Tag: bumbu

  • Sudah Tahu Belum, Semut Auto Kabur Jika Mencium 4 Aroma Ini!


    Jakarta

    Semut memiliki penciuman cukup tajam. Kamu pasti menyadari mereka bisa tiba-tiba muncul di rumah atau di dekat makanan. Hal ini dikarenakan mereka mencium bau sumber makanan.

    Hasil penelitian dari Universitas Vanderbilt AS mengungkapkan bahwa semut memiliki indera penerima bau empat hingga lima kali lebih luas daripada kebanyakan serangga lainnya. Indera penciuman yang kuat ini berfungsi untuk mempermudah semut mencari makanan dan berkomunikasi dengan semut lainnya.

    Jika merasa risih dengan kehadiran semut, kamu bisa mengusirnya dengan memasang perangkap beraroma yang mereka benci. Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa aroma yang tidak disukai semut.


    1. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Dilansir dari The Spruce, beberapa jenis kopi memiliki aroma yang tidak disukai oleh semut, salah satunya kopi arabika. Tetapi ada juga penelitian yang justru membuktikan sebaliknya, bubuk kopi malah menarik perhatian semut.

    2. Lemon

    kulit lemonkulit lemon Foto: Getty Images/iStockphoto/Diana Taliun

    Dilansir Planet Natural, kulit dari lemon mengandung d-limonene yang beracun bagi semut. Cara memasang jebakannya cukup dengan meletakkan kulit jeruk atau lemon di tempat semut suka berkumpul.

    3. Lada Hitam

    manfaat lada hitam untuk kesehatanmanfaat lada hitam untuk kesehatan Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lada hitam merupakan salah satu bumbu dapur yang dapat memberikan rasa dan aroma yang khas pada makanan. Ternyata aroma dari lada hitam yang terkenal pedas dan cukup menyengat ini tidak disukai semut.

    Untuk memastikan semut tak muncul lagi di rumah, kamu bisa menaburkan lada hitam di sepanjang meja makan atau tempat-tempat yang biasa dikerumuni semut atau di dekat sarang-sarang semut. Tunggu beberapa waktu, kamu akan melihat jumlah semut yang berkeliaran di rumah akan berkurang.

    4. Cuka

    cukacuka Foto: Istimewa

    Cuka terkenal memiliki aroma yang tajam dan kuat. Aroma seperti ini tidak disukai oleh semut karena membingungkan mereka menuju makanan berada. Cara memasang perangkapnya cukup mudah yakni dengan mencampurkan cuka dan air dengan perbandingan yang sama. Lalu letakkan di tempat yang sering didatangi oleh semut atau di sekitar makanan.

    Itulah beberapa aroma yang bisa membuat semut pergi dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Pengharum Mahal, 6 Bahan Alami Ini Bisa Usir Bau Kamar Mandi!


    Jakarta

    Bau tak sedap terkadang sering terjadi di kamar mandi. Jika kondisi ini terjadi tentu membuat penghuni rumah maupun tamu yang berkunjung tidak nyaman.

    Meski kamar mandi sudah dibersihkan, kadang-kadang bau tak sedap masih muncul juga. Nah, buat kamu yang punya masalah bau tak sedap di kamar mandi, bisa coba lawan dengan bahan alami berikut.

    Mengutip dari Germany Brilliant, Homebliss, dan Livspace, berikut bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk menghilangkan bau tak sedap di kamar mandi.


    1. Soda Kue

    Untuk menghilangkan bau tak sedap di dalam kamar mandi, kamu dapat meletakkan semangkuk kecil soda kue atau baking soda di dalam kamar mandi. Soda kue memiliki kemampuan untuk menyerap bau tak sedap yang berada di dalam kamar mandi. Namun, jangan lupa menggantinya setiap bulan untuk memastikan kesegarannya. kamu bahkan bisa mengubahnya menjadi solusi alami.

    2. Cuka

    Cuka juga ampuh untuk menghilangkan bau kamar mandi. Kamu bisa campurkan sendok makan cuka putih, dengan campuran garam. Lalu, gosokkan campuran tadi pada area yang bau. Siram setelahnya menggunakan air untuk membersihkan sisa-sisa pembersihan.

    Sementara itu, cuka putih juga dapat menghilangkan bau sekaligus membersihkan endapan toilet atau saluran air. Taruh cuka putih dalam mangkuk di kamar mandi dan gantilah setiap dua minggu sekali.

    Atau kalian juga bisa menggosok permukaan yang kotor dengan cuka. Caranya adalah dengan mencampurkan cuka dengan garam dengan perbandingan 4:1.

    3. Lemon

    Trik lain untuk menjaga kamar mandi tetap segar adalah meletakkan irisan lemon di wastafel atau dekat toilet. Lemon bagus untuk menetralkan bau, bahkan akan membuat kamar mandi terasa segar dan nyaman. Ingatlah untuk mengganti irisan lemon seminggu sekali.

    4. Minyak Esensial

    Minyak esensial seperti lavender dan serai sangat bagus untuk menutupi bau kamar mandi yang paling kuat sekali pun. Jika kamu tidak memiliki diffuser untuk meletakkannya, cukup oleskan beberapa tetes di bola kapas dan letakkan di wadah sehingga aromanya dapat menyebar. Kamu harus mengganti bola kapas beraroma setiap minggu.

    5. Kayu Manis

    Siapa sangka? Jika bumbu dapur satu ini mampu mengusir bau tak sedap di kamar mandi. Dengan aroma yang kuat, kamu bisa taruh beberapa batang kayu manis di dalam wadah kemudian taruh di pojok kamar mandi.

    6. Bubuk Kopi

    Bubuk kopi memiliki bau yang khas dan bisa dengan efektif menghilangkan bau WC yang menguap. Caranya adalah dengan menaburkan bubuk kopi di lantai kamar mandi, diamkan sekitar 30 menit, kemudian bersihkan.

    Namun cara tersebut mungkin bisa menghambat saluran air. Atau cara lain yang lebih aman adalah dengan meletakkan bubuk kopi di mangkuk dan biarkan dia bekerja.

    Demikian 6 bahan alami yang ampuh lawan bau kamar mandi. Perlu dicatat, selain menggunakan bahan alami tersebut, kamu juga perlu memiliki sirkulasi udara yang baik di kamar mandi agar tidak bau. Sebagai contoh, kamu bisa membuka jendela kamar mandi atau menggunakan exhaust fan. Sebab, jika tidak memiliki sirkulasi udara yang baik maka bau tak sedap akan tetap terperangkap di dalam kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Menghalangi Ular Masuk Rumah


    Jakarta

    Kemunculan ular di pekarangan dapat membuat penghuni rumah khawatir. Meski tidak semua ular berbisa, hewan melata itu sudah terkenal berbahaya dan ditakuti, apalagi jika sampai tergigit.

    Agar halaman rumah terhindar dari ular, sejumlah pencegahan dapat dilakukan. Salah satunya dengan menanam tanaman pengusir ular. Apa saja?

    Tanaman Penghalang Ular

    Ular tidak menyukai aroma menyengat. Sejumlah tanaman yang mengeluarkan aroma tajam dapat ditanam di halaman rumah. Mengutip Homes & Gardens, berikut sederet tanaman yang bisa menghalangi ular masuk ke pekarangan rumah menurut ahli pengendali hama:


    1. Marigold

    Berkat aromanya yang kuat, marigold tidaknya dapat mengusir serangga tetapi juga ular. Tanaman berbunga cerah ini memiliki akar yang tumbuh dalam dan agresif.

    Akarnya yang kokoh dapat mengeluarkan bau tajam yang mampu mengusir ular dan tikus Akar marigold yang tumbuh agresif juga bisa menjangkau persembunyian ular sehingga baunya akan mencapai jauh ke dalam tanah.

    2. Lavender

    Lavender.Ilustrasi lavender Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Lavender punya aroma menyengat yang tidak disukai ular dan mampu mengganggu indera penciumannya. Hewan melata itu akan menghindari tanaman berbunga ungu ini dan menjauh. Lavender dapat ditanam di area pekarangan sebanyak 5-10 tanaman.

    3. Rosemary

    Rosemary memiliki bau tajam yang bantu menghalangi ular masuk halaman rumah. Meski begitu, tanaman herba ini sebaiknya cukup ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot karena daunnya yang lebat khawatir menjadi tempat persembunyian ular.

    4. Allium

    Berkat tingginya kandungan sulfonat dan bau yang menyengat, genus tanaman allium efektif mengusir ular dan hama lainnya. Tanaman allium antara lain bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    5. Serai

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Tanaman serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Meski aroma menyegarkannya kerap dimanfaatkan untuk bumbu masakan, bau yang dikeluarkan serai tidak disenangi ular. Tanaman rempah ini dapat ditanam di atas tanah alih-alih di dalam pot.

    Hindari menanam terlalu banyak serai di pekarangan karena bentuknya yang mirip semak khawatir menjadi tempat bersembunyi ular.

    6. Lidah Mertua

    Disebut juga sansevieria atau ‘snake plant’, tanaman lidah mertua ini mempunyai daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang membuat ular tidak suka. Entah karena hewan melata itu merasa terancam atau karena tepi daunnya yang tajam.

    Lidah mertua subur di luar ruangan di wilayah beriklim hangat. Untuk menanamnya, letakkan di tempat yang terang tetapi jangan tepat di bawah sinar matahari langsung. Hindari menanamnya di tanah basah karena dapat menyebabkan akarnya membusuk.

    7. Eucalyptus

    tanaman EucalyptusTanaman eucalyptus Foto: iStockphoto

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat sepanjang tahun. Berkat aromanya itu, tanaman ini bukan hanya dapat mengusir serangga tapi juga ular. Pertimbangkan menanam eucalyptus jika memiliki halaman sempit.

    8. Daffodil

    Daffodil mencegah ular masuk pekarangan secara tidak langsung. Tanaman ini lebih tepatnya mengusir tikus yang jadi makanan ular. Semakin sedikit sumber makanan ular di halaman rumah maka semakin kecil kemungkinan hewan melata itu datang.

    Apakah Tanaman Benar Mampu Menghalangi Ular Masuk Halaman Rumah?

    Dilansir Envynature, tanaman saja tidak menjamin pekarangan bebas ular. Sebab ular biasanya tertarik dengan area yang banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan. Sehingga menanam tanaman pengusir ular tidak sepenuhnya menghalangi mereka masuk halaman rumah.

    Tanaman pengusir ular hanya menciptakan lingkungan tidak menyenangkan dengan mengeluarkan aroma tajam yang mencegah ular masuk ke area tersebut. Meski tidak menyukai aroma menyengat, ular mampu menoleransi bau tersebut jika mereka merasa terancam atau terdapat sumber makanan di sana.

    Menanam tanaman di atas yang dikombinasikan dengan rutin merawat halaman barulah bisa bantu mengusir ular. Perawatan halaman di sini mencakup:

    • Membersihkan gundukan tanah, yang mungkin jadi tempat persembunyian ular.
    • Menanam tanaman yang tidak berbentuk semak-semak rapat.
    • Memangkas tanaman liar secara teratur.
    • Memastikan pekarangan bebas hewan pengerat yang jadi sumber makanan ular.
    • Menempatkan tanaman pengusir ular di sejumlah titik masuk potensial ular untuk mengurangi kemungkinan hewan melata tersebut memasuki pekarangan.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias Ini Bikin Ruangan Jadi Segar dan Wangi


    Jakarta

    Aroma segar bunga dan tanaman bisa membuat suasana rumah jadi lebih menyenangkan dan bikin betah. Karena itu, tidak salah menaruh tanaman di dalam rumah dengan pertimbangan yang tepat.

    Tanaman Hias untuk Pewangi Ruangan

    Dirangkum dari Living Etc dan Gardening Know How, berikut ini 7 tanaman hias beraroma wangi yang cocok ditanam di dalam ruangan:


    1. Lavender

    The bed with lavender flower and coffee cup in the morning, Selected focus on flower pot.Lavender. Foto: Getty Images/iStockphoto/awayge

    Yang pertama adalah lavender yang sudah cukup populer digunakan sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Tanaman ini memiliki wangi khas yang menenangkan.

    Lavender sering digunakan sebagai bahan minyak wangi, sabun, kosmetik, dan produk perawatan diri lainnya. Bahkan, wangi lavender bisa membantu mengusir serangga seperti nyamuk.

    Tanaman lavender bisa tumbuh subur dalam ruangan, asal syarat pertumbuhannya terpenuhi. Misal, lavender harus mendapatkan cahaya matahari 6-8 jam sehari. Karena itu, lavender sebaiknya ditaruh dekat jendela yang hangat. Lavender juga tidak perlu terlalu sering disiram.

    2. Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: Freepik/freepik

    Khas dengan warna putihnya, melati termasuk tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Aroma wanginya bisa semerbak dan membuat ruangan menjadi segar ketika mekar, meski bunganya cukup kecil.

    Melati bisa ditanam di dalam ruangan karena cocok di tempat yang tidak kena sinar matahari langsung. Melati juga cocok ditanam pada tanah yang tidak terlalu basah.

    3. Rosemary

    Ilustrasi tanaman herbal RosemaryRosemary. Foto: Getty Images/Sima_ha

    Selanjutnya ada tanaman rosemary tuscan yang bisa membuat ruangan lebih harum. Tak hanya wangi, rosemary termasuk tanaman herbal yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

    Rosemary tuscan ini memiliki daun berwarna hijau tua dengan aroma kuat, segar dan pedas. Selain dibuat teh, rosemary juga bisa digunakan untuk bahan campuran makanan.

    Jika ingin menanam rosemary, sebaiknya jangan diletakkan di dalam ruangan tertutup. Letakkan rosemary ini di jendela atau teras. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung selama 6-8 jam sehari.

    4. Oregano

    Fresh oregano plant leaves on wooden background, closeup view. Origanum vulgare also called wild marjoram is a culinary herb, used for cooking in the kitchenOregano. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Oregano (Origanum vulgare) dikenal sebagai bumbu masakan dan sering ditemukan di pasta atau masakan Mediterania dan Meksiko. Aromanya cukup tajam dan khas.

    Jika ingin mendapatkan aroma ruangan seperti masakan pasta, coba tanamlah oregano di dalam ruangan. Terutama jika kamu suka masak, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tambahan dalam makanan.

    5. Gardenia

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia juga sering disebut dengan kacapiring. Bunganya berwarna putih dengan bentuk cantik. Tak hanya itu, aromanya juga manis, sehingga bisa menyegarkan ruangan.

    Perawatan gardenia ternyata cukup mudah. Namun, kamu harus mengganti pot secara berkala dan sering memangkasnya agar tidak tumbuh terlalu besar.

    6. Mint

    secret menu Starbucks rasa mintMint. Foto: site news/iStock

    Tanaman mint termasuk tanaman yang mudah tumbuh, baik di taman, di pot, atau bahkan di botol minuman bekas. Selain memiliki aroma wangi, daun mint juga dapat dimanfaatkan untuk bahan makanan maupun minuman.

    Untuk merawatnya, pastikan tanahnya tetap lembap tetapi jangan terlalu basah. Jangan juga terlalu banyak memberi pupuk karena bisa menghilangkan rasanya.

    7. Timi

    Tanaman timi selain beraroma dan rasa yang enak, timi juga merupakan herbal yang memiliki manfaat kesehatan. Timi bisa dibuat teh yang fungsinya antara lain meredakan batuk dan meningkatkan imunitas tubuh.

    Jika ingin menanam timi, sebaiknya pakailah pot tanah liat untuk mencegah tanah terlalu lembap setelah penyiraman, sebab akar timi tidak tahan dengan kondisi basah. Jika akarnya sudah keluar dari lubang, maka kamu perlu menanam ulang.

    Itulah tadi 7 tanaman hias pengharum ruangan yang bisa kamu tanam. Saat membeli, jangan lupa tanyakan cara perawatan dan kondisi optimal agar tanaman tidak cepat mati serta tumbuh subur.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Tanaman yang Dibenci Ular, Cegah Mereka Masuk Taman Rumah


    Jakarta

    Berbagai hewan bisa muncul di pekarangan dan masuk ke rumah. Salah satu hewan yang mengkhawatirkan kalau ada dekat rumah adalah ular.

    Meski ularnya tidak berbisa, hewan melata ini ditakuti banyak orang. Ular dapat mengigit, melilit, dan memakan makhluk hidup di dalam rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu waspada akan kemunculan ular. Caranya dengan membuat lingkungan rumah tidak nyaman buat didekati ular.


    Dilansir Envynature, beberapa tanaman bisa mencegah ular mendekati rumah. Sebab, tanaman dapat menciptakan lingkungan tidak menyenangkan dengan mengeluarkan aroma tajam.

    Namun, ular masih bisa menahan aroma tajam kalau terdapat banyak tempat persembunyian, sumber makanan, dan kehangatan di sekitar rumah. Selain menanam tanaman yang dibenci ular, penghuni juga perlu merawat halaman.

    Cara Merawat Pekarangan Agar Bebas Ular

    • Membersihkan gundukan tanah, yang mungkin jadi tempat persembunyian ular.
    • Menanam tanaman yang tidak berbentuk semak-semak rapat.
    • Memangkas tanaman liar secara teratur.
    • Memastikan pekarangan bebas hewan pengerat yang jadi sumber makanan ular.
    • Menempatkan tanaman pengusir ular di sejumlah titik masuk potensial ular untuk mengurangi kemungkinan hewan melata tersebut memasuki pekarangan.

    Tanaman yang Dibenci Ular

    Sejumlah tanaman yang mengeluarkan aroma tajam dapat ditanam di halaman rumah. Dikutip dari Homes & Gardens, berikut sederet tanaman yang bisa mencegah ular masuk ke pekarangan rumah menurut ahli pengendali hama:

    1. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold memiliki aroma yang kuat yang dapat mengusir serangga dan ular. Tanaman berbunga cerah ini memiliki akar yang tumbuh dalam dan agresif.

    Akarnya yang kokoh dapat mengeluarkan bau tajam yang mampu mengusir ular dan tikus Akar marigold yang tumbuh agresif juga bisa menjangkau persembunyian ular sehingga baunya akan mencapai jauh ke dalam tanah.

    2. Lavender

    Lavender.Lavender Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Lavender mengeluarkan aroma menyengat yang dibenci ular dan mampu mengganggu indera penciumannya. Hewan melata itu akan menghindari tanaman berbunga ungu ini dan menjauh. Lavender dapat ditanam di area pekarangan sebanyak 5-10 tanaman.

    3. Rosemary

    Woman holding a flowerpot of growing rosemary in her hand.Rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/pcess609

    Rosemary mempunyai bau tajam yang dapat menghalangi ular masuk halaman rumah. Meski begitu, tanaman herba ini sebaiknya cukup ditanam dalam jumlah sedang atau di dalam pot karena daunnya yang lebat khawatir menjadi tempat persembunyian ular.

    4. Allium

    Genus tanaman allium efektif mengusir ular dan hama lainnya karena mengandung sulfonat dan mengeluarkan bau yang menyengat. Tanaman allium antara lain bawang putih, bawang bombay, dan kucai.

    5. Serai

    Lemongrass or Lapine or Lemon grass or West Indian or Cymbopogon citratus were planted on the ground. It is a shrub, its leaves are long and slender green. It is an herb which was made into food and medicine.Tanaman Serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Aroma serai yang menyegarkannya sangat bermanfaat untuk bumbu masakan, tetapi bau ini ternyata tidak disenangi oleh ular. Tanaman rempah ini dapat ditanam di atas tanah alih-alih di dalam pot.

    Hindari menanam terlalu banyak serai di pekarangan karena bentuknya yang mirip semak khawatir menjadi tempat bersembunyi ular.

    6. Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaLidah Mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Disebut juga sansevieria atau ‘snake plant’, tanaman lidah mertua ini mempunyai daun tinggi dan melengkung seperti pedang yang membuat ular tidak suka. Entah karena hewan melata itu merasa terancam atau karena tepi daunnya yang tajam.

    Lidah mertua subur di luar ruangan di wilayah beriklim hangat. Untuk menanamnya, letakkan di tempat yang terang tetapi jangan tepat di bawah sinar matahari langsung. Hindari menanamnya di tanah basah karena dapat menyebabkan akarnya membusuk.

    7. Eucalyptus

    tanaman EucalyptusTanaman Eucalyptus Foto: iStockphoto

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat sepanjang tahun. Berkat aromanya itu, tanaman ini bukan hanya dapat mengusir serangga tapi juga ular. Pertimbangkan menanam eucalyptus jika memiliki halaman sempit.

    8. Daffodil

    Daffodil secara tidak langsung dapat mencegah ular masuk pekarangan. Tanaman ini lebih tepatnya mengusir tikus yang jadi makanan ular. Semakin sedikit sumber makanan ular di halaman rumah maka semakin kecil kemungkinan hewan melata itu datang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Pakai Bahan Kimia, Begini 6 Cara Cegah Lalat Buah Datang ke Rumah


    Jakarta

    Lalat buah adalah hewan kecil yang ukurannya sama dengan lalat biasa. Lalat ini sering ditemukan di sekitar buah atau tanaman lainnya. Keberadaan lalat buah bisa membawa bakteri bagi makanan yang dihinggapi, sama seperti lalat pada umumnya.

    Meskipun sering disebut sebagai lalat buah, hewan satu ini tidak hanya mengincar buah dan tanaman sejenis. Mengutip dari detikEdu, Profesor di University of Sydney Tanya Latty mengatakan lalat buah justru lebih tertarik pada bakteri, ragi, serta hal-hal yang tumbuh pada buah busuk.

    “Mereka sebenarnya tidak banyak mengonsumsi buahnya,” kata Latty dikutip dari WGBH, Rabu (23/4/2025), “Lalat ini sebenarnya lebih tertarik pada ragi dan bakteri serta hal-hal yang tumbuh pada buah busuk.”


    Latty menuturkan bau adalah sinyal yang dapat menarik kedatangan lalat buah. Bau dari cuka, buah, asam asetata adalah bau-bau yang disukai oleh hewan kecil ini terutama untuk lalat buah betina.

    Lokasi yang mudah ditemukan lalat buah adalah dapur dan tempat sampah karena di sini pasti ditemukan buah atau makanan yang sudah basi. Lalat buah juga bisa masuk ke dalam minuman beralkohol, cuka, saus, serta makanan yang mengandung ragi seperti roti. Kemudian, sampah kompos, sisa makanan di wastafel, sampah saluran pembuangan juga bisa ditemukan lalat satu ini.

    Cara Usir Lalat Buah dari Rumah

    Dilansir The Spruce, terdapat cara efektif untuk mengusir lalat buah agar tak muncul di rumah, berikut di antaranya.

    1. Bersihkan Wastafel dan Saluran Air Dapur

    Banyak ahli telah melarang kita untuk membuang sisa makanan yang susah terurai ke dalam wastafel atau bak cuci piring karena bisa membuat wastafel tersumbat. Selain itu, tumpukan sisa makanan yang terjebak di saluran juga bisa menimbulkan bau tak sedap dan akhirnya menarik lalat mendekat.

    Oleh karena itu, hindari membuang sisa makanan langsung ke wastafel. Lalu, gosok saluran air secara teratur, dan jaga agar wastafel dan saluran air tetap bersih dari penyumbatan.

    2. Tutup Rapat Kompos

    Membuat kompos di rumah merupakan hal bagus dan dapat membantu mengurangi sampah. Namun, perlu diingat kompos tersebut sebisa mungkin tidak menimbulkan bau atau ledakan agar tetap aman dan tak mengganggu siapa pun.

    3. Simpan Makanan agar Tak Dihinggapi Lalat Buah

    Setelah membeli buah atau sayuran, sebaiknya langsung cuci dan simpan di lemari es daripada dibiarkan di meja. Cek secara berkala kesegaran buah dan sayuran tersebut. Apabila terlihat mulai membusuk buang dengan benar atau langsung singkirkan ke luar rumah agar lalat buah tak masuk ke dalam.

    4. Simpan Bumbu dan Saus dalam Wadah yang Tepat

    Jika di rumah terdapat cuka atau saus hasil fermentasi, simpan di tempat yang rapat dan kering.

    5. Daur Ulang Botol dan Kaleng Alkohol

    Biasakan untuk membuang botol atau kaleng alkohol dengan kondisi tertutup. Apabila ingin memakai kembali kedua benda tersebut, langsung bersihkan agar sisa air atau baunya tidak mengundang lalat buah. Sebab, mereka menyukai bau fermentasi.

    6. Buat Perangkap Lalat Buah

    Perangkap lalat buah saja tidak akan menyelesaikan masalah lalat buah, namun setelah sumber lalat buah diatasi, perangkap dapat membantu mengurangi jumlah lalat buah yang masih ada.

    Dikutip dari Healthline, Anda juga bisa mencoba menarik perhatian lalat buah dengan membuat perangkap cuka. Begini caranya:

    – Isi wadah sekali pakai dengan air.
    – Tambahkan beberapa sendok makan cuka dan gula ke dalam air dan aduk.
    – Tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring ke dalam larutan dan aduk.
    – Setelah larutan tercampur, letakkan wadah di tempat berkumpulnya lalat buah.

    Lalat buah seharusnya tertarik pada larutan ini dan akan tenggelam begitu menyentuh air. Lanjutkan cara ini sampai Anda tidak lagi melihat lalat buah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Ampuh Bersihkan Noda Kunyit dari Permukaan Dapur


    Jakarta

    Saat memasak di dapur, pasti ada saja cipratan-cipratan dari bumbu makanan, salah satunya kunyit. Noda kunyit bisa membekas apabila tidak langsung dibersihkan.

    Namun jangan khawatir, masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan noda kunyit di permukaan, seperti dinding, lantai, maupun meja. Bahan-bahan yang digunakan juga cukup sederhana karena ada di rumah.

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara membersihkan noda kunyit dari permukaan pakai bahan-bahan yang ada di rumah.


    1. Air dan Perasan Lemon

    Orang dengan 5 Kondisi Ini Tak Disarankan Konsumsi LemonPerasan Lemon Foto: Getty Images/Bryony van der Merwe

    Campuran air dan perasan lemon bisa digunakan untuk membersihkan noda kunyit pada permukaan. Cara penggunaannya cukup mudah, buat campuran air dan perasan lemon 1:1.

    Selanjutnya, semprotkan pada noda kunyit dan tunggu 10-15 menit. Setelah itu, bersihkan permukaan dengan spons dengan mode memutar dan bersihkan dengan lap basah.

    2. Air dan Cuka Putih

    white vinegar on wood table topCuka putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim

    Selain dengan lemon, campuran air dan cuka putih juga bisa dipakai untuk membersihkan noda kunyit di permukaan. Buat campuran air dan cuka putih 1:1 dan semprotkan pada noda lalu biarkan selama 10-15 menit.

    Setelah itu, bersihkan permukaan dengan spons dan lap pakai lap basah. Jika masih ada nodanya, ulangi kegiatan tersebut.

    Sebagai catatan, jangan gunakan campuran air dan cuka putih maupun perasaan lemon untuk membersihkan noda kunyit di permukaan dengan material marmer atau batu alam ya. Sebab, kandungan asamnya bisa merusak hasil akhir permukaan.

    3. Pasta Baking Soda

    jar of baking soda and spoon on the white backgroundbaking soda. Foto: Istimewa

    Cara lainnya untuk membersihkan noda kunyit di permukaan adalah dengan membuat pasta baking soda. Caranya, campurkan baking soda dengan sedikit air hingga menjadi pasta.

    Selanjutnya, taruh di atas noda kunyit dan biarkan 10-15 menit. Gosok permukaan memakai lap atau spons halus dengan gerakan memutar. Lalu, lap dan bersihkan dengan cermat.

    Itulah 3 cara membersihkan noda kunyit pada permukaan di dapur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Serai Bisa Jadi Pembasmi Serangga Alami di Rumah, Begini Caranya


    Jakarta

    Serai atau sereh merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Serai biasanya digunakan sebagai bumbu masak atau diolah menjadi minuman berkhasiat. Namun, serai juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membasmi hama di rumah.

    Serai (Cymbopogon citratus), dikenal sebagai tanaman yang mengandung banyak khasiat seperti membantu menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Serai juga mengeluarkan aroma segar seperti lemon dengan sedikit rasa manis.

    Selain menyegarkan, wangi khas dari serai ternyata ampuh membasmi hama dan serangga. Dikutip dari National Library of Medicine, sejumlah penelitian mengungkapkan jika serai dinilai ampuh untuk mengusir serangga dan hama di rumah. Hal ini berkat kandungan citronella pada serai yang dapat mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga lainnya.


    Lalu, aroma khas yang keluar dari serai dapat menghalangi bau karbon dioksida dan asam laktat yang keluar dari tubuh manusia. Alhasil, wangi tersebut bikin nyamuk enggan mendekat dan menggigit manusia.

    Serai bisa jadi solusi alternatif bagi kamu untuk mengusir serangga atau hama di rumah. Penggunaan serai diklaim lebih aman daripada menggunakan semprotan pembasmi serangga yang mengandung zat berbahaya bagi manusia.

    Lantas, bagaimana cara mengolah serai untuk membasmi serangga di rumah? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Cara Olah Serai untuk Membasmi Serangga

    Ada sejumlah cara mengolah serai sebagai bahan alami untuk membasmi serangga. Dilansir situs Sinar Mas Land, berikut beberapa caranya:

    1. Membakar Serai

    Tips yang pertama adalah dengan membakar serai. Cara ini dianggap ampuh mengusir nyamuk serta mencegah serangga lainnya memasuki rumah.

    Untuk cara mengolahnya juga mudah, cukup ambil satu batang serai lalu dibakar. Setelah itu, letakkan serai di ruangan yang cukup banyak nyamuk, seperti kamar tidur atau ruang tamu. Taruh serai di sudut-sudut ruangan, kolong kasur, dan area lainnya.

    2. Menanam Serai

    Menanam serai dapat menjadi solusi terbaik untuk mencegah nyamuk dan serangga masuk ke dalam rumah. Tanam serai di perkarangan rumah atau ditempatkan dalam pot agar bisa ditaruh di dalam rumah. Pastikan kamu merawat serai dengan rutin agar tumbuh subur.

    3. Dijadikan Minyak Esensial

    Serai juga bisa diolah menjadi minyak esensial untuk mencegah nyamuk dan serangga menggigit manusia. Kamu bisa membeli minyak serai di toko-toko dengan harga bervariatif tergantung dari ukurannya.

    Jika ingin membuat minyak esensial sendiri, berikut langkah-langkahnya:

    • Siapkan minyak kelapa dan daun serai yang telah dipotong kecil-kecil
    • Campurkan kedua bahan tersebut ke dalam panci, lalu panaskan dengan api kecil
    • Tunggu sekitar 1 jam, lalu matikan kompor dan biarkan minyak tersebut hingga mencapai suhu ruang
    • Ketika suhu minyak sudah dianggap aman, kamu bisa mengoleskan ke kulit.

    Ingat, jangan langsung mengoleskan minyak serai ke seluruh kulit. Cobalah ke beberapa titik terlebih dulu dan lihat apakah menimbulkan efek samping atau tidak. Jika kulit sensitif maka sebaiknya setop penggunaan minyak serai.

    4. Lilin Aromaterapi dari Serai

    Cara berikutnya adalah dengan mengolah serai menjadi lilin aromaterapi. Selain memberikan efek menenangkan dan segar, aroma yang keluar dari lilin dapat mencegah nyamuk datang ke rumah.

    Untuk membuat lilin aromaterapi dari serai, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan bahan mulai dari serpihan lilin (parafin), wadah lilin, dan sumbu
    • Pastikan kamu sudah memiliki minyak serai karena digunakan untuk campuran lilin aromaterapi
    • Jika semua bahan sudah siap, lelehkan serpihan lilin dengan api
    • Tambahkan 30-40 tetes minyak serai ke dalamnya
    • Tuangkan lelehan lilin ke wadah yang sudah disiapkan, lalu letakkan sumbu di atasnya.

    5. Minyak Serai untuk Diffuser

    Jika membuat lilin aromaterapi ternyata merepotkan, kamu bisa menuangkan minyak serai di diffuser. Sebagai informasi, diffuser adalah alat yang dapat mengubah minyak menjadi uap, lalu menyebarkannya ke seluruh ruangan.

    Menuangkan minyak serai ke dalam diffuser dapat mengusir nyamuk dan serangga karena uap yang keluar akan menyebar ke seluruh ruangan. Untuk takarannya, kamu bisa mencampurkan 4-5 tetes minyak serai ke dalam diffuser yang sudah diisi air.

    6. Memotong Serai jadi Beberapa Bagian

    Cara yang terakhir adalah dengan memotong serai menjadi beberapa bagian, lalu tempatkan di dalam wadah. Setelah itu, taruh serai di ruangan atau sudut-sudut rumah yang banyak nyamuk atau kerap dilalui serangga. Meski terkesan sederhana, tapi cara ini cukup ampuh untuk mencegah nyamuk dan berbagai jenis serangga.

    Itulah enam cara mengolah serai yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Hilangkan Noda Cat Membandel di Kaca dan Lantai


    Jakarta

    Mengecat dinding rumah merupakan kegiatan yang perlu dilakukan secara hati-hati. Soalnya, proses pengecatan yang tidak benar bisa membuat cat menempel di dinding dan lantai sehingga menjadi noda.

    Maka dari itu, penting untuk menggunakan alas dari plastik atau kertas bekas saat mengecat dinding rumah. Jangan sampai noda cat bikin kaca dan keramik lantai jadi jelek.

    Namun, jika ditemukan noda cat yang menempel maka detikers perlu segera membersihkannya. Kalau telat, noda tersebut bisa menempel dan jadi sulit untuk dibersihkan.


    Jika cat sudah mengering dan susah dibersihkan, jangan khawatir. Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan noda cat di kaca jendela dan lantai rumah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Mudah Hilangkan Noda Cat di Kaca dan Lantai

    Ada berbagai cara untuk menghilangkan noda cat di kaca dan lantai. Dilansir situs Better Homes & Gardens dan Cleanpedia, Jumat (13/6/2025), berikut tipsnya:

    Bersihkan Noda Cat di Kaca

    Kamu bisa membersihkan noda cat di kaca dengan sejumlah bahan yang mudah ditemukan di rumah, yaitu:

    1. Cuka

    Selain digunakan sebagai bumbu masak, cuka bisa dipakai untuk menghilangkan noda cat di kaca. Caranya adalah dengan menuangkan cuka ke kain lap yang telah dibasahi dengan air, lalu gosok ke noda yang terdapat di kaca.

    Jika sudah, bersihkan kaca dengan sabun cuci piring dan air. Jika noda sudah hilang, kamu bisa keringkan dengan kain lap microfiber.

    2. Aseton

    Kamu bisa menggunakan aseton, yakni cairan yang biasa digunakan untuk menghapus kuteks. Kandungan aseton diklaim ampuh untuk menghilangkan noda cat di kaca.

    Cara pakainya adalah dengan mengoleskan aseton ke noda cat di kaca, lalu diamkan selama 10-15 menit agar bereaksi. Setelah itu, bersihkan cairan aseton dengan air bersih dan kain lap.

    3. Tiner

    Cara lain untuk membersihkan noda cat di kaca adalah menggunakan tiner. Kamu bisa mencelupkan kain bekas ke tiner, lalu bersihkan noda cat di kaca dengan cara digosok secara perlahan. Apabila noda cat sudah benar-benar hilang, bilas dengan air bersih dan keringkan pakai kain lap.

    Bersihkan Noda Cat di Lantai

    Jika ingin menghilangkan noda cat di lantai keramik, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Air Panas dan Sabun Cuci Piring

    Cara ini disebut paling mudah dan ampuh membersihkan noda cat di keramik. Cukup dengan mencelupkan kain bersih ke dalam larutan yang berisi sabun cuci piring dan air, lalu gosok noda cat dengan lembut.

    2. Cuka dan Soda Kue

    Cuka dan soda kue bisa jadi opsi alternatif untuk membersihkan noda cat di keramik. Cara pakainya dengan mencampur cuka putih dan air hangat ke dalam botol semprot dengan perbandingan 50:50, setelah itu kocok hingga merata.

    Kemudian, semprot cairan ke keramik yang terdapat noda cat dan diamkan selama 10-15 menit, lalu taburkan baking soda di atas noda cat. Setelah itu, gunakan sikat halus untuk menggosok noda dengan lembut sampai seluruh noda terangkat.

    Apabila semua noda sudah terangkat, bilas lantai dengan air bersih dan keringkan pakai handuk atau kain pel.

    Demikian cara mudah bersihkan noda cat yang menempel di kaca dan lantai keramik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Selalu Disiram, 5 Tanaman Ini Bisa Tumbuh di Kondisi Kering


    Jakarta

    Menanam tanaman bisa memberikan kesan rumah asri apalagi ketika cuaca sedang panas. Tanaman biasanya tumbuh membutuhkan sinar matahari secara langsung dan ada yang tidak.

    Tanaman yang tak kuat menahan sinar matahari bisa layu dan tidak tumbuh karena mengalami kekeringan. Meski begitu, ada beberapa yang bisa bertahan hidup ketika cuaca sedang panas. Salah satunya adalah aloe vera alias lidah buaya.

    Tanaman yang kaya akan manfaat dan banyak ditemukan di Indonesia ini bisa tetap hidup di kondisi yang kering dan cuaca panas. Tanaman ini disebut bisa tumbuh lebih baik di tanah yang berpasir yang meniru lingkungan gurun tempat asalnya.


    Selain itu, masih ada beberapa tanaman yang tanah cuaca panas. Dilansir dari Real Simple, berikut ini informasinya.

    1. Lavender

    Lavender.Lavender. Foto: Mohammed Harith Khalil/Wikimedia Commons

    Tanaman cantik berwarna ungu ini memiliki wangi yang menenangkan. Tak heran, terkadang tanaman ini ditemukan di rumah. Ternyata lavender juga bisa bertahan hidup di lingkungan yang panas.

    “Lavender adalah tanaman yang menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang dikeringkan dengan baik,” kata ahli perkebunan dan pelatih dibalik The Birch Arbor Gardens, Arianna Lappinin, dikutip dari Real Simple.

    2. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryTanaman rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Tanaman yang kerap digunakan sebagai bumbu masakan ini juga bisa bertahan di kondisi cuaca panas. Jika pemilik rumah tinggal di tempat dengan iklim panas, rosemary tetap bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun.

    “Tumbuhan ini menyukai sinar matahari dan dapat bertahan hidup dalam kondisi kering,” kata Lambton.

    3. Bugenvil

    Herianto (35) merupakan warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Lumajang. Ia membudidayakan bunga bugenvil hingga meraup untung Rp 15 juta per bulan.Bugenvil. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom

    Tanaman yang memiliki aneka warna ini bisa tumbuh setinggi 20 kaki dan lebar 40 kaki. Selain mempercantik taman rumah, bugenvil ini juga ‘tahan banting’ alias bisa bertahan hidup di lingkungan kering.

    “(Bugenvil) terkenal karena mekar lebih banyak saat kondisi kering, ini adalah pemandangan yang memukau di lanskap,” ujar director of design untuk Tilly, Kate Singleton.

    4. Bunga Terompet

    Yellow angel trumpet flower. The yellow flower that adorns the streets. Tropical flowers.Bunga terompet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Photographer and graphic artist

    Tumbuhan ini memiliki warna yang indah ini bisa mempercantik taman rumah. Bunga terompet juga bisa mekar sempurna walau dalam lingkungan yang kering.

    5. Marigold

    Orange marigold flowers.Please see more similar pictures of my Portfolio.Thank you!Marigold. Foto: Getty Images/schnuddel

    Marigold menjadi salah satu tanaman favorit pemilik rumah karena bisa mengusir hama. Selain itu, warnanya yang cerah juga bisa membuat taman terasa lebih ‘hidup’.

    Tanaman tahan panas yang satu ini perlu disiram secara teratur pada awal musim, tetapi bisa tahan terhadap lingkungan kering.

    Itulah beberapa tanaman yang tahan cuaca panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com