihat sesuatu sesuatu yang tampak seperti kecoa mati, mungkin itu hanya kulit yang tertinggal dari nimfa yang mengelupas.

    Nimfa adalah versi muda dari serangga ini. Kulit kecoa tidak tumbuh bersama tubuh, jadi harus kecoa harus melepaskannya dan membiarkan kutikula baru mengeras. Selama waktu ini kecoa akan terlihat putih sampai kulit baru siap.

    Saat nimfa tumbuh, kecoa akan melalui proses pergantian kulit ini beberapa kali. Jadi sudah seharusnya kamu membasmi kecoa di rumah jika melihat selubung kulit di sekitar rumah.

    Mengalami Gejala Alergi

    Jika seseorang di rumah mengalami alergi yang meningkat, kecoa bisa jadi adalah penyebabnya. Kecoa dapat menyebabkan gejala muncul tanpa memandang waktu dalam setahun.

    Namun, tidak semua orang akan mengalami reaksi pernapasan terhadap hama ini. Seseorang akan tampak bergejala saat terpapar kecoa itu sendiri, serta kotoran atau air liurnya.

    Mengatasi kecoa di rumah akan menjadi solusi yang paling efektif, tetapi kamu juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab pasti kamu terkena alergi.

    Melihat Kecoa Berkeliaran di Rumah

    Kecoa tidak hidup sendiri, menemukan satu kecoa yang berkeliaran di rumah menjadi tanda pasti ada sarang kecoa di rumah kamu. Kemungkinan kecoa akan berkeliaran adalah saat keadaan rumah gelap, karena kecoa aktif di malam hari.

    Matikan lampu di tempat yang akan didatangi kecoa, kemudian nyalakan lampu setelah gelap beberapa saat. Kemungkinannya kecoa akan berlari menyebrangi lantai menuju tempat persembunyian saat lampu dinyalakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 10 Cara Ampuh Membasmi Kecoak dengan Bahan Alami


    Jakarta

    Kecoak merupakan salah satu serangga yang sering muncul di dalam rumah. Hewan yang satu ini dianggap menjijikan karena sering berada di tempat-tempat kotor, seperti kamar mandi dan saluran air.

    Oleh sebab itu, ketika muncul kecoak di rumah maka harus segera dibasmi. Biasanya, kecoak dapat diusir dengan menggunakan semprotan nyamuk, lalu kecoak akan kabur dan lama-lama mati.

    Namun, aroma dari semprotan nyamuk terkadang membuat sebagian orang tidak nyaman. Nah, ada cara lain untuk mengusir kecoak di rumah, yakni menggunakan bahan-bahan alami.


    Lantas, apa saja bahan-bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi kecoak? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Membasmi Kecoak dengan Bahan Alami

    Ternyata, mengusir kecoak dari dalam rumah bisa menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat. Apa saja bahan alami tersebut? Simak di bawah ini:

    1. Baking Soda dan Cuka

    Cara yang pertama adalah menggunakan campuran baking soda (soda kue) dan cuka. Kombinasi kedua bahan tersebut dapat membasmi kecoak di dalam rumah hingga membersihkan saluran pembuangan air di kamar mandi.

    Untuk cara pakainya, cukup tuang 2 sendok makan baking soda ke dalam wadah, lalu tuang sedikit cuka dan aduk sampai merata. Setelah itu, taburkan ke sudut-sudut kamar mandi.

    2. Asam Borat

    Mengutip situs The Pest Informer, asam borat juga bisa dipakai untuk membasmi kecoak secara efektif. Simak langkah-langkah penggunaannya di bawah ini:

    • Tuang bubuk asam borat ke dalam wadah terpisah
    • Lalu campurkan tepung dan gula bersama asam borat
    • Aduk hingga merata, kemudian letakkan adonan di tempat kecoak keluar.

    Sebagai informasi, gula dan tepung berfungsi untuk memancing kecoak keluar dari sarangnya, sedangkan asam borat berguna untuk membunuh kecoak.

    Agar efektif dalam membasmi kecoak, disarankan untuk meletakkan adonan asam borat saat kamar mandi sedang tidak dipakai atau di malam hari.

    3. Ampas Kopi

    Setelah menyeruput segelas kopi, sebaiknya ampasnya jangan langsung dibuang. Soalnya, ampas kopi dapat mengusir kecoak yang berada di dalam rumah. Hal ini berkat kandungan asam pada ampas kopi yang tidak disukai oleh kecoak.

    Cara penggunaannya juga mudah, cukup taburkan bubuk ampas kopi di sudut-sudut kamar mandi. Selain itu, kamu juga bisa memakai bubuk kopi baru.

    Namun perlu diingat, ampas kopi hanya berfungsi untuk mengusir kecoak sehingga tidak efektif untuk membunuhnya.

    4. Minyak Peppermint

    Cara berikutnya untuk membasmi kecoak adalah menggunakan minyak peppermint. Selain dipakai untuk aroma terapi, minyak esensial ini juga bisa digunakan untuk mengusir kecoak.

    Simak cara pakainya di bawah ini:

    • Tuang minyak peppermint ke dalam botol semprotan secukupnya
    • Campurkan dengan air garam secukupnya
    • Kemudian semprot minyak peppermint ke sudut-sudut kamar mandi yang sering dilalui kecoak.

    5. Bawang Putih

    Selain dipakai untuk bumbu masak, ternyata bawang putih juga bisa digunakan untuk membasmi kecoak. Dilansir situs The Spruce, aroma bawang putih yang menyengat ternyata tidak disukai oleh kecoak, sehingga mereka akan kabur.

    Untuk cara pakainya, geprek beberapa siung bawang putih, lalu sebarkan ke sudut-sudut rumah yang diyakini sebagai sarang kecoak. Nantinya, serangga tersebut tidak akan kembali lagi karena aroma bawang putih yang tajam.

    6. Air Lemon

    Lemon memiliki sifat antipatogen alami yang dipercaya dapat mengusir kecoak dan mencegahnya datang kembali. Untuk mengusir serangga itu, kamu bisa membuat perasan air lemon yang dimasukkan ke dalam botol semprot. Lalu, semprotkan larutan air lemon ke jalur yang sering dilalui atau sarang kecoak di sekitar rumah.

    7. Air Sabun

    Selain air lemon, kamu juga bisa menggunakan air sabun untuk membasmi kecoak di rumah. Agar lebih efektif membunuh kecoak, disarankan menggunakan sabun cuci piring yang bisa diambil sedikit di dapur.

    Untuk cara pakainya, tuangkan sabun cuci piring secukupnya ke dalam botol semprot, lalu campur dengan sedikit air dan kocok hingga merata. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut jika menemukan kecoak di rumah.

    8. Cairan Pemutih

    Cara lainnya untuk membasmi kecoak dengan menggunakan cairan pemutih. Cara pakainya juga mudah, cukup tuangkan cairan pemutih ke dalam botol semprot dan campur dengan sedikit air, lalu semprotkan ke sudut-sudut rumah yang dilalui kecoak.

    Namun, penggunaan cairan pemutih terlalu sering dapat menyebabkan korosi pada material seperti plastik dan logam. Lalu, cairan pemutih juga dapat merusak pipa saluran air.

    9. Daun Salam

    Bahan alami selanjutnya yang dapat dipakai untuk membasmi kecoak adalah daun salam. Simak cara penggunaannya di bawah ini:

    • Tumbuk daun salam hingga halus
    • Lalu, taburkan daun salam di area rumah atau sarang kecoak
    • Atau, rebus daun salam hingga matang, lalu air rebusannya berfungsi sebagai semprotan untuk membasmi kecoak.

    10. Kayu Manis

    Mengutip Pest Control Weekly, kayu manis bisa digunakan untuk membasmi kecoak di rumah. Adapun sejumlah metode yang bisa dilakukan, yakni:

    • Menaruh batang kayu manis di tempat yang sering dilalui atau sarang kecoak
    • Menaruh batang kayu manis di luar rumah agar kecoak tidak masuk ke dalam
    • Membuat semprotan kayu manis.

    Untuk membuat semprotan kayu manis caranya cukup mudah, yakni sebagai berikut:

    • Tambahkan air ke dalam botol semprot sekitar 3/4 bagian
    • Lalu tuang 15-20 tetes minyak kayu manis ke dalam botol semprot
    • Kemudian kocok botol hingga air dan minyak kayu manis tercampur
    • Setelah itu, semprot larutan minyak kayu manis ke sarang atau tempat kecoak melintas di rumah.

    Itu dia 10 cara membasmi kecoak dengan menggunakan bahan-bahan alami. Semoga membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Kotoran yang Haram Dibersihkan Pakai Vacuum Cleaner, Bikin Cepat Rusak!


    Jakarta

    Saat ini banyak orang sudah beralih dari yang semula menggunakan sapu, sekarang lebih sering memakai vacuum cleaner atau alat penyedot debu. Sebab, alat ini dapat menarik debu di sekitarnya sehingga pada saat kamu lewat, debut tersebut sudah tidak menempel di lantai.

    Cara pemakaian vacuum cleaner ini benar-benar praktis dan cepat. Selain itu, kamu tidak perlu khawatir debu akan berterbangan saat angin lewat, tidak susah mengambil pengki atau tisu, dan tidak perlu banyak membungkuk.

    Meskipun terlihat praktis, tetapi kegunaan vacuum cleaner tidak untuk semua jenis kotoran. Sebagai mesin, alat ini tidak dapat memilah barang-barang apa yang bisa disedot. Maka dari itu, kamu perlu lebih hati-hati saat menggunakan alat ini. Jangan sampai ada kotoran yang seharusnya tidak tersedot dan merusak mesinnya.


    Dilansir dari The Spruce, berikut ini 8 kotoran yang tidak boleh dibersihkan pakai vacuum cleaner.

    1. Sesuatu yang Lengket

    Vacuum cleaner mudah untuk menyedot debu karena massa yang ringan. Namun, untuk sesuatu yang lengket pasti akan sulit disedot. Apabila nantinya bisa, khawatirnya benda tersebut menempel di bagian yang tidak benar dan menutupi bagian sikat, selang, dan bagian dalamu. Bukannya praktis, kamu akan kesulitan saat membersihkan vacuum cleaner.

    2. Benda-benda Kecil

    Lubang vacuum cleaner biasanya tidak begitu besar. Jika kamu ingin membuang benda yang kecil tapi cukup padat, sebaiknya buang menggunakan tangan agar tidak merusak mesin vacuum cleaner.

    “Kamu bisa merusak vacuum cleaner dengan menyedot benda kecil yang tebal seperti kuku, jepitan, paper clip, lego, manik-manik, kancing, koin, atau benda tajam lainnya,” kata host acara YouTube Ask a House Cleaner, Angela Brown, dikutip dari The Spruce.

    3. Cairan atau Substansi Cair

    Meskipun cairan ringan, ternyata zat ini tidak bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner lho. Cairan dapat merusak vacuum cleaner.

    “Menyedot jus, air, atau susu dapat merusak ‘motor’ pada vacuum cleaner dan bisa menyebabkan bahaya kelistrikan,” ujar Angela Brown.

    Cairan juga bisa masuk ke dalam saringan vacuum cleaner dan menyumbat debu dan kotoran jika saringan tidak kering. Cairan dari vacuum cleaner juga bisa menyebabkan munculnya jamur dan bau yang tidak sedap.

    Jika kamu butuh untuk membersihkan cairan, kamu perlu mencari vacuum cleaner yang memang mendukung untuk hal itu sehingga aman digunakan.

    4. Abu Panas atau Bara Api

    Selanjutnya, kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan vacuum cleaner adalah sesuatu yang panas yakni abu panas atau bara api. Biasanya bahan vacuum cleaner terbuat dari plastik sehingga tidak akan tahan terhadap sentuhan panas langsung. Selain itu, dapat menyebabkan kebakaran apabila api menyentuh bagian yang dialiri arus listrik.

    5. Makeup dan Riasan

    Seperti yang disebut sebelumnya, benda kecil saja tidak bisa dibersihkan dengan makeup. Ternyata bukan hanya itu, serbuk dari eyeshadow dan blush yang jatuh tidak boleh dibersihkan dengan vacuum cleaner karena dapat meninggalkan warna pada vacuum cleaner.

    Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan kain atau pembersih rumah tangga. Jika kotorannya banyak, bisa menggunakan sapu untuk mengumpulkan butiran makeup tersebut.

    6. Serbuk Halus

    Sebenarnya debu juga ada yang bertekstur seperti serbuk halus seperti tepung, baking soda, atau bedak bayi. Ternyata bahan-bahan ini justru dapat menyumbat saringan vacuum cleaner dan dapat mengurangi daya isapnya. Maka dari itu, untuk membersihkan serbuk halus sebaiknya pakai sapu atau pengki saja.

    7. Benda-benda yang Tajam

    Benda-benda yang tajam dan pecah beling tak dapat dibersihkan dengan disedot melalui vacuum cleaner. Kamu bisa membersihkannya dengan sapu dan pengki untuk mengumpulkan serpihannya.

    8. Bubuk Kopi

    Sama seperti debu halus dan makeup, membersihkan bubuk kopi pakai vacuum cleaner dapat menyumbat pipa bagian dalam, saringan, bahkan tabung vacuum cleaner. Sebaiknya membersihkan bubuk kopi pakai sapu dan pengki saja.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 6 Cara Hilangkan Bau Apak di Rumah Usai Ditinggal Liburan


    Jakarta

    Saat liburan, tentunya rumah ditinggalkan dalam keadaan tertutup rapat untuk mencegah adanya maling atau pencuri yang masuk. Rumah dalam keadaan tertutup yang cukup lama juga bisa menyebabkan bau apak.

    Bau apak bisa tercium pada ruangan dengan sirkulasi udara seadanya ditambah lagi dengan keadaan lembap. Hal itu menandakan rumah tersebut tidak bersih sehingga saat pintu kembali dibuka, bau apak langsung menguar.

    Meski demikian, kamu tak perlu khawatir karena ada beberapa cara untuk menghilangkan bau apak pada rumah yang ditinggal liburan dalam waktu lama. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Buka Jendela dan Pintu Rumah

    happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

    Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.

    2. Hidupkan Dehumidifier

    DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

    Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Alat yang satu ini juga berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

    3. Letakkan Baking Soda

    Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apak di rumah. Foto: iStock

    Baking Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

    Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

    4. Bubuk Kopi

    lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

    Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apak di rumah. Bau kopi umumnya disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

    Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

    5. Lavender

    Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavender yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

    Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

    6. Kayu Manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

    Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal liburan. Semoga bermanfaat ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Muncul Kecoak di Kamar Mandi? Begini Cara Basmi dan Cegahnya


    Jakarta

    Kecoak adalah serangga yang dibenci banyak orang karena terkenal kotor dan menggelikan. Serangga ini senang berada di tempat yang lembab, hangat, dan gelap, sehingga tak heran kalau sering muncul di kamar mandi.

    Jika menemukan kecoak di kamar mandi, langkah paling mudah membasminya tentu dengan cara menyemprotkan cairan pembunuh serangga. Tapi ada cara lain juga yang tak perlu memakai racun, lho.

    Lalu, bagaimana cara membasmi kecoak di kamar mandi? Simak penjelasan berikut ini ya.


    Cara Membasmi Kecoak di Kamar Mandi

    Inilah sejumlah cara ampuh untuk membasmi kecoak di kamar mandi seperti yang dilansir dari The Pest Informer.

    1. Baking Soda dan Cuka

    Cara yang pertama adalah dengan mencampur baking soda (soda kue) dengan cuka. Cukup tuang dua sendok makan baking soda ke dalam wadah, lalu tuang sedikit cuka dan aduk hingga merata. Kemudian taburkan di dalam kamar mandi.

    Selain dapat membunuh kecoak secara ampuh, campuran bahan tersebut juga dapat membersihkan saluran pembuangan air di kamar mandi yang kotor.

    2. Asam Borat

    Asam borat juga diklaim dapat membasmi kecoak di kamar mandi secara efektif. Cara pakainya juga mudah, yakni sebagai berikut:

    • Tuang bubuk asam borat ke dalam wadah terpisah
    • Lalu campurkan tepung dan gula bersama asam borat
    • Aduk hingga merata, kemudian letakkan adonan di tempat kecoak keluar.

    Gula dan tepung berfungsi untuk memancing kecoak keluar dari sarangnya, sedangkan asam borat berguna untuk membunuh kecoak.

    Disarankan untuk meletakkan adonan asam borat ketika kamar mandi tidak dipakai atau saat malam hari agar hasilnya lebih efektif.

    3. Daun Salam

    Ternyata daun salam juga bisa digunakan untuk membasmi kecoak, lho. Caranya juga mudah, pertama tumbuk daun salam terlebih dahulu sampai halus. Langkah kedua, taburkan daun salam di kamar mandi dan di dekat tempat kecoak keluar.

    Selain itu, kamu bisa merebus daun salam dan menyemprotkan air rebusan ke sudut-sudut kamar mandi agar kecoak tidak datang kembali.

    4. Ampas Kopi

    Ampas kopi diyakini mampu mengusir kecoak di kamar mandi secara efektif. Soalnya, kecoak tidak suka kandungan asam yang dihasilkan ampas kopi.

    Cara pakainya juga mudah, cukup taburkan bubuk ampas kopi di sudut-sudut kamar mandi. Selain itu, kamu juga bisa memakai bubuk kopi baru.

    Namun sebagai catatan, ampas kopi hanya berfungsi untuk mengusir kecoak, namun tidak bisa untuk membunuhnya.

    5. Minyak Peppermint

    Minyak peppermint biasa digunakan sebagai aroma terapi. Namun ternyata, minyak esensial ini juga dapat digunakan untuk membasmi kecoak.

    Cara penggunaannya juga mudah, yakni sebagai berikut:

    • Tuang minyak peppermint ke dalam botol semprotan secukupnya
    • Campurkan dengan air garam secukupnya
    • Kemudian semprot minyak peppermint ke sudut-sudut kamar mandi yang sering dilalui kecoak

    6. Bawang Putih

    Cara yang terakhir untuk membasmi kecoak di kamar mandi adalah dengan menggunakan bawang putih. Sebab, bawang putih mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai kecoak.

    Cara pakainya, cukup geprek beberapa siung bawang putih, lalu letakkan di sudut-sudut kamar mandi terutama di dekat saluran air. Akan tetapi, cara ini hanya efektif untuk mengusir kecoak, bukan untuk membunuhnya.

    Tips Mencegah Kecoak Datang Kembali

    Meski sudah membasminya, kecoak masih bisa muncul lagi di kamar mandi atau sudut rumah lainnya. Untuk itu, kamu perlu melakukan pencegahan agar kecoak tidak datang kembali.

    Dilansir situs Terminix, berikut sejumlah tips mencegah kecoak datang kembali ke rumah:

    • Segera buang sisa-sisa makanan atau kotoran dari dalam tong sampah yang ada di dapur, kamar mandi, atau dekat wastafel.
    • Tutup saluran air dengan penyumbat saat malam hari agar kecoak tidak bisa masuk ke rumah. Perlu diketahui, kecoak lebih aktif saat malam hari.
    • Bersihkan saluran pembuangan air di wastafel atau kitchen sink dari sisa-sisa makanan.
    • Selalu jaga kebersihan rumah terutama di meja makan dan dapur. Meninggalkan sisa makanan atau minuman di atas meja makan dapat mengundang kecoak.

    Itu dia delapan cara membunuh kecoak di kamar mandi secara ampuh. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bahan Dapur Beraroma Menyengat yang Ampuh Cegah Tikus Masuk Rumah


    Jakarta

    Keberadaan tikus di rumah cukup mengganggu. Hewan pengerat ini aktif tak kenal waktu baik siang dan malam. Mereka juga pintar bersembunyi, bisa di atap, sudut rumah, di bawah sofa, atau tempat-tempat yang jarang didatangi penghuni rumah.

    Biasanya mereka keluar untuk mencari makan. Mereka memiliki penciuman yang tajam sehingga mudah untuk menemukan keberadaan makanan tersebut.

    Cara mengusir tikus dari rumah, tidak harus menggunakan perangkap lengket atau racun kimia. Kamu bisa mencegah tikus masuk ke rumah dengan memasang perangkap yang dapat mengecoh penciuman mereka.


    Terdapat beberapa bahan yang memiliki aroma yang kuat dan tidak disukai oleh tikus. Bahan-bahan ini pun mudah ditemukan di rumah. Dilansir detikFood, berikut beberapa bahan-bahan dapur di rumah yang ampuh untuk mengusir tikus di rumah.

    Bahan untuk Mengusir Tikus

    1. Bawang Putih

    Bawang putih adalah salah satu bahan penting dalam masakan karena dapat menambah rasa gurih dan memberi aroma pada makanan. Ternyata bau bawang putih ini cukup mengganggu bagi tikus. Mereka tidak akan dekat-dekat ke tempat yang terdapat bawang putih.

    Cara memasang perangkap dengan bawang putih cukup mudah. Siapkan bawang putih dan kain kasa untuk membungkus bawang putih. Iris bawang putih lalu bungkus menggunakan kain kasa. Letakkan bungkusan ini di area yang sering dijangkau tikus. Diamkan bungkusan bawang putih ini selama beberapa hari dan tikus tak akan berani datang lagi.

    2. Teh Celup Bekas

    Nggak perlu pakai bahan baru, kamu bisa manfaatkan teh celup sekali pakai untuk menjebak tikus. Sebab, teh mengandung senyawa tanin yang menimbulkan aroma yang tidak disukai tikus.

    Caranya dengan meletakkan teh celup bekas yang masih lembab di sudut ruangan, kamu bisa menggunakan beberapa kantung teh sekaligus.

    3. Merica Bubuk

    Seperti yang kita tahu merica saat terkena mata bisa terasa perih. Namun, untuk tikus, mereka tidak menyukai aromanya. Selain merica bubuk, bubuk lada hitam juga tidak mereka sukai.

    Cara membuat perangkap dengan merica bubuk adalah dengan menaburi merica bubuk di sudut rumah yang sering dilalui tikus. Pastikan merica bubuk yang ditaburi tidak sampai bercecer dan membuat rumah kotor.

    4. Bubuk Kopi

    Selain teh, kopi juga efektif untuk mengusir tikus. Kopi yang paling ampuh adalah kopi hitam, bukan kopi dengan campuran gula atau krimer karena justru akan mengundang semut.

    Cara penggunaannya juga mudah, taburkan kopi di sudut rumah yang sering dilalui tikus. Lakukan cara ini berulang sampai tikus benar-benar pergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kutu Putih agar Tidak Merusak Tanaman


    Jakarta

    Kutu putih adalah hama yang tidak sulit ditemukan pada tanaman. Tanaman yang terinfeksi serangga ini bisa menjadi rusak, pertumbuhannya terhambat, bahkan mati.

    Kutu putih menyebabkan kerusakan tanaman dengan menghisap sari inangnya. Akibatnya, muncul residu putih pada bagian tanaman tertentu.

    Serangan serangga ini harus dihentikan agar tanaman tidak semakin rusak. Berikut cara mengusir kutu putih pada tanaman.


    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Dilansir laman The Spruce dan Martha Stewart, berikut sederet cara mengusir kutu putih di tanaman dan mencegahnya kembali:

    1. Siram Kutu Putih

    Jika menghadapi serangan ringan kutu putih, detikers dapat menyiram tanaman dengan air untuk menyingkirkannya. Bagian tanaman yang terserang dapat diletakkan di bawah pancuran air keran. Pastikan menyiram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    Cara ini hanya dapat membasmi kutu putih secara sementara. Lakukan cara ini setiap kali kutu putih kembali.

    2. Semprotkan Cairan DIY

    Cairan dengan bahan bawang bombay, bawang putih, dan bubuk cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk mengusir kutu putih. Bahan-bahan ini dihaluskan dengan blender hingga konsistensinya menjadi pasta dan tambahkan air sekitar 1 liter. Selanjutnya campuran didiamkan selama 1 jam.

    Setelah itu, larutan disaring dengan kain tipis dan ditambahkan sabun cuci piring cair kemudian diaduk rata. Cairan ini dapat dimasukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih.

    Ulangi proses penyemprotan setelah beberapa hari sesuai kebutuhan. Larutan DIY (do-it-yourself) atau buatan sendiri ini dapat disimpan dalam kulkas dan bertahan hingga 1 minggu.

    3. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Minyak nimba termasuk insektisida organik yang efektif membasmi kutu putih. Untuk memanfaatkannya, campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Larutan minyak nimba ini dapat disemprotkan ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Serangga itu tidak terlalu aktif pada waktu tersebut.

    Zat alami dalam minyak nimba bisa memengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih. Ulangi menyemprotkan cairan minyak nimba setelah 1-2 minggu jika serangan kutu putih masih berlanjut.

    4. Sebarkan Serangga Predator

    Sejumlah serangga dapat membunuh kutu putih secara alami, antara lain tawon parasitoid (Leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Apabila tanaman yang terletak di halaman atau rumah kaca terserang kutu putih, menyebarkan serangga-serangga tersebut termasuk alternatif cara membasminya.

    Cara ini termasuk alami, tapi membutuhkan waktu cukup lama. Cara ini juga tidak direkomendasikan untuk serangan kutu putih yang parah.

    5. Pangkas Sebagian Tanaman

    Jika terinfeksi kutu putih cukup berat, bagian tanaman yang terserang dapat dipangkas. Setelah itu, buang potongannya tersebut segera karena kutu putih dapat mengenai bagian tanaman lain. Cara ini termasuk cara bagus untuk membasmi kasus serangan kutu putih tanaman yang parah.

    Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

    Serangan kutu putih pada tanaman dapat terjadi karena serangga tersebut tertarik dengan:

    • Tanaman yang kaya akan sari buah seperti pohon jeruk dan mangga. Tanaman ini dapat menjadi bahan makanan kutu putih.
    • Tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhannya lunak.

    Menyiram dan memberi pupuk terlalu banyak dapat memunculkan kutu putih pada tanaman. Infeksi kutu putih dapat menyebar ke tanaman lain. Karenanya, jauhkan tanaman yang terserang dari tanaman lain.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Barang Rumah Tangga yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Baking Soda


    Jakarta

    Baking soda dikenal sebagai pembersih serbaguna yang sering digunakan untuk peralatan rumah tangga. Namun, meski memiliki banyak manfaat, tidak semua barang bisa dibersihkan dengan baking soda.

    Beberapa permukaan barang tertentu malah bisa tergores bahkan rusak jika terkena bubuk ini. Sehingga, mengetahui barang apa saja yang tidak bisa dibersihkan dengan baking soda begitu penting.

    8 Barang Rumah Tangga yang Tidak Boleh Dibersihkan dengan Baking Soda

    Beberapa barang yang tidak boleh dibersihkan dengan baking soda di antaranya yaitu kaca dan cermin, perabotan kayu, hingga kompor kaca-keramik. Mengutip laman Southern Living, House Digest, Real Simple dan Martha Stewart berdasarkan saran dari beberapa ahli, berikut di antaranya:


    1. Kaca dan Cermin

    Kaca dan cermin seringkali susah dibersihkan. Meski baking soda bisa menjadi pembersih yang baik, jangan gunakan bahan tersebut untuk membersihkan kaca dan cermin.

    Baking soda bersifat abrasif dan bisa meninggalkan goresan halus pada permukaan kaca dan cermin. Jika menumpuk seiring waktu, goresan halus tersebut bisa menyebabkan tampilan yang kusam.
    Jika ingin membersihkan kaca gunakan pembersih kaca atau larutan cuka dan air dan microfiber.

    2. Perabotan Kayu

    Sendok kayu sering digunakan untuk mengaduk sup atau semur. Hal tersebut bisa membuat banyak makanan menempel dan susah dibersihkan.

    Jangan gunakan baking soda karena bisa merusak permukaannya. Baking soda mengikis lapisan pelindung pada permukaan kayu, membuat kayu rentan lembab, noda, perubahan warna, lengkungan, hingga tampilan yang kusam seiring waktu.

    3. Panci dan Wajan Alumunium

    Baking soda juga tidak cocok digunakan untuk menghilangkan minyak pada panci dan wajan alumunium. Cara ini bisa menyebabkan oksidasi yang membuat peralatan masak berubah warna.

    4. Bahan Kulit

    Bahan kulit seperti yang terdapat di sofa, ikat pinggang, sepatu dan jaket tidak cocok jika dibersihkan dengan baking soda. Kulit mempunyai minyak alami yang menjaga bahannya tetap fleksibel. Jika minyak terkelupas, kulit bisa retak dan kehilangan keelastisannya.

    5. Barang dengan Permukaan yang Dicat

    Permukaan yang dicat, seperti dinding atau kursi tidak boleh dibersihkan dengan baking soda. Terdapat risiko natrium bikarbonat bisa menyebabkan cat terkelupas, tergores, atau memengaruhi permukaan yang halus.

    Jika ingin membersihkan barang yang dicat, gunakan pembersih yang memang dirancang untuk cat. Hal itu untuk menjaga cat dan mencegah kerusakan.

    6. Barang dengan Permukaan Marmer

    Kamu punya meja dapur atau lantai kamar mandi dari marmer? Jangan gunakan baking soda untuk membersihkannya. Bubuk baking soda bisa menyebabkan batu kehilangan kilaunya atau membuat goresan secara permanen.

    7. Perak Antik

    Baking soda bisa menggores atau merusak permukaan perak antik yang halus seperti peralatan makanan. Menurut Presiden Molly Maid, waralaba pembersih di AS, Marla Mock, baking soda bisa menghilangkan lapisan pelindung perak dan menyebabkan goresan mikroskopis pada perak.

    8. Kompor Kaca-Keramik

    Meski soda kue bisa digunakan pada beberapa kompor, jangan diaplikasikan pada kompor kaca-keramik. Baking soda bisa meninggalkan residu dan menggores permukaan. Pembuat kompor keramik EuroKera, merekomendasikan untuk menggunakan campuran cairan pencuci piring dan air dalam botol semprot dan spon lembut atau kain lembap untuk membersihkan sisa makanan yang tertinggal.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Efektif Basmi Ulat Bulu di Rumah Tanpa Merusak Tanaman



    Jakarta

    Ulat bulu bisa menjadi hama yang mengganggu di rumah. Hewan ini memang tidak tergolong berbahaya, namun ulat bulu bisa menyebabkan rasa gatal yang luar biasa.

    Rasa gatal ini yang membuat orang-orang merasa terganggu jika ada ulat bulu di rumah. Alasan lainnya yaitu ulat sangat mengganggu tanaman, terutama bagi yang memiliki tanaman hias di rumahnya. Mereka bisa menghabiskan banyak dedaunan tanaman tersebut hanya dalam hitungan hari atau bahkan dalam hitungan jam saja.

    Alasan Ulat Bulu Masuk Rumah

    Mengutip dari pestpointers.com, ini beberapa penyebab ulat bulu masuk ke dalam rumah.


    1. Tanaman di Sekitar Rumahmu

    Ulat bulu sebenarnya tidak sering bergerak, mereka hanya datang ke tempat yang hangat dan memiliki banyak sumber makanan. Jika kamu memiliki pohon atau tanaman hias di rumahmu, tempat itu biasanya akan dijadikan tempat bertelur oleh kupu-kupu.

    2. Banyak Ngengat di Rumah

    Biasanya yang bertelur di dalam rumah adalah ngengat, karena terkadang ulat bulu dari ngengat tidak membutuhkan makan sama sekali. Oleh karena itu, ulat bulu yang biasa kamu jumpai di dalam rumah adalah ulat bulu dari ngengat.

    Namun, sebelum menggunakan tips membasmi ulat di dalam rumah secara permanen seperti ini, sebaiknya kamu mengurangi kupu-kupu dan ngengat dari rumahmu saja. Sebab, walaupun ulat bulu sangat merugikan, tetapi kupu-kupu dan ngengat sangat baik untuk membantu penyerbukan tanaman di rumahmu.

    Tips Mencegah Ulat Bulu Masuk Rumah

    1. Keluarkan dan Cegah Ngengat Agar Tidak Masuk Rumah

    Kamu bisa mencegah ulat bulu masuk ke dalam rumah dengan mencegah ngengat untuk bersarang di dalam rumahmu. Hal ini cukup dilakukan dengan membersihkan rumahmu dengan rutin.

    Ngengat hanya tertarik pada rumah yang berantakan dan memiliki sumber makanan seperti di dapur. Biasanya ulat bulu ngengat tertarik dengan buah-buahan, biji-bijian, sereal, dan remah-remah sisa makanan.

    2. Pindahkan Ulat Bulu yang Masuk

    Kamu bisa mengeluarkan ulat bulu yang masuk secara manual. Selain rasa gatal yang mengganggu dari ulat bulu, mereka memiliki peran yang baik untuk tanaman ketika sudah menjadi kupu-kupu atau ngengat.

    Daripada kamu membasminya, akan lebih baik bila kamu memindahkannya ke tempat yang jauh dari permukiman.

    3. Gunakan Air Sabun

    Kamu bisa membuat insektisida sendiri menggunakan sabun ramah lingkungan dan air secukupnya. Kamu cukup menyemprotkannya kepada ulat bulu yang masuk atau pada tanaman di sekitar rumahmu secara rutin hingga mereka hilang.

    4. Gunakan Semprotan Cabai Buatan

    Bila kamu merasa air sabun kurang efektif, kamu bisa membuat semprotan cabai. Selain bahannya yang alami, semprotan cabai terbukti lebih ampuh untuk membasmi ulat bulu.

    Selain itu, ada juga penelitian yang membuktikan bahwa tanaman yang disemprot dengan air yang dicampur dengan bubuk cabai bisa menghasilkan tanaman yang lebih baik.

    5. Gunakan Insektisida

    Bila kamu menginginkan hasil yang lebih ampuh lagi untuk membasmi ulat bulu, kamu bisa menggunakan insektisida Piretrum, Bacillus Thuringiensis Var. Kurstaki, atau insektisida komersial lainnya.

    Namun, kamu perlu berhati-hati ketika menggunakan insektisida komersial, karena akan berbahaya jika kamu menggunakannya pada tanaman yang dikonsumsi.

    6. Pasang Penghalang

    Kamu bisa memasang penghalang pada celah yang memungkinkan untuk ngengat atau kupu-kupu untuk masuk ke dalam rumah, sehingga rumahmu bebas dari serangga dan ulat bulu.

    Itulah beberapa tips untuk mencegah ulat bulu masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum, Semut Auto Kabur Jika Mencium 4 Aroma Ini!


    Jakarta

    Semut memiliki penciuman cukup tajam. Kamu pasti menyadari mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah atau di dekat makanan. Hal ini dikarenakan mereka mencium bau sumber makanan.

    Hasil penelitian dari Universitas Vanderbilt AS mengungkapkan bahwa semut memiliki indera penerima bau empat hingga lima kali lebih luas daripada kebanyakan serangga lainnya. Indera penciuman yang kuat ini berfungsi untuk mempermudah semut mencari makanan dan berkomunikasi dengan semut lainnya.

    Jika merasa risih dengan kehadiran semut, kamu bisa mengusirnya dengan memasang perangkap beraroma yang mereka benci. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa aroma yang tidak disukai semut.


    1. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Dilansir dari The Spruce, beberapa jenis kopi memiliki aroma yang tidak disukai oleh semut, salah satunya kopi arabika. Tetapi ada juga penelitian yang justru membuktikan sebaliknya, bubuk kopi malah menarik perhatian semut.

    2. Lemon

    kulit lemonkulit lemon Foto: Getty Images/iStockphoto/Diana Taliun

    Dilansir Planet Natural, kulit dari lemon mengandung d-limonene yang beracun bagi semut. Cara memasang jebakannya cukup dengan meletakkan kulit jeruk atau lemon di tempat semut suka berkumpul.

    3. Lada Hitam

    manfaat lada hitam untuk kesehatanmanfaat lada hitam untuk kesehatan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lada hitam merupakan salah satu bumbu dapur yang dapat memberikan rasa dan aroma yang khas pada makanan. Ternyata aroma dari lada hitam yang terkenal pedas dan cukup menyengat ini tidak disukai semut.

    Untuk memastikan semut tak muncul lagi di rumah, kamu bisa menaburkan lada hitam di sepanjang meja makan atau tempat-tempat yang biasa dikerumuni semut atau di dekat sarang-sarang semut. Tunggu beberapa waktu, kamu akan melihat jumlah semut yang berkeliaran di rumah akan berkurang.

    4. Cuka

    cukacuka Foto: Istimewa

    Cuka terkenal memiliki aroma yang tajam dan kuat. Aroma seperti ini tidak disukai oleh semut karena membingungkan mereka menuju makanan berada. Cara memasang perangkapnya cukup mudah yakni dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Lalu letakkan di tempat yang sering didatangi oleh semut atau di sekitar makanan.

    Itulah beberapa aroma yang bisa membuat semut pergi dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com