Tag: busa

  • Kenapa Banyak Kamitetep Muncul di Rumah? Ini Penyebab dan Cara Basminya


    Jakarta

    Kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat. Penghuni bisa menemukan serangga ini berbentuk seperti biji labu di sekitar rumah, terutama di ruangan yang kotor.

    Kehadiran kamitetep membuat rumah terkesan kotor. Selain itu, serangga ini bisa membuat badan gatal-gatal atau iritasi kalau sampai tersentuh. Biasanya kamitetep terlihat menepel pada tembok, sudut ruangan, maupun kolong furniture.

    Kenapa banyak kamitetep muncul di rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Kamitetep Muncul di Rumah

    Inilah beberapa penyebab ada kamitetep di dalam rumah, dikutip dari Bugwiz.

    1. Rumah Jarang Dibersihkan

    Ruangan yang kotor atau diabaikan rawan didatangi kamitetep. Jangan kaget kalau mendapati banyak kepompong kamitetep kalau jarang membersihkan rumah, apalagi kalau sampai berbulan-bulan.

    Serangga ini biasanya ditemukan di kamar tidur, dapur, dan garasi. Mereka dapat menempel pada kayu, batu bata, dinding, dan plesteran.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep senang tinggal di tempat yang banyak sumber makanan. Mereka bisa makan berbagai bahan organik, seperti debu, kain, rambut, serangga mati, hingga sarang laba-laba. Nah, kamitetep bakal betah tinggal di rumah yang jarang dibersihkan karena terdapat banyak makanan mereka.

    3. Lingkungan Memadai

    Kamitetep akan tinggal di tempat yang lingkungannya memadai buat mereka berkembang biak. Serangga ini tidak pilih-pilih soal tempat berlindung asalkan tempatnya cukup lembap. Mereka menyukai lingkungan yang lembap, panas, terlindungi, dan minim gangguan.

    4. Ada Celah buat Masuk Rumah

    Serangga tersebut sebenarnya berasal dari luar rumah, namun kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka akan menemukan celah untuk masuk rumah.

    Selain itu, kamitetep bisa tak sengaja terbawa ke dalam rumah. Hal ini bisa terjadi ketika penghuni membawa benda baru ke dalam rumah, misalnya karpet, furniture, dan tanaman.

    Cara Basmi Kamitetep

    Inilah langkah-langkah yang perlu dilakukan biar rumah bebas dari kamitetep.

    1. Bersihkan Rumah

    Penghuni harus rajin menjaga kebersihan dan menghilangkan kotoran di rumah. Sebab, kamitetep suka makan bahan-bahan organik, misalnya kain, sarang laba-laba, dan serangga mati.

    2. Kurangi Tingkat Kelembapan Ruangan

    Supaya kamitetep nggak berkembang biak di rumah, coba kurangi kelembapan ruangan. Caranya dengan memastikan tidak ada genangan air dan barang lembap. Lalu, pastikan sirkulasi udara lancar di dalam ruangan.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Jika menemukan kamitetep, penghuni dapat membasminya menggunakan sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Pastikan cairan tersebut tidak sampai banyak busa.

    Tusuk kepompong hewan agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil. Lalu, semprotkan cairan yang baru dibuat pada kamitetep.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kamitetep yang masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Kendor Nggak Usah Beli yang Baru, Pakai 4 Cara Ini Biar Kenceng Lagi


    Jakarta

    Kasur dibuat lembut dan empuk agar nyaman digunakan meskipun mendapat beban seberat apa pun. Untuk memberikan rasa nyaman tersebut, kasur zaman sekarang kebanyakan bervolume, tidak lagi setipis karpet.

    Di dalamnya ada per yang bisa menyusut dan kembali, busa, hingga rangka kasur. Bagian dalam ini dibuat kokoh dan fleksibel agar bisa digunakan dalam jangka waktu lama. Namun, bagian dalam kasur ini tetap berpotensi rusak apabila cara menggunakannya salah atau sudah terlalu lama dipakai.

    Tanda-tanda kasur yang sudah tidak nyaman dipakai adalah permukaannya kendur atau turun. Hal ini membuat beberapa bagian tubuh terasa lebih rendah daripada bagian lain. Meskipun kesannya sepele, tetapi lama kelamaan hal tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan terutama bagian tulang.


    Apabila terjadi seperti ini, apakah kasur harus segera diganti? Iya, sebaiknya segera membeli kasur baru dengan permukaan yang lebih nyaman. Namun, apabila tidak mampu membeli baru, ada kok solusi yang bisa dilakukan.

    Dilansir Homes & Gardens, berikut beberapa tips dan trik yang dapat membantu mengembalikan bentuk permukaan kasur.

    1. Membalik Kasur

    Menurut ahli urusan masalah tidur Hafiz Shariff mengatakan bahan kasur bisa memadat dan rusak seiring waktu. Hal ini yang membuat permukaannya terasa kendur. Cara mengatasinya dengan cara membalik permukaan atau memutar kasur tersebut. Dengan begitu terjadi pergerakan di dalam kasur dan mengembalikan kekencangannya.

    Apabila sulit untuk membalik permukaan kasur, coba dengan mengganti posisi tidur. Beban badan yang selalu berada di tempat yang sama bisa menyebabkan area tersebut kendur.

    2. Pakai Pelapis Kasur yang Kuat

    Pelapis kasur berbeda dengan seprai. Pelapis kasur terbuat dari lateks alami atau busa memori dengan kepadatan tinggi. Pelapis kasur dibedakan dari kepadatan busa di dalamnya. Semakin padat busa di dalamnya, tentu terasa lebih padat dan tidak begitu lentur. Namun, bisa menyebabkan kasur terasa lebih hangat. Jadi untuk pengguna yang tidak memakai kipas angin atau AC sebaiknya jangan memakai busa yang terlalu padat.

    Jika kamu sering berkeringat di malam hari atau merasa gerah, sebaiknya fokus pada pelapis kasur pendingin terbaik. Kamu dapat menemukan pelapis kasur busa memori yang dilengkapi dengan gel pendingin untuk mengurangi panas dan menyerap kelembapan.

    Untuk jenis pelapis kasur yang terasa lebih dingin adalah berbahan dasar lateks, menurut pendiri Coop merek tempat tidur mewah, Jin Chon. Namun, lateks membuat badan terasa seperti tenggelam karena busa memorinya tidak sebanyak jenis busa biasa.

    “Lateks adalah bahan pelapis kasur yang bagus karena memiliki dukungan yang responsif,” ujar Jin Chon, dalam kutipannya di Homes & Gardens, Kamis (17/7/2025).

    Untuk lebih amannya pilih pelapis kasur yang lebih tebal. Idealnya, kamu sebaiknya memilih pelapis kasur dengan ketebalan 3 inci atau lebih.

    3. Cek Fondasinya

    Faktor yang membuat kasur terasa kendur bisa juga disebabkan karena fondasi yang tidak rata. Sebelum tidur bisa cek struktur dipan apakah ada bagian yang kendur atau miring. Dipan yang tidak rata juga bisa bahaya ketika menerima beban secara tiba-tiba.

    4. Letakkan Papan Kayu Lapis

    Trik lain yang bisa digunakan adalah memasang kayu tipis seperti tripleks di atas kasur. Kemudian, kayu tersebut ditutup lagi dengan pelapis kasur dan seprai. Dengan begitu ada satu lapisan tambahan yang dapat menopang beban di atas dan tidak terasa seperti tenggelam ketika tidur di kasur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kasur Empuk Nggak Jamin Nyaman Dipakai, Begini Cara Pilih yang Benar


    Jakarta

    Cara memilih kasur yang nyaman dan tepat, tidak melulu diukur dari rasa empuk pada permukaannya saja. Saat ini banyak sekali kasur yang empuk, tetapi justru tidak nyaman digunakan karena membuat badan terasa tenggelam.

    Selain itu, banyak produsen kasur yang hanya menawarkan produk terbaru yang disebut banyak kelebihan tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan pemakainya.

    Dilansir Good Housekeeping, berikut beberapa cara untuk mencari kasur yang cocok.


    1. Kualitas Struktur Kasur

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengecek struktur kasur yakni tinggi, area tepi kasur, minim gerakan, dan kekencangan.

    Biasanya kasur yang lebih tinggi memiliki kenyamanan yang lebih daripada kasur yang pendek. Area tepi kasur sangat berpengaruh pada bentuk dari kasur. Apabila patah, kasur bisa turun sebelah. Selain itu, banyak orang sering duduk di samping kasur sehingga area tepi ini harus aman dan tidak ada kerangka yang menonjol keluar.

    Kasur yang nyaman adalah yang tidak akan bergerak meski orang di atasnya bergerak. Lalu, kasur juga harus kencang agar setiap beban yang ada di atasnya tidak akan mudah mengubah bentuk kasur.

    2. Sesuaikan dengan Kebutuhan Fisik Pengguna

    Setiap benda yang kita gunakan sebisa mungkin memang aman dipakai. Begitu pula dengan kasur yang digunakan.

    Untuk orang yang mudah berkeringat, cari kasur yang tidak menyerap panas, biasanya yang tidak memiliki banyak busa di dalamnya. Kalau memiliki masalah tulang punggung, solusinya cari kasur yang bisa membuat nyaman ketika tidur dalam posisi apa pun. Lalu, apabila ada masalah seperti asma atau alergi, bisa mencari kasur yang memakai bahan yang aman.

    3. Sesuaikan Berat Badan

    Tidak semua kasur empuk cocok untuk berbagai berat badan. Asal memilih kasur justru bisa berpengaruh pada kualitas tidur karena posisi tidur yang kurang baik. Disarankan apabila memiliki berat badan yang besar memakai kasur yang padat dan tidak begitu empuk. Hal ini untuk menjaga kondisi tulang punggung tetap sejajar.

    Biasanya orang yang memiliki berat badan lebih dan memakai kasur empuk yang terjadi justru badang terasa tenggelam.

    Untuk orang yang memiliki berat badan ringan, bisa memakai kasur dengan permukaan yang empuk karena badan tidak membuat tekanan berlebih. Apabila memakai kasur yang keras dikhawatirkan menekan bagian sendi.

    4. Posisi Tidur

    • Tidur menyamping: Ini adalah posisi yang paling disukai dan biasanya direkomendasikan dokter untuk menghindari sakit punggung. Kasur terbaik untuk tidur menyamping adalah yang tidak terlalu agar tulang belakang tetap sejajar. Jika terlalu keras, justru menyebabkan hal tak nyaman pada pinggul dan bahu.
    • Tidur tengkurap: Sebenarnya cara tidur seperti ini tidak disarankan. Namun, agar bagian rusuk dan tulang bahu tidak menerima tekanan berlebih, pakai kasur yang yang keras. Kasur keras juga mencegah badan terasa tenggelam.
    • Tidur telentang: Kasur yang sebaiknya dipakai adalah yang tidak terlalu keras atau empuk.
    • Tidur kombinasi: Pilih kasur yang tidak begitu keras atau empuk agar semua posisi tidur terasa nyaman.

    Itulah cara memilih kasur supaya nyaman digunakan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun



    Jakarta

    Kamitetep merupakan nama serangga yang mungkin asing bagi beberapa orang. Sebab, serangga satu ini bentuknya unik dan berbeda dari serangga pada umumnya.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva. Warna tubuh luarnya terlihat bertekstur berwarna mirip pasir. Jika dilihat sekilas, kamitetep lebih mirip dengan debu yang menggumpal. Serangga satu ini sangat menyukai tempat yang lembap dan kotor seperti gudang, area di luar rumah, di pojokan barang yang jarang dibersihkan.

    Kamitetep meskipun tidak menggigit atau menyerang, tetapi bulu halusnya dapat menyebabkan gatal-gatal hingga iritasi bagi yang memegangnya. Oleh sebab itu, kamitetep perlu diwaspadai dan dijauhi.


    Cara mengusir kamitetep dari rumah ternyata tidak sulit lho. Ada beberapa cara membasminya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah, dilansir Bugwiz berikut di antaranya.

    Tips Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Pakai Sabun Cuci Piring

    Bahan yang ternyata efektif untuk mengusir kamitetep adalah sabun cuci piring. Bahan-bahan sabun cuci piring memakai bahan-bahan yang dapat membuat kamitetep dehidrasi dan merusak lapisan lilin pada tubuhnya.

    Sabun cuci piring harus dicampurkan dengan 3-4 liter air. Ketika dicampurkan jangan sampai terlalu banyak busa. Kemudian, tusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak. Lubang kecil yang muncul dapat menjadi akses sabun cuci piring bisa masuk ke tubuh kamitetep. Apabila hanya disemprot atau disiram ke tubuh kamitetep, tidak akan begitu berefek karena tubuhnya memiliki lapisan lilin.

    2. Gunakan Pestisida

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah pestisida. Namun, bahan ini harus digunakan hati-hati karena bisa berbahaya jika terkena hewan peliharaan atau anak-anak.

    Sebelum memutuskan untuk memakai pestisida, pastikan produk tersebut aman digunakan di dalam ruangan.

    3. Bersihkan Rumah

    Cara paling aman, mudah, dan efektif mengusir kamitetep adalah dengan rajin membersihkan rumah. Rumah yang bersih bukan tempat yang cocok untuk kamitetep.

    Tempat yang harus dibersihkan ada seluruh ruangan, terutama di area yang mungkin jarang dijamah seperti plafon, atap, di bawah perabotan, dan lain-lain. Area-area tersebut menjadi tempat berkumpulnya santapan kamitetep seperti jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    4. Jaga Kelembapan Rumah

    Selain harus bersih, rumah juga harus bebas dari lembap. Seperti yang disebutkan sebelumnya jika kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi.

    Cara mengatasi rumah yang lembap adalah dengan memaksimalkan ventilasi udara dan cahaya di rumah. Bisa juga dengan menggunakan dehumidifier, perangkat elektronik yang efektif menyerap kelembapan pada ruangan.

    5. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir The Pest Informer, kamitetep sering masuk lewat retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu. Sebelum benar-benar mengusir kamitetep, cari dahulu akses masuknya dan tutup akses tersebut. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Itulah sejumlah cara untuk membasmi kamitetep. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kamitetep Masih Sering Muncul di Rumah? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa serangga yang kerap muncul di rumah, salah satunya adalah kamitetep. Sebagai informasi, kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat yang memiliki bentuk seperti biji labu.

    Bentuknya yang unik membuat sejumlah orang mengira kamitetep adalah butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, pada salah satu bagian ujungnya ada berwarna cokelat.

    Munculnya kamitetep membuat rumah jadi terkesan kotor. Selain itu, serangga kecil ini bisa menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika dipegang secara langsung.


    Kamitetep biasanya menempel pada tembok, sudut ruangan, atau kolong furnitur. Serangga ini bergerak secara perlahan sehingga kerap tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Membasmi kamitetep bisa menggunakan sabun cuci piring yang dicampur dengan air. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari jika ditemukan ada kamitetep di pakaian.

    Jika kamitetep kembali muncul di rumah, berarti ada celah atau kebiasaan buruk yang membuat serangga tersebut datang lagi. Ketahui sejumlah penyebabnya dalam artikel ini.

    Penyebab Kamitetep Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Bugwiz, berikut sejumlah penyebab kamitetep muncul lagi di rumah:

    1. Jarang Membersihkan Rumah

    Alasan utama kamitetep bisa muncul lagi karena rumah jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Ruangan atau area yang kotor di rumah dapat dipenuhi oleh kepompong kamitetep.

    Serangga kecil ini umumnya ditemukan di kamar mandi, kamar tidur, garasi, dan dapur. Kamitetep dapat menempel di dinding, loteng, kayu, batu-bata, dan plesteran.

    2. Lingkungan yang Memadai

    Kamitetep mencari tempat untuk hidup dan berkembang biak yang lembap, panas, tertutup, dan minim gangguan. Apabila terdapat ruangan di rumah yang punya kondisi seperti itu, maka tak heran kamitetep akan muncul kembali meski sebelumnya sudah dibasmi.

    3. Terdapat Sumber Makanan

    Agar bisa bertahan hidup tentu kamitetep membutuhkan makanan. Para ahli entomologi mengatakan kamitetep kebanyakan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan kamitetep senang hidup di dekat laba-laba. Soalnya, mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaringnya. Selain itu, kamitetep juga dapat memakan serangga mati.

    Rumah yang jarang dibersihkan dapat memunculkan laba-laba dan juga serangga lainnya, sehingga jadi tempat yang nyaman untuk kamitetep berkembang biak karena menemukan sumber makanan yang banyak.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Kamitetep sebenarnya berasal dari luar rumah, tapi kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka bisa masuk karena menemukan celah kecil di rumah.

    Selain itu, kamitetep juga bisa masuk ke rumah karena ikut terbawa. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika pakaian atau benda yang dibawa ternyata ada kamitetep. Alhasil, serangga kecil itu bisa tinggal dan berkembang biak di rumah.

    Cara Membasmi Kamitetep

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membasmi kamitetep cukup dengan menggunakan sabun cuci piring. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan wadah besar dan isi sekitar 3-4 liter air
    • Campur 2 sendok makan sabun cici piring ke dalam wadah
    • Aduk secara perlahan agar cairan tersebut tidak mengandung banyak busa
    • Tusuk kepompong kamitetep agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil
    • Lalu semprotkan atau tuang cairan sabun cuci piring tersebut ke kamitetep.

    Demikian penjelasan mengapa kamitetep bisa muncul lagi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bisa Bikin Gatal-gatal, Ini Penyebab dan Cara Basmi Kamitetep


    Jakarta

    Kamitetep adalah hewan yang berukuran kecil dengan bentuk yang unik. Badannya berwarna abu abu dengan kantong tipis dari tengah ke bawah dan kepalanya seperti cacing.

    Hewan dengan nama ilmiah Phereoeca uterella ini merupakan serangga sejenis ngengat. Penghuni biasanya tidak menyadari keberadaannya karena ukuran yang kecil dan jarang mengganggu manusia.

    Meskipun begitu, kamitetep bisa menggigit manusia. Dilansir detikHealth, Prof Edhi meragukan anggapan bahwa kamitetep mengandung racun yang memicu gatal-gatal. Menurutnya, gatal-gatal muncul karena kotoran yang membungkus serangga tersebut. Ciri-ciri kulit sudah digigit kamitetep menurut seorang mahasiswi Denpasar Dwi Kukuh Wandari yang pernah digigit, gejalanya mirip dengan digigit semut, yakni muncul bentol kemerahan dengan titik di tengahnya.


    Penyebab Kamitetep Muncul di Rumah

    Setiap hewan yang muncul di rumah pasti ada penyebabnya. Lantas, kamitetep sendiri kenapa bisa muncul di rumah? Dilansir Bugwiz ini alasannya.

    1. Rumah Jarang Dibersihkan

    Kamitetep senang hidup di tempat yang kotor. Hewan ini juga mudah ditemukan di tembok-tembok, kolong meja atau lemari, hingga dekat cucian kotor.

    2. Banyak Sumber Makanan

    Kamitetep merupakan hewan pemakan debu, sarang laba-laba, rambut, hingga serangga mati. Mereka senang tinggal di tempat yang banyak sumber makanan.

    3. Lingkungan Memadai

    Kemudian, mereka juga membutuhkan lingkungan yang memudahkan untuk berkembang biak seperti tempat yang cukup lembap. Tempat yang panas juga mereka bisa hidup asalkan terlindungi dan minim gangguan.

    Cara Basmi Kamitetep

    1. Bersihkan Rumah

    Melihat dari faktor-faktor yang disukai oleh kamitetep, hewan satu ini bisa dibasmi atau diusir dengan sering membersihkan rumah. Jangan sampai ada sarang laba-laba di rumah apalagi tumpukan debu.

    2. Jaga Kelembapan Ruangan

    Lalu, usahakan rumah tidak terlalu lembap atau kering. Atur suhu agar tetap normal dengan begitu kamitetep tidak datang dan berkembang biak di rumah. Pastikan pula setiap ruangan memiliki sirkulasi yang baik.

    3. Gunakan Sabun Cuci Piring

    Jika menemukan kamitetep, penghuni dapat membasminya menggunakan sabun cuci piring. Campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Pastikan cairan tersebut tidak sampai banyak busa.

    Tusuk kepompong hewan agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil. Lalu, semprotkan cairan yang baru dibuat pada kamitetep.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kamitetep yang masuk rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Bantal Harus Diganti? Ini 4 Tandanya


    Jakarta

    Bantal merupakan salah satu perlengkapan tidur yang pasti ada di kasur. Keberadaannya tidak bisa dipisahkan sebagai alas kepala agar tidur jauh lebih nyaman.

    Banyak yang belum tau nih kalau pemakaian bantal juga ada waktu kedaluwarsanya lho. Bantal nggak bisa dipakai selamanya apalagi tanpa pernah dicuci. Apabila dibiarkan justru bisa memicu penyakit, seperti alergi.

    Umur pemakaian bantal memang tidak tertera jelas pada kemasan. Namun, ada ciri-ciri yang bisa jadi alat ukur apakah bantal yang digunakan masih layak atau tidak.


    Dilansir dari Daily Mail, disebutkan umumnya waktu pemakaian bantal berbeda-beda tergantung bahan yang digunakan. Bantal sintetis misalnya, biasanya dipakai sampai 6-12 bulan. Sementara untuk bantal berbulu jangka waktu pemakainya jauh lebih lama, yakni 2-3 tahun. Untuk bahan busa memori dapat bertahan 2-3 tahun, busa poli bertahan 2-3 tahun, bahan poliester bisa bertahan sekitar 2-4 tahun.

    Tanda-tanda Bantal Harus Segera Diganti

    1. Terdapat Noda

    Pada bahan apa pun, permukaan bantal seiring waktu bisa berubah warna. Perubahan ini akan terlihat jelas pada bantal berwarna putih. Penyebabnya bisa karena bekas air atau cairan, banyaknya debu yang menempel hingga pemudaran alami.

    Jika terdapat noda coklat, kemungkinan adanya pertumbuhan jamur pada bantal. Sedangkan jika noda bantal berwarna kuning, kemungkinan hal itu terjadi karena keringat malam. Pertumbuhan jamur ini berkembang karena lingkungan yang lembab akibat dari iklim, air liur, hingga keringat.

    Cara mencegah pertumbuhan jamur dengan dikeringkan secara alami di bawah sinar matahari atau mencuci dengan cuka. Pastikan membaca dulu petunjuk perawatan karena sebagian jenis bantal tidak memiliki penanganan yang sama.

    Setelah bersih pakai pelindung bantal atau ekstra sarung bantal agar tetap awet dan terhindar dari keringat atau air liur, tumpahan yang tidak disengaja, serangga, debu, dan kotoran.

    2. Kendur atau Rata

    Selain warna, perubahan pada bentuk juga tanda yang jelas bantal harus segera diganti. Bantal berguna untuk menopang otot seperti area leher dan bahu agar tidak sakit, perubahan pada bentuk bantal akan berpengaruh pada tubuh ditandai dengan nyeri dan pegal.

    3. Bantal Berbau

    Sebagai perlengkapan tidur, bantal harus bersih dan tidak berbau. Apabila tercium bau apek, bau keringat, atau bau tak sedap lainnya ada dua cara mengatasinya yaitu dibersihkan atau langsung ganti.

    Jika dua tanda sebelumnya ditambah bantal tersebut juga berbau, mau tidak mau bantal harus diganti. Jika bentuk dan warnanya masih aman, coba bersihkan. Caranya dengan mencuci dicampur detergen dan dikeringkan di bawah sinar matahari.

    4. Bantal Tak Kembali ke Bentuk Semula Setelah Ditekuk

    Cara selanjutnya adalah coba menekuk bantal ke sisi yang sama sehingga luasnya jadi setengah. Bantal yang kondisinya masih bagus akan kembali ke bentuk semula. Sementara, jika kondisinya sudah menurun, biasanya akan tetap menekuk.

    Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa di dalam bantal tersebut. Tampilannya jadi lebih kempes. Ketika ditekuk bagaimana pun akan mudah dilakukan. Hal ini berbeda dengan bantal baru yang masih penuh sehingga ketika ditekuk akan kembali ke bentuk semula.

    Cara untuk mengujinya bisa dengan menekuk bantal selama 30 detik, kemudian lepas. Apabila bisa kembali ke bentuk semula yakni rata kembali, berarti bantal tersebut masih layak digunakan. Namun, apabila bentuknya tetap menekuk, segera ganti dengan bantal baru.

    Itulah beberapa tanda bantal harus segera diganti. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Amis di Lantai Jangan Dianggap Sepele, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Salah satu cara untuk membuat rumah wangi dan bersih adalah dengan rajin mengepel. Sebab, cairan yang dipakai ketika mengepel biasanya sudah dilengkapi dengan anti bakteri dan pengharum sehingga bisa memusnahkan bakteri penyebab bau.

    Namun, pada kenyataannya ditemukan lantai yang baru selesai dipel justru berbau tak sedap, amis, seperti bau telur. Kira-kira kenapa ya?

    Penyebab Lantai Bau Amis Walau Sudah Dipel

    Dilansir situs Cleanpedia, berikut beberapa penyebab lantai berbau tak sedap setelah dipel.


    1. Kain Pel Kotor

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengecek kebersihan kain pel. Sebab, umumnya kain pel terbuat dari kain dan mudah sekali lembap sehingga jamur mudah berkembang dan menimbulkan bau.

    Penyebab lain kain pel berbau adalah jarang dibersihkan setelah digunakan. Meskipun permukaannya cepat kering, bakteri tetap dapat hidup di kain pel karena tidak pernah dibersihkan. Alangkah baiknya, setelah kain pel digunakan, bilas hingga bersih dan tidak berbusa.

    Sebelum dipakai pun kain pel perlu dibilas di air bersih beberapa kali. Apabila warna air masih keruh, bersihkan kain pel dengan tambahan cairan pembersih seperti sabun cuci piring, cuka, atau soda kue untuk membersihkannya.

    2. Air Pel Kotor

    Saat mengepel usahakan untuk segera mengganti air apabila warnanya sudah berubah. Untuk melihat perubahan tersebut, pakai ember berwarna cerah. Biasanya di rumah yang benar-benar kotor, warna air bisa cepat berubah dalam 1-2 pemakaian. Bukan hanya kotor, air tersebut bisa menjadi tempat berkembang kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan bau.

    3. Ember Pel Sudah Kotor

    Selain kain pel dan air, ember yang dipakai juga harus bersih. Tanda ember kotor adalah di permukaannya ditemukan pasir halus, rambut, dan kotoran lainnya yang menempel. Kemudian, ketika diisi air muncul banyak busa. Cara membersihkannya bisa dengan membilas beberapa kali dengan air bersih atau menyikat permukaan dalamnya kemudian bilas.

    4. Cara Mengepel yang Salah

    Biang kerok selanjutnya terjadi apabila penggunanya mengepel dengan asal-asalan. Cara mengepel yang benar adalah membuat gerakkan menyerupai angka ‘8’ untuk kain pel dengan kepala serupa rumbai-rumbai tali. Sementara kain pel yang terbuat dari spons menggunakan teknik gerakan maju mundur.

    5. Pakai Cairan Pembersih yang Wangi

    Mungkin selama ini kamu mengepel tidak menggunakan cairan pembersih lantai, melainkan memakai cairan pembersih asal.

    Dilansir Real Simple, cairan pembersih lantai yang bisa dipakai adalah sabun cuci piring, soda kue, cuka, hingga minyak atsiri. Sementara itu, cairan yang tidak boleh digunakan untuk mengepel lantai adalah gabungan dari pemutih dan cuka karena dapat menghasilkan gas klorin. Ada pula pemutih dan amonia (yang terdapat dalam berbagai pembersih), campuran keduanya dapat menghasilkan zat beracun bernama kloramin, serta pemutih dengan alkohol gosok yang justru memicu cairan beracun bernama kloroform.

    Cobalah untuk mulai menggunakan cairan pembersih khusus lantai yang dijual secara umum. Pilih wangi yang sesuai dengan selera, lalu gunakan secukupnya agar lantai tidak terlalu licin.

    Itulah lima penyebab lantai sering berbau amis setelah dipel. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Kelabang di Rumah? Begini Cara Ampuh Basminya


    Jakarta

    Pernah lihat kelabang di rumah? Hewan yang memiliki kaki banyak ini terkadang ditemukan di kamar mandi.

    Kelabang atau lipan bukanlah serangga, melainkan arthropoda atau hewan invertebrata yang berwarna merah kecokelatan dengan panjang sekitar 2,5-7,6 cm. Hewan tersebut umumnya memakan semut dan kecoak, tapi bisa menggigit manusia juga. Apabila penghuni rumah memiliki alergi pada bisa, sebaiknya segera ke dokter jika digigit kelabang.

    Dilansir dari Southern Living, asisten profesor dan ahli entomologi penyuluhan di Texas A&M AgriLife Research and Extension Center Rafia Khan, PhD, mengatakan kelabang kerap ditemukan di tempat yang lembap dan tertutup seperti di bawah batu atau kompos serta sampah dedaunan. Sebab, mereka membutuhkan kelembapan agar bisa hidup.


    Walau demikian, kadang-kadang mereka bisa masuk ke area lembap di rumah seperti kamar mandi atau ruang bawah tanah. Profesor madya penyuluhan manajemen hama struktural di North Carolina State University, Chris Hayes, PhD berpendapat apabila ditemukan kelabang sekali dua kali di sana, itu berarti penghuni rumah memiliki lingkungan yang sehat.

    “Namun, jika Anda sering melihatnya di dalam ruangan atau dalam jumlah besar, kehadiran mereka mungkin mengindikasikan adanya kebocoran atau masalah kelembapan yang perlu diselidiki,” ujar Hayes, dikutip dari Southern Living.

    Cara Basmi Kelabang

    Kalau kelabang berada di luar rumah, penghuni bisa mengabaikannya. Tapi kalau ada di dalam rumah dalam jumlah banyak sebaiknya lakukan beberapa cara berikut ini.

    Bersihkan Dedaunan

    Sebaiknya bersihkan sampah-sampah daun di sekitar rumah agar tidak jadi tempat persembunyian kelabang. Selain itu, sampah daun juga bisa menjadi tempat tinggal hama-hama lainnya.

    Taruh Pot Tanaman di Tempat Tinggi

    Taruh pot tanaman di tempat tinggi untuk mencegah penumpukan kelembapan di permukaan, seperti dek atau teras, agar tidak jadi tempat tinggal kelabang. Perlu diketahui juga bahwa kelabang mungkin ikut ke dalam rumah melalui tanaman pot yang dibawa masuk.

    Tutup Celah Kecil

    Tutup celah-celah kecil agar kelabang tidak masuk ke dalam rumah. Gunakan sealant atau busa semprot untuk menutup lubang di sekitar kusen jendela dan pintu. Pastikan juga kasa dan kusen pintu terpasang dengan baik.

    Lakukan Investigasi

    Jika ada banyak kelabang berkeliaran di dalam ruangan, carilah masalah kelembapan, seperti kayu lapuk di sekitar kusen pintu. Penghuni rumah harus mengatasi akar masalah untuk membasmi kelabang.

    Cari Bantuan

    Jika tidak tahu dari mana kelabang berasal, dan hal ini sudah menjadi gangguan rutin, penghuni rumah mungkin perlu berkonsultasi dengan perusahaan pengendalian hama profesional.

    Itulah cara membasmi kelabang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Kamitetep Bisa Bikin Badan Gatal! Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Kamitetep merupakan jenis serangga yang bentuknya cukup unik yakni berbadan kecil dan menyerupai gumpalan debu. Mungkin sebagian orang baru pertama kali mendengar nama serangga ini, karena keberadaannya yang sering tidak disadari sehingga tidak ada yang menyangka mereka adalah makhluk hidup.

    Hewan satu ini merupakan hama yang harus diwaspadai karena kamitetep bisa menyebabkan gatal-gatal apabila kita mengenai tubuh manusia. Untuk menemukan kamitetep di rumah, serangga ini biasanya hinggap di ruangan yang lembap dan jarang dibersihkan.

    Keberadaannya yang sulit dideteksi juga dikarenakan ketika ada manusia, kamitetep biasanya hanya diam. Mereka menyembunyikan bagian tubuh inti di dalam ‘cangkang’ yang wujudnya seperti debu kotor. Ketika tidak ada yang melihat, mereka akan kembali bergerak dan pergerakannya cukup cepat.


    Apabila menemukan kamitetep di rumah, jangan khawatir, cara membasmi serangga ini tidak sulit. Dilansir Bugwiz, berikut caranya.

    1. Bersihkan Rumah

    Tidak ada cara yang lebih mudah dan ampuh untuk mengusir kamitetep dengan membersihkan rumah. Serangga satu ini sangat menyukai tempat kotor dan lembap, apabila kriteria tersebut bisa diatasi, kamitetep pasti tidak akan muncul di rumah. Cari tempat-tempat di rumah yang mungkin akan menarik perhatian kamitetep, seperti laundry room, dapur, sudut kamar, hingga di bawah tangga.

    Lalu, cek juga tempat yang terdapat sarang laba-laba karena di sana merupakan tempat kamitetep mencari makanan. Ia biasa memakan jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup.

    2. Jaga Kelembapan Rumah Tetap Rendah

    Rumah yang bersih tetap bisa terasa lembap. Cara mengatasinya adalah dengan meletakkan tanaman yang dapat menyerap kelembapan atau membeli dehumidifier, alat khusus untuk menyedot kelembapan pada ruangan.

    3. Pakai Sabun Cuci Piring

    Apabila menemukan serangga ini dan ingin langsung membasminya, coba pakai campuran 2 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam 3-4 liter air. Usahakan jangan sampai banyak busa. Lalu tusuk lapisan pelindung tubuhnya yang bentuknya seperti debu. Pastikan hewan ini tidak bergerak, lalu baru semprotkan cairan cuci piring tersebut.

    4. Gunakan Pestisida

    Bahan lain yang bisa dipakai adalah pertisida yang umumnya dipakai untuk membasmi hama. Pastikan produk yang aman untuk penggunaan di dalam ruangan dan ikuti petunjuk pada label.

    5. Panggil Jasa Profesional

    Jika jumlah kamitetep yang ditemukan cukup banyak dan sudah mengganggu aktivitas di rumah, panggil jasa pembersih hama agar cepat diatasi.

    Itulah beberapa cara membasmi kamitetep di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com