Tag: buku

  • 5 Cara Unik Menyimpan Koleksi Buku Supaya Rumah Rapi dan Estetik


    Jakarta

    Para pecinta buku tentu mempunyai ‘segudang’ koleksi buku yang tersimpan di rumah. Biasanya buku-buku tersebut dipajang di rak buku khusus ataupun rak ambalan dinding.

    Namun, sebenarnya ada banyak cara unik untuk menyimpan buku di rumah. Selain agar tersimpan dengan rapi, ternyata menyimpan buku dengan cara unik dapat menambah nilai estetika pada interior rumah.

    Melansir dari laman The Spruce, berikut ini cara unik menyimpan koleksi buku supaya rumah terlihat rapi dan estetik.


    Menggantung Buku

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @keyaiira / Instagram

    Menyimpan buku bisa lebih stylish dengan menggantungkannya pada tembok menggunakan tali pengikat dari berbagai bahan, seperti dengan kulit yang memberi kesan mewah. Kamu juga bisa berkreasi dengan tata letak gantungan buku ataupun lokasi penyimpanannya. Dengan cara ini, kamu bisa mempunyai galeri dinding estetik yang terbuat dari buku di rumah.

    Rak Geometris

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @thisaccountisfiction / Instagram

    Rak buku dengan bentuk dan ukuran kompartemen yang berbeda-beda bisa membuat pajangan koleksi buku tampak lebih menarik. Apalagi kalau kamu menyusun buku dengan cara yang berbeda pada tiap kompartemen.

    Misalnya menyusun buku dengan menunjukkan sampul buku, punggung buku secara vertikal ataupun horizontal. Susunan seperti ini menyajikan tampilan yang kontras sekaligus menambah opsi susunan buku pada rak.

    Keranjang Tertutup

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @courtneylawrencestudio / Instagram

    Keranjang tertutup bisa menjadi opsi penyimpanan buku yang cocok bagi penyuka gaya minimalis. Sebab, buku tidak terlihat, sehingga secara visual tampak teratur dan seragam. Pilihlah keranjang dengan bentuk, material, dan warna yang selaras dengan interior ruangan supaya lebih estetik.

    Meja dengan Ruang Penyimpanan

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @little_vintage_house / Instagram

    Beberapa model meja mempunyai ruang penyimpanan di bagian bawah yang bisa difungsikan untuk menyimpan buku. Kamu bisa memilih meja yang tidak terlalu besar serta dilengkapi bagian terbuka di bawah dengan ketinggian yang pas untuk buku. Tempat penyimpanan seperti ini sangat cocok untuk diletakan di ruang tamu atau keluarga.

    Rak Keranjang

    Cara Unik Menyimpan BukuCara Unik Menyimpan Buku Foto: @ayoungwritersworld / Instagram

    Jika menginginkan tempat penyimpanan yang lebih seru lagi, kamu bisa mengkreasikan tempat penyimpanan sendiri dengan menggantung keranjang kawat pada sebuah tangga kayu dekoratif. Kamu bisa menyimpan beberapa buku di setiap kompartemen sesuai genre atau warna. Cara ini sangat cocok untuk interior rumah dengan konsep farmhouse atau boho.

    Itulah beberapa cara unik menyimpan koleksi buku supaya rumah terlihat rapi dan estetik. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Simpan Buku yang Tepat, biar Nggak Kuning dan Kusam


    Jakarta

    Bagi pecinta buku, tidak ada yang lebih menyedihkan selain melihat koleksi perlahan berubah warna menjadi kuning dan kusam. Padahal, buku sudah disusun rapi di rak dan jarang disentuh.

    Perubahan warna ini bukan hanya terjadi karena usia, tetapi juga dipengaruhi cara penyimpanan dan kondisi ruangan. Lalu, bagaimana cara yang tepat agar koleksi tetap bersih, putih, dan awet bertahun-tahun? Yuk simak penjelasannya.

    Penyebab Buku Menguning

    Halaman buku yang menguning sering terjadi akibat proses oksidasi pada kertas. Dilansir dari halaman Popular Science, Minggu (02/11/2025), perubahan warna ini semakin cepat terjadi jika buku disimpan pada ruangan dengan suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Lingkungan yang terlalu lembap atau terlalu panas dapat mempercepat proses kimia pada serat kertas sehingga warnanya berubah menjadi kekuningan dan kusam.


    Selain itu, sinar ultraviolet juga bisa menjadi penyebab utama. Dikutip dari GOHD Books, sinar matahari yang mengenai permukaan buku secara langsung, terutama bagian tepinya, dapat memicu penggelapan warna dan memperburuk kondisi kertas seiring waktu.

    Cara Simpan Buku yang Tepat

    Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyimpan buku agar tetap awet.

    • Pilih Ruangan dengan Suhu dan Kelembaban Stabil

    Agar buku bertahan lebih lama, kondisi ruangan perlu diperhatikan. Temperatur ideal untuk menyimpan buku berada di kisaran 18-22°C. Perubahan suhu yang ekstrem tidak disarankan karena bisa mempercepat kerusakan struktur kertas dan lem pada punggung buku.

    Di daerah tropis seperti Indonesia, penting untuk menjaga sirkulasi udara agar tidak lembap. Untuk koleksi yang disimpan jangka panjang, penggunaan dehumidifier atau silica gel dapat membantu menjaga suhu tetap stabil.

    • Lindungi dari Paparan Cahaya

    Cahaya terang bukan hanya bisa memudarkan warna sampul buku, tetapi juga merusak kertas secara perlahan. GOHD Books mengungkapkan pentingnya menempatkan rak buku jauh dari jendela atau sinar matahari langsung. Jika rak berada di area terang, gunakan tirai atau lapisan anti-UV pada kaca untuk mengurangi paparan.

    Khusus untuk koleksi tertentu atau buku antik, menyimpannya dalam rak berkaca akan memberikan perlindungan tambahan.

    • Cara Menata Buku yang Benar

    Cara menempatkan buku di rak turut mempengaruhi ketahanannya. Buku sebaiknya disusun berdiri tegak, tidak terlalu rapat, untuk memberi sirkulasi udara yang cukup. Buku besar atau berat bisa disimpan dalam posisi mendatar agar punggungnya tidak mudah rusak.

    Dikutip dari The New York Public Library (NYPL), saat mengambil buku dari rak, jangan menarik dari bagian atas punggungnya. Sebaliknya, geser sedikit buku di sampingnya untuk memberi ruang sebelum menarik buku yang diinginkan. Teknik sederhana ini membantu menjaga struktur punggung tetap kuat.

    • Perawatan Rutin agar Buku Tetap Bersih

    Debu menjadi musuh utama yang sering tak terlihat. Membersihkan buku secara berkala menggunakan kain lembut untuk menghindari penumpukan debu yang dapat menarik kelembapan dan memicu jamur. Membersihkan permukaan buku, rak, dan area sekitar secara rutin membantu mempertahankan kondisi halaman tetap bersih dan bebas bercak coklat.

    Menjaga buku agar tidak cepat kusam dan menguning bukan hanya soal estetika tetapi juga ketahanannya. Memperhatikan kondisi ruangan, cahaya, tata letak, dan perawatan rutin, buku dapat bertahan lama.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Hasan al-Banna dan Pencuri yang Hendak Mengambil Buku



    Jakarta

    Hasan al-Banna dikenal sebagai seorang ulama, guru dan imam asal Mesir. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa rumah Hasan al-Banna pernah didatangi pencuri yang pada akhirnya justru tak mengambil harta apapun.

    Hasan al-Banna memiliki nama lengkap Hassan Ahmad Abdul Rahman Muhammad al-Banna. Ia termasuk tokoh yang sangat terkenal di Mesir.

    Diceritakan dalam buku Kisah dan ‘Ibrah oleh Syofyan Hadi, bahwa Hasan al-Banna terkenal dengan ilmunya sangat luas serta kesalehannya kepada Allah SWT.


    Saking cintanya dengan ilmu, Hasan al-Banna memiliki sebuah perpustakaan khusus yang mengoleksi ribuan jumlah buku di rumahnya.

    Pada suatu malam, datanglah beberapa orang pencuri ke rumah Hasan al-Banna. Hasan al-Banna beserta keluarga disandera di dalam rumah oleh kawanan pencuri tersebut. Dengan demikian, secara leluasa para pencuri dapat menguras isi rumah Hasan al-Banna.

    Setelah puas menguras harta dan isi rumahnya, para pencuri mulai melirik buku-buku yang ada di lemari perpustakaan Hasan al-Banna. Para pencuri pun bergerak membuka lemari dan bermaksud mengambil buku-buku milik Hasan al-Banna.

    Tak rela koleksi bukunya diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Hasan al-Banna kemudian berkata, “Kalian boleh
    mengambil seluruh isi rumah ini semuanya, kecuali aku bermohon kepada kalian agar jangan mengambil satupun dari buku-buku ini. Sebab, buku-buku ini sangat berharga bagiku melebihi semua hartaku yang lain. Pada buku-buku ini tersimpan ilmu yang aku miliki”.

    Mendengar perkataan Hasan al-Banna, pencuri ini justru mengeluarkan kalimat yang sama sekali tak terduga.

    “Saya heran, baru kali ini saya melihat seorang ulama besar yang merasa takut buku-bukunya diambil. Saya tahu kenapa engkau takut buku-buku ini diambil, karena engkau belumlah meletakan ilmu yang ada pada buku-buku di dalam hati dan dadamu. Ilmu-ilmu itu masih tersimpan di dalam kertas-kertas ini. Ketahuilah, Hai Hasan al-Banna! Bahwa ilmu itu ada di dalam dada, bukan pada kertas-kertas ini. Jika semua yang ada di kertas ini sudah engkau pindahkan ke dalam dadamu, tentulah ini semua tidak ada artinya bagimu dan tentu engkau tidak akan takut jika kertas-kertas ini dicuri oleh orang lain,” ujar seorang pencuri.

    Usai mengucapkan kalimat tersebut, para pencuri ini pergi meninggalkan rumah Hasan al-Banna tanpa membawa harta dan barang apapun.

    Mendengarkan ucapan pencuri itu, Hasan al-Banna terdiam serta meminta ampun kepada Allah SWT atas kelalaiannya terhadap ilmu. Dia menyesali dirinya yang tidak memindahkan ilmu yang ada di buku itu ke dalam dadanya.

    Dari kisah di atas dapat diambil pelajaran, jika seseorang mencintai ilmu, maka tidaklah ada yang lebih berharga dalam pandangannya selain buku-buku yang menjadi sumber ilmu. Dia akan rela menghabiskan uangnya, mengurangi belanjanya jika sudah mencintai buku dan ilmu. Bahkan, ia akan menjadi budak buku dan ilmu.

    Ilmu tidak akan ada habisnya, dan seorang muslim dianjurkan menuntut ilmu. Banyak hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu dalam kehidupan.

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim).

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bahkan mengatakan bahwa menuntut ilmu sama halnya seperti sedang berjihad,

    مَنْخَرَجَفِىطَلَبُالْعِلْمِفَهُوَفِىسَبِيْلِاللهِحَتَّىيَرْجِعَ

    Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi).

    Dengan ilmu juga, seseorang bisa mendapat keutamaan di dunia sekaligus akhirat, sebagaimana hadits Rasulullah SAW,

    مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

    Artinya: “Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com